SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kebijakan Pengendalian Penduduk
Konsep Dasar Keluarga
Kebijakan Pembangunan Keluarga
Penyusunan Kebijakan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
Advokasi Kebijakan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
Analisis Demografi
Penyusunan Program Kesehatan Reproduksi
Pembangunan Keluarga
Analisis Data dan Informasi Kependudukan Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, yang dimaksud dengan Perkembangan Kependudukan adalah...
A. Proses pencatatan administrasi kependudukan yang meliputi kelahiran, kematian, dan perpindahan
B. Upaya terencana untuk mengendalikan angka kelahiran dan kematian dalam suatu wilayah
C. Kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan
D. Penyediaan lapangan kerja bagi penduduk usia produktif untuk mencegah pengangguran
E. Program pemerintah untuk mendistribusikan penduduk secara merata melalui transmigrasi
Jawaban: C
Menurut UU No. 52 Tahun 2009 Pasal 1 angka 1, Perkembangan kependudukan adalah kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Soal 2
Dalam konsep dasar yang dianut oleh BKKBN sesuai UU No. 52 Tahun 2009, definisi 'Keluarga' yang paling tepat adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari...
A. Orang tua tunggal beserta anak tiri maupun anak asuhnya
B. Ayah, ibu, dan anak biologis yang sah secara hukum
C. Seluruh anggota keluarga besar (extended family) yang tinggal bersama di suatu domisili
D. Kumpulan individu yang tinggal dalam satu rumah tangga dan memiliki ikatan darah
E. Suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 52 Tahun 2009 Pasal 1 angka 6, Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya.
Soal 3
Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu implementasi kebijakan pembangunan keluarga. Tujuan utama dari program BKB adalah...
A. Menggalakkan penggunaan alat kontrasepsi pada ibu yang baru melahirkan
B. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara komprehensif
C. Memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk gizi balita miskin
D. Menyediakan layanan imunisasi dasar lengkap secara gratis di Posyandu
E. Mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di setiap desa/kelurahan
Jawaban: B
BKB (Bina Keluarga Balita) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua (ayah dan ibu) serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balita, bukan sekadar pemberian gizi atau imunisasi semata (Peraturan BKKBN terkait Pembangunan Keluarga).
Soal 4
Dokumen strategis yang memuat arahan kebijakan yang dituangkan dalam program 5 (lima) pilar pembangunan kependudukan, untuk mewujudkan target pembangunan kependudukan adalah...
A. Rencana Strategis BKKBN (Renstra BKKBN)
B. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)
C. Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK)
D. Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK)
E. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 153 Tahun 2014, Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) adalah arahan kebijakan yang dituangkan dalam program 5 pilar pembangunan kependudukan.
Soal 5
Dalam advokasi program Bangga Kencana, pendekatan yang paling strategis untuk mengubah kebijakan daerah agar mendukung pendanaan Keluarga Berencana adalah melakukan advokasi kepada...
A. Kader Posyandu dan kader KB
B. Pemangku kepentingan utama seperti Bupati/Walikota dan DPRD
C. Generasi muda melalui forum PIK-R
D. Tokoh agama dan tokoh masyarakat
E. Pasangan Usia Subur (PUS) di pedesaan
Jawaban: B
Advokasi didefinisikan sebagai upaya meyakinkan penentu kebijakan (decision maker) dan pemangku kepentingan (Bupati, Walikota, DPRD) agar memberikan dukungan berupa kebijakan, anggaran, maupun instruksi terhadap suatu program.
Soal 6
Indikator demografi yang menunjukkan rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (usia 15-49 tahun) disebut...
A. Total Fertility Rate (TFR)
B. Age Specific Fertility Rate (ASFR)
C. Gross Reproduction Rate (GRR)
D. Net Reproduction Rate (NRR)
E. Crude Birth Rate (CBR)
Jawaban: A
Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total adalah perkiraan jumlah anak rata-rata yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (umur 15-49 tahun).
Soal 7
BKKBN mengembangkan wadah kegiatan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja. Wadah tersebut dikenal dengan nama...
A. Generasi Berencana (GenRe)
B. Bina Keluarga Remaja (BKR)
C. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)
D. Saka Kencana
E. Karang Taruna Peduli KB
Jawaban: C
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan berkeluarga.
Soal 8
Delapan fungsi keluarga sangat penting untuk diimplementasikan demi mewujudkan keluarga yang berkualitas. Fungsi yang mencakup pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, dan papan adalah...
A. Fungsi Ekonomi
B. Fungsi Perlindungan
C. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
D. Fungsi Cinta Kasih
E. Fungsi Sosial Budaya
Jawaban: A
Fungsi ekonomi dalam 8 fungsi keluarga BKKBN adalah bagaimana keluarga dapat mencari sumber penghidupan, mengatur pengeluaran, serta memenuhi kebutuhan dasar hidup anggota keluarganya (sandang, pangan, papan).
Soal 9
Data kependudukan yang digunakan untuk intervensi program Bangga Kencana di tingkat desa diperoleh melalui pendataan keluarga. Berdasarkan UU No. 52 Tahun 2009, Pendataan Keluarga (PK) wajib dilakukan pemerintah secara serentak setiap...
A. 10 tahun sekali
B. 3 tahun sekali
C. Setiap ada pergantian Kepala Daerah
D. 1 tahun sekali
E. 5 tahun sekali
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 52 Tahun 2009 Pasal 49 dan PP No. 87 Tahun 2014, Pendataan Keluarga diselenggarakan oleh BKKBN secara serentak setiap 5 (lima) tahun sekali.
Soal 10
Fenomena dimana rasio ketergantungan (dependency ratio) berada pada titik terendah karena tingginya proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) dibandingkan penduduk non-produktif disebut...
A. Stabilitas Kependudukan
B. Ledakan Penduduk (Baby Boom)
C. Transisi Demografi
D. Bonus Demografi
E. Dividen Ekonomi
Jawaban: D
Bonus Demografi adalah potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, dimana proporsi usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif (rasio ketergantungan rendah).
Soal 11
Salah satu ciri utama dari tahapan keluarga prasejahtera menurut indikator keluarga sejahtera yang ditetapkan BKKBN adalah...
A. Semua anggota keluarga memiliki pakaian lebih dari tiga stel
B. Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimal seperti makan dua kali sehari
C. Mampu makan daging/ikan dua kali seminggu
D. Memiliki tabungan keluarga yang dapat digunakan untuk biaya pendidikan tinggi
E. Memiliki lantai rumah yang terbuat dari keramik
Jawaban: B
Keluarga Prasejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal (Indikator 1-6), seperti makan minimal dua kali sehari, pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan, dan lantai rumah yang bukan dari tanah.
Soal 12
Dalam upaya percepatan penurunan stunting, BKKBN bertindak sebagai ketua pelaksana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Peraturan yang mengatur hal ini adalah...
A. UU No. 36 Tahun 2009
B. Perpres No. 39 Tahun 2019
C. Perpres No. 153 Tahun 2014
D. Perpres No. 72 Tahun 2021
E. PP No. 87 Tahun 2014
Jawaban: D
Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menunjuk Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat pusat.
Soal 13
Dalam penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), terdapat 5 (lima) pilar utama. Di bawah ini yang BUKAN merupakan pilar GDPK adalah...
A. Peningkatan Kualitas Penduduk
B. Pengendalian Kuantitas Penduduk
C. Pengendalian Inflasi Daerah
D. Pembangunan Keluarga
E. Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk
Jawaban: C
Lima pilar GDPK menurut Perpres No 153/2014 adalah: (1) Pengendalian Kuantitas Penduduk, (2) Peningkatan Kualitas Penduduk, (3) Pembangunan Keluarga, (4) Penataan Persebaran & Mobilitas Penduduk, (5) Penataan Administrasi Kependudukan. Pengendalian inflasi daerah tidak termasuk.
Soal 14
Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) berbeda dengan Advokasi dalam program Bangga Kencana. Jika sasaran advokasi adalah pengambil kebijakan, maka sasaran utama dari KIE adalah...
A. Anggota DPR/DPRD
B. Menteri dan Pejabat Eselon I
C. Individu, keluarga, dan masyarakat luas
D. Para donatur internasional
E. Kepala Daerah (Bupati/Gubernur)
Jawaban: C
Advokasi ditujukan kepada penentu kebijakan (decision makers) untuk mendapatkan dukungan politis dan sumber daya, sedangkan KIE ditujukan langsung kepada sasaran program (individu, keluarga, masyarakat) untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka.
Soal 15
Ukuran kematian yang menunjukkan probabilitas atau peluang seorang anak yang lahir hidup akan meninggal sebelum mencapai usia tepat satu tahun disebut...
A. Age Specific Death Rate (ASDR)
B. Infant Mortality Rate (IMR)
C. Child Mortality Rate (CMR)
D. Under-five Mortality Rate (U5MR)
E. Maternal Mortality Rate (MMR)
Jawaban: B
Infant Mortality Rate (IMR) atau Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.
Soal 16
Alat kontrasepsi yang sangat disarankan untuk ibu menyusui karena tidak mempengaruhi kuantitas maupun kualitas ASI adalah jenis kontrasepsi yang tidak mengandung hormon estrogen, yaitu...
A. Pil Kombinasi
B. Kondom wanita
C. IUD / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) non-hormonal
D. Suntik 1 Bulan (kombinasi)
E. Susuk/Implan yang mengandung estrogen
Jawaban: C
IUD (Intra Uterine Device) berbahan tembaga (non-hormonal) sangat direkomendasikan bagi ibu menyusui karena sama sekali tidak mengandung hormon estrogen yang dapat menghambat produksi ASI.
Soal 17
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) yang dikembangkan oleh BKKBN diukur berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu...
A. Kemandirian, Keharmonisan, dan Kedisiplinan
B. Kesejahteraan, Pendidikan, dan Kesehatan
C. Ketenteraman, Kemandirian, dan Kebahagiaan
D. Pendapatan, Jumlah Anak, dan Status Gizi
E. Ketenteraman, Kebahagiaan, dan Kesetaraan
Jawaban: C
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) diukur dengan menggunakan tiga dimensi utama, yaitu: Dimensi Ketenteraman (kegiatan beragama, legalitas, dll), Dimensi Kemandirian (kesehatan, ekonomi, pendidikan), dan Dimensi Kebahagiaan (interaksi dan keikutsertaan sosial).
Soal 18
Rumus untuk menghitung Contraceptive Prevalence Rate (CPR) atau Angka Prevalensi Kontrasepsi adalah...
A. (Jumlah peserta KB aktif / Jumlah wanita usia subur) x 1000
B. (Jumlah peserta KB aktif / Jumlah Pasangan Usia Subur) x 100%
C. (Jumlah wanita usia 15-49 tahun / Jumlah seluruh penduduk) x 100
D. (Jumlah anak yang lahir / Jumlah Pasangan Usia Subur) x 100%
E. (Jumlah peserta KB baru / Jumlah Pasangan Usia Subur) x 100
Jawaban: B
CPR (Contraceptive Prevalence Rate) adalah persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang sedang menggunakan alat/obat kontrasepsi pada saat tertentu (peserta KB aktif) dibagi dengan total Pasangan Usia Subur (PUS) dikali 100%.
Soal 19
Pendekatan keluarga sebagai sasaran utama dalam kebijakan pengendalian penduduk dilakukan karena keluarga merupakan tempat utama dalam menentukan...
A. Hak suara dalam pemilihan umum tingkat daerah
B. Kebijakan pembatasan usia perkawinan secara nasional
C. Pengambilan keputusan terkait reproduksi dan jumlah anak yang diinginkan
D. Jumlah alokasi dana desa untuk infrastruktur
E. Hukum adat dan waris bagi masyarakat
Jawaban: C
Secara demografis, keluarga memegang peranan krusial karena keputusan-keputusan vital kependudukan (kapan menikah, kapan hamil, menggunakan kontrasepsi apa, dan berapa jumlah anak) ditentukan oleh pasangan suami istri dalam unit keluarga.
Soal 20
Konsep Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang dicanangkan pertama kali pada tahun 2016 bertujuan untuk...
A. Mendirikan pabrik alat kontrasepsi di wilayah-wilayah tertinggal
B. Memaksa setiap keluarga hanya memiliki paling banyak 2 anak
C. Memindahkan penduduk dari wilayah padat ke desa (Kampung) secara terstruktur
D. Menyediakan layanan aborsi yang aman bagi masyarakat pedesaan
E. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Bangga Kencana yang terintegrasi dengan sektor lain
Jawaban: E
Kampung KB (Keluarga Berkualitas) dibentuk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa/kelurahan dengan memadukan program Bangga Kencana (sebelumnya KKBPK) dan sektor pembangunan terkait.
Soal 21 Premium
Tim Pendamping Keluarga (TPK) dibentuk di tingkat desa/kelurahan untuk mengawal percepatan penurunan stunting. Unsur yang tergabung dalam TPK terdiri dari...
Salah satu metode perumusan masalah dalam penyusunan kebijakan publik (termasuk kebijakan KB) adalah metode pohon masalah (Problem Tree). Bagian batang dari pohon masalah tersebut merepresentasikan...
Strategi kemitraan BKKBN dengan mitra kerja dalam penyebarluasan KIE dan advokasi Bangga Kencana mencakup berbagai lembaga non-pemerintah. Kerjasama BKKBN dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) utamanya ditekankan pada...
A. Pembuatan rancangan undang-undang kependudukan
B. Penggalangan dana swadaya dari pihak swasta/CSR
C. Peningkatan kapasitas pelayanan medis kontrasepsi bagi masyarakat
D. Pendataan keluarga di daerah terpencil menggunakan drone
Program '1000 Hari Pertama Kehidupan' (1000 HPK) sangat ditekankan dalam penyusunan program kesehatan reproduksi ibu hamil dan balita. Hitungan 1000 HPK dimulai sejak...
A. Anak disapih dari ASI hingga mulai masuk PAUD
B. Masa remaja akhir (pranikah) hingga lahirnya anak pertama
C. Bayi dilahirkan hingga usianya mencapai tepat 3 tahun
D. Awal kehamilan (masa konsepsi) hingga anak berusia 2 tahun
E. Hari pertama bayi lahir sampai umur 1000 hari kalender
Penataan persebaran penduduk tidak dapat lagi dilakukan melalui pemaksaan/pemindahan oleh negara. Kebijakan pengendalian mobilitas saat ini lebih ditekankan pada...
A. Penutupan wilayah perkotaan (closed city) dari imigran
B. Pemberian sanksi pidana bagi transmigran yang kembali ke daerah asalnya
C. Pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah pedesaan/pinggiran
D. Penetapan pajak tinggi bagi penduduk pendatang baru
E. Penurunan batas usia perkawinan di daerah padat penduduk
Menurut UU No. 52 Tahun 2009, kualitas keluarga salah satunya ditandai oleh ketahanan keluarga. Ketahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi dinamis suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-materiil dan...
A. Tingkat pendidikan pascasarjana
B. Kepemilikan aset properti
C. Kedekatan secara geografis antar anggota keluarga
Evaluasi kebijakan kependudukan seringkali menggunakan Analisis SWOT. Jika BKKBN memiliki jejaring kader KB hingga ke tingkat desa, dalam SWOT ini disebut sebagai...
Teknik advokasi yang melibatkan penyampaian pesan kebijakan secara singkat, padat, dan meyakinkan kepada pengambil keputusan dalam waktu yang sangat terbatas (misalnya di sela-sela kegiatan) dikenal dengan istilah...
Kebijakan Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP) ditujukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Jarak kehamilan ideal yang direkomendasikan secara medis setelah seorang ibu bersalin hidup adalah minimal...
Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang telah diubah dengan UU No. 16 Tahun 2019, batas usia minimal perkawinan bagi laki-laki dan perempuan ditetapkan pada usia...
Saat merumuskan Dokumen Perencanaan (Renstra), digunakan istilah Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu IKU BKKBN dalam dimensi pembangunan keluarga adalah...
Dokumen pendukung (evidence-based) yang paling vital dan sering digunakan oleh tenaga penyuluh saat melakukan advokasi anggaran program kepada legislatif (DPRD) di tingkat kabupaten/kota adalah...
A. Buku petunjuk teknis penggunaan IUD
B. Daftar hadir seluruh kegiatan penyuluhan KB tingkat desa tahun lalu
C. Modul teori demografi murni berbahasa Inggris
D. Jurnal medis internasional mengenai efikasi kontrasepsi hormon
E. Policy Brief yang memuat besaran masalah spesifik lokal dan rekomendasi solusinya
Dalam piramida penduduk Indonesia, apabila terjadi penurunan TFR yang signifikan dan terus menerus secara konsisten selama dua dekade, bentuk dasar piramida yang tadinya ekspansif (lebar di bawah) akan berubah menuju bentuk...
A. Mengerucut tajam seperti jarum jam
B. Bentuk kotak sempurna di semua kelompok umur
C. Terbelah menjadi dua pilar yang terpisah
D. Tetap melebar dengan kecepatan yang lebih tinggi
E. Stasioner atau konstruktif (bagian bawah mulai menyempit)
Peranan pria dalam program Bangga Kencana dewasa ini ditekankan tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga untuk turut berbagi peran di ruang domestik. Konsep ini secara sosiologis disebut pengarusutamaan...
Di beberapa wilayah pedesaan yang padat penduduk, migrasi desa-kota (urbanisasi) sangat tinggi. Upaya pengendalian penduduk terkait mobilitas tersebut dapat dilakukan melalui program...
A. Deportasi paksa pengangguran ke kampung halaman asal
B. Pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja padat karya pedesaan melalui integrasi dana desa
C. Sensus harian di tiap terminal bus kota
D. Larangan konstitusional perpindahan antar provinsi
E. Menutup perlintasan transportasi kereta api kelas ekonomi
Keluarga yang salah satu anggotanya mengalami difabilitas (disabilitas) seringkali menghadapi tantangan stigma. Dalam pendekatan Bangga Kencana, sikap dasar yang dikembangkan melalui Bina Keluarga adalah...
A. Inklusi sosial keluarga dengan penerimaan (akseptansi) secara penuh untuk optimalisasi kemandirian
B. Mendorong intervensi medis ekstrim tanpa mempedulikan psikologis anak
C. Mengisolasi anak di dalam rumah demi menghindari perundungan masyarakat
D. Menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak disabilitas ke panti asuhan negara
E. Mengurangi interaksi anggota keluarga agar disabilitasnya tidak diperbincangkan
Sesuai regulasi terbaru tentang percepatan penurunan stunting, BKKBN menjalankan koordinasi Lintas Sektor dalam Rencana Aksi Nasional (RAN PASTI). Konvergensi penanganan dilakukan pada sasaran utama keluarga berisiko stunting yang meliputi...
A. Ibu hamil yang terdaftar pada Jamsostek
B. Balita kurang gizi murni tanpa riwayat genetik
C. Calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan
D. Anak sekolah dasar dan guru UKS di sekolah
E. Semua penduduk usia produktif (15-64 tahun) di desa miskin
Dalam memformulasikan kebijakan Kependudukan dan KB di era otonomi daerah, instrumen legal dari pemerintah daerah yang paling kuat tingkat pengikatnya terhadap penganggaran APBD adalah...
A. Keputusan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Kepdis)
B. Nota Dinas internal Bappeda Kabupaten
C. Surat Edaran Bupati / Walikota
D. Memorandum of Understanding (MoU) dengan BKKBN Provinsi
E. Peraturan Daerah (Perda) yang disetujui DPRD dan Kepala Daerah
Monitoring hasil advokasi yang dilakukan Penyuluh KB terkait pembentukan Peraturan Desa mengenai larangan perkawinan anak dinyatakan berhasil apabila di desa tersebut diterbitkan...
A. Spanduk dan baliho yang didanai oleh dana desa secara rutin
B. Pernyataan dukungan secara lisan dari tokoh agama saat khotbah Jumat
C. Statistik pendaftar nikah secara umum yang menurun drastis
D. Leaflet promosi yang menolak perkawinan anak
E. Peraturan Kepala Desa (Perkades) atau Peraturan Desa (Perdes) yang memuat pelarangan/sanksi moral perkawinan di bawah umur
Tips Lulus SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama
SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.