SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Peraturan yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan
  • Peraturan tentang standar profesi TSL (Tenaga Sanitasi Lingkungan)
  • Kode Etik Profesi TSL
  • Pelayanan kesehatan lingkungan
  • Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL)
  • Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
  • Surveilans Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
  • Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
  • Edukasi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
  • Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Rekayasa Lingkungan
  • Intervensi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Penyakit dan Gangguan Kesehatan
  • Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini, Tanggap Darurat, dan Rehabilitasi Sanitasi Lingkungan pada Kondisi Matra, Perubahan Iklim, dan Ancaman Global

Simulasi Tryout SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil.

Soal 1
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Manakah yang termasuk dalam lingkup media lingkungan menurut undang-undang tersebut?
A. Air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan
B. Limbah cair dan limbah padat saja
C. Hanya kawasan industri dan transportasi
D. Pemukiman dan tempat kerja tanpa menyertakan pangan
E. Hanya air dan udara
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023, media lingkungan meliputi air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan yang harus memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan.
Soal 2
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 mengatur tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014. Apa fokus utama dari regulasi terbaru ini?
A. Tata cara pendaftaran STR tenaga kesehatan
B. Sistem informasi rumah sakit
C. Pedoman perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah
D. Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Pengaturan Proses Pengolahan Limbah
E. Standar profesi dokter spesialis
Jawaban: D
Permenkes No. 2 Tahun 2023 fokus pada Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL) dan persyaratan kesehatan untuk berbagai media lingkungan serta pengaturan teknis lainnya.
Soal 3
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/316/2020 mengatur tentang Standar Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan. Berdasarkan keputusan tersebut, jenjang pendidikan minimal untuk disebut sebagai Teknisi Sanitasi Lingkungan adalah...
A. Diploma Empat (D4) atau Sarjana (S1)
B. Diploma Tiga (D3)
C. Magister (S2)
D. Sekolah Menengah Kejuruan
E. Doktor (S3)
Jawaban: B
Berdasarkan KMK No. 316 Tahun 2020, lulusan Diploma Tiga (D3) disebut sebagai Teknisi Sanitasi Lingkungan, sedangkan Diploma Empat/Sarjana disebut sebagai Sanitarian.
Soal 4
Dalam Kode Etik Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan, kewajiban terhadap profesi mengharuskan setiap anggota untuk...
A. Mengabaikan perkembangan teknologi sanitasi terbaru
B. Hanya fokus pada kepentingan individu pemberi kerja
C. Menjunjung tinggi kehormatan profesi dan bertindak jujur
D. Mendahulukan imbalan materi di atas pelayanan
E. Menyembunyikan kesalahan teknis dari rekan sejawat
Jawaban: C
Kode Etik TSL menekankan bahwa setiap anggota wajib menjunjung tinggi kehormatan profesi, integritas, dan kejujuran dalam menjalankan tugasnya.
Soal 5
Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas dilakukan melalui beberapa kegiatan. Manakah kegiatan yang bertujuan melakukan pengamatan fisik, pengukuran, dan analisis untuk menemukan faktor risiko di lingkungan?
A. Pemberian obat-obatan
B. Promosi Kesehatan
C. Inspeksi Kesehatan Lingkungan
D. Konseling
E. Intervensi Kesehatan Lingkungan
Jawaban: C
Berdasarkan Permenkes No. 13 Tahun 2015, Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) bertujuan untuk pengamatan fisik, pengukuran, dan analisis untuk menemukan faktor risiko.
Soal 6
Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023, kadar maksimum parameter mikrobiologi Total Coliform dalam air minum adalah...
A. 25 CFU/100 ml
B. 0 CFU/100 ml
C. 50 CFU/100 ml
D. 10 CFU/100 ml
E. 100 CFU/100 ml
Jawaban: B
SBMKL untuk air minum menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan bahwa parameter mikroba (E.coli dan Total Coliform) harus 0 dalam 100 ml sampel.
Soal 7
Kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tatanan rumah tangga memiliki beberapa indikator. Manakah yang termasuk indikator utama dalam bidang sanitasi?
A. Memberi ASI eksklusif
B. Menggunakan air bersih dan menggunakan jamban sehat
C. Melakukan aktivitas fisik
D. Makan buah dan sayur setiap hari
E. Menimbang balita setiap bulan
Jawaban: B
Penggunaan air bersih dan jamban sehat adalah indikator sanitasi dasar dalam 10 Indikator PHBS Rumah Tangga.
Soal 8
Surveilans kualitas media lingkungan dilakukan untuk pengamatan faktor risiko secara terus menerus. Manakah unsur biologi yang dipantau dalam surveilans kualitas udara ruang?
A. Nitrogen Dioksida (NO2)
B. Angka kuman dan keberadaan jamur
C. Partikulat (PM2.5)
D. Kadar Timbal (Pb)
E. Karbon Monoksida (CO)
Jawaban: B
Dalam media udara ruang, unsur biologi yang menjadi parameter baku mutu adalah angka kuman (bakteri) dan jamur.
Soal 9
Langkah pertama dalam pelaksanaan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) adalah...
A. Analisis Dosis-Respon
B. Manajemen Risiko
C. Identifikasi Bahaya
D. Karakterisasi Risiko
E. Analisis Pajanan
Jawaban: C
Langkah-langkah ARKL secara berurutan adalah: 1. Identifikasi Bahaya, 2. Analisis Dosis-Respon, 3. Analisis Pajanan, dan 4. Karakterisasi Risiko.
Soal 10
Seorang TSL melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kepadatan lalat. Metode edukasi yang paling tepat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara partisipatif adalah...
A. Pemberian sanksi administratif
B. Pembagian brosur tanpa penjelasan
C. Iklan di media massa
D. Ceramah satu arah
E. Pemicuan atau diskusi kelompok terarah (FGD)
Jawaban: E
Metode pemicuan (seperti pada STBM) atau FGD lebih efektif mendorong perubahan perilaku karena melibatkan emosi dan kesadaran kolektif masyarakat.
Soal 11
Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam sanitasi harus memenuhi kriteria tertentu. Manakah yang merupakan kriteria utama TTG?
A. Hanya bisa digunakan di laboratorium
B. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
C. Mudah dioperasikan, biaya terjangkau, dan menggunakan bahan lokal
D. Sangat mahal dan impor
E. Rumit dan membutuhkan tenaga ahli tinggi
Jawaban: C
Kriteria Teknologi Tepat Guna adalah ekonomis, mudah dalam pemeliharaan, serta efektif menyelesaikan masalah di masyarakat setempat.
Soal 12
Intervensi kualitas media lingkungan melalui rekayasa lingkungan untuk mengendalikan vektor penyakit (misalnya nyamuk) dapat dilakukan dengan cara...
A. Pemberian abate (larvasida) setiap hari
B. Modifikasi lingkungan seperti pengeringan genangan air
C. Vaksinasi massal
D. Penggunaan kelambu saat tidur
E. Penyemprotan insektisida (fogging) secara rutin
Jawaban: B
Modifikasi atau manipulasi lingkungan merupakan bentuk intervensi fisik/rekayasa lingkungan yang bersifat permanen untuk mencegah perkembangbiakan vektor.
Soal 13
Dalam kondisi tanggap darurat bencana, prioritas utama pelayanan sanitasi lingkungan yang harus segera dipenuhi adalah...
A. Pemberian edukasi tentang perubahan iklim
B. Audit lingkungan industri
C. Pembangunan taman di pengungsian
D. Penyediaan air bersih dan sarana pembuangan kotoran (jamban darurat)
E. Pemasangan pendingin ruangan di tenda
Jawaban: D
Dalam tanggap darurat, sanitasi dasar (air bersih dan pembuangan ekskreta) adalah prioritas untuk mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan di pengungsian.
Soal 14
Kesehatan Matra adalah upaya kesehatan yang dilakukan terhadap masyarakat dalam kondisi tertentu yang berubah secara bermakna. Contoh ruang lingkup kesehatan matra lapangan adalah...
A. Kesehatan haji dan kesehatan transmigrasi
B. Sanitasi kapal laut
C. Sanitasi stasiun luar angkasa
D. Kesehatan penerbangan
E. Penyelaman bawah air
Jawaban: A
Berdasarkan Permenkes No. 61 Tahun 2013, kesehatan haji, transmigrasi, dan perkemahan termasuk dalam kelompok kesehatan matra lapangan.
Soal 15
Prinsip dasar perilaku hidup bersih dan sehat yang fokus pada cuci tangan pakai sabun (CTPS) bertujuan untuk memutus rantai penularan melalui...
A. Kontak tanah langsung
B. Radiasi lingkungan
C. Gigitan vektor (Vektor-borne)
D. Kontak langsung atau makanan (Fecal-oral)
E. Udara (Airborne)
Jawaban: D
CTPS sangat efektif mencegah penularan penyakit diare dan infeksi lainnya yang menular melalui mekanisme tangan kotor ke mulut (fecal-oral).
Soal 16
Sesuai standar profesi, dalam melakukan pengukuran kualitas udara, TSL wajib memastikan alat yang digunakan telah...
A. Dibeli dari luar negeri
B. Memiliki harga yang mahal
C. Dikalibrasi secara berkala oleh lembaga berwenang
D. Memiliki banyak tombol
E. Berukuran kecil agar mudah dibawa
Jawaban: C
Alat ukur sanitasi harus dikalibrasi untuk menjamin validitas dan akurasi data hasil pengukuran media lingkungan.
Soal 17
Parameter fisik SBMKL untuk media tanah di pemukiman meliputi...
A. Jumlah bakteri E.coli
B. Kelembapan dan suhu
C. Kadar merkuri
D. Radioaktivitas
E. Kadar pestisida organofosfat
Jawaban: B
Berdasarkan Permenkes 2/2023, parameter fisik tanah mencakup kelembapan dan suhu tanah yang mempengaruhi kelangsungan hidup mikroba atau vektor.
Soal 18
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terdiri dari 5 pilar. Pilar kedua dari STBM adalah...
A. Stop Buang Air Besar Sembarangan
B. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga
C. Cuci Tangan Pakai Sabun
D. Pengamanan Sampah Rumah Tangga
E. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga
Jawaban: C
5 Pilar STBM: 1. Stop BABS, 2. CTPS, 3. PAM-RT, 4. Pengamanan Sampah RT, 5. Pengamanan Limbah Cair RT.
Soal 19
Tujuan dari dilakukannya rehabilitasi sanitasi pasca bencana adalah...
A. Mengembalikan fungsi sarana sanitasi ke kondisi semula atau lebih baik
B. Membangun pabrik industri di lokasi bencana
C. Meningkatkan jumlah penduduk di lokasi bencana
D. Menutup akses wilayah tersebut
E. Menghentikan semua bantuan pangan
Jawaban: A
Rehabilitasi bertujuan memperbaiki sarana dan prasarana sanitasi agar masyarakat dapat kembali hidup sehat setelah masa tanggap darurat selesai.
Soal 20
Seorang TSL yang membocorkan rahasia medis lingkungan pelanggan kepada publik tanpa izin telah melanggar etika terhadap...
A. Penyedia alat kesehatan
B. Pemerintah pusat
C. Organisasi profesi
D. Klien atau masyarakat yang dilayani
E. Dunia internasional
Jawaban: D
Kewajiban terhadap masyarakat/klien meliputi menjaga kerahasiaan data yang diperoleh dalam pelayanan kesehatan lingkungan.
Soal 21 Premium
Analisis Pajanan dalam ARKL menghitung besarnya asupan (Intake) suatu polutan ke dalam tubuh. Variabel 'RfD' dalam karakterisasi risiko merujuk pada...
A. Radiation for Disease
B. Reference Dose (Dosis Referensi)
C. Risk factor Definition
D. Relative Frequency Distribution
E. Ratio for Danger
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Pada perhitungan karakterisasi risiko non-karsinogenik, jika nilai RQ (Risk Quotient) lebih dari 1 (>1), maka artinya...
A. Konsentrasi polutan sangat rendah
B. Lingkungan tersebut sangat aman
C. Populasi akan segera sembuh
D. Terdapat risiko kesehatan dan perlu dilakukan manajemen risiko
E. Risiko dapat diabaikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Intervensi sanitasi lingkungan di Rumah Sakit diatur secara khusus. Berdasarkan Permenkes No. 7 Tahun 2019, limbah medis tajam harus dibuang ke dalam wadah yang...
A. Berwarna hitam dan terbuka
B. Berwarna kuning, tahan tusukan, dan tahan bocor (safety box)
C. Berwarna ungu
D. Wadah kaca transparan
E. Kantong plastik tipis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Hospital-Acquired Infections' (HAIs) yang sering menjadi fokus surveilans TSL di fasilitas kesehatan?
A. Infeksi yang didapat pasien selama dalam perawatan di rumah sakit
B. Penyakit genetik
C. Infeksi akibat keracunan makanan di pasar
D. Infeksi yang dibawa pasien dari rumah
E. Cedera akibat kecelakaan lalu lintas
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Teknologi tepat guna saringan pasir lambat (SPL) dalam pengolahan air bersih bekerja berdasarkan prinsip...
A. Pertukaran ion menggunakan resin
B. Pemanasan air hingga mendidih
C. Radiasi sinar ultraviolet
D. Penyaringan mekanis dan degradasi biologis oleh lapisan schmutzdecke
E. Penggunaan bahan kimia kaporit dosis tinggi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam rekayasa lingkungan untuk pengendalian pencemaran udara industri, alat yang digunakan untuk menangkap partikel debu halus menggunakan muatan listrik adalah...
A. Scrubber
B. Electrostatic Precipitator (ESP)
C. Cyclone
D. Masker kain
E. Ventilasi alami
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko penyakit tular vektor (Vector-borne diseases). Hal ini disebabkan oleh...
A. Udara yang semakin bersih
B. Berkurangnya curah hujan secara permanen
C. Peningkatan suhu yang mempercepat siklus hidup dan masa inkubasi ekstrinsik vektor
D. Pembekuan air di kutub
E. Menurunnya jumlah populasi nyamuk
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Salah satu bentuk kewaspadaan dini terhadap ancaman global (seperti pandemi) dalam bidang sanitasi lingkungan adalah...
A. Meningkatkan impor barang bekas
B. Mengurangi jadwal pembersihan sampah
C. Menutup semua puskesmas
D. Penguatan higiene sanitasi di pintu masuk negara (bandara/pelabuhan)
E. Meniadakan pemeriksaan kualitas air
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Edukasi kesehatan lingkungan pada kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan harus menekankan pada aspek...
A. Olahraga lari maraton
B. Pembangunan gedung baru
C. Prinsip higiene sanitasi makanan (6 prinsip)
D. Investasi saham
E. Pemilihan bibit tanaman padi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Standar Baku Mutu untuk media udara dalam ruang menurut Permenkes 2/2023 menetapkan kelembapan udara yang sehat berkisar antara...
A. 80% - 100%
B. 10% - 20%
C. Lebih dari 90%
D. 40% - 60%
E. 0% - 10%
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Penyelenggaraan Sanitasi Matra pada ibadah Haji memerlukan pengawasan khusus terhadap kualitas air minum. Siapakah yang bertanggung jawab melakukan pengawasan teknis di lapangan?
A. Petugas maskapai penerbangan
B. Supir bus jemputan
C. Koki katering saja
D. Petugas Polisi
E. Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) yang tergabung dalam tim kesehatan haji
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Dalam manajemen konflik profesi, jika seorang TSL menemukan rekan sejawatnya melakukan tindakan malpraktik yang membahayakan publik, langkah etis menurut kode etik adalah...
A. Mendiamkannya agar tidak merusak nama organisasi
B. Meminta uang tutup mulut
C. Mengunggahnya langsung ke media sosial pribadi
D. Melaporkan secara berjenjang kepada organisasi profesi (HAKLI)
E. Membantu menutupi kesalahan tersebut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Penyediaan Jamban Sehat dalam program STBM harus memenuhi kriteria teknis. Manakah kriteria jamban yang sehat?
A. Limbahnya dibuang langsung ke sungai
B. Terletak di dalam dapur tanpa sekat
C. Jarak lubang penampungan minimal 10 meter dari sumber air
D. Tidak memiliki atap
E. Saluran pembuangan terbuka
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Parameter kimia udara yang sering diukur di area pemukiman dekat jalan raya yang sangat padat adalah...
A. Nitrogen (N2)
B. Karbon Monoksida (CO) dan Sulfur Dioksida (SO2)
C. Argon
D. Oksigen (O2)
E. Helium
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Surveilans terhadap vektor penyakit malaria dilakukan dengan mengukur 'Anopheles Density'. Alat yang umum digunakan untuk menangkap nyamuk saat survei adalah...
A. Jaring ikan
B. Termometer
C. Mikroskop di lapangan
D. Gelas ukur
E. Aspirator atau Light Trap
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Dalam ARKL, variabel 'Ingestion Rate' (Laju Asupan) air minum untuk orang dewasa yang sering digunakan dalam perhitungan standar adalah...
A. 0,5 Liter/hari
B. 100 ml/hari
C. 2 Liter/hari
D. 10 Liter/hari
E. 5 Liter/hari
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Metode pembuangan sampah rumah tangga yang dilakukan dengan menimbun sampah dan menutupnya dengan lapisan tanah setiap hari disebut...
A. Incineration
B. Open dumping
C. Sanitary Landfill
D. Recycling
E. Composting
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
PHBS di Sekolah mencakup larangan merokok di lingkungan sekolah. Indikator ini merupakan bagian dari upaya menciptakan...
A. Laboratorium kimia
B. Klub olahraga
C. Kantin sehat
D. Taman bermain
E. Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Intervensi sanitasi pada media pangan di jasa boga mengharuskan penjamah makanan (food handler) untuk...
A. Tidak mencuci tangan sebelum bekerja
B. Memanjangkan kuku tangan
C. Memiliki sertifikat kursus higiene sanitasi makanan
D. Mengenakan pakaian kerja yang kotor
E. Bekerja saat sedang sakit menular
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
TSL melakukan pengukuran kebisingan di lingkungan industri. Satuan yang digunakan dalam pengukuran intensitas bunyi tersebut adalah...
A. Celcius (C)
B. Meter (m)
C. Ampere (A)
D. Kilogram (kg)
E. Decibel (dB)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Pada kondisi perubahan iklim, banjir sering terjadi. TSL harus waspada terhadap penyakit Leptospirosis yang menular melalui...
A. Gigitan nyamuk
B. Makanan yang sangat pedas
C. Radiasi nuklir
D. Kontak udara
E. Air yang tercemar urine tikus yang mengandung bakteri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Edukasi kesehatan lingkungan menggunakan alat peraga 'Tangga Sanitasi' bertujuan untuk memperlihatkan...
A. Tingkatan perubahan perilaku dari perilaku buruk ke perilaku sanitasi yang lebih baik
B. Cara membangun rumah mewah
C. Harga bahan bangunan
D. Lokasi geografis desa
E. Jumlah anggota keluarga
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Rekayasa lingkungan untuk pengolahan limbah cair rumah tangga skala kecil dapat menggunakan sistem tangki septik (septic tank) yang dilengkapi dengan...
A. Kipas angin di dalam tangki
B. Bidang resapan atau upflow filter
C. Lampu neon
D. Saluran pembuangan ke sumur gali penduduk
E. Mesin pendingin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Parameter biologi SBMKL untuk media air minum yang wajib 0 (nihil) menurut regulasi adalah...
A. Zat besi
B. Fluorida
C. Klorida
D. Kalsium
E. Escherichia coli (E.coli)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Dalam standar profesi TSL, setiap anggota harus memiliki STR. Apa kepanjangan dari STR tersebut?
A. Surat Tanda Registrasi
B. Surat Tenaga Rakyat
C. Sertifikat Tenaga Radiasi
D. Surat Tanda Relawan
E. Surat Tugas Rutin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Salah satu etika TSL dalam penelitian lingkungan adalah 'Informed Consent', yang artinya...
A. Memanipulasi data hasil penelitian
B. Menjual data penelitian ke perusahaan asing
C. Mendapatkan persetujuan dari subjek penelitian setelah memberikan informasi lengkap
D. Melakukan penelitian secara sembunyi-sembunyi
E. Membayar responden dengan uang yang sangat banyak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Seorang TSL melakukan IKL di sebuah restoran dan menemukan keberadaan tikus. Rekomendasi intervensi yang paling tepat menurut prinsip pengendalian hama adalah...
A. Mengabaikan karena tikus adalah hal biasa
B. Pemberian racun tikus di area dapur setiap hari
C. Membakar restoran tersebut
D. Memelihara kucing di dalam restoran
E. Penutupan celah masuk (rat proofing) dan menjaga kebersihan lingkungan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Dalam ARKL, Karakterisasi Risiko dilakukan dengan membandingkan asupan (Intake) polutan dengan nilai RfD/RfC. Jika zat tersebut bersifat karsinogenik, parameter yang digunakan adalah...
A. Averaging Time (AT)
B. Slope Factor (SF)
C. Body Weight (BW)
D. Contact Rate (CR)
E. Exposure Duration (ED)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Program PHBS di Tempat Kerja bertujuan agar karyawan mampu melindungi diri dari penyakit. Manakah contoh PHBS di tempat kerja?
A. Makan di dekat area pembuangan limbah kimia
B. Membeli mobil baru
C. Tidak mencuci tangan setelah bekerja
D. Bermain game di jam kerja
E. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai saat bekerja
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Pengawasan sanitasi pada kondisi bencana mencakup pengelolaan sampah. Sampah organik di pengungsian sebaiknya dikelola dengan cara...
A. Dibiarkan menumpuk di depan tenda
B. Diberikan kepada hewan liar
C. Dibawa pulang ke rumah masing-masing
D. Dikomposkan atau ditimbun di lubang sampah yang tertutup
E. Dibuang ke laut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil

SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.