SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
UU nomor 20 tahun 2023 tentang ASN
Permenkes No.2 Tahun 2023 Pelaksanaan (Bab VI)
Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Entomolog Kesehatan
Metode Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Surveilans vektor dan binatang pembawa penyakit
Investigasi vektor dan binatang pembawa penyakit
Intervensi vektor dan binatang pembawa penyakit
Uji Resistensi/Efikasi vektor dan/atau bindatang pembawa penyakit
Perumusan kebijakan di bidang vektor dan binatang pembawa penyakit
Simulasi Tryout SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Entomolog Kesehatan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama.
Soal 1
Sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023, salah satu komponen kesejahteraan yang berhak diterima oleh PPPK adalah...
A. Pengecualian dari kewajiban mengikuti sistem merit
B. Kenaikan jabatan otomatis setiap 2 tahun
C. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang setara dengan PNS
D. Tunjangan khusus tanpa adanya penilaian kinerja
E. Hak untuk tidak dapat diberhentikan dalam kondisi apapun
Jawaban: C
Dalam UU No. 20 Tahun 2023, tidak ada lagi perbedaan hak kesejahteraan yang mencolok antara PNS dan PPPK. Keduanya berhak atas jaminan sosial, termasuk jaminan pensiun dan jaminan hari tua.
Soal 2
Menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 Bab VI, Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL) untuk kepadatan jentik Aedes aegypti diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) minimal sebesar...
A. Harus mencapai 100%
B. Lebih dari atau sama dengan 95%
C. Kurang dari 50%
D. Minimal 75% di daerah perkotaan
E. Lebih dari atau sama dengan 85%
Jawaban: B
Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023 Bab VI, nilai SBMKL untuk ABJ yang diharapkan guna mencegah penularan penyakit adalah ≥ 95%.
Soal 3
Seorang Entomolog Kesehatan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan mikroskopis guna mendeteksi keberadaan mikrofilaria dalam darah. Kegiatan ini merupakan bagian dari standar kompetensi...
A. Analisis kebijakan kesehatan
B. Investigasi perusakan lingkungan
C. Penyusunan karya tulis ilmiah
D. Pengendalian mekanik
E. Identifikasi dan pemeriksaan laboratorium
Jawaban: E
Kemampuan melakukan identifikasi parasit dan vektor melalui pemeriksaan laboratorium (seperti sediaan darah jari untuk filariasis) merupakan kompetensi inti jabatan fungsional Entomolog Kesehatan.
Soal 4
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), bagian yang berisi argumentasi logis penulis untuk memecahkan masalah yang diajukan di pendahuluan adalah...
A. Tinjauan Pustaka
B. Metode Penelitian
C. Kesimpulan
D. Hasil Penelitian
E. Pembahasan
Jawaban: E
Pembahasan adalah jantung dari KTI di mana penulis menginterpretasikan hasil, menghubungkannya dengan teori/penelitian terdahulu, dan memberikan argumentasi ilmiah.
Soal 5
Kegiatan pengamatan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap kepadatan populasi vektor di suatu wilayah untuk mendeteksi dini peningkatan risiko penularan disebut...
A. Surveilans
B. Investigasi
C. Efikasi
D. Kebijakan
E. Intervensi
Jawaban: A
Surveilans adalah pengumpulan, analisis, dan interpretasi data secara sistematis dan terus-menerus untuk digunakan dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat.
Soal 6
Langkah awal yang harus dilakukan tim entomologi saat melakukan investigasi terhadap munculnya kasus malaria baru di wilayah yang sebelumnya sudah eliminasi adalah...
A. Memberikan obat malaria kepada seluruh warga
B. Menutup akses keluar masuk desa
C. Penyemprotan massal tanpa survei
D. Mengumpulkan data sekunder dari laporan rumah sakit
E. Melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan survei kontak
Jawaban: E
Investigasi KLB atau kasus baru dimulai dengan PE untuk menentukan sumber penularan, mencari kasus tambahan, dan menilai potensi transmisi di sekitar lokasi temuan.
Soal 7
Metode intervensi dengan cara memasukkan ikan kepala timah (Aplocheilus panchax) ke dalam genangan air untuk memakan jentik nyamuk merupakan bentuk pengendalian...
A. Kimiawi
B. Regulasi
C. Mekanik
D. Fisik
E. Biologi
Jawaban: E
Penggunaan predator alami, parasit, atau patogen untuk menekan populasi vektor dikategorikan sebagai metode pengendalian biologi.
Soal 8
Uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah suatu bahan kimia masih mampu membunuh vektor target pada dosis operasional tertentu disebut...
A. Uji Toksisitas Tanah
B. Uji Bioavailabilitas
C. Uji Dampak Lingkungan
D. Uji Keasaman Air
E. Uji Resistensi/Kerentanan
Jawaban: E
Uji resistensi (Susceptibility test) bertujuan untuk memastikan apakah vektor masih rentan terhadap insektisida yang digunakan dalam program pengendalian.
Soal 9
Dalam perumusan kebijakan pengendalian vektor, penentuan wilayah prioritas intervensi sebaiknya didasarkan pada...
A. Permintaan tokoh masyarakat setempat
B. Wilayah yang paling dekat dengan kantor dinas kesehatan
C. Ketersediaan anggaran yang paling besar
D. Instruksi lisan tanpa data dukung
E. Hasil pemetaan wilayah risiko (stratifikasi wilayah) berbasis data surveilans
Jawaban: E
Perumusan kebijakan yang efektif harus berbasis bukti (evidence-based), menggunakan analisis data surveilans untuk menentukan skala prioritas.
Soal 10
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai nilai-nilai dasar ASN (BerAKHLAK) menurut UU No. 20 Tahun 2023?
A. Loyalitas hanya ditujukan kepada atasan secara personal
B. Adaptif berarti menolak perubahan teknologi baru
C. Nilai ASN bersifat opsional tergantung instansinya
D. Nilai ASN hanya berlaku untuk PNS pusat saja
E. Setiap ASN wajib mengimplementasikan nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif
Jawaban: E
UU No. 20 Tahun 2023 Pasal 3 mengamanatkan Core Values ASN BerAKHLAK sebagai dasar penguatan budaya kerja bagi seluruh Pegawai ASN.
Soal 11
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk binatang pembawa penyakit (tikus) di pelabuhan menurut Permenkes 2/2023 diukur melalui parameter...
A. Indeks Pinjal Umum (IPU) dan Indeks Pinjal Khusus (IPK)
B. Berat rata-rata tikus
C. Jenis kelamin tikus
D. Warna bulu tikus
E. Jumlah tikus yang tertangkap per malam
Jawaban: A
Parameter utama untuk tikus di area pintu masuk negara adalah keberadaan pinjal sebagai vektor penyakit Pes, yang dinyatakan dalam indeks pinjal.
Soal 12
Seorang Entomolog ditugaskan melakukan pembedahan (diseksi) kelenjar ludah nyamuk Anopheles untuk mencari sporozoit Plasmodium. Keterampilan ini termasuk dalam standar kompetensi jenjang...
A. Terampil
B. Mahir
C. Penyelia
D. Ahli
E. Pelaksana Pemula
Jawaban: D
Analisis laboratorium yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi seperti diseksi sporozoit umumnya merupakan kompetensi pada kategori keahlian (Ahli).
Soal 13
Sistem sitasi (referensi) yang sering digunakan dalam penulisan KTI di bidang kesehatan, di mana daftar pustaka disusun berdasarkan urutan pemunculan dalam teks, disebut...
A. Chicago Style
B. Harvard Style
C. Vancouver Style
D. MLA Style
E. APA Style
Jawaban: C
Sistem Vancouver menggunakan angka numerik sesuai urutan kutipan dalam teks, umum digunakan di jurnal kedokteran dan kesehatan.
Soal 14
Laju gigitan nyamuk terhadap manusia dalam kurun waktu satu malam, yang dihitung dengan membagi jumlah nyamuk yang tertangkap dengan jumlah umpan orang dan waktu penangkapan, disebut...
A. Container Index
B. Parity Rate
C. House Index
D. Man Landing Rate (MLR)
E. Breteau Index
Jawaban: D
MLR atau Man Landing Rate adalah parameter kunci dalam surveilans nyamuk dewasa untuk mengukur besarnya risiko kontak antara manusia dan vektor.
Soal 15
Dalam investigasi entomologi pada daerah dengan kasus Filariasis, pengambilan sampel nyamuk (vektor) sebaiknya dilakukan pada waktu...
A. Malam hari (antara pukul 18.00 - 06.00)
B. Siang hari saat matahari terik
C. Pagi hari pukul 07.00 - 09.00 saja
D. Hanya saat turun hujan
E. Sore hari saat nyamuk sedang istirahat
Jawaban: A
Nyamuk vektor filariasis (seperti Culex atau Mansonia) umumnya bersifat nokturnal (aktif malam hari), bertepatan dengan periodisitas mikrofilaria dalam darah tepi manusia.
Soal 16
Penggunaan kelambu berinsektisida sebagai upaya perlindungan diri dari gigitan nyamuk Anopheles termasuk dalam kategori intervensi pengendalian...
A. Biologi terpadu
B. Genetik serangga
C. Fisik dan Kimiawi
D. Kimiawi murni
E. Fisik murni
Jawaban: C
Kelambu memberikan penghalang fisik, sementara insektisida yang melekat memberikan aksi kimiawi untuk membunuh nyamuk yang menyentuhnya.
Soal 17
WHO merekomendasikan penggunaan kertas uji yang sudah dilapisi insektisida dengan dosis tertentu untuk menguji tingkat kerentanan nyamuk. Alat uji ini dikenal dengan nama...
A. WHO Tube Test
B. Thermal fogging test
C. Larvasida test
D. Ovitrap test
E. Petri dish test
Jawaban: A
WHO Tube Test adalah standar emas untuk pengujian resistensi nyamuk dewasa (Susceptibility test).
Soal 18
Evaluasi terhadap efektivitas kebijakan pengendalian vektor dapat dilakukan dengan melihat penurunan angka 'Beban Penyakit' yang dinyatakan dalam satuan...
A. Persentase kenaikan pajak
B. DALYs (Disability-Adjusted Life Years)
C. Meter per detik
D. Laju inflasi tahunan
E. Gram per liter
Jawaban: B
DALYs adalah metrik kesehatan yang merangkum tahun-tahun kehidupan yang hilang akibat kematian dini dan tahun-tahun hidup dengan kecacatan akibat penyakit.
Soal 19
Pada UU No. 20 Tahun 2023, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dapat dilakukan secara terbuka dan kompetitif yang disebut dengan istilah...
A. Sistem Senioritas
B. Sistem Kekerabatan
C. Sistem Lotere
D. Sistem Merit
E. Sistem Penunjukan Langsung
Jawaban: D
Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar.
Soal 20
Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023, standar baku mutu untuk kepadatan lalat di pemukiman adalah...
A. Lebih dari 10 ekor per block grill
B. Kurang dari 5 ekor per block grill
C. Kurang dari 2 ekor per block grill
D. Harus 0 ekor (steril)
E. Rata-rata 20 ekor per block grill
Jawaban: C
Dalam standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan, indeks populasi lalat (Fly Grill Index) dikategorikan rendah atau memenuhi syarat jika rata-ratanya < 2.
Soal 21 Premium
UU Nomor 20 Tahun 2023 mengatur bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Jika melanggar, konsekuensinya adalah...
Dalam implementasi Permenkes No. 2 Tahun 2023, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib melakukan pengendalian vektor. Metode yang dilarang digunakan di dalam ruang perawatan pasien adalah...
A. Pemasangan kawat kasa
B. Penyemprotan (fogging) kimiawi secara rutin di dalam ruangan
Modifikasi lingkungan berupa pengeringan rawa atau pembuatan saluran irigasi yang mengalir lancar merupakan strategi intervensi untuk mengendalikan nyamuk...
Salah satu tantangan utama dalam perumusan kebijakan pengendalian vektor secara global adalah munculnya 'Vektor Invasif'. Contoh spesies invasif yang menjadi ancaman adalah...
Seorang Entomolog Kesehatan wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan. Hal ini termasuk dalam kompetensi...
Investigasi entomologi pada kasus penularan pes di pemukiman padat dilakukan dengan menghitung indeks pinjal pada tikus. Jika ditemukan Xenopsylla cheopis, maka dilakukan perhitungan...
Tips Lulus SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama
SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Entomolog Kesehatan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.