SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengetahuan produksi benih dan bibit ternak (produksi benih, bibit, seleksi)
Manajemen pemeliharaan ternak
Istilah bidang peternakan
Ciri-ciri karakteristik ternak
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang dimaksud dengan 'bibit hewan' adalah...
A. Anak hewan yang baru lahir dan masih dalam masa menyusu pada induknya secara eksklusif.
B. Semua hewan betina yang telah beranak minimal satu kali dan menunjukkan kurva laktasi yang baik.
C. Hewan yang telah mencapai masa dewasa kelamin dan siap untuk dipotong guna diambil dagingnya.
D. Hewan hasil persilangan dua rumpun berbeda yang ditujukan semata-mata untuk produksi karkas komersial.
E. Hewan yang mempunyai sifat unggul dan mewariskan serta memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan.
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2009 jo UU No. 41 Tahun 2014 Pasal 1 angka 14, Bibit adalah hewan yang mempunyai sifat unggul dan mewariskan serta memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan.
Soal 2
Metode seleksi ternak yang dilakukan dengan cara memilih ternak untuk dijadikan tetua generasi berikutnya murni berdasarkan catatan performa (catatan produksi) ternak itu sendiri tanpa melihat silsilahnya disebut...
A. Progeny testing
B. Pedigree selection
C. Tandem selection
D. Seleksi individu (Mass selection)
E. Family selection
Jawaban: D
Seleksi individu (mass selection) adalah metode seleksi di mana ternak dipilih berdasarkan performa (fenotip) individu tersebut sendiri, yang merupakan cara paling sederhana dan umum dilakukan untuk sifat dengan heritabilitas tinggi.
Soal 3
Perkawinan sedarah (inbreeding) yang dilakukan secara terus-menerus dalam suatu populasi ternak seringkali dihindari karena dapat menyebabkan terjadinya 'inbreeding depression'. Dampak utama dari inbreeding depression adalah...
A. Penurunan kebugaran (fitness), penurunan kemampuan reproduksi, dan daya hidup ternak.
B. Peningkatan heterozigositas yang menyebabkan ternak lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
C. Meningkatnya laju mutasi genetik yang menguntungkan secara eksponensial.
D. Ternak menjadi lebih cepat mencapai dewasa kelamin dan estrus yang lebih panjang.
E. Peningkatan performa produksi daging dan susu pada keturunan generasi pertama.
Jawaban: A
Inbreeding depression adalah penurunan kebugaran (vitalitas, daya tahan, performa reproduksi, dan daya hidup) dari suatu populasi akibat perkawinan sekerabat yang meningkatkan homozigositas alel resesif yang merugikan.
Soal 4
Sinkronisasi estrus pada sapi potong merupakan salah satu bioteknologi reproduksi yang bertujuan untuk...
A. Memperpanjang masa laktasi induk sapi yang baru saja melahirkan.
B. Mencegah terjadinya ovulasi ganda yang berisiko menyebabkan distokia.
C. Menyerentakkan waktu timbulnya berahi pada sekelompok ternak betina agar dapat diinseminasi secara bersamaan.
D. Menurunkan angka kelahiran kembar pada peternakan sapi potong intensif.
E. Mempercepat pertumbuhan folikel dominan pada sapi jantan untuk produksi semen beku.
Jawaban: C
Sinkronisasi estrus (berahi) bertujuan untuk menyerentakkan siklus estrus pada sekelompok betina menggunakan hormon (seperti prostaglandin/PGF2a) sehingga pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) dapat dilakukan serentak, yang mengefisienkan waktu dan tenaga kerja.
Soal 5
Dalam kegiatan produksi dan distribusi benih ternak berupa semen beku, media penyimpanan yang digunakan untuk menjaga viabilitas spermatozoa dalam jangka waktu lama adalah nitrogen cair. Suhu ideal nitrogen cair tersebut adalah...
A. -50 derajat Celcius
B. -80 derajat Celcius
C. -196 derajat Celcius
D. -20 derajat Celcius
E. -273 derajat Celcius
Jawaban: C
Semen beku (frozen semen) disimpan di dalam wadah kriogenik (straw) yang direndam dalam nitrogen cair (liquid nitrogen) dengan titik didih -196 derajat Celcius (-320 derajat Fahrenheit) untuk menghentikan seluruh aktivitas metabolisme sperma tanpa mematikannya.
Soal 6
Pada manajemen reproduksi domba dan kambing, peternak sering menerapkan program 'flushing'. Tujuan utama dari tindakan ini adalah...
A. Memisahkan anak dari induk secara mendadak agar induk cepat kembali menunjukkan tanda-tanda estrus.
B. Membilas saluran reproduksi betina dengan cairan antiseptik pasca melahirkan untuk mencegah infeksi uterus.
C. Pemberian obat cacing dosis tinggi secara massal pada awal musim penghujan.
D. Mencukur bulu domba di sekitar area genital untuk memudahkan proses perkawinan alami.
E. Meningkatkan asupan pakan berkualitas tinggi sebelum musim kawin untuk meningkatkan laju ovulasi dan potensi kelahiran kembar.
Jawaban: E
Flushing adalah praktik pemberian pakan tambahan yang kaya energi dan protein selama 2-3 minggu sebelum musim kawin. Tujuannya adalah meningkatkan kondisi tubuh ternak yang secara langsung menstimulasi peningkatan pelepasan sel telur (laju ovulasi), sehingga meningkatkan peluang kebuntingan dan kelahiran kembar (prolificacy).
Soal 7
Kolostrum wajib diberikan kepada pedet sapi perah segera setelah lahir. Waktu optimal pemberian kolostrum pertama kali agar penyerapan antibodi maksimal adalah...
A. Secepatnya, idealnya dalam 2 hingga 6 jam pertama setelah lahir.
B. Hanya diberikan jika pedet terlihat sakit atau lemah.
C. Setelah pedet berusia 1 minggu agar sistem pencernaannya kuat.
D. Setelah 24 jam pertama agar pedet belajar mengonsumsi pakan padat terlebih dahulu.
E. Pada usia 3 hingga 5 hari setelah lahir.
Jawaban: A
Kolostrum mengandung antibodi (Immunoglobulin/IgG) yang sangat penting untuk kekebalan pasif pedet. Penyerapan antibodi paling maksimal terjadi secepatnya setelah lahir, idealnya dalam 2-6 jam pertama. Setelah 24 jam, usus mengalami 'closure' sehingga antibodi tidak bisa lagi diserap utuh ke dalam darah.
Soal 8
Pemotongan tanduk (dehorning) pada pedet umumnya dilakukan saat usianya masih muda (1-4 minggu). Alasan paling rasional dari sisi manajemen pemeliharaan untuk melakukan dehorning adalah...
A. Meningkatkan kualitas karkas dan persentase daging di area leher.
B. Mencegah terjadinya cedera pada ternak lain dan peternak, serta menghemat ruang pakan.
C. Memudahkan ternak untuk mendeteksi suhu lingkungan sekitar.
D. Merangsang hormon pertumbuhan alami agar pedet lebih cepat besar.
E. Menurunkan konsumsi pakan hijauan karena aktivitas mengunyah berkurang.
Jawaban: B
Dehorning bertujuan utama untuk mencegah cedera yang membahayakan sesama ternak (mengurangi risiko memar pada karkas) maupun pekerja kandang (peternak), serta membuat ternak membutuhkan ruang yang lebih sedikit di feedbunk (tempat pakan).
Soal 9
Penilaian Body Condition Score (BCS) pada sapi potong merupakan alat ukur yang penting dalam manajemen reproduksi dan nutrisi. Penilaian BCS dilakukan dengan cara...
A. Mengukur tinggi gumba dan panjang badan sapi menggunakan tongkat ukur.
B. Melihat tingkat kecerahan warna bulu dan kebersihan area mata sapi.
C. Menganalisis profil darah ternak di laboratorium untuk mengetahui kadar lemak darah.
D. Menimbang bobot badan ternak secara rutin setiap minggu dan mengukur lingkar dada.
E. Mengamati dan meraba cadangan lemak subkutan di area tulang punggung, rusuk, dan pangkal ekor.
Jawaban: E
Body Condition Score (BCS) adalah metode subjektif untuk mengevaluasi cadangan energi tubuh ternak (lemak subkutan). Pemeriksaannya dilakukan dengan cara visual dan perabaan (palpasi) pada titik-titik kerangka tertentu, terutama pada area tulang punggung (vertebrae), tulang rusuk (ribs), dan pangkal ekor.
Soal 10
Konsep penyapihan (weaning) pada pemeliharaan sapi potong komersial secara umum didefinisikan sebagai...
A. Pemindahan induk sapi ke kandang isolasi menjelang proses partus.
B. Pemberian pakan konsentrat pertama kali pada pedet yang baru lahir.
C. Proses penghentian pemberian air susu induk kepada anaknya dan beralih sepenuhnya pada pakan padat.
D. Saat induk mulai menunjukkan tanda-tanda estrus kembali setelah melahirkan.
E. Pemotongan tali pusar pedet untuk mencegah infeksi omphalitis.
Jawaban: C
Penyapihan (weaning) adalah proses memisahkan anak dari induknya secara permanen sehingga anak ternak berhenti menyusu dan sistem pencernaannya (terutama rumen pada ruminansia) diandalkan sepenuhnya untuk mencerna pakan padat (hijauan dan konsentrat).
Soal 11
Dalam istilah bidang peternakan, anomali genetik dan hormonal yang menyebabkan pedet betina lahir dalam keadaan steril akibat mengalami kebuntingan kembar bersilangan (satu jantan, satu betina) disebut...
A. Freemartin
B. Nymphomania
C. Hermaphroditism
D. Cryptorchidism
E. Anestrus
Jawaban: A
Freemartin adalah pedet betina infertil (mandul) yang maskulin yang lahir kembar dengan pedet jantan. Hal ini terjadi karena percampuran darah (anastomosis pembuluh darah plasenta) selama kebuntingan, sehingga hormon androgen dari pedet jantan menghambat perkembangan organ reproduksi normal pada fetus betina.
Soal 12
Istilah medis atau teknis dalam peternakan yang merujuk pada kondisi ternak mengalami kesulitan saat proses melahirkan (partus) adalah...
A. Distokia (Dystocia)
B. Prolapsus uterus
C. Retensio plasenta
D. Aborsi
E. Laktasi
Jawaban: A
Distokia (dystocia) adalah kesulitan melahirkan yang sering terjadi akibat ukuran pedet yang terlalu besar (fetopelvic disproportion), kelainan posisi fetus, atau induk yang lemah. Kondisi ini memerlukan bantuan penanganan reproduksi.
Soal 13
Kondisi kelainan di mana salah satu atau kedua testis pejantan gagal turun ke dalam skrotum (kantung pelir) dikenal dengan istilah...
A. Kriptorkidisme (Cryptorchidism)
B. Epididimitis
C. Hipoplasia testis
D. Orchitis
E. Phimosis
Jawaban: A
Kriptorkidisme adalah kelainan perkembangan bawaan di mana testis tetap berada di dalam rongga perut atau kanalis inguinalis dan tidak turun ke skrotum. Testis yang tidak turun ini biasanya steril karena suhu tubuh terlalu panas untuk spermatogenesis normal.
Soal 14
Parameter genetik kuantitatif yang menggambarkan seberapa besar proporsi keragaman fenotipik suatu sifat pada populasi yang disebabkan oleh keragaman genetik aditif disebut...
A. Korelasi genetik
B. Heritabilitas (Nilai Pewarisan)
C. Mutasi gen
D. Diferensial seleksi
E. Repetabilitas
Jawaban: B
Heritabilitas (h2) merupakan ukuran yang menunjukkan derajat kemampuan suatu sifat diturunkan dari induk kepada keturunannya. Nilai ini berkisar antara 0 hingga 1, merepresentasikan rasio varians genetik aditif terhadap varians fenotipik total.
Soal 15
Evaluasi dan seleksi terhadap seekor pejantan berdasarkan kualitas performa keturunan-keturunannya (anak-anaknya) dalam istilah pemuliaan ternak disebut...
A. Performance test
B. Uji performans
C. Inbreeding evaluation
D. Maternal selection
E. Uji zuriat (Progeny test)
Jawaban: E
Uji zuriat (Progeny Test) adalah program pengujian kualitas genetik pejantan dengan cara mengevaluasi data produksi atau performa anak-anak keturunannya. Ini adalah metode yang paling akurat namun membutuhkan waktu yang lama (generation interval panjang).
Soal 16
Sapi Bali (Bos sondaicus/javanicus) merupakan salah satu kekayaan genetik ternak asli Indonesia. Ciri fenotipik khas yang dimiliki oleh Sapi Bali murni adalah...
A. Tanduk mengarah lurus ke depan dengan warna tubuh seluruhnya putih.
B. Adanya warna putih pada bagian bawah kaki (kaos kaki) dan garis hitam sepanjang punggung (garis belut).
C. Tubuh besar dengan punuk tinggi, serta telinga panjang menggantung.
D. Warna tubuh hitam legam dengan belang putih di area perut dan dahi.
E. Kulit longgar berlipat-lipat dan tidak memiliki tanduk (polled) alami.
Jawaban: B
Karakteristik khas Sapi Bali (berdasarkan SNI) meliputi: bagian pantat putih (cermin putih), bagian bawah kaki dari tarsus/karpus ke bawah berwarna putih (seperti memakai kaos kaki), serta adanya garis hitam yang membentang di sepanjang tulang punggung (garis belut). Sapi jantan dewasa juga akan berubah warna menjadi kehitaman.
Soal 17
Kambing Peranakan Etawah (PE) adalah rumpun kambing dwiguna (susu dan pedaging). Karakteristik spesifik yang paling membedakan kambing PE dari kambing Kacang adalah...
A. Tubuh kecil, pendek, dan sangat prolifik (sering beranak kembar 3-4).
B. Bentuk profil muka yang cembung (melengkung) dan telinga panjang yang menjuntai lemas ke bawah.
C. Bulu tubuh keriting seperti domba wol di seluruh tubuh.
D. Selalu tidak memiliki tanduk, baik pada jantan maupun betina.
E. Bentuk profil muka lurus dengan telinga berukuran sangat kecil dan tegak.
Jawaban: B
Kambing PE merupakan persilangan antara kambing Etawah (Jamnapari) dari India dengan Kambing Kacang lokal. Ciri khas genetik Etawah yang dominan adalah postur tubuh besar, telinga panjang menggantung (terlipat rapi), dan profil muka/wajah yang cembung (roman nose).
Soal 18
Sapi Brahman merupakan rumpun sapi jenis Bos indicus (zebu). Karakteristik fisik utama yang dimiliki sapi ini untuk beradaptasi di daerah beriklim tropis adalah...
A. Tingkat metabolisme basal yang sangat tinggi untuk memproduksi panas.
B. Warna tubuh hitam pekat dan moncong putih.
C. Memiliki punuk yang besar, gelambir (dewlap) yang longgar dan lebar, serta banyak kelenjar keringat.
D. Bulu lebat panjang dan lapisan lemak subkutan yang sangat tebal.
E. Ketiadaan punuk dan bentuk tubuh seperti silinder memanjang.
Jawaban: C
Ciri khas Bos indicus (Sapi Brahman) untuk termoregulasi di cuaca panas adalah kulit yang longgar/berlipat, gelambir lebar di leher hingga dada, punuk besar, dan kepadatan kelenjar keringat yang tinggi, yang kesemuanya berfungsi memperluas area pelepasan panas tubuh.
Soal 19
Ayam Pelung merupakan rumpun ayam lokal asli Indonesia yang berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Keunggulan atau karakteristik utama spesifik unggas ini yang sering dilombakan adalah...
A. Kemampuan bertarungnya (ayam laga) yang agresif dan tak terkalahkan.
B. Produksi telurnya yang mencapai 300 butir per tahun.
C. Suara kokok ayam jantan yang khas, mengalun panjang, dan bernada unik.
D. Warna bulu putih mulus dengan jengger berbentuk mawar (rose comb).
E. Warna daging dan tulangnya yang hitam legam secara genetik.
Jawaban: C
Ayam Pelung dikembangkan dan dipertahankan kemurniannya karena keunggulan pada suara kokok pejantan yang panjang, berirama/mengalun, serta postur tubuhnya yang tinggi besar. Ayam ini sangat populer sebagai ayam hias (ayam penyanyi).
Soal 20
Domba Garut (Priangan) memiliki bentuk fisik jantan yang sangat gagah. Ciri khusus dari pangkal ekor domba Garut adalah...
A. Berbentuk segitiga yang lebar pada pangkalnya, mengecil dan meruncing pada ujungnya.
B. Sangat panjang dan lurus hingga menyentuh tanah.
C. Membentuk gumpalan lemak bulat sempurna seperti domba awassi.
D. Kecil, pendek, dan tidak berbulu.
E. Melengkung ke atas seperti ekor anjing pug.
Jawaban: A
Berdasarkan standar rumpun, domba Garut masuk kategori domba ekor tipis dengan kekhususan bentuk pangkal ekornya yang cenderung lebar/tebal (sedikit timbunan lemak) membentuk segitiga terbalik, lalu mengecil lurus dan meruncing di bagian bawahnya.
Soal 21 Premium
Dalam program pemuliaan ternak, persilangan (crossbreeding) antara dua rumpun murni yang berbeda sering dilakukan dengan tujuan mengeksploitasi 'Hybrid Vigor'. Apa yang dimaksud dengan fenomena ini?
A. Munculnya sifat resesif letal yang menyebabkan kematian embrio dini pada persilangan.
B. Pemusnahan gen-gen dominan dalam populasi dalam waktu dua generasi berturut-turut.
C. Kemampuan ternak untuk mencerna pakan berserat kasar tinggi secara efisien tanpa mikrobia rumen.
D. Penurunan daya tahan penyakit pada ternak silangan akibat perbedaan iklim tetua.
E. Peningkatan performa keturunan hasil persilangan yang melampaui rata-rata performa kedua rumpun tetuanya.
Evaluasi kualitas semen segar pejantan di Balai Inseminasi Buatan mencakup evaluasi makroskopis dan mikroskopis. Salah satu parameter mikroskopis adalah 'motilitas massa' yang dinilai berdasarkan...
A. Persentase spermatozoa yang bentuk kepalanya cacat.
B. Pergerakan gerombolan (gelombang) spermatozoa secara keseluruhan di bawah mikroskop perbesaran rendah tanpa pengenceran.
C. Kekuatan gerak laju per satu sel sperma (individual) yang bergerak lurus ke depan.
D. Tingkat kematian sel sperma setelah diberikan pewarnaan eosin-nigrosin.
E. Kepekatan warna dan volume air mani secara langsung di dalam tabung ukur.
Pada prosedur Transfer Embrio, tahap awal yang dilakukan pada sapi donor agar menghasilkan sel telur yang lebih banyak dari biasanya adalah 'Superovulasi'. Hormon eksogen yang paling umum disuntikkan untuk memicu superovulasi adalah...
Kemajuan genetik atau respon seleksi per generasi (R) dalam pemuliaan ternak dapat dihitung menggunakan rumus dasar kuantitatif R = h^2 x S. Dalam persamaan tersebut, 'S' melambangkan...
Sesuai dengan regulasi perundang-undangan (UU No. 18/2009 jo UU No. 41/2014), kelompok individu ternak dalam satu rumpun yang dikembangkan untuk tujuan produksi tertentu dan memiliki ciri spesifik yang dapat diwariskan secara stabil disebut...
Praktik menyingkirkan atau mengeluarkan ternak dari populasi kawanan karena performa reproduksinya buruk, cacat fisik, penyakit menular, atau produksi susunya menurun secara ekstrem disebut...
Calving Interval (Jarak Beranak) merupakan indikator penting dalam manajemen reproduksi sapi potong dan perah. Calving interval secara matematis terdiri dari dua periode utama, yaitu...
A. Days open (hari kosong/masa kosong) dan lama kebuntingan (gestation period).
Penyakit metabolisme yang sering menimpa sapi perah unggul (bibit) dengan produksi susu tinggi segera setelah proses melahirkan akibat defisiensi kalsium darah akut adalah...
Dalam standar manajemen biosekuriti modern pada perusahaan pembibitan ayam (Breeding Farm), area peternakan dibagi menjadi zona berdasarkan tingkat sanitasi dan risikonya. Zona area tempat kandang ayam (flock) berada yang memiliki aturan sanitasi paling ketat adalah...
Manajemen pemeliharaan ternak yang baik mensyaratkan terpenuhinya aspek 'Kesejahteraan Hewan' (Animal Welfare). Konsep standar internasional untuk kesejahteraan hewan dikenal dengan nama 'Five Freedoms' (Lima Kebebasan). Salah satu di antaranya adalah...
A. Bebas dari proses pencatatan silsilah reproduksi.
B. Bebas berkeliaran di luar pagar peternakan komersial.
C. Bebas mengkonsumsi semua jenis hijauan beracun tanpa pembatasan.
D. Bebas dari interaksi dengan ternak lain agar tidak berkelahi.
Dalam manajemen pemeliharaan ayam pedaging maupun petelur pembibit, kualitas 'litter' (alas kandang) sangat penting dikontrol. Litter yang basah dan menggumpal berpotensi menyebabkan tingginya gas beracun di dalam kandang, yaitu gas...
Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) pada sapi merupakan rutinitas manajemen reproduksi. Metode Palpasi Rektal umumnya dapat memberikan diagnosis kebuntingan yang akurat dan dirasakan adanya amnion (vesikel) paling dini pada usia kebuntingan...
Aturan praktis waktu pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi sering disebut dengan istilah aturan Pagi-Sore (a.m. - p.m. rule). Hal ini didasarkan pada waktu ovulasi sapi yang terjadi...
A. Satu minggu setelah munculnya leleran lendir jernih dari vulva.
B. Bersamaan dengan hari beranaknya induk sapi (post-partum estrus).
C. Saat sapi sudah tidak mau makan selama 3 hari berturut-turut.
D. Sekitar 10-14 jam setelah berakhirnya tanda-tanda estrus (berahi).
E. Segera pada detik pertama sapi menunjukkan gejala menaiki sapi lain.
Dalam manajemen perbibitan, praktik mendokumentasikan asal-usul tetua, data kelahiran, pertumbuhan, performa produksi, dan kesehatan ternak disebut dengan kegiatan...
Istilah untuk kondisi fisiologis di mana ovarium ternak betina tidak aktif atau siklus reproduksi terhenti sehingga ternak tidak menunjukkan tanda-tanda berahi adalah...
Dalam manajemen deteksi berahi peternakan skala besar, kadang digunakan pejantan 'Teaser'. Pejantan ini telah dioperasi agar tidak dapat membuahi betina secara nyata. Operasi yang umum dilakukan pada teaser bull adalah...
A. Pemberian hormon estrogen berdosis tinggi.
B. Ablasi ovarium secara pembedahan.
C. Kastrasi terbuka yang membuang keseluruhan testis (orchiectomy).
D. Pemotongan seluruh kelenjar prostat dan vesikula seminalis.
E. Vasektomi atau pemotongan epididimis (epididymectomy).
Bagian dari tubuh ternak potong (sapi/kambing) yang telah disembelih, dikuliti, dikeluarkan organ dalam (jeroan), serta dipotong kepala dan keempat kaki bagian bawahnya disebut...
Indikator tingkat efisiensi penggunaan pakan oleh ternak yang dihitung dari jumlah pakan yang dihabiskan untuk menghasilkan satu kilogram pertambahan bobot badan (PBB) disebut...
Sapi Madura merupakan rumpun sapi lokal unggul bertipe pedaging-kerja yang khas. Sapi ini dipercaya oleh para ahli genetik terbentuk dari hasil persilangan alam antara...
A. Bos indicus (Zebu) dan Bos sondaicus/javanicus (Banteng liar).
B. Sapi Perah Holstein dan Kerbau Rawa.
C. Kambing Etawah dengan Sapi lokal.
D. Bos taurus (Sapi Eropa) dengan Bos bison (Bison).
Babi Landrace adalah salah satu rumpun babi eksotik yang banyak dipelihara di Indonesia untuk tujuan pedaging (karkas panjang/bacon type). Ciri fisik yang paling menonjol pada babi Landrace adalah...
A. Warna tubuh hitam legam dengan tanda sabuk putih melingkar di bahu.
B. Kulit kemerahan dan telinga tegak ke atas menyerupai daun pisang.
C. Warna tubuh putih mulus, bentuk tubuh panjang, kepala kecil, dan telinga besar yang rebah/menutupi mata.
D. Memiliki moncong sangat panjang seperti gajah, dan ekor lurus.
E. Tubuh sangat pendek dan bulat seperti bola berbulu tebal.
Sapi Sumba Ongole (SO) merupakan aset bibit pedaging andalan di NTT. Sapi ini dikembangkan murni tanpa persilangan lain di pulau Sumba semenjak dibawa dari India. Ciri khas Sapi Ongole murni ini adalah...
A. Tubuh bergaris-garis seperti zebra dan mata merah menyala.
B. Warna bulu putih atau keabu-abuan, gelambir lebar, kepala relatif pendek dengan punuk besar menjulang.
C. Tubuh berbentuk silinder pendek, kaki sangat pendek, khusus diperah susunya.
D. Warna cokelat kemerahan pekat dengan muka putih berbentuk bintang.
E. Tidak memiliki tanduk sama sekali sejak lahir (polled alami).
Kambing Boer dikenal di seluruh dunia sebagai kambing penghasil daging dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Karakteristik warna bulu yang menjadi standar breed dari kambing Boer murni adalah...
A. Tubuh hitam dengan telinga dan kaki putih.
B. Warna cokelat keemasan solid di seluruh tubuh.
C. Tubuh berbulu pendek warna putih dengan area kepala dan leher berwarna cokelat atau kemerahan.
D. Seluruh bulunya panjang menutupi mata dan berwarna abu-abu asap.
E. Belang-belang hitam dan putih tidak beraturan seperti sapi perah.
Domba Ekor Gemuk (DEG) banyak dikembangkan di wilayah beriklim lebih kering di Indonesia, terutama di Jawa Timur, Madura, dan Nusa Tenggara. Fungsi utama genetik dari pangkal ekor yang membesar pada DEG adalah...
A. Sebagai tempat penyimpan cadangan energi berupa lemak yang akan dimobilisasi pada saat musim kemarau atau kekurangan pakan.
B. Membantu menyeimbangkan tubuh saat mendaki daerah pegunungan yang sangat terjal.
C. Mencegah serangan parasit eksternal di area perineal.
D. Alat untuk menakut-nakuti predator (pemangsa) alami.
E. Sebagai organ pernapasan tambahan di iklim tropis yang sangat panas.
Kerbau secara genetik dibedakan menjadi kerbau rawa (swamp buffalo) dan kerbau sungai (river buffalo). Kerbau lumpur atau kerbau rawa yang banyak dipakai membajak sawah di Indonesia memiliki jumlah kromosom sebanyak...
Ayam Sentul merupakan rumpun ayam lokal asli Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ayam tipe dwiguna ini sangat unik. Ciri karakteristik fenotipe warna bulu dominan yang mendasari varietas utamanya (seperti Sentul Kelabu) adalah...
A. Berwarna abu-abu (kelabu) yang menyerupai warna batu.
Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama
SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.