SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Regulasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
  • Pengetahuan Bidang Pakan Ternak
  • Regulasi Bidang Pakan
  • Pengawasan Mutu dan Keamanan Pakan (Produksi, Pendaftaran, Peredaran, Pengujian, Bahan Pakan, Pakan Hijauan, Pakan Olahan)

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak disebut sebagai...
A. Ransum
B. Pakan
C. Bahan pakan
D. Konsentrat
E. Imbuhan pakan
Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2009 dan perubahannya UU No. 41 Tahun 2014, definisi Pakan adalah tunggal atau campuran bahan makanan, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak.
Soal 2
Dalam upaya menjaga keamanan pakan dan kesehatan hewan, pemerintah secara tegas melarang pencampuran hormon tertentu maupun antibiotik pada pakan yang bertujuan sebagai pemacu pertumbuhan. Aturan larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) dalam pakan diatur dalam regulasi...
A. Permentan No 14 Tahun 2017
B. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Pasal 10
C. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2016
D. Peraturan Menteri Perdagangan No 21 Tahun 2018
E. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Pasal 22
Jawaban: E
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 mengatur larangan penggunaan hormon sintetik dan antibiotik imbuhan pakan (AGP) untuk memacu pertumbuhan hewan, yang ditegaskan pada Pasal 22 ayat (4).
Soal 3
Penambahan bahan tertentu ke dalam pakan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi, seperti asam amino sintetik, vitamin, dan mineral disebut sebagai...
A. Feed additive (Imbuhan pakan)
B. Pakan konsentrat
C. Feed supplement (Pelengkap pakan)
D. Zat aditif
E. Bahan pakan makro
Jawaban: C
Pelengkap pakan (Feed supplement) adalah zat yang secara alami sudah terkandung dalam pakan tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan (seperti vitamin, mineral, asam amino). Sedangkan imbuhan pakan (feed additive) biasanya tidak mengandung nutrisi langsung (contoh: enzim, pengikat toksin).
Soal 4
Proses evaluasi mutu pakan di laboratorium salah satunya dilakukan melalui Analisis Proksimat. Metode yang standar digunakan untuk menguji kadar protein kasar (Crude Protein) dalam suatu sampel pakan adalah...
A. Metode Soxhlet
B. Metode Bom Kalorimeter
C. Metode Gravimetri
D. Metode Kjeldahl
E. Metode Van Soest
Jawaban: D
Metode Kjeldahl merupakan metode standar yang digunakan untuk mengukur kadar nitrogen total dalam pakan, yang kemudian dikalikan dengan faktor konversi (umumnya 6,25) untuk mendapatkan nilai kadar protein kasar (Crude Protein).
Soal 5
Pengawasan mutu pada tahapan pengolahan hijauan pakan ternak dapat dilakukan dengan proses silase. Prinsip utama yang harus dijaga dalam pembuatan silase yang baik adalah...
A. Suhu penyimpanan harus selalu di bawah 0 derajat Celcius
B. Pencampuran hijauan dengan air dalam jumlah banyak
C. Sirkulasi udara (aerob) yang lancar pada wadah silase
D. Paparan sinar matahari langsung selama fermentasi
E. Kondisi fermentasi harus berlangsung secara anaerob
Jawaban: E
Silase adalah awetan hijauan pakan ternak yang dibuat melalui proses fermentasi oleh bakteri asam laktat. Prinsip utamanya adalah harus dilakukan dalam kondisi hampa udara (anaerob) agar bakteri pembusuk tidak berkembang.
Soal 6
Pengambilan sampel (sampling) merupakan tahapan kritis dalam pengawasan mutu pakan. Apabila pakan yang akan diuji berada dalam kemasan karung berjumlah 100 karung, berapakah jumlah sampel karung minimal yang harus diambil menurut standar umum (akar pangkat dua dari N)?
A. 50 karung
B. 20 karung
C. 100 karung
D. 10 karung
E. 5 karung
Jawaban: D
Berdasarkan standar pengambilan sampel (seperti SNI 19-0428-1998), untuk populasi atau lot kemasan yang kurang dari atau sama dengan 100, jumlah sampel karung yang diambil umumnya adalah akar pangkat dua dari total kemasan. Akar pangkat dua dari 100 adalah 10 karung.
Soal 7
Setiap pakan olahan komersial yang diproduksi dan diedarkan di Indonesia wajib memiliki Nomor Pendaftaran Pakan (NPP). Peraturan Menteri Pertanian yang secara spesifik mengatur tentang Pendaftaran Pakan adalah...
A. Permentan Nomor 22/Permentan/PK.110/6/2017
B. Permentan Nomor 15/Permentan/PK.240/4/2018
C. Permentan Nomor 41/Permentan/PK.210/11/2014
D. Permentan Nomor 14/Permentan/PK.320/5/2013
E. Permentan Nomor 02/Permentan/PK.310/1/2019
Jawaban: A
Pendaftaran pakan di Indonesia diatur dengan rinci melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/PK.110/6/2017 tentang Pendaftaran Pakan. Regulasi ini mewajibkan setiap pakan campuran yang diedarkan untuk memiliki NPP.
Soal 8
Bahan pakan sumber energi merupakan komponen terbesar dalam penyusunan ransum unggas. Salah satu bahan pakan sumber energi yang paling umum digunakan dan memiliki kandungan pati tinggi adalah...
A. Tepung ikan
B. Jagung kuning
C. Bungkil kelapa sawit
D. Tepung tulang
E. Bungkil kedelai
Jawaban: B
Jagung kuning adalah bahan pakan sumber energi utama (basal feed) dalam ransum unggas karena kandungan patinya yang tinggi (energi metabolis tinggi) dan serat kasarnya yang rendah. Bungkil kedelai dan tepung ikan adalah sumber protein.
Soal 9
Dalam prosedur pemeriksaan mutu bahan pakan secara fisik (organoleptik), pengawas mutu pakan melakukan identifikasi parameter berikut ini, KECUALI...
A. Tekstur
B. Warna
C. Aroma atau bau
D. Keberadaan kutu atau jamur
E. Kadar abu
Jawaban: E
Pemeriksaan secara fisik atau organoleptik mengandalkan panca indera, meliputi pengamatan warna, bau/aroma, tekstur, rasa, dan kontaminasi fisik (kutu, jamur). Kadar abu merupakan parameter uji kimia yang memerlukan pengabuan dalam tanur (furnace).
Soal 10
Pakan ternak ruminansia sangat bergantung pada ketersediaan hijauan. Hijauan dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) memiliki keunggulan dibandingkan rumput-rumputan terutama dalam hal...
A. Kandungan serat kasar yang jauh lebih tinggi
B. Kandungan protein kasar yang lebih tinggi
C. Kandungan air yang selalu di bawah 10%
D. Tidak mengandung antinutrisi sama sekali
E. Daya cerna yang sangat rendah
Jawaban: B
Hijauan pakan dari famili Leguminosae (kacang-kacangan) seperti lamtoro, kaliandra, dan gamal, diketahui memiliki kandungan protein kasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan hijauan dari famili Gramineae (rumput-rumputan).
Soal 11
Keamanan pakan olahan diawasi ketat terkait cemaran mikotoksin, yang utamanya dihasilkan oleh kapang Aspergillus flavus. Senyawa toksik yang sering mengontaminasi pakan berbasis jagung dan kacang-kacangan adalah...
A. Asam fitat
B. Zearalenon
C. Aflatoksin
D. Fumonisin
E. Ochratoksin
Jawaban: C
Aspergillus flavus menghasilkan metabolit sekunder beracun yang disebut Aflatoksin. Aflatoksin (terutama B1) sangat berbahaya dan sering mencemari bahan pakan komoditas pertanian seperti jagung dan kacang tanah pada kondisi penyimpanan yang lembab.
Soal 12
Berdasarkan pedoman Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB), tahap pencampuran (mixing) adalah proses krusial. Parameter yang digunakan untuk menguji keberhasilan alat mixer dalam mencampur pakan secara merata adalah...
A. Nilai kecernaan in-vitro
B. Gross Energy (GE)
C. Kadar air residu
D. Koefisien variasi (CV) atau homogenitas
E. Derajat keasaman (pH)
Jawaban: D
Keberhasilan dan efisiensi proses pencampuran (mixing) pakan dievaluasi dengan mengukur nilai Koefisien Variasi (Coefficient of Variation / CV) dari sampel yang diambil di berbagai titik mixer. CV yang rendah menunjukkan homogenitas pakan yang baik.
Soal 13
Sesuai regulasi Bidang Pakan, apabila dalam pengawasan peredaran ditemukan pakan komersial yang tidak memiliki Nomor Pendaftaran Pakan (NPP), tindakan pertama yang berwenang dilakukan oleh Pengawas Mutu Pakan adalah...
A. Menyita seluruh aset perusahaan produsen tanpa surat perintah
B. Membakar pakan tersebut di lokasi distribusi secara langsung
C. Membagikan pakan tersebut secara gratis kepada peternak lokal
D. Membuatkan NPP sementara di tempat kejadian
E. Melakukan penahanan barang, membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan menghentikan peredaran
Jawaban: E
Berdasarkan SOP Pengawasan Peredaran Pakan, jika ditemukan pakan tanpa izin/NPP, Pengawas berwenang melakukan penghentian peredaran, penahanan/penyegelan barang bukti, dan menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai proses penegakan hukum.
Soal 14
Dalam metode analisis serat kasar (Crude Fiber) menurut analisis proksimat, prinsip utama yang digunakan untuk melarutkan komponen non-serat dari sampel pakan adalah...
A. Perebusan dalam larutan asam kuat encer diikuti basa kuat encer secara berurutan
B. Titrasi dengan larutan perak nitrat hingga warna berubah kemerahan
C. Ekstraksi menggunakan pelarut eter secara berulang
D. Sentrifugasi kecepatan tinggi pada suhu sangat rendah
E. Pembakaran pada suhu 600 derajat Celcius selama 4 jam
Jawaban: A
Metode analisis serat kasar melibatkan proses pelarutan sampel pakan (hidrolisis) secara berurutan menggunakan asam kuat encer (misalnya H2SO4 1,25%) kemudian basa kuat encer (misalnya NaOH 1,25%) pada kondisi mendidih untuk melarutkan protein, lemak, dan karbohidrat yang mudah larut, menyisakan serat kasar.
Soal 15
Pakan unggas bentuk butiran (pellet) sering kali dinilai kualitas fisiknya untuk melihat daya tahan agar tidak mudah hancur menjadi debu selama transportasi. Alat dan uji yang digunakan untuk mengukur hal ini adalah...
A. Near Infrared Reflectance (Uji NIR)
B. Soxhlet Extractor
C. Pellet Durability Tester (Uji PDI)
D. Bomb Calorimeter
E. Kjeldahl Apparatus
Jawaban: C
Kualitas fisik pellet pakan unggas diukur dengan Pellet Durability Index (PDI) menggunakan Pellet Durability Tester. Uji ini mensimulasikan benturan selama penanganan dan transportasi untuk mengetahui persentase pellet yang tetap utuh.
Soal 16
Komponen nutrisi pakan yang berperan penting sebagai zat pengatur metabolisme tubuh dan tidak menghasilkan kalori, serta sering ditambahkan dalam bentuk premiks adalah...
A. Lemak kasar
B. Karbohidrat
C. Vitamin dan Mineral
D. Serat kasar
E. Protein
Jawaban: C
Vitamin dan mineral adalah nutrisi esensial yang tidak memberikan energi (non-kalori) tetapi berfungsi krusial sebagai kofaktor dan pengatur berbagai reaksi biokimia/metabolisme tubuh hewan. Biasanya ditambahkan dalam bentuk premiks.
Soal 17
Penyediaan pakan hijauan seringkali berhadapan dengan masalah musim kemarau. Salah satu teknologi pengolahan hijauan dengan cara pengeringan hingga kadar air mencapai 15-20% untuk disimpan dalam waktu lama disebut...
A. Silase
B. Amoniasi
C. Peletisasi
D. Hay
E. Fermentasi anaerob
Jawaban: D
Hay adalah hijauan pakan ternak (seperti rumput atau legum) yang sengaja dikeringkan dengan bantuan sinar matahari atau pengering buatan hingga kadar airnya berkisar 15-20%, sehingga tahan disimpan lama tanpa mengalami pembusukan.
Soal 18
Di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009, terdapat kewajiban bagi pemerintah dan pemerintah daerah dalam pembinaan pakan. Kebijakan teknis mengenai penyediaan pakan harus memenuhi kriteria kelayakan...
A. Mutu, keamanan, dan ketersediaan bahan lokal
B. Gizi, mutu, keamanan pakan, serta bebas dari penyakit hewan
C. Kemasan plastik berlapis aluminium dan diuji secara in-vivo saja
D. Terdaftar secara internasional di FAO
E. Kualitas ekspor, bentuk fisik menarik, dan harga mahal
Jawaban: B
Dalam UU No 18 Tahun 2009 Pasal 16, Pemerintah mengatur dan membina pengadaan, penyediaan, dan peredaran pakan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar gizi, mutu, dan keamanan pakan ternak serta mencegah penularan penyakit hewan.
Soal 19
Penambahan enzim fitase pada pakan unggas komersial memiliki fungsi utama untuk...
A. Memperbaiki warna kuning pada kuning telur
B. Mengikat aflatoksin agar tidak masuk ke aliran darah
C. Mengurangi populasi lalat pada kotoran ternak
D. Meningkatkan penyerapan kalsium dari tepung tulang
E. Memecah ikatan asam fitat sehingga membebaskan fosfor yang dapat diserap
Jawaban: E
Fitase adalah enzim (feed additive) yang ditambahkan dalam pakan unggas (seperti jagung dan bungkil kedelai) untuk memecah molekul asam fitat (fitat) sehingga membebaskan unsur fosfor (P) agar dapat dicerna dan diserap oleh unggas.
Soal 20
Dalam analisis serat pakan ruminansia, metode Van Soest lebih representatif memisahkan komponen dinding sel tanaman dibandingkan analisis proksimat. Komponen yang termasuk dalam Neutral Detergent Fiber (NDF) adalah...
A. Protein dan lemak kasar
B. Hanya selulosa
C. Selulosa dan lignin tanpa hemiselulosa
D. Glukosa dan sukrosa
E. Hemiselulosa, selulosa, dan lignin
Jawaban: E
Dalam analisis sistem Van Soest, Neutral Detergent Fiber (NDF) mencerminkan total dinding sel tanaman yang terdiri dari hemiselulosa, selulosa, dan lignin. Sedangkan Acid Detergent Fiber (ADF) hanya mencakup selulosa dan lignin.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/PK.240/5/2017 tentang Kemitraan Usaha Peternakan, kemitraan pada industri perunggasan mewajibkan perusahaan inti untuk menjamin sarana produksi. Dalam hal penyediaan pakan untuk plasma, pakan tersebut harus...
A. Mempunyai mutu yang terjamin sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan terdaftar di Kementerian Pertanian
B. Diimpor langsung dari negara bebas penyakit
C. Disubsidi sepenuhnya oleh anggaran pemerintah daerah
D. Diproduksi secara mandiri oleh peternak plasma dengan bimbingan inti
E. Merupakan pakan sisa (afkir) dari produksi unggas pembibit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Pemalsuan bahan pakan merupakan tindakan yang dilarang dan diawasi ketat. Pengujian pemalsuan dedak padi dengan sekam giling secara sederhana di lapangan dapat dilakukan melalui uji...
A. Fluorometri
B. Kromatografi Gas
C. Phloroglucinol atau Bulk Density
D. Refraktometri
E. Titrimetri asam-basa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Pakan ternak dibedakan berdasarkan peruntukan umur (fase pemeliharaan). Pakan untuk ayam ras pedaging (broiler) fase finisher secara umum memiliki spesifikasi nutrisi dibandingkan fase starter berupa...
A. Kadar serat kasar harus di atas 15%
B. Kadar protein kasar lebih rendah, namun energi metabolis lebih tinggi
C. Kadar protein kasar lebih tinggi untuk membentuk otot yang dominan
D. Kadar protein kasar yang sama tinggi, energi metabolis jauh lebih rendah
E. Kadar air diperbolehkan mencapai 25% karena ayam sudah besar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Amoniasi merupakan salah satu teknologi pengolahan limbah pertanian berserat tinggi seperti jerami padi. Tujuan utama dari proses amoniasi menggunakan urea adalah...
A. Mensterilkan jerami dari virus flu burung
B. Membunuh bakteri rumen pada saat dikonsumsi sapi
C. Mengubah warna jerami menjadi hijau segar seperti rumput
D. Meningkatkan kandungan air pada jerami agar mudah dikunyah
E. Memecah ikatan lignoselulosa dan meningkatkan kadar protein kasar (NPN)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Kementerian Pertanian melalui Peraturan Menteri mengatur pengenaan sanksi terhadap produsen pakan yang melanggar ketentuan pendaftaran pakan. Sanksi administratif terberat bagi pemegang izin usaha yang secara berulang memalsukan komposisi pakan adalah...
A. Teguran tertulis
B. Pembinaan intensif
C. Teguran lisan
D. Pencabutan Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) dan Izin Usaha
E. Denda administratif sebesar sepuluh kali lipat harga jual
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Metode kuarting (quartering) pada saat preparasi sampel pakan di laboratorium bertujuan untuk...
A. Menghitung jumlah mikroba patogen pada pakan
B. Mengecilkan ukuran partikel pakan menggunakan alat grinder
C. Menguji daya apung pakan ikan dalam air
D. Memisahkan kandungan logam berat dari pakan menggunakan magnet
E. Mengurangi volume/jumlah sampel komposit menjadi sampel analitis yang representatif secara acak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Untuk menjamin mutu dan keamanan bahan pakan hewani seperti Meat and Bone Meal (MBM), salah satu hal yang sangat dilarang berdasarkan regulasi kesehatan hewan internasional (OIE) dan nasional adalah memberikannya kepada ternak...
A. Ikan karnivora
B. Ayam broiler
C. Ayam petelur
D. Ruminansia (Sapi, Kambing, Domba)
E. Babi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Kualitas bungkil kedelai (SBM) sebagai bahan pakan unggas diuji antara lain melalui uji aktivitas urease. Tujuan dari uji aktivitas urease ini adalah untuk mengetahui...
A. Tingkat kontaminasi kapang Aspergillus
B. Kadar serat kasar residu kulit kedelai
C. Kecukupan proses pemanasan dalam menginaktivasi zat antinutrisi antitripsin
D. Penambahan urea palsu ke dalam bungkil
E. Total kadar air dan minyak sisa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Menurut SNI pakan konsentrat sapi perah, parameter kualitas nutrisi utama yang menjadi tolok ukur spesifikasi mutu adalah sebagai berikut, KECUALI...
A. Kadar Kolesterol
B. Kadar Protein Kasar
C. Kadar Serat Kasar
D. Kadar Lemak Kasar
E. Kadar Total Digestible Nutrients (TDN)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Bahan pakan alternatif sering digunakan untuk menekan biaya ransum. Namun, penggunaan daun singkong segar sebagai pakan ruminansia harus dilakukan secara hati-hati karena mengandung senyawa antinutrisi beracun yaitu...
A. Asam Sianida (HCN)
B. Gossypol
C. Asam Fitat
D. Tanin
E. Mimosin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Laboratorium pengujian pakan yang melakukan analisis mutu dan mengeluarkan Certificate of Analysis (CoA) yang diakui secara nasional maupun internasional harus sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) berdasarkan standar...
A. ISO 14001:2015
B. ISO 22000:2018
C. ISO 9001:2015
D. OHSAS 18001
E. ISO/IEC 17025:2017
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Produksi pakan obat (Medicated Feed) memiliki regulasi yang sangat ketat untuk mencegah residu pada produk hewan. Proses pembuatan pakan obat wajib mengikuti prosedur terpisah atau dilakukan...
A. Penambahan air dalam jumlah besar untuk melarutkan obat
B. Pencampuran secara manual dengan tangan agar lebih aman
C. Peningkatan suhu peletizer hingga pakan terbakar
D. Penyemprotan disinfektan pada pakan setelah dikemas
E. Flushing (pembilasan mixer) setelah produksi selesai
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Penamaan (pelabelan) pada kemasan pakan komersial diwajibkan sesuai Permentan tentang Pendaftaran Pakan. Informasi esensial yang TIDAK wajib dicantumkan dalam label pakan adalah...
A. Nama dan alamat pabrik/importir
B. Komposisi nutrisi (kadar air, protein, lemak, serat, dll)
C. Harga jual pakan eceran tertinggi
D. Aturan pakai dan peruntukan hewan
E. Nomor Pendaftaran Pakan (NPP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Pengawasan bahan pakan hasil ikutan (by-product) industri pertanian, seperti bungkil inti sawit (Palm Kernel Meal/PKM), perlu memperhatikan kualitasnya. Salah satu kelemahan penggunaan PKM dalam jumlah besar pada ransum unggas adalah tingginya kandungan...
A. Lemak trans
B. Asam amino metionin
C. Asam urat
D. Serat kasar dan kontaminasi cangkang sawit
E. Karbohidrat mudah larut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Salah satu pelengkap pakan (feed supplement) yang diberikan secara khusus untuk ternak sapi perah untuk mencegah kejadian 'Milk Fever' pasca melahirkan adalah asupan optimal dari mineral...
A. Besi (Fe)
B. Kalsium (Ca)
C. Tembaga (Cu)
D. Selenium (Se)
E. Yodium (I)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Penyelenggaraan pengawasan peredaran pakan melibatkan petugas Pengawas Mutu Pakan yang mengambil spesimen sampel. Alat standar berbahan logam dengan rongga yang digunakan untuk menusuk karung guna mengambil sampel bahan pakan bentuk tepung secara representatif disebut...
A. Bomb calorimeter
B. Pipet ukur
C. Erlenmeyer flask
D. Soxhlet tube
E. Trier (Sonde)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 mengatur ketentuan pidana. Setiap orang yang memproduksi dan/atau mengedarkan pakan yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dapat dipidana. Ancaman sanksi pidana ini bertujuan untuk melindungi...
A. Anggaran pemerintah daerah dalam pengadaan pakan
B. Keamanan pangan asal hewan, kesehatan masyarakat, dan kesehatan ternak itu sendiri
C. Pendapatan ekspor pakan nasional semata
D. Hak paten alat-alat pabrik pakan
E. Monopoli perusahaan pakan besar di pasar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pakan ternak ruminansia membutuhkan keseimbangan rasio energi dan protein di dalam rumen. Konsep perhitungan protein ransum ruminansia yang mempertimbangkan degradabilitas protein oleh mikroba rumen disebut...
A. Biological Value (BV)
B. Metabolizable Energy (ME)
C. Crude Protein Equivalent
D. True Digestibility
E. Rumen Degradable Protein (RDP) dan Undegradable Protein (UDP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Pengawasan bahan pakan impor merupakan tugas krusial. Salah satu persyaratan administratif dan teknis untuk bahan pakan hewani yang diimpor dari luar negeri wajib disertai dengan sertifikat yang menjamin bebas dari penyakit tertentu dari negara asal, yang dikeluarkan oleh otoritas veteriner negara pengekspor. Sertifikat ini disebut...
A. Surat Izin Usaha Perdagangan
B. Health Certificate (Sertifikat Kesehatan Hewan)
C. Sertifikat Halal
D. Certificate of Origin (COO) tanpa dokumen teknis
E. Sertifikat Uji Organoleptik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1977 mengatur tentang Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan, dan Pengobatan Penyakit Hewan. Meskipun regulasi lama, prinsip biosekuriti pakan teraplikasi hingga kini. Kontaminasi silang agen bakteri Salmonella pada pakan unggas di pabrik paling sering dicegah melalui proses...
A. Penyemprotan parfum pada pakan
B. Pengemasan di luar ruangan
C. Menurunkan kecepatan putaran mixer
D. Penambahan air dalam jumlah sangat besar pada bahan baku
E. Conditioning dan Pelleting dengan suhu tinggi (Thermal treatment)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Penilaian mutu pakan hijauan meliputi kualitas silase yang dihasilkan. Secara organoleptik, karakteristik silase yang memiliki kualitas sangat baik (berhasil) adalah...
A. Berbau busuk menyengat amonia dan banyak jamur
B. Berbau tengik dengan warna abu-abu memudar
C. Tekstur sangat basah seperti bubur dan suhu sangat panas
D. Berwarna hitam pekat dan berlendir
E. Berwarna hijau kecoklatan/kekuningan, bau asam wangi segar (seperti tape), dan tekstur daun masih jelas
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Penyimpanan bahan pakan berupa biji-bijian (seperti jagung) di gudang logistik sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban (RH). Kondisi yang paling ideal untuk mencegah pertumbuhan Aspergillus flavus di gudang pakan adalah...
A. Menutup ventilasi udara agar kondisi gudang pengap dan gelap
B. Suhu ruang di atas 35 Celcius dan RH di atas 85%
C. Menyimpan karung menempel langsung pada dinding dan lantai tanah
D. Suhu ruang terkontrol (relatif sejuk) dan RH ruang serendah mungkin (kering, <65%), serta sirkulasi udara lancar
E. Menyiram gudang dengan air agar tetap sejuk
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Metode analisis kadar abu (Ash) dalam proksimat digunakan untuk menentukan total materi inorganik dalam pakan. Namun, jika ingin mengetahui indikasi adanya kontaminasi tanah atau pasir secara spesifik (abu yang tak larut asam), maka metode kelanjutannya adalah...
A. Mengekstraksi abu dengan heksana
B. Menambahkan enzim pepsin pada suhu tubuh
C. Melarutkan abu sisa pengabuan menggunakan asam klorida (HCl) pekat dan memijarkannya kembali
D. Merebus sampel pakan dengan larutan basa kuat hingga mendidih
E. Membakar sampel dengan menggunakan gas nitrogen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Pada proses formulasi ransum (feed formulation), sering kali peternak mandiri menggunakan metode matematis sederhana untuk mencari perbandingan dua bahan pakan guna mencapai target persentase protein tertentu. Metode klasik yang menggunakan bentuk bujur sangkar ini dikenal dengan nama...
A. Simplex Method
B. Pearson Square
C. Trial and Error
D. Linear Programming
E. Least Cost Formulation
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Kementerian Pertanian memiliki sistem pelaporan dan sertifikasi elektronik di bidang peredaran produk hewan dan sarana prasarana peternakan. Jika suatu perusahaan akan mengurus rekomendasi pemasukan (impor) feed additive, maka aplikasi online terintegrasi dari Kementan yang digunakan adalah...
A. SIMREK PKH (Sistem Informasi Rekomendasi Peternakan dan Kesehatan Hewan)
B. SIMPKB
C. e-Katalog LKPP
D. SISKAPERBAPO
E. e-PUPNS
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Pengawasan pakan hijauan padang penggembalaan (pasture) sering memperhitungkan daya dukung padang penggembalaan tersebut. Satuan standar yang digunakan untuk mengkonversi berbagai jenis ternak (sapi, domba, kuda) ke dalam satu unit hitung terkait konsumsi pakan adalah...
A. Kilokalori per kapita
B. FCR (Feed Conversion Ratio)
C. Tonase
D. Body Mass Index
E. Animal Unit (Satuan Ternak)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Zat antinutrisi pada bahan pakan alternatif sering membatasi penggunaannya. Bungkil biji jarak (Ricinus communis) memiliki kandungan protein yang cukup baik, namun jarang digunakan sebagai pakan karena memiliki toksin mematikan berupa...
A. Gossypol
B. Asam Fitat
C. Mimosin
D. Risin
E. Glukosinolat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Salah satu bentuk pakan olahan komersial adalah 'Crumble' (butiran pecah). Tahapan proses produksi pakan bentuk crumble di pabrik yang membedakannya dengan pakan bentuk tepung (mash) adalah...
A. Pakan tepung langsung dipecah menggunakan mesin hammer mill sebelum pencampuran
B. Diekstrusi menggunakan suhu sangat tinggi hingga mengembang (floating)
C. Hanya dijemur matahari tanpa proses pencampuran
D. Pencampuran tepung pakan secara basah dengan air 50% kemudian dikeringkan
E. Melalui proses pelleting (pencetakan pellet) terlebih dahulu, baru dipecah kasar dengan mesin roller mill (crumbler)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan SNI terkait batas maksimum cemaran logam berat pada pakan, guna mencegah terakumulasinya logam di jaringan tubuh hewan yang membahayakan manusia. Salah satu unsur logam berat sangat toksik yang batas toleransinya selalu dipantau adalah...
A. Timbal (Pb)
B. Magnesium (Mg)
C. Natrium (Na)
D. Kalsium (Ca)
E. Zink (Zn)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Penamaan 'Bahan Pakan Pilihan' pada produk unggas (ayam ras) komersial saat ini difokuskan pada nilai Feed Conversion Ratio (FCR). Apa arti dari nilai FCR 1,5 pada pemeliharaan broiler?
A. Ayam mengkonsumsi 1,5 kg air untuk setiap 1 kg pakan yang dimakan
B. Dibutuhkan 1 kg pakan untuk menghasilkan 1,5 kg pertambahan berat badan
C. Dibutuhkan 1,5 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan berat badan hidup
D. Tingkat kematian ayam broiler mencapai 1,5 persen selama masa pemeliharaan
E. Dibutuhkan 1,5 kg pakan untuk menghasilkan 1,5 kg pertambahan berat badan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama

SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.