Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Identifikasi regulasi pengelolaan alat elektromedik
Identifikasi pengembangan karir elektromedis
Identifikasi jabatan fungsional elektromedis
Identifikasi kebijakan pelayanan elektromedik
Identifikasi pelayanan kalibrasi alat kesehatan
Identifikasi alur dan proses pelayanan elektromedis
Identifikasi area kompetensi dan kode etik elektromedis nomor 1-4
Identifikasi pelayanan pemeliharaan alat kesehatan
Identifikasi unit kompetensi bidang elektromedis
Pengkajian teknis alat elektromedik dan alat ukur standar
Instalasi alat elektromedik dan alat ukur standar
Pemeliharaan alat elektromedik dan alat ukur standar
Pengujian/Kalibrasi alat elektromedik dan alat ukur standar
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Teknisi Elektromedis Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil.
Soal 1
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 54 Tahun 2015, setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan wajib dilakukan pengujian dan/atau kalibrasi secara berkala minimal...
A. 3 bulan sekali
B. 1 tahun sekali
C. 5 tahun sekali
D. 6 bulan sekali
E. 2 tahun sekali
Jawaban: B
Sesuai Pasal 8 Permenkes No. 54 Tahun 2015 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan, pengujian dan/atau kalibrasi wajib dilakukan secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
Soal 2
Jenjang Jabatan Fungsional Elektromedis kategori keterampilan dari yang terendah sampai yang tertinggi adalah...
A. Terampil, Mahir, Penyelia
B. Pelaksana, Pelaksana Lanjutan, Penyelia
C. Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya
D. Pelaksana Dasar, Pelaksana, Penyelia
E. Pemula, Terampil, Mahir, Penyelia
Jawaban: A
Berdasarkan Permenpan RB Nomor 28 Tahun 2019, jenjang Jabatan Fungsional Elektromedis kategori keterampilan terdiri atas Elektromedis Terampil, Elektromedis Mahir, dan Elektromedis Penyelia.
Soal 3
Area kompetensi pertama dalam standar profesi Elektromedis di Indonesia yang berkaitan dengan etika moral dan integritas adalah...
A. Mawas Diri dan Pengembangan Diri
B. Pengelolaan Alat Elektromedik
C. Landasan Ilmiah Ilmu Elektromedik
D. Komunikasi Efektif
E. Profesionalisme yang Luhur
Jawaban: E
Area kompetensi Elektromedis meliputi: 1. Profesionalisme yang Luhur, 2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri, 3. Komunikasi Efektif, dan 4. Pengelolaan Informasi.
Soal 4
Tujuan utama dari dilaksanakannya pemeliharaan preventif pada alat elektromedik adalah...
A. Memperbaiki alat yang sudah rusak total
B. Menurunkan nilai aset rumah sakit
C. Mengganti seluruh komponen alat setiap bulan
D. Memperpanjang usia pakai alat dan mencegah kerusakan mendadak
E. Melakukan modifikasi fungsi alat
Jawaban: D
Pemeliharaan preventif dilakukan secara terjadwal untuk menjaga kondisi alat tetap baik, memperpanjang usia teknis, dan meminimalkan risiko kerusakan saat digunakan pada pasien.
Soal 5
Dalam alur pelayanan elektromedis, langkah pertama yang harus dilakukan setelah menerima keluhan kerusakan alat dari user adalah...
A. Melakukan verifikasi keluhan dan pemeriksaan fisik awal
B. Membuat laporan kronologis kepada direktur
C. Mengajukan pembelian alat baru
D. Langsung membongkar alat
E. Melakukan kalibrasi ulang
Jawaban: A
Alur perbaikan dimulai dengan identifikasi masalah (verifikasi laporan user) dan pemeriksaan awal untuk menentukan jenis kerusakan sebelum dilakukan tindakan perbaikan.
Soal 6
Kegiatan pembersihan, pelumasan, dan pengencangan baut pada bagian mekanik alat X-Ray termasuk dalam jenis pemeliharaan...
A. Korektif
B. Overhaul
C. Darurat
D. Preventif berkala
E. Kalibrasi
Jawaban: D
Kegiatan rutin seperti pembersihan (cleaning) dan pelumasan (lubricating) adalah bagian dari prosedur pemeliharaan preventif untuk menjaga performa mekanis alat.
Soal 7
Parameter utama yang diuji pada saat melakukan pengujian keamanan listrik (Electrical Safety Test) menurut standar IEC 60601 adalah...
A. Kecepatan putaran motor
B. Intensitas cahaya lampu indikator
C. Kapasitas baterai cadangan
D. Arus bocor (leakage current) dan resistansi pembumian
E. Tegangan output sensor
Jawaban: D
Electrical Safety Test fokus pada keselamatan pasien dan operator, dengan mengukur arus bocor pada sasis/bagian yang diaplikasikan serta kualitas koneksi grounding (earthing).
Soal 8
Dokumen teknis yang diterbitkan oleh pabrikan yang berisi instruksi cara pengoperasian alat kesehatan disebut...
A. Certificate of Origin
B. Log Book
C. Operating Manual
D. Service Manual
E. Inventory List
Jawaban: C
Operating Manual (Buku Petunjuk Operasional) digunakan oleh user untuk mengetahui cara penggunaan alat yang benar dan aman.
Soal 9
Kegiatan mengidentifikasi kesesuaian spesifikasi teknis alat kesehatan yang baru datang dengan dokumen kontrak disebut...
A. Uji laik pakai
B. Uji terima (Acceptance Test)
C. Inventory
D. Technical Assessment
E. Uji fungsi
Jawaban: B
Acceptance Test atau uji terima dilakukan untuk memastikan alat yang dikirim sesuai dengan pesanan, berfungsi dengan baik, dan lengkap sebelum dilakukan serah terima.
Soal 10
Alat ukur standar yang digunakan untuk menguji akurasi energi yang dikeluarkan oleh alat Defibrillator adalah...
A. Infusion Pump Analyzer
B. Gas Flow Analyzer
C. ESA (Electrical Safety Analyzer)
D. Digital Multimeter
E. Defibrillator Analyzer
Jawaban: E
Defibrillator Analyzer dirancang khusus untuk mengukur parameter energi (Joule) dan bentuk gelombang dari alat defibrillator.
Soal 11
Area kompetensi nomor 3 Elektromedis adalah Komunikasi Efektif. Salah satu implementasinya adalah...
A. Mencari kesalahan operator saat alat rusak
B. Menyimpan data kerusakan untuk diri sendiri
C. Melakukan perbaikan tanpa koordinasi dengan perawat
D. Menjelaskan hasil pemeliharaan dan cara pengoperasian alat kepada user dengan bahasa yang mudah dimengerti
E. Membuat laporan teknis menggunakan istilah medis yang rumit
Jawaban: D
Komunikasi efektif melibatkan kemampuan bertukar informasi teknis dengan tenaga kesehatan lain (user) agar penggunaan alat tetap optimal dan aman.
Soal 12
Alat kesehatan yang memiliki risiko tinggi (High Risk) dan membutuhkan pemeliharaan ketat karena kegagalannya dapat menyebabkan kematian pasien secara langsung adalah...
A. Tensi meter digital
B. Infrared lamp
C. Nebulizer
D. Lampu operasi
E. Ventilator
Jawaban: E
Ventilator termasuk alat penunjang hidup (Life Support), sehingga masuk kategori risiko tinggi karena kegagalan fungsi langsung mengancam nyawa pasien.
Soal 13
Salah satu unit kompetensi bidang elektromedis adalah melakukan perbaikan. Jika ditemukan kapasitor pada rangkaian power supply yang kembung, tindakan yang tepat adalah...
A. Menyemprotkan contact cleaner
B. Dibiarkan saja selama alat masih menyala
C. Mengecilkan tegangan input alat
D. Melakukan jumper langsung tanpa kapasitor
E. Melakukan penggantian kapasitor dengan spesifikasi nilai (uF) dan tegangan (V) yang sama atau lebih tinggi voltasenya
Jawaban: E
Kapasitor yang kembung adalah tanda fisik kerusakan. Penggantian harus mengikuti spesifikasi nilai kapasitansi yang sama untuk menjaga karakteristik filter rangkaian.
Soal 14
Syarat utama yang harus dipenuhi oleh laboratorium kalibrasi alat kesehatan agar hasilnya diakui secara nasional dan internasional adalah...
A. Memiliki alat bermerek mahal
B. Memiliki gudang yang luas
C. Memiliki banyak karyawan
D. Berlokasi di ibukota negara
E. Telah terakreditasi ISO/IEC 17025 oleh KAN
Jawaban: E
ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang mengatur persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.
Soal 15
Kegiatan peningkatan karir Elektromedis melalui jalur pendidikan formal atau pelatihan teknis bersertifikat bertujuan untuk...
A. Mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan
B. Menambah koleksi sertifikat tanpa aplikasi
C. Mendapatkan libur tambahan
D. Mengurangi beban kerja
E. Menghindari pekerjaan di lapangan
Jawaban: A
Dalam sistem Jabatan Fungsional, pengembangan profesi melalui diklat/pendidikan memberikan angka kredit yang diperlukan untuk kenaikan pangkat/jabatan.
Soal 16
Proses instalasi alat kesehatan X-Ray harus memperhatikan proteksi radiasi. Dinding ruangan X-Ray wajib dilapisi dengan...
A. Aluminium
B. Timbal (Pb)
C. Tembaga
D. Semen tebal tanpa tambahan
E. Kaca biasa
Jawaban: B
Timbal (Pb) memiliki kerapatan tinggi yang efektif untuk menyerap radiasi pengion (X-Ray) sehingga melindungi lingkungan di luar ruangan pemeriksaan.
Soal 17
Berdasarkan regulasi terbaru (UU Nomor 17 Tahun 2023), tenaga elektromedis wajib memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) yang berlaku. STR diterbitkan oleh...
A. KKI (Konsil Kesehatan Indonesia)
B. Rumah Sakit
C. Organisasi Profesi (IKATEMI)
D. Dinas Kesehatan Provinsi
E. Kementerian Pendidikan
Jawaban: A
Sesuai regulasi tenaga kesehatan terbaru yaitu UU No. 17 Tahun 2023, STR sebagai bukti registrasi diterbitkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) atas nama Menteri Kesehatan, menggantikan lembaga sebelumnya yaitu KTKI.
Soal 18
Dalam manajemen pemeliharaan, kartu yang menempel pada alat dan berisi riwayat pemeliharaan serta perbaikan disebut...
A. Kartu Garansi
B. Kartu Riwayat Alat (Log Book/Service Card)
C. Kartu Stok Reagen
D. Kartu Inventaris
E. Stiker Kalibrasi
Jawaban: B
Kartu riwayat alat berfungsi untuk memantau apa saja tindakan yang sudah dilakukan pada alat tersebut sebagai bahan evaluasi teknis.
Soal 19
Nilai ambang batas maksimal arus bocor pada sasis (Chassis Leakage Current) untuk alat medis kelas I pada kondisi normal adalah...
A. 1000 uA
B. 100 uA
C. 50 uA
D. 10 uA
E. 500 uA
Jawaban: B
Menurut standar IEC 60601-1, batas arus bocor sasis untuk kondisi normal umumnya adalah 100 uA (0,1 mA).
Soal 20
Unit kompetensi yang berkaitan dengan analisis fungsi alat menggunakan osiloskop untuk melihat bentuk gelombang sinyal jantung pada EKG termasuk dalam kegiatan...
A. Pengkajian Teknis
B. Administrasi
C. Pembersihan
D. Instalasi
E. Pencatatan
Jawaban: A
Menganalisis performa alat melalui output sinyal menggunakan alat ukur standar (Osiloskop/Simulator) adalah bagian dari pengkajian teknis.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan wajib menjamin keamanan dan kelaikan alat kesehatan. Sanksi bagi fasyankes yang menggunakan alat tidak laik pakai adalah...
Dalam perbaikan alat elektromedik, ditemukan kerusakan pada komponen TRIAC yang berfungsi sebagai saklar AC. Jika TRIAC tersebut short (hubung singkat), gejala yang muncul pada beban (misal: motor atau pemanas) adalah...
A. Beban menyala sebentar lalu mati
B. Beban tidak mau menyala sama sekali
C. Terjadi ledakan pada trafo
D. Tegangan input drop
E. Beban menyala terus menerus tanpa bisa dikontrol
Elektromedis Ahli Pertama yang ingin naik ke jenjang Ahli Muda wajib mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan. Unsur-unsur kegiatan yang dinilai meliputi...
A. Hanya jumlah alat yang diperbaiki
B. Lama masa kerja saja
C. Pelayanan elektromedik, pengembangan profesi, dan penunjang
Pada kalibrasi Baby Incubator, parameter kelembaban (humidity) sangat penting. Jika nilai kelembaban terlalu rendah, risiko yang dihadapi bayi prematur adalah...
A. Kebutaan
B. Keracunan oksigen
C. Hipertermia
D. Gangguan pendengaran
E. Dehidrasi dan hipotermia akibat penguapan berlebih
Sesuai standar profesi, unit kompetensi yang harus dimiliki elektromedis dalam melakukan pemeliharaan alat terapi diatermi (SWD/MWD) adalah pengecekan kebocoran radiasi frekuensi radio (RF). Hal ini bertujuan...
A. Mempercepat waktu terapi
B. Menghemat daya listrik
C. Agar alat lebih panas
D. Meningkatkan omzet rumah sakit
E. Mencegah paparan radiasi non-pengion yang berlebihan kepada operator
Pada perbaikan alat hemodialisa, ditemukan kebocoran pada sistem hidrolik. Cairan yang digunakan dalam sistem dialisis adalah campuran air dan konsentrat. Bahaya utama bagi komponen elektronik jika terkena cairan ini adalah...
A. Peningkatan kecepatan proses
B. Korosi (karat) dan hubung singkat (short circuit)
Sesuai alur proses pelayanan, alat kesehatan yang telah selesai dilakukan perbaikan harus diberi label status. Label berwarna hijau biasanya menunjukkan...
Pada pengujian alat Electrosurgical Unit (ESU), parameter yang paling krusial untuk dipastikan akurasinya agar tidak terjadi luka bakar pada pasien selain di area operasi adalah...
A. Panjang kabel power
B. Arus bocor frekuensi tinggi (HF Leakage Current) dan Return Electrode Monitoring
Pemeliharaan preventif pada alat Infusion Pump mencakup pembersihan sensor tetesan (drop sensor). Jika sensor ini kotor oleh sisa cairan infus, masalah yang akan timbul adalah...
A. Layar menjadi gelap
B. Kesalahan pembacaan jumlah tetesan (error occlusion atau free flow)
Salah satu etika elektromedis adalah menjaga kerahasiaan data pasien yang secara tidak sengaja terlihat saat memperbaiki alat (misal: data di USG). Hal ini termasuk dalam implementasi Area Kompetensi...
Instalasi alat kedokteran nuklir memerlukan persyaratan khusus berupa ketebalan dinding beton atau timbal yang sangat besar. Hal ini karena radiasi yang digunakan adalah...
Elektromedis yang melakukan perbaikan alat tanpa memiliki kompetensi pada alat tersebut dan mengakibatkan cedera pada pasien dapat dituntut secara hukum berdasarkan UU Kesehatan. Prinsip hukum yang dilanggar adalah...
Dalam perbaikan monitor pasien, ditemukan bagian 'Backlight' layar mati namun gambar masih terlihat samar di latar belakang. Komponen yang paling mungkin rusak adalah...
Pada kalibrasi Tensimeter (Sphygmomanometer), parameter utama yang diuji adalah kebocoran tekanan (leakage) dan akurasi nilai tekanan pada berbagai titik. Toleransi kesalahan maksimal yang diizinkan biasanya adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Elektromedis Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknisi Elektromedis Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.