SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang Nomer 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
  • Undang-Undang Nomer 5 Tahun 2014 tentang ASN
  • PMK No 76 tentang Standar Layanan Terapi Okupasi
  • SK IOTI No 134/Skep/IOTI.PUSAT/V/2021 Tentang perubahan Kode Etik Okupasi Terapis
  • Screening
  • Pemeriksaan ADLs
  • Pemeriksaan IADLs
  • Pemeriksaan kesadaran sensori
  • Pemeriksaan taktil
  • Pemeriksaan proprioseptif
  • Pemeriksaan Vestibular
  • Pemeriksaan Visual
  • Pemeriksaan Pendengaran
  • Pemeriksaan pengecapan
  • Pemeriksaan stereognosis
  • Pemeriksaan kinesthesia
  • Pemeriksaan respon nyeri.
  • Pemeriksaan skema tubuh.
  • Pemeriksaan diskriminasi sisi kanan- kiri.
  • Pemeriksaan konstansi bentuk.
  • Pemeriksaan posisi dalam ruang
  • Pemeriksaan Visual-Closure.
  • Pemeriksaan persepsi latar depan dan belakang.
  • Pemeriksaan persepsi kedalaman/jarak.
  • Pemeriksaan hubungan spasial.
  • Pemeriksaan orientasi topografi.
  • Pemeriksaan biomekanik penunjang okupasional
  • Pemeriksaan neuromuscular penunjang okupasional
  • Pemeriksaan reflex penunjang okupasional
  • Pemeriksaan koordinasi motorik kasar penunjang okupasional
  • Pemeriksaan menyilang garis tengah tubuh penunjang okupasional
  • Pemeriksaan lateralitas penunjang okupasional
  • Pemeriksaan integrasi bilateral penunjang okupasional
  • Pemeriksaan kontrol gerak penunjang okupasional
  • Pemeriksaan praksis
  • Pemeriksaan koordinasi gerak halus/dexteritas
  • Pemeriksaan integrasi visual motor
  • Pemeriksaan orientasi
  • Pemeriksaan recognisi
  • Pemeriksaan rentang atensi
  • Pemeriksaan memori
  • Pemeriksaan sekuensis
  • Pemeriksaan kategorisasi
  • Pemeriksaan keterampilan pre-akademik
  • Pemeriksaan konsep diri
  • Pemeriksaan kinerja peran
  • Pemeriksaan partisipasi sosial
  • Pemeriksaan keterampilan interpersonal
  • Identifikasi potensi dan limitasi/restriksi komponen kinerja okupasional
  • Penegakan diagnosis Okupasi Terapi
  • Menentukan prognosis fungsional
  • Menentukan tujuan terapi berbasis komponen kinerja okupasional
  • Menentukan tujuan area kinerja okupasional
  • Menentukan tujuan area kinerja okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi gangguan sensomotorik penunjang okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi gangguan integrasi sensori
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi pemrosesan persepsi penunjang okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi gangguan biomekanik penunjang okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi gangguan neuromuskular penunjang okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi gangguan integrasi kognitif penunjang okupasional
  • Penanganan Okupasi Terapi pada kondisi psikososial penunjang okupasional
  • Penerapan teknologi dan alat bantu fungsional.
  • Menyusun laporan hasil pemeriksaan
  • Menyusun Laporan kemajuan intervensi
  • Menyusun Laporan penghentian/kelanjutan terapi
  • Membuat laporan dan dokumentasi diagnosis okupasi terapi
  • Melakukan komunikasi terapeutik terapi okupasional
  • Memberikan edukasi dan informasi terapi okupasional

Simulasi Tryout SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Okupasi Terapis Terampil. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki Izin Praktik. Izin tersebut diberikan dalam bentuk...
A. Surat Izin Praktik (SIP)
B. Sertifikat Kompetensi
C. Surat Izin Kerja (SIK)
D. Surat Penugasan Klinis
E. Surat Tanda Registrasi (STR)
Jawaban: A
Pasal 264 UU No. 17 Tahun 2023 menyebutkan bahwa setiap Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang akan menjalankan praktik wajib memiliki Izin Praktik yang diberikan dalam bentuk SIP.
Soal 2
Prinsip dasar ASN yang mencakup nilai 'Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif' (BerAKHLAK) diatur dalam kerangka manajemen ASN untuk mewujudkan...
A. Digitalisasi Birokrasi
B. Peningkatan Gaji ASN
C. Sentralisasi Pelayanan
D. Otonomi Daerah
E. Sistem Merit
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 (pengganti UU 5/2014), nilai-nilai BerAKHLAK merupakan dasar dari penguatan budaya kerja dan sistem merit yang mengedepankan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
Soal 3
Menurut PMK No. 76 tentang Standar Layanan Terapi Okupasi, fokus utama intervensi Terapi Okupasi adalah...
A. Tindakan bedah ortopedi
B. Pijat refleksi untuk relaksasi otot
C. Pemberian obat-obatan pemulihan saraf
D. Pemanfaatan okupasi/aktivitas bermakna untuk kemandirian fungsional
E. Diagnosis penyakit secara medis
Jawaban: D
Sesuai PMK No. 76, layanan Terapi Okupasi berfokus pada penggunaan aktivitas/okupasi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Soal 4
Berdasarkan SK IOTI No. 134/Skep/IOTI.PUSAT/V/2021, salah satu kewajiban Okupasi Terapis terhadap pasien adalah...
A. Mengutamakan kepentingan finansial di atas segalanya
B. Melakukan publikasi hasil riset tanpa izin pasien
C. Bekerja secara individu tanpa kolaborasi dengan tim medis
D. Menjaga kerahasiaan informasi pasien kecuali untuk kepentingan hukum
E. Memberikan terapi tanpa melakukan asesmen terlebih dahulu
Jawaban: D
Kode Etik Okupasi Terapis (SK IOTI 134/2021) menekankan pada kerahasiaan pasien sebagai hak asasi dan bentuk integritas profesional tenaga kesehatan terhadap klien/pasien.
Soal 5
Langkah awal dalam proses okupasi terapi untuk menentukan apakah seorang klien memerlukan layanan okupasi terapi lebih lanjut disebut...
A. Intervensi
B. Evaluasi
C. Prognosis
D. Diagnosis
E. Screening
Jawaban: E
Screening adalah proses penyaringan cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan klien akan layanan okupasi terapi secara spesifik.
Soal 6
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam komponen pemeriksaan Basic Activities of Daily Living (BADL)?
A. Makan secara mandiri
B. Berbelanja kebutuhan pokok
C. Mencuci pakaian
D. Mengelola keuangan
E. Mengemudi kendaraan
Jawaban: A
BADL mencakup aktivitas perawatan diri dasar seperti makan, mandi, berpakaian, mobilitas fungsional, dan toileting.
Soal 7
Pemeriksaan IADLs (Instrumental Activities of Daily Living) difokuskan pada aktivitas yang...
A. Hanya dilakukan di tempat tidur
B. Hanya dilakukan oleh pasien pediatri
C. Tidak memerlukan kognisi
D. Melibatkan interaksi yang lebih kompleks dengan lingkungan
E. Bersifat refleksif
Jawaban: D
IADL mencakup aktivitas yang mendukung kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat, seperti memasak, mengelola keuangan, dan menggunakan transportasi.
Soal 8
Seorang pasien tidak merasakan sentuhan ringan kapas pada kulit lengannya. Jenis pemeriksaan sensori yang terganggu pada pasien tersebut adalah...
A. Vestibular
B. Stereognosis
C. Visual
D. Taktil
E. Proprioseptif
Jawaban: D
Pemeriksaan taktil melibatkan kemampuan individu dalam merasakan sentuhan, tekanan, dan rangsang pada permukaan kulit.
Soal 9
Kemampuan individu untuk menyadari posisi sendi dan bagian tubuh dalam ruang tanpa bantuan penglihatan disebut...
A. Proprioseptif
B. Visual-Closure
C. Pengecapan
D. Olfaktori
E. Auditif
Jawaban: A
Proprioseptif adalah kesadaran akan posisi tubuh yang berasal dari reseptor di otot, tendon, dan sendi.
Soal 10
Pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai keseimbangan dan reaksi terhadap gravitasi serta gerakan kepala berkaitan dengan sistem...
A. Pengecapan
B. Kinesthesia
C. Taktil
D. Vestibular
E. Visual
Jawaban: D
Sistem vestibular di telinga dalam bertanggung jawab atas keseimbangan dan orientasi spasial terhadap gravitasi.
Soal 11
Kemampuan mengenali suatu objek meskipun objek tersebut hanya terlihat sebagian disebut...
A. Persepsi latar depan-belakang
B. Stereognosis
C. Visual-Closure
D. Konstansi bentuk
E. Hubungan spasial
Jawaban: C
Visual-closure adalah kemampuan persepsi untuk mengidentifikasi suatu bentuk atau objek yang tidak utuh/lengkap.
Soal 12
Pemeriksaan stereognosis dilakukan dengan cara...
A. Menilai jarak antara dua titik
B. Mengetuk palu refleks pada lutut
C. Meminta pasien melihat warna
D. Meminta pasien mengenali benda melalui rabaan tanpa melihat
E. Mendengarkan suara garpu tala
Jawaban: D
Stereognosis adalah kemampuan mengenali bentuk dan identitas benda hanya melalui manipulasi rabaan tanpa bantuan visual.
Soal 13
Seorang Okupasi Terapis meminta pasien membedakan antara rasa manis dan pahit. Hal ini merupakan bagian dari pemeriksaan...
A. Pengecapan
B. Taktil
C. Visual
D. Olfaktori
E. Pendengaran
Jawaban: A
Pemeriksaan pengecapan menilai integritas sensori gustatori pada lidah pasien.
Soal 14
Kesadaran akan arah gerakan sendi atau anggota tubuh saat digerakkan secara pasif disebut...
A. Kinesthesia
B. Stereognosis
C. Diskriminasi dua titik
D. Topographic orientation
E. Body Scheme
Jawaban: A
Kinesthesia berfokus pada kesadaran akan arah dan kecepatan gerakan anggota tubuh.
Soal 15
Gangguan di mana seseorang tidak mampu mengenali bagian-bagian tubuhnya sendiri atau hubungan antar bagian tubuh disebut gangguan...
A. Visual-closure
B. Konstansi bentuk
C. Praksis
D. Lateralitas
E. Skema tubuh (Body scheme)
Jawaban: E
Pemeriksaan skema tubuh menilai pengetahuan individu tentang struktur anatomis tubuhnya sendiri.
Soal 16
Pemeriksaan konstansi bentuk (form constancy) menilai kemampuan individu untuk...
A. Membaca tulisan tangan yang buruk
B. Mengenali bentuk yang sama meskipun ukurannya atau posisinya berubah
C. Membedakan suara bising
D. Menyentuh hidung dengan mata tertutup
E. Menemukan jalan di lingkungan baru
Jawaban: B
Konstansi bentuk adalah kemampuan mengenali bahwa suatu objek tetap sama meski dilihat dari sudut, warna, atau ukuran berbeda.
Soal 17
Kemampuan untuk menentukan lokasi diri sendiri di dalam lingkungan dan menemukan jalan menuju tujuan disebut...
A. Integrasi bilateral
B. Orientasi topografi
C. Lateralitas
D. Diskriminasi sisi kanan-kiri
E. Persepsi kedalaman
Jawaban: B
Orientasi topografi melibatkan pemetaan mental lingkungan untuk navigasi spasial.
Soal 18
Pemeriksaan persepsi latar depan dan belakang (figure-ground perception) dilakukan untuk menilai kemampuan...
A. Menghitung jumlah jari tangan
B. Membedakan benda utama dari latar belakang yang ramai
C. Berjalan lurus di atas garis
D. Mengenali wajah anggota keluarga
E. Melihat benda di kegelapan
Jawaban: B
Figure-ground adalah kemampuan membedakan objek fokus dari stimulasi visual di sekitarnya.
Soal 19
Pemeriksaan hubungan spasial (spatial relations) sangat penting bagi pasien untuk melakukan aktivitas seperti...
A. Merasakan suhu air
B. Bernapas secara teratur
C. Menyusun baju di dalam lemari
D. Mendengarkan musik
E. Menelan makanan
Jawaban: C
Hubungan spasial berkaitan dengan kemampuan menempatkan objek dalam kaitannya dengan objek lain atau diri sendiri.
Soal 20
Kemampuan untuk merasakan jarak antara diri sendiri dan suatu objek dalam ruang disebut...
A. Visual-closure
B. Persepsi kedalaman (depth perception)
C. Orientasi
D. Pengecapan
E. Stereognosis
Jawaban: B
Persepsi kedalaman memungkinkan individu menilai jarak dan hubungan tiga dimensi objek.
Soal 21 Premium
Pemeriksaan biomekanik penunjang okupasional mencakup penilaian terhadap...
A. Kecerdasan emosional
B. Rentang Gerak Sendi (ROM) dan kekuatan otot
C. Kepercayaan spiritual
D. Hobi dan minat pasien
E. Memori jangka pendek
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Pemeriksaan tonus otot dan refleks merupakan bagian dari pemeriksaan penunjang okupasional di bidang...
A. Ekstrapersonal
B. Neuromuskular
C. Kognitif
D. Intrapersonal
E. Psikososial
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Kemampuan untuk mengoordinasikan kedua sisi tubuh secara bersamaan dalam aktivitas yang lancar disebut...
A. Integrasi bilateral
B. Praksis
C. Sequencing
D. Lateralitas
E. Visual-motor integration
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Kemampuan untuk melakukan perencanaan motorik (motor planning) dalam menyelesaikan tugas yang baru disebut...
A. Memori
B. Lateralitas
C. Orientasi
D. Refleks
E. Praksis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Aktivitas menjahit atau memasukkan benang ke dalam lubang jarum memerlukan kemampuan...
A. Koordinasi motorik kasar
B. Koordinasi gerak halus (dexteritas)
C. Pendengaran
D. Pengecapan
E. Kekuatan otot bahu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Menyusun langkah-langkah membuat teh secara berurutan dalam pikiran dan tindakan merupakan bentuk kemampuan kognitif...
A. Sekuensial (sequencing)
B. Memori jangka panjang
C. Kategorisasi
D. Recognisi
E. Konsep diri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Pemeriksaan yang menilai apakah pasien mengetahui hari ini, jam berapa, dan di mana dia berada disebut pemeriksaan...
A. Kategorisasi
B. Recognisi
C. Memori
D. Rentang atensi
E. Orientasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Penggunaan alat bantu (assistive device) seperti 'long-handled shoehorn' untuk pasien dengan keterbatasan membungkuk bertujuan untuk meningkatkan...
A. Keseimbangan vestibular
B. Fungsi pendengaran
C. Kekuatan otot punggung
D. Kemandirian dalam aktivitas berpakaian
E. Rentang gerak sendi pinggul secara pasif
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Penyusunan laporan hasil pemeriksaan okupasi terapi harus dilakukan secara objektif. Salah satu tujuannya adalah...
A. Menentukan besarnya biaya rumah sakit
B. Mengganti peran dokter penanggung jawab
C. Sebagai dasar perencanaan intervensi yang tepat
D. Memperlama waktu rawat inap
E. Menghukum pasien yang tidak kooperatif
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Jika seorang pasien menunjukkan kemajuan dalam mobilitas fungsional namun masih memerlukan bantuan minimal, hal ini dicatat dalam...
A. Laporan penghentian terapi
B. Laporan kemajuan intervensi (Progress report)
C. Diagnosis medis awal
D. Screening awal
E. Hasil pemeriksaan laboratorium
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Dalam diagnosis okupasi terapi, komponen utama yang harus ada adalah...
A. Riwayat pendidikan orang tua
B. Hasil rontgen tulang
C. Nama penyakit medis saja
D. Masalah pada area kinerja okupasional dan penyebabnya (komponen kinerja)
E. Daftar obat-obatan yang diminum
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Komunikasi terapeutik dalam layanan okupasi terapi bertujuan untuk...
A. Membina hubungan saling percaya untuk mencapai tujuan terapi
B. Mencari kesalahan keluarga pasien
C. Mengisi waktu luang saat terapi
D. Mempromosikan produk alat kesehatan tertentu
E. Memaksa pasien menuruti semua keinginan terapis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Memberikan edukasi kepada keluarga mengenai cara memposisikan pasien stroke di tempat tidur merupakan bagian dari...
A. Diagnosis
B. Pemeriksaan IADL
C. Screening
D. Identifikasi limitasi
E. Edukasi dan informasi terapi okupasional
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Prediksi tentang tingkat fungsi yang mungkin dicapai pasien setelah menjalani serangkaian terapi disebut...
A. Prognosis fungsional
B. Intervensi
C. Diagnosis
D. Asesmen
E. Evaluasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Pemeriksaan lateralitas bertujuan untuk menilai...
A. Denyut jantung
B. Kemampuan membaca
C. Dominansi penggunaan satu sisi tubuh (kanan atau kiri)
D. Ketajaman pendengaran
E. Kekuatan kedua kaki
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Aktivitas memindahkan mainan dari tangan kanan ke tangan kiri melewati garis tengah tubuh merupakan pemeriksaan...
A. Konsep diri
B. Recognisi
C. Stereognosis
D. Refleks primitif
E. Menyilang garis tengah tubuh (crossing the midline)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Seorang anak kesulitan untuk duduk diam dan terus menerus menabrak benda di sekitarnya. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan gangguan...
A. Integrasi sensori (pemrosesan vestibular/proprioseptif)
B. Orientasi waktu
C. Memori
D. Pengecapan
E. Kategorisasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pemeriksaan keterampilan pre-akademik pada anak meliputi penilaian terhadap...
A. Kekuatan mengangkat beban 50 kg
B. Keterampilan memasak makanan berat
C. Kemampuan memegang pensil dan koordinasi mata-tangan
D. Kemampuan mengemudi mobil
E. Pengetahuan tentang hukum pidana
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Pandangan individu tentang dirinya sendiri, termasuk kekuatan dan kelemahannya, disebut...
A. Sequencing
B. Konsep diri (Self-concept)
C. Partisipasi sosial
D. Kinerja peran
E. Praksis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Seorang pasien tidak mampu lagi menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga karena kelumpuhan. Masalah ini diperiksa dalam...
A. Rentang atensi
B. Stereognosis
C. Kinerja peran (Role performance)
D. Refleks
E. Visual-closure
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Pemeriksaan integrasi visual motor (VMI) sangat penting untuk aktivitas...
A. Menghirup aroma bunga
B. Meniru gambar atau menulis
C. Mendengarkan instruksi lisan
D. Merasakan tekstur kain
E. Menjaga keseimbangan saat berdiri diam
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Penanganan okupasi terapi pada kondisi gangguan psikososial berfokus pada...
A. Penggunaan alat pacu jantung
B. Perbaikan struktur tulang
C. Penyembuhan luka operasi
D. Latihan kekuatan otot bisep
E. Peningkatan keterampilan koping dan interaksi sosial
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Pemeriksaan recognisi menilai kemampuan pasien dalam...
A. Melakukan push-up
B. Berlari cepat
C. Menghitung angka matematika rumit
D. Mengenali objek, wajah, atau simbol yang pernah dikenal sebelumnya
E. Mengingat kejadian masa lalu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Berapa lama seorang pasien dapat mempertahankan fokus pada suatu tugas tanpa teralih perhatiannya dinilai dalam...
A. Orientasi
B. Memori
C. Rentang atensi (Attention span)
D. Lateralitas
E. Kategorisasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Pemeriksaan kategorisasi dilakukan dengan cara meminta pasien untuk...
A. Membaca jam dinding
B. Mengelompokkan benda berdasarkan kemiripan ciri (warna, bentuk, fungsi)
C. Menyebutkan nama lengkap
D. Menggambar lingkaran
E. Berdiri dengan satu kaki
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Identifikasi potensi dan limitasi komponen kinerja okupasional dilakukan untuk...
A. Menentukan jadwal cuti terapis
B. Menilai kebersihan rumah pasien
C. Menentukan besar asuransi
D. Memilih jenis makanan favorit pasien
E. Mengetahui apa yang masih bisa dilakukan dan apa yang menghambat pasien
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Seorang Okupasi Terapis menetapkan tujuan: 'Pasien mampu memakai kemeja berkancing secara mandiri dalam waktu 2 minggu'. Ini merupakan contoh tujuan berbasis...
A. Diagnosis medis
B. Biaya operasional
C. Komponen kinerja (otot)
D. Area kinerja okupasional
E. Hasil laboratorium
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Pemeriksaan integrasi kognitif mencakup penilaian terhadap kemampuan...
A. Problem solving dan pengambilan keputusan
B. Tinggi badan
C. Warna mata
D. Kekuatan otot jari
E. Kecepatan lari
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Menilai bagaimana seorang pasien berinteraksi dengan orang lain dalam lingkungan sosial merupakan bagian dari...
A. Pemeriksaan biomekanik
B. Pemeriksaan taktil
C. Pemeriksaan refleks
D. Pemeriksaan vestibular
E. Pemeriksaan keterampilan interpersonal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Laporan penghentian terapi dibuat apabila...
A. Pasien lupa membawa kartu berobat
B. Terapis ingin pergi berlibur
C. Rumah sakit sedang dalam perbaikan
D. Tujuan terapi sudah tercapai atau pasien tidak menunjukkan kemajuan lagi
E. Pasien tidak memiliki uang tunai
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Okupasi Terapis Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil

SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Okupasi Terapis Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.