SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Regulasi terkait OPT/DPI
Budidaya tanaman
Pengetahuan umum OPT/DPI
Pengendalian OPT/penanganan DPI secara umum
Pengenalan OPT
Pengenalan dan penanganan DPI
Musuh alami
Pengendalian OPT
Koleksi OPT
Pengamatan, peramalan dan analisis OPT
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama.
Soal 1
Dalam pelaksanaan perlindungan tanaman di Indonesia, landasan hukum terbaru yang mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan mencabut UU No. 12 Tahun 1992 adalah...
A. UU No. 18 Tahun 2012
B. UU No. 32 Tahun 2009
C. UU No. 22 Tahun 2019
D. UU No. 19 Tahun 2013
E. UU No. 21 Tahun 2019
Jawaban: C
UU No. 22 Tahun 2019 mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan. Undang-undang ini mencabut UU No. 12 Tahun 1992 dan menjadi payung hukum terbaru untuk perlindungan pertanian termasuk pengendalian OPT berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Soal 2
Penerapan sistem tanam jajar legowo pada padi sawah memberikan beberapa keuntungan agronomi dan pelindungan tanaman. Keuntungan utama sistem ini dalam menekan serangan penyakit jamur adalah...
A. Menurunkan sirkulasi udara di kanopi tanaman
B. Memperpanjang masa vegetatif padi
C. Meningkatkan suhu tanah secara drastis
D. Menurunkan kelembapan mikro di sekitar kanopi tanaman
E. Meningkatkan persaingan gulma
Jawaban: D
Sistem tanam jajar legowo menciptakan lorong-lorong kosong yang berfungsi memperbaiki sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari. Hal ini menurunkan kelembapan iklim mikro di kanopi tanaman sehingga perkembangan penyakit akibat jamur dapat ditekan.
Soal 3
Konsep terjadinya penyakit pada tanaman sering digambarkan dalam bentuk Segitiga Penyakit Tanaman (Disease Triangle). Tiga faktor utama yang harus berinteraksi agar timbul penyakit adalah...
A. Sinar matahari, kelembaban, dan patogen
B. Faktor genetik, faktor iklim, dan manusia
C. Tanaman inang, vektor, dan lingkungan abiotik
D. Inang rentan, patogen virulen, dan lingkungan mendukung
E. Patogen virulen, suhu optimal, dan curah hujan tinggi
Jawaban: D
Segitiga penyakit tanaman (Disease Triangle) menjelaskan bahwa penyakit hanya akan muncul jika terdapat interaksi simultan antara tiga faktor: inang yang rentan (susceptible host), patogen yang virulen (virulent pathogen), dan lingkungan yang mendukung (favorable environment).
Soal 4
Paradigma utama dalam perlindungan tanaman di Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu prinsip dasar PHT adalah...
A. Menghilangkan gulma sepenuhnya dari agroekosistem
B. Penggunaan pestisida sintetis secara terjadwal
C. Mengganti tanaman setiap kali terserang hama
D. Eradikasi total semua serangga di lahan pertanian
E. Pemanfaatan musuh alami secara optimal
Jawaban: E
Empat prinsip dasar PHT adalah: 1) Budidaya tanaman sehat, 2) Pemanfaatan musuh alami secara optimal (konservasi musuh alami), 3) Pengamatan rutin/berkala, dan 4) Petani menjadi ahli PHT di lahannya sendiri.
Soal 5
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama pada tanaman padi. Selain merusak tanaman secara langsung dengan mengisap cairan, hama ini juga menjadi vektor penyakit...
A. Blas dan Hawar Daun Bakteri
B. Tungro
C. Kresek
D. Bercak daun sempit
E. Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput
Jawaban: E
Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan vektor bagi virus penyebab penyakit kerdil rumput (Rice Grassy Stunt Virus/RGSV) dan kerdil hampa (Rice Ragged Stunt Virus/RRSV). Sementara Tungro ditularkan oleh wereng hijau.
Soal 6
Fenomena penyimpangan iklim global sering kali membawa Dampak Perubahan Iklim (DPI) yang ekstrem bagi sektor pertanian. Fenomena pendinginan Suhu Permukaan Laut (SPL) di Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur dikenal sebagai...
A. La Nina
B. Dipole Mode
C. Efek Rumah Kaca
D. Siklon Tropis
E. El Nino
Jawaban: A
La Nina adalah anomali iklim di mana suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur mendingin, yang umumnya menyebabkan peningkatan curah hujan (risiko banjir) di Indonesia. Sebaliknya, El Nino (pemanasan) menyebabkan kekeringan.
Soal 7
Dalam pengendalian hayati, Trichogramma sp. sering dikembangbiakkan dan dilepaskan ke lapangan untuk mengendalikan hama penggerek batang padi. Trichogramma sp. berperan sebagai...
A. Parasitoid imago
B. Predator larva
C. Parasitoid telur
D. Patogen serangga
E. Predator nimfa
Jawaban: C
Trichogramma sp. merupakan tabuhan sangat kecil yang dikenal sebagai parasitoid telur. Mereka meletakkan telurnya di dalam telur hama target (seperti penggerek batang), sehingga telur hama tidak menetas dan malah menghasilkan parasitoid baru.
Soal 8
Salah satu cara penanganan serangan OPT berat di area terbatas agar tidak menyebar ke area lain adalah dengan pemusnahan secara total tanaman beserta inangnya. Tindakan ini disebut...
A. Eradikasi
B. Immunisasi
C. Proteksi
D. Rotasi
E. Eksklusi
Jawaban: A
Eradikasi adalah tindakan pemusnahan secara tuntas OPT dan tanaman inangnya yang terserang dalam suatu wilayah tertentu untuk mencegah penyebaran atau menghilangkan sumber infeksi secara keseluruhan.
Soal 9
Untuk tujuan identifikasi di laboratorium, koleksi serangga yang berbadan lunak (seperti larva atau kutu) umumnya diawetkan dalam bentuk awetan basah. Larutan yang paling umum digunakan untuk awetan basah adalah...
A. Formalin 100%
B. Asam asetat glasial
C. Akuades steril
D. Aseton
E. Alkohol 70%
Jawaban: E
Alkohol (Etanol) dengan konsentrasi 70% hingga 80% adalah larutan preservatif standar yang paling umum digunakan untuk awetan basah serangga berbadan lunak atau tahap larva, guna menjaga bentuk tubuh dan mencegah pembusukan.
Soal 10
Metode pengamatan OPT di mana setiap individu OPT pada unit sampel dihitung secara langsung untuk mengetahui populasi sebenarnya per satuan luas lahan dikenal dengan metode...
A. Pengamatan relatif
B. Pengamatan mutlak (absolute)
C. Pengamatan tidak langsung
D. Pengamatan sekunder
E. Pengamatan indeks
Jawaban: B
Pengamatan mutlak (absolute sampling) adalah metode menghitung jumlah kepadatan populasi serangga secara langsung di lapangan per satuan unit luasan atau per tanaman (misalnya jumlah wereng per rumpun padi).
Soal 11
Untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama Penyakit Ikan Karantina, dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, pemerintah menerbitkan peraturan terbaru yaitu...
A. UU No. 12 Tahun 1992
B. UU No. 22 Tahun 2019
C. UU No. 18 Tahun 2012
D. UU No. 21 Tahun 2019
E. UU No. 32 Tahun 2009
Jawaban: D
UU No. 21 Tahun 2019 mengatur tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina).
Soal 12
Praktik budidaya yang paling efektif untuk memutus siklus hidup hama yang bersifat monofag (hanya memakan satu jenis tanaman) pada lahan sawah adalah...
A. Pengairan berselang
B. Pemupukan dosis tinggi
C. Penanaman varietas yang sama terus-menerus
D. Penyemprotan insektisida preventif
E. Pergiliran (rotasi) tanaman beda famili
Jawaban: E
Rotasi tanaman dengan jenis tanaman dari famili yang berbeda (misalnya padi dilanjutkan dengan palawija/kedelai) efektif memutus ketersediaan pakan bagi hama spesifik (monofag), sehingga siklus hidupnya terputus.
Soal 13
Gejala serangan patogen pada tanaman di mana daun mengalami kehilangan warna hijau dan berubah menjadi kekuningan akibat rusaknya klorofil disebut...
A. Nekrosis
B. Klorosis
C. Hiperplasia
D. Etiolasi
E. Hipertrofi
Jawaban: B
Klorosis adalah gejala penyakit tanaman yang ditandai dengan memudarnya warna hijau pada daun menjadi kuning, pucat, atau putih akibat gagalnya pembentukan atau kerusakan klorofil.
Soal 14
Memungut kelompok telur keong mas di pertanaman padi kemudian memusnahkannya merupakan salah satu bentuk pengendalian OPT yang diklasifikasikan sebagai...
A. Pengendalian kimiawi
B. Pengendalian genetik
C. Pengendalian mekanis/fisik
D. Pengendalian legislatif
E. Pengendalian biologi
Jawaban: C
Pengendalian mekanis dilakukan dengan mematikan, mengumpulkan, atau memusnahkan hama secara langsung dengan tangan, alat, atau perangkat fisik lainnya.
Soal 15
Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm) merupakan hama invasif yang masuk ke Indonesia dan menyebabkan kerusakan parah pada fase vegetatif tanaman...
A. Kedelai
B. Padi
C. Jagung
D. Kelapa sawit
E. Cabai
Jawaban: C
Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm/FAW) adalah hama ulat grayak spesies invasif baru di Indonesia yang inang utamanya dan paling rusak parah adalah tanaman jagung, di mana larva memakan pucuk/titik tumbuh.
Soal 16
Salah satu upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim di lahan persawahan untuk mengurangi emisi gas metana (CH4) dan menghemat air adalah...
A. Penggenangan sawah secara terus-menerus
B. Penebangan pohon pelindung
C. Penerapan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD)
D. Pembakaran jerami sisa panen
E. Penggunaan pupuk urea bersubsidi secara masif
Jawaban: C
Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang adalah teknologi mengelola air sawah dengan membiarkan lahan mengering beberapa saat lalu digenangi kembali. Ini efektif menekan bakteri metanogen sehingga mengurangi emisi gas metana (CH4).
Soal 17
Beauveria bassiana merupakan salah satu agens pengendali hayati yang efektif menekan populasi hama serangga. Beauveria bassiana diklasifikasikan sebagai...
A. Virus serangga
B. Jamur entomopatogen
C. Parasitoid telur
D. Nematoda entomopatogen
E. Bakteri patogen
Jawaban: B
Beauveria bassiana adalah jenis cendawan (jamur) yang bersifat entomopatogen (menyebabkan penyakit pada serangga). Jamur ini menginfeksi tubuh serangga hama dan sering ditandai dengan munculnya miselium putih (white muscardine disease).
Soal 18
Penggunaan pestisida yang berasal dari bahan alam (tumbuhan) memiliki keunggulan ramah lingkungan dan residunya mudah terurai. Bahan aktif Azadirachtin yang berfungsi sebagai penolak makan (antifeedant) diekstrak dari tanaman...
A. Brotowali
B. Kenikir
C. Srikaya
D. Tembakau
E. Mimba
Jawaban: E
Azadirachtin adalah senyawa aktif pestisida nabati yang ditemukan dalam biji dan daun tanaman Mimba (Azadirachta indica). Senyawa ini efektif sebagai antifeedant (penolak makan), repelen, dan mengganggu hormon molting serangga.
Soal 19
Alat yang biasa digunakan oleh petugas pengamat untuk menangkap atau mengumpulkan serangga hama berukuran kecil secara individual tanpa merusak tubuhnya dinamakan...
A. Corong Berlese
B. Aspirator
C. Perangkap cahaya (Light trap)
D. Perangkap warna
E. Jaring ayun (Sweep net)
Jawaban: B
Aspirator adalah alat hisap (baik menggunakan mulut atau pompa mekanik kecil) yang digunakan untuk menangkap dan memindahkan serangga kecil dari tanaman ke dalam wadah koleksi tanpa melukainya.
Soal 20
Kepadatan populasi OPT di mana tindakan pengendalian harus segera dilakukan untuk mencegah populasi mencapai Aras Luka Ekonomi (ALE) disebut...
A. Populasi dasar
B. Keseimbangan populasi
C. Tingkat Serangan Kritis
D. Ambang Ekonomi (AE)
E. Fluktuasi maksimal
Jawaban: D
Ambang Ekonomi (AE) atau Economic Threshold adalah batas kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi lebih lanjut yang dapat melampaui Aras Luka Ekonomi (ALE/Economic Injury Level).
Soal 21 Premium
Berdasarkan regulasi yang berlaku mengenai pendaftaran dan peredaran pestisida, definisi pestisida mencakup semua bahan kimia dan bahan lain yang digunakan untuk tujuan berikut, KECUALI...
A. Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman, tidak termasuk pupuk
B. Mengendalikan hama dan penyakit tanaman
C. Memberantas gulma
D. Merangsang pertumbuhan tanah dan menyuburkan tanaman layaknya pupuk utama
E. Mencegah binatang yang menyebabkan penyakit pada manusia
Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) pada bedengan cabai selain untuk menjaga kelembapan tanah juga berfungsi memantulkan sinar matahari. Fungsi pemantulan sinar matahari ini berperan mengusir hama...
Karantina pertanian yang menolak masuknya suatu komoditas dari luar negeri karena berisiko membawa penyakit eksotik merupakan pelaksanaan tindakan pengendalian OPT yang bersifat...
Penanaman varietas padi Inpago (Inbrida Padi Gogo) sangat direkomendasikan pada lahan yang terdampak fenomena El Nino karena varietas ini dirakit untuk adaptif terhadap...
Spesimen serangga dewasa dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat) yang hendak dijadikan koleksi (awetan kering) harus dibentangkan sayapnya dengan rapi. Alat yang digunakan untuk merentangkan sayap tersebut adalah...
Dalam peramalan serangan OPT, pengamatan rutin yang dilakukan di lokasi titik yang sama secara terus menerus sepanjang musim tanam untuk melihat dinamika populasi disebut pengamatan pada...
Pemerintah menerbitkan UU No. 41 Tahun 2009 untuk mencegah alih fungsi lahan sawah produktif yang berdampak pada ketahanan pangan dan kestabilan agroekosistem. Undang-undang ini mengatur tentang...
A. Karantina Tumbuhan
B. Sistem Perbenihan Nasional
C. Pupuk dan Pestisida
D. Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
E. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Tanam perangkap (Trap Crop) adalah taktik pengendalian budaya di mana tanaman tertentu ditanam untuk menarik hama menjauhi tanaman utama. Contoh aplikasi penanaman trap crop adalah...
A. Memupuk tanaman padi dengan KCl agar batang keras
B. Menanam varietas padi tahan wereng
C. Mencabut rumput alang-alang di pinggir parit
D. Menanam barisan tanaman jagung di sekeliling kebun tomat untuk mengalihkan hama ulat buah (H. armigera)
E. Menanam kacang tanah di sela-sela jagung untuk menambah nitrogen
Membersihkan sisa-sisa tanaman setelah panen, mencabut gulma, dan menyingkirkan buah yang busuk dari area perkebunan adalah metode pengendalian yang sangat penting yang disebut...
Penyakit Tungro pada padi menampakkan gejala khas daun berwarna kuning oranye mulai dari ujung ke bawah, serta tanaman menjadi kerdil. Vektor utama penyebab menyebarnya penyakit ini adalah...
Naiknya permukaan air laut (Sea Level Rise) akibat perubahan iklim berdampak langsung pada lahan sawah pesisir pantai. Masalah utama kualitas tanah yang muncul adalah...
A. Peningkatan keasaman (pH turun sangat rendah)
B. Peningkatan unsur hara makro secara drastis
C. Peningkatan aktivitas mikroba dekomposer anaerob
D. Hilangnya lapisan top soil akibat evaporasi
E. Intrusi air laut yang menyebabkan tingginya salinitas
Trichoderma spp. digunakan secara luas sebagai agens pengendali hayati pada berbagai tanaman perkebunan maupun pangan. Cara kerja utama Trichoderma spp. adalah...
A. Antagonis terhadap jamur patogen tular tanah (soil-borne pathogen)
Pada koleksi serangga awetan kering (pinning), label identitas spesimen sangat penting dan harus ditusukkan pada pin di bawah spesimen. Informasi utama yang paling minimal harus ada di label tersebut adalah...
A. Alat tangkap yang digunakan, nama instansi, dan durasi penangkapan
B. Lokasi koleksi, tanggal koleksi, dan nama kolektor
C. Suhu udara, kelembaban, dan warna alat
D. Harga jual spesimen, berat serangga, dan usia kolektor
E. Nama lokal, curah hujan saat ditangkap, dan fase serangga
Tingkat kerusakan penyakit pada pertanaman dinilai menggunakan rumus Intensitas Serangan (IS). Rumus IS = (∑(n×v) / (Z×N)) × 100%. Huruf 'Z' pada rumus tersebut melambangkan...
Pelindungan Pertanian berlandaskan asas keterpaduan yang dijabarkan dalam penerapan PHT secara utuh. Mandat pelaksanaan PHT sebagai kebijakan negara tertuang pada UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan (UU 22/2019) di Pasal...
Keadaan dormansi pada serangga di mana perkembangan tubuh mereka berhenti secara fisiologis untuk bertahan pada kondisi iklim yang tidak menguntungkan (seperti kekeringan atau musim dingin ekstrem) disebut...
Lampu perangkap (light trap) memanfaatkan respons serangga yang tertarik terhadap sumber cahaya di malam hari. Jenis gelombang cahaya yang paling banyak menarik serangga hama seperti wereng dan ngengat adalah...
Tikus sawah (Rattus argentiventer) menjadi OPT utama dengan daya rusak masif dan perkembangbiakan cepat. Indikator habitat reproduksi tikus sawah betina umumnya dilakukan di...
A. Gudang beras desa
B. Kanopi tajuk pohon kelapa
C. Atap lumbung padi
D. Lubang aktif di pematang yang dilengkapi liang sarang beranak (blind end)
Pada daerah rentan banjir langganan, teknologi adaptasi dari DPI yang memodifikasi benih padi agar tahan terendam total selama lebih dari satu minggu tanpa mati (submergence tolerance) adalah penanaman varietas yang memiliki gen...
Pestisida yang diaplikasikan dan diabsorpsi (diserap) oleh akar atau daun tanaman, kemudian ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman disebut pestisida...
Dalam pembuatan Herbarium untuk koleksi spesimen penyakit tanaman (misal daun bergejala jamur), setelah spesimen dibersihkan dan dipres menggunakan papan kayu/karton, langkah selanjutnya agar spesimen tidak membusuk atau terserang kapang adalah...
A. Membasahi dengan air keran setiap hari
B. Menyemprotkan larutan gula
C. Pengeringan (dikeringkan menggunakan oven, lampu, atau sinar matahari tidak langsung)
D. Membiarkan dalam plastik kedap udara yang basah
Penggunaan data pengamatan iklim (seperti tren curah hujan) dan data riwayat serangan tahun-tahun sebelumnya untuk memprediksi probabilitas peledakan hama (outbreak) pada musim yang akan datang adalah bentuk dari analisis...
Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama
SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.