SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
  • Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
  • Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
  • Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
  • Metodologi analis pasar hasil pertanian

Simulasi Tryout SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil.

Soal 1
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani mengamanatkan bahwa pemerintah wajib melakukan stabilisasi harga hasil pertanian. Lembaga yang berperan dalam pelaksanaan stabilisasi harga tersebut adalah ...
A. Badan Pusat Statistik (BPS)
B. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
C. Komisi Nasional Pengendalian Tembakau
D. Kementerian Pertanian
E. Badan Urusan Logistik (Bulog)
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 19/2013, Badan Urusan Logistik (Bulog) ditugaskan untuk melakukan stabilisasi harga pangan strategis, termasuk hasil pertanian, melalui operasi pasar dan pengelolaan stok. Opsi lain seperti Kementerian Pertanian lebih ke kebijakan, KPPU terkait persaingan usaha, dan Komisi Pengawas tidak relevan.
Soal 2
Konsep elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand) dalam ekonomi pertanian mengukur ...
A. Perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga
B. Perubahan harga akibat perubahan pendapatan konsumen
C. Perubahan biaya produksi akibat perubahan skala usaha
D. Perubahan pendapatan petani akibat perubahan iklim
E. Perubahan jumlah penawaran akibat perubahan teknologi
Jawaban: A
Elastisitas harga permintaan adalah persentase perubahan jumlah yang diminta akibat persentase perubahan harga. Sifat elastis (Ed>1) menunjukkan permintaan sensitif terhadap perubahan harga, yang penting bagi analis pasar hasil pertanian untuk memprediksi respon konsumen.
Soal 3
Dalam analisis usahatani, titik impas (break even point) tercapai ketika ...
A. Keuntungan maksimum tercapai
B. Penerimaan total lebih besar dari biaya total
C. Penerimaan total sama dengan biaya total
D. Biaya variabel sama dengan biaya tetap
E. Harga jual sama dengan biaya variabel rata-rata
Jawaban: C
Break Even Point (BEP) adalah kondisi di mana total penerimaan (TR) sama dengan total biaya (TC). Pada titik ini usahatani tidak untung dan tidak rugi, menjadi acuan penting bagi analis untuk menilai kelayakan finansial suatu komoditas.
Soal 4
Fungsi utama dari sistem pemasaran hasil pertanian adalah ...
A. Menurunkan harga di tingkat konsumen
B. Mengendalikan produksi petani
C. Mengurangi jumlah pedagang perantara
D. Menyalurkan produk dari produsen ke konsumen
E. Meningkatkan harga di tingkat petani
Jawaban: D
Sistem pemasaran memiliki tiga fungsi utama: fungsi pertukaran (pembelian dan penjualan), fungsi fisik (penyimpanan, pengolahan, transportasi), dan fungsi fasilitas (standarisasi, pembiayaan, penanggungan risiko). Semua ini bertujuan menyalurkan produk dari produsen ke konsumen secara efisien.
Soal 5
Metode pengumpulan data primer yang paling tepat untuk memahami perilaku pembelian konsumen terhadap produk pertanian organik adalah ...
A. Studi dokumentasi data sekunder
B. Survei dengan kuesioner terstruktur
C. Eksperimen laboratorium
D. Wawancara mendalam (in-depth interview) tanpa panduan
E. Observasi pasif tanpa interaksi
Jawaban: B
Survei dengan kuesioner terstruktur memungkinkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dari sampel konsumen yang representatif, sehingga dapat dianalisis preferensi dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Soal 6
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/10/2015 tentang Fasilitasi Pemasaran Hasil Pertanian menekankan pentingnya ...
A. Pembentukan kelembagaan pemasaran yang kuat
B. Pembatasan impor hasil pertanian
C. Penggunaan teknologi bioteknologi
D. Pemberian subsidi pupuk langsung ke petani
E. Pencetakan lahan pertanian baru
Jawaban: A
Permentan 40/2015 mengatur fasilitasi pemasaran melalui pengembangan kelembagaan petani, kemitraan usaha, dan promosi. Pembentukan kelembagaan pemasaran yang kuat menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar.
Soal 7
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator yang mencerminkan ...
A. Produktivitas tenaga kerja sektor pertanian
B. Daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi petani
C. Volume ekspor komoditas pertanian
D. Jumlah kredit yang disalurkan ke sektor pertanian
E. Luas lahan pertanian yang tersedia
Jawaban: B
NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP > 100 menunjukkan petani mengalami surplus atau kesejahteraan meningkat karena harga produk naik relatif lebih tinggi dibanding inflasi konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.
Soal 8
Dalam konsep ekonomi produksi pertanian, daerah I (Stage I) pada fungsi produksi menunjukkan ...
A. Produk marginal lebih kecil dari produk rata-rata
B. Produk marginal negatif
C. Produk marginal sama dengan nol
D. Produk total menurun
E. Produk marginal meningkat dan lebih besar dari produk rata-rata
Jawaban: E
Daerah I pada fungsi produksi dengan satu input variabel adalah daerah dengan produk marginal (MP) meningkat dan lebih besar dari produk rata-rata (AP). Ini merupakan tahap produksi yang tidak efisien karena penambahan input masih meningkatkan produktivitas rata-rata. Petani rasional akan berproduksi di daerah II.
Soal 9
Margin pemasaran yang tinggi pada komoditas cabai merah sering disebabkan oleh ...
A. Rendahnya biaya transportasi
B. Meningkatnya produktivitas petani
C. Kebijakan harga dasar yang efektif
D. Ketersediaan informasi harga yang transparan
E. Panjangnya rantai pasok dan banyaknya perantara
Jawaban: E
Margin pemasaran yang besar umumnya terjadi karena rantai pasok panjang, banyaknya lembaga pemasaran, dan inefisiensi sistem. [cite: 1325]
Soal 10
Teknik analisis yang digunakan untuk memproyeksikan harga komoditas pertanian berdasarkan data historis adalah ...
A. Analisis diskriminan
B. Analisis regresi cross-section
C. Analisis deret waktu (time series)
D. Analisis faktor
E. Analisis klaster
Jawaban: C
Time series analysis menggunakan data harga historis untuk mengidentifikasi pola tren, musiman, dan siklis guna membuat peramalan harga di masa depan, sangat penting dalam analisis pasar hasil pertanian.
Soal 11
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, yang dimaksud dengan cadangan pangan pemerintah adalah ...
A. Persediaan pangan yang diimpor oleh importir swasta
B. Persediaan pangan yang dikuasai pemerintah untuk stabilisasi harga dan penanganan darurat
C. Cadangan yang dikelola oleh koperasi petani
D. Cadangan pangan yang dimiliki oleh swasta untuk tujuan ekspor
E. Stok pangan yang disimpan oleh setiap rumah tangga petani
Jawaban: B
PP 17/2015 mendefinisikan cadangan pangan pemerintah sebagai persediaan pangan yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan, stabilisasi harga, dan penanganan darurat. Pengelolaan dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Soal 12
Salah satu indikator makroekonomi yang secara signifikan memengaruhi permintaan hasil pertanian adalah ...
A. Pendapatan per kapita
B. Tingkat suku bunga kredit
C. Jumlah uang beredar
D. Nilai tukar petani
E. Kurs mata uang asing
Jawaban: A
Pendapatan per kapita merupakan penentu utama daya beli konsumen yang memengaruhi permintaan produk pertanian. [cite: 1332]
Soal 13
Dalam usahatani padi, biaya yang dikeluarkan untuk pembelian benih, pupuk, dan pestisida termasuk dalam kategori ...
A. Biaya variabel (variable cost)
B. Biaya marjinal (marginal cost)
C. Biaya peluang (opportunity cost)
D. Biaya tetap (fixed cost)
E. Biaya total (total cost)
Jawaban: A
Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan skala produksi. Benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja langsung termasuk biaya variabel karena jumlahnya tergantung luas tanam. Biaya tetap seperti pajak lahan, sewa lahan dalam jangka panjang tidak berubah dalam rentang produksi tertentu.
Soal 14
Konsep harga pokok penjualan (HPP) dalam pemasaran hasil pertanian sangat penting untuk ...
A. Mengukur tingkat kepuasan konsumen
B. Mengendalikan persediaan barang
C. Menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan
D. Memperoleh sertifikasi mutu
E. Menghitung besarnya pajak penjualan
Jawaban: C
HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk hingga siap dijual. Menentukan HPP dengan tepat memungkinkan pelaku usaha menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap memberikan keuntungan yang wajar, sekaligus menghindari kerugian.
Soal 15
Dalam metodologi survei pasar, teknik sampling yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih disebut ...
A. Purposive sampling
B. Snowball sampling
C. Accidental sampling
D. Simple random sampling
E. Quota sampling
Jawaban: D
Probability sampling, khususnya simple random sampling, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unit populasi untuk terpilih, sehingga menghasilkan sampel yang representatif dan dapat digeneralisasi. Metode ini sesuai untuk analisis pasar hasil pertanian yang memerlukan validitas statistik.
Soal 16
Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen mengatur bahwa ...
A. Harga acuan ditetapkan untuk komoditas pangan strategis guna memberikan kepastian harga di tingkat produsen dan konsumen
B. Harga acuan bersifat rekomendasi tanpa sanksi bagi pelaku usaha
C. Penetapan harga acuan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah
D. Harga acuan tidak memperhitungkan biaya transportasi distribusi
E. Harga acuan hanya ditetapkan untuk komoditas yang ditujukan untuk ekspor
Jawaban: A
Permendag 26/2017 telah digantikan oleh Peraturan Badan Pangan Nasional (seperti Perbadan 11/2022 dan 7/2022) seiring dengan dialihkannya kewenangan pangan strategis ke Bapanas. Harga acuan ini bertujuan memberikan perlindungan harga bagi petani (produsen) dan menjaga daya beli masyarakat (konsumen).
Soal 17
Sistem resi gudang (Warehouse Receipt System) yang diatur dalam UU No. 9/2011 bertujuan untuk ...
A. Menggantikan peran Bulog dalam stabilisasi harga
B. Mempermudah ekspor hasil pertanian
C. Memberikan akses kredit dengan jaminan komoditas yang disimpan
D. Menyediakan pupuk subsidi bagi petani
E. Mewajibkan petani menjual hasil panen ke pemerintah
Jawaban: C
Undang-Undang Sistem Resi Gudang memberikan skema pembiayaan bagi petani dengan menjadikan komoditas yang disimpan di gudang sebagai jaminan kredit. Petani dapat memperoleh modal tanpa harus menjual produk saat harga rendah, sehingga meningkatkan daya tawar dan stabilitas harga.
Soal 18
Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian Indonesia pada tahun 2023 mengalami pertumbuhan positif didorong oleh ...
A. Penurunan harga komoditas ekspor
B. Kebijakan moratorium impor semua komoditas
C. Penurunan luas panen padi
D. Impor beras yang melonjak tajam
E. Peningkatan produksi perkebunan dan hortikultura
Jawaban: E
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan PDB pertanian didorong oleh peningkatan produksi komoditas perkebunan (kelapa sawit, karet) dan hortikultura yang ekspornya meningkat serta program optimalisasi lahan. Sektor tanaman pangan juga berkontribusi stabil.
Soal 19
Dalam analisis kelayakan usahatani, kriteria Net Present Value (NPV) yang positif menunjukkan bahwa ...
A. Usahatani mengalami kerugian
B. Lama pengembalian modal tidak terdefinisi
C. Usahatani layak secara finansial
D. Tingkat pengembalian internal lebih rendah dari suku bunga
E. Biaya investasi lebih besar dari manfaat
Jawaban: C
NPV positif berarti nilai sekarang dari arus kas masuk lebih besar dari nilai sekarang arus kas keluar (investasi), sehingga usahatani layak secara finansial. NPV > 0 mengindikasikan proyek memberikan keuntungan di atas tingkat diskonto yang digunakan.
Soal 20
Strategi diferensiasi produk dalam pemasaran hasil pertanian bertujuan untuk ...
A. Menurunkan biaya produksi melalui skala ekonomi
B. Menciptakan keunikan produk sehingga konsumen bersedia membayar lebih
C. Memperluas saluran distribusi secara massal
D. Meningkatkan volume produksi tanpa memperhatikan mutu
E. Mengurangi risiko fluktuasi harga
Jawaban: B
Diferensiasi produk menciptakan nilai unik (misalnya organik, kemasan menarik, sertifikasi) yang membedakan dari pesaing. Tujuannya agar konsumen bersedia membayar harga premium karena persepsi kualitas atau keunikan yang lebih tinggi.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/HK.140/1/2018 tentang Sistem Informasi Pangan dan Sumber Daya Pertanian, data yang wajib dilaporkan oleh pelaku usaha dalam rangka penyediaan informasi harga adalah ...
A. Data penggunaan pupuk bersubsidi
B. Jumlah tenaga kerja pertanian
C. Luas lahan dan jenis tanah
D. Data curah hujan dan iklim
E. Harga komoditas pertanian secara berkala
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam konsep kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura akan mengalami penurunan jika terjadi kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Faktor manakah yang secara langsung menyebabkan kenaikan Ib tersebut?
A. Meningkatnya harga cabai di tingkat konsumen sehingga pedagang untung
B. Penurunan harga pupuk urea bersubsidi di tingkat pengecer resmi
C. Kenaikan harga sarana produksi seperti pupuk, pestisida, dan bibit non-subsidi
D. Kenaikan harga beras di pasar yang menguntungkan petani tanaman pangan
E. Turunnya harga bawang merah di tingkat petani akibat terjadinya panen raya
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Fungsi produksi Cobb-Douglas dalam analisis usahatani memiliki keunggulan karena ...
A. Tidak memerlukan asumsi klasik regresi
B. Dapat digunakan untuk data kualitatif
C. Dapat menangkap efek interaksi antar input secara sempurna
D. Koefisien regresi langsung menunjukkan elastisitas produksi
E. Memiliki bentuk linear dalam variabel tanpa transformasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Dalam konteks pemasaran hasil pertanian, yang dimaksud dengan saluran pemasaran (marketing channel) adalah ...
A. Lembaga atau perantara yang dilalui produk hingga ke konsumen
B. Metode transportasi produk pertanian
C. Strategi promosi yang digunakan petani
D. Proses pengolahan pasca panen
E. Tempat produsen menjual produknya
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Analisis regresi berganda digunakan dalam metodologi analis pasar untuk ...
A. Membuat peta posisi persaingan produk
B. Memprediksi nilai masa depan berdasarkan pola siklis
C. Mengukur pengaruh beberapa faktor terhadap variabel pasar secara simultan
D. Mengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik
E. Menguji perbedaan rata-rata antar kelompok
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, tugas Badan Pangan Nasional (Bapanas) antara lain ...
A. Mengimpor beras secara langsung
B. Menetapkan harga dasar gabah di tingkat petani
C. Koordinasi kebijakan ketahanan pangan dan stabilisasi harga
D. Melakukan pengawasan pestisida
E. Memberikan kredit usaha tani
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Konsep efisiensi pemasaran dapat diukur dengan menggunakan pendekatan ...
A. Frekuensi transaksi per bulan
B. Jumlah tenaga kerja dalam pemasaran
C. Volume penjualan per pedagang
D. Rasio margin pemasaran terhadap harga
E. Nilai tambah produk olahan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Dalam analisis usahatani, yang dimaksud dengan biaya eksplisit (explicit cost) adalah ...
A. Biaya yang tidak dikeluarkan secara tunai
B. Nilai sewa lahan milik sendiri
C. Bunga modal sendiri yang tidak dibayarkan
D. Pengeluaran tunai untuk pembelian sarana produksi
E. Upah tenaga kerja keluarga yang tidak dibayar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Integrasi pasar vertikal terjadi ketika ...
A. Satu pelaku usaha menguasai dua atau lebih tingkat rantai pasok
B. Harga ditentukan oleh mekanisme lelang
C. Harga di berbagai pasar regional cenderung bergerak bersama
D. Produsen menjual langsung ke konsumen melalui e-commerce
E. Terdapat banyak pedagang perantara yang bersaing
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Metode analisis yang digunakan untuk mengukur seberapa besar keragaman harga dapat dijelaskan oleh faktor-faktor tertentu dalam model disebut ...
A. Uji F
B. Koefisien determinasi (R²)
C. Uji multikolinearitas
D. Standar error
E. Uji t
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Kebijakan tarif impor yang tinggi terhadap suatu komoditas pertanian bertujuan untuk ...
A. Memperlancar arus barang masuk
B. Melindungi produsen dalam negeri dari persaingan harga
C. Mengurangi biaya produksi domestik
D. Mendorong ekspor komoditas sejenis
E. Meningkatkan kualitas produk impor
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Dalam ekonomi pertanian, yang dimaksud dengan surplus konsumen (consumer surplus) adalah ...
A. Selisih antara harga aktual dengan biaya produksi
B. Keuntungan yang diperoleh produsen dari penjualan
C. Selisih antara willingness to pay dengan harga aktual
D. Total penerimaan petani dikurangi biaya
E. Jumlah uang yang dibelanjakan konsumen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Dalam usahatani sayuran organik, penerapan prinsip ekonomi skala (economies of scale) seringkali sulit dicapai karena ...
A. Biaya input organik lebih murah dalam jumlah besar
B. Permintaan konsumen hanya untuk skala kecil
C. Sertifikasi organik tidak bergantung pada luas lahan
D. Keterbatasan tenaga kerja terampil dan manajemen risiko
E. Teknologi mekanisasi sangat sesuai untuk organik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Bauran pemasaran (marketing mix) dalam konteks hasil pertanian mencakup unsur 4P yaitu ...
A. Produk, Pasar, Pelanggan, Promosi
B. Perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian, Evaluasi
C. Produksi, Pengolahan, Pemasaran, Konsumsi
D. Product, Price, Place, Promotion
E. Petani, Pedagang, Pembeli, Pemerintah
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Dalam metodologi analisis pasar, teknik analisis deskriptif kuantitatif yang umum digunakan untuk menyajikan data harga dan volume adalah ...
A. Analisis faktor konfirmatori
B. Uji beda rata-rata t-test
C. Structural Equation Modeling (SEM)
D. Tabel distribusi frekuensi dan grafik
E. Analisis regresi logistik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), setiap pelaku usaha wajib menjamin produknya memenuhi standar keamanan pangan yang dibuktikan dengan ...
A. Penggunaan pupuk organik secara eksklusif pada seluruh lahan
B. Mendaftarkan seluruh produk ke Kementerian Pertanian melalui dinas terkait
C. Pemenuhan Batas Maksimum Residu (BMR) pestisida dan cemaran logam berat sesuai standar
D. Memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
E. Melakukan penjualan produk hanya melalui sistem lelang komoditas elektronik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Indikator yang menunjukkan seberapa besar kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional adalah ...
A. Luas panen total
B. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
C. Nilai Tukar Petani (NTP)
D. Rasio ekspor pertanian terhadap impor
E. Persentase PDB pertanian terhadap total PDB
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Dalam ekonomi produksi pertanian, konsep diminishing returns (hukum hasil yang semakin berkurang) berlaku ketika ...
A. Produk rata-rata mencapai maksimum
B. Produk marginal sama dengan nol
C. Produk total terus meningkat secara linear
D. Produk marginal mulai menurun
E. Produk total mencapai maksimum
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Pasar oligopsoni dalam pemasaran hasil pertanian ditandai dengan ...
A. Banyak pembeli dan sedikit penjual
B. Banyak penjual dan banyak pembeli
C. Sedikit pembeli dan banyak penjual
D. Satu pembeli dan banyak penjual
E. Satu penjual dan banyak pembeli
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dalam analisis data panel (panel data) yang digunakan dalam penelitian pasar hasil pertanian, keunggulan utamanya adalah ...
A. Hanya memerlukan satu kali observasi
B. Mengabaikan perbedaan antar individu
C. Tidak dapat mendeteksi efek waktu
D. Mengontrol heterogenitas individu dan menangkap dinamika waktu
E. Lebih sederhana dari regresi biasa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras, penetapan HPP dilakukan oleh ...
A. Kepala Badan Pangan Nasional setelah berkoordinasi dengan instansi terkait
B. Menteri Pertanian khusus pada saat memasuki puncak panen raya
C. Gubernur atau Pemerintah Daerah secara mandiri setiap bulan
D. Asosiasi petani padi melalui musyawarah nasional tahunan
E. Presiden dengan masa berlaku tetap selama lima tahun anggaran
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Konsep keunggulan komparatif (comparative advantage) dalam perdagangan hasil pertanian menunjukkan bahwa suatu negara sebaiknya ...
A. Mengekspor komoditas yang biaya oportunitasnya lebih rendah
B. Mengimpor komoditas yang memiliki produktivitas tinggi
C. Melarang impor komoditas yang juga diproduksi dalam negeri
D. Melakukan subsidi ekspor untuk semua komoditas
E. Memproduksi semua komoditas untuk swasembada
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Dalam analisis usahatani, jika nilai rasio Benefit-Cost Ratio (BCR) lebih besar dari 1, maka ...
A. Tingkat pengembalian internal negatif
B. Keuntungan sama dengan nol
C. Usahatani layak dan menguntungkan
D. Biaya lebih besar dari manfaat
E. Usahatani tidak layak dijalankan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
E-commerce pertanian seperti platform digital yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen dapat meningkatkan efisiensi pasar karena ...
A. Menghilangkan kebutuhan pasca panen
B. Mengurangi pilihan bagi konsumen
C. Memotong rantai pasok dan memberikan informasi harga transparan
D. Memperpanjang saluran distribusi
E. Meningkatkan jumlah perantara
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Teknik analisis spasial dalam metodologi analis pasar hasil pertanian digunakan untuk ...
A. Memprediksi harga berdasarkan data historis
B. Mengelompokkan konsumen berdasarkan pendapatan
C. Memetakan distribusi harga dan produksi secara geografis
D. Melakukan wawancara mendalam dengan petani
E. Menguji hubungan kausal antar variabel
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, penyelenggaraan ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Salah satu instrumen yang diamanatkan adalah ...
A. Pengembangan cadangan pangan masyarakat
B. Pencabutan subsidi pupuk
C. Pembatasan luas lahan pertanian
D. Pembangunan pabrik pupuk nasional
E. Penghentian impor seluruh komoditas pangan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Elastisitas pendapatan (income elasticity) untuk produk pertanian bernilai rendah seperti singkong biasanya ...
A. Tidak terdefinisi
B. Positif dan lebih dari 1 (barang mewah)
C. Sama dengan nol
D. Positif kurang dari 1 (barang normal pokok)
E. Negatif (barang inferior)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Dalam usahatani terpadu (integrated farming), keuntungan ekonomi yang diperoleh dari sinergi antara tanaman dan ternak adalah ...
A. Memerlukan lahan yang lebih luas
B. Mengurangi biaya input melalui daur ulang sumber daya
C. Meningkatkan emisi gas rumah kaca
D. Meningkatkan ketergantungan pada pupuk kimia
E. Memperbesar risiko gagal panen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Konsep harga riil (real price) dalam analisis pasar hasil pertanian adalah ...
A. Harga yang tercatat di bursa berjangka
B. Harga yang terjadi di pasar saat ini
C. Harga yang ditetapkan pemerintah
D. Harga nominal yang disesuaikan dengan inflasi
E. Harga setelah dikurangi biaya pemasaran
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Dalam pemasaran hasil pertanian, strategi penetapan harga psikologis (psychological pricing) sering digunakan dengan cara ...
A. Menetapkan harga dengan angka yang memberi efek psikologis lebih murah
B. Menetapkan harga berdasarkan hasil lelang
C. Menetapkan harga sesuai biaya produksi plus margin
D. Menetapkan harga lebih tinggi untuk produk berkualitas rendah
E. Menetapkan harga sama dengan pesaing
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil

SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.