SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Permenpan No. 70 Tahun 2021 Tentang JF TPKIP
Permenkes No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas
Permenkes No. 44 Tahun 2018 ttg Penyelenggaraan PKRS
Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang GERMAS
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kesehatan
Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Penggalangan Kemitraan
Advokasi Kesehatan
Simulasi Tryout SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil.
Soal 1
Menurut Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan...
A. Pengawasan sanitasi lingkungan dan bangunan umum
B. Pengobatan kuratif dan rehabilitatif secara massal
C. Pemeriksaan klinis pasien di fasilitas kesehatan
D. Pendataan penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas
E. Pelayanan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 1 Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (TPKIP) berfokus pada pelayanan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Soal 2
Berdasarkan PMK No. 43 Tahun 2019, promosi kesehatan merupakan bagian dari...
A. Layanan Penunjang Diagnostik Medis
B. Layanan Administrasi Manajemen Puskesmas
C. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) Esensial
D. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
E. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan
Jawaban: D
Dalam PMK No. 43 Tahun 2019 Pasal 37, disebutkan bahwa Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk dalam jenis Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial.
Soal 3
Sesuai PMK No. 44 Tahun 2018, sasaran promosi kesehatan di rumah sakit (PKRS) adalah...
A. Pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung, dan masyarakat sekitar
B. Hanya tenaga medis dan paramedis
C. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan terkait
D. Masyarakat yang memiliki asuransi kesehatan saja
E. Hanya pasien rawat inap
Jawaban: A
Pasal 5 PMK No. 44 Tahun 2018 menyatakan sasaran PKRS meliputi pasien, keluarga pasien, SDM Rumah Sakit, pengunjung, dan masyarakat sekitar Rumah Sakit.
Soal 4
Fokus utama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada tahap awal menurut Inpres No. 1 Tahun 2017 adalah...
A. Pembangunan puskesmas pembantu di seluruh desa
B. Pemberian bantuan modal untuk kader kesehatan
C. Melakukan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta cek kesehatan secara berkala
D. Penyediaan obat-obatan gratis untuk penyakit menular
E. Peningkatan jumlah dokter spesialis di daerah terpencil
Jawaban: C
Inpres No. 1 Tahun 2017 menginstruksikan pelaksanaan GERMAS dengan fokus pada peningkatan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit melalui cek kesehatan berkala.
Soal 5
Metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan melalui kunjungan rumah termasuk dalam jenis komunikasi...
A. Komunikasi Massa
B. Komunikasi Organisasi Tengah
C. Komunikasi Interpersonal/Individu
D. Komunikasi Satu Arah Medis
E. Komunikasi Kelompok Besar
Jawaban: C
Kunjungan rumah merupakan bentuk komunikasi interpersonal atau individu karena dilakukan secara langsung tatap muka antara petugas dengan individu/keluarga.
Soal 6
Prinsip utama dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah...
A. Mewajibkan warga membayar biaya layanan promosi
B. Menunjuk satu orang pemimpin mutlak di desa
C. Memberikan bantuan materi sebanyak-banyaknya kepada warga
D. Menumbuhkan kemandirian masyarakat berdasarkan potensi lokal
E. Mengambil alih seluruh keputusan warga oleh petugas kesehatan
Jawaban: D
Pemberdayaan masyarakat bertujuan agar masyarakat mampu mengenali masalah, mengambil keputusan, dan melakukan upaya kesehatan secara mandiri.
Soal 7
Salah satu prinsip dasar kemitraan yang menuntut adanya keterbukaan antar pihak yang bekerja sama disebut...
A. Koordinasi (Coordination)
B. Saling Menguntungkan (Mutual Benefit)
C. Kemandirian (Autonomy)
D. Transparansi (Transparency)
E. Kesetaraan (Equity)
Jawaban: D
Transparansi dalam kemitraan berarti semua kegiatan, data, dan kebijakan harus terbuka dan diketahui oleh semua pihak yang bermitra.
Soal 8
Tujuan utama dari kegiatan advokasi kesehatan adalah...
A. Menjual produk-produk kesehatan ke masyarakat
B. Memberikan penyuluhan langsung kepada ibu hamil
C. Melakukan pemeriksaan fisik di sekolah-sekolah
D. Mengumpulkan donasi untuk pembangunan rumah sakit
E. Mendapatkan komitmen dan dukungan kebijakan dari pembuat keputusan
Jawaban: E
Advokasi adalah upaya untuk mempengaruhi pembuat kebijakan (stakeholders) agar memberikan dukungan berupa regulasi, dana, atau sarana untuk program kesehatan.
Soal 9
Jenjang Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku kategori Keahlian yang paling rendah adalah...
A. Ahli Pratama
B. Ahli Madya
C. Ahli Pertama
D. Ahli Muda
E. Ahli Terampil
Jawaban: C
Sesuai Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, jenjang kategori keahlian meliputi Ahli Pertama, Ahli Muda, dan Ahli Madya.
Soal 10
Dalam siklus manajemen Puskesmas (PMK 43/2019), kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) bertujuan untuk...
A. Mencari data penduduk untuk pemilu
B. Menghukum masyarakat yang tidak menjaga kebersihan
C. Membantu masyarakat mengenali masalah kesehatan dan potensi yang dimilikinya secara mandiri
D. Melakukan audit keuangan internal Puskesmas
E. Menentukan besaran tarif layanan di Puskesmas
Jawaban: C
SMD adalah proses di mana kader dan masyarakat sendiri yang mengumpulkan data untuk mengenali masalah kesehatan di lingkungannya.
Soal 11
Salah satu standar penyelenggaraan PKRS menurut PMK No. 44 Tahun 2018 mencakup aspek...
A. Penyediaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran
B. Pengadaan alat bedah jantung
C. Pengaturan parkir kendaraan pengunjung
D. Pembangunan kantin sehat khusus dokter
E. Penjualan obat-obatan generik di lobi rumah sakit
Jawaban: A
Standar PKRS meliputi standar organisasi, SDM, sarana prasarana, anggaran, dan peralatan komunikasi/media informasi.
Soal 12
Berdasarkan Inpres 1/2017, Kementerian Kesehatan diinstruksikan untuk melakukan hal berikut dalam GERMAS, kecuali...
A. Melakukan deteksi dini penyakit
B. Meningkatkan advokasi dan pembinaan gaya hidup sehat
C. Melaksanakan kampanye GERMAS
D. Membangun jalan tol antar provinsi untuk distribusi sayur
E. Meningkatkan lingkungan sehat
Jawaban: D
Pembangunan jalan tol bukan merupakan instruksi khusus untuk Kementerian Kesehatan dalam konteks Inpres No. 1 Tahun 2017.
Soal 13
Media KIE yang berupa lembar lipat yang biasanya berisi informasi singkat dan padat disebut...
A. Baliho
B. Leaflet
C. Spanduk
D. Billboard
E. Poster
Jawaban: B
Leaflet adalah media cetak berbentuk lembaran kertas yang dilipat (biasanya menjadi 3 lipatan) yang digunakan untuk menyebarkan informasi kesehatan.
Soal 14
Contoh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang fokus pada kesehatan anak di tingkat desa adalah...
A. FKD
B. Poskestren
C. Posyandu
D. Polindes
E. Saka Bakti Husada
Jawaban: C
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah wadah pemberdayaan masyarakat yang fokus utamanya pada kesehatan ibu dan anak.
Soal 15
Aksi dalam advokasi yang melibatkan penggalangan massa atau opini publik melalui media disebut...
A. Tekanan (Pressuring)
B. Lobi (Lobbying)
C. Media Advocacy
D. Debat Publik
E. Negosiasi
Jawaban: C
Media advocacy adalah penggunaan media massa secara strategis untuk mendukung tujuan advokasi kesehatan agar menjadi isu publik.
Tips Lulus SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.