SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999
Undang-Undang No. 5 Tahun 1990
Permen LHK No. 23 Tahun 2021
Perdirjen PDASHL No. P.5/PDASHL/SET/KUM.1/4/2019
Vademecum Kehutanan Indonesia 2020
Permen LHK No. P.94 Tahun 2016 tentang Jenis Invasif
Permen LHK No. P.106 Tahun 2018 tentang Daftar Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi
Permenhut No. 48/Menhut-II/2014 tentang Pemulihan Ekosistem
Ilmu Biologi Dasar
Permen LHK No. P.3/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020
Permen LHK No. 23 Tahun 2021
Perdirjen PDASHL No. P.5/PDASHL/SET/KUM.1/4/2019
Pengantar Morfologi Tumbuhan Berbasis Lingkungan
Permen LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2018
Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 tentang Karantina Tumbuhan
Permen LHK No. P.78/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2019
Standar Nasional Indonesia Pengujian Benih Tanaman Hutan
Vademecum Kehutanan Indonesia 2020
Simulasi Tryout SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pemelihara Tumbuhan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah adalah...
A. Hutan Produksi
B. Hutan Suaka Alam
C. Hutan Adat
D. Hutan Wisata
E. Hutan Lindung
Jawaban: E
Menurut Pasal 1 angka 8 UU No. 41 Tahun 1999, Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan.
Soal 2
Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya menurut UU No. 5 Tahun 1990 berasaskan kelestarian kemampuan dan pemanfaatan sumber daya alam hayati serta ekosistemnya secara serasi dan seimbang. Salah satu kegiatan utamanya adalah...
A. Konversi seluruh hutan menjadi lahan pertanian
B. Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
C. Penghapusan status kawasan lindung
D. Pembukaan lahan dengan cara membakar
E. Eksploitasi besar-besaran
Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 5 UU No. 5 Tahun 1990, salah satu kegiatan konservasi adalah pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
Soal 3
Dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan menurut Permen LHK No. 23 Tahun 2021, pemeliharaan tanaman tahun pertama (P1) meliputi kegiatan...
A. Penyulaman, penyiangan, pendangiran, dan pemupukan
B. Pembuatan persemaian baru
C. Pemanenan hasil hutan kayu
D. Pelepasan kawasan hutan
E. Pembangunan sarana prasarana jalan angkutan
Jawaban: A
Sesuai Permen LHK No. 23 Tahun 2021, kegiatan pemeliharaan tanaman rehabilitasi pada tahun P1 meliputi penyulaman, penyiangan, pendangiran, dan pemupukan.
Soal 4
Menurut Perdirjen PDASHL No. P.5/PDASHL/SET/KUM.1/4/2019, bibit yang siap ditanam di lapangan umumnya memiliki kriteria fisik tertentu. Manakah kriteria yang tepat untuk bibit sehat?
A. Berbatang kayu, pucuk aktif, dan perakaran kompak
B. Tinggi kurang dari 10 cm untuk semua jenis
C. Daun banyak yang terserang hama
D. Akar menembus polybag secara berlebihan dan melilit
E. Batang lunglai dan berwarna kuning
Jawaban: A
Kriteria bibit siap tanam menurut standar teknis PDASHL adalah bibit yang sehat, berbatang kayu, memiliki pucuk aktif, dan sistem perakaran yang kompak (tidak melilit).
Soal 5
Organel sel pada tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis adalah...
A. Ribosom
B. Lisosom
C. Badan Golgi
D. Mitokondria
E. Kloroplas
Jawaban: E
Kloroplas mengandung pigmen klorofil yang menangkap cahaya matahari untuk mengubah CO2 dan air menjadi glukosa (fotosintesis).
Soal 6
Berdasarkan Permen LHK No. P.106 Tahun 2018, jenis tumbuhan berikut yang termasuk dalam daftar jenis tumbuhan yang dilindungi adalah...
A. Pinus (Pinus merkusii)
B. Kantong Semar (Nepenthes spp.)
C. Jati (Tectona grandis)
D. Akasia (Acacia mangium)
E. Sengon (Falcataria moluccana)
Jawaban: B
Kantong Semar (Nepenthes spp.) tercantum dalam daftar jenis tumbuhan dilindungi sesuai Permen LHK No. P.106 Tahun 2018.
Soal 7
Dalam morfologi tumbuhan, bagian batang yang berfungsi sebagai tempat melekatnya daun disebut...
A. Nodus (Buku)
B. Petiolus
C. Lentisel
D. Axilla
E. Internodus
Jawaban: A
Nodus atau buku-buku adalah bagian batang tempat tumbuhnya daun atau tunas.
Soal 8
Vademecum Kehutanan Indonesia 2020 menyebutkan bahwa silvikultur adalah ilmu dan seni memelihara hutan. Salah satu sistem silvikultur yang diterapkan di Indonesia untuk hutan alam produksi adalah...
A. THPB (Tanam Habis Permudaan Buatan)
B. TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia)
C. Land Clearing
D. Sistem Tebang Habis tanpa penanaman
E. Agroforestri murni
Jawaban: B
Sesuai Vademecum Kehutanan 2020, TPTI merupakan salah satu sistem silvikultur utama untuk pengelolaan hutan alam produksi di Indonesia.
Soal 9
Sesuai PP No. 29 Tahun 2023, tindakan karantina tumbuhan dilakukan untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya...
A. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)
B. Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK)
C. Limbah bahan berbahaya dan beracun
D. Benih tanaman pangan tanpa label
E. Hasil hutan kayu ilegal
Jawaban: A
Pasal 1 PP No. 29 Tahun 2023 menjelaskan bahwa karantina tumbuhan bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya OPTK.
Soal 10
Kegiatan 'Penyulaman' dalam pemeliharaan tanaman bertujuan untuk...
A. Memangkas cabang tanaman yang tidak produktif
B. Memberikan nutrisi tambahan melalui akar
C. Mengurangi penguapan pada siang hari
D. Mengganti tanaman yang mati atau rusak di lapangan dengan bibit baru
E. Membersihkan tanaman dari tumbuhan pengganggu
Jawaban: D
Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali untuk mengganti tanaman yang mati agar jumlah tanaman per hektar sesuai target. Hal ini dijelaskan dalam materi rehabilitasi Permen LHK 23/2021.
Soal 11
Berdasarkan Permen LHK No. P.3/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, sumber benih yang diklasifikasikan sebagai tingkatan terendah dalam pembangunan sumber benih adalah...
A. Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT)
B. Kebun Benih Semai (KBS)
C. Tegakan Benih Terseleksi (TBTs)
D. Areal Produksi Benih (APB)
E. Kebun Pangkas
Jawaban: A
Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT) merupakan kelas sumber benih yang kualitas genetiknya paling rendah/belum teruji dibandingkan APB atau Kebun Benih.
Soal 12
Penyiangan dalam pemeliharaan tumbuhan dilakukan dengan cara...
A. Menyemprotkan hormon pertumbuhan
B. Memberikan air secara berkala
C. Melakukan persilangan antar jenis
D. Menggemburkan tanah di sekitar perakaran
E. Membersihkan gulma atau tumbuhan pengganggu di sekitar tanaman pokok
Jawaban: E
Penyiangan bertujuan menghilangkan kompetisi nutrisi, air, dan cahaya antara tanaman pokok dengan gulma.
Soal 13
Jenis invasif menurut Permen LHK No. P.94 Tahun 2016 adalah jenis yang dapat merusak ekosistem karena pertumbuhannya yang cepat dan mendominasi. Contoh jenis invasif di Indonesia adalah...
A. Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
B. Meranti (Shoria spp.)
C. Anggrek Hitam
D. Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)
E. Cendana
Jawaban: D
Eceng gondok termasuk dalam daftar jenis invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan sesuai lampiran regulasi tersebut.
Soal 14
Dalam pengujian benih tanaman hutan sesuai SNI, parameter 'Kadar Air' penting untuk ditentukan karena mempengaruhi...
A. Daya simpan dan viabilitas benih
B. Warna benih
C. Jenis hama yang menyerang
D. Jumlah benih per kilogram
E. Berat 1000 butir
Jawaban: A
Kadar air yang tidak sesuai (terlalu tinggi) dapat menyebabkan benih cepat busuk atau terserang jamur saat penyimpanan, sehingga menurunkan viabilitas.
Soal 15
Tipe perkecambahan di mana kotiledon atau keping biji terangkat ke atas permukaan tanah disebut perkecambahan...
A. Vivipari
B. Hipogeal
C. Epigeal
D. Dikotil
E. Monokotil
Jawaban: C
Epigeal adalah tipe perkecambahan di mana hipokotil memanjang sehingga kotiledon terangkat ke atas tanah (contoh: kacang hijau).
Soal 16
Sesuai Permenhut No. 48/Menhut-II/2014, pemulihan ekosistem pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam dilakukan melalui...
A. Mekanisme alam, rehabilitasi, dan restorasi
B. Introduksi jenis eksotik secara besar-besaran
C. Konversi lahan secara permanen
D. Pembangunan bendungan besar
E. Penebangan pohon tua
Jawaban: A
Pemulihan ekosistem menurut aturan ini mencakup suksesi alami, pengayaan jenis (rehabilitasi), serta pemulihan fungsi (restorasi).
Soal 17
Bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan adalah...
A. Benang Sari (Stamen)
B. Mahkota (Petala)
C. Kelopak (Sepala)
D. Putik (Pistillum)
E. Tangkai Bunga
Jawaban: A
Benang sari menghasilkan serbuk sari yang merupakan sel kelamin jantan pada tumbuhan berbunga.
Soal 18
Berdasarkan UU No. 41 Tahun 1999, salah satu gangguan hutan yang harus dicegah dan ditanggulangi oleh pemegang izin dalam rangka perlindungan hutan adalah...
A. Kebakaran hutan dan lahan
B. Migrasi satwa alami
C. Hujan asam
D. Penyerbukan oleh serangga
E. Proses dekomposisi serasah
Jawaban: A
Perlindungan hutan bertujuan mencegah dan membatasi kerusakan hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama, serta penyakit (Pasal 47 UU 41/1999).
Soal 19
Dalam teknik penanaman, lubang tanam biasanya dibuat dengan ukuran 30x30x30 cm. Hal ini bertujuan untuk...
A. Menampung air hujan sebanyak-banyaknya
B. Menghemat tenaga kerja
C. Mempercepat proses pengeringan tanah
D. Menghalangi masuknya sinar matahari ke akar
E. Memberikan ruang bagi perakaran awal agar mudah berkembang
Jawaban: E
Lubang tanam yang cukup memberikan tanah yang gembur di sekitar bibit sehingga akar baru dapat menembus tanah dengan mudah (P.5/PDASHL/2019).
Soal 20
Proses penguapan air dari tubuh tumbuhan melalui stomata disebut...
A. Kondensasi
B. Gutasi
C. Transpirasi
D. Presipitasi
E. Evaporasi
Jawaban: C
Transpirasi adalah hilangnya uap air dari jaringan tumbuhan melalui stomata ke atmosfer.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Permen LHK No. P.78/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2019 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri, pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan pembebasan tanaman dari tumbuhan pengganggu. Tumbuhan pengganggu yang berupa liana dapat merusak tanaman pokok dengan cara...
A. Memperkuat struktur perakaran tanaman pokok
B. Melilit dan membebani tajuk sehingga batang patah atau tajuk tertutup
C. Menyerap nutrisi langsung dari dalam batang tanaman pokok sebagai parasit
D. Mempercepat proses fotosintesis tanaman pokok
E. Melindungi tanaman pokok dari serangan ulat tajuk
Menurut UU No. 41 Tahun 1999, perlindungan hutan bertujuan untuk menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya agar fungsi utamanya tercapai. Siapakah yang memiliki wewenang utama dalam melakukan perlindungan hutan pada hutan negara?
Vademecum Kehutanan Indonesia 2020 menjelaskan tentang suksesi. Proses kembalinya komunitas tumbuhan pada lahan yang vegetasi aslinya hilang total akibat bencana alam (seperti letusan gunung berapi) disebut...
Menurut Permen LHK No. P.3/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, pengadaan benih dan bibit untuk kegiatan rehabilitasi hutan harus mengutamakan benih/bibit yang memiliki sertifikat. Apa tujuan utama dari sertifikasi ini?
A. Meningkatkan harga jual bibit di pasaran
B. Menghilangkan kebutuhan akan penyiraman
C. Mempersingkat waktu tanam di lapangan
D. Mengurangi kebutuhan pupuk pada fase pertumbuhan
E. Menjamin mutu fisik dan mutu genetik benih/bibit
Gejala 'Klorosis' pada daun tumbuhan, yaitu berubahnya warna daun menjadi kuning merata, biasanya mengindikasikan bahwa tumbuhan tersebut kekurangan unsur hara...
Berdasarkan Permenhut No. 48/Menhut-II/2014, restorasi ekosistem dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem serendah-rendahnya mendekati kondisi aslinya. Salah satu cara restorasi pada lahan kritis adalah...
A. Penanaman jenis asli (indigenous species) setempat
B. Penerapan sistem monokultur pinus
C. Pemadatan tanah dengan alat berat
D. Introduksi spesies asing yang pertumbuhannya cepat
E. Penggunaan herbisida secara luas untuk mematikan rumput
Sesuai Perdirjen PDASHL No. P.5/2019, pemupukan pada tanaman kehutanan di lapangan sering menggunakan pupuk NPK. Unsur 'K' (Kalium) dalam pupuk tersebut berperan utama untuk...
A. Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan menguatkan jaringan batang
Jenis tumbuhan 'Invasif' sering kali memiliki strategi reproduksi yang sangat efisien. Menurut Permen LHK No. P.94 Tahun 2016, keberadaan mereka dapat mengancam biodiversitas lokal melalui...
A. Membantu persebaran benih tanaman lokal
B. Menurunkan laju penguapan air di hutan
C. Persaingan ruang dan nutrisi serta kemampuan mendominasi lahan
Akar tumbuhan yang tumbuh dari bagian batang di atas permukaan tanah dan berfungsi untuk menopang batang agar tidak roboh (seperti pada Pandanus) disebut akar...
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan potensi, daya dukung, dan keanekaragaman jenis. Pemanfaatan ini dapat berupa...
A. Penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan rekreasi
B. Pembukaan lahan di zona inti taman nasional
C. Pengambilan tanpa batas untuk perdagangan
D. Koleksi pribadi satwa langka tanpa izin
E. Pemusnahan jenis yang tidak bermanfaat bagi ekonomi
Sesuai Permen LHK No. 23 Tahun 2021, keberhasilan rehabilitasi hutan ditentukan oleh persentase tumbuh tanaman. Tanaman dikatakan berhasil jika persentase tumbuhnya minimal sebesar...
PP No. 29 Tahun 2023 mewajibkan setiap pembawa kemasan atau media pembawa OPTK untuk dilaporkan kepada Pejabat Karantina. Jika media pembawa tersebut ternyata positif mengandung OPTK yang tidak dapat dibebaskan, maka tindakannya adalah...
Jenis tumbuhan yang dilindungi sesuai Permen LHK No. P.106 Tahun 2018 dilarang untuk dieksploitasi dari alam secara ilegal. Sanksi pidana bagi pelanggar yang dengan sengaja menangkap atau membunuh jenis tersebut diatur dalam...
Penyiapan lahan dengan cara 'Tebas Bakar' dilarang dalam UU No. 41 Tahun 1999 karena dapat menyebabkan kebakaran hutan. Metode penyiapan lahan yang disarankan adalah...
Berdasarkan Permen LHK No. P.3/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, label berwarna biru pada benih tanaman hutan menandakan bahwa benih tersebut berasal dari sumber benih kelas...
Sesuai Permen LHK No. P.106 Tahun 2018, jenis pohon yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi dan termasuk dilindungi adalah Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri). Mengapa jenis ini dilindungi?
A. Karena daunnya sangat berbahaya bagi ternak
B. Karena dapat menyebabkan banjir
C. Karena tidak bisa tumbuh di luar habitat aslinya
D. Karena kayunya beracun
E. Karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan populasinya terancam akibat eksploitasi
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemelihara Tumbuhan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan
SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pemelihara Tumbuhan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.