SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Penyiapan dan pelaksanaan Pengendalian Penyakit Ikan
Pengelolaan Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Perikanan Budidaya
Pengendalian Residu
Konsep dasar, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur penataan obat ikan Pengendalian Peredaran Obat Ikan
Konsep dasar, metode, peraturan, tata cara prosedur rehabilitasi kawasan Lingkungan Perikanan Budidaya
Konsep dasar, metode, peraturan, tatacara prosedur Pemantauan Fungsi Kawasan Budidaya
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2009, upaya apa yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ikan yang membahayakan?
A. Melakukan karantina ikan pada setiap media pembawa yang masuk
B. Menutup seluruh kawasan budidaya secara permanen
C. Memberikan obat ikan dosis tinggi secara preventif
D. Melarang semua bentuk perdagangan ikan antar pulau
E. Membasmi seluruh populasi ikan tanpa kecuali
Jawaban: A
Sesuai UU Perikanan, tindakan karantina adalah garda terdepan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina (HPIK) melalui media pembawa.
Soal 2
Istilah yang digunakan untuk tindakan pemusnahan ikan, wadah, dan peralatan yang terinfeksi penyakit ikan tertentu guna memutus rantai penularan disebut...
A. Biosekuriti
B. Depopulasi
C. Eradikasi
D. Karantina lokal
E. Vaksinasi
Jawaban: C
Eradikasi adalah tindakan pemusnahan sumber infeksi (ikan sakit) beserta lingkungan yang terkontaminasi secara total untuk mengeliminasi agen penyakit dari suatu kawasan.
Soal 3
Dalam pengelolaan laboratorium kesehatan ikan, standar internasional yang mengatur persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi adalah...
A. ISO 17025
B. ISO 9001
C. ISO 22000
D. ISO 45001
E. ISO 14001
Jawaban: A
ISO/IEC 17025 adalah standar acuan utama bagi laboratorium kesehatan ikan untuk memastikan hasil pengujian penyakit ikan akurat dan diakui secara internasional.
Soal 4
Residu pada ikan budidaya dapat didefinisikan sebagai akumulasi zat kimia atau obat-obatan pada jaringan ikan. Dokumen rencana nasional untuk memantau hal ini disebut...
A. BAP (Best Aquaculture Practices)
B. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
C. CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik)
D. NRCP (National Residue Control Plan)
E. CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)
Jawaban: D
National Residue Control Plan (NRCP) merupakan rencana tahunan pemerintah untuk melakukan surveilans terhadap keberadaan residu obat ikan, pestisida, dan cemaran lingkungan.
Soal 5
Sesuai Permen KP Nomor 1 Tahun 2019, obat ikan yang hanya boleh digunakan oleh dokter hewan atau tenaga ahli di bawah pengawasan dokter hewan termasuk kategori...
A. Obat Keras
B. Obat Bebas
C. Obat Alami
D. Obat Bebas Terbatas
E. Obat Tradisional
Jawaban: A
Kategori Obat Keras pada ikan memerlukan resep atau pengawasan tenaga ahli karena risiko resistensi atau dampak lingkungan jika penggunaannya tidak tepat.
Soal 6
Salah satu metode rehabilitasi kawasan budidaya yang menggunakan organisme (seperti tanaman atau mikroba) untuk menetralkan polutan disebut...
A. Bioremediasi
B. Konstruksi tanggul
C. Restorasi fisik
D. Zonasi kawasan
E. Pengerukan lumpur
Jawaban: A
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme atau tanaman untuk memperbaiki kualitas lingkungan budidaya yang tercemar dengan mendegradasi zat berbahaya.
Soal 7
Pemantauan fungsi kawasan budidaya secara berkala bertujuan untuk...
A. Menjaga daya dukung lingkungan (carrying capacity) agar tetap berkelanjutan
B. Memilih jenis ikan yang paling populer
C. Menentukan harga jual ikan di pasar
D. Menghapus kewajiban pajak pembudidaya
E. Menghitung jumlah keuntungan pembudidaya
Jawaban: A
Pemantauan fungsi kawasan memastikan bahwa aktivitas budidaya tidak melebihi daya dukung lahan dan air, guna mencegah degradasi lingkungan.
Soal 8
Berdasarkan Kepmen KP tentang CBIB, lokasi unit budidaya harus bebas dari cemaran berikut, kecuali...
A. Residu pestisida pertanian
B. Logam berat
C. Limbah industri berbahaya
D. Limbah pemukiman yang masif
E. Fitoplankton sebagai pakan alami
Jawaban: E
Fitoplankton adalah bagian dari ekosistem perairan yang bermanfaat sebagai pakan alami, sedangkan opsi lainnya merupakan polutan yang harus dihindari.
Soal 9
Langkah pertama yang harus dilakukan ketika ditemukan gejala penyakit ikan yang tidak biasa di sebuah kolam budidaya adalah...
A. Menjual ikan yang masih hidup sesegera mungkin
B. Membuang ikan yang mati ke sungai terdekat
C. Langsung memberikan antibiotik tanpa dosis
D. Melakukan isolasi ikan yang bergejala dan melapor ke petugas kesehatan ikan
E. Menguras seluruh air kolam dan membuangnya langsung ke laut
Jawaban: D
Sesuai prosedur pengendalian penyakit ikan, isolasi mencegah penularan lebih lanjut dan pelaporan memungkinkan diagnosa laboratorium yang akurat.
Soal 10
Dalam sebuah laboratorium, penggunaan lemari asam (fume hood) sangat penting saat bekerja dengan...
A. Bahan kimia yang menghasilkan uap beracun atau korosif
B. Kertas saring bekas
C. Air bersih untuk sampel
D. Mikroskop cahaya
E. Ikan yang sudah diawetkan dengan es
Jawaban: A
Lemari asam berfungsi melindungi analis dari paparan gas/uap berbahaya hasil reaksi kimia di laboratorium kesehatan ikan.
Soal 11
Waktu henti obat (withdrawal period) adalah jangka waktu antara pemberian obat terakhir hingga...
A. Ikan dipindahkan ke kolam lain
B. Ikan boleh diberi makan kembali
C. Ikan aman untuk dipanen dan dikonsumsi manusia tanpa risiko residu
D. Ikan menunjukkan gejala sembuh
E. Pemberian dosis obat kedua dilakukan
Jawaban: C
Withdrawal period sangat krusial untuk menjamin bahwa residu obat dalam tubuh ikan telah luruh hingga batas aman (BMR) sebelum dikonsumsi.
Soal 12
Penataan obat ikan mewajibkan setiap produsen memiliki nomor pendaftaran obat. Siapa otoritas yang menerbitkan nomor pendaftaran tersebut di Indonesia?
A. BPOM
B. Dinas Perdagangan
C. Kementerian Kesehatan
D. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
E. Kementerian Lingkungan Hidup
Jawaban: D
Sesuai regulasi penataan obat ikan, pendaftaran dan peredaran obat ikan berada di bawah wewenang Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP.
Soal 13
Rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir budidaya berfungsi sebagai 'biofilter' alami untuk...
A. Menghalangi sinar matahari masuk ke kolam
B. Menyerap kelebihan nutrien dan limbah organik dari sisa pakan
C. Meningkatkan suhu air budidaya
D. Mengurangi populasi plankton
E. Menambah keindahan kolam
Jawaban: B
Secara ekologis, vegetasi pantai seperti mangrove menyerap fosfat dan nitrat berlebih, mencegah eutrofikasi di kawasan budidaya.
Soal 14
Parameter kualitas air yang paling sering menjadi indikator penurunan fungsi kawasan budidaya akibat pencemaran organik adalah...
A. Oksigen Terlarut (DO) dan Amonia
B. Suhu Air
C. Tingkat Kecerahan
D. Salinitas
E. Kedalaman air
Jawaban: A
Amonia yang tinggi dan DO yang rendah menunjukkan adanya pembusukan bahan organik yang berlebih, menandakan fungsi lingkungan mulai terganggu.
Soal 15
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021, penetapan jenis penyakit ikan yang bersifat wabah dilakukan oleh...
A. Kepala Dinas Kabupaten
B. Kepala Desa
C. Kepala Laboratorium
D. Gubernur
E. Menteri Kelautan dan Perikanan
Jawaban: E
Kewenangan menetapkan jenis penyakit ikan yang dapat menimbulkan wabah nasional atau membahayakan ekonomi berada di tangan Menteri.
Soal 16
Penggunaan desinfektan pada alas kaki (foot dip) di pintu masuk unit budidaya merupakan implementasi dari...
A. Biosekuriti
B. Rehabilitasi lahan
C. Metode pengobatan
D. Surveilans residu
E. Vaksinasi massal
Jawaban: A
Biosekuriti adalah serangkaian tindakan untuk mencegah masuk dan keluarnya patogen dari unit budidaya melalui carrier (manusia, peralatan, dll).
Soal 17
Limbah laboratorium kesehatan ikan yang bersifat infeksius (mengandung sisa jaringan ikan sakit) harus ditangani dengan cara...
A. Disterilisasi (autoklaf) atau dibakar di insinerator
B. Dibuang langsung ke saluran drainase umum
C. Dicampur dengan sampah domestik
D. Dibiarkan terbuka di udara bebas
E. Dikubur di dekat sumber air
Jawaban: A
Limbah infeksius harus didekontaminasi terlebih dahulu (misal dengan autoklaf) sebelum dibuang untuk mencegah penyebaran patogen ke lingkungan.
Soal 18
Batas Maksimum Residu (BMR) adalah kadar residu tertinggi yang diizinkan ada dalam komoditas perikanan. Jika kadar residu melebihi BMR, maka...
A. Ikan tetap boleh diekspor
B. Ikan dilarang dipasarkan karena berisiko bagi kesehatan manusia
C. Cukup dicuci dengan air bersih
D. Harga ikan dinaikkan
E. Ikan hanya boleh diberikan kepada ternak
Jawaban: B
Produk perikanan yang melebihi BMR dianggap tidak aman (food safety hazard) dan melanggar standar keamanan pangan nasional maupun internasional.
Soal 19
Obat ikan alami adalah obat ikan yang bahan bakunya berasal dari...
A. Limbah industri tekstil
B. Bahan peledak
C. Sintesis kimia murni
D. Bakteri transgenik buatan
E. Tumbuhan, hewan, atau mineral yang belum berupa zat kimia murni
Jawaban: E
Definisi obat ikan alami (herbal/tradisional) merujuk pada bahan-bahan alam yang memiliki khasiat obat namun belum diisolasi menjadi senyawa tunggal.
Soal 20
Penataan zonasi dalam kawasan budidaya menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bertujuan untuk...
A. Meningkatkan biaya sewa lahan
B. Menghalangi akses masyarakat ke laut
C. Memonopoli kepemilikan lahan
D. Menghapus kawasan lindung
E. Meminimalkan konflik pemanfaatan ruang dan mencegah over-exploitation
Jawaban: E
Zonasi memastikan aktivitas budidaya berada di lokasi yang sesuai secara teknis dan tidak berbenturan dengan kepentingan pariwisata atau konservasi.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Permen KP Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Penyakit Ikan, metode surveilans yang dilakukan untuk membuktikan bebasnya suatu kawasan dari penyakit tertentu disebut...
Dalam teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk diagnosa penyakit ikan, tahap di mana suhu diturunkan agar primer menempel pada utas DNA target disebut...
Dalam prosedur rehabilitasi lahan bekas tambak yang memiliki karakteristik tanah sulfat masam (acid sulfate soil), tindakan yang umum dilakukan adalah...
Dalam konsep rehabilitasi lingkungan, 'Phytoremediation' menggunakan tanaman air (seperti enceng gondok atau kangkung air) dalam kolam pengendapan untuk...
A. Menambah nafsu makan ikan
B. Meningkatkan kekeruhan air
C. Menjadi tempat persembunyian ikan
D. Menyerap logam berat dan polutan organik dari air limbah budidaya sebelum dibuang
Penyakit KHV (Koi Herpes Virus) pada ikan mas/koi dikategorikan sebagai HPIK yang harus segera dikendalikan. Tindakan 'Biosekuriti Ketat' pada kolam yang terinfeksi meliputi...
A. Mencuci ikan dengan deterjen
B. Memindahkan ikan ke kolam umum
C. Desinfeksi seluruh peralatan dan pelarangan perpindahan ikan keluar-masuk area terinfeksi
Tips Lulus SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama
SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.