Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kekerjaan produksi sediaan farmasi yang meliputi menimbang, mengemas, dan menyimpan dengan mengacu pada Cara Pembuatan Obat yang Baik, dan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pelayanan farmasi klinik
Kegiatan pelayanan farmasi klinik
Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tepat, akurat, terkini dan relevan dengan kebutuhan penerima informasi dan mampu berkomunikasi secara efektif
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pelayanan farmasi klinik
Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP sesuai pedoman
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Asisten Apoteker Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil.
Soal 1
Dalam kegiatan produksi sediaan farmasi, proses penimbangan bahan baku harus dilakukan di area yang terkontrol untuk mencegah kontaminasi silang. Berdasarkan prinsip CPOB, tindakan apa yang wajib dilakukan sebelum memulai penimbangan?
A. Langsung menimbang bahan sesuai resep
B. Memastikan kesiapan jalur (line clearance) dan kalibrasi timbangan
C. Menimbang tanpa menggunakan APD lengkap
D. Membuka seluruh kemasan bahan baku secara bersamaan
E. Mencampur semua bahan dalam satu wadah
Jawaban: B
Berdasarkan Pedoman CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sebelum proses produksi atau penimbangan dimulai, harus dilakukan 'line clearance' (kesiapan jalur) untuk memastikan area bersih dari produk sebelumnya serta alat telah terkalibrasi guna mencegah kontaminasi silang dan kesalahan penimbangan.
Soal 2
Penyimpanan sediaan farmasi yang memiliki batas kedaluwarsa lebih cepat harus diletakkan di bagian depan agar diambil terlebih dahulu. Metode ini disebut dengan...
A. LIFO
B. Average
C. Just In Time
D. FEFO
E. FIFO
Jawaban: D
Metode FEFO (First Expired First Out) adalah sistem pengelolaan obat berdasarkan tanggal kedaluwarsa, di mana obat yang mendekati waktu kedaluwarsa dikeluarkan lebih dulu, sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian.
Soal 3
Berapakah suhu penyimpanan yang tepat untuk sediaan farmasi yang harus disimpan pada 'Suhu Dingin' menurut Farmakope Indonesia?
A. 2°C - 8°C
B. 8°C - 15°C
C. 15°C - 25°C
D. Di atas 30°C
E. Kurang dari 2°C
Jawaban: A
Menurut Farmakope Indonesia dan standar pengelolaan sediaan farmasi, suhu dingin didefinisikan antara 2°C hingga 8°C.
Soal 4
Dalam pelayanan farmasi klinik, kegiatan pengkajian resep oleh Asisten Apoteker meliputi aspek administratif. Manakah yang termasuk dalam aspek administratif?
A. Dosis dan jumlah obat
B. Efek samping obat
C. Stabilitas sediaan
D. Interaksi obat
E. Nama dokter dan nomor SIP
Jawaban: E
Aspek administratif meliputi nama pasien, umur, jenis kelamin, berat badan, nama dokter, nomor SIP, alamat, serta tanggal penulisan resep sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016.
Soal 5
Kegiatan dispensing merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik. Apa tahap pertama yang harus dilakukan setelah menerima resep?
A. Mengambil obat dari rak
B. Menghitung harga obat
C. Menyiapkan etiket
D. Menyerahkan obat
E. Pemeriksaan kelengkapan resep
Jawaban: E
Tahap pertama dalam dispensing adalah skrining atau pengkajian resep yang meliputi persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis sebelum obat disiapkan.
Soal 6
Dalam pengemasan sediaan kosmetika, informasi apa yang wajib dicantumkan pada label menurut Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB)?
A. Nama apoteker penanggung jawab
B. Riwayat penyakit pengguna
C. Nomor Notifikasi
D. Hasil uji klinis pada hewan
E. Harga Eceran Tertinggi (HET)
Jawaban: C
Berdasarkan peraturan CPKB, label kosmetika harus memuat informasi utama seperti nama produk, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, nama dan alamat produsen, serta nomor notifikasi. Istilah izin edar untuk produk kosmetika secara spesifik disebut sebagai notifikasi.
Soal 7
Metode perencanaan pengadaan obat berdasarkan data penggunaan obat pada periode sebelumnya disebut metode...
A. Metode VEN
B. Metode Konsumsi
C. Metode ABC
D. Metode Just In Time
E. Metode Epidemiologi
Jawaban: B
Metode konsumsi adalah perencanaan pengadaan yang didasarkan pada analisis data konsumsi obat di masa lalu untuk memperkirakan kebutuhan masa depan.
Soal 8
Apa yang dimaksud dengan BMHP dalam pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan?
A. Bahan Makanan Harapan Pasien
B. Bahan Mutu Hasil Produksi
C. Bahan Manufaktur Hasil Pabrik
D. Barang Medis Harga Pokok
E. Bahan Medis Habis Pakai
Jawaban: E
BMHP adalah singkatan dari Bahan Medis Habis Pakai, yaitu alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use) yang habis karena dipergunakan.
Soal 9
Pemberian informasi mengenai aturan pakai obat '3 kali sehari' artinya obat harus diminum setiap...
A. 8 jam
B. 12 jam
C. 6 jam
D. Setelah makan saja
E. 4 jam
Jawaban: A
Untuk menjaga kadar obat dalam darah tetap stabil, interval waktu harus merata dalam 24 jam. Maka 24 jam dibagi 3 adalah 8 jam sekali.
Soal 10
Dalam tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian, analisis yang membagi item obat ke dalam tiga kelompok berdasarkan nilai investasi atau volume biaya penggunaan tahunan adalah...
A. Analisis ABC
B. Analisis VEN
C. Analisis SWOT
D. Analisis Efektivitas
E. Analisis Kombinasi
Jawaban: A
Analisis ABC (Always, Better, Control) atau analisis Pareto membagi persediaan menjadi tiga kelompok (A, B, dan C) berdasarkan nilai investasi. Kelompok A adalah obat dengan nilai investasi tinggi (70-80% biaya) meskipun jumlah itemnya sedikit.
Soal 11
Berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016, berapa lama resep harus disimpan di Apotek sebelum akhirnya boleh dimusnahkan?
A. 2 tahun
B. 10 tahun
C. 1 tahun
D. 5 tahun
E. 3 tahun
Jawaban: D
Resep harus disimpan di Apotek selama sekurang-kurangnya 5 tahun sebelum dapat dimusnahkan dengan cara dibakar atau cara lain yang sesuai.
Soal 12
Seorang pasien mendapatkan resep krim racikan. Setelah kemasannya dibuka (Beyond Use Date), sediaan semi padat yang mengandung air tersebut umumnya dapat digunakan maksimal hingga...
A. 1 minggu
B. 6 bulan
C. 30 hari
D. 2 minggu
E. 1 tahun
Jawaban: C
Berdasarkan pedoman USP <795> mengenai sediaan non-steril, sediaan racikan semi padat yang mengandung air (seperti krim atau gel) memiliki Beyond Use Date (BUD) maksimal 30 hari pada suhu kamar.
Soal 13
Komunikasi efektif saat penyerahan obat melibatkan teknik 'Three Prime Questions'. Pertanyaan manakah yang menanyakan tentang harapan setelah minum obat?
A. Berapa harga obat ini?
B. Kapan obat ini diminum?
C. Apa yang diharapkan setelah menggunakan obat ini?
D. Dimana obat ini disimpan?
E. Siapa yang memberikan resep ini?
Jawaban: C
Tiga pertanyaan utama (Three Prime Questions) meliputi: Apa yang dikatakan dokter tentang obat, cara penggunaan, dan 'Apa harapan dokter setelah Anda minum obat ini?'.
Soal 14
Dalam klasifikasi VEN, obat yang sangat penting untuk menyelamatkan jiwa (life saving) dimasukkan ke dalam kategori...
A. S (Safety)
B. A (Always)
C. N (Non-Essential)
D. V (Vital)
E. E (Essential)
Jawaban: D
V (Vital) adalah kategori untuk obat yang harus selalu tersedia karena sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien (life saving).
Soal 15
Penandaan pada obat narkotika menurut regulasi di Indonesia harus memiliki simbol khusus, yaitu...
A. Lingkaran biru garis tepi hitam
B. Palang medali merah
C. Lingkaran hijau garis tepi hitam
D. Huruf K dalam lingkaran merah
E. Lingkaran kuning
Jawaban: B
Obat narkotika ditandai dengan simbol palang medali merah (palang plus berwarna merah) di dalam lingkaran berwarna putih dengan garis tepi merah.
Soal 16
Tahapan pemusnahan obat yang telah kedaluwarsa di fasilitas kesehatan harus disertai dengan dokumen...
A. Surat Pesanan
B. Faktur Pembelian
C. Berita Acara Pemusnahan
D. Kartu Stok
E. Surat Izin Edar
Jawaban: C
Setiap kegiatan pemusnahan obat wajib dibuatkan Berita Acara Pemusnahan yang ditandatangani oleh saksi dan pihak berwenang sesuai regulasi.
Soal 17
Pelayanan Informasi Obat (PIO) bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Asisten Apoteker membantu penyampaian informasi dengan cara...
A. Menyarankan penghentian obat tanpa konsultasi dokter
B. Memberikan semua literatur medis kepada pasien
C. Hanya memberitahu harga obat
D. Menjelaskan aturan pakai dan cara penyimpanan obat
E. Menyerahkan obat tanpa penjelasan apapun
Jawaban: D
Penyampaian informasi harus akurat, relevan, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar pasien dapat menjalankan terapi dengan benar.
Soal 18
Apa kepanjangan dari LPLPO dalam sistem pelaporan obat di Puskesmas?
A. Laporan Penyimpanan dan Lembar Penyaluran Obat
B. Lembar Pengeluaran dan Laporan Pembelian Obat
C. Lembar Perencanaan dan Laporan Penggunaan Obat
D. Laporan Pendapatan dan Lembar Pengadaan Obat
E. Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
Jawaban: E
LPLPO singkatan dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat, yang digunakan sebagai instrumen pengelolaan obat di Puskesmas.
Soal 19
Dalam produksi obat, proses pengisian sediaan ke dalam wadah akhir (seperti blister atau botol) disebut sebagai tahap pengemasan...
A. Akhir
B. Sekunder
C. Tersier
D. Primer
E. Kuartener
Jawaban: D
Pengemasan primer adalah pengemasan yang bersentuhan langsung dengan sediaan obat (seperti blister, vial, atau botol).
Soal 20
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam kategori Alat Kesehatan menurut regulasi di Indonesia?
A. Termometer Digital
B. Suplemen Makanan
C. Bedak Tabur
D. Alkohol 70%
E. Sirup Parasetamol
Jawaban: A
Termometer adalah instrumen yang digunakan untuk tujuan medis seperti diagnostik suhu tubuh, sehingga dikategorikan sebagai alat kesehatan sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Peraturan BPOM No. 34 Tahun 2018 tentang CPOB, sistem tata udara di ruang produksi harus dikualifikasi. Ruang kelas manakah yang digunakan untuk proses pengolahan produk steril dengan risiko tinggi?
Seorang pasien didiagnosis menderita TB paru dan mendapatkan paduan OAT. Sebagai Asisten Apoteker, informasi krusial apa yang harus disampaikan mengenai efek samping Rifampisin?
Menurut Permenkes No. 3 Tahun 2015, pemesanan obat golongan narkotika harus menggunakan Surat Pesanan (SP) khusus. Berapa maksimal jenis obat narkotika dalam satu lembar SP?
Dalam pembuatan sediaan krim (kosmetika), penggunaan emulgator sangat penting. Manakah bahan berikut yang umum digunakan sebagai emulgator dalam sistem minyak dalam air (M/A)?
Kegiatan pemantauan terapi obat (PTO) bertujuan untuk memastikan terapi yang efektif dan aman. Siapakah yang berwenang melakukan PTO sesuai standar pelayanan kefarmasian?
Berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016, salah satu indikator mutu pelayanan farmasi klinik di Rumah Sakit adalah 'Waktu Tunggu Pelayanan'. Berapa standar waktu tunggu untuk obat jadi?
Dalam tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian di RS, evaluasi terhadap obat yang jarang digunakan namun harus tersedia (Contoh: Serum Anti Bisa Ular) menggunakan kategori VEN...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Asisten Apoteker Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.