SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. ๐Ÿ”ฅ

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Memahami regulasi tentang Aparatur Sipil Negara (UU 20/2023, PP 49/2018, PP 94/2021)
  • Mampu menerapkan tugas pokok penyuluh agama (PermenPANRB 9/2021 tentang Penyuluh Agama)
  • Mampu menerapkan Wawasan Kebangsaan (pancasila)
  • Menerapkan Moderasi Beragama
  • Menerapkan Komunikasi Publik
  • Memahami penggunaan IT dalam kegiatan penyuluhan
  • Memahami dan Meneladani Kehidupan Siddharta Gautama
  • Menganalisis Pancasila Buddhis dan Panca Dhamma
  • Menganalisis penerapan Sifat Luhur Buddha
  • Menganalisis penerapan Sila/Moralitas
  • Menganalisis Puja dan Budaya Buddhis
  • Menganalisis Konsep Empat Kebenaran Mulia
  • Menganalisis Hukum Karma dan Tumimbal Lahir
  • Menganalisis Hukum Tilakkhana
  • Memahami Hukum Paticcasamuppada
  • Memahami Misi Pembabaran Dhamma
  • Memahami Kitab Suci Tripitaka
  • Menganalisis Kesetaraan Gender dan HAM
  • Memahami sejarah Perkembangan Agama Buddha
  • Memahami persiapan bimbingan dan penyuluhan
  • Mampu mengidentifikasi masalah agama dan pembangunan sebagai dasar pendampingan dan mediasi

Simulasi Tryout SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha.

Soal 1
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu nilai dasar (core values) ASN adalah 'Adaptif'. Dalam konteks tugas seorang Penyuluh Agama Buddha, wujud perilaku adaptif yang paling tepat adalah...
A. Datang tepat waktu ke wihara untuk memimpin puja bakti setiap hari Minggu
B. Menghafal seluruh isi Tripitaka agar tidak ada kesalahan saat penyampaian ceramah
C. Cepat menyesuaikan diri dan terus berinovasi menggunakan media sosial untuk kegiatan penyuluhan Dhamma
D. Menggunakan metode ceramah satu arah yang sudah terbukti efektif selama bertahun-tahun
E. Membantu umat yang kesulitan secara finansial dengan memberikan dana bantuan sosial secara rutin
Jawaban: C
Berdasarkan UU 20/2023, core values ASN adalah BerAKHLAK. 'Adaptif' berarti cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi, dan bertindak proaktif. Bagi Penyuluh Agama, memanfaatkan media sosial (IT) untuk penyuluhan Dhamma adalah bentuk inovasi dan penyesuaian terhadap perkembangan zaman.
Soal 2
Sesuai dengan PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama, unsur kegiatan tugas jabatan yang dapat dinilai angka kreditnya meliputi beberapa aspek. Langkah pertama yang harus dilakukan penyuluh sebelum melakukan bimbingan atau penyuluhan adalah...
A. Membentuk kelompok sasaran binaan baru
B. Menyusun rencana kerja operasional bimbingan atau penyuluhan
C. Membuat laporan hasil evaluasi kegiatan penyuluhan
D. Menerbitkan artikel ilmiah terkait isu agama Buddha
E. Melakukan mediasi konflik antar umat beragama
Jawaban: B
Menurut PermenPANRB 9/2021, sebelum melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, seorang Penyuluh Agama diwajibkan untuk menyusun rencana kerja operasional (persiapan) agar kegiatan lebih terukur, terarah, dan sesuai dengan target sasaran.
Soal 3
Penyuluh Agama Buddha memiliki peran penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan umat. Implementasi Sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) yang paling selaras dengan ajaran Buddha adalah...
A. Mengutamakan kepentingan wihara sendiri di atas kepentingan wihara lain
B. Memaksa umat agama lain untuk mempelajari ajaran Dhamma
C. Menjunjung tinggi toleransi antar sekte (Theravada, Mahayana, Vajrayana) dan antar umat beragama
D. Menolak bantuan dari pemerintah yang ditujukan untuk perbaikan tempat ibadah
E. Melakukan puja bakti secara eksklusif tanpa mengundang aliran Buddha lainnya
Jawaban: C
Implementasi Sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) dalam kehidupan Buddhis adalah dengan menjaga kerukunan, persatuan, dan toleransi, baik secara internal (antar sekte dalam agama Buddha) maupun eksternal (antar umat beragama).
Soal 4
Moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Bagi seorang Penyuluh Agama Buddha, indikator utama moderasi beragama menurut Kementerian Agama meliputi hal-hal berikut, KECUALI...
A. Anti kekerasan
B. Penerimaan terhadap tradisi lokal
C. Mencampuradukkan ajaran (sinkretisme) demi kedamaian
D. Komitmen Kebangsaan
E. Toleransi
Jawaban: C
Empat indikator Moderasi Beragama adalah Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan, dan Penerimaan terhadap tradisi lokal. Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme), melainkan bersikap moderat dalam cara pandang, sikap, dan praktik beragama.
Soal 5
Dalam kegiatan penyuluhan Dhamma di daerah pedesaan, seorang penyuluh mendapati umat yang kurang memahami bahasa Indonesia secara formal. Strategi komunikasi publik yang paling efektif adalah...
A. Menyampaikan Dhamma dengan pendekatan bahasa lokal dan perumpamaan yang dekat dengan keseharian umat
B. Menyalahkan umat karena tidak mengikuti perkembangan pendidikan
C. Tetap menggunakan bahasa Indonesia yang sangat baku agar umat terbiasa
D. Menggunakan bahasa Pali untuk seluruh kutipan agar terdengar lebih sakral
E. Membagikan buku-buku Dhamma berbahasa Inggris untuk dipelajari mandiri
Jawaban: A
Komunikasi publik yang efektif mengharuskan komunikator (penyuluh) beradaptasi dengan audiens. Penggunaan bahasa lokal (daerah) dan perumpamaan yang kontekstual akan membuat pesan Dhamma lebih mudah dipahami oleh umat di pedesaan.
Soal 6
Penggunaan Teknologi Informasi (IT) sangat membantu dalam penyuluhan masa kini. Jika seorang Penyuluh Agama Buddha ingin menyelenggarakan sesi bimbingan interaktif jarak jauh dengan kelompok sasaran yang berada di luar pulau, platform IT yang paling tepat digunakan adalah...
A. Aplikasi Video Conference seperti Zoom atau Google Meet
B. Mengirimkan artikel via pos
C. Mengirim pesan SMS (Short Message Service) secara massal
D. Membuat brosur cetak dan mendistribusikannya melalui agen
E. Menulis status di papan pengumuman Wihara
Jawaban: A
Aplikasi Video Conference seperti Zoom atau Google Meet memungkinkan interaksi dua arah secara real-time (audio dan visual) sehingga sangat tepat untuk bimbingan interaktif jarak jauh dibandingkan opsi lainnya.
Soal 7
Siddharta Gautama meninggalkan istana untuk mencari kebebasan dari penderitaan setelah melihat Empat Peristiwa Besar. Peristiwa yang memberikan inspirasi bagi Siddharta untuk menjadi petapa adalah saat melihat...
A. Perang perebutan air sungai Rohini
B. Orang mati
C. Orang tua
D. Orang sakit
E. Petapa suci
Jawaban: E
Pangeran Siddharta melihat empat peristiwa berturut-turut: orang tua, orang sakit, orang mati, dan petapa suci. Melihat petapa suci yang tenang memberikannya inspirasi bahwa jalan pelepasan (menjadi petapa) adalah cara untuk mencari jawaban atas penderitaan.
Soal 8
Dalam Pancasila Buddhis, sila keempat adalah Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyami. Dalam konteks kehidupan modern, pelanggaran terhadap sila ini paling sering terjadi dalam bentuk...
A. Mengonsumsi minuman keras saat merayakan pesta pergantian tahun
B. Menyembelih hewan untuk acara ritual persembahan
C. Menyebarkan berita bohong (hoaks) dan fitnah di media sosial
D. Mencuri hak kekayaan intelektual (pembajakan software)
E. Melakukan perbuatan asusila di luar ikatan pernikahan
Jawaban: C
Sila keempat berisi tekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar (berbohong, fitnah, bergunjing). Di era digital, penyebaran hoaks (berita bohong) di media sosial merupakan bentuk nyata pelanggaran sila keempat ini.
Soal 9
Brahmavihara atau Empat Sifat Luhur terdiri dari Metta, Karuna, Mudita, dan Upekkha. Seorang penyuluh Buddha melihat umatnya berhasil mengembangkan usaha dan merasa bahagia tanpa rasa iri hati. Sifat luhur yang ditunjukkan penyuluh tersebut adalah...
A. Metta
B. Saddha
C. Mudita
D. Upekkha
E. Karuna
Jawaban: C
Mudita adalah sifat luhur berupa perasaan simpati atau turut berbahagia atas kebahagiaan/kesuksesan orang lain (simpatik joy) dan bebas dari rasa iri hati. Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Upekkha (keseimbangan batin).
Soal 10
Dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga), kelompok Sila (Moralitas) terdiri dari...
A. Pandangan Benar, Perbuatan Benar, Usaha Benar
B. Usaha Benar, Perhatian Benar, Konsentrasi Benar
C. Perhatian Benar, Konsentrasi Benar, Ucapan Benar
D. Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar
E. Pandangan Benar, Pikiran Benar
Jawaban: D
Jalan Mulia Berunsur Delapan dibagi menjadi tiga kelompok (Sikkha): Panna/Kebijaksanaan (Pandangan Benar, Pikiran Benar), Sila/Moralitas (Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar), dan Samadhi/Konsentrasi (Usaha Benar, Perhatian Benar, Konsentrasi Benar).
Soal 11
Dalam tradisi puja bakti agama Buddha, umat sering mempersembahkan bunga, lilin, dan dupa di altar. Secara filosofis, persembahan bunga melambangkan...
A. Ketidakkekalan (Anicca)
B. Kekuatan supranatural Buddha
C. Keharuman moralitas (Sila)
D. Penerangan batin dari kebodohan
E. Penghormatan kepada para dewa pelindung
Jawaban: A
Dalam budaya Buddhis, bunga (Puppha) yang indah akan segera layu, melambangkan ketidakkekalan (Anicca). Lilin melambangkan kebijaksanaan (penerangan), sedangkan dupa melambangkan keharuman moralitas (Sila).
Soal 12
Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani) adalah landasan utama ajaran Buddha. Kebenaran Mulia yang menjelaskan tentang 'Sebab Penderitaan' (Dukkha Samudaya) mengidentifikasi bahwa sumber penderitaan adalah...
A. Karma masa lalu yang tidak dapat diubah
B. Campur tangan dari makhluk halus
C. Nafsu keinginan atau kehausan (Tanha)
D. Kondisi ekonomi dan kemiskinan
E. Ketidaktahuan akan hari akhir
Jawaban: C
Kebenaran Mulia Kedua (Dukkha Samudaya Saccani) menyatakan bahwa sebab utama penderitaan adalah Tanha, yaitu nafsu keinginan/kehausan yang tiada henti (Kama-tanha, Bhava-tanha, Vibhava-tanha).
Soal 13
Menurut Hukum Karma Buddhis, karma tidak hanya dipengaruhi oleh tindakan fisik, tetapi juga melalui ucapan dan pikiran. Konsep 'Cetana' (kehendak/niat) dalam Hukum Karma memiliki makna...
A. Semua tindakan refleks manusia menghasilkan karma berat
B. Hanya karma baik yang dipengaruhi oleh pikiran
C. Kehendak tidak memiliki dampak jika tidak diwujudkan dalam tindakan nyata
D. Kehendak adalah faktor utama yang menentukan suatu tindakan disebut karma yang berbuah
E. Tumimbal lahir seseorang hanya ditentukan oleh karma fisik
Jawaban: D
Sang Buddha menyatakan, 'Cetana (kehendak/niat) para bhikkhu, yang kusebut sebagai karma'. Tanpa adanya kehendak atau niat (cetana) yang disadari, sebuah tindakan (fisik maupun ucapan) tidak menghasilkan buah karma yang mengikat.
Soal 14
Tiga Corak Umum atau Tilakkhana terdiri dari Anicca, Dukkha, dan Anatta. Pemahaman tentang 'Anatta' (tanpa inti yang kekal/tanpa roh kekal) sering disalahpahami. Penjelasan Anatta yang paling tepat dalam kerangka Buddhis adalah...
A. Manusia tidak memiliki bentuk fisik sama sekali
B. Entitas yang disebut 'diri' hanyalah gabungan lima agregat (Pancakhandha) yang terus berubah
C. Semua tindakan tidak memiliki konsekuensi moral karena tidak ada diri
D. Eksistensi manusia sepenuhnya bergantung pada dewa pencipta
E. Tidak ada kehidupan setelah kematian
Jawaban: B
Anatta berarti tanpa diri/inti yang kekal. Menurut ajaran Buddha, apa yang kita sebut 'aku' atau 'diri' sebenarnya hanyalah perpaduan sementara dari lima agregat (Pancakhandha: rupa, vedana, sanna, sankhara, vinnana) yang selalu berubah dan tidak ada inti batin/roh yang abadi di dalamnya.
Soal 15
Paticcasamuppada (Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan) terdiri dari 12 mata rantai (Nidana). Mata rantai pertama yang menjadi akar pokok dari kelahiran dan penderitaan dalam samsara adalah...
A. Tanha (Kehausan)
B. Upadana (Kelekatan)
C. Vinnana (Kesadaran)
D. Sankhara (Bentuk-bentuk karma)
E. Avijja (Ketidaktahuan/Kegelapan batin)
Jawaban: E
Paticcasamuppada dimulai dengan Avijja (ketidaktahuan/kegelapan batin) mengenai Empat Kebenaran Mulia. Avijja adalah akar utama yang memicu mata rantai berikutnya (Sankhara, Vinnana, dst) yang menyebabkan makhluk terus berputar dalam siklus kelahiran kembali (Samsara).
Soal 16
Sang Buddha pertama kali membabarkan Dhamma (Dhammacakkappavattana Sutta) di Taman Rusa Isipatana. Sasaran utama penyebaran Dhamma pada peristiwa tersebut adalah...
A. Brahmana Sahampati
B. Raja Bimbisara
C. Yasa dan kelompoknya
D. Lima Pertapa (Panca Vaggiya Bhikkhu)
E. Sujata yang mempersembahkan nasi susu
Jawaban: D
Khotbah pertama Sang Buddha yang berjudul Dhammacakkappavattana Sutta (Pemutaran Roda Dhamma) disampaikan kepada lima pertapa kawan lamanya (Panca Vaggiya Bhikkhu: Kondanna, Bhaddiya, Vappa, Mahanama, dan Assaji) di Taman Rusa Isipatana, Benares.
Soal 17
Kitab Suci agama Buddha adalah Tripitaka (Tiga Keranjang). Bagian dari Tripitaka yang berisi peraturan-peraturan dan tata tertib kehidupan kebiaraan (monastik) bagi para Bhikkhu dan Bhikkhuni adalah...
A. Sutta Pitaka
B. Dhammapada
C. Vinaya Pitaka
D. Abhidhamma Pitaka
E. Jataka
Jawaban: C
Tripitaka terdiri dari: Vinaya Pitaka (aturan monastik bagi Bhikkhu/Bhikkhuni), Sutta Pitaka (kumpulan khotbah Sang Buddha), dan Abhidhamma Pitaka (filsafat dan psikologi tingkat tinggi ajaran Buddha).
Soal 18
Agama Buddha sangat menghargai Hak Asasi Manusia dan kesetaraan gender. Bukti paling signifikan dalam sejarah bahwa Buddha menjunjung kesetaraan gender sejak ribuan tahun yang lalu adalah...
A. Melarang wanita untuk mendengarkan khotbah Dhamma
B. Menjadikan permaisuri Yasodhara sebagai pemimpin umat awam
C. Mendirikan Sangha Bhikkhuni dan memperbolehkan wanita menjalani kehidupan suci serta meraih tingkat kesucian (Arahat)
D. Menghapus sistem kasta bagi kaum pria saja
E. Menyatakan bahwa hanya wanita yang bisa mencapai Nibbana
Jawaban: C
Pada masa di mana peran wanita sangat ditekan dalam masyarakat India kuno, Sang Buddha merevolusi pandangan tersebut dengan mengizinkan pembentukan Sangha Bhikkhuni, memberikan kesempatan yang setara bagi wanita untuk berlatih spiritual dan mencapai pencerahan (Nibbana/Arahat).
Soal 19
Raja Asoka memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan agama Buddha. Kontribusi utamanya yang membuat agama Buddha menyebar ke berbagai negara di luar India adalah...
A. Membangun Vihara Borobudur di Nusantara
B. Menjadi patriark pertama tradisi Zen di Tiongkok
C. Menyusun secara mandiri kitab suci Tripitaka dalam bahasa Sanskerta
D. Memimpin konsili Buddhis pertama segera setelah Buddha Parinibbana
E. Mengirimkan misi penyebaran agama (Dhammaduta) ke berbagai wilayah Asia dan Eropa
Jawaban: E
Setelah Konsili Buddhis Ketiga, Raja Asoka mengirimkan misi penyebaran Dhamma (Dhammaduta) kesembilan arah (berbagai penjuru dunia), termasuk ke Sri Lanka, Suvarnabhumi (Asia Tenggara), hingga ke perbatasan Yunani, yang membuat agama Buddha menjadi agama dunia.
Soal 20
Seorang Penyuluh Agama Buddha sedang melakukan persiapan bimbingan untuk kelompok pemuda Wihara (Sekolah Minggu). Tahapan yang paling tepat dalam merumuskan materi bimbingan adalah...
A. Mengidentifikasi karakteristik peserta, kebutuhan mereka, lalu merumuskan tujuan penyuluhan sebelum menyusun materi
B. Menyalin materi bimbingan tahun lalu tanpa melakukan revisi sedikitpun
C. Mengunduh materi secara acak dari internet dan langsung dibacakan
D. Membahas kitab Abhidhamma tingkat tinggi agar terlihat berwawasan luas
E. Membuat aturan yang sangat ketat selama sesi bimbingan agar tidak ada yang bertanya
Jawaban: A
Langkah yang tepat dalam persiapan bimbingan dan penyuluhan adalah analisis kebutuhan sasaran (need assessment). Penyuluh harus mengetahui karakteristik kelompok sasaran (pemuda wihara), merumuskan tujuan, barulah menyusun materi yang relevan dan komunikatif sesuai tingkat pemahaman peserta.
Soal 21 Premium
Terjadi penolakan pendirian rumah ibadah umat Buddha di sebuah wilayah karena masyarakat setempat merasa khawatir akan timbul gangguan ketertiban. Sebagai penyuluh agama, peran mediasi dan pendampingan yang tepat sesuai dengan fungsi penyuluh adalah...
A. Menyerah dan meminta umat Buddha memindahkan rencana pembangunan wihara ke kota lain
B. Memprovokasi umat Buddha untuk melakukan unjuk rasa besar-besaran menentang keputusan masyarakat setempat
C. Melakukan dialog lintas agama bersama tokoh masyarakat, FKUB, dan pemerintah daerah untuk mencari solusi yang sejuk (win-win solution)
D. Melaporkan masyarakat setempat ke kepolisian atas tuduhan intoleransi tanpa upaya dialog
E. Menyuruh umat untuk beribadah secara diam-diam dan tertutup selamanya
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Sesuai dengan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, seorang penyuluh agama PNS yang terbukti menyebarkan ujaran kebencian terhadap agama lain di media sosial akan dikenakan sanksi tingkat berat. Salah satu jenis hukuman disiplin berat dalam PP tersebut adalah...
A. Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 6 bulan
B. Teguran tertulis
C. Penundaan kenaikan gaji berkala
D. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS
E. Pernyataan tidak puas secara tertulis
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Berdasarkan PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021, target Angka Kredit yang harus dicapai setiap tahun bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Agama Ahli Pertama untuk bisa naik pangkat secara normal adalah...
A. 25
B. 12,5
C. 10
D. 50
E. 5
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Dalam Wawasan Kebangsaan, Pancasila merupakan 'Philosophische Grondslag' atau dasar filsafat negara. Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam pandangan Buddhis sangat erat kaitannya dengan ajaran tentang...
A. Anatta (Tanpa Diri) yang meniadakan hak milik pribadi sama sekali
B. Kamma Niyama (Hukum Karma) yang menganggap kemiskinan adalah mutlak hukuman dari masa lalu
C. Sammadiแนญแนญhi (Pandangan Benar) yang mengarah pada pencapaian Nibbana secara individual
D. Viriya (Semangat) dalam mencapai kekayaan demi kepuasan nafsu pribadi
E. Metta-Karuna (Cinta Kasih dan Welas Asih) yang diwujudkan dalam kesejahteraan komunal (dana/kedermawanan)
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Seorang Penyuluh Agama Buddha menjumpai sebagian umat yang fanatik dan menganggap hanya tradisi wihara mereka yang paling suci dan benar, menyalahkan praktik ibadah aliran Buddhis lain. Langkah moderasi beragama yang tepat adalah memberikan penyuluhan tentang konsep...
A. Mengabaikan umat tersebut karena fanatisme akan hilang dengan sendirinya
B. Sinkretisme semua aliran Buddha agar menjadi satu tradisi baru
C. Mewajibkan semua umat mempraktikkan Theravada karena dianggap yang paling murni
D. Melarang keras aliran yang berbeda mengadakan kegiatan di wilayah tersebut
E. Majjhima Patipada (Jalan Tengah) dan sikap inklusif bahwa setiap tradisi memiliki akar ajaran dari Buddha yang sama dan disesuaikan dengan budaya (upaya kausalya)
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam teori komunikasi publik, dikenal istilah 'Noise' (hambatan/gangguan). Jika audiens tidak mengerti pesan penyuluh karena penyuluh terlalu banyak menggunakan istilah teknis bahasa Pali tanpa terjemahan, hambatan tersebut dikategorikan sebagai...
A. Hambatan fisik
B. Hambatan mekanis
C. Hambatan semantik
D. Hambatan psikologis
E. Hambatan budaya
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z, penyuluh agama disarankan menggunakan konten digital kreatif. Penggunaan infografis yang menarik di Instagram untuk menjelaskan tentang 'Hukum Karma' berfungsi utama untuk...
A. Menggantikan posisi penyuluh sehingga tidak perlu lagi turun ke lapangan
B. Memvisualisasikan konsep abstrak menjadi informasi yang ringkas, mudah dipahami, dan estetik
C. Meningkatkan durasi ibadah di vihara secara signifikan
D. Mendapatkan penghasilan tambahan (monetisasi) untuk wihara
E. Melindungi data umat dari pencurian siber
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Setelah Siddharta Gautama mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Buddha, beliau merenungkan apakah akan mengajarkan Dhamma atau tidak, karena Dhamma sangat dalam dan sulit dipahami manusia yang dipenuhi debu nafsu. Permohonan untuk membabarkan Dhamma akhirnya diajukan oleh...
A. Dewa Sakka
B. Raja Bimbisara
C. Brahma Sahampati
D. Mara si Penggoda
E. Pertapa Alara Kalama
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Panca Dhamma adalah lima sifat mulia yang menjadi penyeimbang atau pasangan dari Pancasila Buddhis. Jika seseorang melanggar sila pertama (membunuh/menyakiti), hal itu menandakan ia gagal mengembangkan kualitas Panca Dhamma yaitu...
A. Metta Karuna (Cinta Kasih dan Welas Asih)
B. Sacca (Kebenaran/Kejujuran)
C. Samma Ajiva (Mata Pencaharian Benar)
D. Kamesu Samvara (Pengekangan Nafsu Indria)
E. Sati Sampajanna (Kesadaran dan Kewaspadaan)
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Brahmavihara yang berarti 'keseimbangan batin' atau tidak memihak, tidak terguncang oleh untung dan rugi, pujian maupun celaan, dikenal dengan istilah...
A. Metta
B. Mudita
C. Karuna
D. Upekkha
E. Khanti
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Sila bagi seorang upasaka/upasika pada hari-hari biasa adalah Pancasila, sedangkan pada hari Uposatha dianjurkan untuk melatih diri dengan melaksanakan Atthasila (Delapan Sila). Tambahan aturan dalam Atthasila dibandingkan Pancasila, antara lain adalah...
A. Tidak menerima uang dan emas
B. Tidak boleh tidur sama sekali selama satu malam penuh
C. Tidak makan setelah lewat tengah hari (vikala bhojana)
D. Meninggalkan keluarga untuk selamanya
E. Harus mencukur rambut dan memakai jubah bhikkhu
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Perayaan Waisak (Vesakha Puja) memperingati Trisuci Waisak. Tiga peristiwa penting yang diperingati pada saat Waisak terjadi pada waktu yang sama, yaitu pada bulan...
A. Purnama di bulan Kathina
B. Purnama di bulan Phagguna
C. Purnama di bulan Vesakha
D. Purnama di bulan Magha
E. Purnama di bulan Asadha
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Kebenaran Mulia Keempat adalah Jalan Menuju Lenyapnya Penderitaan (Dukkha Nirodha Gamini Patipada Magga), yang merupakan Jalan Mulia Berunsur Delapan. Jika seseorang melatih meditasi pandangan terang (Vipassana Bhavana), ia sedang mempraktikkan unsur utama...
A. Samma Ajiva
B. Samma Vaca
C. Samma Kammanta
D. Samma Sankappa
E. Samma Sati dan Samma Samadhi
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Menurut Abhidhamma, jenis karma yang memiliki kekuatan paling besar (berat) yang akan langsung berbuah pada kehidupan selanjutnya tanpa bisa dicegah (Anantariya Kamma) meliputi hal-hal berikut, KECUALI...
A. Membunuh seorang Arahat
B. Melukai Buddha dan memecah belah Sangha
C. Membunuh ayah kandung
D. Menjadi penjual senjata dan racun
E. Membunuh ibu kandung
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Segala sesuatu yang terbentuk dari paduan unsur-unsur (sankhata dhamma) tunduk pada hukum Anicca. Pemahaman mendalam mengenai Anicca dalam kehidupan sehari-hari akan memunculkan sikap...
A. Melarikan diri dari tanggung jawab sosial masyarakat
B. Pesimisme dan depresi terhadap hidup
C. Berdoa secara berlebihan agar dewa mencegah perubahan
D. Sikap hidup foya-foya karena mumpung masih hidup
E. Tidak melekat erat (upadana) pada kebahagiaan duniawi maupun penderitaan, melainkan menerimanya secara bijak
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Dalam rantai Paticcasamuppada, 'Salayatana' bermakna Enam Landasan Indera. Enam Landasan Indera ini muncul karena adanya...
A. Upadana (Kelekatan)
B. Jati (Kelahiran)
C. Tanha (Kehausan)
D. Namarupa (Batin dan Jasmani)
E. Phassa (Kontak)
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Sang Buddha sering menyesuaikan metode pengajarannya sesuai dengan watak, tingkat pemahaman, dan kebiasaan pendengarnya. Kemampuan Sang Buddha yang luar biasa dalam menggunakan berbagai cara yang tepat untuk menuntun makhluk ini dikenal dengan istilah...
A. Upaya Kausalya (Kemahiran dalam metode/cara)
B. Panca Bala
C. Metta Bhavana
D. Iddhipada
E. Dasa Sila
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Aturan-aturan pelanggaran bagi para Bhikkhu dalam Vinaya Pitaka dibedakan menjadi beberapa tingkat keparahan. Pelanggaran berat yang mengakibatkan seorang Bhikkhu dikeluarkan dari Sangha dan tidak bisa menjadi Bhikkhu lagi pada kehidupannya saat ini disebut pelanggaran...
A. Pacittiya
B. Sanghadisesa
C. Dukkata
D. Sekhiya
E. Parajika
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Kisah Mahapajapati Gotami memohon agar wanita diperbolehkan ditahbiskan menjadi Bhikkhuni merupakan tonggak sejarah kesetaraan gender dalam ajaran Buddha. Persyaratan khusus yang diberikan Buddha sebelum menerima wanita dalam Sangha dikenal dengan nama...
A. Sekhiya
B. Patimokkha
C. Garudhamma
D. Navakavada
E. Dasa Sila
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Konsili Buddhis Pertama (Sangha Samayama) diadakan tiga bulan setelah Sang Buddha Parinibbana di Gua Sattapanni, Rajagaha. Tokoh utama yang bertugas mengulang Vinaya pada konsili tersebut adalah...
A. Y.A. Ananda
B. Y.A. Moggallana
C. Y.A. Upali
D. Y.A. Sariputta
E. Y.A. Maha Kassapa
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Dalam menyusun materi penyuluhan Agama Buddha, penyuluh harus merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang dapat diukur. Kalimat TIK yang paling tepat secara operasional adalah...
A. Agar umat paham betapa pentingnya hidup sesuai Dhamma
B. Setelah mengikuti penyuluhan, umat mampu menyebutkan Empat Kebenaran Mulia dengan benar
C. Umat akan menjadi orang yang lebih baik dan bermoral di masyarakat
D. Umat meresapi ajaran Dhamma secara mendalam dalam batin
E. Umat dapat mengetahui tentang riwayat Sang Buddha
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Di sebuah daerah, terjadi penolakan sebagian kelompok masyarakat terhadap acara tradisi perayaan Ceng Beng yang merupakan tradisi leluhur masyarakat Tionghoa beragama Buddha. Argumen mereka adalah karena acara tersebut dianggap musyrik dan mengganggu ketertiban umum. Pendekatan mediasi yang HARUS dihindari oleh Penyuluh Agama Buddha adalah...
A. Melibatkan FKUB dalam dialog untuk meredakan kesalahpahaman sosiologis
B. Mencari titik temu dengan mengatur manajemen massa dan lalu lintas acara agar tidak mengganggu ketertiban
C. Mengedukasi aparat desa tentang makna kultural dan nilai penghormatan dalam tradisi Ceng Beng
D. Membangun komunikasi persuasif dengan tokoh agama setempat
E. Menekan umat Buddha untuk menghapus seluruh ritual pembakaran dupa secara paksa demi menyenangkan kelompok mayoritas
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Sesuai PP No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penilaian kinerja bagi Penyuluh Agama berstatus PPPK bertujuan utama untuk...
A. Membatasi ruang gerak penyuluh dalam menyampaikan dakwah
B. Hanya sekadar memenuhi kelengkapan administrasi BKN
C. Menjadi dasar penurunan golongan secara otomatis setiap 2 tahun
D. Memaksa PPPK untuk pindah instansi tanpa persetujuan
E. Menjamin objektivitas pembinaan yang didasarkan pada sistem prestasi kerja
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Jika seorang Penyuluh Agama Ahli Pertama tidak berhasil mencapai target Angka Kredit yang dipersyaratkan secara akumulatif dalam kurun waktu yang ditentukan tanpa alasan yang sah, berdasarkan aturan kepegawaian JF penyuluh, yang terjadi adalah...
A. Diberhentikan dari Jabatan Fungsional
B. Dipindahkan secara mutlak ke instansi agama lain
C. Dinaikkan pangkatnya secara otomatis setelah masa uji coba 5 tahun
D. Diberikan cuti di luar tanggungan negara
E. Diberikan tunjangan kinerja ganda sebagai bentuk motivasi
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Dalam membedah Sila Ke-1 Pancasila Negara, 'Ketuhanan Yang Maha Esa', agama Buddha di Indonesia memiliki rumusan Ketuhanan yang tercantum dalam Kitab Udana (Khuddaka Nikaya) yaitu...
A. Alam semesta sebagai satu-satunya wujud ketuhanan
B. Siddharta Gautama sebagai wujud personal Tuhan yang mengabulkan doa
C. Ketuhanan Yang Maha Esa direpresentasikan sebagai 'Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Menjelma, Tidak Tercipta, Mutlak' (Asankhata Dhamma / Nibbana)
D. Brahma pencipta dunia dan seisinya
E. Atman yang abadi dalam setiap manusia
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Umat Buddha di desa A dan desa B berseteru karena perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti peringatan Kathina, sehingga menyebabkan perpecahan sosial. Tindakan penyuluh agama sebagai wujud moderasi beragama adalah...
A. Memberi pemahaman bahwa bulan Kathina berlangsung selama sebulan penuh setelah masa Vassa, sehingga perbedaan tanggal adalah hal wajar
B. Memaksa desa B mengikuti jadwal desa A atas dasar SK Penyuluh
C. Melaporkan kejadian perselisihan tersebut ke pihak kepolisian
D. Membatalkan acara Kathina di kedua desa agar adil
E. Memihak pada desa A karena jumlah umatnya lebih banyak
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Penyuluhan sering kali dilakukan melalui media radio. Kekurangan utama komunikasi publik melalui media radio (audio broadcast) dibandingkan dengan media audiovisual atau tatap muka langsung adalah...
A. Tidak bisa diakses di pedesaan sama sekali
B. Jangkauan audiens terlalu kecil dan terbatas
C. Biaya yang sangat mahal
D. Kurangnya umpan balik seketika (feedback langsung) dan tidak adanya bahasa tubuh (non-verbal) dari penyuluh maupun pendengar
E. Dilarang memutar lantunan paritta oleh stasiun radio
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Pertapa Gautama bermeditasi menyiksa diri selama enam tahun bersama lima pertapa. Akhirnya ia menyadari bahwa penyiksaan diri yang ekstrem bukanlah jalan mencapai pencerahan, karena hal tersebut melemahkan tubuh dan jasmani. Ia kemudian menerima persembahan makanan berupa...
A. Air dari sungai Gangga
B. Nasi susu persembahan Sujata
C. Madu dari seekor kera
D. Buah apel dari Yasodhara
E. Daging rusa hutan persembahan pemburu
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Sila kelima Pancasila Buddhis menganjurkan umat menghindari segala bentuk minuman keras dan zat adiktif yang dapat melemahkan kesadaran (Suramerayamajja Pamadatthana). Konsep Panca Dhamma yang merupakan penyeimbang dari Sila kelima ini adalah...
A. Kanti-Soracca
B. Sati-Sampajanna
C. Samma-Sankappa
D. Metta-Karuna
E. Hiri-Ottappa
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Bagian dari Tripitaka yang secara terperinci membahas pembagian batin (citta), faktor mental (cetasika), materi (rupa), dan Nibbana secara filosofis, analitis, dan psikologis tingkat tinggi adalah...
A. Khandhaka
B. Digha Nikaya
C. Samyutta Nikaya
D. Abhidhamma Pitaka
E. Vinaya Pitaka
๐Ÿ”’ Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha

SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Buddha tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.