SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Peraturan Kelautan dan Perikanan
Perencanaan Tata Ruang laut dan Zonasi Kawasan
Pemanfaatan Ruang Perairan dan Sumber Daya di Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut
Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Konservasi
Valuasi Ekonomi Sumber daya Wilayah Laut, Pesisir dan Pulau Kecil
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, yang dimaksud dengan Wilayah Laut Indonesia meliputi...
A. Laut Teritorial dan Landas Kontinen saja
B. Perairan Pedalaman, Perairan Kepulauan, dan Laut Teritorial
C. Laut Teritorial, Zona Tambahan, dan Zona Ekonomi Eksklusif
D. Perairan Nusantara dan Laut Dalam
E. Seluruh perairan yang berjarak 200 mil dari garis pangkal
Jawaban: B
Menurut Pasal 1 angka 2 UU No. 32 Tahun 2014, Wilayah Laut Indonesia adalah perairan pedalaman, perairan kepulauan, dan laut teritorial beserta dasar laut dan tanah di bawahnya, serta udara di atasnya.
Soal 2
Dalam perencanaan tata ruang laut, dokumen yang menyerasikan berbagai kepentingan antar-sektor di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil tingkat provinsi disebut...
A. RZWP3K
B. Rencana Strategis Kelautan
C. Zonasi Wilayah Pesisir
D. Rencana Induk Pelabuhan
E. RTRW Nasional
Jawaban: A
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) adalah rencana yang menetapkan arah pemanfaatan sumber daya tiap-tiap satuan peruntukan wilayah di tingkat provinsi (UU No. 1 Tahun 2014).
Soal 3
Kewenangan pemerintah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut diberikan sejauh...
A. 4 mil laut dari garis pantai
B. 200 mil laut (ZEE)
C. Seluruh wilayah perairan dalam kabupaten
D. 24 mil laut dari garis pantai
E. 12 mil laut dari garis pantai
Jawaban: E
Sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan daerah provinsi di laut adalah sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan.
Soal 4
Zona di dalam kawasan konservasi yang diperuntukkan bagi perlindungan mutlak habitat dan populasi ikan serta dilarang untuk kegiatan penangkapan ikan disebut...
A. Zona Rehabilitasi
B. Zona Pemanfaatan Terbatas
C. Zona Budidaya
D. Zona Inti
E. Zona Penyangga
Jawaban: D
Berdasarkan Permen KP No. 31 Tahun 2020, Zona Inti adalah bagian kawasan konservasi yang ditujukan sepenuhnya untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat.
Soal 5
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam komponen 'Non-Use Value' (Nilai Tak Terpakai) dalam valuasi ekonomi sumber daya pesisir?
A. Nilai keberadaan (Existence Value)
B. Nilai hasil tangkapan ikan
C. Nilai wisata bahari
D. Nilai transportasi laut
E. Nilai ekstraksi garam
Jawaban: A
Nilai Tak Terpakai (Non-use value) terdiri dari nilai keberadaan (existence value) dan nilai warisan (bequest value), di mana orang menghargai sumber daya meskipun tidak menggunakannya secara langsung.
Soal 6
Instrumen utama untuk pengendalian pemanfaatan ruang laut pasca berlakunya UU Cipta Kerja adalah...
A. Izin Mendirikan Bangunan
B. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
C. Surat Izin Usaha Perikanan
D. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL)
E. Sertifikat Hak Guna Bangunan Pesisir
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 21 Tahun 2021 dan PP No. 5 Tahun 2021, KKPRL merupakan dokumen wajib yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan menetap di ruang laut.
Soal 7
Kriteria ukuran luas wilayah untuk dikategorikan sebagai 'Pulau Kecil' menurut UU No. 27 Tahun 2007 adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan...
A. 1.000 km2
B. 2.000 km2
C. 5.000 km2
D. 500 km2
E. 10.000 km2
Jawaban: B
UU No. 27 Tahun 2007 Pasal 1 angka 3 menyatakan bahwa Pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 km2 beserta kesatuan ekosistemnya.
Soal 8
Metode valuasi ekonomi yang mengukur kesediaan membayar (Willingness to Pay) seseorang untuk memperbaiki kualitas lingkungan laut disebut...
A. Metode Harga Hedonik
B. Metode Valuasi Kontinjensi (Contingent Valuation Method)
C. Metode Biaya Perjalanan (Travel Cost Method)
D. Metode Biaya Pengganti
E. Metode Harga Pasar
Jawaban: B
CVM (Contingent Valuation Method) adalah metode survei langsung untuk menanyakan nilai ekonomi yang diberikan individu pada perubahan kualitas lingkungan.
Soal 9
Rencana tata ruang laut nasional disusun untuk jangka waktu...
A. 10 tahun
B. 15 tahun
C. 5 tahun
D. 20 tahun
E. 25 tahun
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, rencana tersebut disusun untuk jangka waktu 20 tahun dan dapat ditinjau kembali setiap 5 tahun.
Soal 10
Pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya diprioritaskan untuk kepentingan berikut, KECUALI...
A. Budidaya laut
B. Pertambangan mineral skala besar yang masif
C. Pendidikan dan Penelitian
D. Konservasi
E. Wisata bahari
Jawaban: B
Sesuai Pasal 23 UU No. 1 Tahun 2014, pemanfaatan pulau kecil diprioritaskan untuk konservasi, pendidikan, wisata, budidaya, dan usaha perikanan secara menetap.
Soal 11
Salah satu bentuk pengendalian pemanfaatan ruang laut adalah dengan pemberian insentif dan disinsentif. Contoh disinsentif adalah...
A. Pengenaan pajak yang tinggi atau pembatasan sarana prasarana
B. Penyediaan infrastruktur pendukung
C. Kemudahan prosedur perizinan
D. Pemberian keringanan pajak
E. Pemberian penghargaan (award)
Jawaban: A
Disinsentif adalah perangkat untuk mencegah, membatasi, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang laut.
Soal 12
Nilai manfaat ekonomi hutan mangrove sebagai penahan abrasi dan pelindung pantai dari tsunami termasuk dalam kategori...
A. Existence Value
B. Option Value
C. Direct Use Value
D. Bequest Value
E. Indirect Use Value
Jawaban: E
Indirect Use Value (Nilai Manfaat Tidak Langsung) adalah nilai yang berasal dari fungsi ekologis atau jasa ekosistem (misal: mangrove sebagai benteng alami).
Soal 13
Berapa batas wilayah 'Pesisir' ke arah darat menurut UU No. 27 Tahun 2007?
A. Satu kilometer dari garis pantai
B. 12 mil dari garis pantai
C. Sejauh wilayah administrasi kecamatan
D. 100 meter dari pasang tertinggi
E. Mencakup wilayah kecamatan yang masih dipengaruhi sifat laut
Jawaban: E
Wilayah pesisir didefinisikan mencakup wilayah daratan sejauh kecamatan yang masih dipengaruhi sifat laut (pasang surut, angin laut, intrusi air asin).
Soal 14
Berdasarkan Permen KP No. 31 Tahun 2020, pengelolaan kawasan konservasi dilakukan oleh...
A. Kelompok LSM tanpa koordinasi pemerintah
B. Perusahaan Swasta asing secara mandiri
C. Hanya oleh individu perorangan
D. Hanya Pemerintah Pusat
E. Unit Organisasi Pengelola (UOP)
Jawaban: E
Pengelolaan kawasan konservasi dilakukan oleh UOP yang dibentuk oleh Menteri atau Gubernur sesuai kewenangannya.
Soal 15
Dalam Rencana Tata Ruang Laut, kawasan yang ditetapkan untuk melindungi ekosistem laut serta memiliki nilai strategis nasional disebut...
A. Alur Laut Kepulauan Indonesia
B. Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT)
C. Wilayah Pengelolaan Perikanan
D. Zona Eksklusif
E. Kawasan Ekonomi Khusus
Jawaban: B
KSNT adalah kawasan strategis nasional yang terkait dengan kedaulatan negara, pengendalian lingkungan hidup, dan/atau situs warisan dunia.
Soal 16
Pemanfaatan ruang laut yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dapat dikenai sanksi administratif berupa...
A. Mutasi jabatan
B. Pencabutan izin usaha sementara
C. Hanya teguran lisan tanpa catatan
D. Pembekuan kegiatan secara tetap
E. Denda administratif dan paksaan pemerintah untuk pembongkaran
Jawaban: E
Sanksi administratif meliputi peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara, hingga pembongkaran bangunan di ruang laut.
Soal 17
Kawasan Konservasi di Perairan dikategorikan menjadi tiga jenis utama, yaitu...
A. Cagar Laut, Suaka Margasatwa Laut, dan Taman Nasional Laut
B. Zona Inti, Zona Penyangga, dan Zona Luar
C. Kawasan Konservasi Nasional, Daerah, dan Swasta
D. Hutan Lindung, Hutan Produksi, dan Hutan Wisata
E. Taman Nasional, Taman Wisata Perairan, dan Suaka Alam Perairan
Jawaban: E
Berdasarkan regulasi (PP 60/2007 dan Permen KP 31/2020), tiga kategori utama kawasan konservasi di perairan yang umum digunakan adalah Taman Nasional, Suaka Alam Perairan, dan Taman Wisata Perairan.
Soal 18
Nilai ekonomi yang mencerminkan kesediaan untuk mempertahankan sumber daya agar dapat digunakan oleh generasi mendatang disebut...
A. Current use value
B. Option value
C. Existence value
D. Bequest value
E. Direct use value
Jawaban: D
Bequest Value (Nilai Warisan) adalah nilai yang diberikan oleh generasi sekarang agar sumber daya tetap tersedia untuk generasi masa depan.
Soal 19
Kegiatan reklamasi di wilayah pesisir wajib memiliki izin yang mencakup aspek berikut, KECUALI...
A. Analisis dampak lingkungan
B. Izin Pelaksanaan Reklamasi
C. Kesesuaian dengan RZWP3K
D. Izin Lokasi Reklamasi
E. Izin Pemanfaatan Material Reklamasi
Jawaban: E
Regulasi reklamasi (Perpres 122/2012) mewajibkan kepastian lokasi, teknis pelaksanaan, dan dampak lingkungan hidup. Opsi E bukan merupakan izin utama dalam paket perizinan reklamasi pesisir yang disebutkan dalam regulasi tersebut.
Soal 20
Penetapan batas koridor alur laut yang digunakan untuk lalu lintas kapal internasional di Indonesia disebut...
A. Zona Ekonomi Eksklusif
B. Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)
C. Garis Pangkal Kepulauan
D. Batas Kontinen
E. Terminal Pelabuhan Internasional
Jawaban: B
ALKI ditetapkan berdasarkan UU No. 6 Tahun 1996 dan PP terkait sebagai jalur pelayaran bagi kapal atau pesawat udara asing.
Soal 21 Premium
Perubahan signifikan dalam UU No. 11 Tahun 2020 (Cipta Kerja) terkait perizinan di laut adalah pengintegrasian izin lokasi dan izin pengelolaan menjadi...
Dalam hierarki perencanaan tata ruang laut, jika terjadi konflik antara RZWP3K Provinsi dan Rencana Tata Ruang Laut (RTRL) Nasional, maka yang menjadi acuan utama adalah...
Hak masyarakat untuk mendapatkan akses ke pantai dijamin dalam undang-undang pengelolaan pesisir. Pelanggaran terhadap akses publik ini dapat mengakibatkan...
A. Pemberian kompensasi finansial kepada pengusaha
Dalam valuasi ekonomi, biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit akibat pencemaran laut dapat digunakan sebagai indikator nilai melalui metode...
Tips Lulus SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama
SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.