SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama.
Soal 1
Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mencabut PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta mengintegrasikan persetujuan lingkungan adalah...
A. PP Nomor 82 Tahun 2001
B. PP Nomor 101 Tahun 2020
C. PP Nomor 46 Tahun 2017
D. PP Nomor 22 Tahun 2021
E. PP Nomor 27 Tahun 2012
Jawaban: D
PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan regulasi komprehensif (omnibus law turunan UU Cipta Kerja) yang mencabut berbagai PP sebelumnya, termasuk PP 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
Soal 2
Metode pemulihan lahan tercemar dengan menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi zat pencemar organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak beracun disebut...
A. Bioremediasi
B. Solidifikasi
C. Elektrokoagulasi
D. Insinerasi
E. Fitoremediasi
Jawaban: A
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme (seperti bakteri atau jamur) untuk mendegradasi, mengurai, atau menetralkan bahan pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun di lingkungan.
Soal 3
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 71 Tahun 2014, ekosistem gambut dengan fungsi budidaya dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut lebih dalam dari...
A. 0,8 meter di bawah permukaan gambut
B. 1,0 meter di bawah permukaan gambut
C. 0,2 meter di bawah permukaan gambut
D. 0,4 meter di bawah permukaan gambut
E. 0,6 meter di bawah permukaan gambut
Jawaban: D
Sesuai Pasal 23 ayat (3) PP No. 57 Tahun 2016, kriteria baku kerusakan ekosistem gambut dengan fungsi budidaya salah satunya diukur jika muka air tanah lebih dari 0,4 meter (40 cm) di bawah permukaan gambut.
Soal 4
Alat pengendalian pencemaran udara yang memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikulat padat dari aliran gas buang industri adalah...
A. Cyclone Separator
B. Electrostatic Precipitator (ESP)
C. Wet Scrubber
D. Catalytic Converter
E. Baghouse Filter
Jawaban: A
Cyclone Separator beroperasi menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel debu/padat yang memiliki massa jenis lebih besar dari gas buang yang mengalir berputar di dalamnya.
Soal 5
Dalam proses pengolahan air limbah, proses lumpur aktif (activated sludge) merupakan metode pengolahan secara...
A. Biologis
B. Kimiawi
C. Mekanis
D. Fisika
E. Termal
Jawaban: A
Proses lumpur aktif (activated sludge) adalah metode pengolahan limbah cair secara biologis aerobik, di mana mikroorganisme (lumpur aktif) digunakan untuk mendegradasi bahan organik dalam air limbah dengan bantuan aerasi.
Soal 6
Dalam hierarki pengelolaan limbah B3, tindakan yang menempati prioritas pertama dan paling utama untuk dilakukan oleh penghasil limbah adalah...
A. Pemanfaatan limbah
B. Pengolahan limbah
C. Reduksi (Pengurangan) limbah
D. Penyimpanan sementara
E. Penimbunan limbah (Landfill)
Jawaban: C
Berdasarkan prinsip pengelolaan lingkungan (termasuk UU 32/2009 dan PP 22/2021), hierarki paling atas dan prioritas utama adalah reduksi/pengurangan limbah pada sumbernya (source reduction).
Soal 7
Parameter pencemaran air yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik secara biologis adalah...
A. Dissolved Oxygen (DO)
B. Total Suspended Solid (TSS)
C. Total Dissolved Solid (TDS)
D. Biochemical Oxygen Demand (BOD)
E. Chemical Oxygen Demand (COD)
Jawaban: D
Biochemical Oxygen Demand (BOD) mengukur kebutuhan oksigen biologis, yakni jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroorganisme aerobik untuk mendegradasi bahan organik dalam air.
Soal 8
Sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021, dokumen lingkungan hidup yang diwajibkan bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak memiliki Dampak Penting namun tetap wajib memenuhi standar pengelolaan adalah...
A. DELH
B. DPLH
C. UKL-UPL
D. AMDAL
E. SPPL
Jawaban: C
Usaha/kegiatan yang tidak berdampak penting diwajibkan memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). SPPL ditujukan untuk yang dampaknya sangat kecil dan tidak wajib UKL-UPL.
Soal 9
Penggunaan tanaman tertentu, seperti eceng gondok atau akar wangi, untuk menyerap, menguraikan, atau mengimobilisasi kontaminan pada tanah dan air dikenal dengan istilah...
A. Fitoremediasi
B. Bioaugmentasi
C. Bioslurry
D. Biostimulasi
E. Landfarming
Jawaban: A
Fitoremediasi adalah teknologi pemulihan lingkungan yang menggunakan tumbuhan/tanaman (phyto) untuk menghilangkan, memindahkan, atau menghancurkan zat pencemar di tanah maupun air.
Soal 10
Istilah 'Asas Tanggung Jawab Mutlak' (Strict Liability) dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH diterapkan terutama pada...
A. Kegiatan perumahan yang belum memiliki sumur resapan
B. Masyarakat adat yang menebang pohon di hutan produksi
C. Kegiatan yang menggunakan, menghasilkan, dan/atau mengelola B3 yang menimbulkan ancaman serius
D. Perusahaan yang belum memiliki dokumen AMDAL
E. Industri rumah tangga yang membuang limbah domestik
Jawaban: C
Pasal 88 UU No 32 Tahun 2009 mengatur Strict Liability (Tanggung Jawab Mutlak), di mana setiap orang yang tindakannya, usahanya menggunakan B3, menghasilkan limbah B3, dan/atau menimbulkan ancaman serius bertanggung jawab mutlak atas kerugian tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.
Soal 11
Sebuah industri semen ingin mengendalikan partikulat halus yang keluar dari cerobong emisinya agar memenuhi baku mutu. Alat pengendali emisi yang paling efisien menangkap partikulat sub-mikron dengan menggunakan medan listrik adalah...
A. Venturi Scrubber
B. Gravity Settling Chamber
C. Electrostatic Precipitator (ESP)
D. Biofilter
E. Cyclone
Jawaban: C
Electrostatic Precipitator (ESP) sangat efisien dalam menangkap partikel debu yang sangat halus (sub-mikron) dengan memberikan muatan listrik statis pada partikel, kemudian menariknya ke pelat bermuatan berlawanan.
Soal 12
Penentuan karakteristik limbah B3 dapat dilakukan melalui uji toksisitas untuk mengetahui kadar racunnya. Prosedur laboratorium yang standar digunakan untuk mengekstrak bahan yang dapat melindi (leaching) dari limbah adalah...
A. Uji LD50
B. Uji Nyala (Flammability test)
C. Uji Organoleptik
D. Uji LC50
E. Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP)
Jawaban: E
Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) adalah metode analisis laboratorium untuk menyimulasikan pelindian (leaching) dari limbah B3 ke dalam air tanah ketika ditimbun, sesuai standar regulasi lingkungan.
Soal 13
Lembaga pemantauan kualitas udara di Indonesia menggunakan parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan Peraturan Menteri LHK P.14/2020, nilai ISPU yang berada pada rentang 51 - 100 masuk ke dalam kategori...
A. Baik
B. Sedang
C. Tidak Sehat
D. Sangat Tidak Sehat
E. Berbahaya
Jawaban: B
Berdasarkan PermenLHK P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 tentang ISPU, kategori rentang nilai adalah: 0-50 (Baik), 51-100 (Sedang), 101-200 (Tidak Sehat), 201-300 (Sangat Tidak Sehat), dan >300 (Berbahaya).
Soal 14
Pemulihan ekosistem gambut difokuskan pada prinsip '3R' dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Kepanjangan dari '3R' tersebut adalah...
A. Rewetting, Revegetation, Revitalization
B. Rewetting, Reactivation, Recovery
C. Reduce, Reuse, Recycle
D. Replace, Replant, Restore
E. Remediation, Restitution, Rehabilitation
Jawaban: A
Strategi pemulihan gambut oleh BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) mengacu pada 3R: Rewetting (pembasahan kembali), Revegetation (penanaman kembali), dan Revitalization (revitalisasi ekonomi masyarakat lokal).
Soal 15
Pencemaran laut akibat tumpahan minyak (oil spill) dapat ditangani menggunakan bahan kimia yang berfungsi memecah lapisan minyak menjadi butiran kecil agar mudah terdegradasi secara alami. Bahan ini disebut...
A. Katalisator
B. Flokulan
C. Absorben
D. Dispersan
E. Koagulan
Jawaban: D
Dispersan adalah zat kimia penyebar/pemecah yang digunakan pada tumpahan minyak di laut. Zat ini menurunkan tegangan permukaan minyak sehingga terpecah menjadi tetesan kecil (droplet) yang membaur dalam kolom air dan lebih mudah didegradasi oleh bakteri.
Soal 16
Persetujuan Lingkungan merupakan prasyarat penerbitan Perizinan Berusaha. Bagi kegiatan yang wajib AMDAL, bentuk persetujuan lingkungannya berupa...
A. Sertifikat Bebas Pencemaran
B. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan
C. Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup
D. Rekomendasi UKL-UPL
E. Izin Pembuangan Limbah Cair
Jawaban: C
Berdasarkan PP 22/2021, untuk kegiatan wajib AMDAL, dokumen yang dikeluarkan sebagai bentuk Persetujuan Lingkungan adalah Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL).
Soal 17
Penipisan lapisan ozon di stratosfer berdampak pada meningkatnya radiasi UV-B ke bumi. Senyawa utama yang diatur dalam Protokol Montreal karena merusak lapisan ozon adalah...
A. Sulfur dioksida (SO2)
B. Dinitrogen oksida (N2O)
C. Karbon dioksida (CO2)
D. Klorofluorokarbon (CFC)
E. Metana (CH4)
Jawaban: D
Klorofluorokarbon (CFC) atau Bahan Perusak Ozon (BPO) adalah senyawa kimia yang sangat stabil di troposfer namun akan terurai oleh sinar UV di stratosfer menjadi atom klorin yang merusak molekul ozon (O3). Ini diatur dalam Protokol Montreal.
Soal 18
Kegiatan dumping (pembuangan) limbah ke laut sangat dilarang kecuali untuk limbah tertentu dan dengan izin menteri. Aturan mengenai larangan dan syarat dumping di laut secara spesifik diatur dalam regulasi tentang...
A. Rencana Tata Ruang Laut
B. Baku Mutu Air Laut
C. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
D. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PP 22/2021 Bagian Pembuangan di Laut)
E. Baku Mutu Emisi
Jawaban: D
Ketentuan mengenai Dumping (pembuangan limbah/bahan ke laut) diatur ketat dalam PP No. 22 Tahun 2021 (yang sebelumnya juga diatur dalam PP 101/2014 & Perpres). Hanya limbah spesifik (seperti material keruk non-B3, sisa penambangan lepas pantai tertentu) yang diizinkan dengan persetujuan ketat.
Soal 19
Eutrofikasi di perairan tawar maupun pesisir disebabkan oleh pengayaan nutrisi yang berlebihan. Dua unsur utama penyebab eutrofikasi dari limbah pertanian dan domestik adalah...
A. Sulfur dan Besi
B. Karbon dan Oksigen
C. Kalium dan Klorida
D. Kalsium dan Magnesium
E. Nitrogen dan Fosfor
Jawaban: E
Nitrogen (N) dan Fosfor (P) adalah unsur hara makro utama (sering berasal dari pupuk pertanian dan deterjen domestik) yang memicu ledakan populasi alga (algal bloom) dan menyebabkan eutrofikasi di perairan.
Soal 20
Berdasarkan karakteristik limbah B3, limbah cair atau campuran cairan yang memiliki titik nyala (flash point) kurang dari atau sama dengan 60°C diklasifikasikan sebagai limbah yang memiliki karakteristik...
A. Mudah Menyala (Ignitable)
B. Infeksius (Infectious)
C. Korosif (Corrosive)
D. Reaktif (Reactive)
E. Beracun (Toxic)
Jawaban: A
Sesuai dengan ketentuan PP No. 22 Tahun 2021, karakteristik limbah mudah menyala (ignitable/flammable) diberikan pada cairan yang memiliki titik nyala ≤ 60°C berdasarkan metode uji standar.
Soal 21 Premium
Kebijakan mengenai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami perubahan signifikan dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. FABA dari PLTU saat ini ditetapkan sebagai...
Kriteria kerusakan terumbu karang diatur untuk pemantauan pesisir. Salah satu metode survei kuantitatif standar yang digunakan untuk mengukur persentase tutupan karang hidup adalah...
Sistem pelaporan elektronik yang diwajibkan oleh Kementerian LHK untuk melacak pergerakan limbah B3 dari penghasil (generator), pengangkut (transporter), hingga penerima (receiver) disebut...
Gas pencemar sekunder tidak diemisikan langsung dari sumbernya, melainkan terbentuk melalui reaksi fotokimia di atmosfer. Contoh utama dari gas pencemar udara sekunder adalah...
Teknik pengelolaan kualitas udara di area pabrik cat atau pencetakan yang banyak menghasilkan Volatile Organic Compounds (VOCs) paling tepat menggunakan metode pemusnahan termal yang disebut...
Uji letalitas akut untuk menentukan kategori toksisitas limbah B3 sering menggunakan nilai LD50 (Lethal Dose 50). LD50 mendefinisikan dosis zat beracun yang...
A. Dapat membunuh 50 hewan uji dari 100 hewan dalam 24 jam
B. Membutuhkan 50 hari untuk menampakkan efek racun
C. Dapat menginfeksi 50 macam spesies yang berbeda
D. Dilarutkan dalam 50 liter air murni
E. Dapat mematikan 50% dari populasi hewan uji akibat paparan akut
Penumpukan atau peningkatan konsentrasi bahan pencemar (seperti logam berat merkuri) secara bertahap di dalam jaringan tubuh organisme melalui rantai makanan, dari tingkat trofik rendah ke tinggi, disebut...
Keasaman air laut (Ocean Acidification) meningkat seiring penyerapan emisi gas rumah kaca berlebih. Gas apa yang melarut dalam air laut membentuk asam karbonat yang merusak struktur kalsium karbonat pada karang?
Penyisihan fosfat dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berskala besar umumnya menggunakan bahan kimia pembentuk flok (koagulan). Salah satu bahan kimia yang sering digunakan adalah...
Program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh KLHK, yang menggunakan kode warna (Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam) disebut...
Pembuangan air bahang (cooling water) bersuhu tinggi dari kondensor PLTU ke perairan laut pesisir secara langsung tanpa pendinginan diatur dalam PP 22/2021 karena dapat menyebabkan fenomena...
Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor untuk kendaraan baru di Indonesia mengacu pada standar internasional yang bertujuan menurunkan emisi CO, HC, dan NOx. Standar emisi gas buang terkini yang diterapkan pemerintah secara bertahap adalah...
Teknik fitoremediasi di mana tanaman menyerap polutan dari tanah atau air lalu mentranslokasi dan menyimpannya di bagian daun atau batang yang dapat dipanen disebut...
Dalam regulasi persetujuan lingkungan, suatu usaha yang dokumen AMDAL-nya telah dinilai dan disetujui, jika melakukan penambahan kapasitas produksi yang mengubah dampak lingkungan harus...
A. Menutup pabrik selama proses penilaian
B. Cukup melapor secara lisan kepada dinas setempat
C. Membayar denda administrasi tanpa merevisi dokumen
D. Menyusun Adendum Andal RKL-RPL atau UKL-UPL baru sesuai skala perubahan
Dalam perancangan insinerator limbah medis/B3, faktor '3T' sangat menentukan efisiensi penghancuran patogen dan senyawa organik beracun (seperti dioksin/furan). Faktor '3T' tersebut adalah...
Pengawasan terhadap kualitas tanah pertanian yang terkontaminasi tumpahan bahan bakar hidrokarbon dapat dipulihkan secara in-situ menggunakan teknik mencampur tanah dengan pupuk organik dan membajaknya secara berkala untuk aerasi. Teknik ini disebut...
Dalam regulasi Pengelolaan Limbah B3, pemanfaatan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif pada tanur semen suhu tinggi (rotary kiln) dikenal dengan istilah...
Sesuai regulasi tentang kualitas air limbah (Permen LHK No. 68 Tahun 2016 terkait Limbah Domestik), parameter mikroba indikator pencemaran feses yang menjadi acuan baku mutu air limbah domestik adalah...
Mekanisme pengelolaan limbah B3 jenis Elektronik (e-waste) mulai menerapkan konsep di mana produsen bertanggung jawab penuh terhadap barang elektronik purna pakainya. Konsep ini disebut...
Penurunan muka air tanah yang berlebihan akibat ekstraksi air tanah untuk industri tidak hanya memicu intrusi air laut tetapi juga pemadatan akuifer yang berujung pada...
Label kemasan limbah B3 sangat penting untuk identifikasi bahaya. Warna dasar label untuk mengidentifikasi limbah beracun (Toxic) berdasarkan Permen LHK tentang pengemasan limbah B3 adalah...
Dalam pengukuran Kualitas Udara Ambien Nasional (PP 22/2021), ada partikulat yang diukur berdasarkan diameternya yang sangat halus sehingga dapat menembus alveolus paru-paru. Parameter tersebut adalah...
Pada IPAL industri pabrik tekstil yang warna air limbahnya sangat pekat, metode fisika-kimia yang sering digunakan sebelum pengolahan biologi untuk menggumpalkan zat warna (dye) adalah...
Pemulihan lahan bekas tambang yang rusak akibat logam berat sering meninggalkan lubang (void) dan tanah asidik (Acid Mine Drainage). Upaya teknis pertama untuk menetralkan keasaman tanah/air asam tambang sebelum revegetasi biasanya dilakukan dengan penambahan...
Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.