SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Pengetahuan tentang patologi Cerebral Palsy
  • Pengetahuan tentang patologi Stroke
  • Pengetahuan tentang patologi Polio, CTEV dan congenital disease lainnya
  • Pengetahuan tentang patologi Diabetes
  • Patologi pada spinal ortotik
  • Pengetahuan terkait amputasi pada ekstremitas bawah
  • Pengetahuan terkait amputasi pada ekstremitas atas
  • Pengetahuan dasar terkait material dan bahan pembuatan prostesis ortosis
  • Pengetahuan dasar komponen ortosis
  • Pengetahuan dasar komponen prostesis
  • Pengetahuan anatomi tulang ekstremitas atas
  • Pengetahuan anatomi tulang ekstremitas bawah
  • Pengetahuan anatomi tulang area spinal/tulang belakang
  • Pengetahuan anatomi otot ekstremitas atas
  • Pengetahuan anatomi otot ekstremitas bawah
  • Pengetahuan anatomi persendian pada tubuh manusia
  • Pengetahuan mengenai peralatan, mesin, dan prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
  • Pengetahuan konsep dasar Biomekanik
  • Asesmen (subjektif dan objektif) FO
  • Penentuan Preskripsi FO
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) FO
  • Proses rektifikasi FO
  • Proses fabrikasi FO
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) FO
  • Asesmen (subjektif dan objektif) AFO
  • Penentuan Preskripsi AFO
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) AFO
  • Proses rektifikasi AFO
  • Proses fabrikasi AFO
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) AFO
  • Asesmen (subjektif dan objektif) KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Penentuan Preskripsi KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Proses rektifikasi KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Proses fabrikasi KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) KO/HO/KAFO/HKAFO
  • Asesmen (subjektif dan objektif) ULO
  • Penentuan Preskripsi ULO
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ULO
  • Proses rektifikasi ULO
  • Proses fabrikasi ULO
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ULO
  • Asesmen (subjektif dan objektif) SO
  • Penentuan Preskripsi SO
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) SO
  • Proses fabrikasi SO
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) SO
  • Asesmen (subjektif dan objektif) HDP
  • Penentuan Preskripsi HDP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) HDP
  • Asesmen (subjektif dan objektif) ADP
  • Penentuan Preskripsi ADP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ADP
  • Proses rektifikasi ADP
  • Proses fabrikasi ADP
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ADP
  • Asesmen (subjektif dan objektif) TTP
  • Penentuan Preskripsi TTP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) TTP
  • Proses rektifikasi TTP
  • Proses fabrikasi TTP
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) TTP
  • Asesmen (subjektif dan objektif) KDP
  • Penentuan Preskripsi KDP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) KDP
  • Proses rektifikasi KDP
  • Proses fabrikasi KDP
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) KDP
  • Asesmen (subjektif dan objektif) TFP
  • Penentuan Preskripsi TFP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) TFP
  • Proses rektifikasi TFP
  • Proses fabrikasi TFP
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) TFP
  • Asesmen (subjektif dan objektif) ULP
  • Penentuan Preskripsi ULP
  • Pengukuran dan pencetakan (measurement & casting) ULP
  • Proses rektifikasi ULP
  • Proses fabrikasi ULP
  • Fitting (pengepasan alat bantu, static fitting, dynamic fitting) ULP

Simulasi Tryout SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Ortotis Prostetis Terampil. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil.

Soal 1
Seorang pasien anak dengan diagnosis Cerebral Palsy (CP) tipe spastik diplegia menunjukkan pola jalan 'scissoring gait'. Prinsip biomekanik utama pada pemberian ortosis untuk mengoreksi adduksi berlebih pada panggul adalah...
A. Sistem tekanan 2 titik
B. Penggunaan ground reaction force
C. Sistem tekanan 3 titik
D. Pemberian beban pada area medial
E. Fiksasi sendi pergelangan kaki
Jawaban: C
Prinsip dasar ortosis untuk mengoreksi deformitas atau mengontrol gerakan adalah sistem tekanan 3 titik (3-point pressure system), di mana satu gaya utama berlawanan dengan dua gaya penyeimbang untuk menstabilkan segmen tubuh.
Soal 2
Kondisi patologis pada pasien stroke yang menyebabkan kaki jatuh saat fase ayun (swing phase) karena kelemahan otot dorsifleksor disebut...
A. Trendelenburg gait
B. Genu valgum
C. Equinovarus
D. Calcaneus gait
E. Foot drop
Jawaban: E
Foot drop adalah ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki (dorsifleksi) yang sering terjadi pada pasien stroke akibat kelumpuhan saraf atau kelemahan otot tibialis anterior.
Soal 3
Pada patologi Congenital Talipes Equino Varus (CTEV), komponen deformitas yang paling pertama harus dikoreksi menurut metode Ponseti adalah...
A. Varus
B. Adduksi
C. Kavus
D. Supinasi
E. Equinus
Jawaban: C
Metode Ponseti mengikuti urutan koreksi C-A-V-E. Kavus dikoreksi terlebih dahulu dengan memposisikan forefoot terhadap hindfoot untuk menyeimbangkan lengkungan kaki.
Soal 4
Pasien dengan Diabetes Mellitus sering mengalami neuropati perifer yang berisiko menimbulkan ulkus. Area pada kaki yang paling sering menerima tekanan puncak (peak pressure) dan berisiko ulkus adalah...
A. Kaput metatarsal
B. Area kalkaneus (tumit)
C. Sisi lateral kaki
D. Malleolus medialis
E. Dorsum pedis
Jawaban: A
Akibat hilangnya sensasi dan perubahan struktur kaki pada pasien diabetes, area kaput metatarsal sering mengalami tekanan mekanik yang tinggi saat berjalan, menjadikannya lokasi paling umum untuk ulkus neuropatik.
Soal 5
Landasan anatomi yang digunakan sebagai referensi pengukuran panjang tungkai bawah pada asesmen objektif ortosis adalah...
A. Trochanter mayor ke lantai
B. SIAS (Spina Iliaca Anterior Superior) ke malleolus medialis
C. Umbilikus ke malleolus lateralis
D. Patella ke tumit
E. Symphysis pubis ke malleolus medialis
Jawaban: B
Pengukuran panjang tungkai sebenarnya (true leg length) diukur dari SIAS ke malleolus medialis untuk mengidentifikasi adanya diskrepansi panjang tungkai.
Soal 6
Tulang yang membentuk persendian bahu (glenohumeral joint) adalah...
A. Sternum dan Humerus
B. Clavicula dan Radius
C. Scapula dan Humerus
D. Scapula dan Ulna
E. Acromion dan Clavicula
Jawaban: C
Sendi glenohumeral dibentuk oleh kepala humerus yang bersendi dengan kavitas glenoidalis pada tulang scapula.
Soal 7
Berapakah jumlah ruas tulang belakang pada area lumbal manusia normal?
A. 5 ruas
B. 12 ruas
C. 1 ruas
D. 4 ruas
E. 7 ruas
Jawaban: A
Tulang belakang terdiri dari 7 servikal, 12 torakal, 5 lumbal, 5 sakral (menyatu), dan 4 koksigeus (menyatu).
Soal 8
Otot utama yang berfungsi sebagai ekstensor sendi lutut (knee joint) adalah...
A. Gastrocnemius
B. Tibialis anterior
C. Semitendinosus
D. Quadriceps femoris
E. Biceps femoris
Jawaban: D
Kelompok otot quadriceps femoris (rectus femoris, vastus lateralis, vastus medialis, dan vastus intermedius) berfungsi utama untuk mengekstensikan lutut.
Soal 9
Jenis material termoplastik yang sering digunakan untuk pembuatan socket prostesis atau body jacket karena sifatnya yang kaku dan tahan lama adalah...
A. Silikon
B. Ethylene Vinyl Acetate (EVA)
C. Polyethylene (PE)
D. Plaster of Paris
E. Polypropylene (PP)
Jawaban: E
Polypropylene adalah polimer termoplastik yang kaku, memiliki kekuatan mekanik tinggi, dan tahan terhadap kelelahan (fatigue resistance), sehingga ideal untuk komponen struktural ortosis/prostesis.
Soal 10
Alat pelindung diri (APD) minimal yang wajib digunakan saat melakukan proses pengamplasan (grinding) komponen prostesis untuk melindungi pernapasan adalah...
A. Penutup telinga (earmuff)
B. Masker debu/Respirator
C. Sarung tangan lateks
D. Kacamata pelindung (goggles)
E. Apron
Jawaban: B
Sesuai prinsip K3, masker debu atau respirator sangat penting untuk mencegah masuknya partikel halus material (seperti fiber atau plastik) ke dalam saluran pernapasan saat proses grinding.
Soal 11
Amputasi yang dilakukan tepat pada sendi pergelangan kaki disebut...
A. Lisfranc amputation
B. Syme's amputation
C. Chopart amputation
D. Trans-tibial amputation
E. Knee disarticulation
Jawaban: B
Syme's amputation adalah prosedur disartikulasi pergelangan kaki yang melibatkan pengangkatan malleolus untuk menciptakan stump yang kuat untuk menumpu beban (end-bearing).
Soal 12
Dalam terminologi biomekanik, gaya yang diberikan oleh lantai terhadap kaki saat menumpu berat badan disebut...
A. Center of Mass
B. Ground Reaction Force (GRF)
C. Line of Gravity
D. Friction force
E. Moment arm
Jawaban: B
Ground Reaction Force (GRF) adalah gaya reaksi yang diberikan bumi/lantai terhadap tubuh yang bersentuhan dengannya, sesuai Hukum Newton ke-3.
Soal 13
Tujuan utama dari proses rektifikasi pada model gips positif AFO adalah...
A. Mendistribusikan tekanan dan memberikan ruang pada area tulang yang menonjol
B. Mengurangi waktu fabrikasi
C. Mempercantik bentuk alat
D. Memperbaiki warna gips
E. Menambah berat alat
Jawaban: A
Rektifikasi dilakukan dengan mengurangi (carving) gips pada area yang mampu menerima tekanan dan menambah (padding/plastering) pada area tulang yang menonjol (bony prominence) untuk mencegah luka tekan.
Soal 14
Pengepasan alat bantu saat pasien berdiri diam tanpa berjalan untuk memeriksa kenyamanan dan tinggi alat disebut...
A. Final inspection
B. Bench alignment
C. Static fitting
D. Dynamic fitting
E. Initial fitting
Jawaban: C
Static fitting adalah tahap pengepasan di mana pasien berdiri untuk mengevaluasi alignment, stabilitas, tinggi alat, dan kenyamanan socket sebelum dilakukan uji jalan.
Soal 15
Komponen utama pada prostesis bawah lutut yang berfungsi menghubungkan socket dengan kaki buatan (foot) adalah...
A. Pylon
B. Adapter
C. Liner
D. Valve
E. Suspension sleeve
Jawaban: A
Pylon atau shank adalah komponen berbentuk pipa (endoskeletal) yang menghubungkan socket ke foot dan berfungsi sebagai penyangga berat badan.
Soal 16
Kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah lateral (samping) disebut...
A. Lordosis
B. Hernia Nucleus Pulposus
C. Spondylolisthesis
D. Scoliosis
E. Kyphosis
Jawaban: D
Scoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang ke arah samping/lateral yang biasanya diukur dengan sudut Cobb.
Soal 17
Landasan anatomi yang penting untuk relief pada proses rektifikasi AFO agar tidak menekan saraf peroneal adalah...
A. Sustentaculum tali
B. Tuberositas tibia
C. Navicular
D. Malleolus medialis
E. Kaput fibula
Jawaban: E
Saraf peroneal komunis melintas di dekat leher fibula (di bawah kaput fibula). Tekanan berlebih di area ini dapat menyebabkan kelumpuhan saraf, sehingga perlu diberikan relief saat rektifikasi.
Soal 18
Material busa yang bersifat lembut dan sering digunakan sebagai pelapis dalam (soft insert) pada ortosis adalah...
A. Fiberglass
B. Resin
C. Polypropylene
D. Akrilik
E. Plastazote/PE Foam
Jawaban: E
Plastazote atau busa polyethylene (PE) memiliki sifat hypoallergenic dan lembut, sehingga sangat baik digunakan sebagai bantalan (padding) untuk area sensitif atau pasien diabetes.
Soal 19
Pada pemeriksaan subjektif asesmen FO (Foot Orthosis), informasi apa yang paling krusial untuk ditanyakan kepada pasien?
A. Hobi bepergian
B. Lokasi dan karakteristik nyeri pada kaki
C. Warna kaos kaki yang sering digunakan
D. Riwayat pendidikan terakhir
E. Merek sepatu yang disukai
Jawaban: B
Informasi mengenai keluhan utama, terutama lokasi nyeri dan kapan nyeri tersebut muncul, sangat menentukan desain dan preskripsi foot orthosis yang akan dibuat.
Soal 20
Mesin yang digunakan untuk menghaluskan permukaan plastik atau busa pada tahap fabrikasi ortosis disebut...
A. Drill press
B. Vacuum forming machine
C. Mesin jahit
D. Oven termoplastik
E. Grinding machine/Router
Jawaban: E
Mesin grinding atau router digunakan untuk memotong kelebihan material dan menghaluskan tepi serta permukaan alat agar nyaman dipakai pasien.
Soal 21 Premium
Seorang pasien pasca stroke mengalami spastisitas berat pada otot plantarfleksor sehingga posisi kaki menetap dalam posisi equinus. Preskripsi AFO yang paling tepat untuk mengontrol kondisi ini adalah...
A. AFO dengan sendi dorsiflexion assist
B. Posterior Leaf Spring (PLS)
C. Flexible AFO
D. Supramalleolar Orthosis (SMO)
E. Rigid/Solid AFO
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Pada amputasi Trans-tibial (bawah lutut), area yang termasuk 'pressure tolerant' (mampu menerima tekanan) di mana socket harus memberikan kontak erat adalah...
A. Tuberositas tibia
B. Malleolus lateral distal
C. Patellar tendon
D. Kaput fibula
E. Krista tibia
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Saat melakukan 'casting' (pencetakan) untuk pembuatan KAFO, posisi sendi lutut idealnya dipertahankan dalam posisi...
A. Fleksi 30 derajat
B. Ekstensi penuh (neutral)
C. Fleksi 90 derajat
D. Hiperekstensi
E. Fleksi 10 derajat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Gaya gesek yang terjadi antara kulit stump dan bagian dalam socket prostesis yang dapat menyebabkan luka disebut...
A. Bending force
B. Tensile force
C. Shear force
D. Torsion force
E. Compression force
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Pada asesmen objektif pasien Scoliosis, pemeriksaan 'Adam’s Forward Bending Test' dilakukan untuk mengamati adanya...
A. Kelemahan otot perut
B. Kelainan pada tulang leher
C. Perbedaan panjang tungkai
D. Kekakuan sendi panggul
E. Rib hump (punuk iga) akibat rotasi vertebra
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam proses fabrikasi prostesis dengan teknik laminasi, fungsi dari penambahan 'hardener' pada resin adalah...
A. Mencegah gelembung udara
B. Memperpanjang waktu kerja
C. Memulai reaksi kimia pengerasan (polimerisasi)
D. Memberikan warna pada alat
E. Mengencerkan resin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Komponen prostesis tangan yang berfungsi sebagai pengganti telapak tangan dan dapat digerakkan secara pasif atau aktif disebut...
A. Socket
B. Terminal Device
C. Cable system
D. Harness
E. Wrist unit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Seorang pasien dengan amputasi Trans-femoral (di atas lutut) menunjukkan pola jalan 'Lateral Trunk Lean' ke sisi prostesis saat fase stance. Apa kemungkinan penyebab dari sisi alignment prostesis?
A. Outset foot yang berlebihan
B. Inset foot yang berlebihan
C. Socket terlalu longgar
D. Pusat sendi lutut terlalu ke medial
E. Pylon terlalu panjang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Pada asesmen pasien dengan kelainan saraf perifer (seperti pada Polio), pemeriksaan MMT (Manual Muscle Testing) dilakukan. Nilai MMT '2' berarti...
A. Otot mampu bergerak penuh melawan gravitasi
B. Kontraksi teraba tapi tidak ada gerakan sendi
C. Otot mampu bergerak penuh dengan menghilangkan pengaruh gravitasi
D. Otot mampu melawan tahanan minimal
E. Kontraksi otot tidak teraba
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Lengkungan anatomis tulang belakang ke arah posterior (cembung ke belakang) yang normal terdapat pada area torakal disebut...
A. Gibus
B. Kyphosis
C. Scoliosis
D. Lordosis
E. Flattening
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Pada proses rektifikasi gips positif untuk prostesis Trans-tibial tipe PTB, area manakah yang harus ditambah gips (relief) untuk menghindari nyeri?
A. Medial tibial flare
B. Gastrocnemius belly
C. Krista tibia
D. Lateral shaft of fibula
E. Popliteal fossa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Apa fungsi utama dari 'Milwaukee Brace' pada penanganan spinal?
A. Koreksi kaki pengkor
B. Membantu pasien lumpuh berjalan
C. Hanya untuk penyangga pasca operasi lumbal
D. Mengontrol scoliosis dengan apex di atas T8
E. Koreksi fraktur servikal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Pada amputasi ekstremitas atas level Trans-radial, gerakan tubuh apa yang biasanya digunakan untuk menarik kabel penggerak pada prostesis tipe 'body-powered'?
A. Ekstensi siku
B. Protaksi scapula atau fleksi bahu
C. Elevasi panggul
D. Fleksi lutut
E. Rotasi batang tubuh
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Jenis persendian pada manusia yang memungkinkan gerakan paling bebas ke segala arah (seperti sendi bahu dan panggul) disebut...
A. Ball and socket joint (sendi peluru)
B. Hinge joint (sendi engsel)
C. Saddle joint (sendi pelana)
D. Gliding joint (sendi geser)
E. Pivot joint (sendi putar)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Dalam pembuatan Foot Orthosis (FO) untuk kondisi 'Flat Foot' (Pes Planus), modifikasi apa yang paling umum dilakukan pada desainnya?
A. Heel lift
B. Rocker bar
C. Lateral wedge
D. Medial arch support
E. Metatarsal pad
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Pemeriksaan 'piston action' pada prostesis dilakukan saat dynamic fitting untuk mengevaluasi...
A. Berat total prostesis
B. Efektivitas suspensi (pergerakan stump di dalam socket)
C. Kecepatan jalan pasien
D. Warna kulit pasien
E. Kekuatan sendi lutut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Komponen prostesis atas lutut yang berfungsi memberikan stabilitas pada fase stance dan kemampuan ayun yang lancar adalah...
A. Socket
B. Foot unit
C. Shank
D. Pylon
E. Knee unit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pada proses rektifikasi model gips positif KAFO, penambahan gips dilakukan pada area tulang yang menonjol. Manakah area berikut yang sensitif terhadap tekanan di area lutut?
A. Jaringan lemak paha
B. Quadriceps tendon
C. Epicondylus medialis dan lateralis femur
D. Area popliteal
E. Belly muscular otot gastrocnemius
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Berapakah sudut posisi pergelangan kaki (ankle) yang biasanya diatur saat pencetakan AFO untuk pasien umum agar alat fungsional saat berjalan?
A. 30 derajat plantarfleksi
B. 10 derajat eversi
C. 90 derajat (netral)
D. 15 derajat inversi
E. 20 derajat dorsifleksi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dalam prinsip K3 di bengkel Ortotik Prostetik, penggunaan cairan kimia seperti resin dan katalis harus dilakukan di ruangan yang memiliki...
A. Lantai kayu
B. Suhu yang sangat panas
C. Penerangan yang redup
D. Ventilasi udara yang baik/Exhaust fan
E. Banyak karpet
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Seorang pasien dengan kelumpuhan otot-otot ekstremitas atas memerlukan ortosis untuk menyangga pergelangan tangan dan jari agar tidak terjadi kontraktur. Nama ortosis tersebut adalah...
A. Cervical Orthosis (CO)
B. Ankle Foot Orthosis (AFO)
C. Elbow Orthosis (EO)
D. Shoulder Orthosis (SO)
E. Wrist Hand Orthosis (WHO)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Pada asesmen subjektif pasien amputasi, fenomena di mana pasien masih merasakan keberadaan atau nyeri pada bagian tubuh yang sudah hilang disebut...
A. Phantom limb sensation/pain
B. Radiating pain
C. Local anesthesia
D. Referral pain
E. Contracture pain
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Dalam biomekanik jalan, fase saat kaki menyentuh lantai pertama kali dengan tumit disebut...
A. Swing phase
B. Mid stance
C. Toe off
D. Heel strike / Initial contact
E. Loading response
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Landasan anatomi yang digunakan untuk menentukan pusat sendi lutut (knee joint center) secara eksternal pada ortosis paha adalah...
A. Tibial tuberosity
B. Greater trochanter
C. Midpoint antara epicondylus medialis dan lateralis femur
D. Patella center
E. Adductor tubercle
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Pada fabrikasi prostesis, material 'Carbon Fiber' dipilih karena memiliki keunggulan utama dibandingkan fiberglass, yaitu...
A. Lebih murah harganya
B. Sangat mudah dibentuk secara manual
C. Lebih berat dan stabil
D. Memiliki warna yang menarik
E. Rasio kekuatan terhadap berat yang sangat tinggi (sangat kuat tapi ringan)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang sel saraf motorik di medula spinalis sehingga menyebabkan kelumpuhan tipe LMN (Lower Motor Neuron) adalah...
A. Cerebral Palsy
B. Diabetes
C. Stroke
D. Scoliosis
E. Poliomyelitis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Tujuan dari 'dynamic fitting' pada pemakaian prostesis adalah untuk...
A. Mengamati pola jalan dan fungsi alat saat digunakan bergerak
B. Melihat respon keluarga pasien
C. Mengecek kebersihan alat
D. Menentukan harga jual alat
E. Mengukur ulang stump saat berkeringat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Landasan anatomi yang menjadi batas proksimal untuk pengukuran keliling paha pada KAFO adalah...
A. Ischial tuberosity / Perineum
B. Lantai
C. Knee center
D. Malleolus
E. Patella
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Material gips (Plaster of Paris) mengeras melalui reaksi kimia yang menghasilkan panas. Reaksi ini disebut...
A. Endotermik
B. Sublimasi
C. Oksidasi
D. Reduksi
E. Eksotermik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Sebuah alat bantu yang dipasang pada bagian luar tubuh untuk menggantikan anggota gerak yang hilang disebut...
A. Brace
B. Ortosis
C. Prostesis
D. Kruk
E. Implan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Ortotis Prostetis Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil

SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Ortotis Prostetis Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.