Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Regulasi bidang pertanian
Pengetahuan budidaya tanaman (produksi benih, seleksi/detaseling)
Biologi umum (pemuliaan tanaman, morfologi, fisiologi)
Regulasi perbenihan nasional
Pengawasan benih tanaman (sertifikasi, pengawasan peredaran, pengujian mutu benih dan penilaian pelepasan varietas)
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Benih Tanaman Pemula.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, apa yang dimaksud dengan benih tanaman?
A. Sisa pertanaman yang sudah tidak memiliki daya tumbuh.
B. Bagian tanaman yang digunakan untuk dikonsumsi manusia dan hewan.
C. Hasil olahan tanaman yang siap dipasarkan di industri pangan.
D. Tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakkan tanaman.
E. Zat kimia yang digunakan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.
Jawaban: D
Menurut UU No. 22 Tahun 2019 Pasal 1 angka 5, Benih Tanaman adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakkan tanaman.
Soal 2
Dalam memproduksi benih jagung hibrida, dilakukan kegiatan detasseling. Apa tujuan utama dari kegiatan tersebut?
A. Mencegah terjadinya penyerbukan sendiri (selfing) pada galur betina.
B. Mempercepat proses pengeringan biji di lapangan.
C. Meningkatkan kandungan protein pada biji jagung.
D. Merangsang pertumbuhan akar agar tanaman lebih kokoh.
E. Mencegah serangan hama ulat grayak pada tongkol jagung.
Jawaban: A
Detasseling adalah pembuangan bunga jantan (tassel) pada baris tanaman betina dalam produksi benih hibrida untuk memastikan terjadinya penyerbukan silang dari tanaman jantan yang dikehendaki dan mencegah penyerbukan sendiri.
Soal 3
Urutan kelas benih dalam sertifikasi benih di Indonesia dari tingkat tertinggi ke terendah adalah...
A. Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), Benih Sebar (BR), Benih Unggul.
B. Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), Benih Sebar (BR).
C. Benih Sebar (BR), Benih Pokok (BP), Benih Dasar (BD), Benih Penjenis (BS).
D. Benih Inti, Benih Kelas I, Benih Kelas II, Benih Kelas III.
E. Benih Penjenis (BS), Benih Pokok (BP), Benih Dasar (BD), Benih Sebar (BR).
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi perbenihan nasional (Kepmentan No. 966/KPTS/OT.050/M/4/2022), alur kelas benih adalah Breeder Seed (BS/Penjenis), Foundation Seed (BD/Dasar), Stock Seed (BP/Pokok), dan Extension Seed (BR/Sebar).
Soal 4
Pada pengujian mutu benih di laboratorium, parameter 'Daya Berkecambah' menunjukkan...
A. Kadar air maksimal yang terkandung di dalam benih saat disimpan.
B. Jumlah benih yang terinfeksi oleh jamur patogen.
C. Kecepatan benih dalam menyerap nutrisi dari media tanam.
D. Persentase berat benih murni dibandingkan dengan kotoran.
E. Kemampuan benih untuk tumbuh menjadi kecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum.
Jawaban: E
Daya berkecambah adalah persentase benih yang mampu menghasilkan kecambah normal dalam jangka waktu tertentu pada kondisi lingkungan yang terkendali dan optimum.
Soal 5
Kondisi di mana benih yang hidup gagal berkecambah meskipun berada pada kondisi lingkungan yang mendukung (air, suhu, oksigen cukup) disebut...
A. Dormansi
B. Skarifikasi
C. Vigor rendah
D. Senesens
E. Imbibisi
Jawaban: A
Dormansi benih adalah keadaan di mana benih tidak mau berkecambah meskipun faktor lingkungan luar mendukung, biasanya disebabkan oleh faktor internal seperti kulit benih yang keras atau embrio yang belum masak.
Soal 6
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian tentang sertifikasi benih, label warna biru digunakan untuk benih kelas...
A. Benih Sebar (BR)
B. Benih Pokok (BP)
C. Benih Lokal
D. Benih Dasar (BD)
E. Benih Penjenis (BS)
Jawaban: A
Dalam sistem sertifikasi benih di Indonesia: Putih untuk BD, Ungu untuk BP, dan Biru untuk BR (Benih Sebar).
Soal 7
Pemeriksaan lapangan dalam proses sertifikasi benih bertujuan untuk memastikan...
A. Kadar air benih setelah dipanen.
B. Jumlah pupuk yang digunakan oleh produsen.
C. Harga jual benih di tingkat petani.
D. Kebenaran varietas dan kemurnian genetik di lapangan.
E. Efektivitas pestisida yang diaplikasikan.
Jawaban: D
Pemeriksaan lapangan dilakukan oleh Pengawas Benih Tanaman untuk memverifikasi isolasi jarak/waktu, memeriksa adanya 'off-type' (tanaman simpangan), dan memastikan kemurnian varietas.
Soal 8
Metode pemuliaan tanaman yang dilakukan dengan menggabungkan dua galur murni yang berbeda untuk mendapatkan keturunan dengan keunggulan tertentu disebut...
A. Seleksi Massa
B. Mutasi induksi
C. Polisari
D. Persilangan (Hibridisasi)
E. Kultur Jaringan
Jawaban: D
Hibridisasi adalah perkawinan silang antara dua individu tanaman yang berbeda genetiknya untuk mendapatkan kombinasi genetik baru atau efek heterosis.
Soal 9
Apa yang dimaksud dengan 'Rouging' dalam produksi benih?
A. Proses pembersihan benih dari kotoran fisik seperti tanah dan kerikil.
B. Pemberian label pada kemasan benih sebelum diedarkan.
C. Pengujian daya tumbuh benih di bak perkecambahan.
D. Kegiatan mengidentifikasi dan membuang tanaman yang tidak sesuai deskripsi varietas atau tanaman penyakit.
E. Pengaturan jarak tanam agar populasi tanaman optimal.
Jawaban: D
Rouging adalah pembuangan tanaman simpangan (off-types), tanaman varietas lain, atau tanaman yang terserang penyakit menular di lapangan produksi benih guna menjaga kemurnian genetik.
Soal 10
Dalam pengujian mutu benih, 'Kemurnian Fisik' diukur dengan memisahkan komponen benih murni dari...
A. Bakteri dan jamur terbawa benih.
B. Kadar air yang berlebihan.
C. Gen yang sudah bermutasi.
D. Benih tanaman lain dan kotoran fisik.
E. Zat pengatur tumbuh (ZPT).
Jawaban: D
Analisis kemurnian fisik memisahkan contoh benih menjadi tiga komponen: Benih Murni, Benih Tanaman Lain (termasuk biji gulma), dan Kotoran Benih (tanah, sekam, pecahan batu).
Soal 11
Isolasi jarak pada produksi benih tanaman penyerbuk silang (seperti jagung) sangat penting untuk...
A. Mencegah kontaminasi serbuk sari dari varietas lain yang tidak diinginkan.
B. Menghindari persaingan penyerapan unsur hara antar tanaman.
C. Mencegah penyebaran hama penggerek batang.
D. Memudahkan alat mesin pertanian masuk ke lahan.
E. Meningkatkan intensitas cahaya matahari yang diterima daun.
Jawaban: A
Isolasi jarak atau isolasi waktu diperlukan untuk menjaga kemurnian genetik agar serbuk sari dari varietas luar tidak membuahi tanaman di lahan produksi benih.
Soal 12
Struktur morfologi benih monokotil (seperti padi) berbeda dengan dikotil. Salah satu ciri khas benih monokotil adalah memiliki...
A. Dua keping biji (kotiledon).
B. Kambium pada batang sejak fase bibit.
C. Akar tunggang yang dominan.
D. Bunga dengan kelipatan 4 atau 5.
E. Satu keping biji dan endosperma sebagai cadangan makanan utama.
Jawaban: E
Tanaman monokotil memiliki satu kotiledon (keping biji) dan pada bijinya cadangan makanan umumnya disimpan di endosperma.
Soal 13
Pelepasan varietas merupakan proses penting sebelum benih diedarkan. Siapakah yang berwenang menetapkan pelepasan varietas tanaman pangan di Indonesia?
A. Direktur Utama BUMN Perbenihan.
B. Kepala Desa setempat.
C. Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia.
D. Menteri Pertanian.
E. Gubernur wilayah produksi.
Jawaban: D
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian tentang pelepasan varietas, keputusan pelepasan varietas ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian setelah melalui sidang penilaian oleh Tim Penilai Pelepas Varietas (TPPV).
Soal 14
Berdasarkan regulasi perbenihan, benih yang diedarkan wajib memiliki label yang memuat informasi berikut, kecuali...
A. Nama pemilik lahan tempat benih ditanam.
B. Daya berkecambah.
C. Masa akhir edar (kedaluwarsa).
D. Nama dan alamat produsen.
E. Nama varietas.
Jawaban: A
Label benih sesuai aturan wajib memuat: Nama/Alamat Produsen, Jenis/Varietas, Kelas Benih, No. Lot, Kadar Air, Kemurnian, Daya Berkecambah, dan Masa Akhir Edar. Nama pemilik lahan bukan syarat wajib pada label.
Soal 15
Suatu varietas dikatakan 'Baru' dalam perlindungan varietas tanaman jika...
A. Belum pernah diperdagangkan atau sudah diperdagangkan tapi dalam jangka waktu tertentu sesuai aturan.
B. Ditemukan secara tidak sengaja di hutan belantara.
C. Diciptakan oleh seorang Pengawas Benih Tanaman.
D. Memiliki hasil panen dua kali lipat dari varietas lokal.
E. Warna bunganya berbeda dengan warna bunga pada umumnya.
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), unsur kebaruan (novelty) diukur dari aspek komersialisasi sebelumnya di dalam atau luar negeri.
Soal 16
Kebutuhan cahaya matahari untuk tanaman melakukan fotosintesis sangat dipengaruhi oleh pigmen...
A. Antosianin
B. Xantofil
C. Karotenoid
D. Klorofil
E. Fikobilin
Jawaban: D
Klorofil adalah pigmen utama pada kloroplas yang berfungsi menyerap energi cahaya matahari untuk diubah menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis.
Soal 17
Pada pengujian laboratorium, jika ditemukan benih gulma yang bersifat berbahaya dalam contoh kerja, maka benih tersebut dikategorikan sebagai...
A. Biji Gulma Jahat/Berbahaya (Noxious Weed Seeds).
B. Tanaman Simpangan
C. Inert Matter
D. Kotoran Benih
E. Benih Murni
Jawaban: A
Dalam standar ISTA dan pengujian mutu, biji gulma yang dilarang atau sangat merugikan jika tumbuh di lahan petani disebut Noxious Weed Seeds.
Soal 18
Salah satu ciri benih yang memiliki vigor tinggi adalah...
A. Mudah terserang jamur saat penyimpanan.
B. Membutuhkan air yang sangat banyak untuk berkecambah.
C. Mampu tumbuh serempak dan cepat pada kondisi lingkungan yang suboptimal.
D. Memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan rata-rata.
E. Hanya bisa tumbuh di laboratorium.
Jawaban: C
Vigor benih adalah kemampuan benih untuk tumbuh secara cepat, serempak, dan menghasilkan bibit normal pada kondisi lapangan yang tidak ideal (suboptimal).
Soal 19
Tugas utama seorang Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam pengawasan peredaran benih di pasar adalah...
A. Memeriksa kesesuaian label benih dengan sertifikat dan masa edarnya.
B. Menjual benih secara langsung kepada pengecer.
C. Mengatur logistik pengiriman benih antar pulau.
D. Membuat pupuk untuk dicampur dengan benih.
E. Menetapkan harga jual benih agar murah.
Jawaban: A
PBT melakukan pengawasan di tingkat pengedar/toko untuk memastikan benih yang dijual berlabel sah, mutunya masih berlaku (belum kedaluwarsa), dan kemasannya tidak rusak.
Soal 20
Dalam proses perkecambahan, tahap awal masuknya air ke dalam benih secara pasif melalui mikropil disebut...
A. Translokasi
B. Evaporasi
C. Difusi aktif
D. Osmosis
E. Imbibisi
Jawaban: E
Imbibisi adalah proses penyerapan air oleh benih akibat perbedaan potensi air, yang mengakibatkan benih membengkak dan memicu aktivitas enzim untuk metabolisme.
Soal 21 Premium
Varietas tanaman hasil pemuliaan yang memiliki keunggulan dalam potensi hasil, ketahanan hama/penyakit, dan mutu hasil disebut...
Menurut UU No. 22 Tahun 2019, pemerintah memberikan perlindungan khusus kepada petani kecil dalam hal perbenihan, yaitu...
A. Petani kecil dibebaskan mencari benih tanpa label di luar negeri.
B. Petani kecil dilarang menanam varietas unggul.
C. Petani kecil wajib membayar pajak perbenihan dua kali lipat.
D. Petani kecil tidak boleh memiliki lahan sendiri.
E. Hasil budidaya petani kecil (benih lokal/hasil pemuliaan sendiri) boleh diedarkan secara terbatas tanpa kewajiban pelepasan varietas oleh pemerintah.
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Benih Tanaman Pemula, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula
SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Benih Tanaman Pemula tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.