SKB CPNS Bidan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Bidan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Bidan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Etik legal dan keselamatan pasien
Asuhan dasar praktik klinik kebidanan
Pelayanan Kesehatan Ibu
Pelayanan Kesehatan Anak
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Keluarga Berencana
Komunikasi, Informasi, Edukasi dan Konseling dalam Pelayanan Kebidanan (Communicator)
Penggerakan Peran Serta Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Pelayanan Kebidanan
Simulasi Tryout SKB CPNS Bidan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Bidan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Bidan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, STR (Surat Tanda Registrasi) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk Bidan, kini berlaku selama...
A. 5 tahun
B. Seumur hidup
C. Sesuai masa berlaku SIP
D. 2 tahun
E. 10 tahun
Jawaban: B
Pasal 260 UU No. 17 Tahun 2023 menyatakan bahwa STR berlaku seumur hidup, namun tenaga kesehatan tetap wajib memenuhi syarat kecukupan Satuan Kredit Profesi (SKP) untuk perpanjangan SIP.
Soal 2
Sesuai dengan standar pelayanan terbaru (Permenkes 21/2021), pelayanan kesehatan masa hamil (Antenatal Care) dilakukan paling sedikit berapa kali selama masa kehamilan?
A. 4 kali
B. 5 kali
C. 8 kali
D. 6 kali
E. 12 kali
Jawaban: D
Pelayanan antenatal dilakukan paling sedikit 6 kali (1 kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga).
Soal 3
Pada kunjungan Antenatal Care (ANC) ke-1 dan ke-5, pemeriksaan harus dilakukan oleh...
A. Kader Posyandu
B. Dokter
C. Perawat
D. Bidan secara mandiri
E. Dokter Spesialis Anak
Jawaban: B
Sesuai standar terbaru, kunjungan ke-1 dan ke-5 wajib dilakukan oleh dokter untuk pemeriksaan skrining kesehatan dan USG.
Soal 4
Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi pemberian vaksin Hepatitis B (HB-0) yang paling tepat diberikan pada usia...
A. 1 bulan setelah lahir
B. 2 bulan setelah lahir
C. Setelah imunisasi BCG
D. 0 - 24 jam setelah lahir
E. 1 minggu setelah lahir
Jawaban: D
Vaksin Hepatitis B (HB-0) diberikan segera setelah lahir atau dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pemberian Vitamin K1.
Soal 5
Dalam konsep keselamatan pasien, Bidan bersama tim kesehatan wajib melakukan 'Time Out' sebelum dimulainya prosedur pembedahan atau tindakan invasif. Tujuan utama 'Time Out' adalah...
A. Membersihkan alat instrumen
B. Menghitung biaya tindakan
C. Memberi waktu pasien berdoa
D. Konfirmasi akhir identitas pasien, lokasi, dan prosedur tindakan
E. Menunggu instruksi dokter spesialis
Jawaban: D
Time out adalah komunikasi formal yang dilakukan oleh tim bedah/tindakan segera sebelum memulai prosedur untuk memastikan benar pasien, benar lokasi, dan benar prosedur tindakan guna mencegah kesalahan medis.
Soal 6
Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang bersifat non-hormonal dan bekerja dengan cara mencegah pertemuan sperma dan sel telur melalui pemasangan alat di dalam rahim adalah...
A. Pil kombinasi
B. Suntik progestin
C. Implan
D. Suntik 3 bulan
E. AKDR / IUD Tembaga
Jawaban: E
IUD (Intra Uterine Device) tembaga atau AKDR adalah alat kontrasepsi non-hormonal yang dipasang di dalam rahim. Mekanisme utamanya adalah menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke saluran telur sehingga mencegah pembuahan.
Soal 7
Prinsip utama dalam komunikasi terapeutik bidan saat melakukan konseling adalah...
A. Menyalahkan keputusan pasien
B. Berbicara lebih banyak daripada pasien
C. Menggunakan bahasa medis yang rumit
D. Memberikan instruksi secara tegas
E. Mendengarkan aktif dan empati
Jawaban: E
Mendengarkan aktif adalah keterampilan dasar dalam konseling untuk memahami kebutuhan dan perasaan pasien secara empatik.
Soal 8
Tujuan dari pemberdayaan perempuan dalam pelayanan kebidanan di tingkat masyarakat adalah...
A. Menggantikan peran bidan di desa
B. Menghilangkan peran suami
C. Meningkatkan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan
D. Mewajibkan perempuan bekerja
E. Mengurangi biaya rumah sakit
Jawaban: C
Pemberdayaan bertujuan agar perempuan memiliki kemandirian dan kemampuan mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksinya sendiri.
Soal 9
Pemberian ASI Eksklusif dilakukan sejak bayi lahir sampai dengan usia...
A. 6 bulan
B. Sampai tumbuh gigi
C. 24 bulan
D. 4 bulan
E. 12 bulan
Jawaban: A
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan atau makanan lain sampai usia 6 bulan.
Soal 10
Langkah pertama dalam penanganan perdarahan postpartum akibat atonia uteri setelah pengeluaran plasenta adalah...
A. Masase fundus uteri
B. Pemberian antibiotik
C. Pemberian infus NaCl tanpa oksitosin
D. Rujuk ke RS
E. Kompresi Bimanual Internal (KBI) tanpa masase
Jawaban: A
Masase fundus uteri segera dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim setelah plasenta lahir.
Soal 11
Indikator utama keberhasilan penggerakan peran serta masyarakat dalam kesehatan ibu dan anak di suatu desa adalah...
A. Rendahnya harga obat
B. Aktifnya kegiatan Posyandu dan partisipasi warga
C. Tersedianya ambulans desa
D. Gedung puskesmas yang megah
E. Banyaknya jumlah bidan
Jawaban: B
Keaktifan Posyandu dan partisipasi masyarakat dalam pemantauan kesehatan menjadi indikator utama pemberdayaan masyarakat.
Soal 12
Dalam tahapan konseling Keluarga Berencana menggunakan metode SATU TUJU, langkah keenam atau langkah terakhir yang harus dilakukan bidan adalah...
A. Ukur tekanan darah
B. Uraikan pilihan
C. Kunjungan Ulang / Ulangi kembali
D. Ucapkan salam
E. Urus administrasi
Jawaban: C
Metode SATU TUJU terdiri dari: SA (SApa dan Salam), TU (TAnayakan), U (Uraikan), TU (TUnjukkan), JU (Bantu/Jelaskan), dan U (Ulangi/Kunjungan Ulang). Langkah terakhir adalah memastikan klien paham kapan harus kembali.
Soal 13
Asuhan kebidanan pada bayi segera setelah lahir yang bertujuan mencegah hipotermi adalah...
A. Meletakkan bayi di depan kipas angin
B. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) / Kontak kulit ke kulit
C. Memberikan air madu
D. Menimbang bayi tanpa pakaian
E. Memandikan bayi segera
Jawaban: B
Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi sangat efektif mencegah hipotermi.
Soal 14
Bidan melakukan pemeriksaan palpasi abdomen pada ibu hamil untuk menentukan bagian janin yang berada di fundus. Teknik ini disebut...
A. Leopold III
B. Leopold I
C. Leopold IV
D. Leopold II
E. Pemeriksaan Dalam
Jawaban: B
Leopold I bertujuan untuk menentukan TFU dan bagian janin apa yang terdapat di fundus uteri.
Soal 15
Seorang bidan memberikan pelayanan tanpa membedakan status sosial, ekonomi, dan agama pasien. Hal ini sesuai dengan prinsip etika kebidanan yaitu...
A. Beneficence
B. Veracity
C. Justice
D. Non-maleficence
E. Autonomy
Jawaban: C
Justice atau keadilan berarti memberikan pelayanan yang sama dan adil bagi setiap individu tanpa diskriminasi.
Soal 16
Faktor risiko utama yang menyebabkan anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah kekurangan...
A. Kalsium
B. Zat Besi (Fe)
C. Lemak
D. Vitamin C
E. Karbohidrat
Jawaban: B
Kekurangan zat besi (Fe) adalah penyebab paling umum anemia pada kehamilan yang dapat dicegah dengan tablet tambah darah.
Soal 17
Pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja meliputi pemberian informasi tentang...
A. Pubertas dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan
B. Cara mencari jodoh
C. Teknik persalinan
D. Penggunaan alat bedah
E. Pemilihan susu formula
Jawaban: A
Remaja perlu mendapatkan informasi komprehensif tentang perubahan fisik/psikis masa pubertas serta pencegahan perilaku berisiko.
Soal 18
Langkah cuci tangan menurut WHO terdiri dari...
A. 12 langkah
B. 10 langkah
C. 7 langkah
D. 5 langkah
E. 6 langkah
Jawaban: E
WHO merekomendasikan 6 langkah cuci tangan untuk memastikan seluruh bagian tangan bersih dari mikroorganisme.
Soal 19
Salah satu upaya pencegahan stunting pada pelayanan kesehatan anak adalah melalui...
A. Pemberian antibiotik rutin
B. Pemantauan pertumbuhan di Posyandu dan ASI Eksklusif
C. Penyediaan mainan mahal
D. Memberikan makanan instan
E. Menyekolahkan anak sejak dini
Jawaban: B
Pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu menggunakan KMS/Buku KIA membantu deteksi dini gangguan pertumbuhan.
Soal 20 Premium
Menurut UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat untuk penyelamatan nyawa tidak dapat dituntut secara hukum selama dilakukan sesuai standar. Tindakan ini dilindungi oleh...
A. Asas kerahasiaan medis
B. Hak imunitas tenaga kesehatan dalam kondisi darurat
Seorang perempuan usia 25 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang dengan keluhan mulas. Hasil pemeriksaan: pembukaan 4 cm, ketuban utuh, kontraksi 3x dalam 10 menit selama 35 detik. Berdasarkan manajemen asuhan, kapan bidan mulai mencatat hasil observasi ke dalam partograf?
Bidan memberikan edukasi pada ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan seperti bengkak pada wajah dan tangan serta pusing hebat. Tanda ini mengarah pada risiko...
Menurut standar keselamatan pasien, jika terjadi kesalahan pemberian obat kepada pasien namun tidak sampai menimbulkan cedera/efek negatif pada pasien tersebut, insiden tersebut dikategorikan sebagai...
Seorang bidan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir dan menemukan adanya bercak kebiruan di daerah bokong yang akan hilang seiring bertambahnya usia. Hal ini disebut...
Seorang bidan merujuk pasien dengan kasus kegawatdaruratan ke rumah sakit. Bidan tersebut memberikan informasi medis secara lengkap kepada petugas RS. Hal ini merupakan implementasi dari keselamatan pasien yaitu...
Salah satu komponen KIE dalam kesehatan reproduksi adalah pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA). Waktu paling berisiko penularan terjadi pada saat...
Dalam asuhan nifas, bidan melakukan observasi involusi uteri. Pada hari ke-7 (satu minggu) postpartum, tinggi fundus uteri (TFU) normalnya berada di...
Seorang perempuan datang ke PMB mengeluh mual muntah di pagi hari. HPHT 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan penunjang pertama yang harus dilakukan bidan adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Bidan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Bidan Ahli Pertama
SKB CPNS Bidan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Bidan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Bidan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Bidan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Bidan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.