Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Standar Profesi Refraksionis Optisien,
Standar Pelayanan Refraksionis Optisien
Regulasi dan perundang-undangan, Kode Etik Profesi.
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Refraksionis Optisien Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap tenaga kesehatan termasuk Refraksionis Optisien yang melakukan pelayanan wajib memiliki STR. Berapa lama masa berlaku STR menurut regulasi terbaru tersebut?
A. 2 tahun
B. 10 tahun
C. 3 tahun
D. 5 tahun
E. Seumur hidup
Jawaban: E
Sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan kini berlaku seumur hidup selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Soal 2
Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/143/2020, area kompetensi Refraksionis Optisien meliputi 'Landasan Ilmiah Refraksi'. Manakah yang termasuk dalam landasan tersebut?
A. Anatomi, fisiologi, dan patofisiologi mata terkait refraksi
B. Farmakologi obat sistemik berat
C. Manajemen keuangan optik saja
D. Teknik anestesi lokal mata
E. Bedah mikro kornea
Jawaban: A
Berdasarkan KMK No. HK.01.07/MENKES/143/2020 tentang Standar Profesi Refraksionis Optisien, landasan ilmiah mencakup pemahaman mendalam tentang anatomi dan fisiologi sistem penglihatan untuk menunjang pemeriksaan refraksi.
Soal 3
Seorang pasien mengeluh tajam penglihatan kabur pada jarak jauh tetapi jelas pada jarak dekat. Setelah pemeriksaan, ditemukan titik fokus jatuh di depan retina. Kondisi ini disebut...
A. Miopia
B. Presbiopia
C. Astigmatisme
D. Hipermetropia
E. Ambliopia
Jawaban: A
Miopia (rabun jauh) adalah kelainan refraksi di mana sinar sejajar yang masuk ke mata dalam keadaan istirahat difokuskan di depan retina.
Soal 4
Berapakah jarak pemeriksaan standar menggunakan kartu Snellen untuk pengukuran tajam penglihatan (Visual Acuity)?
A. 1 meter
B. 3 meter
C. 6 meter
D. 4 meter
E. 10 meter
Jawaban: C
Jarak standar pemeriksaan tajam penglihatan jauh secara internasional adalah 6 meter atau 20 kaki, untuk meminimalkan efek akomodasi mata.
Soal 5
Alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan lensa kacamata (dioptri) dan menentukan letak titik fokus serta sumbu silindris secara akurat adalah...
A. Trial Frame
B. Lensmeter (Focimeter)
C. Oftalmoskop
D. Tonometer
E. Slit Lamp
Jawaban: B
Lensmeter atau focimeter adalah instrumen optik yang berfungsi mengukur vergens lensa kacamata atau lensa kontak.
Soal 6
Dalam kode etik profesi IROPIN, kewajiban seorang Refraksionis Optisien terhadap teman sejawat adalah...
A. Mengambil pasien sejawat dengan cara apapun
B. Bersaing secara tidak sehat dalam hal harga
C. Saling menghargai dan menjalin kerja sama yang baik
D. Menyembunyikan informasi regulasi terbaru
E. Memberikan kritik di depan pasien
Jawaban: C
Kode Etik IROPIN menekankan pentingnya kolegialitas, di mana sesama anggota harus memelihara hubungan baik dan saling menghormati.
Soal 7
Lensa yang memiliki dua kekuatan berbeda yang dipisahkan oleh garis pembatas nyata, biasanya digunakan untuk penderita presbiopia, disebut lensa...
A. Lensa Bifokal
B. Lensa Progresif
C. Lensa Silindris
D. Lensa Prismatik
E. Lensa Single Vision
Jawaban: A
Lensa bifokal memiliki dua area fokus (jauh dan dekat) dengan batas yang terlihat jelas pada permukaan lensa.
Soal 8
Berdasarkan Permenkes Nomor 19 Tahun 2013, apa wewenang klinis utama seorang Refraksionis Optisien?
A. Pembedahan mata
B. Pemberian obat antibiotik tetes mata
C. Diagnosa penyakit katarak stadium lanjut
D. Operasi glaukoma
E. Pemeriksaan refraksi, binokular, dan pelayanan lensa kontak
Jawaban: E
Menurut Permenkes No. 19 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Refraksionis Optisien, wewenang meliputi pemeriksaan refraksi subjektif/objektif serta dispensasi alat bantu penglihatan.
Soal 9
Sebuah resep kacamata tertulis: S -2.00 C -1.00 x 90. Berapakah nilai transposisi dari resep tersebut?
A. S -1.00 C +1.00 x 180
B. S -3.00 C -1.00 x 180
C. S -3.00 C +1.00 x 180
D. S -2.00 C +1.00 x 90
E. S -1.00 C -1.00 x 90
Jawaban: C
Rumus transposisi: S' = S + C; C' = -C; Aksis' = Aksis +/- 90. Maka: (-2.00 + -1.00) = -3.00; C = +1.00; Aksis 90+90 = 180.
Soal 10
Kondisi di mana kekuatan refraksi kedua mata berbeda secara signifikan (biasanya selisih > 2.00 Dioptri) disebut...
A. Anisometropia
B. Diplopia
C. Astenopia
D. Antimetropia
E. Anisokoria
Jawaban: A
Anisometropia adalah kondisi klinis di mana terdapat perbedaan kekuatan refraksi yang nyata antara mata kanan dan kiri.
Soal 11
Tujuan dari dilakukannya 'Pin Hole Test' dalam pelayanan diagnostik refraksi adalah...
A. Membedakan penurunan tajam penglihatan akibat kelainan refraksi atau patologi
B. Mengukur tekanan bola mata
C. Mengetahui derajat katarak
D. Menghitung kelengkungan kornea
E. Mengukur diameter pupil
Jawaban: A
Jika tajam penglihatan membaik dengan pinhole, berarti penurunan tajam penglihatan disebabkan oleh kelainan refraksi. Jika tidak membaik, kemungkinan ada kelainan organik/patologi.
Soal 12
Lensa kontak yang terbuat dari bahan plastik keras tetapi masih memungkinkan oksigen menembus ke kornea disebut lensa...
A. Lensa Kontak Silikon Hidrogel
B. Lensa Kontak RGP (Rigid Gas Permeable)
C. Lensa Kontak PMMA
D. Lensa Kontak Hidrogel
E. Lensa Kontak Soft
Jawaban: B
RGP adalah lensa kontak keras yang memiliki sifat permeabilitas gas, sehingga lebih sehat untuk metabolisme kornea dibandingkan PMMA.
Soal 13
Pada pemeriksaan refraksi subjektif, teknik yang digunakan untuk menentukan aksis dan kekuatan silindris secara halus adalah...
A. Duochrome Test
B. Jackson Cross Cylinder (JCC)
C. Worth Four Dot Test
D. Fogging Technique
E. Cover Uncover Test
Jawaban: B
JCC adalah alat penting dalam refraksi subjektif untuk menyempurnakan temuan astigmatisme (kekuatan dan aksis).
Soal 14
Penyakit mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokular dan dapat menyebabkan kerusakan saraf optik disebut...
A. Pterigium
B. Katarak
C. Keratitis
D. Glaukoma
E. Retinopati Diabetik
Jawaban: D
Glaukoma adalah kondisi gawat darurat mata jika akut, dan RO harus mampu melakukan deteksi dini melalui anamnesa dan pemeriksaan fisik terbatas untuk dirujuk.
Soal 15
Berapakah nilai adisi standar yang biasanya diberikan pada pasien presbiopia usia 45 tahun?
A. +1.50 D
B. +2.50 D
C. +3.00 D
D. +2.00 D
E. +1.00 D
Jawaban: A
Berdasarkan tabel rata-rata akomodasi, usia 45 tahun umumnya membutuhkan adisi berkisar antara +1.25 D hingga +1.50 D.
Soal 16
Bagian kacamata yang berfungsi menyangga berat frame pada hidung disebut...
A. Hinge
B. End Piece
C. Bridge
D. Nose Pad
E. Temple
Jawaban: D
Nose pad adalah komponen pada frame (biasanya metal) yang bersentuhan langsung dengan tulang hidung untuk mendistribusikan beban kacamata.
Soal 17
Pemeriksaan tajam penglihatan dekat (Near Vision) dilakukan pada jarak baca normal, yaitu...
A. 30 - 40 cm
B. 100 cm
C. 10 - 20 cm
D. 50 - 60 cm
E. 70 - 80 cm
Jawaban: A
Pemeriksaan refraksi untuk jarak dekat (membaca) secara standar dilakukan pada jarak 33-40 cm.
Soal 18
Refraksionis Optisien dilarang mengiklankan diri yang berlebihan atau menyesatkan publik. Hal ini diatur dalam...
A. Standar Bangunan Optik
B. UU Perdagangan
C. Peraturan Menteri Keuangan
D. Kode Etik Profesi IROPIN
E. UU Ketenagakerjaan
Jawaban: D
Kode Etik IROPIN mengatur cara bersikap dan promosi profesional agar tetap menjaga marwah profesi dan tidak merugikan masyarakat.
Soal 19
Alat optik bantu bagi penderita Low Vision yang digunakan untuk melihat benda jarak dekat dengan pembesaran tinggi disebut...
A. Magnifier (Kaca Pembesar)
B. Teleskop
C. Oftalmoskop
D. Slit Lamp
E. Keratometer
Jawaban: A
Magnifier adalah alat bantu utama untuk penderita low vision untuk menunjang aktivitas membaca (jarak dekat).
Soal 20
Pemberian resep kacamata prisma dilakukan untuk membantu pasien yang mengalami keluhan...
A. Tekanan darah tinggi
B. Kebutaan warna
C. Infeksi konjungtiva
D. Mata kering
E. Kelelahan mata akibat ketidakseimbangan otot mata (Phoria/Strabismus)
Jawaban: E
Prisma digunakan dalam pelayanan terapeutik untuk mengubah posisi bayangan agar jatuh tepat di fovea pada mata yang mengalami deviasi posisi otot.
Soal 21 Premium
Pada teknik refraksi objektif menggunakan Retinoskopi, jika didapatkan gerakan bayangan 'With Motion', maka lensa yang harus ditambahkan adalah...
Pemeriksaan Duochrome Test didasarkan pada prinsip aberasi kromatik cahaya. Jika pasien melihat huruf pada warna merah lebih jelas dibandingkan hijau, maka kondisi matanya adalah...
A. Sudah tepat pengukurannya
B. Koreksi kurang (Kurang minus atau terlalu banyak plus)
Fenomena 'Jarak Verteks' (Vertex Distance) sangat berpengaruh pada power lensa kacamata. Jika lensa minus kuat digeser menjauhi mata (jarak verteks bertambah), maka efek kekuatannya di mata akan...
Pada pemeriksaan refraksi objektif dengan Autoref-keratometer, didapatkan data R: -5.00 -1.00 x 180. Data silindris (-1.00 x 180) menunjukkan meridian terkuat berada pada derajat...
Seorang pasien presbiopia ingin dibuatkan kacamata baca saja. Resep jauhnya adalah S +1.00 dan adisinya +2.00. Berapakah resep kacamata baca pasien tersebut?
Seorang pasien mengeluh sakit kepala dan mual setelah memakai kacamata baru. Setelah dicek, OC (Optical Center) kacamata terlalu tinggi dibandingkan posisi pupil. Hal ini menyebabkan efek...
Salah satu etika dalam pelayanan adalah menjaga rahasia medis pasien. Dalam kondisi apa rahasia medis boleh dibuka tanpa persetujuan pasien menurut UU?
A. Untuk bahan obrolan antar teman sejawat di kafe
B. Dijual untuk data riset komersial
C. Diminta oleh perusahaan asuransi tanpa surat kuasa
D. Untuk kepentingan hukum/peradilan dan perintah undang-undang
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Refraksionis Optisien Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Refraksionis Optisien Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.