SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Manajemen Peralatan Sumber Radiasi dan Alat Ukur
  • Jaminan Kualitas Peralatan Sumber Radiasi dan Alat Ukur
  • Proteksi dan Keselamatan Radiasi
  • Pelayanan Dosimetri
  • Jaminan Kualitas Peralatan Sumber Radiasi dan Alat Ukur
  • Proteksi dan Keselamatan Radiasi
  • Pelayanan Dosimetri
  • Audit Dosis Radiasi
  • Manajemen Peralatan Sumber Radiasi dan Alat Ukur

Simulasi Tryout SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Fisikawan Medis Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama.

Soal 1
Berdasarkan Peraturan BAPETEN, berapakah interval kalibrasi ulang yang wajib dilakukan untuk alat ukur radiasi (seperti surveimeter atau elektrometer) yang digunakan dalam pelayanan kesehatan?
A. 6 bulan sekali
B. 3 tahun sekali
C. 1 tahun sekali
D. 2 tahun sekali
E. 5 tahun sekali
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kalibrasi Alat Ukur Radiasi, alat ukur proteksi radiasi dan alat ukur dosimetri klinik wajib dikalibrasi secara berkala paling kurang 1 (satu) tahun sekali untuk menjamin ketertelusuran dosis.
Soal 2
Prinsip Proteksi Radiasi yang menyatakan bahwa paparan radiasi harus ditekan serendah mungkin dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial dikenal dengan istilah...
A. Limitasi
B. Optimisasi (ALARA)
C. Fraksinasi
D. Justifikasi
E. Intervensi
Jawaban: B
Prinsip Optimisasi atau ALARA (As Low As Reasonably Achievable) bertujuan untuk memastikan bahwa setiap paparan radiasi diupayakan sekecil mungkin (serendah mungkin) dengan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi.
Soal 3
Dalam jaminan kualitas (QA) Linear Accelerator (LINAC), toleransi untuk uji harian (daily QA) pada ketepatan laser posisi pasien adalah...
A. 1 mm
B. 2 mm
C. 3 mm
D. 0.5 mm
E. 5 mm
Jawaban: B
Berdasarkan standar AAPM TG-142, toleransi untuk parameter mekanik harian (daily QA) seperti posisi laser untuk prosedur non-SRS/SBRT adalah 2 mm.
Soal 4
Correction factor yang digunakan dalam dosimetri absolut berdasarkan protokol IAEA TRS-398 untuk mengoreksi adanya rekombinasi ion pada ion chamber adalah...
A. k_pol
B. k_elec
C. k_s
D. k_Q
E. k_TP
Jawaban: C
k_s (ion recombination correction factor) digunakan untuk mengoreksi hilangnya muatan akibat rekombinasi ion di dalam volume aktif ion chamber.
Soal 5
Tingkat panduan dosis pada prosedur radiodiagnostik yang digunakan untuk mengevaluasi apakah dosis pasien di suatu instalasi berada dalam rentang normal dibandingkan data nasional disebut...
A. Diagnostic Reference Level (DRL)
B. Optimal Dose
C. Dose Limit
D. Absorbed Dose
E. Threshold Dose
Jawaban: A
Diagnostic Reference Level (DRL) atau Penetapan Tingkat Panduan Diagnostik merupakan alat investigasi untuk optimisasi proteksi radiasi pada paparan medik.
Soal 6
Nilai Batas Dosis (NBD) efektif tahunan untuk pekerja radiasi menurut Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020 adalah sebesar...
A. 20 mSv (rata-rata dalam 5 tahun berturut-turut)
B. 1 mSv
C. 100 mSv
D. 50 mSv
E. 10 mSv
Jawaban: A
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020, NBD efektif untuk pekerja radiasi adalah 20 mSv per tahun rata-rata selama periode 5 tahun, dengan ketentuan dosis dalam satu tahun tidak boleh melebihi 50 mSv.
Soal 7
Alat ukur dosimetri perorangan yang bekerja berdasarkan fenomena jebakan elektron pada kristal yang akan melepaskan cahaya saat dipanaskan adalah...
A. Film Badge
B. Ionization Chamber
C. Geiger Muller Counter
D. Pocket Dosimeter
E. TLD (Thermoluminescence Dosimeter)
Jawaban: E
TLD menggunakan bahan kristal seperti LiF yang memiliki sifat thermoluminescence, yaitu memancarkan cahaya saat dipanaskan sebanding dengan dosis radiasi yang diserap.
Soal 8
Dalam manajemen sumber radiasi, tindakan yang harus dilakukan jika sumber radioaktif sudah tidak digunakan lagi (disuse source) adalah...
A. Dibuang ke tempat sampah medis umum
B. Dikembalikan ke pabrikan (return to supplier) atau dikelola oleh Batan/BRIN sebagai limbah radioaktif
C. Disimpan selamanya di gudang peralatan
D. Dikubur di dalam tanah area rumah sakit
E. Dijual kepada pihak ketiga tanpa izin
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi keselamatan radiasi, sumber radiasi yang sudah tidak digunakan harus dikembalikan ke negara asal/pabrikan atau diserahkan kepada instansi pelaksana pengelola limbah radioaktif (seperti BRIN).
Soal 9
Parameter CT yang menggambarkan dosis radiasi per irisan (slice) dan dipengaruhi oleh faktor pitch disebut...
A. kVp
B. CTDIvol
C. CTDIw
D. mAs
E. DLP (Dose Length Product)
Jawaban: B
CTDIvol (Volume CT Dose Index) dihitung dari CTDIw dibagi dengan faktor pitch, yang memberikan gambaran dosis rata-rata dalam volume yang dipindai.
Soal 10
Faktor koreksi k_TP (suhu dan tekanan) pada ion chamber digunakan karena ion chamber bersifat...
A. Terbuka ke atmosfer (open to atmosphere)
B. Terbuat dari plastik
C. Sensitif terhadap kelembaban
D. Memiliki filter internal
E. Kedap udara
Jawaban: A
Sebagian besar ion chamber standar untuk dosimetri klinik bersifat terbuka ke atmosfer, sehingga massa udara di dalam volume sensitif dipengaruhi oleh suhu dan tekanan udara sekitar.
Soal 11
Pemeriksaan berkala pada kualitas citra pesawat Sinar-X diagnostik yang mengukur kemampuan sistem untuk membedakan objek dengan densitas yang hampir sama disebut uji...
A. Alignment
B. Linearity
C. Reproducibility
D. Spatial Resolution
E. Low Contrast Resolution
Jawaban: E
Low Contrast Resolution (resolusi kontras rendah) adalah parameter QA untuk mengevaluasi kemampuan alat dalam membedakan struktur dengan perbedaan kontras yang sangat tipis.
Soal 12
Menurut standar IAEA, air dianggap sebagai medium standar untuk dosimetri absolut karena...
A. Memiliki massa jenis yang konstan pada semua suhu
B. Memiliki nomor atom efektif yang mendekati jaringan otot manusia
C. Transparan terhadap sinar gamma
D. Tidak menghantarkan listrik
E. Mudah didapatkan
Jawaban: B
Air memiliki karakteristik interaksi radiasi (nomor atom efektif dan densitas elektron) yang sangat mirip dengan jaringan lunak/otot manusia, sehingga dijadikan standar fantom dosimetri.
Soal 13
Syarat utama yang harus dipenuhi oleh seorang Fisikawan Medis untuk dapat bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan adalah memiliki...
A. Ijazah S2 Fisika Medis saja
B. Ijazah S1 Fisika saja
C. Surat Izin Mengemudi
D. Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Kerja (SIK)
E. Sertifikat Pelatihan Proteksi Radiasi (PPR) saja
Jawaban: D
Berdasarkan UU Tenaga Kesehatan dan peraturan turunannya, setiap tenaga kesehatan termasuk Fisikawan Medis wajib memiliki STR dan izin kerja untuk melakukan praktik pelayanan.
Soal 14
Istilah Half Value Layer (HVL) dalam kualitas berkas Sinar-X didefinisikan sebagai...
A. Ketebalan bahan yang menyerap separuh intensitas radiasi
B. Jarak aman dari sumber radiasi
C. Waktu yang dibutuhkan radiasi untuk berkurang separuhnya
D. Nilai energi foton tertinggi
E. Tebal filter permanen pada tabung
Jawaban: A
HVL adalah ketebalan penyerap (biasanya Aluminium) yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas (kerma udara) berkas radiasi menjadi setengah dari nilai awalnya.
Soal 15
Penandaan area radiasi dengan simbol 'Trefoil' berwarna kuning-hitam atau merah-hitam bertujuan untuk...
A. Menunjukkan arah kiblat
B. Menandakan area steril
C. Hiasan ruangan
D. Identifikasi area bahaya radiasi sebagai bagian dari proteksi radiasi
E. Menunjukkan lokasi parkir alat
Jawaban: D
Simbol Trefoil secara internasional digunakan sebagai tanda peringatan adanya bahaya radiasi atau bahan radioaktif di suatu area.
Soal 16
Dalam audit dosis, SI-INTAN yang dikembangkan oleh BAPETEN adalah singkatan dari...
A. Sistem Inspeksi Instalasi Nuklir
B. Sistem Informasi Intensitas Radiasi Nasional
C. Sistem Informasi Terpadu Alat Nuklir
D. Sistem Inventaris Tenaga Nuklir
E. Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional
Jawaban: E
SI-INTAN adalah Sistem Informasi Data Dosis Pasien Nasional yang digunakan untuk mengumpulkan data dosis pasien guna menetapkan Indonesia Diagnostic Reference Level (I-DRL).
Soal 17
Correction factor 'k_pol' dalam pengukuran dosis dengan ion chamber digunakan untuk mengoreksi...
A. Pengaruh polaritas tegangan pada pengumpulan muatan
B. Perubahan tekanan udara
C. Radiasi hambur dari dinding
D. Kebocoran arus pada elektrometer
E. Ketidakseragaman berkas radiasi
Jawaban: A
Faktor koreksi polaritas (k_pol) mengoreksi perbedaan muatan yang terkumpul saat polaritas tegangan bias pada ion chamber diubah (positif atau negatif).
Soal 18
Bahan perisai radiasi yang paling efektif untuk menahan radiasi Sinar-X dan Gamma pada dinding ruang radioterapi adalah...
A. Aluminium
B. Kaca biasa
C. Beton padat (density tinggi) atau Timbal (Pb)
D. Plastik akrilik
E. Kayu jati
Jawaban: C
Bahan dengan nomor atom tinggi (seperti Timbal) atau densitas tinggi (seperti Beton) sangat efektif untuk melemahkan intensitas radiasi foton berenergi tinggi.
Soal 19
Penyimpanan data hasil pemantauan dosis perorangan pekerja radiasi wajib disimpan oleh pengusaha instalasi selama...
A. 5 tahun
B. Hanya selama pekerja tersebut masih aktif
C. Paling sedikit 30 tahun setelah berhenti bekerja
D. 10 tahun
E. 1 tahun
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020, catatan dosis pekerja radiasi harus disimpan untuk jangka waktu minimal 30 tahun setelah pekerja berhenti untuk kepentingan pemantauan kesehatan jangka panjang.
Soal 20
Uji kesesuaian (Compliance Test) pada pesawat Sinar-X diagnostik mencakup parameter kolimasi. Toleransi antara lapangan cahaya dengan lapangan radiasi adalah...
A. Maksimal 10 cm
B. Tidak boleh ada perbedaan
C. Maksimal 5% dari jarak fokus ke citra
D. Bebas selama gambar terlihat
E. Maksimal 2% dari jarak fokus ke citra (FFD/SID)
Jawaban: E
Berdasarkan Perka BAPETEN (terkait Uji Kesesuaian), ketidaksesuaian antara lapangan cahaya kolimator dengan lapangan radiasi tidak boleh melebihi 2% dari SID/FFD.
Soal 21 Premium
Pada pengukuran output foton LINAC, jika suhu terukur adalah 26 C dan tekanan adalah 101.3 kPa, berapakah faktor koreksi k_TP jika suhu standar 20 C?
A. 1.050
B. 1.020
C. 1.100
D. 0.980
E. 1.000
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam manajemen risiko keselamatan radiasi, 'Dose Constraint' (Kendala Dosis) berbeda dengan 'Dose Limit' karena...
A. Dose constraint adalah batas atas dosis yang direncanakan untuk optimisasi pada sumber tertentu
B. Dose constraint hanya berlaku untuk radiasi alam
C. Dose limit berlaku untuk pasien, dose constraint untuk pekerja
D. Dose limit tidak memiliki konsekuensi hukum
E. Keduanya sama persis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Nilai akurasi output (dose rate) untuk pesawat Teleterapi Cobalt-60 atau LINAC pada saat commissioning tidak boleh menyimpang dari standar dosimetri nasional melebihi...
A. 5%
B. 10%
C. 3%
D. 1%
E. 2%
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Apa tujuan utama dari audit dosis eksternal (misal: TLD postal audit oleh IAEA/WHO) pada fasilitas radioterapi?
A. Verifikasi independen terhadap akurasi penentuan dosis absolut di instalasi tersebut
B. Menentukan tarif layanan
C. Memperbaiki kerusakan mekanik alat
D. Menghitung jumlah pasien
E. Mengganti peran Fisikawan Medis internal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Pesawat Sinar-X yang menggunakan sistem Automatic Exposure Control (AEC) harus menjalani uji QA pada parameter...
A. Kestabilan kepadatan (density) citra saat variasi ketebalan objek
B. Ukuran kaset
C. Kecepatan putaran anoda
D. Kekuatan rem mekanik
E. Warna lampu kolimator
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam proteksi radiasi, 'Workload' (W) dalam perhitungan perisai radiasi diartikan sebagai...
A. Luas ruangan dikali tinggi
B. Jumlah karyawan yang bekerja
C. Berat fisik pesawat Sinar-X
D. Kumulatif waktu penggunaan atau jumlah mA-menit (radiologi) atau Gy/minggu (terapi) pada titik fokus
E. Gaji pekerja radiasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Protokol dosimetri IAEA TRS-398 menggunakan kuantitas fisis dasar berupa...
A. Air Kerma
B. Effective dose
C. Exposure in air
D. Equivalent dose
E. Absorbed dose to water
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Pada manajemen peralatan, decommissioning (dekomisioning) pesawat teleterapi Cobalt-60 meliputi hal kritis berikut, yaitu...
A. Mengecat ulang casing alat
B. Penanganan dan pengiriman kembali sumber radioaktif yang sudah meluruh ke produsen atau pengelola limbah radioaktif
C. Hanya mematikan aliran listrik
D. Menjual besi tua alat secara bebas
E. Memindahkan alat ke ruang tunggu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Parameter 'Pitch' pada CT-Scan didefinisikan sebagai...
A. Ketebalan irisan
B. Jumlah detektor
C. Energi foton rata-rata
D. Pergerakan meja per rotasi dibagi dengan lebar kolimasi total
E. Arus tabung dikali waktu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Uji fisis pada jaminan kualitas mammografi sangat memperhatikan parameter 'Mean Glandular Dose' (MGD). Toleransi MGD untuk fantom standar setebal 4.5 cm (PMMA) adalah tidak melebihi...
A. 3 mGy
B. 10 mGy
C. 1 mGy
D. 50 mGy
E. 20 mGy
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Faktor koreksi k_Q dalam dosimetri absolut berfungsi untuk...
A. Mengoreksi radiasi bocor tabung
B. Mengoreksi perbedaan respon ion chamber antara kualitas berkas referensi (Co-60) dengan kualitas berkas pengguna (User quality)
C. Mengoreksi waktu mati detektor
D. Mengoreksi suhu lingkungan
E. Mengoreksi kemiringan fantom
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Stochastic Effect' (Efek Stokastik) pada proteksi radiasi?
A. Efek kematian sel masif
B. Efek luka bakar kulit langsung
C. Efek yang pasti terjadi setelah ambang dosis terlampaui
D. Efek yang peluang terjadinya merupakan fungsi dosis radiasi, tanpa adanya nilai ambang (seperti kanker/genetik)
E. Efek kemandulan segera
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Pada QA Radioterapi, uji 'Winston-Lutz' digunakan untuk memverifikasi...
A. Kecepatan pergerakan meja
B. Dosis kulit pasien
C. Kesesuaian isosenter mekanik dengan isosenter radiasi (isocenter coincidence)
D. Kualitas air pendingin
E. Output dosis absolut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Peran audit dosis pasien pada prosedur Fluoroskopi intervensi sangat penting karena risiko terjadinya...
A. Efek deterministik seperti eritema (luka bakar) kulit akibat prosedur yang lama
B. Kematian mendadak
C. Patah tulang
D. Pasien menjadi radioaktif
E. Kerusakan pada mesin AC
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Detektor jenis OSLD (Optically Stimulated Luminescence Dosimeter) sering digunakan sebagai alternatif TLD. Bahan aktif yang umum digunakan pada OSLD adalah...
A. Aluminum Oxide (Al2O3:C)
B. Silver Halide
C. Silicon Diode
D. Lithium Fluoride (LiF)
E. Calcium Sulfate
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Dalam perhitungan perisai radiasi, faktor 'Occupancy' (T) untuk area kantor atau ruang kontrol radiologi biasanya bernilai...
A. 1 (Full occupancy)
B. 0
C. 1/4
D. 1/16
E. 1/2
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Surveimeter yang paling tepat digunakan untuk mendeteksi kontaminasi permukaan oleh zat radioaktif pemancar Alfa atau Beta adalah...
A. Pocket Dosimeter
B. Ionization Chamber
C. TLD
D. Geiger-Muller dengan jendela tipis (pancake probe)
E. Pen dosimeter
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pada audit dosis radiologi diagnostik, kuantitas 'Entrance Surface Air Kerma' (ESAK) diukur untuk merepresentasikan...
A. Dosis yang diterima oleh pendamping pasien
B. Dosis di organ dalam
C. Dosis radiasi yang diterima permukaan kulit pasien (termasuk sumbangan backscatter)
D. Intensitas sinar di dalam tabung
E. Kecepatan arus listrik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Apa konsekuensi fisis dari penggunaan filter tambahan (misal: 2 mm Al) pada tabung Sinar-X diagnostik?
A. Meningkatkan jumlah foton energi rendah
B. Menurunkan energi rata-rata foton
C. Mengeraskan berkas (beam hardening) dan mengurangi dosis kulit pasien
D. Menghilangkan seluruh radiasi
E. Meningkatkan waktu eksposur secara drastis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dalam manajemen peralatan, dokumen 'Uji Terima' (Acceptance Test) dilakukan segera setelah...
A. Petugas PPR berganti
B. Alat baru selesai diinstalasi oleh vendor untuk memastikan spesifikasi sesuai kontrak
C. Alat berusia 10 tahun
D. Pasien komplain
E. Alat rusak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Penentuan kualitas berkas foton (Beam Quality Index) pada radioterapi (TPR 20/10) dilakukan dengan mengukur rasio dosis pada kedalaman...
A. Dmax dan 10 cm
B. Permukaan dan Dmax
C. 5 cm dan 10 cm
D. 10 cm dan 20 cm
E. 1 cm dan 2 cm
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 3 Tahun 2021, setiap pemegang izin wajib memiliki Personil Keselamatan Radiasi, salah satunya adalah Petugas Proteksi Radiasi (PPR). Apa kewajiban utama PPR?
A. Menyusun dan mengawasi pelaksanaan program proteksi dan keselamatan radiasi
B. Memperbaiki modul elektronik alat
C. Membayar pajak instalasi
D. Menjadi saksi ahli di pengadilan setiap hari
E. Mengobati pasien
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Parameter CT 'Noise' pada citra CT-Scan diukur dengan meletakkan Region of Interest (ROI) pada fantom air seragam dan menghitung...
A. Nilai HU tertinggi
B. Standar deviasi dari nilai HU
C. Warna citra
D. Nilai rata-rata HU
E. Luas area ROI
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Dalam audit dosis radioterapi menggunakan film Gafchromic, keunggulan utamanya dibandingkan film radiografik perak halida adalah...
A. Lebih murah
B. Bisa digunakan berulang kali
C. Sensitif terhadap cahaya lampu ruangan biasa
D. Bersifat self-developing (tidak perlu proses kimia gelap) dan hampir jaringan ekuivalen
E. Sangat tebal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Kalibrasi elektrometer secara terpisah (standalone) biasanya memberikan faktor kalibrasi berupa...
A. Gy/nC
B. Koreksi pembacaan skala (P_elec) dalam satuan nC/rdg atau unit tak berdimensi
C. C/kg
D. mSv/jam
E. Becquerel
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Prinsip 'Justifikasi' dalam paparan medik berarti...
A. Manfaat klinis yang didapat pasien harus lebih besar daripada risiko radiasi yang diterima
B. Dokter harus selalu benar
C. Peralatan harus dikalibrasi
D. Dosis harus sekecil mungkin
E. Pasien harus membayar biaya proteksi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Pada pelayanan dosimetri pasien brakiterapi, penentuan kekuatan sumber (source strength) menggunakan kuantitas...
A. Air Kerma Strength (Sk) dalam satuan U
B. Half Life
C. Activity (Ci/Bq)
D. Absorbed Dose
E. Exposure
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Uji QA tahunan pada Pesawat Sinar-X meliputi 'Linearitas Output'. Apa yang diuji dalam parameter ini?
A. Kebocoran wadah tabung
B. Ketajaman gambar
C. Ketepatan waktu eksposur
D. Konsistensi kenaikan nilai output (mR/mAs) pada variasi arus tabung (mA)
E. Besar fokus (focal spot)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Dalam manajemen inventaris, setiap sumber radiasi pengion wajib memiliki identitas unik yang disebut...
A. Nama operator
B. Nomor seri (Serial Number) dan nomor registrasi izin BAPETEN
C. Warna kabel
D. Harga beli
E. Lokasi pabrik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Audit dosis radiasi nasional melalui SI-INTAN membantu Indonesia dalam menetapkan DRL. Manfaat utama DRL bagi sebuah instalasi adalah...
A. Menentukan jumlah tenaga medis
B. Sebagai batas dosis yang tidak boleh dilampaui pasien
C. Sebagai indikator pembanding untuk memicu peninjauan kembali prosedur jika dosis rata-rata instalasi jauh di atas DRL nasional
D. Menghilangkan kebutuhan akan pemeriksaan fisik alat
E. Menghitung tagihan listrik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Fisikawan Medis Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama

SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Fisikawan Medis Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.