SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Peraturan Perundang-Undangan tentang Cagar Budaya
Dasar Hukum Pemeliharaan Cagar Budaya
Pengertian Pelindungan Cagar Budaya
Pengertian Pemeliharaan Cagar Budaya
Tata Cara Pemeliharaan Cagar Budaya
Tata Cara Pembersihan Benda, Bangunan dan Struktur Cagar Budaya
Tata Cara Pembersihan Situs dan Lingkungannya
Tata Cara Perawatan dan Pembersihan Situs dan Fasilitasnya
Pembersihan Cagar Budaya Secara Manual Kering atau Basah
Simulasi Tryout SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Juru Pelihara Cagar Budaya.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, pelindungan Cagar Budaya adalah upaya menjaga dan mencegah Cagar Budaya dari kerusakan, kehancuran, atau kemusnahan dengan cara...
A. Penelitian, pengamanan, pendataan, pemeliharaan, dan pemugaran
B. Penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, dan pemugaran
C. Pendaftaran, pengamanan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pemugaran
D. Penghapusan, penyelamatan, zonasi, pemeliharaan, dan pemugaran
E. Penyelamatan, pemanfaatan, zonasi, pemeliharaan, dan pengembangan
Jawaban: B
Menurut Pasal 1 angka 22 UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pelindungan adalah upaya menjaga dan mencegah Cagar Budaya dari kerusakan, kehancuran, atau kemusnahan dengan cara Penyelamatan, Pengamanan, Zonasi, Pemeliharaan, dan Pemugaran.
Soal 2
Kegiatan perawatan yang dilakukan secara berkala dan rutin untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada benda, bangunan, atau struktur Cagar Budaya disebut dengan...
A. Pemeliharaan
B. Pemugaran
C. Adaptasi
D. Zonasi
E. Konservasi
Jawaban: A
Pemeliharaan adalah upaya menjaga dan merawat agar kondisi fisik Cagar Budaya tetap terawat dan mencegah terjadinya kerusakan akibat faktor alam maupun manusia.
Soal 3
Dasar hukum utama yang mengatur tentang pengelolaan dan pelestarian Cagar Budaya di Indonesia saat ini adalah...
A. PP Nomor 19 Tahun 1995
B. UU Nomor 11 Tahun 2010
C. UU Nomor 23 Tahun 2014
D. UU Nomor 5 Tahun 1992
E. UU Nomor 5 Tahun 2017
Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya merupakan landasan hukum utama yang menggantikan UU Nomor 5 Tahun 1992 untuk mengatur segala aspek pelestarian Cagar Budaya.
Soal 4
Pembersihan Cagar Budaya secara manual kering biasanya dilakukan dengan menggunakan alat...
A. Amplas kasar
B. Cairan pemutih pakaian
C. Kuas lembut atau sikat ijuk
D. Semprotan air bertekanan tinggi
E. Sikat kawat dan air asam
Jawaban: C
Pembersihan manual kering bertujuan mengangkat debu atau kotoran yang tidak lengket menggunakan alat yang tidak merusak permukaan, seperti kuas halus, sikat ijuk, atau vacuum cleaner kecil.
Soal 5
Sebelum melakukan pembersihan basah pada benda Cagar Budaya berbahan batu, langkah awal yang paling tepat adalah...
A. Langsung menggosok dengan sabun detergen
B. Merendam benda dalam air selama 24 jam
C. Menyiramkan air keras untuk membunuh lumut
D. Mengecat ulang permukaan batu agar tampak baru
E. Membersihkan debu secara kering terlebih dahulu
Jawaban: E
Prosedur standar pembersihan adalah melakukan pembersihan kering terlebih dahulu untuk mengangkat debu lepas sebelum masuk ke tahap pembersihan basah agar tidak terbentuk lumpur di celah-celah batu.
Soal 6
Tujuan utama dari pembersihan situs dan lingkungannya dari vegetasi (tumbuhan) liar adalah...
A. Agar situs tampak seperti bangunan modern
B. Agar situs bisa dijadikan lahan parkir luas
C. Menghilangkan oksigen di sekitar situs
D. Mencegah akar tanaman merusak struktur bangunan dan menjaga estetika
E. Mempermudah pencurian material situs
Jawaban: D
Akar tanaman, terutama tanaman keras, dapat menyelinap ke sela-sela struktur Cagar Budaya dan menyebabkan keretakan atau pergeseran struktur, sehingga perlu dibersihkan secara rutin.
Soal 7
Salah satu fasilitas pendukung situs yang wajib dijaga kebersihannya oleh Juru Pelihara untuk kenyamanan pengunjung adalah...
A. Rumah pribadi penduduk sekitar
B. Pusat perbelanjaan di kota terdekat
C. Kantor bupati setempat
D. Papan informasi, toilet, dan jalur pejalan kaki
E. Jalan raya lintas provinsi
Jawaban: D
Selain objek utama, Juru Pelihara bertanggung jawab merawat fasilitas situs seperti papan interpretasi, sarana sanitasi, dan akses jalan agar lingkungan situs tetap bersih dan informatif.
Soal 8
Pembersihan manual basah dilakukan dengan menggunakan air bersih. Syarat air yang digunakan adalah...
A. Air yang dicampur dengan minyak tanah
B. Air panas mendidih
C. Air laut yang mengandung garam tinggi
D. Air tawar yang bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya
E. Air limbah industri yang sudah diolah
Jawaban: D
Air untuk pembersihan Cagar Budaya harus bebas dari mineral berbahaya (seperti garam berlebih) atau polutan yang dapat bereaksi dengan material asli Cagar Budaya.
Soal 9
Zonasi dalam pelindungan Cagar Budaya merupakan penentuan batas-batas keruangan yang bertujuan untuk...
A. Menjamin pelestarian dan menjaga keaslian lingkungan Cagar Budaya
B. Memindahkan situs ke tempat lain
C. Membatasi kepemilikan tanah oleh masyarakat
D. Membangun pemukiman baru di area inti
E. Menjual area situs kepada investor asing
Jawaban: A
Zonasi (Pasal 72 UU No. 11 Tahun 2010) terdiri dari zona inti, penyangga, pengembangan, dan penunjang untuk melindungi Cagar Budaya dari gangguan yang dapat merusak nilai pentingnya.
Soal 10
Tindakan mencabut rumput di celah-celah batu candi termasuk dalam kegiatan...
A. Restorasi
B. Rehabilitasi
C. Ekskavasi
D. Rekonstruksi
E. Pemeliharaan rutin
Jawaban: E
Pembersihan vegetasi kecil seperti rumput atau lumut yang menempel secara berkala merupakan bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga stabilitas material.
Soal 11
Dalam tata cara pembersihan struktur Cagar Budaya, penggunaan alat mekanis seperti 'sandblasting' (semprot pasir) umumnya...
A. Dihindari karena dapat mengikis lapisan asli permukaan material
B. Digunakan untuk mengecat ulang struktur
C. Wajib digunakan untuk semua jenis situs
D. Sangat dianjurkan karena sangat cepat
E. Hanya boleh digunakan setiap hari
Jawaban: A
Metode yang bersifat abrasif (mengikis) dilarang dalam pelestarian Cagar Budaya karena dapat merusak patina atau lapisan luar asli material yang mengandung nilai sejarah.
Soal 12
Lingkungan situs Cagar Budaya harus bebas dari sampah plastik dan organik. Pengolahan sampah di lingkungan situs sebaiknya dilakukan dengan cara...
A. Dibakar tepat di atas struktur bangunan Cagar Budaya
B. Dilemparkan ke dalam sumur kuno yang ada di situs
C. Dibiarkan saja agar terlihat alami
D. Dikubur di dalam zona inti situs
E. Dikumpulkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir yang menjauh dari situs
Jawaban: E
Sampah harus dikelola di luar area lindung situs agar tidak menyebabkan polusi visual, pencemaran tanah, atau mengundang hama yang merusak.
Soal 13
Berikut ini yang termasuk dalam kategori 'Benda Cagar Budaya' menurut undang-undang adalah...
A. Batu kali yang tidak memiliki nilai sejarah
B. Fosil manusia purba yang ditemukan di lingkungan situs
C. Mobil keluaran terbaru
D. Pohon beringin yang baru ditanam
E. Gedung perkantoran yang baru dibangun tahun lalu
Jawaban: B
UU No. 11 Tahun 2010 menyatakan Benda Cagar Budaya dapat berupa benda alam atau benda buatan manusia yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan.
Soal 14
Pembersihan manual basah menggunakan sikat harus dilakukan dengan gerakan...
A. Menghantam permukaan benda
B. Sekeras mungkin agar kotoran cepat hilang
C. Searah dan perlahan agar tidak menggores
D. Menggunakan mesin bor
E. Acak dan cepat
Jawaban: C
Prinsip pembersihan Cagar Budaya adalah 'minimal intervensi' dan 'kehati-hatian', sehingga sikat yang digunakan harus lembut dan gerakannya terkontrol.
Soal 15
Peraturan Pemerintah yang mengatur lebih lanjut tentang pelaksanaan UU Cagar Budaya, khususnya mengenai pelestarian, adalah...
A. PP Nomor 60 Tahun 2014
B. PP Nomor 1 Tahun 2022
C. PP Nomor 10 Tahun 1990
D. PP Nomor 50 Tahun 2011
E. PP Nomor 25 Tahun 2000
Jawaban: B
PP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya adalah aturan turunan terbaru dari UU No. 11 Tahun 2010.
Soal 16
Jika seorang Juru Pelihara menemukan kerusakan serius pada Cagar Budaya akibat bencana alam, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah...
A. Menjual bagian yang rusak kepada kolektor
B. Memperbaiki sendiri dengan semen biasa
C. Melaporkan kejadian kepada atasan atau instansi terkait (Bapel/Dinas Kebudayaan)
D. Mendiamkan saja agar tidak disalahkan
E. Menutup situs selamanya tanpa melapor
Jawaban: C
Juru Pelihara memiliki kewajiban untuk memonitor dan melaporkan kondisi situs secara berkala kepada instansi pembina jika terjadi kerusakan di luar kapasitas pemeliharaan rutin.
Soal 17
Pembersihan kotoran burung (guano) pada permukaan Cagar Budaya bangunan paling efektif dilakukan dengan...
A. Dibakar permukaannya
B. Dilapisi dengan semen
C. Dibiarkan mengeras
D. Disiram air asam pekat
E. Dibersihkan secara kering dulu lalu dibilas air tawar
Jawaban: E
Kotoran burung bersifat asam dan dapat merusak material jika dibiarkan. Cara terbaik adalah mengangkat bagian padatnya secara kering, lalu membersihkan sisanya dengan air.
Soal 18
Penyediaan tempat sampah di lingkungan situs merupakan bagian dari...
A. Pengamanan fisik situs
B. Zonasi pengembangan
C. Pemeliharaan lingkungan situs
D. Restorasi struktur
E. Pemanfaatan ekonomi situs
Jawaban: C
Kebersihan lingkungan sekitar objek utama sangat berpengaruh pada kelestarian objek tersebut dan kenyamanan publik.
Soal 19
Dalam menjaga fasilitas situs, pembersihan papan informasi harus dilakukan secara hati-hati agar...
A. Papan informasi cepat berkarat
B. Tulisannya tidak luntur dan informasi tetap terbaca jelas
C. Papan informasi bisa diganti setiap hari
D. Papan informasi tidak terlihat oleh pengunjung
E. Pengunjung tidak berani mendekat
Jawaban: B
Papan informasi adalah sarana edukasi. Pemeliharaannya meliputi pembersihan debu dan pengecekan apakah informasi masih relevan dan terbaca.
Soal 20
Dasar hukum pemeliharaan Cagar Budaya menegaskan bahwa pemeliharaan dilakukan oleh...
A. Badan internasional PBB
B. Pihak swasta saja
C. Hanya oleh pemerintah pusat
D. Setiap orang yang memiliki atau menguasai Cagar Budaya
E. Wisatawan yang berkunjung
Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 75 UU No. 11 Tahun 2010, setiap orang yang memiliki dan/atau menguasai Cagar Budaya wajib melakukan pemeliharaan.
Soal 21 Premium
Prinsip keaslian (authenticity) dalam pemeliharaan Cagar Budaya mencakup empat aspek, yaitu...
A. Harga, lokasi, warna, dan ukuran
B. Bahan, bentuk, tata letak, dan teknik pengerjaan
Penanganan pertumbuhan mikroorganisme seperti lichen (kerak telur) pada batu candi sering dilakukan dengan metode 'pemeraman'. Bahan alami yang sering digunakan adalah...
Vegetasi yang tumbuh di situs Cagar Budaya struktur (seperti candi) dibagi menjadi dua jenis kotoran, yaitu kotoran biologi dan kimiawi. Tumbuhnya lumut kerak termasuk kotoran...
Situs Cagar Budaya yang berada di ruang terbuka sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Pemeliharaan yang dilakukan setelah hujan deras biasanya adalah...
A. Mengecat seluruh bagian agar tidak basah
B. Membungkus situs dengan plastik kedap udara
C. Menjemur candi dengan lampu pijar besar
D. Memeriksa saluran air (saluran pembuangan) agar tidak tersumbat
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Juru Pelihara Cagar Budaya, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya
SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Juru Pelihara Cagar Budaya tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.