SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Tugas, Fungsi, dan Peran Aparatur Sipil Negara
  • Hak dan Kewajiban Aparatur Sipil Negara
  • Peran jabatan Pengawas EBTKE
  • Tugas dan tanggung jawab Pengawas EBTKE
  • Organisasi EBTKE
  • UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi
  • PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional
  • Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)
  • Perpres Nomor 112 Tahun 2022
  • PP Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi
  • Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2021
  • Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2023
  • Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2008 tentang Bahan Bakar Nabati dan Perubahannya
  • Potensi Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia
  • Konversi satuan dalam bidang EBTKE
  • Bioenergi: Bahan Bakar Nabati
  • Bioenergi: PLT Bio
  • Bioenergi: Biogas
  • Bioenergi: Biomassa
  • Aneka EBT: Energi Baru (Nuklir, Hidrogen, Coal Bed Methane, Liquefied Coal, Gasified Coal)
  • Aneka EBT: Energi Surya
  • Aneka EBT: Energi Angin
  • Aneka EBT: Energi Gerakan dan Perubahan Suhu Air Laut
  • Aneka EBT: Energi Aliran dan Terjunan Air
  • Konservasi Energi: Manajemen Energi
  • Konservasi Energi: SKEM dan Labeling
  • Konservasi Energi: Program Konservasi Energi
  • Analisis Ekonomi Energi
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Dampak Lingkungan dan Sosial Pengembangan dan Penggunaan EBTKE
  • Target, Komitmen, dan Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca
  • Aspek Keteknisan (SNI, SKKNI, TKDN)

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, salah satu fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebagai...
A. Pelaksana kebijakan publik
B. Pengelola sumber daya alam komersial
C. Pembuat kebijakan politik
D. Perancang regulasi internasional
E. Pelaksana tugas pengawasan independen
Jawaban: A
Menurut Pasal 10 UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Soal 2
Dalam struktur organisasi pemerintah, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) merupakan unsur pelaksana yang berada di bawah...
A. Kementerian Riset dan Teknologi
B. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
C. Kementerian Investasi
D. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
E. Kementerian Perindustrian
Jawaban: B
Direktorat Jenderal EBTKE merupakan unsur pelaksana pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri ESDM.
Soal 3
Menurut UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik disebut...
A. Energi Baru
B. Energi Terbarukan
C. Energi Tambahan
D. Energi Fosil
E. Energi Primer
Jawaban: B
Pasal 1 angka 6 UU Nomor 30 Tahun 2007 mendefinisikan Energi Terbarukan sebagai sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.
Soal 4
Berdasarkan PP Nomor 79 Tahun 2014, target bauran energi nasional untuk Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 adalah sebesar...
A. Sekurang-kurangnya 23%
B. Sekurang-kurangnya 17%
C. Sekurang-kurangnya 31%
D. Sekurang-kurangnya 20%
E. Sekurang-kurangnya 25%
Jawaban: A
Sesuai Pasal 9 PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, target bauran EBT pada tahun 2025 adalah paling sedikit 23% dan pada tahun 2050 paling sedikit 31%.
Soal 5
Perpres Nomor 22 Tahun 2017 mengatur tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). RUEN merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan dari...
A. Kebijakan Energi Nasional (KEN)
B. Persetujuan Paris (Paris Agreement)
C. Kebijakan Ekonomi Biru
D. Rencana Strategis Kementerian ESDM
E. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Jawaban: A
Pasal 1 Perpres Nomor 22 Tahun 2017 menyatakan bahwa RUEN adalah kebijakan Pemerintah Pusat mengenai rencana pengelolaan energi nasional yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan KEN.
Soal 6
Berdasarkan PP Nomor 33 Tahun 2023, pengguna energi yang menggunakan energi lebih besar atau sama dengan jumlah tertentu wajib melakukan manajemen energi. Batas minimal penggunaan energi tersebut adalah...
A. 10.000 TOE per tahun
B. 7.000 TOE per tahun
C. 4.000 TOE per tahun
D. 6.000 TOE per tahun
E. 5.000 TOE per tahun
Jawaban: D
Pasal 13 PP Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi menyebutkan bahwa pengguna energi yang menggunakan energi sebesar atau lebih besar dari 6.000 (enam ribu) setara ton minyak (TOE) per tahun wajib melakukan manajemen energi.
Soal 7
Bioenergi dalam bentuk bahan bakar nabati (BBN) yang digunakan sebagai substitusi bahan bakar minyak jenis solar di Indonesia saat ini umumnya berasal dari...
A. Minyak Kelapa Sawit (CPO)
B. Tebu
C. Kedelai
D. Jagung
E. Singkong
Jawaban: A
Di Indonesia, pengembangan BBN untuk jenis Biodiesel (substitusi solar) secara masif menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).
Soal 8
Satuan standar internasional (SI) untuk energi adalah Joule. Jika dilakukan konversi, 1 kWh (kilowatt-hour) setara dengan...
A. 3.600 Joule
B. 36.000 Joule
C. 360.000 Joule
D. 36.000.000 Joule
E. 3.600.000 Joule
Jawaban: E
1 kWh = 1.000 Watt x 3.600 detik = 3.600.000 Watt-detik atau 3,6 juta Joule.
Soal 9
Berikut ini yang termasuk dalam kelompok 'Energi Baru' menurut regulasi di Indonesia adalah...
A. Energi Panas Bumi
B. Energi Aliran Air
C. Energi Angin
D. Energi Matahari
E. Energi Nuklir
Jawaban: E
Sesuai UU Nomor 30 Tahun 2007, Energi Baru adalah energi yang berasal dari teknologi baru, baik yang berasal dari sumber energi terbarukan maupun tidak terbarukan, antara lain nuklir, hidrogen, gas metana batu bara (CBM), batu bara tercairkan (liquefied coal), dan batu bara tergaskan (gasified coal).
Soal 10
Pemanfaatan energi surya melalui teknologi fotovoltaik (PV) mengubah energi matahari secara langsung menjadi...
A. Energi Kimia
B. Energi Panas
C. Energi Gerak
D. Energi Listrik AC
E. Energi Listrik DC
Jawaban: E
Sel surya fotovoltaik menghasilkan arus searah atau Direct Current (DC) ketika terpapar sinar matahari melalui efek fotovoltaik.
Soal 11
Energi yang dihasilkan dari gerakan naik turunnya permukaan air laut akibat pengaruh gravitasi bulan dan matahari disebut...
A. Energi Arus Laut
B. Energi Pasang Surut (Tidal)
C. Energi Salinitas
D. Energi OTEC
E. Energi Gelombang Laut
Jawaban: B
Energi pasang surut atau tidal energy memanfaatkan fluktuasi ketinggian permukaan laut yang terjadi secara periodik akibat gaya gravitasi benda langit.
Soal 12
Dalam manajemen energi, urutan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang manajer energi untuk mengetahui profil penggunaan energi di suatu bangunan adalah...
A. Implementasi teknologi hemat energi
B. Pemasangan Label Hemat Energi
C. Audit Energi
D. Sertifikasi ISO 50001
E. Evaluasi kinerja ekonomi
Jawaban: C
Audit energi merupakan langkah awal yang krusial untuk mengidentifikasi pola konsumsi energi, menghitung besarnya potensi penghematan, dan merekomendasikan peluang hemat energi.
Soal 13
Program SKEM (Standar Kinerja Energi Minimum) bertujuan untuk...
A. Meningkatkan harga peralatan elektronik
B. Membatasi impor peralatan bekas
C. Menetapkan batas efisiensi energi terendah bagi peralatan pemanfaat energi
D. Mewajibkan penggunaan energi baru pada alat rumah tangga
E. Menghitung nilai TKDN suatu produk
Jawaban: C
Sesuai PP 33/2023, SKEM menetapkan spesifikasi atau standar kinerja energi minimum untuk memastikan peralatan yang beredar di pasar memiliki tingkat efisiensi tertentu.
Soal 14
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada instalasi pembangkit listrik EBT sangat penting. Manakah yang termasuk potensi bahaya (hazard) fisik pada PLTB (Bayu)?
A. Ledakan tangki biogas
B. Ketinggian dan bagian mekanik yang berputar
C. Radiasi nuklir
D. Kebocoran gas hidrogen
E. Paparan bahan kimia korosif
Jawaban: B
Pekerjaan pada PLTB (Bayu) melibatkan turbin yang dipasang pada menara tinggi dan memiliki bilah (blade) yang berputar, sehingga jatuh dari ketinggian dan terjepit mesin berputar adalah hazard fisik utama.
Soal 15
Salah satu dampak sosial positif dari pengembangan energi terbarukan di wilayah pedalaman Indonesia adalah...
A. Sentralisasi pengelolaan energi
B. Ketergantungan pada teknologi impor
C. Peningkatan rasio elektrifikasi dan pertumbuhan ekonomi lokal
D. Penurunan harga lahan secara drastis
E. Peningkatan emisi gas buang
Jawaban: C
EBT seringkali menjadi solusi untuk melistriki daerah terpencil (off-grid) yang belum terjangkau jaringan PLN, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas warga.
Soal 16
Mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor energi dilakukan antara lain melalui...
A. Penghentian pembangunan bendungan PLTA
B. Substitusi energi fosil ke EBT dan peningkatan efisiensi energi
C. Pembatasan instalasi panel surya atap
D. Peningkatan penggunaan batu bara kualitas rendah
E. Ekspansi penggunaan kendaraan bermesin diesel konvensional
Jawaban: B
Sektor energi berkontribusi signifikan pada emisi GRK. Solusi utamanya adalah transisi energi (fosil ke EBT) serta langkah-langkah konservasi energi.
Soal 17
Apa yang dimaksud dengan TKDN dalam aspek keteknisan pengembangan EBT?
A. Tingkat Keselamatan Dasar Nuklir
B. Tingkat Komponen Dalam Negeri
C. Teknologi Khusus Distribusi Nasional
D. Total Kapasitas Daya Nominal
E. Tingkat Keandalan Daya Nasional
Jawaban: B
TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah besarnya kandungan dalam negeri pada barang, jasa, serta gabungan barang dan jasa yang digunakan dalam proyek pembangunan.
Soal 18
Dalam analisis ekonomi energi, parameter yang menunjukkan biaya rata-rata per unit energi yang dihasilkan selama masa pakai pembangkit disebut...
A. Payback Period
B. Net Present Value (NPV)
C. Internal Rate of Return (IRR)
D. Levelized Cost of Energy (LCOE)
E. Benefit Cost Ratio
Jawaban: D
LCOE adalah metrik ekonomi yang digunakan untuk membandingkan biaya produksi listrik dari berbagai sumber energi yang berbeda.
Soal 19
Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024 mengatur tentang...
A. Harga Pembelian Tenaga Listrik EBT oleh PLN
B. Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon
C. Standar Sertifikasi Kompetensi Manajer Energi
D. Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
E. Pemanfaatan Energi Surya Atap
Jawaban: E
Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 merupakan regulasi terbaru yang mengatur tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung pada jaringan pemegang IUPTLU.
Soal 20
Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menjaga rahasia negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini merupakan bagian dari...
A. Kewajiban ASN
B. Tanggung jawab politik ASN
C. Privilese ASN
D. Wewenang ASN
E. Hak ASN
Jawaban: A
Berdasarkan UU ASN, menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara adalah salah satu kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap pegawai ASN.
Soal 21 Premium
Tanggung jawab utama seorang Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam pelaksanaan tugas di lapangan meliputi...
A. Melakukan inspeksi teknik dan verifikasi terhadap kepatuhan standar dan regulasi EBTKE
B. Mengambil alih manajemen perusahaan pengelola energi
C. Mendesain secara rinci komponen mekanis turbin air
D. Memasarkan produk teknologi EBT ke masyarakat luas
E. Menetapkan harga jual listrik EBT secara sepihak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2007, pengelolaan energi dilakukan berdasarkan asas-asas berikut, kecuali...
A. Kepastian hukum
B. Kemanfaatan dan efisiensi berkeadilan
C. Keberlanjutan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup
D. Kemandirian dan ketahanan energi nasional
E. Monopoli mutlak oleh Pemerintah Pusat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Perpres Nomor 112 Tahun 2022 mengatur tentang percepatan pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik. Salah satu poin penting dalam regulasi ini adalah...
A. Penghapusan insentif fiskal untuk investor EBT
B. Pelarangan instalasi panel surya secara mandiri
C. Penyusunan peta jalan pengakhiran masa operasional PLTU lebih awal
D. Menurunkan target bauran energi nasional
E. Mewajibkan pembangunan PLTU baru di seluruh wilayah
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Dalam manajemen energi sesuai PP 33/2023, pengguna energi wajib menunjuk seorang personel yang memiliki sertifikat kompetensi sebagai...
A. Akuntan Energi
B. Manajer Energi
C. Direktur Konservasi
D. Pengawas Teknis Lingkungan
E. Operator Mesin Pembangkit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel di Indonesia telah mencapai tahap mandatori B35. Hal ini diatur dalam rangkaian perubahan atas...
A. Perpres Nomor 22 Tahun 2017
B. UU Nomor 22 Tahun 2001
C. Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2023
D. Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2008
E. PP Nomor 79 Tahun 2014
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Biogas merupakan bioenergi yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob. Komponen gas utama yang memiliki nilai kalor tinggi pada biogas adalah...
A. Hidrogen Sulfida (H2S)
B. Metana (CH4)
C. Karbon Dioksida (CO2)
D. Nitrogen (N2)
E. Oksigen (O2)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Energi hidrogen dapat dikategorikan menjadi beberapa 'warna' berdasarkan proses produksinya. Hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisis air menggunakan sumber energi terbarukan disebut...
A. Blue Hydrogen
B. Grey Hydrogen
C. Brown Hydrogen
D. Green Hydrogen
E. Black Hydrogen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Teknologi OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) memanfaatkan perbedaan suhu air laut untuk menghasilkan listrik. Syarat utama lokasi pengembangannya adalah adanya perbedaan suhu minimal sebesar...
A. 30 derajat Celsius
B. 20 derajat Celsius
C. 5 derajat Celsius
D. 10 derajat Celsius
E. 15 derajat Celsius
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Potensi energi aliran dan terjunan air di Indonesia sangat besar, terutama di pulau Kalimantan dan Papua. Pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas lebih dari 1 MW hingga 10 MW dikategorikan sebagai...
A. Nanohidro
B. Pikohidro
C. PLTA Skala Besar
D. Minihidro
E. Mikrohidro
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Audit energi terdiri dari beberapa tingkatan. Audit yang bertujuan untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi dengan investasi biaya rendah dan tanpa peralatan ukur yang kompleks disebut...
A. Audit Investasi
B. Audit Sistem Manajemen
C. Audit Energi Detail
D. Audit Pasca-Konstruksi
E. Audit Energi Awal (Walk-through Audit)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Dalam analisis ekonomi energi, variabel NPV (Net Present Value) yang menunjukkan sebuah proyek pembangunan pembangkit EBT layak secara finansial adalah...
A. NPV sama dengan nol
B. NPV bernilai positif (> 0)
C. NPV bernilai negatif
D. NPV selalu tetap setiap tahun
E. NPV lebih kecil dari biaya operasional
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor energi diatur dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2021. Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah...
A. Perdagangan Karbon (Carbon Trading)
B. Penghapusan pajak bagi perusahaan polutan
C. Pemberian subsidi batubara
D. Pembatasan kuota listrik rumah tangga
E. Penerbitan obligasi fosil
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Alat pelindung diri (APD) minimal yang wajib digunakan saat melakukan pengawasan pada area pembangkit listrik dengan tingkat kebisingan di atas 85 dB adalah...
A. Ear plug atau Ear muff
B. Safety vest
C. Masker respirator
D. Sarung tangan isolasi
E. Safety goggle
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
SNI (Standar Nasional Indonesia) yang menjadi acuan utama bagi sistem manajemen energi di suatu organisasi adalah...
A. SNI ISO 27001
B. SNI ISO 14001
C. SNI ISO 50001
D. SNI ISO 9001
E. SNI ISO 45001
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, jika mengetahui adanya tindakan gratifikasi dalam proses perizinan instalasi EBT, tindakan yang harus dilakukan sesuai kode etik adalah...
A. Membagikan hasil gratifikasi kepada rekan kerja
B. Mengabaikan saja selama tidak mengganggu pekerjaan
C. Menerima karena dianggap sebagai tanda terima kasih
D. Menolak dan melaporkan melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) atau KPK
E. Menyimpan untuk keperluan operasional kantor
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi GRK yang dituangkan dalam dokumen nasional disebut...
A. Nationally Determined Contributions (NDC)
B. Sustainable Development Goals (SDGs)
C. Green Economy Roadmap
D. Energy Outlook Indonesia
E. Rencana Strategis Nasional
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Dalam pengembangan biomassa untuk energi (PLT Bio), bahan baku yang berasal dari limbah pertanian cair seperti POME (Palm Oil Mill Effluent) sangat potensial untuk menghasilkan...
A. Biodiesel
B. Pelet kayu
C. Bioetanol
D. Biogas / Biometana
E. Briket arang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Capacity Factor' pada sebuah pembangkit listrik tenaga angin?
A. Luas area yang dibutuhkan untuk satu turbin
B. Jumlah bilah turbin yang terpasang
C. Beban maksimal yang bisa ditahan menara
D. Rasio antara energi aktual yang dihasilkan dibandingkan energi teoritis jika pembangkit bekerja pada daya nominal terus-menerus
E. Kecepatan angin minimal untuk memutar turbin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Program konservasi energi pada sektor bangunan gedung dilakukan melalui efisiensi sistem tata udara dan pencahayaan. Standar untuk Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung perkantoran di Indonesia diukur dalam satuan...
A. kWh per orang per bulan
B. kWh per meter persegi per tahun
C. Watt per meter persegi per jam
D. Joule per meter kubik per tahun
E. TOE per gedung per bulan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Potensi Coal Bed Methane (CBM) di Indonesia cukup besar. CBM dikategorikan sebagai energi baru karena...
A. Dihasilkan melalui proses fusi nuklir
B. Memerlukan teknologi ekstraksi gas dari lapisan batubara yang berbeda dengan gas konvensional
C. Tidak menghasilkan emisi karbon sama sekali
D. Berasal dari tanaman
E. Merupakan sumber energi yang tidak akan pernah habis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Dalam manajemen energi, variabel yang digunakan sebagai dasar untuk membandingkan kinerja energi sebelum dan sesudah tindakan perbaikan disebut...
A. Energy Policy
B. Energy Baseline (Lini Dasar Energi)
C. Energy Target
D. Energy Indicator
E. Energy Savings
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Salah satu keuntungan penggunaan biomassa dalam bentuk pellet kayu (wood pellet) dibandingkan kayu bakar biasa adalah...
A. Menghasilkan asap hitam yang tebal
B. Tidak memerlukan proses pengolahan mesin
C. Memiliki kadar air yang lebih tinggi
D. Harganya jauh lebih murah daripada batu bara
E. Densitas energi lebih tinggi dan kadar air lebih rendah sehingga lebih efisien dibakar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Pada sistem PLTS Atap sesuai Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, kelebihan energi listrik yang diekspor ke jaringan pemegang IUPTLU oleh pelanggan...
A. Dihitung sebagai pengurang tagihan listrik 65%
B. Tidak diperhitungkan dalam tagihan listrik pelanggan
C. Dihitung sebagai pengurang tagihan listrik 100%
D. Dibayar tunai oleh pemegang IUPTLU kepada pelanggan
E. Diberikan kompensasi berupa token gratis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Kompetensi kerja di bidang EBTKE di Indonesia diatur melalui...
A. Standar Operasional Prosedur (SOP)
B. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
C. Standar Nasional Indonesia (SNI)
D. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
E. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Faktor utama yang menjadi tantangan dalam integrasi energi angin ke dalam jaringan listrik (grid) adalah...
A. Intermitensi (sifat ketersediaan sumber energi yang bergantung cuaca dan waktu)
B. Bahaya radiasi dari turbin
C. Tingginya emisi GRK yang dihasilkan
D. Kurangnya lahan di wilayah pantai
E. Biaya operasional harian yang sangat mahal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Dalam skema ekonomi energi, jangka waktu yang diperlukan agar nilai kumulatif penghematan biaya energi sama dengan nilai investasi awal disebut...
A. Life Cycle Cost
B. Payback Period
C. Internal Rate of Return
D. Discount Rate
E. Operating Ratio
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Apa peran jabatan Pengawas EBTKE dalam mendukung program transisi energi nasional?
A. Sebagai pelaksana konstruksi fisik di lapangan
B. Sebagai penghambat pembangunan energi fosil
C. Sebagai pembuat UU di DPR
D. Sebagai pencari dana pinjaman luar negeri
E. Sebagai penjamin kepatuhan teknis dan keselamatan serta efektivitas regulasi di sektor EBTKE
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Salah satu mitigasi dampak lingkungan pada pembangunan PLTA skala besar adalah pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Kegagalan pengelolaan DAS dapat menyebabkan...
A. Peningkatan populasi ikan asli
B. Penurunan suhu air secara drastis
C. Penghilangan kebutuhan transmisi listrik
D. Peningkatan debit air yang stabil
E. Sedimentasi tinggi yang mengurangi umur pakai bendungan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Label tanda hemat energi pada peralatan rumah tangga (seperti AC dan Kulkas) di Indonesia menggunakan sistem bintang. Semakin banyak jumlah bintang, maka...
A. Peralatan tersebut hanya bisa digunakan pada siang hari
B. Peralatan tersebut semakin boros energi
C. Peralatan tersebut semakin efisien dalam penggunaan energi
D. Peralatan tersebut semakin mahal perawatannya
E. Peralatan tersebut memiliki daya listrik (Watt) yang sangat besar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Konversi satuan: Jika sebuah motor listrik memiliki efisiensi 90% dan memerlukan input daya sebesar 10 kW, maka daya output yang dihasilkan adalah...
A. 90 kW
B. 10 kW
C. 11,1 kW
D. 1 kW
E. 9 kW
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi

SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.