SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Proses Bisnis Pemerintah Pusat/KL
Proses Bisnis Pemerintah Daerah
Sistem Pengendalian Intern (SPI)
Pengelolaan Keuangan Negara (UUD 1945, UU Nomor 17 Tahun 2003, UU Nomor 1 Tahun 2004, UU Nomor 15 Tahun 2004)
Pengelolaan Keuangan Daerah (UUD 1945, UU Nomor 17 Tahun 2003, UU Nomor 1 Tahun 2004, UU Nomor 15 Tahun 2004)
Aspek Hukum Dalam Pemeriksaan (UU Nomor 17 Tahun 2003, UU Nomor 15 Tahun 2004, UU Nomor 12 Tahun 2011, PP Nomor 38 Tahun 2016, Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007)
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
Advokasi Pemeriksaan
Pelaporan Pemeriksaan
Auditing - Pengolahan Data
Sejarah BPK
Lembaga BPK
ASN BPK (Fungsional Pemeriksa)
Kode Etik dan Budaya IIP (Integritas, Independensi dan Profesionalisme)
Bahasa Indonesia dalam Penyusunan Laporan
Dasar Komunikasi dalam Pemeriksaan
Matematika Dasar
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Umum
Simulasi Tryout SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pemeriksa Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan sejarahnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pertama kali dibentuk pada tanggal 1 Januari 1947. Di kota manakah BPK berkedudukan untuk pertama kalinya?
A. Magelang
B. Yogyakarta
C. Jakarta
D. Bandung
E. Solo
Jawaban: A
BPK dibentuk berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 11/O.M. tanggal 1 Januari 1947 dan untuk pertama kalinya berkedudukan di Magelang.
Soal 2
Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 23E, untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri. Hasil pemeriksaan tersebut diserahkan kepada...
A. Presiden dan Wakil Presiden
B. Menteri Keuangan
C. DPR, DPD, dan DPRD
D. Komisi Pemberantasan Korupsi
E. Mahkamah Agung
Jawaban: C
Pasal 23E ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya.
Soal 3
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2003, siapa yang memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan?
A. Ketua BPK
B. Presiden
C. Direktur Jenderal Pajak
D. Menteri Keuangan
E. Gubernur Bank Indonesia
Jawaban: B
Pasal 6 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2003 menyatakan Presiden memegang kekuasaan umum pengelolaan keuangan negara.
Soal 4
Sistem Pengendalian Intern (SPI) menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 memiliki lima unsur. Unsur yang menjadi landasan bagi unsur pengendalian intern lainnya adalah...
A. Pemantauan Pengendalian Intern
B. Informasi dan Komunikasi
C. Lingkungan Pengendalian
D. Penilaian Risiko
E. Kegiatan Pengendalian
Jawaban: C
Lingkungan Pengendalian adalah unsur pertama dan utama yang menjadi dasar atau fondasi bagi unsur-unsur pengendalian intern lainnya.
Soal 5
Sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), pemeriksaan yang bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai apakah laporan keuangan telah menyajikan secara wajar disebut...
A. Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT)
B. Audit Investigatif
C. Pemeriksaan Kinerja
D. Pemeriksaan Keuangan
E. Reviu Laporan Keuangan
Jawaban: D
Pemeriksaan Keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan yang bertujuan memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Istilah 'Review' pada opsi E diperbaiki menjadi 'Reviu' sesuai KBBI dan standar akuntansi pemerintahan.
Soal 6
UU Nomor 1 Tahun 2004 mengatur tentang Perbendaharaan Negara. Manakah dari pernyataan berikut yang merupakan definisi dari Kerugian Negara?
A. Selisih kurs mata uang yang merugikan APBN
B. Kekurangan uang, surat berharga, dan barang yang nyata dan pasti jumlahnya akibat perbuatan melawan hukum
C. Pengeluaran anggaran yang tidak efisien
D. Potensi hilangnya pendapatan negara di masa depan
E. Ketidakmampuan negara dalam membayar utang luar negeri
Jawaban: B
Menurut UU No. 1 Tahun 2004, Kerugian Negara adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.
Soal 7
Dalam penyusunan laporan hasil pemeriksaan, penggunaan Bahasa Indonesia harus memenuhi standar formal. Penulisan kata serapan yang benar adalah...
A. Analisis
B. Analisa
C. Analisys
D. Analysis
E. Analyze
Jawaban: A
Kata 'Analisis' adalah bentuk baku dalam Bahasa Indonesia (KBBI), sedangkan 'analisa' adalah bentuk tidak baku.
Soal 8
Dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA untuk melaksanakan pengadaan dengan nilai paling banyak Rp200.000.000,00 adalah...
A. Agen Pengadaan
B. Penyelenggara Swakelola
C. Pejabat Pengadaan
D. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
E. Pokja Pemilihan
Jawaban: C
Pejabat Pengadaan adalah personil yang bertugas melaksanakan Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung, dan/atau E-purchasing dengan nilai tertentu (umumnya hingga 200 juta).
Soal 9
Pemeriksa BPK harus memegang teguh budaya IIP. Apa kepanjangan dari IIP?
A. Integritas, Objektivitas, Profesionalisme
B. Integritas, Independensi, Profesionalisme
C. Independensi, Inklusi, Prestasi
D. Inovasi, Integritas, Patriotisme
E. Introspeksi, Independensi, Profesionalisme
Jawaban: B
Nilai dasar BPK terdiri dari Integritas, Independensi, dan Profesionalisme (IIP).
Soal 10
Seorang pemeriksa menemukan data selisih kas. Jika saldo kas awal Rp150.000.000, penerimaan Rp50.000.000, dan pengeluaran Rp70.000.000, berapa saldo akhir kas menurut catatan?
A. Rp120.000.000
B. Rp130.000.000
C. Rp150.000.000
D. Rp180.000.000
E. Rp200.000.000
Jawaban: B
Saldo akhir = Saldo awal + Penerimaan - Pengeluaran = 150.000.000 + 50.000.000 - 70.000.000 = 130.000.000.
Soal 11
Menurut UU Nomor 15 Tahun 2004, BPK menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah pusat kepada DPR dan DPD paling lambat... setelah menerima laporan keuangan dari pemerintah pusat.
A. 3 bulan
B. 2 bulan
C. 4 bulan
D. 6 bulan
E. 1 bulan
Jawaban: B
Pasal 17 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2004 menyatakan LHP atas laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan paling lambat 2 (dua) bulan setelah menerima laporan keuangan.
Soal 12
Dalam auditing, teknik pengolahan data untuk menarik kesimpulan dari sebagian populasi guna merepresentasikan seluruh populasi disebut...
A. Scanning
B. Sampling
C. Tracing
D. Vouching
E. Footing
Jawaban: B
Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari 100% unsur dalam suatu populasi.
Soal 13
Manakah yang merupakan wujud dari sikap Independensi seorang pemeriksa?
A. Memiliki hubungan keluarga dengan bendahara
B. Bebas dari pengaruh pihak yang diperiksa
C. Bekerja sesuai instruksi pihak yang memberi hibah
D. Menerima gratifikasi sebagai tanda terima kasih
E. Selalu setuju dengan pendapat pimpinan instansi
Jawaban: B
Independensi berarti bebas dari pengaruh, tekanan, atau gangguan pihak lain yang dapat memengaruhi objektivitas pemeriksaan.
Soal 14
Dalam komunikasi pemeriksaan, teknik 'Active Listening' bertujuan untuk...
A. Mencatat semua kata tanpa memahami konteks
B. Menghakimi auditi secara langsung
C. Memahami informasi dan menunjukkan perhatian pada auditi
D. Menunjukkan bahwa pemeriksa lebih pintar
E. Memotong pembicaraan auditi agar cepat selesai
Jawaban: C
Mendengarkan aktif bertujuan untuk memahami secara mendalam informasi yang disampaikan auditi dan membangun kepercayaan.
Soal 15
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ditetapkan dengan...
A. Peraturan Daerah
B. Peraturan Pemerintah
C. Undang-Undang
D. Peraturan Gubernur
E. Keputusan Kepala Daerah
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003, APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda).
Soal 16
Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011, jenis peraturan perundang-undangan yang kedudukannya tepat berada di bawah Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang adalah...
Jabatan fungsional yang bertugas melaksanakan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di BPK disebut...
A. Verifikator Keuangan
B. Pemeriksa
C. Auditor Utama
D. Analis Keuangan
E. Widyaiswara
Jawaban: B
Jabatan fungsional di BPK yang melaksanakan tugas pemeriksaan secara spesifik adalah Pemeriksa. Opsi D diperbaiki dari 'Analyst' menjadi 'Analis'.
Soal 18
Manakah pernyataan yang benar mengenai proses bisnis pemerintah daerah?
A. Hanya fokus pada pengeluaran tanpa melihat pendapatan
B. Tidak perlu melalui persetujuan DPRD
C. Meliputi siklus perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban
D. Dimulai langsung dari penatausahaan tanpa perencanaan
E. Diatur sepenuhnya oleh kebijakan pihak ketiga/vendor
Jawaban: C
Proses bisnis pemda dimulai dari perencanaan (RKPD), penganggaran (KUA-PPAS menjadi APBD), pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan/pertanggungjawaban.
Soal 19
Menurut SPKN, pemeriksaan kinerja bertujuan untuk memberikan kesimpulan atas...
A. Aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas
B. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan saja
C. Jumlah kerugian negara yang pasti
D. Keberadaan tindak pidana korupsi secara mutlak
E. Kewajaran laporan keuangan
Jawaban: A
Aspek utama pemeriksaan kinerja adalah Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas (3E).
Soal 20
Pada tahap pengadaan barang/jasa, metode pemilihan penyedia untuk pekerjaan konstruksi yang nilainya di atas Rp200.000.000,00 adalah...
A. Sayembara
B. Tender
C. Penunjukan Langsung
D. E-purchasing
E. Pengadaan Langsung
Jawaban: B
Untuk pekerjaan konstruksi di atas 200 juta, metode yang umum digunakan adalah Tender.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2017 tentang SPKN, terdapat Standar Pelaksanaan Pemeriksaan. Manakah yang termasuk dalam standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja?
A. Pemeriksa harus menggunakan metode sampling 100%
B. Pemeriksa harus mengabaikan penilaian risiko
C. Pemeriksa harus merencanakan pemeriksaan dengan tepat
D. Pemeriksa harus memberikan opini wajar tanpa pengecualian
Advokasi hasil pemeriksaan bertujuan agar rekomendasi BPK ditindaklanjuti. Menurut UU 15/2004, pejabat wajib memberikan jawaban atas tindak lanjut rekomendasi BPK dalam waktu...
Dalam auditing, jika pemeriksa menemukan bahwa sistem aplikasi keuangan tidak memiliki 'Audit Trail' yang memadai, risiko apa yang meningkat secara signifikan?
PP Nomor 38 Tahun 2016 mengatur tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara. Siapa yang menetapkan surat keputusan pembebanan penggantian kerugian?
Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007 mengatur tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara terhadap Bendahara. Dalam hal bendahara keberatan atas keputusan pembebanan, mereka dapat mengajukan keberatan kepada...
Dalam struktur organisasi BPK, unit yang bertugas melaksanakan pemeriksaan pengelolaan keuangan negara pada lingkup kementerian/lembaga pusat dipimpin oleh...
Dalam UU No. 15 Tahun 2004, jika pemeriksa menemukan unsur pidana, BPK segera melaporkannya kepada instansi yang berwenang paling lama... sejak ditemukannya unsur pidana tersebut.
Seorang pemeriksa sedang mengaudit pengadaan laptop. Harga pasar Rp10 juta per unit, namun instansi membayar Rp15 juta per unit untuk 100 unit. Berapa nilai temuan pemborosan/kerugian daerah?
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama
SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pemeriksa Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.