Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengetahuan tentang patologi Cerebral Palsy
Pengetahuan tentang patologi Stroke
Pengetahuan tentang patologi Polio, CTEV dan congenital disease lainnya
Pengetahuan tentang patologi Diabetes
Patologi pada spinal ortotik
Pengetahuan terkait amputasi pada ekstremitas bawah
Pengetahuan terkait amputasi pada ekstremitas atas
Pengetahuan dasar terkait material dan bahan pembuatan prostesis ortosis
Pengetahuan dasar komponen ortosis
Pengetahuan dasar komponen prostesis
Pengetahuan anatomi tulang ekstremitas atas
Pengetahuan anatomi tulang ekstremitas bawah
Pengetahuan anatomi tulang area spinal/tulang belakang
Pengetahuan anatomi otot ekstremitas atas
Pengetahuan anatomi otot ekstremitas bawah
Pengetahuan anatomi persendian pada tubuh manusia
Pengetahuan mengenai peralatan, mesin, dan prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Pengetahuan konsep dasar Biomekanik
Asesmen (subjektif dan objektif) FO
Penentuan Preskripsi FO
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) FO
Proses rektifikasi FO
Proses fabrikasi FO
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) FO
Asesmen (subjektif dan objektif) AFO
Penentuan Preskripsi AFO
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) AFO
Proses rektifikasi AFO
Proses fabrikasi AFO
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) AFO
Asesmen (subjektif dan objektif) KO/HO/KAFO/HKAFO
Penentuan Preskripsi KO/HO/KAFO/HKAFO
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) KO/HO/KAFO/HKAFO
Proses rektifikasi KO/HO/KAFO/HKAFO
Proses fabrikasi KO/HO/KAFO/HKAFO
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) KO/HO/KAFO/HKAFO
Asesmen (subjektif dan objektif) ULO
Penentuan Preskripsi ULO
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ULO
Proses rektifikasi ULO
Proses fabrikasi ULO
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ULO
Asesmen (subjektif dan objektif) SO
Penentuan Preskripsi SO
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) SO
Proses fabrikasi SO
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) SO
Asesmen (subjektif dan objektif) HDP
Penentuan Preskripsi HDP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) HDP
Asesmen (subjektif dan objektif) ADP
Penentuan Preskripsi ADP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ADP
Proses rektifikasi ADP
Proses fabrikasi ADP
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ADP
Asesmen (subjektif dan objektif) TTP
Penentuan Preskripsi TTP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) TTP
Proses rektifikasi TTP
Proses fabrikasi TTP
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) TTP
Asesmen (subjektif dan objektif) KDP
Penentuan Preskripsi KDP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) KDP
Proses rektifikasi KDP
Proses fabrikasi KDP
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) KDP
Asesmen (subjektif dan objektif) TFP
Penentuan Preskripsi TFP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) TFP
Proses rektifikasi TFP
Proses fabrikasi TFP
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) TFP
Asesmen (subjektif dan objektif) ULP
Penentuan Preskripsi ULP
Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ULP
Proses rektifikasi ULP
Proses fabrikasi ULP
Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ULP
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Ortotis Prostetis Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil.
Soal 1
Seorang pasien anak dengan diagnosis Cerebral Palsy (CP) tipe spastik diplegia menunjukkan pola jalan 'scissoring gait'. Prinsip biomekanik utama pada pemberian ortosis untuk mengoreksi adduksi berlebih pada panggul adalah...
A. Sistem tekanan 2 titik
B. Penggunaan ground reaction force
C. Sistem tekanan 3 titik
D. Pemberian beban pada area medial
E. Fiksasi sendi pergelangan kaki
Jawaban: C
Prinsip dasar ortosis untuk mengoreksi deformitas atau mengontrol gerakan adalah sistem tekanan 3 titik (3-point pressure system), di mana satu gaya utama berlawanan dengan dua gaya penyeimbang untuk menstabilkan segmen tubuh.
Soal 2
Kondisi patologis pada pasien stroke yang menyebabkan kaki jatuh saat fase ayun (swing phase) karena kelemahan otot dorsifleksor disebut...
A. Trendelenburg gait
B. Genu valgum
C. Equinovarus
D. Calcaneus gait
E. Foot drop
Jawaban: E
Foot drop adalah ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki (dorsifleksi) yang sering terjadi pada pasien stroke akibat kelumpuhan saraf atau kelemahan otot tibialis anterior.
Soal 3
Pada patologi Congenital Talipes Equino Varus (CTEV), komponen deformitas yang paling pertama harus dikoreksi menurut metode Ponseti adalah...
A. Varus
B. Adduksi
C. Kavus
D. Supinasi
E. Equinus
Jawaban: C
Metode Ponseti mengikuti urutan koreksi C-A-V-E. Kavus dikoreksi terlebih dahulu dengan memposisikan forefoot terhadap hindfoot untuk menyeimbangkan lengkungan kaki.
Soal 4
Pasien dengan Diabetes Mellitus sering mengalami neuropati perifer yang berisiko menimbulkan ulkus. Area pada kaki yang paling sering menerima tekanan puncak (peak pressure) dan berisiko ulkus adalah...
A. Kaput metatarsal
B. Area kalkaneus (tumit)
C. Sisi lateral kaki
D. Malleolus medialis
E. Dorsum pedis
Jawaban: A
Akibat hilangnya sensasi dan perubahan struktur kaki pada pasien diabetes, area kaput metatarsal sering mengalami tekanan mekanik yang tinggi saat berjalan, menjadikannya lokasi paling umum untuk ulkus neuropatik.
Soal 5
Landasan anatomi yang digunakan sebagai referensi pengukuran panjang tungkai bawah pada asesmen objektif ortosis adalah...
A. Trochanter mayor ke lantai
B. SIAS (Spina Iliaca Anterior Superior) ke malleolus medialis
C. Umbilikus ke malleolus lateralis
D. Patella ke tumit
E. Symphysis pubis ke malleolus medialis
Jawaban: B
Pengukuran panjang tungkai sebenarnya (true leg length) diukur dari SIAS ke malleolus medialis untuk mengidentifikasi adanya diskrepansi panjang tungkai.
Soal 6
Tulang yang membentuk persendian bahu (glenohumeral joint) adalah...
A. Sternum dan Humerus
B. Clavicula dan Radius
C. Scapula dan Humerus
D. Scapula dan Ulna
E. Acromion dan Clavicula
Jawaban: C
Sendi glenohumeral dibentuk oleh kepala humerus yang bersendi dengan kavitas glenoidalis pada tulang scapula.
Soal 7
Berapakah jumlah ruas tulang belakang pada area lumbal manusia normal?
A. 5 ruas
B. 12 ruas
C. 1 ruas
D. 4 ruas
E. 7 ruas
Jawaban: A
Tulang belakang terdiri dari 7 servikal, 12 torakal, 5 lumbal, 5 sakral (menyatu), dan 4 koksigeus (menyatu).
Soal 8
Otot utama yang berfungsi sebagai ekstensor sendi lutut (knee joint) adalah...
A. Gastrocnemius
B. Tibialis anterior
C. Semitendinosus
D. Quadriceps femoris
E. Biceps femoris
Jawaban: D
Kelompok otot quadriceps femoris (rectus femoris, vastus lateralis, vastus medialis, dan vastus intermedius) berfungsi utama untuk mengekstensikan lutut.
Soal 9
Jenis material termoplastik yang sering digunakan untuk pembuatan socket prostesis atau body jacket karena sifatnya yang kaku dan tahan lama adalah...
A. Silikon
B. Ethylene Vinyl Acetate (EVA)
C. Polyethylene (PE)
D. Plaster of Paris
E. Polypropylene (PP)
Jawaban: E
Polypropylene adalah polimer termoplastik yang kaku, memiliki kekuatan mekanik tinggi, dan tahan terhadap kelelahan (fatigue resistance), sehingga ideal untuk komponen struktural ortosis/prostesis.
Soal 10
Alat pelindung diri (APD) minimal yang wajib digunakan saat melakukan proses pengamplasan (grinding) komponen prostesis untuk melindungi pernapasan adalah...
A. Penutup telinga (earmuff)
B. Masker debu/Respirator
C. Sarung tangan lateks
D. Kacamata pelindung (goggles)
E. Apron
Jawaban: B
Sesuai prinsip K3, masker debu atau respirator sangat penting untuk mencegah masuknya partikel halus material (seperti fiber atau plastik) ke dalam saluran pernapasan saat proses grinding.
Soal 11
Amputasi yang dilakukan tepat pada sendi pergelangan kaki disebut...
A. Lisfranc amputation
B. Syme's amputation
C. Chopart amputation
D. Trans-tibial amputation
E. Knee disarticulation
Jawaban: B
Syme's amputation adalah prosedur disartikulasi pergelangan kaki yang melibatkan pengangkatan malleolus untuk menciptakan stump yang kuat untuk menumpu beban (end-bearing).
Soal 12
Dalam terminologi biomekanik, gaya yang diberikan oleh lantai terhadap kaki saat menumpu berat badan disebut...
A. Center of Mass
B. Ground Reaction Force (GRF)
C. Line of Gravity
D. Friction force
E. Moment arm
Jawaban: B
Ground Reaction Force (GRF) adalah gaya reaksi yang diberikan bumi/lantai terhadap tubuh yang bersentuhan dengannya, sesuai Hukum Newton ke-3.
Soal 13
Tujuan utama dari proses rektifikasi pada model gips positif AFO adalah...
A. Mendistribusikan tekanan dan memberikan ruang pada area tulang yang menonjol
B. Mengurangi waktu fabrikasi
C. Mempercantik bentuk alat
D. Memperbaiki warna gips
E. Menambah berat alat
Jawaban: A
Rektifikasi dilakukan dengan mengurangi (carving) gips pada area yang mampu menerima tekanan dan menambah (padding/plastering) pada area tulang yang menonjol (bony prominence) untuk mencegah luka tekan.
Soal 14
Pengepasan alat bantu saat pasien berdiri diam tanpa berjalan untuk memeriksa kenyamanan dan tinggi alat disebut...
A. Final inspection
B. Bench alignment
C. Static fitting
D. Dynamic fitting
E. Initial fitting
Jawaban: C
Static fitting adalah tahap pengepasan di mana pasien berdiri untuk mengevaluasi alignment, stabilitas, tinggi alat, dan kenyamanan socket sebelum dilakukan uji jalan.
Soal 15
Komponen utama pada prostesis bawah lutut yang berfungsi menghubungkan socket dengan kaki buatan (foot) adalah...
A. Pylon
B. Adapter
C. Liner
D. Valve
E. Suspension sleeve
Jawaban: A
Pylon atau shank adalah komponen berbentuk pipa (endoskeletal) yang menghubungkan socket ke foot dan berfungsi sebagai penyangga berat badan.
Soal 16
Kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah lateral (samping) disebut...
A. Lordosis
B. Hernia Nucleus Pulposus
C. Spondylolisthesis
D. Scoliosis
E. Kyphosis
Jawaban: D
Scoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang ke arah samping/lateral yang biasanya diukur dengan sudut Cobb.
Soal 17
Landasan anatomi yang penting untuk relief pada proses rektifikasi AFO agar tidak menekan saraf peroneal adalah...
A. Sustentaculum tali
B. Tuberositas tibia
C. Navicular
D. Malleolus medialis
E. Kaput fibula
Jawaban: E
Saraf peroneal komunis melintas di dekat leher fibula (di bawah kaput fibula). Tekanan berlebih di area ini dapat menyebabkan kelumpuhan saraf, sehingga perlu diberikan relief saat rektifikasi.
Soal 18
Material busa yang bersifat lembut dan sering digunakan sebagai pelapis dalam (soft insert) pada ortosis adalah...
A. Fiberglass
B. Resin
C. Polypropylene
D. Akrilik
E. Plastazote/PE Foam
Jawaban: E
Plastazote atau busa polyethylene (PE) memiliki sifat hypoallergenic dan lembut, sehingga sangat baik digunakan sebagai bantalan (padding) untuk area sensitif atau pasien diabetes.
Soal 19
Pada pemeriksaan subjektif asesmen FO (Foot Orthosis), informasi apa yang paling krusial untuk ditanyakan kepada pasien?
A. Hobi bepergian
B. Lokasi dan karakteristik nyeri pada kaki
C. Warna kaos kaki yang sering digunakan
D. Riwayat pendidikan terakhir
E. Merek sepatu yang disukai
Jawaban: B
Informasi mengenai keluhan utama, terutama lokasi nyeri dan kapan nyeri tersebut muncul, sangat menentukan desain dan preskripsi foot orthosis yang akan dibuat.
Soal 20
Mesin yang digunakan untuk menghaluskan permukaan plastik atau busa pada tahap fabrikasi ortosis disebut...
A. Drill press
B. Vacuum forming machine
C. Mesin jahit
D. Oven termoplastik
E. Grinding machine/Router
Jawaban: E
Mesin grinding atau router digunakan untuk memotong kelebihan material dan menghaluskan tepi serta permukaan alat agar nyaman dipakai pasien.
Soal 21 Premium
Seorang pasien pasca stroke mengalami spastisitas berat pada otot plantarfleksor sehingga posisi kaki menetap dalam posisi equinus. Preskripsi AFO yang paling tepat untuk mengontrol kondisi ini adalah...
Pada amputasi Trans-tibial (bawah lutut), area yang termasuk 'pressure tolerant' (mampu menerima tekanan) di mana socket harus memberikan kontak erat adalah...
Seorang pasien dengan amputasi Trans-femoral (di atas lutut) menunjukkan pola jalan 'Lateral Trunk Lean' ke sisi prostesis saat fase stance. Apa kemungkinan penyebab dari sisi alignment prostesis?
Pada amputasi ekstremitas atas level Trans-radial, gerakan tubuh apa yang biasanya digunakan untuk menarik kabel penggerak pada prostesis tipe 'body-powered'?
Pada proses rektifikasi model gips positif KAFO, penambahan gips dilakukan pada area tulang yang menonjol. Manakah area berikut yang sensitif terhadap tekanan di area lutut?
Seorang pasien dengan kelumpuhan otot-otot ekstremitas atas memerlukan ortosis untuk menyangga pergelangan tangan dan jari agar tidak terjadi kontraktur. Nama ortosis tersebut adalah...
Penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sel saraf motorik di medula spinalis sehingga menyebabkan kelumpuhan tipe LMN (Lower Motor Neuron) adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.