Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
Regulasi terkait OPT/DPI
Budidaya tanaman
Pengetahuan umum OPT/DPI
Pengendalian OPT/penanganan DPI secara umum
Pengenalan OPT
Pengenalan dan penanganan DPI
Musuh alami
Pengendalian OPT
Koleksi OPT
Pengamatan, peramalan dan analisis OPT
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Pemula
Regulasi terkait OPT/DPI
Budidaya tanaman
Pengetahuan umum OPT/DPI
Pengendalian OPT/penanganan DPI secara umum
Pengenalan OPT
Pengenalan dan penanganan DPI
Musuh alami
Pengendalian OPT
Koleksi OPT
Pengamatan, peramalan dan analisis OPT
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Terampil
Regulasi terkait OPT/DPI
Budidaya tanaman
Pengetahuan umum OPT/DPI
Pengendalian OPT/penanganan DPI secara umum
Pengenalan OPT
Pengenalan dan penanganan DPI
Musuh alami
Pengendalian OPT
Koleksi OPT
Pengamatan, peramalan dan analisis OPT
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, siapa yang bertanggung jawab atas perlindungan tanaman dalam pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)?
A. Hanya pemerintah pusat melalui kementerian terkait
B. Hanya penyuluh pertanian di lapangan
C. Masyarakat umum tanpa campur tangan pemerintah
D. Perusahaan pestisida swasta secara mandiri
E. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani/pemilik tanaman
Jawaban: E
Dalam UU No. 22 Tahun 2019 Pasal 47, disebutkan bahwa Perlindungan Pertanian menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sesuai dengan kewenangannya, dan Masyarakat (petani).
Soal 2
Metode pengamatan OPT yang dilakukan secara berkala pada lokasi dan tanaman yang sama untuk mengetahui dinamika populasi disebut...
A. Pengamatan Sensus
B. Pengamatan Keliling (Patroli)
C. Pengamatan Tetap
D. Pengamatan Luar Biasa
E. Pengamatan Tak Terduga
Jawaban: C
Pengamatan Tetap adalah pengamatan yang dilakukan secara rutin pada unit contoh yang telah ditentukan letaknya untuk mewakili wilayah pengamatan dan tidak berpindah-pindah.
Soal 3
Dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), ambang yang digunakan untuk menentukan saat yang tepat melakukan tindakan pengendalian kimiawi adalah...
A. Ambang Mutlak
B. Ambang Luka
C. Ambang Kerusakan
D. Ambang Ekonomi
E. Ambang Batas Geografis
Jawaban: D
Ambang Ekonomi adalah kepadatan populasi OPT atau tingkat kerusakan yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi yang dapat mencapai Ambang Luka Ekonomi.
Soal 4
Serangga yang berperan sebagai musuh alami dengan cara meletakkan telurnya di dalam atau pada tubuh inang, dan larvanya berkembang dengan memakan tubuh inang disebut...
A. Simbion
B. Parasitoid
C. Patogen
D. Predator
E. Hiperpredator
Jawaban: B
Parasitoid adalah serangga yang pada fase pradewasanya hidup sebagai parasit pada serangga lain (inang) dan akhirnya membunuh inang tersebut.
Soal 5
Salah satu dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian di Indonesia adalah...
A. Hilangnya semua jenis hama tanaman secara alami
B. Penurunan suhu udara di dataran rendah secara drastis
C. Peningkatan curah hujan yang ekstrem (banjir)
D. Peningkatan populasi musuh alami secara spontan
E. Kekeringan panjang yang meningkatkan risiko gagal panen
Jawaban: E
El Nino menyebabkan penurunan curah hujan di bawah normal yang berakibat pada kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia, yang merupakan salah satu Dampak Perubahan Iklim (DPI).
Soal 6
Penggunaan varietas tahan (resistant variety) merupakan bagian dari teknik budidaya tanaman yang bertujuan untuk...
A. Memperpendek umur simpan benih
B. Meningkatkan harga jual tanaman di pasar internasional
C. Mengurangi risiko ledakan populasi OPT secara genetik
D. Menghilangkan kebutuhan akan air irigasi
E. Meningkatkan penggunaan pupuk kimia
Jawaban: C
Varietas tahan memiliki mekanisme pertahanan terhadap serangan OPT tertentu, sehingga populasi OPT sulit berkembang melampaui ambang batas.
Soal 7
Gejala serangan berupa lubang-lubang pada daun padi yang disebabkan oleh larva yang memakan epidermis daun dan menyisakan lapisan putih transparan adalah ciri khas dari...
A. Penggerek Batang
B. Tikus Sawah
C. Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis)
D. Walang Sangit
E. Wereng Coklat
Jawaban: C
Larva Hama Putih Palsu melipat daun dan memakan bagian dalam daun, meninggalkan garis-garis putih atau bercak transparan pada permukaan daun.
Soal 8
Langkah awal dalam penanganan DPI akibat banjir di lahan persawahan adalah...
A. Meninggalkan lahan sampai air surut secara alami
B. Segera melakukan pemupukan dosis tinggi
C. Melakukan pompanisasi untuk membuang genangan air
D. Menanam benih baru di atas air yang menggenang
E. Menyemprotkan herbisida di seluruh area banjir
Jawaban: C
Penanganan DPI banjir fokus pada drainase yang cepat (pompanisasi) untuk menyelamatkan tanaman agar tidak membusuk atau mati karena kekurangan oksigen di akar.
Soal 9
Dalam koleksi OPT, penggunaan alkohol 70% biasanya digunakan untuk mengawetkan spesimen jenis...
A. Biji-bijian yang terserang jamur
B. Kupu-kupu dewasa
C. Kumbang dewasa yang keras
D. Tanaman gulma kering
E. Serangga bertubuh lunak (larva/aphid)
Jawaban: E
Koleksi basah menggunakan alkohol 70% ditujukan untuk organisme bertubuh lunak agar strukturnya tidak mengkerut atau rusak seperti jika dikeringkan.
Soal 10
Peramalan OPT bertujuan untuk...
A. Menghitung jumlah luas panen secara nasional
B. Memprediksi waktu dan besarnya serangan OPT agar dapat diantisipasi
C. Menentukan harga pestisida di masa depan
D. Memastikan petani selalu menggunakan kimia
E. Menghilangkan keberadaan musuh alami
Jawaban: B
Peramalan OPT menggunakan data historis dan pengamatan lapangan untuk memberikan peringatan dini (early warning) serangan OPT.
Soal 11
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019, pestisida yang beredar di Indonesia wajib terdaftar dan memiliki...
A. Label harga tetap
B. Izin dari kepala desa setempat
C. Izin impor dari kementerian luar negeri
D. Sertifikat halal saja
E. Nomor pendaftaran dari Menteri Pertanian
Jawaban: E
Sesuai Permentan No. 43/2019 tentang Pendaftaran Pestisida, setiap pestisida harus melalui pengujian dan mendapatkan nomor pendaftaran resmi.
Soal 12
Sanitasi lingkungan dalam budidaya tanaman berperan dalam pengendalian OPT secara...
A. Kultur Teknis
B. Kimiawi
C. Fisik
D. Biologis
E. Genetik
Jawaban: A
Sanitasi atau pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman yang terinfeksi termasuk dalam pengendalian kultur teknis/agronomis.
Soal 13
Apa yang dimaksud dengan 'Hopperburn'?
A. Efek samping dari penyemprotan pestisida yang overdosis
B. Gejala tanaman padi yang menguning dan mengering akibat serangan Wereng Coklat
C. Penyakit yang disebabkan oleh virus tungro
D. Kondisi tanah yang kekurangan unsur hara nitrogen
E. Gejala daun terbakar akibat sinar matahari yang terlampau panas
Jawaban: B
Hopperburn adalah gejala khas ledakan wereng coklat (planthopper) di mana tanaman padi mengering seperti terbakar karena cairannya dihisap.
Soal 14
Cendawan Beauveria bassiana merupakan contoh agens pengendali hayati yang termasuk dalam golongan...
A. Jamur Entomopatogen
B. Predator generalis
C. Virus poliedrosis
D. Parasitoid serangga
E. Bakteri fiksasi nitrogen
Jawaban: A
Beauveria bassiana adalah jamur yang menyebabkan penyakit pada serangga (entomopatogen) dan digunakan sebagai biopestisida.
Soal 15
Siklus pengamatan OPT pada pengamatan tetap biasanya dilakukan setiap...
A. Setiap hari tanpa libur
B. Satu kali dalam satu musim tanam
C. Satu bulan sekali
D. Setiap tiga bulan sekali
E. Dua minggu sekali (14 hari)
Jawaban: E
Secara teknis, pengamatan tetap sering dilakukan dengan interval 14 hari atau dua minggu sekali untuk memantau perkembangan OPT.
Soal 16
Salah satu prinsip PHT adalah 'Budidaya Tanaman Sehat'. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa...
A. Tanaman sehat memiliki ketahanan alami yang lebih baik terhadap OPT
B. Budidaya tanaman sehat hanya bisa dilakukan di laboratorium
C. Tanaman sehat tidak membutuhkan air
D. Pupuk kimia adalah satu-satunya cara membuat tanaman sehat
E. Tanaman sehat pasti terbebas 100% dari OPT tanpa pengendalian
Jawaban: A
Tanaman yang tumbuh optimal dengan nutrisi seimbang lebih mampu melakukan kompensasi jika terjadi serangan OPT tingkat rendah.
Soal 17
Penyakit 'Blast' pada padi disebabkan oleh patogen jenis...
A. Nematoda
B. Mikroplasma
C. Bakteri (Xanthomonas)
D. Virus (Tungro)
E. Jamur (Pyricularia oryzae)
Jawaban: E
Penyakit Blast (daun dan leher) disebabkan oleh infeksi jamur Pyricularia oryzae.
Soal 18
Alat yang digunakan untuk memerangkap serangga yang tertarik pada cahaya di malam hari untuk tujuan pengamatan disebut...
A. Pitfall Trap
B. Pheromone Trap
C. Yellow Sticky Trap
D. Light Trap
E. Malaise Trap
Jawaban: D
Light trap (perangkap lampu) digunakan untuk menangkap serangga nokturnal guna memantau fluktuasi populasi di suatu wilayah.
Soal 19
Dalam pembuatan herbarium atau koleksi penyakit tanaman, bagian tanaman yang terserang biasanya diawetkan dengan cara...
A. Dikeringkan di bawah sinar matahari langsung selama 1 bulan
B. Direndam dalam air murni terus menerus
C. Disimpan di dalam freezer suhu -80 derajat
D. Dibakar sampai menjadi abu
E. Dikeringkan dengan cara dipres (tekan) di antara kertas penyerap
Jawaban: E
Teknik pengeringan pres (koleksi kering) digunakan agar bentuk morfologi daun atau bagian tanaman tetap datar dan mudah disimpan/diamati.
Soal 20
Dampak Perubahan Iklim (DPI) berupa 'La Nina' ditandai dengan...
A. Musim kemarau yang lebih panjang dan panas
B. Terhentinya aktivitas angin muson
C. Letusan gunung berapi yang meningkat
D. Suhu permukaan laut di Pasifik tengah yang mendingin dan meningkatnya curah hujan
E. Pemanasan global yang merata di seluruh benua
Jawaban: D
La Nina menyebabkan curah hujan di Indonesia cenderung meningkat di atas normal, berisiko menyebabkan banjir pada lahan pertanian.
Soal 21
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, apa yang dimaksud dengan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)?
A. Mikroorganisme yang hanya menyerang bagian daun dan batang tanaman.
B. Organisme yang dapat menyebabkan kerusakan ekonomis secara langsung pada tanaman.
C. Semua jenis hewan yang merusak tanaman budidaya.
D. Semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.
E. Hama dan penyakit yang berasal dari wilayah luar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jawaban: D
Menurut UU No. 22 Tahun 2019, OPT adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.
Soal 22
Prinsip utama Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menempatkan petani sebagai pengambil keputusan didasarkan pada...
A. Hasil pengamatan rutin di lahan sendiri.
B. Instruksi dari petugas pengamat hama.
C. Kalender tanam yang disusun oleh pemerintah pusat.
D. Rekomendasi dari produsen bahan kimia.
E. Ketersediaan bantuan pestisida gratis.
Jawaban: A
Salah satu prinsip PHT adalah 'Petani sebagai Ahli PHT', di mana petani mampu melakukan pengamatan dan mengambil keputusan pengendalian berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Soal 23
Gejala serangan berupa pucuk tanaman padi yang berubah menjadi putih, menyerupai bulu ayam, dan mudah lepas jika ditarik merupakan ciri khas serangan hama...
A. Hama Putih Palsu.
B. Wereng Batang Coklat (WBC).
C. Ulat Grayak.
D. Penggerek Batang Padi (Sundep).
E. Walang Sangit.
Jawaban: D
Gejala 'sundep' terjadi pada fase vegetatif tanaman padi akibat larva penggerek batang memotong bagian tengah batang sehingga daun muda mati dan mudah dicabut.
Soal 24
Apa yang dimaksud dengan Dampak Perubahan Iklim (DPI) dalam konteks perlindungan tanaman?
A. Fenomena penyimpangan variabel iklim yang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
B. Proses mekanisasi pertanian yang memicu pemanasan global.
C. Penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga merusak lapisan ozon.
D. Munculnya varietas tanaman baru yang tahan kekeringan.
E. Perubahan cuaca harian yang menyebabkan tanaman layu.
Jawaban: A
DPI dalam perlindungan tanaman merujuk pada gangguan atau kerusakan akibat fenomena iklim ekstrim seperti banjir, kekeringan, atau peningkatan suhu.
Soal 25
Berikut ini organisme yang termasuk ke dalam kelompok musuh alami patogen adalah...
A. Beauveria bassiana.
B. Lycosa pseudoannulata.
C. Trichogramma sp.
D. Oxyopes javanus.
E. Menochilus sexmaculatus.
Jawaban: A
Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang menginfeksi serangga hama, sehingga digolongkan sebagai patogen dalam musuh alami.
Soal 26
Pengamatan yang dilakukan secara berkala pada petak tetap untuk memantau perkembangan populasi OPT disebut sebagai pengamatan...
A. Keliling.
B. Global.
C. Sesaat.
D. Periodik.
E. Khusus.
Jawaban: D
Pengamatan periodik adalah pengamatan rutin pada petak sampel atau petak tetap untuk mengetahui tren populasi OPT dalam satu musim tanam.
Soal 27
Dalam budidaya tanaman sehat sebagai bagian dari PHT, penggunaan pupuk organik bertujuan untuk...
A. Mempercepat masa panen agar terhindar dari siklus hama.
B. Menghilangkan gulma di sekitar area perakaran.
C. Mengurangi kebutuhan air tanaman di musim kemarau.
D. Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketahanan (vigor) tanaman.
E. Membunuh larva hama yang ada di dalam tanah secara langsung.
Jawaban: D
Pupuk organik meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman (vigor), sehingga tanaman lebih toleran atau tahan terhadap serangan OPT.
Soal 28
Metode pengendalian OPT dengan cara memanfaatkan varietas tanaman yang memiliki sifat resistensi (tahan hama) terhadap OPT tertentu disebut pengendalian secara...
A. Fisik.
B. Kimiawi.
C. Hayati.
D. Genetik.
E. Mekanik.
Jawaban: D
Penggunaan varietas tahan (VUT) merupakan metode pengendalian secara genetik karena memanfaatkan sifat bawaan tanaman untuk menolak atau tahan terhadap OPT.
Soal 29
Koleksi spesimen OPT yang diawetkan dalam bentuk kering dan disusun secara sistematis untuk keperluan identifikasi disebut...
A. Vivarium.
B. Akuarium.
C. Laboratorium.
D. Insektarium.
E. Herbarium.
Jawaban: D
Insektarium adalah tempat atau koleksi serangga (hama) yang diawetkan, sedangkan herbarium adalah koleksi spesimen tumbuhan/gulma.
Soal 30
Salah satu ciri utama serangan patogen jamur Fusarium oxysporum pada tanaman hortikultura adalah...
A. Tanaman layu secara mendadak meskipun ketersediaan air cukup.
B. Terdapat bintik-bintik merah di bawah permukaan daun.
C. Daun berlubang-lubang besar di bagian tengah.
D. Buah mengalami pembusukan berair yang berbau menyengat.
E. Adanya lapisan tepung putih di permukaan daun.
Jawaban: A
Fusarium oxysporum menyebabkan penyakit layu fusarium karena menyerang jaringan pembuluh (xilem) tanaman sehingga distribusi air terhambat.
Soal 31
Dalam menghadapi kekeringan sebagai dampak DPI, tindakan adaptasi yang paling tepat adalah...
A. Menutup seluruh permukaan tanah dengan plastik hitam.
B. Meningkatkan dosis pemupukan urea.
C. Penerapan sistem irigasi berselang (Intermittent irrigation).
D. Membakar sisa jerami di lahan.
E. Melakukan penyemprotan pestisida secara preventif.
Jawaban: C
Irigasi berselang atau macak-macak merupakan teknik penghematan air yang efektif dalam menangani keterbatasan ketersediaan air akibat kekeringan.
Soal 32
Predator yang dikenal sebagai 'Laba-laba Serigala' dan efektif memangsa wereng batang coklat di lahan sawah adalah...
A. Lycosa pseudoannulata.
B. Coccinella sp.
C. Cyrtorhinus lividipennis.
D. Micraspis sp.
E. Paederus fuscipes.
Jawaban: A
Lycosa pseudoannulata (Laba-laba serigala) merupakan predator generalis yang sangat aktif memangsa nimfa dan imago wereng di pangkal batang padi.
Soal 33
Kegiatan meramalkan luas serangan atau populasi OPT pada masa mendatang berdasarkan data historis dan kondisi lingkungan disebut...
A. Eksplorasi.
B. Peramalan OPT.
C. Analisis dampak.
D. Pemetaan wilayah.
E. Eradikasi.
Jawaban: B
Peramalan OPT adalah kegiatan memprediksi kemungkinan terjadinya serangan di masa depan untuk menyiapkan langkah antisipasi.
Soal 34
Jenis gulma yang memiliki batang berbentuk segitiga dan termasuk dalam kelompok teki-tekian adalah...
A. Mimosa pudica.
B. Echinochloa crusgalli.
C. Cyperus rotundus.
D. Amaranthus spinosus.
E. Eichhornia crassipes.
Jawaban: C
Cyperus rotundus (rumput teki) adalah contoh klasik gulma dari golongan sedges (teki-tekian) yang berbatang segitiga.
Soal 35
Penanganan DPI akibat banjir pada lahan pertanian dilakukan dengan cara...
A. Penyemprotan herbisida sistemik.
B. Membuat lubang biopori di tengah lahan.
C. Perbaikan saluran drainase dan normalisasi parit.
D. Pemberian kapur dolomit dalam jumlah besar.
E. Pengurangan populasi tanaman secara drastis.
Jawaban: C
Manajemen air melalui perbaikan drainase adalah langkah kunci untuk membuang kelebihan air (banjir) agar tanaman tidak mati karena terendam.
Soal 36
Ambang Ekonomi (AE) dalam pengendalian hama bermakna sebagai...
A. Harga jual komoditas pertanian di tingkat pasar lokal.
B. Kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah kerugian ekonomis yang lebih besar.
C. Populasi hama yang menyebabkan kematian tanaman total.
D. Jumlah musuh alami yang mampu mengontrol hama secara mandiri.
E. Biaya yang dikeluarkan petani untuk membeli pestisida kimia.
Jawaban: B
Ambang Ekonomi adalah batas populasi atau intensitas serangan OPT yang mengharuskan tindakan pengendalian dilakukan agar kerugian tidak melebihi biaya pengendalian.
Soal 37
Penyakit yang disebabkan oleh virus Tungro pada padi ditularkan oleh vektor...
A. Hama Putih.
B. Wereng Punggung Putih.
C. Wereng Batang Coklat.
D. Lalat Bibit.
E. Wereng Hijau.
Jawaban: E
Wereng hijau (Nephotettix virescens) merupakan vektor utama penyakit virus tungro pada tanaman padi.
Soal 38
Dalam pengawetan spesimen patogen tumbuhan (jamur/bakteri), media yang umum digunakan di laboratorium adalah...
A. Larutan Formalin.
B. Air Suling.
C. Alkohol 70%.
D. Kloroform.
E. Agar-Agar (PDA/NA).
Jawaban: E
Potato Dextrose Agar (PDA) atau Nutrient Agar (NA) digunakan sebagai media pertumbuhan dan isolasi patogen di laboratorium.
Soal 39
Tindakan pemusnahan total terhadap tanaman yang terserang OPT berbahaya untuk mencegah penyebaran lebih luas disebut...
A. Diversifikasi.
B. Rotasi.
C. Eradikasi.
D. Sertifikasi.
E. Sanitasi.
Jawaban: C
Eradikasi adalah tindakan pemusnahan secara total (dicabut dan dibakar) terhadap tanaman/sumber serangan OPT.
Soal 40
Unsur cuaca yang paling berpengaruh terhadap perkembangan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur adalah...
A. Kecepatan angin.
B. Kadar oksigen di udara.
C. Kelembapan udara yang tinggi.
D. Tekanan udara.
E. Intensitas cahaya matahari yang terik.
Jawaban: C
Kelembapan yang tinggi merangsang perkecambahan spora dan perkembangan miselium jamur patogen.
Soal 41
Dalam pelaksanaan perlindungan tanaman di Indonesia, landasan hukum terbaru yang mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan mencabut UU No. 12 Tahun 1992 adalah...
A. UU No. 19 Tahun 2013
B. UU No. 18 Tahun 2012
C. UU No. 32 Tahun 2009
D. UU No. 21 Tahun 2019
E. UU No. 22 Tahun 2019
Jawaban: E
UU No. 22 Tahun 2019 mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Undang-undang ini mencabut UU No. 12 Tahun 1992 dan menjadi payung hukum terbaru untuk perlindungan pertanian termasuk pengendalian OPT berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Soal 42
Penerapan sistem tanam jajar legowo pada padi sawah memberikan beberapa keuntungan agronomi dan pelindungan tanaman. Keuntungan utama sistem ini dalam menekan serangan penyakit jamur adalah...
A. Menurunkan kelembapan mikro di sekitar kanopi tanaman
B. Meningkatkan suhu tanah secara drastis
C. Memperpanjang masa vegetatif padi
D. Meningkatkan persaingan gulma
E. Menurunkan sirkulasi udara di kanopi tanaman
Jawaban: A
Sistem tanam jajar legowo menciptakan lorong-lorong kosong yang berfungsi memperbaiki sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari. Hal ini menurunkan kelembapan iklim mikro di kanopi tanaman sehingga perkembangan penyakit akibat jamur dapat ditekan.
Soal 43
Konsep terjadinya penyakit pada tanaman sering digambarkan dalam bentuk Segitiga Penyakit Tanaman (Disease Triangle). Tiga faktor utama yang harus berinteraksi agar timbul penyakit adalah...
A. Faktor genetik, faktor iklim, dan manusia
B. Tanaman inang, vektor, dan lingkungan abiotik
C. Inang rentan, patogen virulen, dan lingkungan mendukung
D. Sinar matahari, kelembaban, dan patogen
E. Patogen virulen, suhu optimal, dan curah hujan tinggi
Jawaban: C
Segitiga penyakit tanaman (Disease Triangle) menjelaskan bahwa penyakit hanya akan muncul jika terdapat interaksi simultan antara tiga faktor: inang yang rentan (susceptible host), patogen yang virulen (virulent pathogen), dan lingkungan yang mendukung (favorable environment).
Soal 44
Paradigma utama dalam perlindungan tanaman di Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu prinsip dasar PHT adalah...
A. Mengganti tanaman setiap kali terserang hama
B. Menghilangkan gulma sepenuhnya dari agroekosistem
C. Pemanfaatan musuh alami secara optimal
D. Eradikasi total semua serangga di lahan pertanian
E. Penggunaan pestisida sintetis secara terjadwal
Jawaban: C
Empat prinsip dasar PHT adalah: 1) Budidaya tanaman sehat, 2) Pemanfaatan musuh alami secara optimal (konservasi musuh alami), 3) Pengamatan rutin/berkala, dan 4) Petani menjadi ahli PHT di lahannya sendiri.
Soal 45
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama pada tanaman padi. Selain merusak tanaman secara langsung dengan mengisap cairan, hama ini juga menjadi vektor penyakit...
A. Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput
B. Bercak daun sempit
C. Kresek
D. Blas dan Hawar Daun Bakteri
E. Tungro
Jawaban: A
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan vektor bagi virus penyebab penyakit kerdil rumput (Rice Grassy Stunt Virus/RGSV) dan kerdil hampa (Rice Ragged Stunt Virus/RRSV). Sementara Tungro ditularkan oleh wereng hijau.
Soal 46
Fenomena penyimpangan iklim global sering kali membawa Dampak Perubahan Iklim (DPI) yang ekstrem bagi sektor pertanian. Fenomena pendinginan Suhu Permukaan Laut (SPL) di Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur dikenal sebagai...
A. Efek Rumah Kaca
B. Dipole Mode
C. El Nino
D. La Nina
E. Siklon Tropis
Jawaban: D
La Nina adalah anomali iklim di mana suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur mendingin, yang umumnya menyebabkan peningkatan curah hujan (risiko banjir) di Indonesia. Sebaliknya, El Nino (pemanasan) menyebabkan kekeringan.
Soal 47
Dalam pengendalian hayati, Trichogramma sp. sering dikembangbiakkan dan dilepaskan ke lapangan untuk mengendalikan hama penggerek batang padi. Trichogramma sp. berperan sebagai...
A. Predator larva
B. Patogen serangga
C. Parasitoid imago
D. Parasitoid telur
E. Predator nimfa
Jawaban: D
Trichogramma sp. merupakan tabuhan sangat kecil yang dikenal sebagai parasitoid telur. Mereka meletakkan telurnya di dalam telur hama target (seperti penggerek batang), sehingga telur hama tidak menetas dan malah menghasilkan parasitoid baru.
Soal 48
Salah satu cara penanganan serangan OPT berat di area terbatas agar tidak menyebar ke area lain adalah dengan pemusnahan secara total tanaman beserta inangnya. Tindakan ini disebut...
A. Eradikasi
B. Rotasi
C. Eksklusi
D. Proteksi
E. Immunisasi
Jawaban: A
Eradikasi adalah tindakan pemusnahan secara tuntas OPT dan tanaman inangnya yang terserang dalam suatu wilayah tertentu untuk mencegah penyebaran atau menghilangkan sumber infeksi secara keseluruhan.
Soal 49
Untuk tujuan identifikasi di laboratorium, koleksi serangga yang berbadan lunak (seperti larva atau kutu) umumnya diawetkan dalam bentuk awetan basah. Larutan yang paling umum digunakan untuk awetan basah adalah...
A. Aseton
B. Alkohol 70%
C. Akuades steril
D. Asam asetat glasial
E. Formalin 100%
Jawaban: B
Alkohol (Etanol) dengan konsentrasi 70% hingga 80% adalah larutan preservatif standar yang paling umum digunakan untuk awetan basah serangga berbadan lunak atau tahap larva, guna menjaga bentuk tubuh dan mencegah pembusukan.
Soal 50
Metode pengamatan OPT di mana setiap individu OPT pada unit sampel dihitung secara langsung untuk mengetahui populasi sebenarnya per satuan luas lahan dikenal dengan metode...
A. Pengamatan tidak langsung
B. Pengamatan relatif
C. Pengamatan sekunder
D. Pengamatan mutlak (absolute)
E. Pengamatan indeks
Jawaban: D
Pengamatan mutlak (absolute sampling) adalah metode menghitung jumlah kepadatan populasi serangga secara langsung di lapangan per satuan unit luasan atau per tanaman (misalnya jumlah wereng per rumpun padi).
Soal 51
Untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama Penyakit Ikan Karantina, dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, pemerintah menerbitkan peraturan terbaru yaitu...
A. UU No. 22 Tahun 2019
B. UU No. 32 Tahun 2009
C. UU No. 21 Tahun 2019
D. UU No. 18 Tahun 2012
E. UU No. 12 Tahun 1992
Jawaban: C
UU No. 21 Tahun 2019 mengatur tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina).
Soal 52
Praktik budidaya yang paling efektif untuk memutus siklus hidup hama yang bersifat monofag (hanya memakan satu jenis tanaman) pada lahan sawah adalah...
A. Pergiliran (rotasi) tanaman beda famili
B. Penanaman varietas yang sama terus-menerus
C. Penyemprotan insektisida preventif
D. Pemupukan dosis tinggi
E. Pengairan berselang
Jawaban: A
Rotasi tanaman dengan jenis tanaman dari famili yang berbeda (misalnya padi dilanjutkan dengan palawija/kedelai) efektif memutus ketersediaan pakan bagi hama spesifik (monofag), sehingga siklus hidupnya terputus.
Soal 53
Gejala serangan patogen pada tanaman di mana daun mengalami kehilangan warna hijau dan berubah menjadi kekuningan akibat rusaknya klorofil disebut...
A. Hiperplasia
B. Klorosis
C. Etiolasi
D. Nekrosis
E. Hipertrofi
Jawaban: B
Klorosis adalah gejala penyakit tanaman yang ditandai dengan memudarnya warna hijau pada daun menjadi kuning, pucat, atau putih akibat gagalnya pembentukan atau kerusakan klorofil.
Soal 54
Memungut kelompok telur keong mas di pertanaman padi kemudian memusnahkannya merupakan salah satu bentuk pengendalian OPT yang diklasifikasikan sebagai...
A. Pengendalian biologi
B. Pengendalian genetik
C. Pengendalian legislatif
D. Pengendalian mekanis/fisik
E. Pengendalian kimiawi
Jawaban: D
Pengendalian mekanis dilakukan dengan mematikan, mengumpulkan, atau memusnahkan hama secara langsung dengan tangan, alat, atau perangkat fisik lainnya.
Soal 55
Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm) merupakan hama invasif yang masuk ke Indonesia dan menyebabkan kerusakan parah pada fase vegetatif tanaman...
A. Kelapa sawit
B. Kedelai
C. Padi
D. Jagung
E. Cabai
Jawaban: D
Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm/FAW) adalah hama ulat grayak spesies invasif baru di Indonesia yang inang utamanya dan paling rusak parah adalah tanaman jagung, di mana larva memakan pucuk/titik tumbuh.
Soal 56
Salah satu upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim di lahan persawahan untuk mengurangi emisi gas metana (CH4) dan menghemat air adalah...
A. Penggenangan sawah secara terus-menerus
B. Penggunaan pupuk urea bersubsidi secara masif
C. Penerapan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD)
D. Pembakaran jerami sisa panen
E. Penebangan pohon pelindung
Jawaban: C
Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang adalah teknologi mengelola air sawah dengan membiarkan lahan mengering beberapa saat lalu digenangi kembali. Ini efektif menekan bakteri metanogen sehingga mengurangi emisi gas metana (CH4).
Soal 57
Beauveria bassiana merupakan salah satu agens pengendali hayati yang efektif menekan populasi hama serangga. Beauveria bassiana diklasifikasikan sebagai...
A. Bakteri patogen
B. Parasitoid telur
C. Jamur entomopatogen
D. Virus serangga
E. Nematoda entomopatogen
Jawaban: C
Beauveria bassiana adalah jenis cendawan (jamur) yang bersifat entomopatogen (menyebabkan penyakit pada serangga). Jamur ini menginfeksi tubuh serangga hama dan sering ditandai dengan munculnya miselium putih (white muscardine disease).
Soal 58
Penggunaan pestisida yang berasal dari bahan alam (tumbuhan) memiliki keunggulan ramah lingkungan dan residunya mudah terurai. Bahan aktif Azadirachtin yang berfungsi sebagai penolak makan (antifeedant) diekstrak dari tanaman...
A. Mimba
B. Tembakau
C. Srikaya
D. Brotowali
E. Kenikir
Jawaban: A
Azadirachtin adalah senyawa aktif pestisida nabati yang ditemukan dalam biji dan daun tanaman Mimba (Azadirachta indica). Senyawa ini efektif sebagai antifeedant (penolak makan), repelen, dan mengganggu hormon molting serangga.
Soal 59
Alat yang biasa digunakan oleh petugas pengamat untuk menangkap atau mengumpulkan serangga hama berukuran kecil secara individual tanpa merusak tubuhnya dinamakan...
A. Perangkap warna
B. Aspirator
C. Corong Berlese
D. Perangkap cahaya (Light trap)
E. Jaring ayun (Sweep net)
Jawaban: B
Aspirator adalah alat hisap (baik menggunakan mulut atau pompa mekanik kecil) yang digunakan untuk menangkap dan memindahkan serangga kecil dari tanaman ke dalam wadah koleksi tanpa melukainya.
Soal 60
Kepadatan populasi OPT di mana tindakan pengendalian harus segera dilakukan untuk mencegah populasi mencapai Aras Luka Ekonomi (ALE) disebut...
A. Populasi dasar
B. Fluktuasi maksimal
C. Tingkat Serangan Kritis
D. Ambang Ekonomi (AE)
E. Keseimbangan populasi
Jawaban: D
Ambang Ekonomi (AE) atau Economic Threshold adalah batas kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi lebih lanjut yang dapat melampaui Aras Luka Ekonomi (ALE/Economic Injury Level).
Soal 61
Premium
Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1 adalah OPT yang...
A. Hanya menyerang tanaman hias di dalam ruangan
B. Sudah ada di Indonesia tetapi hanya di wilayah tertentu
C. Belum ada di Indonesia dan dicegah masuknya ke dalam wilayah NKRI
D. Dapat dikendalikan hanya dengan air sabun
E. Sudah tersebar luas di seluruh provinsi di Indonesia
Berdasarkan regulasi yang berlaku mengenai pendaftaran dan peredaran pestisida, definisi pestisida mencakup semua bahan kimia dan bahan lain yang digunakan untuk tujuan berikut, KECUALI...
A. Memberantas gulma
B. Merangsang pertumbuhan tanah dan menyuburkan tanaman layaknya pupuk utama
C. Mengendalikan hama dan penyakit tanaman
D. Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman, tidak termasuk pupuk
E. Mencegah binatang yang menyebabkan penyakit pada manusia
Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) pada bedengan cabai selain untuk menjaga kelembapan tanah juga berfungsi memantulkan sinar matahari. Fungsi pemantulan sinar matahari ini berperan mengusir hama...
Karantina pertanian yang menolak masuknya suatu komoditas dari luar negeri karena berisiko membawa penyakit eksotik merupakan pelaksanaan tindakan pengendalian OPT yang bersifat...
Penanaman varietas padi Inpago (Inbrida Padi Gogo) sangat direkomendasikan pada lahan yang terdampak fenomena El Nino karena varietas ini dirakit untuk adaptif terhadap...
Spesimen serangga dewasa dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat) yang hendak dijadikan koleksi (awetan kering) harus dibentangkan sayapnya dengan rapi. Alat yang digunakan untuk merentangkan sayap tersebut adalah...
Dalam peramalan serangan OPT, pengamatan rutin yang dilakukan di lokasi titik yang sama secara terus menerus sepanjang musim tanam untuk melihat dinamika populasi disebut pengamatan pada...
Pemerintah menerbitkan UU No. 41 Tahun 2009 untuk mencegah alih fungsi lahan sawah produktif yang berdampak pada ketahanan pangan dan kestabilan agroekosistem. Undang-undang ini mengatur tentang...
A. Pupuk dan Pestisida
B. Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
C. Karantina Tumbuhan
D. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Tanam perangkap (Trap Crop) adalah taktik pengendalian budaya di mana tanaman tertentu ditanam untuk menarik hama menjauhi tanaman utama. Contoh aplikasi penanaman trap crop adalah...
A. Mencabut rumput alang-alang di pinggir parit
B. Menanam varietas padi tahan wereng
C. Memupuk tanaman padi dengan KCl agar batang keras
D. Menanam barisan tanaman jagung di sekeliling kebun tomat untuk mengalihkan hama ulat buah (H. armigera)
E. Menanam kacang tanah di sela-sela jagung untuk menambah nitrogen
Membersihkan sisa-sisa tanaman setelah panen, mencabut gulma, dan menyingkirkan buah yang busuk dari area perkebunan adalah metode pengendalian yang sangat penting yang disebut...
Penyakit Tungro pada padi menampakkan gejala khas daun berwarna kuning oranye mulai dari ujung ke bawah, serta tanaman menjadi kerdil. Vektor utama penyebab menyebarnya penyakit ini adalah...
Naiknya permukaan air laut (Sea Level Rise) akibat perubahan iklim berdampak langsung pada lahan sawah pesisir pantai. Masalah utama kualitas tanah yang muncul adalah...
A. Peningkatan aktivitas mikroba dekomposer anaerob
B. Peningkatan keasaman (pH turun sangat rendah)
C. Hilangnya lapisan top soil akibat evaporasi
D. Peningkatan unsur hara makro secara drastis
E. Intrusi air laut yang menyebabkan tingginya salinitas
Trichoderma spp. digunakan secara luas sebagai agens pengendali hayati pada berbagai tanaman perkebunan maupun pangan. Cara kerja utama Trichoderma spp. adalah...
A. Memangsa nimfa serangga hama
B. Mengurai pestisida kimia di daun
C. Melepaskan virus ke dalam tubuh keong
D. Meracuni tikus sawah
E. Antagonis terhadap jamur patogen tular tanah (soil-borne pathogen)
Pada koleksi serangga awetan kering (pinning), label identitas spesimen sangat penting dan harus ditusukkan pada pin di bawah spesimen. Informasi utama yang paling minimal harus ada di label tersebut adalah...
A. Harga jual spesimen, berat serangga, dan usia kolektor
B. Suhu udara, kelembaban, dan warna alat
C. Alat tangkap yang digunakan, nama instansi, dan durasi penangkapan
D. Lokasi koleksi, tanggal koleksi, dan nama kolektor
E. Nama lokal, curah hujan saat ditangkap, dan fase serangga
Tingkat kerusakan penyakit pada pertanaman dinilai menggunakan rumus Intensitas Serangan (IS). Rumus IS = (∑(n×v) / (Z×N)) × 100%. Huruf 'Z' pada rumus tersebut melambangkan...
Pelindungan Pertanian berlandaskan asas keterpaduan yang dijabarkan dalam penerapan PHT secara utuh. Mandat pelaksanaan PHT sebagai kebijakan negara tertuang pada UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan (UU 22/2019) di Pasal...
Keadaan dormansi pada serangga di mana perkembangan tubuh mereka berhenti secara fisiologis untuk bertahan pada kondisi iklim yang tidak menguntungkan (seperti kekeringan atau musim dingin ekstrem) disebut...
Lampu perangkap (light trap) memanfaatkan respons serangga yang tertarik terhadap sumber cahaya di malam hari. Jenis gelombang cahaya yang paling banyak menarik serangga hama seperti wereng dan ngengat adalah...
Tikus sawah (Rattus argentiventer) menjadi OPT utama dengan daya rusak masif dan perkembangbiakan cepat. Indikator habitat reproduksi tikus sawah betina umumnya dilakukan di...
A. Lubang aktif di pematang yang dilengkapi liang sarang beranak (blind end)
Pada daerah rentan banjir langganan, teknologi adaptasi dari DPI yang memodifikasi benih padi agar tahan terendam total selama lebih dari satu minggu tanpa mati (submergence tolerance) adalah penanaman varietas yang memiliki gen...
Pestisida yang diaplikasikan dan diabsorpsi (diserap) oleh akar atau daun tanaman, kemudian ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman disebut pestisida...
Dalam pembuatan Herbarium untuk koleksi spesimen penyakit tanaman (misal daun bergejala jamur), setelah spesimen dibersihkan dan dipres menggunakan papan kayu/karton, langkah selanjutnya agar spesimen tidak membusuk atau terserang kapang adalah...
A. Membiarkan dalam plastik kedap udara yang basah
B. Membasahi dengan air keran setiap hari
C. Merendam daun di air mendidih
D. Pengeringan (dikeringkan menggunakan oven, lampu, atau sinar matahari tidak langsung)
Penggunaan data pengamatan iklim (seperti tren curah hujan) dan data riwayat serangan tahun-tahun sebelumnya untuk memprediksi probabilitas peledakan hama (outbreak) pada musim yang akan datang adalah bentuk dari analisis...
Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.