SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Dasar-dasar pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup
  • Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3)
  • Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3
  • Penyusunan Program Kedaruratan pengelolaan B3, Limbah B3, dan NonB3
  • Penanggulangan kedaruratan pengelolaan B3, Limbah B3, dan NonB3
  • Pengelolaan B3
  • Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3
  • Penyusunan program kedaruratan pengelolaan B3, Limbah B3, dan Non B3
  • Penanggulangan kedaruratan pengelolaan B3, Limbah B3, dan Non B3
  • Pemulihan fungsi lingkungan hidup
  • Pemahaman kebencanaan
  • Pengelolaan sampah
  • Prosedur tindakan pencegahan risiko bahaya dalam keselamatan dan kesehatan kerja
  • Perubahan Iklim
  • Prosedur tindakan mitigasi risiko bahaya dalam keselamatan dan kesehatan kerja
  • Prosedur tindakan penanganan risiko bahaya dalam keselamatan dan kesehatan kerja
  • Aspek Pencemaran Lingkungan

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun.

Soal 1
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009, instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang terdiri atas kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan disebut...
A. Audit Lingkungan
B. Amdal
C. Kajian Lingkungan Hidup Strategis
D. Izin Pembuangan Limbah Cair
E. UKL-UPL
Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 1 angka 11 UU No. 32 Tahun 2009, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) adalah kajian mengenai dampak penting pada lingkungan hidup dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan.
Soal 2
Karakteristik Limbah B3 yang bersifat 'Mudah Menyala' menurut PP No. 22 Tahun 2021 ditandai dengan limbah cair yang memiliki titik nyala (flash point) sebesar...
A. Kurang dari 60 derajat Celcius
B. Kurang dari 0 derajat Celcius
C. Lebih dari 140 derajat Celcius
D. Kurang dari 100 derajat Celcius
E. Antara 60 - 90 derajat Celcius
Jawaban: A
Sesuai Lampiran IX PP No. 22 Tahun 2021, limbah cair yang memiliki titik nyala kurang dari atau sama dengan 60 derajat Celcius dikategorikan sebagai limbah B3 karakteristik mudah menyala.
Soal 3
Dalam pengelolaan B3, simbol berupa gambar 'tengkorak dan tulang bersilang' menunjukkan bahwa bahan tersebut memiliki karakteristik...
A. Beracun (Toxic)
B. Mudah meledak
C. Berbahaya bagi lingkungan
D. Karsinogenik
E. Iritasi
Jawaban: A
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2008, simbol tengkorak dan tulang bersilang menunjukkan karakteristik beracun.
Soal 4
Setiap orang yang menghasilkan Limbah B3 wajib melakukan penyimpanan. Jangka waktu penyimpanan Limbah B3 kategori 1 yang dihasilkan kurang dari 50 kg/hari maksimal adalah...
A. 30 hari
B. 90 hari
C. 365 hari
D. 180 hari
E. 14 hari
Jawaban: D
Merujuk pada PP No. 22 Tahun 2021, jangka waktu penyimpanan Limbah B3 kategori 1 yang dihasilkan kurang dari 50 kg/hari adalah maksimal 180 hari sejak limbah dihasilkan.
Soal 5
Penanggulangan kedaruratan pengelolaan limbah B3 pada tahap awal meliputi tindakan...
A. Pengisolasian area terdampak (Isolasi)
B. Audit lingkungan
C. Rehabilitasi ekosistem
D. Penyusunan dokumen Amdal baru
E. Pengabaian lokasi
Jawaban: A
Tindakan pertama dalam penanggulangan kedaruratan limbah B3 adalah isolasi area untuk mencegah penyebaran kontaminan lebih jauh ke lingkungan sekitar.
Soal 6
Salah satu komponen utama dalam penyusunan Program Kedaruratan adalah identifikasi bahaya. Hal ini bertujuan untuk...
A. Mengurus perizinan analisis dampak lingkungan
B. Melakukan audit ketaatan lingkungan
C. Menyusun anggaran perbaikan fasilitas
D. Menilai kerugian finansial akibat tumpahan
E. Menentukan jenis dan skala potensi kecelakaan/kedaruratan
Jawaban: E
Identifikasi bahaya dalam program kedaruratan sangat penting untuk memetakan jenis risiko dan besaran dampak yang mungkin timbul saat terjadi kecelakaan pengelolaan limbah B3.
Soal 7
Pemulihan fungsi lingkungan hidup akibat pencemaran limbah B3 meliputi beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah...
A. Rehabilitasi
B. Remediasi
C. Audit lingkungan
D. Restorasi
E. Pembersihan lahan terkontaminasi
Jawaban: E
Sesuai Pasal 54 UU No. 32 Tahun 2009, tahap awal pemulihan fungsi lingkungan hidup adalah pembersihan lahan terkontaminasi.
Soal 8
Dalam manajemen kebencanaan, upaya untuk mengurangi risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut...
A. Rehabilitasi
B. Kesiapsiagaan
C. Tanggap Darurat
D. Rekonstruksi
E. Mitigasi
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana.
Soal 9
Sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus disebut sebagai...
A. Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
B. Sampah Plastik
C. Sampah Organik
D. Sampah Spesifik
E. Sampah Rumah Tangga
Jawaban: D
Sesuai UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah spesifik mencakup sampah yang mengandung limbah B3 atau sampah akibat bencana.
Soal 10
Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan oleh petugas saat menangani tumpahan limbah B3 yang bersifat korosif adalah...
A. Sarung tangan lateks tipis
B. Masker kain standar
C. Helm proyek saja
D. Sandal jepit
E. Baju pelindung kimia (Chemical Suit) dan kacamata pengaman (Goggles)
Jawaban: E
Limbah korosif dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mata, sehingga diperlukan APD yang tahan bahan kimia secara menyeluruh.
Soal 11
Fenomena meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca disebut...
A. Efek Rumah Kaca
B. Perubahan Iklim
C. El Nino
D. Lubang Ozon
E. Pemanasan Global
Jawaban: E
Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata global yang memicu perubahan iklim jangka panjang.
Soal 12
Zat yang dimasukkan ke dalam lingkungan hidup yang menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu sehingga tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya disebut...
A. Limbah
B. Katalis
C. Toksin
D. Reaktan
E. Polutan/Pencemar
Jawaban: E
Pencemar atau polutan adalah agen yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
Soal 13
Tindakan mitigasi risiko bahaya di tempat kerja yang bertujuan untuk menghilangkan sumber bahaya secara total disebut...
A. Rekayasa Enginering
B. Administrasi
C. Eliminasi
D. Substitusi
E. Penggunaan APD
Jawaban: C
Dalam hirarki kontrol K3, eliminasi adalah langkah paling efektif karena menghilangkan sumber bahaya sepenuhnya.
Soal 14
Apabila terjadi kebocoran gas beracun di gudang penyimpanan B3, tindakan penanganan risiko pertama yang harus dilakukan adalah...
A. Melakukan evakuasi personil dan memutus akses ke area tersebut
B. Membuat laporan insiden ke Kementerian LHK
C. Menghubungi pihak asuransi untuk klaim
D. Melakukan netralisasi dengan bahan kimia cair
E. Menyemprotkan gas oksigen ke udara
Jawaban: A
Prioritas utama dalam penanganan kedaruratan gas beracun adalah keselamatan nyawa melalui evakuasi dan isolasi area.
Soal 15
Limbah Non B3 terdaftar yang berasal dari proses industri tertentu namun tetap memerlukan pengelolaan agar tidak mencemari lingkungan disebut...
A. Limbah Non B3 Terdaftar
B. Sampah Organik
C. Limbah B3 Kategori 2
D. Limbah Domestik
E. Limbah B3 Kategori 1
Jawaban: A
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, limbah non B3 dibagi menjadi Limbah Non B3 Terdaftar dan Limbah Non B3 Khusus.
Soal 16
Setiap orang yang melakukan pengelolaan B3 wajib memiliki Lembar Data Keselamatan Bahan yang sering dikenal dengan istilah...
A. Manifest
B. ISO 14001
C. AMDAL
D. MSDS (Material Safety Data Sheet)
E. Logbook
Jawaban: D
MSDS atau LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan) berisi informasi rinci mengenai sifat, bahaya, dan penanganan suatu bahan kimia.
Soal 17
Simbol B3 yang menunjukkan bahan tersebut bersifat pengoksidasi (oxidizing) memiliki gambar berupa...
A. Silinder gas
B. Tanda seru
C. Ledakan
D. Nyala api di atas lingkaran
E. Pohon dan ikan mati
Jawaban: D
Gambar lingkaran dengan api di atasnya melambangkan sifat pengoksidasi atau oksidator.
Soal 18
Penyusunan Program Kedaruratan Pengelolaan Limbah B3 tingkat perusahaan wajib disahkan oleh...
A. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
B. Kementerian Perindustrian
C. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (atau pejabat yang ditunjuk)
D. Kepolisian Negara Republik Indonesia
E. Dinas Pemadam Kebakaran
Jawaban: C
Sesuai PP No. 22 Tahun 2021, program kedaruratan harus disusun dan dilaporkan kepada otoritas lingkungan hidup terkait.
Soal 19
Apa yang harus dilakukan jika terjadi tumpahan limbah B3 di perairan?
A. Dilakukan lokalisir dengan Oil Boom (jika minyak) dan penyedotan
B. Mengencerkan tumpahan dengan air bersih dalam jumlah besar
C. Membiarkan tumpahan terurai secara alami oleh sinar matahari
D. Melakukan pembakaran in-situ tanpa izin
E. Menambahkan bahan kimia koagulan secara acak
Jawaban: A
Tindakan kedaruratan di perairan memerlukan lokalisasi (containment) agar tumpahan tidak menyebar luas.
Soal 20
Aspek pencemaran lingkungan yang berkaitan dengan masuknya energi ke dalam air sehingga mengganggu kehidupan biotanya disebut...
A. Pencemaran Air
B. Radiasi
C. Pencemaran Tanah
D. Pencemaran Suara
E. Pencemaran Udara
Jawaban: A
Definisi pencemaran air mencakup masuknya makhluk hidup, zat, atau energi ke dalam air.
Soal 21 Premium
Pada tahap penanggulangan kedaruratan limbah B3, laporan awal penanggulangan harus disampaikan kepada instansi terkait paling lambat...
A. 1 jam
B. 14 hari
C. 7 hari kerja
D. 24 jam sejak ditemukan kedaruratan
E. 30 hari
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Penetapan status lahan terkontaminasi Limbah B3 dilakukan berdasarkan hasil...
A. Inspeksi visual oleh petugas lapangan
B. Pengecekan data neraca massa perusahaan
C. Audit dokumen manifest limbah
D. Penggunaan alat deteksi gas portabel
E. Uji laboratorium terhadap sampel tanah/air
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Dalam Program Kedaruratan, infrastruktur penanggulangan yang harus tersedia untuk menghadapi kebakaran akibat bahan kimia adalah...
A. Sistem ventilasi pembuangan gas (exhaust fan)
B. Sistem proteksi kebakaran otomatis (sprinkler/hydrant) dan APAR yang sesuai
C. Kolam penampungan air hujan (rainwater harvesting)
D. Ruang isolasi kedap suara
E. Sistem pengolahan limbah biologi (WWTP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Limbah Non B3 yang tidak termasuk dalam daftar limbah Non B3 terdaftar dapat dikelola sebagai...
A. Limbah Non B3 Khusus
B. Sampah rumah tangga
C. Bahan baku sekunder
D. Limbah cair domestik
E. Limbah B3 secara otomatis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Zat kimia yang memiliki sifat pemicu kanker pada manusia disebut sebagai zat yang bersifat...
A. Karsinogenik
B. Teratogenik
C. Korosif
D. Mutagenik
E. Iritatif
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Prosedur 'LOTO' (Lock Out Tag Out) dalam pencegahan risiko bahaya K3 digunakan untuk...
A. Mencegah paparan gas beracun secara langsung
B. Memisahkan bahan kimia yang tidak kompatibel
C. Menurunkan suhu ruang penyimpanan bahan kimia
D. Memastikan mesin tidak menyala secara tidak sengaja saat perbaikan
E. Menghentikan aliran air pada instalasi pipa utama
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global (GWP) paling tinggi dibandingkan CO2 namun volumenya lebih sedikit adalah...
A. Oksigen
B. Metana (CH4)
C. Uap Air
D. Nitrogen
E. Argon
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Dalam penanggulangan kedaruratan, jika terjadi ledakan di tangki limbah B3, prioritas pemadaman harus mempertimbangkan...
A. Ketersediaan air dari hidran terdekat
B. Arah angin untuk evakuasi petugas
C. Reaktivitas zat terhadap media pemadam (air/foam)
D. Titik nyala (flash point) bahan kimia penyusunnya
E. Volume bahan bakar yang tersisa di dalam tangki
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Upaya restorasi dalam pemulihan lingkungan dapat dilakukan dengan cara...
A. Isolasi area dengan membran geotekstil
B. Injeksi bahan kimia penetral ke dalam tanah
C. Penggantian seluruh lapisan tanah bagian atas (topsoil)
D. Penggunaan bakteri pengurai secara massal
E. Penanaman kembali vegetasi asli (Revegetasi)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Penanganan limbah B3 yang dilakukan dengan cara pembakaran pada suhu tinggi menggunakan alat khusus disebut...
A. Fitoremediasi
B. Bioremediasi
C. Solidifikasi
D. Insinerasi (Incineration)
E. Landfill
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Sistem peringatan dini (Early Warning System) dalam kedaruratan limbah B3 bertujuan untuk...
A. Memberikan informasi kepada publik agar waspada dan melakukan tindakan penyelamatan
B. Mengukur tingkat konsentrasi gas secara real-time
C. Mendeteksi perubahan cuaca ekstrem di sekitar pabrik
D. Mengurangi laju penyebaran tumpahan limbah ke tanah
E. Menghitung otomatis kerugian material akibat insiden
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Audit K3 secara berkala merupakan tindakan...
A. Pencegahan (Preventive)
B. Kuratif
C. Opsional
D. Spekulatif
E. Penanganan (Corrective)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Pemanfaatan kembali sampah tanpa merubah bentuk aslinya untuk fungsi yang sama atau berbeda disebut...
A. Replace
B. Recycle
C. Reduce
D. Recovery
E. Reuse
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Pencemaran udara akibat gas sulfur dioksida (SO2) dapat menyebabkan terjadinya...
A. Efek rumah kaca
B. Penipisan lapisan ozon
C. Pemanasan global
D. Hujan Asam
E. Smog fotokimia
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Berdasarkan hirarki pengelolaan limbah B3, tindakan yang paling utama dilakukan adalah...
A. Penimbunan di landfill
B. Pengolahan secara kimia
C. Reduksi pada sumber (Pengurangan)
D. Ekspor ke luar negeri
E. Pembakaran
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Tindakan 'P3K' (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) terhadap personil yang terkena percikan bahan kimia korosif di kulit adalah...
A. Mengolesi dengan salep antibiotik atau luka bakar
B. Membasuh dengan air mengalir (Emergency Shower) minimal selama 15-20 menit
C. Menaburkan serbuk penetral asam atau basa pada kulit
D. Membalut area yang terkena dengan perban steril secara ketat
E. Membersihkan area dengan alkohol 70% untuk sterilisasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Penyusunan Program Kedaruratan harus dievaluasi dan dilatih (drill) secara berkala, minimal...
A. 3 tahun sekali
B. 6 bulan sekali
C. 1 tahun sekali
D. 5 tahun sekali
E. 2 tahun sekali
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Apa kepanjangan dari KLHS sebagai instrumen perlindungan lingkungan?
A. Kriteria Lingkungan Hidup Sektoral
B. Kajian Lingkungan Hidup Strategis
C. Kualitas Lingkungan Hidup Sehat
D. Kantor Layanan Hidup Sejahtera
E. Kawasan Lingkungan Hidup Spesifik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Penanganan tumpahan Limbah B3 cair di lantai menggunakan material penyerap disebut dengan...
A. Inhibitor
B. Flokulan
C. Koagulan
D. Adsorben/Absorben
E. Dispersan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Simbol B3 berupa tanda seru (!) menunjukkan karakteristik...
A. Cairan mudah menyala
B. Berbahaya/Iritasi
C. Mudah meledak
D. Radioaktif
E. Sangat beracun
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Metode pemulihan lahan tercemar menggunakan bantuan mikroorganisme (bakteri/jamur) disebut...
A. Landfilling
B. Fitoremediasi
C. Elektrokoagulasi
D. Bioremediasi
E. Insinerasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Penyimpanan Limbah B3 kategori 2 dari sumber tidak spesifik dapat dilakukan paling lama...
A. 365 hari
B. 7 hari
C. 180 hari
D. 90 hari
E. 30 hari
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Penanggung jawab usaha yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan. Hal ini dikenal sebagai prinsip...
A. Prinsip Kehati-hatian
B. Prinsip Ekonomi Kerakyatan
C. Polluter Pays Principle (Pencemar Membayar)
D. Prinsip Kerahasiaan Negara
E. Prinsip Otonomi Daerah
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Dalam identifikasi risiko K3, debu bahan kimia di udara termasuk dalam kategori bahaya...
A. Fisika
B. Kimia
C. Biologi
D. Ergonomi
E. Psikososial
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Adaptasi perubahan iklim bertujuan untuk...
A. Mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca di sumbernya
B. Memperbaiki lapisan ozon yang berlubang
C. Menangkap karbon monoksida dari udara bebas
D. Mencegah terjadinya fenomena El Nino secara global
E. Meningkatkan ketahanan terhadap dampak buruk perubahan iklim
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Dalam logbook penyimpanan limbah B3, kolom yang wajib diisi adalah...
A. Kode manifest, nama pengangkut, dan rute perjalanan
B. Titik koordinat pabrik dan nama petugas keamanan
C. Rencana anggaran pengelolaan limbah tahunan
D. Jenis limbah, tanggal masuk, volume, dan sisa limbah
E. Nilai kalori limbah dan metode insinerasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Simbol B3 berupa gambar tangan yang tertetesi cairan dari tabung reaksi menunjukkan bahan tersebut bersifat...
A. Mudah menyala
B. Radioaktif
C. Gas bertekanan
D. Beracun
E. Korosif
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Apa fungsi utama dari tanggul (bundwall) di sekitar tangki penyimpanan limbah B3 cair?
A. Menampung tumpahan jika terjadi kebocoran tangki (Containment)
B. Menjaga suhu di dalam tangki agar tetap stabil
C. Mencegah penguapan limbah B3 cair ke udara
D. Mengisolasi tangki dari paparan sinar UV matahari
E. Memisahkan antara limbah organik dan anorganik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Limbah yang berasal dari sisa kemasan B3 (seperti bekas drum kimia) dikategorikan sebagai...
A. Sampah plastik daur ulang tanpa syarat
B. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik
C. Limbah domestik biasa
D. Bukan limbah
E. Limbah Non B3 terdaftar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki...
A. Audit Lingkungan Wajib
B. Persetujuan Lingkungan
C. Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH)
D. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Khusus
E. Sertifikat ISO 14001
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun

SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Kedaruratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.