SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Penata Laksana Jalan dan Jembatan Pemula
Kebijakan/Peraturan Perundang-undangan terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Teori - teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Perencanaan Teknis Jalan, Jembatan dan Terowongan
Pelaksanaan Konstruksi Jalan
Pelaksanaan Konstruksi Jembatan dan Terowongan
Preservasi Jalan, Jembatan dan Terowongan
Lingkungan dan Keselamatan Jalan
Pengadaan Lahan dan Dampak Sosial
Pendanaan Jalan, Jembatan dan Terowongan
Pengoperasian Lalu Lintas
Bahan Uji Mutu
Penata Laksana Jalan dan Jembatan Terampil
Kebijakan/Peraturan Perundang-undangan terkait Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Teori - teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Perencanaan Teknis Jalan, Jembatan dan Terowongan
Pelaksanaan Konstruksi Jalan
Pelaksanaan Konstruksi Jembatan dan Terowongan
Preservasi Jalan, Jembatan dan Terowongan
Lingkungan dan Keselamatan Jalan
Pengadaan Lahan dan Dampak Sosial
Pendanaan Jalan, Jembatan dan Terowongan
Pengoperasian Lalu Lintas
Bahan Uji Mutu
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Laksana Jalan dan Jembatan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, wewenang pemerintah pusat dalam penyelenggaraan jalan meliputi hal-hal berikut, kecuali...
A. Penyelenggaraan jalan nasional secara umum
B. Penyusunan pedoman dan standar teknis jalan
C. Pemberian bantuan teknis dan biaya kepada daerah
D. Penyusunan rencana umum jaringan jalan nasional
E. Penetapan status jalan kabupaten secara langsung oleh Menteri
Jawaban: E
Dalam UU No. 2 Tahun 2022, penetapan status jalan kabupaten tetap merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten (Bupati), bukan ditetapkan langsung oleh Menteri (Pemerintah Pusat).
Soal 2
Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna, didefinisikan sebagai...
A. Jalan Lokal
B. Jalan Arteri
C. Jalan Khusus
D. Jalan Lingkungan
E. Jalan Kolektor
Jawaban: B
Sesuai PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan, Jalan Arteri adalah jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh dan kecepatan rata-rata tinggi.
Soal 3
Dalam perencanaan geometrik jalan, komponen alinemen horizontal yang berfungsi untuk mengimbangi gaya sentrifugal kendaraan saat menikung disebut...
A. Kelandaian
B. Tebal Perkerasan
C. Lajur Pendakian
D. Jarak Pandang Henti
E. Superelevasi
Jawaban: E
Superelevasi adalah kemiringan melintang jalan pada tikungan yang bertujuan untuk mengimbangi gaya sentrifugal kendaraan agar tidak terpental keluar jalur.
Soal 4
Pada pelaksanaan konstruksi jalan aspal, lapisan perkerasan yang letaknya paling atas dan berfungsi sebagai lapis aus serta penyedia kerataan permukaan adalah...
A. Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
B. Lapis Pondasi Atas (Base Course)
C. Lapis Pondasi Bawah (Sub-base Course)
D. Tanah Dasar (Subgrade)
E. Lapis Permukaan (Surface Course)
Jawaban: E
Lapis Permukaan (Surface Course) adalah bagian perkerasan yang paling atas yang bersentuhan langsung dengan ban kendaraan dan berfungsi sebagai lapis aus.
Soal 5
Komponen struktur jembatan yang berfungsi untuk meneruskan beban dari gelagar atau superstruktur ke pondasi disebut...
A. Abutment / Pilar
B. Sandaran (Railing)
C. Expansion Joint
D. Pelat Lantai
E. Diafragma
Jawaban: A
Abutment (pangkal jembatan) atau Pilar (pier) merupakan struktur bawah jembatan yang menyalurkan beban dari bangunan atas ke tanah pondasi.
Soal 6
Kegiatan pemeliharaan jalan yang dilakukan secara berulang-ulang setiap tahun untuk menjaga kondisi jalan tetap fungsional pada tingkat layanan tertentu disebut...
A. Pemeliharaan Berkala
B. Pembangunan Baru
C. Rekonstruksi Jalan
D. Rehabilitasi Jalan
E. Pemeliharaan Rutin
Jawaban: E
Pemeliharaan rutin meliputi kegiatan yang dilakukan secara terus menerus atau berulang dalam satu tahun untuk menjaga kondisi jalan (seperti pembersihan saluran dan penambalan lubang).
Soal 7
Pemasangan pagar pengaman (guardrail) pada sisi jalan yang memiliki jurang atau tikungan tajam merupakan upaya dalam materi...
A. Pendanaan Jalan
B. Dampak Sosial
C. Keselamatan Jalan
D. Uji Mutu Bahan
E. Pengadaan Lahan
Jawaban: C
Guardrail atau pagar pengaman jalan adalah perlengkapan jalan yang dipasang untuk meningkatkan keselamatan jalan dengan mencegah kendaraan keluar dari badan jalan pada area berisiko tinggi.
Soal 8
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012, tahap pertama dalam proses pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum adalah...
A. Penilaian
B. Perencanaan
C. Pelaksanaan
D. Persiapan
E. Penyerahan Hasil
Jawaban: B
Tahapan pengadaan tanah menurut UU No. 2 Tahun 2012 meliputi: 1. Perencanaan, 2. Persiapan, 3. Pelaksanaan, dan 4. Penyerahan Hasil.
Soal 9
Skema pendanaan pembangunan jalan yang melibatkan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha swasta dikenal dengan istilah...
A. Dana Alokasi Khusus
B. Hibah
C. KPBU
D. APBN
E. Pinjaman Luar Negeri
Jawaban: C
KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) merupakan skema penyediaan infrastruktur melalui investasi swasta dengan pembagian risiko di antara para pihak.
Soal 10
Rasio antara volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan yang digunakan untuk menilai kinerja lalu lintas disebut...
A. Tingkat Okupansi
B. Headway
C. Kepadatan Lalu Lintas
D. Kecepatan Arus Bebas
E. V/C Ratio
Jawaban: E
V/C Ratio (Volume/Capacity Ratio) adalah angka perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas maksimal jalan untuk menentukan tingkat pelayanan (Level of Service).
Soal 11
Pengujian laboratorium yang bertujuan untuk menentukan nilai stabilitas dan kelelehan (flow) dari campuran aspal panas disebut pengujian...
A. Sand Cone
B. Slump Test
C. Marshall Test
D. CBR Laboratorium
E. DCP (Dynamic Cone Penetrometer)
Jawaban: C
Marshall Test digunakan untuk mengukur karakteristik campuran aspal seperti stabilitas dan kelelehan guna memastikan campuran memenuhi spesifikasi teknis.
Soal 12
Sistem jaringan jalan yang bersifat menerus yang memberikan pelayanan kepada seluruh wilayah nasional, yang semua simpul jasanya terhubungkan, disebut...
A. Sistem Jaringan Jalan Lokal
B. Sistem Jaringan Jalan Sekunder
C. Sistem Jaringan Jalan Desa
D. Sistem Jaringan Jalan Khusus
E. Sistem Jaringan Jalan Primer
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 34 Tahun 2006, sistem jaringan jalan primer melayani distribusi barang dan jasa untuk seluruh wilayah nasional.
Soal 13
Berdasarkan klasifikasi menurut status, jalan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi dan menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota disebut...
A. Jalan Provinsi
B. Jalan Nasional
C. Jalan Tol
D. Jalan Kabupaten
E. Jalan Strategis Nasional
Jawaban: A
Jalan Provinsi meliputi jalan kolektor primer yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, antar-ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
Soal 14
Dalam perencanaan alinyemen vertikal jalan, bagian yang menghubungkan dua garis dengan kelandaian yang berbeda disebut...
A. Superelevasi
B. Radius Putar
C. Miring Melintang
D. Lengkung Horizontal
E. Lengkung Vertikal
Jawaban: E
Lengkung vertikal digunakan pada perencanaan geometrik untuk menghubungkan dua gradien jalan yang berbeda guna kenyamanan dan keselamatan pengendara.
Soal 15
Bahan pengikat cair yang disemprotkan di atas lapis pondasi tanpa bahan pengikat sebelum lapis aspal diletakkan, berfungsi untuk memberikan ikatan antara kedua lapis tersebut, disebut...
A. Buras
B. Tack Coat
C. Slurry Seal
D. Seal Coat
E. Prime Coat
Jawaban: E
Prime Coat (Lapis Resap Pengikat) adalah lapisan aspal cair yang diletakkan di atas lapis pondasi agregat untuk meresap ke pori-pori dan memberikan ikatan dengan lapis aspal di atasnya.
Soal 16
Alat berat yang paling efektif digunakan untuk memadatkan lapisan tanah dasar (subgrade) pada pekerjaan jalan adalah...
A. Sheep Foot Roller / Smooth Wheel Roller
B. Asphalt Finisher
C. Concrete Mixer
D. Excavator
E. Bulldozer
Jawaban: A
Roller (penggilas) seperti Sheep Foot Roller digunakan untuk pemadatan tanah kohesif, sedangkan Smooth Wheel Roller untuk pemadatan agregat atau tanah pasir.
Soal 17
Metode konstruksi jembatan yang dilakukan dengan memasang segmen-segmen beton pracetak secara bertahap dari arah pilar menuju ke tengah bentang disebut...
A. Cast in situ
B. Balanced Cantilever
C. Incremental Launching
D. Scaffolding
E. Metode Konvensional
Jawaban: B
Balanced Cantilever adalah metode pelaksanaan jembatan bentang panjang di mana struktur dibangun secara seimbang ke arah kiri dan kanan pilar tanpa penyangga bawah.
Soal 18
Penanganan kerusakan jalan berupa pengelupasan butiran aspal karena kurangnya daya ikat disebut...
A. Rutting (Alur)
B. Ravelling (Pelepasan Butiran)
C. Bleeding (Kegemukan)
D. Cracking (Retak)
E. Potholes (Lubang)
Jawaban: B
Ravelling adalah jenis kerusakan perkerasan aspal di mana butiran agregat terlepas dari campuran aspal akibat kurangnya bahan pengikat atau kualitas aspal rendah.
Soal 19
Sesuai standar operasional, pengujian kekentalan beton segar di lapangan sebelum pengecoran untuk memastikan workability dilakukan dengan...
A. Uji Penetrasi
B. Uji Slump
C. Uji Tekan Silinder
D. Uji Tarik Baja
E. Uji Lentur Balok
Jawaban: B
Slump Test (Uji Slump) digunakan untuk menentukan konsistensi atau kemudahan pengerjaan (workability) dari campuran beton segar.
Soal 20
Dokumen yang mengkaji dampak lingkungan dari rencana usaha atau kegiatan pembangunan jalan berskala besar yang wajib disusun adalah...
A. UKL-UPL
B. SPPL
C. AMDAL
D. ANDALALIN
E. SOP
Jawaban: C
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) wajib disusun untuk proyek infrastruktur jalan berskala besar yang diperkirakan memiliki dampak penting bagi lingkungan.
Soal 21
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pengelompokan jalan berdasarkan statusnya terdiri atas...
A. Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal, dan Jalan Lingkungan
B. Jalan Tol dan Jalan Non-Tol
C. Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jalan Kota, dan Jalan Desa
D. Jalan Primer dan Jalan Sekunder
E. Jalan Umum dan Jalan Khusus
Jawaban: C
Menurut UU No. 2 Tahun 2022, jalan umum menurut statusnya dikelompokkan menjadi jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.
Soal 22
Dalam perencanaan geometrik jalan, parameter yang digunakan untuk menentukan jari-jari tikungan minimum agar kendaraan tidak slip adalah...
A. Kelandaian memanjang jalan
B. Lebar perkerasan dan bahu jalan
C. Tebal perkerasan lentur dan jenis aspal
D. Kecepatan rencana, superelevasi, dan koefisien gesek samping
E. Volume lalu lintas harian rata-rata (LHR)
Jawaban: D
Berdasarkan teori teknik jalan, jari-jari minimum (Rmin) ditentukan oleh kecepatan rencana (V), superelevasi maksimum (e), dan koefisien gesek (f) untuk menjaga stabilitas kendaraan.
Soal 23
Manakah yang merupakan komponen utama struktur atas (superstructure) pada sebuah jembatan?
A. Gelagar (Girder), Pelat Lantai, dan Siar Muai (Expansion Joint)
B. Fondasi Sumuran dan Fondasi Tiang Pancang
C. Pangkal jembatan dan Wing wall
D. Tanah timbunan oprit
E. Abutmen dan Pilar
Jawaban: A
Struktur atas jembatan terdiri dari bagian-bagian yang menerima beban langsung dari lalu lintas, seperti gelagar, pelat lantai, trotoar, dan sistem siar muai.
Soal 24
Pada pelaksanaan konstruksi jalan, fungsi utama dari lapisan 'Prime Coat' (Lapis Resap Pengikat) adalah...
A. Meratakan permukaan jalan yang bergelombang
B. Memberikan daya ikat antara lapis fondasi agregat dengan campuran aspal
C. Menahan beban roda kendaraan secara langsung
D. Mencegah air masuk ke dalam tanah dasar
E. Memberikan warna hitam pada permukaan aspal
Jawaban: B
Prime coat adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakkan di atas lapis fondasi agregat untuk memberikan daya ikat antara fondasi dan lapis aspal di atasnya serta menutup pori.
Soal 25
Jenis pengujian untuk mengetahui konsistensi dan kemudahan pengerjaan beton segar di lapangan adalah...
A. Uji Penetrasi
B. Uji Marshall
C. Uji Tarik Baja
D. Uji Slump
E. Uji CBR
Jawaban: D
Uji Slump (Slump Test) dilakukan untuk mengukur workability atau kekentalan adukan beton segar sebelum dituangkan ke cetakan.
Soal 26
Bagian jalan yang hanya diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan bermotor dan memiliki kontrol akses penuh disebut...
A. Jalan Kolektor
B. Jalan Lingkungan
C. Jalan Tol
D. Jalan Lokal
E. Jalan Setapak
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol.
Soal 27
Kegiatan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal sesuai dengan umur rencana disebut...
A. Pelebaran Jalan
B. Rekonstruksi Jalan
C. Rehabilitasi Jalan
D. Pembangunan Jalan Baru
E. Preservasi Jalan
Jawaban: E
Preservasi jalan meliputi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan rekonstruksi untuk menjaga kemantapan jalan.
Soal 28
Alat pelindung diri (APD) wajib bagi pekerja di proyek pembangunan jalan untuk mencegah risiko kecelakaan adalah, KECUALI...
A. Sarung Tangan
B. Rompi Reflektif (Vest)
C. Helm Proyek (Safety Helmet)
D. Kacamata Hitam Fashion
E. Sepatu Safety (Safety Shoes)
Jawaban: D
Kacamata hitam fashion bukan merupakan standar APD keselamatan kerja (K3) konstruksi jalan.
Soal 29
Apa yang dimaksud dengan 'Ruang Manfaat Jalan' (Rumaja) dalam istilah teknis jalan?
A. Garis sempadan bangunan
B. Lebar badan jalan saja
C. Ruang Milik Jalan (Rumilik)
D. Jalur khusus sepeda
E. Ruang Manfaat Jalan yang meliputi badan jalan, saluran tepi, dan ambang pengamannya
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 34 Tahun 2006, Ruang Manfaat Jalan (Rumaja) meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.
Soal 30
Uji kepadatan tanah di lapangan untuk memastikan kualitas timbunan jalan sering menggunakan metode...
A. Core Drill
B. Sieve Analysis
C. Pemeriksaan Viskositas
D. Sand Cone Test
E. Ductility Test
Jawaban: D
Sand Cone Test digunakan untuk menentukan kepadatan di tempat (field density) dari lapisan tanah atau perkerasan yang telah dipadatkan.
Soal 31
Berapakah nilai kemiringan melintang normal (normal crown) pada permukaan perkerasan jalan aspal untuk pengaliran air hujan?
A. 8% - 10%
B. 2% - 3%
C. 20%
D. 15%
E. 0%
Jawaban: B
Secara standar teknis, kemiringan melintang jalan aspal berkisar antara 2% hingga 3% agar air hujan dapat mengalir ke drainase samping (mencegah aquaplaning).
Soal 32
Skema pendanaan infrastruktur yang melibatkan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta disebut...
A. APBN murni
B. Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
C. Dana Alokasi Umum
D. Pinjaman Daerah
E. Hibah luar negeri
Jawaban: B
KPBU atau Public Private Partnership (PPP) adalah skema penyediaan infrastruktur melalui perjanjian antara Menteri/Kepala Lembaga/Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha.
Soal 33
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas jalan menurut MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia), KECUALI...
A. Lebar jalur lalu lintas
B. Ukuran kota
C. Hambatan samping
D. Pemisah arah
E. Ukuran ban kendaraan
Jawaban: E
Kapasitas jalan dipengaruhi oleh lebar jalan, arah, hambatan samping, dan ukuran kota. Ukuran ban bukan variabel dalam perhitungan kapasitas jalan secara standar.
Soal 34
Penanganan kerusakan jalan berupa lubang-lubang kecil dengan cara mengisi material disebut...
A. Slurry Seal
B. Overlay
C. Grading
D. Patching (Penambalan)
E. Rekonstruksi
Jawaban: D
Patching adalah tindakan pemeliharaan rutin untuk memperbaiki lubang atau kerusakan lokal pada permukaan jalan.
Soal 35
Jenis fondasi jembatan yang cocok digunakan pada kondisi tanah keras yang terletak sangat dalam adalah...
A. Fondasi Langsung
B. Fondasi Batu Kali
C. Fondasi Rakit
D. Fondasi Telapak
E. Fondasi Tiang Pancang atau Tiang Bor (Bored Pile)
Jawaban: E
Fondasi dalam (tiang pancang/bor) digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan tanah keras yang letaknya jauh di bawah permukaan tanah.
Soal 36
UU No. 2 Tahun 2012 mengatur tentang salah satu tahap krusial dalam pembangunan jalan, yaitu...
A. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
B. Standardisasi Mutu Bahan
C. Manajemen Aset Jalan
D. Pengadaan Barang dan Jasa
E. Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
Jawaban: E
UU No. 2 Tahun 2012 adalah dasar hukum utama untuk proses pembebasan lahan bagi proyek infrastruktur strategis nasional.
Soal 37
Dalam pembangunan terowongan, metode penggalian yang menggunakan mesin bor raksasa disebut metode...
A. NATM (New Austrian Tunneling Method)
B. Pipe Jacking
C. TBM (Tunnel Boring Machine)
D. Cut and Cover
E. Blasting (Peledakan)
Jawaban: C
TBM adalah mesin yang digunakan untuk menggali terowongan dengan penampang bundar melalui berbagai lapisan tanah dan batuan secara otomatis.
Soal 38
Apa tujuan utama dari dilakukannya AMDAL pada proyek pembangunan jalan?
A. Mengidentifikasi dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
B. Mengatur jadwal kerja buruh
C. Menentukan jenis aspal yang digunakan
D. Mengurangi biaya material
E. Mempercepat waktu konstruksi
Jawaban: A
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bertujuan agar rencana usaha/kegiatan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang tidak terkendali.
Soal 39
Kriteria kemantapan jalan nasional diukur berdasarkan indeks kondisi permukaan yang disebut...
A. LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata)
B. CBR (California Bearing Ratio)
C. VCR (Volume Capacity Ratio)
D. IRI (International Roughness Index)
E. PI (Plasticity Index)
Jawaban: D
IRI digunakan di seluruh dunia untuk mengukur ketidakrataan permukaan jalan. Semakin rendah nilai IRI, semakin mantap kondisi jalannya.
Soal 40
Bahan ikat pada campuran perkerasan kaku (rigid pavement) adalah...
A. Aspal Pen 60/70
B. Semen Portland
C. Pasir Urug
D. Tanah Lempung
E. Batu Belah
Jawaban: B
Rigid pavement menggunakan pelat beton semen sebagai lapis permukaan, di mana semen berfungsi sebagai bahan pengikat agregat.
Soal 41
Premium
Berdasarkan Permen PUPR No. 13 Tahun 2011, kegiatan pemeliharaan jembatan yang meliputi pengecatan elemen baja dan pembersihan sambungan ekspansi (expansion joint) secara rutin masuk dalam kategori...
Dalam struktur terowongan jalan, sistem penyangga sementara yang menggunakan beton yang disemprotkan ke dinding terowongan segera setelah penggalian disebut...
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2022, jalan tol didefinisikan sebagai jalan umum yang merupakan bagian dari sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar...
Dampak sosial yang sering muncul akibat pembangunan jalan dan jembatan baru adalah terjadinya pemukiman kembali (resettlement). Hal ini diatur untuk meminimalkan kerugian warga dalam tahapan...
Pada pekerjaan terowongan dengan metode TBM (Tunnel Boring Machine), bagian struktur yang berfungsi sebagai dinding permanen sekaligus penahan tanah setelah mesin lewat disebut...
Wewenang penetapan kelas jalan berdasarkan daya dukung sumbu terberat (MST) dilakukan oleh Menteri Perhubungan berdasarkan koordinasi dengan Menteri PUPR. Jalan kelas I adalah jalan arteri dengan MST lebih dari...
Tips Lulus SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Jalan dan Jembatan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan
SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Laksana Jalan dan Jembatan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.