SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan
  • Undang-undang 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan - mampu menyebutkan dan menjelaskan tugas dan fungsi karantina
  • Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2007 tentang konservasi SDI
  • Permen PAN RB nomor 47 tahun 2022
  • Permen KP nomor 17 tahun 2021 tentang PIK
  • Kepmen KP nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis ikan yang dilindungi,dan aturan KKP lain yang berkaitan dengan jenis ikan dilindungi/dibatasi
  • Undang-undang 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan
  • Organisasi kesehatan hewan aquatik dunia (World Organisation for Animal Health, WOAH)
  • Permen KP nomor 11 tahun 2019 tentang Pemasukan media pembawa
  • Permen KP nomor 38 tahun 2019 tentang pengeluaran media pembawa
  • Permen KP nomor 19 tahun 2020 tentang larangan pemasukan pembudidayaan peredaran dan pengeluaran jenis ikan yang berbahaya
  • Permen KP nomor 9 tahun 2019 tentang Instalasi karantina Ikan
  • Permen KP nomor 8 tahun 2022 tentang jenis komoditas wajib periksa karantina ikan mutu dan keamanan hasil perikanan
  • Kepmen KP nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis ikan yang dilindungi,dan aturan KKP lain yang berkaitan dengan jenis ikan dilindungi/dibatasi
  • Kepmen KP nomor 55 tahun 2022 tentang pemasukan dan pengeluaran media jenis ikan yang membahayakan dan/atau merugikan ke dalam dan dari wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia
  • Kepmen 17 tahun 2021 tentang penetapan jenis Penyakit Ikan Karantina organisme penyebab golongan dan media pembawa
  • Pedoman Pemantauan Penyakit Ikan karantina
  • Pedoman pemetaan sebaran jenis ikan bersifat invasif
  • Pengelolaan laboratorium
  • Teknik pengambilan sampel

Simulasi Tryout SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, yang dimaksud dengan media pembawa adalah...
A. Hanya ikan mati atau produk olahan perikanan
B. Sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut ikan
C. Hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, bahan asal ikan, hasil bahan asal ikan, tumbuhan, dan/atau bagian-bagiannya yang dapat membawa Hama dan Penyakit
D. Petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan ikan di lapangan
E. Hanya ikan hidup yang dilalulintaskan
Jawaban: C
Pasal 1 angka 10 UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan menjelaskan bahwa Media Pembawa adalah hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, bahan asal ikan, hasil bahan asal ikan, tumbuhan, bagian tumbuhan, dan/atau media lain yang dapat membawa Hama dan Penyakit.
Soal 2
Salah satu tugas utama Karantina Ikan sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019 adalah mencegah masuk, ke luar, dan tersebarnya...
A. Ikan yang memiliki harga jual rendah
B. Alat tangkap yang dilarang seperti pukat harimau
C. Kapal perikanan yang tidak memiliki izin berlayar
D. Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK)
E. Nelayan asing yang masuk ke perairan Indonesia
Jawaban: D
Tujuan penyelenggaraan karantina berdasarkan Pasal 7 UU Nomor 21 Tahun 2019 adalah mencegah masuknya Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dari luar negeri, ke luar negeri, maupun antar area di dalam negeri.
Soal 3
Kegiatan perikanan yang mencakup praproduksi, produksi, pengolahan, sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan disebut...
A. Karantina perikanan
B. Budidaya perikanan
C. Pemanfaatan sumber daya ikan
D. Perikanan
E. Konservasi perikanan
Jawaban: D
Definisi Perikanan tercantum dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 31 Tahun 2004, yaitu semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan.
Soal 4
Tujuan dari konservasi sumber daya ikan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 adalah untuk...
A. Menghilangkan jenis ikan predator di perairan umum
B. Menutup seluruh akses nelayan ke laut
C. Menjaga kelestarian jenis ikan dan ekosistemnya agar tetap berkelanjutan
D. Mengeksploitasi ikan sebanyak mungkin untuk ekspor
E. Membangun pabrik pengolahan ikan di setiap pelabuhan
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan, konservasi dilakukan untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan sumber daya ikan guna menjamin ketersediaan dan kesinambungan jenis ikan bagi generasi sekarang dan masa depan.
Soal 5
Manakah di bawah ini yang merupakan jenis ikan yang ditetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh berdasarkan Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2021?
A. Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus)
B. Ikan Nila
C. Ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii)
D. Ikan Lele
E. Ikan Gurame
Jawaban: A
Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2021 menetapkan jenis ikan yang dilindungi, di antaranya Scleropages formosus (Arwana Super Red) yang memiliki status perlindungan penuh sesuai regulasi nasional dan CITES Appendix I.
Soal 6
Menurut Permen KP Nomor 17 Tahun 2021, Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) diklasifikasikan menjadi dua golongan. Dasar penggolongan tersebut adalah...
A. Warna ikan dan ukuran ikan
B. Jenis air (tawar atau laut) dan metode budidaya
C. Harga media pembawa dan asal negara
D. Tingkat patogenisitas, dampak ekonomi, dan kecepatan penularan
E. Jumlah personel laboratorium yang menangani
Jawaban: D
Permen KP Nomor 17 Tahun 2021 membagi HPIK menjadi Golongan I (belum ada di Indonesia, sangat patogen) dan Golongan II (sudah ada di area tertentu, sangat merugikan secara ekonomi).
Soal 7
Penyakit 'White Spot Syndrome Virus' (WSSV) pada udang termasuk dalam kategori HPIK. Berdasarkan Kepmen 17 Tahun 2021, media pembawa utamanya adalah...
A. Mamalia air
B. Tanaman Air
C. Krustasea (Udang, Kepiting)
D. Ikan Hias Air Tawar
E. Moluska (Kerang)
Jawaban: C
WSSV adalah penyakit virus yang sangat mematikan pada krustasea. Kepmen KP 17/2021 menetapkan krustasea sebagai media pembawa utama bagi patogen ini.
Soal 8
Pada teknik pengambilan sampel ikan sakit untuk pemeriksaan bakteriologi, organ target yang paling umum diambil secara aseptik adalah...
A. Sisik dan sirip
B. Mata dan mulut
C. Daging perut
D. Ginjal, limpa, dan hati
E. Tulang belakang
Jawaban: D
Secara teknis, bakteri patogen sistemik biasanya terkonsentrasi di organ dalam yang kaya akan pembuluh darah seperti ginjal anterior, limpa, dan hati. Pengambilan harus dilakukan secara aseptik untuk mencegah kontaminasi.
Soal 9
Standar internasional yang menjadi acuan dalam kesehatan hewan akuatik dunia dan perdagangan internasional adalah...
A. FAO Guidelines
B. WOAH Aquatic Animal Health Code
C. WHO Standards
D. UNESCO Water Manual
E. Greenpeace Marine Protocol
Jawaban: B
World Organisation for Animal Health (WOAH) menerbitkan Aquatic Animal Health Code yang menjadi standar rujukan WTO dalam menjamin keamanan perdagangan komoditas perikanan antar negara terkait penyakit ikan.
Soal 10
Berdasarkan Permen KP Nomor 19 Tahun 2020, jenis ikan yang dilarang pemasukannya ke dalam wilayah NKRI karena bersifat invasif dan berbahaya bagi ekosistem adalah...
A. Ikan Piranha dan Ikan Alligator
B. Ikan Cupang
C. Ikan Koki
D. Ikan Koi
E. Ikan Patin
Jawaban: A
Permen KP No. 19 Tahun 2020 mengatur larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dan invasif seperti piranha (Serrasalmus sp.) dan Alligator Gar (Atractosteus spatula) untuk menjaga keanekaragaman hayati asli Indonesia.
Soal 11
Dalam pengelolaan laboratorium kesehatan ikan, penggunaan disinfektan sangat penting untuk mencegah kontaminasi silang. Bahan yang umum digunakan untuk sterilisasi meja kerja adalah...
A. Air sabun biasa
B. Cuka dapur
C. Minyak goreng
D. Air kran
E. Alkohol 70%
Jawaban: E
Alkohol 70% adalah standar disinfeksi di laboratorium untuk membunuh mikroorganisme pada permukaan meja kerja sebelum dan sesudah analisis.
Soal 12
Sesuai Permen KP Nomor 9 Tahun 2019, yang dimaksud dengan Instalasi Karantina Ikan (IKI) adalah...
A. Laboratorium universitas yang meneliti ikan
B. Toko pakan ikan
C. Pasar ikan yang menjual ikan hidup
D. Tempat beserta fasilitasnya yang digunakan untuk melaksanakan tindakan karantina
E. Kantor administrasi pelabuhan perikanan
Jawaban: D
Permen KP Nomor 9 Tahun 2019 menjelaskan bahwa IKI adalah tempat tertutup milik pemerintah atau badan hukum/perorangan yang memenuhi persyaratan untuk tempat tindakan karantina ikan.
Soal 13
Berdasarkan Permen KP Nomor 11 Tahun 2019, dokumen utama yang harus menyertai pemasukan media pembawa dari luar negeri adalah...
A. Daftar menu masakan ikan
B. Kwitansi pembelian
C. Surat keterangan domisili pengimpor
D. Health Certificate (Sertifikat Kesehatan) dari negara asal
E. Foto bersama pemilik ikan
Jawaban: D
Pasal 3 Permen KP Nomor 11 Tahun 2019 mewajibkan setiap media pembawa yang dimasukkan ke wilayah NKRI disertai Sertifikat Kesehatan yang diterbitkan oleh otoritas kompeten negara asal.
Soal 14
Dalam pedoman pemantauan penyakit ikan, penentuan lokasi sampling didasarkan pada 'Purposive Sampling', yang artinya...
A. Mengambil sampel ikan yang paling murah
B. Pemilihan lokasi secara sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu seperti daerah sentra budidaya
C. Pengambilan sampel secara acak tanpa tujuan
D. Pengambilan sampel hanya pada hari libur
E. Pengambilan sampel di tempat yang paling mudah dijangkau kendaraan
Jawaban: B
Purposive sampling dalam pemantauan kesehatan ikan bertujuan agar data yang diperoleh representatif terhadap status kesehatan ikan di wilayah yang memiliki populasi tinggi atau risiko tinggi penularan penyakit.
Soal 15
Menurut Permen PAN RB Nomor 47 Tahun 2022, salah satu butir kegiatan Teknisi PHPI Terampil adalah melakukan...
A. Penangkapan ikan di laut lepas
B. Pembuatan kebijakan nasional perikanan
C. Persiapan peralatan dan bahan tindakan karantina ikan
D. Audit keuangan lembaga perikanan
E. Pembangunan dermaga perikanan
Jawaban: C
Permen PAN RB No. 47 Tahun 2022 mengatur uraian tugas jabatan fungsional PHPI, di mana jenjang Terampil fokus pada kegiatan teknis operasional persiapan dan pelaksanaan tindakan karantina.
Soal 16
Larutan fiksatif yang paling standar digunakan untuk pengawetan sampel jaringan (histopatologi) ikan adalah...
A. Metanol
B. Neutral Buffered Formalin (NBF) 10%
C. Etanol 96%
D. Air garam
E. Asam cuka
Jawaban: B
NBF 10% adalah standar fiksasi jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis karena mampu menjaga struktur sel tetap stabil tanpa pengerutan yang berlebihan.
Soal 17
Kepmen KP Nomor 55 Tahun 2022 mengatur tentang...
A. Aturan seragam petugas karantina
B. Tata cara ekspor ikan hias
C. Harga BBM untuk nelayan
D. Penyelenggaraan sekolah perikanan
E. Pemasukan dan pengeluaran media jenis ikan yang membahayakan dan/atau merugikan
Jawaban: E
Kepmen KP No. 55 Tahun 2022 merupakan regulasi teknis yang merinci daftar jenis ikan yang dilarang karena berpotensi merugikan ekosistem asli Indonesia.
Soal 18
Berdasarkan Permen KP Nomor 8 Tahun 2022, komoditas hasil perikanan wajib diperiksa karantina untuk menjamin...
A. Mutu dan keamanan hasil perikanan
B. Keindahan tampilan fisik saja
C. Kesejahteraan pemilik kapal
D. Jumlah stok di pasar tetap banyak
E. Warna kemasan produk
Jawaban: A
Permen KP No. 8 Tahun 2022 menekankan bahwa tugas Karantina Ikan saat ini juga mencakup pengawasan mutu dan keamanan hasil perikanan guna menunjang ekspor dan konsumsi dalam negeri.
Soal 19
Pemetaan sebaran jenis ikan bersifat invasif dilakukan untuk...
A. Menghitung keuntungan penjual ikan invasif
B. Mengurangi populasi ikan lokal secara sengaja
C. Sebagai dasar tindakan pengendalian dan mitigasi risiko lingkungan
D. Menambah objek wisata pancing
E. Membantu penyebaran ikan tersebut ke pulau-pulau lain
Jawaban: C
Pemetaan invasif alien species (IAS) bertujuan untuk mengidentifikasi area yang sudah terpapar sehingga dapat dilakukan isolasi atau pemusnahan guna melindungi ikan asli.
Soal 20
Alat yang digunakan untuk mengukur parameter kualitas air secara cepat di lapangan (suhu, pH, DO) disebut...
A. Autoklaf
B. Mikroskop
C. Water Quality Checker / Multiparameter
D. Centrifuge
E. Inkubator
Jawaban: C
Dalam monitoring kesehatan ikan, water quality checker digunakan untuk mengetahui kondisi lingkungan ikan secara real-time karena kualitas air berkorelasi langsung dengan stres dan penyakit ikan.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019, pejabat fungsional Karantina Ikan memiliki wewenang untuk melakukan tindakan penahanan apabila...
A. Pemilik media pembawa memiliki dokumen lengkap
B. Media pembawa tidak disertai Sertifikat Kesehatan atau dokumen yang dipersyaratkan
C. Pemilik ikan bersikap sopan kepada petugas
D. Ikan yang dibawa adalah ikan konsumsi
E. Ikan berasal dari dalam area yang sudah bebas penyakit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Penyakit 'Viral Nervous Necrosis' (VNN) sering menyerang ikan kerapu di panti benih. Menurut Permen KP 17/2021, tanda klinis khas penyakit ini adalah...
A. Perut kembung berisi cairan merah
B. Sirip ekor memanjang
C. Ikan berenang normal
D. Ikan berenang berputar (whirling) dan kehilangan keseimbangan
E. Muncul bercak putih di kulit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Berdasarkan Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2021, Ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii) memiliki status perlindungan...
A. Dilindungi Terbatas (berdasarkan ukuran/waktu)
B. Hanya boleh dipelihara pemerintah
C. Tidak Dilindungi
D. Dilindungi Penuh
E. Dilarang dikonsumsi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Apa peran utama WOAH (dahulu OIE) dalam mitigasi penyakit ikan global?
A. Menetapkan harga jual ikan hias
B. Memberikan subsidi pakan ikan
C. Membangun pelabuhan di negara berkembang
D. Menyusun daftar penyakit ikan yang wajib dilaporkan secara internasional
E. Menangkap kapal pencuri ikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Dalam preparasi sampel virus untuk pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), bahan yang digunakan sebagai media transportasi agar RNA/DNA tidak rusak adalah...
A. RNA-Later atau Etanol 96%
B. Air sungai
C. Formalin
D. Larutan gula
E. Minyak kayu putih
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Tindakan pemusnahan media pembawa berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019 dilakukan apabila...
A. Ikan memiliki warna yang tidak menarik
B. Pemilik ikan membayar denda
C. Media pembawa sehat dan segar
D. Ikan berasal dari pembudidaya lokal
E. Media pembawa positif tertular HPIK golongan I dan tidak dapat disembuhkan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Berdasarkan Permen KP Nomor 19 Tahun 2020, Ikan Piranha (Pygocentrus nattereri) dilarang dimasukkan ke Indonesia karena...
A. Warna ikan tersebut menakutkan
B. Harganya terlalu murah
C. Ikan tersebut tidak laku di pasar
D. Ikan tersebut terlalu lambat berkembang biak
E. Bersifat karnivora agresif dan dapat membahayakan keselamatan manusia serta spesies asli
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Penyakit 'Koi Herpes Virus' (KHV) menyerang ikan maskoki dan koi. Menurut Kepmen 17/2021, penyakit ini masuk dalam golongan HPIK...
A. Golongan II
B. Golongan I
C. Hanya menyerang manusia
D. Penyakit genetik
E. Bukan Penyakit Karantina
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Sesuai Permen KP Nomor 38 Tahun 2019, pengeluaran media pembawa dari wilayah NKRI wajib dilengkapi dengan...
A. Surat izin mengemudi
B. Health Certificate (Sertifikat Kesehatan) yang diterbitkan pejabat karantina
C. Paspor ikan
D. Kartu Keluarga pemilik
E. Buku tabungan bank
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Dalam manajemen laboratorium, prinsip 'Good Laboratory Practice' (GLP) mewajibkan teknisi melakukan kalibrasi alat ukur secara berkala. Apa tujuannya?
A. Agar alat terlihat baru
B. Meningkatkan konsumsi listrik
C. Menyenangkan pimpinan
D. Menjamin keakuratan dan keandalan data hasil pengujian
E. Menghabiskan anggaran tahunan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 2004, setiap orang dilarang menggunakan bahan peledak dan bahan beracun dalam penangkapan ikan. Sanksi bagi pelanggar adalah...
A. Pidana penjara dan denda yang berat
B. Wajib lapor setiap minggu
C. Hanya teguran lisan
D. Diberikan kapal baru
E. Denda administrasi ringan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Dalam struktur organisasi Karantina Ikan, tugas fungsi 'Mutu' selain penyakit adalah pengawasan terhadap...
A. Jumlah anak buah kapal
B. Ukuran kolam nelayan
C. Harga tiket masuk pelabuhan
D. Residu obat ikan, kontaminan kimia, dan cemaran mikroba pada produk perikanan
E. Warna cat kapal ikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Penyakit 'Infectious Myonecrosis Virus' (IMNV) sering menyebabkan kematian massal pada udang vaname. Gejala klinis yang khas menurut Pedoman Pemantauan adalah...
A. Warna udang menjadi biru cerah
B. Udang menjadi sangat lincah
C. Otot daging berwarna putih keruh (nekrosis) terutama pada bagian abdomen sampai ekor
D. Cangkang melunak
E. Muncul bulu-bulu di kaki renang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Berdasarkan Kepmen KP Nomor 55 Tahun 2022, pemasukan jenis ikan membahayakan (misal: Piranha) untuk kepentingan penelitian atau pameran harus mendapatkan izin dari...
A. Ketua RT setempat
B. Kepala Sekolah
C. Pedagang ikan hias
D. Pihak keamanan bandara
E. Menteri Kelautan dan Perikanan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Pejabat Karantina Ikan berwenang melakukan tindakan 'Penolakan' media pembawa apabila...
A. Ikan berasal dari negara sahabat
B. Dokumen lengkap dan ikan sehat
C. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, media pembawa tidak memenuhi persyaratan teknis atau dokumennya palsu
D. Pemilik ikan memberikan uang tip
E. Media pembawa adalah ikan hias favorit petugas
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Metode pengambilan sampel air untuk pemeriksaan kualitas air di kolam budidaya yang benar adalah...
A. Mengambil air di saluran pembuangan saja
B. Mengambil air di permukaan saja
C. Mengambil sampel secara komposit dari beberapa titik dan kedalaman
D. Mengambil air yang paling kotor
E. Mengambil air menggunakan ember bekas cat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Berdasarkan Permen KP Nomor 9 Tahun 2019, salah satu syarat teknis Instalasi Karantina Ikan (IKI) adalah memiliki sistem IPAL. Apa fungsi IPAL tersebut?
A. Tempat berenang petugas
B. Menampung air hujan untuk cadangan
C. Tempat memelihara ikan hias
D. Menghasilkan air minum
E. Mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan agar tidak menyebarkan patogen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Zonasi' dalam konteks kesehatan hewan akuatik menurut WOAH?
A. Identifikasi wilayah yang didefinisikan secara geografis yang memiliki status kesehatan hewan tertentu (bebas atau terinfeksi)
B. Zonasi untuk pembangunan hotel
C. Zonasi waktu Indonesia Barat dan Timur
D. Pembagian wilayah berdasarkan kedalaman laut
E. Pembagian wilayah berdasarkan jumlah nelayan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Salah satu syarat pengemasan (packing) media pembawa hidup untuk lalu lintas domestik adalah penggunaan oksigen. Rasio antara air dan oksigen dalam plastik yang umum adalah...
A. 1 : 1
B. 1 : 3 atau 1 : 2 (oksigen lebih banyak)
C. 10 : 1 (air lebih banyak)
D. Semua air tanpa oksigen
E. Semua oksigen tanpa air
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dalam laboratorium mikrobiologi, alat yang digunakan untuk mensterilkan media kultur dengan uap panas bertekanan tinggi adalah...
A. Oven
B. Laminar Air Flow
C. Autoklaf
D. Mikroskop
E. Kulkas
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Penyakit 'Spring Viraemia of Carp' (SVC) merupakan HPIK yang sangat berbahaya bagi ikan air tawar. Apa media pembawa yang paling rentan?
A. Udang Windu
B. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
C. Ikan Kerapu
D. Ikan Hiu
E. Kepiting Bakau
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Berdasarkan Permen KP Nomor 11 Tahun 2019, pintu pemasukan (entry point) media pembawa dari luar negeri ditetapkan oleh...
A. Ketua Asosiasi Eksportir
B. Gubernur
C. Menteri Kelautan dan Perikanan
D. Direktur Maskapai Pengiriman
E. Kepala Desa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Sesuai Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2021, Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) dilindungi secara terbatas. Ketentuan perlindungannya adalah...
A. Hanya boleh ditangkap untuk hiasan
B. Boleh ditangkap kapan saja
C. Hanya boleh dimakan oleh raja
D. Dilarang ditangkap pada ukuran tertentu (kecil dan sangat besar) dan diatur waktu penangkapannya
E. Dilarang dipelihara di akuarium
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Dalam teknik nekropsi ikan, pemeriksaan parasit eksternal biasanya dilakukan pada organ...
A. Otak
B. Hati dan ginjal
C. Lendir (mucus), insang, dan sirip
D. Tulang dan otot
E. Mata bagian dalam
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Menurut Permen KP Nomor 8 Tahun 2022, produk perikanan olahan (seperti bakso ikan) wajib disertai Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Perikanan (SKIPP) untuk tujuan...
A. Menambah biaya produksi
B. Menjamin produk bebas dari cemaran mikroba berbahaya (seperti Salmonella dan Vibrio cholerae)
C. Menambah berat timbangan
D. Sebagai pengganti KTP
E. Mempercantik label produk
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Salah satu ciri ikan bersifat invasif yang menyebabkannya dilarang dalam Permen KP 19/2020 adalah...
A. Memerlukan pakan impor
B. Memiliki harga yang sangat mahal
C. Mampu berkembang biak dengan cepat dan memangsa spesies lokal (predator tinggi)
D. Memiliki warna yang sangat indah
E. Hanya bisa hidup di kolam beton
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Berdasarkan UU 21 Tahun 2019, 'Tindakan Karantina' terdiri dari 8P. Apa yang dimaksud dengan 'Pengamatan'?
A. Melihat ikan dari kejauhan
B. Tindakan mendeteksi lebih lanjut HPIK dengan cara menempatkan media pembawa dalam IKI guna mengetahui munculnya gejala klinis
C. Menunggu pemilik ikan datang
D. Menghitung jumlah ikan dalam plastik
E. Memfoto ikan untuk koleksi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Dalam pedoman pemantauan, sampel ikan yang diambil untuk pemeriksaan laboratorium sebaiknya dalam kondisi...
A. Berupa tulang saja
B. Kering terkena sinar matahari
C. Sudah digoreng
D. Sudah membusuk
E. Hidup atau segar (segera dimatikan sebelum analisis)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Siapakah yang dimaksud dengan Otoritas Kompeten (Competent Authority) dalam sistem WOAH?
A. Organisasi pencinta lingkungan
B. Nelayan tradisional
C. Lembaga atau departemen pemerintah yang memiliki wewenang untuk melaksanakan tindakan kesehatan hewan
D. Pedagang ikan di pasar
E. Masyarakat umum
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Penanganan limbah padat laboratorium (seperti bekas sampel ikan tertular) menurut pengelolaan laboratorium yang benar adalah...
A. Dibakar di insinerator atau didesinfeksi sebelum dibuang ke tempat khusus
B. Dibuang langsung ke sungai
C. Dikubur di halaman sekolah
D. Dibiarkan menumpuk di pojok lab
E. Diberikan untuk pakan ternak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil

SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.