SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Hukum kesehatan dan perundangan K3
Etika dan Kode Etik Profesi
Komunikasi K3
Management Patient Safety
Surveilans Kesehatan Kerja
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Manajemen Risiko di Tempat Kerja
Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja
Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang menjadi ruang lingkup berlakunya undang-undang tersebut adalah...
A. Hanya di tempat kerja yang memiliki risiko bahan kimia berbahaya
B. Hanya di lingkungan industri manufaktur skala besar
C. Tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 100 orang
D. Seluruh instansi pemerintah dan BUMN saja
E. Setiap tempat kerja di darat, di dalam tanah, permukaan air, di dalam air, maupun udara di wilayah yurisdiksi RI
Jawaban: E
Menurut UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 2, ruang lingkup keselamatan kerja meliputi segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.
Soal 2
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang Pembimbing Kesehatan Kerja mendapatkan data rekam medis pekerja yang mengalami Penyakit Akibat Kerja (PAK). Sikap yang sesuai dengan kode etik profesi kesehatan adalah...
A. Membiarkan data tersebut terbuka di meja kerja karena sudah menjadi rahasia umum
B. Mempublikasikan data tersebut ke majalah dinding perusahaan agar pekerja lain waspada
C. Membahas data tersebut dengan rekan kerja lain secara terbuka untuk pembelajaran
D. Menyerahkan data rekam medis kepada atasan langsung pekerja untuk bahan evaluasi kinerja
E. Menjaga kerahasiaan data medis pekerja dan hanya membagikan kepada pihak yang berwenang sesuai regulasi
Jawaban: E
Sesuai dengan etika profesi kesehatan kerja, kerahasiaan data rekam medis pasien/pekerja bersifat mutlak dan hanya boleh diakses atau dibagikan kepada pihak yang berwenang dengan persetujuan atau berdasarkan perintah undang-undang.
Soal 3
Pertemuan singkat yang dilakukan oleh pengawas atau petugas K3 bersama pekerja sebelum memulai pekerjaan untuk membahas isu-isu keselamatan, kesehatan kerja, dan bahaya yang mungkin timbul hari itu disebut...
A. Toolbox Meeting
B. Safety Audit
C. Job Safety Analysis
D. Safety Induction
E. Management Review
Jawaban: A
Toolbox meeting adalah komunikasi rutin K3 berupa pertemuan singkat (biasanya 10-15 menit) sebelum mulai kerja untuk membahas bahaya spesifik, prosedur kerja aman, dan pengingat K3 di lapangan.
Soal 4
Dalam manajemen patient safety, suatu insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya, disebut...
A. Kejadian Potensial Cedera (KPC)
B. Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
C. Kejadian Tidak Cedera (KTC)
D. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)
E. Kejadian Sentinel
Jawaban: D
Berdasarkan Permenkes No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien, Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien.
Soal 5
Langkah pertama yang paling krusial dalam pelaksanaan surveilans kesehatan kerja di sebuah perusahaan adalah...
A. Membagikan kuesioner kepuasan kerja kepada seluruh karyawan
B. Pelaporan hasil evaluasi medis ke dinas ketenagakerjaan
C. Membuat regulasi perusahaan terkait sanksi pelanggaran K3
D. Melakukan tindakan kuratif pada pekerja yang sakit parah
E. Pengumpulan data kesehatan dan bahaya lingkungan kerja secara sistematis
Jawaban: E
Siklus surveilans selalu dimulai dengan pengumpulan data yang akurat dan sistematis (terkait data kesehatan pekerja maupun data pajanan lingkungan kerja), sebelum dilakukan analisis, interpretasi, dan diseminasi.
Soal 6
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, prinsip dasar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terdiri dari lima langkah utama. Langkah penetapan kebijakan K3 diikuti oleh...
A. Peninjauan Ulang dan Peningkatan Kinerja
B. Pelaksanaan Rencana K3
C. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3
D. Perencanaan K3
E. Audit Internal SMK3
Jawaban: D
Sesuai PP No. 50 Tahun 2012, 5 prinsip dasar SMK3 adalah: 1) Penetapan Kebijakan K3, 2) Perencanaan K3, 3) Pelaksanaan Rencana K3, 4) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3, 5) Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3.
Soal 7
Sebuah pabrik menggunakan bahan kimia pelarut toksik dalam proses produksinya. Untuk mengendalikan risiko, manajemen memutuskan untuk mengganti pelarut tersebut dengan pelarut berbahan dasar air yang tidak beracun. Pengendalian ini termasuk dalam hierarki...
A. Alat Pelindung Diri (APD)
B. Pengendalian Administratif
C. Rekayasa Teknik (Engineering Control)
D. Substitusi
E. Eliminasi
Jawaban: D
Substitusi adalah mengganti bahan, proses, atau peralatan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya. Mengganti pelarut toksik dengan pelarut air adalah contoh substitusi.
Soal 8
Dalam melakukan pendampingan program kesehatan kerja di UMKM, tujuan utama dari kegiatan pembimbingan adalah...
A. Menyusunkan seluruh dokumen K3 tanpa melibatkan pekerja
B. Meningkatkan kemandirian pekerja dan pemilik usaha dalam mengenali dan mengendalikan bahaya
C. Mengambil alih seluruh tanggung jawab K3 dari pemilik usaha
D. Meningkatkan target produksi UMKM melalui pemaksaan jam kerja
E. Memberikan sanksi langsung kepada pemilik UMKM yang melanggar K3
Jawaban: B
Fokus pembimbingan dan pendampingan adalah empowerment (pemberdayaan) agar kelompok sasaran (pekerja dan manajemen/pemilik usaha) memiliki kemandirian dalam menerapkan kesehatan kerja.
Soal 9
Upaya kesehatan kerja bersumber daya masyarakat yang dibentuk di lingkungan pekerja informal untuk memberikan pelayanan kesehatan kerja dasar disebut...
A. Puskesmas Pembantu
B. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
C. Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)
D. Klinik Perusahaan
E. Sistem Keselamatan Kerja Terpadu
Jawaban: C
Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) adalah bentuk pemberdayaan masyarakat pekerja (terutama sektor informal) di mana dari, oleh, dan untuk pekerja itu sendiri diselenggarakan pelayanan kesehatan kerja dasar.
Soal 10
Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh...
A. Konflik antar instansi pemerintah
B. Pekerjaan dan lingkungan kerja
C. Kondisi ekonomi keluarga
D. Faktor genetik
E. Gaya hidup pribadi di luar jam kerja
Jawaban: B
UU No. 36 Tahun 2009 Pasal 164 menyatakan upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.
Soal 11
Jika seorang Pembimbing Kesehatan Kerja menemukan potensi bahaya besar (imminent danger) yang mengancam nyawa pekerja di suatu area, langkah paling etis dan profesional yang pertama kali harus dilakukan adalah...
A. Menghentikan pekerjaan seketika dan mengamankan pekerja dari area tersebut
B. Menulis laporan mingguan agar dapat dievaluasi pimpinan
C. Menunggu sampai kecelakaan terjadi sebagai bukti kelemahan sistem
D. Mendokumentasikan bahaya tersebut untuk bahan presentasi seminar
E. Membiarkan karena bukan tanggung jawab utamanya
Jawaban: A
Dalam K3 dan kode etik profesi, keselamatan nyawa adalah prioritas tertinggi. Jika ada potensi bahaya besar dan segera (imminent danger), tindakan penghentian pekerjaan (stop work authority) dan evakuasi harus dilakukan segera.
Soal 12
Bentuk komunikasi K3 yang diberikan kepada karyawan baru, kontraktor, atau tamu sebelum mereka diizinkan memasuki area kerja yang memiliki potensi bahaya disebut...
A. Emergency Drill
B. Safety Patrol
C. Safety Briefing
D. Safety Campaign
E. Safety Induction
Jawaban: E
Safety Induction adalah pengenalan dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta potensi bahaya di lokasi kerja yang wajib diberikan kepada pekerja baru, tamu, atau kontraktor.
Soal 13
Kejadian Sentinel dalam Keselamatan Pasien (Patient Safety) merujuk pada...
A. Kejadian tidak diharapkan (KTD) yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius
B. Keluhan ringan pasien terhadap pelayanan rumah sakit
C. Kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan cedera
D. Insiden yang belum terpapar ke pasien
E. Kejadian yang sudah terpapar ke pasien namun tidak menimbulkan cedera
Jawaban: A
Sesuai Permenkes No. 11/2017, Kejadian Sentinel adalah suatu Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang mengakibatkan kematian, cedera permanen, atau cedera berat yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien.
Soal 14
Surveilans kesehatan kerja memanfaatkan data biomarker untuk memantau paparan bahan kimia pada pekerja. Hal ini termasuk dalam kategori surveilans...
A. Surveilans Efek Kesehatan / Penyakit
B. Surveilans Lingkungan Kerja
C. Biomonitoring (Pemantauan Biologis)
D. Surveilans Demografis
E. Surveilans Kecelakaan Kerja
Jawaban: C
Biomonitoring adalah pemantauan terhadap agen kimia atau metabolitnya di dalam tubuh pekerja (seperti dari darah, urin, atau udara pernapasan) sebagai bagian terintegrasi dari surveilans kesehatan kerja.
Soal 15
Kewajiban penerapan SMK3 menurut PP No. 50 Tahun 2012 berlaku bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit ... atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
A. 150 orang
B. 20 orang
C. 75 orang
D. 100 orang
E. 50 orang
Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) PP No. 50 Tahun 2012, penerapan SMK3 wajib bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
Soal 16
Dalam proses Job Safety Analysis (JSA), langkah yang harus dilakukan setelah menguraikan pekerjaan menjadi langkah-langkah dasar adalah...
A. Menghitung biaya pengendalian risiko
B. Menyediakan APD
C. Menetapkan prosedur kerja standar
D. Mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap langkah kerja
E. Melakukan inspeksi mendadak
Jawaban: D
Tahapan JSA: 1) Pilih pekerjaan yang dianalisis, 2) Uraikan langkah-langkah pekerjaan, 3) Identifikasi bahaya pada tiap langkah, 4) Tentukan tindakan pengendalian risiko.
Soal 17
Pada saat pendampingan pelaksanaan program kesehatan kerja di sebuah perusahaan, ditemukan tingkat ketidakhadiran pekerja karena sakit (absenteeism) tinggi akibat gangguan muskuloskeletal (ergonomi). Rekomendasi pembimbing yang tepat adalah...
A. Memberikan sanksi pemotongan gaji bagi yang sering sakit
B. Memaksa pekerja untuk meminum suplemen tulang setiap hari
C. Mengganti seluruh pekerja yang sakit dengan pekerja baru
D. Melakukan penilaian risiko ergonomi pada stasiun kerja dan merancang perbaikan fasilitas kerja
E. Mengubah jadwal kerja menjadi 12 jam sehari agar cepat selesai
Jawaban: D
Pendekatan kesehatan kerja bersifat preventif dan korektif terhadap lingkungan dan sistem kerja. Menilai risiko ergonomi (misal REBA/RULA) dan menyesuaikan stasiun kerja adalah solusi akar masalah.
Soal 18
Kader Pos UKK memiliki peran sentral dalam keberhasilan pelayanan kesehatan bagi pekerja sektor informal. Syarat utama untuk menjadi kader Pos UKK adalah...
A. Berasal dari anggota kelompok pekerja itu sendiri, mau dan mampu secara sukarela
B. Hanya diizinkan bagi ketua rukun tetangga (RT) setempat
C. Memiliki gelar sarjana di bidang kesehatan masyarakat
D. Pegawai Dinas Kesehatan kabupaten/kota
E. Harus seorang dokter umum atau spesialis okupasi
Jawaban: A
Kader Pos UKK merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Syarat utamanya adalah mereka berasal dari kelompok pekerja itu sendiri, dipilih oleh pekerja, dan bersedia secara sukarela (mau dan mampu) menjadi penggerak K3.
Soal 19
Syarat-syarat Keselamatan Kerja dalam UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 bertujuan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan, salah satunya terkait PAK. Kepanjangan dari PAK adalah...
A. Pengendalian Area Kerja
B. Penyelidikan Akibat Kecelakaan
C. Peraturan Asuransi Kerja
D. Penanganan Aktivitas Kerja
E. Penyakit Akibat Kerja
Jawaban: E
PAK singkatan dari Penyakit Akibat Kerja, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja, sebagaimana diatur regulasi kesehatan dan keselamatan kerja.
Soal 20
Memasang peredam suara (silencer) pada mesin genset yang bising di ruang produksi merupakan bentuk pengendalian bahaya K3 dengan metode...
A. Eliminasi
B. Rekayasa Teknik (Engineering Control)
C. Administratif
D. Alat Pelindung Diri
E. Substitusi
Jawaban: B
Memasang peredam, memasang ventilasi (exhaust), atau memasang pelindung mesin (machine guard) adalah modifikasi pada sumber bahaya secara fisik mekanis, yang diklasifikasikan sebagai Rekayasa Teknik (Engineering Control).
Soal 21 Premium
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 mengatur mengenai...
A. Penyakit Akibat Kerja
B. Standar Nasional Indonesia
C. Sistem Manajemen K3 Nasional
D. Kecelakaan Akibat Kerja
E. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Dalam mempromosikan perilaku sehat di tempat kerja, Pembimbing Kesehatan Kerja membuat poster tentang bahaya merokok. Elemen komunikasi yang berfungsi sebagai medium/saluran penyampaian dalam kasus ini adalah...
Untuk menjamin keselamatan pasien di klinik perusahaan, petugas medis menanyakan nama lengkap dan tanggal lahir pasien sebelum memberikan obat. Tindakan ini merupakan implementasi sasaran keselamatan pasien (SKP), yaitu...
A. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (High Alert)
B. Peningkatan komunikasi yang efektif
C. Ketepatan identifikasi pasien
D. Pengurangan risiko pasien jatuh
E. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Surveilans K3 memerlukan perhitungan indikator kejadian. Indikator yang mengukur proporsi kasus Penyakit Akibat Kerja baru dalam suatu populasi pekerja pada kurun waktu tertentu disebut...
Dalam pelaksanaan Kemitraan kesehatan kerja, peran serta sektor swasta atau LSM diatur melalui prinsip kemitraan. Prinsip dasar kemitraan dalam kesehatan adalah...
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, Nilai Ambang Batas (NAB) untuk kebisingan pada pajanan waktu kerja 8 jam sehari adalah...
Seorang pembimbing kesehatan kerja mendapati bahwa manajer perusahaan memintanya memalsukan hasil tes kebugaran pekerja agar lolos tender proyek. Sesuai etika profesi, pembimbing tersebut harus...
A. Langsung mengundurkan diri tanpa memberikan penjelasan
B. Menolak secara tegas dengan memberikan pengertian mengenai prinsip integritas dan risiko fatal di lapangan
C. Meminta komisi dari nilai tender sebagai ganti risiko manipulasi data
D. Memenuhi permintaan manajer karena atasan harus dipatuhi
E. Menyetujui dengan syarat ini adalah yang pertama dan terakhir kali
Untuk mencegah kelelahan mata (asthenopia) pada pekerja pengguna komputer (VDU), Pembimbing Kesehatan Kerja menyarankan penerapan Aturan 20-20-20. Arti aturan ini adalah...
A. Peregangan 20 kali setiap 20 menit dengan jarak layar 20 inchi
B. Setiap 20 menit kerja, istirahat 20 menit, melihat jarak 20 meter
C. Setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik
D. Setiap 20 jam kerja, istirahat 20 menit, tidur 20 detik
E. Jarak layar 20 cm, bekerja maksimal 20 menit, frekuensi kedip 20 kali
Metode analisis komunikasi insiden (KTD) dalam Patient Safety untuk menelusuri akar penyebab suatu kesalahan (root cause) tanpa mencari siapa yang salah secara individu dikenal dengan...
Sertifikat SMK3 di Indonesia yang diberikan sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah bagi perusahaan yang menerapkan SMK3 tingkat lanjutan dikeluarkan oleh...
Dalam manajemen K3 untuk pekerja ruang terbatas (confined space), hal yang HARUS dipastikan aman melalui pengukuran gas sebelum pekerja masuk adalah...
A. Kadar oksigen murni 100% agar tidak sesak napas
B. Suhu ruangan mencapai titik beku agar pekerja tidak berkeringat
C. Kadar oksigen 19.5% - 23.5%, tidak ada gas mudah terbakar, dan kadar gas beracun di bawah NAB
D. Tekanan udara di dalam sama dengan di luar, tanpa memperhitungkan komposisi gas
E. Keberadaan gas CO2 minimal 50% untuk menekan risiko api
Pada pembimbingan penyusunan program K3, salah satu program promotif dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di tempat kerja adalah kegiatan Olahraga bersama dan peregangan. Di lingkungan instansi pemerintah (PNS), gerakan ini sering digalakkan dalam program...
Berdasarkan Permenkes Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri, pengukuran iklim kerja (tekanan panas) menggunakan parameter...
Pelaporan hasil surveilans kesehatan kerja sebaiknya disajikan dalam format yang mudah dipahami pihak manajemen agar dapat ditindaklanjuti. Bentuk penyajian data yang menampilkan tren absensi pekerja akibat sakit ISPA dari bulan ke bulan paling tepat menggunakan...
Pemasangan label bahaya dan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) pada bahan kimia merupakan pemenuhan aspek komunikasi K3 yang diwajibkan oleh regulasi, dan tergolong upaya pengendalian risiko berupa...
Sebagai seorang Pembimbing Kesehatan Kerja, Anda menemukan tingginya kasus kelelahan di kalangan pengemudi bus jarak jauh. Program Kemitraan yang paling efektif untuk menyelesaikannya adalah berkolaborasi dengan...
A. Klinik kecantikan untuk memberikan perawatan relaksasi
B. Bengkel bus agar mesin dapat beroperasi lebih cepat
C. Departemen HRD, serikat pekerja, Kementerian Perhubungan, dan kepolisian untuk mengatur sistem shift yang manusiawi
D. Sekolah mengemudi untuk mencetak sopir baru yang siap bekerja tanpa henti
E. Pedagang asongan di terminal agar menjual minuman berenergi dosis tinggi
Menurut panduan JCI dan regulasi Kemenkes, ketika seorang perawat memberikan obat melalui telepon karena perintah lisan dari dokter, metode komunikasi yang dianjurkan untuk menjamin Patient Safety adalah...
A. Cepat-cepat menutup telepon agar segera bertindak
Dalam audit SMK3, ditemukan bahwa organisasi belum mengkomunikasikan kebijakan K3 ke seluruh pekerja dan pemasok/subkontraktor. Hal ini merupakan penyimpangan/ketidaksesuaian (non-conformance) dari standar PP 50/2012 kriteria...
Ergonomi adalah ilmu yang menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap manusia atau sebaliknya. Masalah kesehatan yang sering timbul akibat desain stasiun kerja yang tidak ergonomis adalah...
Tingkat debu silika (kristalin bebas) di udara pada kegiatan tambang terbuka melampaui NAB. Penyakit paru akibat kerja yang khas ditimbulkan oleh pajanan debu silika disebut...
Dalam memberdayakan pekerja tani (sektor informal) melalui Pos UKK, salah satu paket pelayanan dasar yang diberikan adalah pengenalan bahaya pestisida. Ciri-ciri keracunan akut pestisida golongan organofosfat adalah...
A. Hilangnya pendengaran sementara
B. Mulut kering, pupil mata melebar, hiperaktif
C. Mual, muntah, hipersalivasi (air liur berlebih), dan pupil mata mengecil (miosis)
Analisis data dari klinik perusahaan menunjukkan terjadi 5 kasus tertusuk jarum suntik (needlestick injury) di kalangan perawat dalam 6 bulan terakhir. Rekomendasi program pendampingan untuk pencegahan (patient & worker safety) terbaik adalah...
A. Mewajibkan perawat membayar denda atas jarum yang rusak
B. Sosialisasi dan penerapan Kewaspadaan Standar (Universal Precaution) serta larangan menutup kembali (recapping) jarum bekas dengan dua tangan
C. Melarang penggunaan jarum suntik di klinik
D. Memberikan imunisasi Covid-19 kepada seluruh karyawan
Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk melaporkan Insiden Keselamatan Pasien secara internal paling lambat dalam waktu...
Tips Lulus SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama
SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.