SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kebijakan terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
Kebijakan terkait kesetaraan gender, pemberdayaan dan perlindungan perempuan
Kebijakan terkait perlindungan khusus anak dan pemenuhan hak anak
Kebijakan terkait standar layanan perlindungan perempuan dan anak
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Soal 1
Strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki disebut...
A. Pengarusutamaan Gender
B. Keadilan Gender
C. Responsif Gender
D. Netral Gender
E. Analisis Gender
Jawaban: A
Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000, Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kebijakan dan pembangunan.
Soal 2
Prinsip utama dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang menyatakan bahwa semua tindakan yang menyangkut anak harus mempertimbangkan hal terbaik bagi anak adalah...
A. Kelangsungan hidup dan perkembangan
B. Kepentingan terbaik bagi anak
C. Penghargaan terhadap pendapat anak
D. Perlindungan dari kekerasan
E. Non-diskriminasi
Jawaban: B
Empat prinsip dasar Konvensi Hak Anak (KHA) meliputi: Non-diskriminasi, Kepentingan terbaik bagi anak (Best interests of the child), Hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, serta Penghargaan terhadap pendapat anak.
Soal 3
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004, setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikis, dan/atau penelantaran rumah tangga disebut...
A. Pelanggaran Hak Asasi
B. Eksploitasi Perempuan
C. Kekerasan Seksual
D. Kekerasan dalam Rumah Tangga
E. Diskriminasi Gender
Jawaban: D
Definisi ini sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT).
Soal 4
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam 5 arahan Presiden RI (2020-2024) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak?
A. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender
B. Wajib belajar 12 tahun bagi anak perempuan
C. Penurunan angka kematian ibu melahirkan
D. Pemberian bantuan tunai bagi kepala keluarga perempuan
E. Peningkatan peran perempuan dalam politik
Jawaban: A
5 Arahan Presiden meliputi: (1) Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, (2) Peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, (3) Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, (4) Penurunan pekerja anak, (5) Pencegahan perkawinan anak.
Soal 5
Berapakah usia minimal perkawinan bagi laki-laki dan perempuan berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019?
A. 20 tahun
B. 17 tahun
C. 21 tahun
D. 19 tahun
E. 18 tahun
Jawaban: D
UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menetapkan batas minimal usia perkawinan bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.
Soal 6
Sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), salah satu jenis tindak pidana kekerasan seksual fisik adalah...
A. Pemaksaan kontrasepsi
B. Perselingkuhan
C. Diskriminasi pekerjaan
D. Komentar cabul
E. Pelecehan seksual nonfisik
Jawaban: A
Pasal 4 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2022 (TPKS) menyebutkan jenis TPKS fisik meliputi pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, perbudakan seksual, dan eksploitasi seksual.
Soal 7
Anak yang membutuhkan perlindungan khusus (AMPK) menurut UU No. 35 Tahun 2014 meliputi kategori berikut, kecuali...
A. Anak yang berhadapan dengan hukum
B. Anak dalam situasi darurat
C. Anak yang memiliki prestasi akademik tinggi
D. Anak korban eksploitasi ekonomi dan/atau seksual
E. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi
Jawaban: C
AMPK mencakup anak dalam situasi darurat, ABH, minoritas, korban eksploitasi, korban Napza, dan lainnya yang mengalami kerentanan khusus. Anak berprestasi bukan kategori AMPK.
Soal 8
Layanan pengaduan masyarakat untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disediakan oleh KemenPPPA melalui nomor call center adalah...
A. SAPA 115
B. SAPA 112
C. SAPA 129
D. SAPA 119
E. SAPA 110
Jawaban: C
SAPA 129 (Sahabat Perempuan dan Anak) adalah layanan call center resmi KemenPPPA untuk pelaporan dan tindak lanjut kasus kekerasan.
Soal 9
Indikator keberhasilan pembangunan yang mencerminkan capaian kesetaraan gender dalam hal partisipasi ekonomi, politik, dan pengambilan keputusan disebut...
A. Indeks Ketimpangan Gender (IKG)
B. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
C. Indeks Pembangunan Gender (IPG)
D. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
E. Indeks Perlindungan Anak (IPA)
Jawaban: D
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mengukur peran aktif perempuan dalam ekonomi dan politik. Sedangkan IPG mengukur kesetaraan dalam kualitas dasar manusia (umur panjang, pengetahuan, standar hidup).
Soal 10
Salah satu hak sipil dan kebebasan anak dalam pemenuhan hak anak adalah...
A. Memperoleh akta kelahiran
B. Memperoleh bantuan hukum
C. Memiliki tabungan pendidikan
D. Mendapatkan ASI eksklusif
E. Mendapatkan imunisasi dasar
Jawaban: A
Kluster 1 Hak Anak meliputi Hak Sipil dan Kebebasan, di mana identitas diri (akta kelahiran) merupakan hak fundamental anak.
Soal 11
CEDAW merupakan instrumen internasional yang sangat penting bagi perlindungan perempuan. Apa kepanjangan dari CEDAW?
A. Council on the Elimination of Discrimination Against Women
B. Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women
C. Commission on Equality, Development and Autonomy of Women
D. Committee on the Elimination of Domestic Abuse Against Women
E. Convention on Education and Development of All Women
Jawaban: B
CEDAW adalah Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women, yang telah diratifikasi Indonesia melalui UU No. 7 Tahun 1984.
Soal 12
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dievaluasi berdasarkan 5 kluster hak anak. Kluster ke-4 membahas tentang...
A. Hak Sipil dan Kebebasan
B. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
C. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
D. Perlindungan Khusus
E. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya
Jawaban: E
Kluster KLA: (1) Hak Sipil/Kebebasan, (2) Lingkungan Keluarga/Pengasuhan, (3) Kesehatan/Kesejahteraan, (4) Pendidikan/Waktu Luang/Budaya, (5) Perlindungan Khusus.
Soal 13
Berdasarkan UU PKDRT, tindakan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, atau rasa tidak berdaya pada seseorang termasuk kekerasan...
A. Fisik
B. Seksual
C. Ekonomi
D. Psikis
E. Penelantaran
Jawaban: D
Kekerasan psikis menurut UU No. 23 Tahun 2004 Pasal 7 adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, penderitaan batin, atau hilangnya rasa percaya diri.
Soal 14
Unit pelaksana teknis yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk memberikan layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan di tingkat daerah disebut...
A. Bapas
B. UPTD PPA
C. KPAI
D. Lembaga Perlindungan Saksi
E. Komnas Perempuan
Jawaban: B
UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) bertugas menyelenggarakan layanan pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, dan pendampingan korban.
Soal 15
Berikut adalah bentuk partisipasi anak dalam pembangunan, kecuali...
A. Bekerja secara full-time untuk membantu ekonomi keluarga
B. Memberikan masukan terhadap kebijakan perlindungan anak
C. Menjadi pelopor dan pelapor (2P)
D. Terlibat dalam Musrenbang Anak
E. Bergabung dalam Forum Anak
Jawaban: A
Bekerja full-time dapat dikategorikan sebagai eksploitasi pekerja anak dan melanggar hak pendidikan anak. Pilihan B, C, D, dan E adalah bentuk partisipasi konstruktif.
Soal 16
Anggaran yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan, aspirasi, dan permasalahan perempuan dan laki-laki secara adil disebut...
A. Anggaran Fleksibel
B. Anggaran Responsif Gender (ARG)
C. Anggaran Inklusif
D. Anggaran Sektoral
E. Anggaran Rutin
Jawaban: B
ARG bukan berarti anggaran khusus perempuan, melainkan anggaran yang menjamin kebutuhan laki-laki dan perempuan terakomodasi dalam proses pengalokasian sumber daya.
Soal 17
Berdasarkan UU Perlindungan Anak, seorang individu dikategorikan sebagai 'anak' jika usianya...
A. Belum 17 tahun
B. Belum menikah
C. Belum 21 tahun
D. Maksimal 15 tahun
E. Belum 18 tahun, termasuk yang masih dalam kandungan
Jawaban: E
Pasal 1 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Soal 18
Hak Korban tindak pidana kekerasan seksual dalam UU TPKS meliputi hak-hak berikut, kecuali...
A. Hak atas restitusi
B. Hak atas pemulihan
C. Hak untuk membalas pelaku secara mandiri
D. Hak atas penanganan
E. Hak atas pelindungan
Jawaban: C
UU TPKS menjamin hak atas penanganan, pelindungan, pemulihan, dan restitusi (ganti rugi). Balas dendam mandiri melanggar prinsip hukum.
Soal 19
Instrumen analisis gender yang digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan gender dalam sebuah kebijakan/program melalui langkah akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat disebut...
A. Gender Audit
B. Gender Analysis Pathway (GAP)
C. Gender Responsive Planning
D. Gender Mainstreaming Tool
E. Gender Budget Statement (GBS)
Jawaban: B
GAP (Gender Analysis Pathway) adalah alat analisis untuk melihat isu gender melalui 4 dimensi: akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat (APKM).
Soal 20
Standar Layanan bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan mencakup layanan berikut, kecuali...
A. Layanan Pengaduan
B. Layanan Pemutihan Catatan Kriminal Pelaku
C. Layanan Rehabilitasi Sosial
D. Layanan Bantuan Hukum
E. Layanan Medis
Jawaban: B
Layanan difokuskan pada perlindungan dan pemulihan korban. Pemutihan catatan kriminal pelaku tidak termasuk dalam standar layanan perlindungan korban.
Soal 21 Premium
Permen PPPA Nomor 2 Tahun 2022 mengatur tentang Standar Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak. Salah satu prinsip dalam penyelenggaraan layanan ini adalah 'Zero Tolerance', yang berarti...
A. Tidak ada batasan waktu dalam pelaporan kasus
B. Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dan pelakunya wajib diproses hukum
C. Tidak ada diskriminasi terhadap suku dan agama tertentu
D. Tidak ada campur tangan pihak ketiga dalam mediasi
Tips Lulus SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.