SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pemahaman terhadap pelindungan bahasa dan sastra sesuai dengan PP Nomor 57 Tahun 2014
Pemahaman tentang pemetaan bahasa
Pemahaman tentang pemetaan sastra (lisan, tulis tangan, dan cetak)
Pemahaman tentang kajian vitalitas bahasa
Pemahaman tentang kajian vitalitas sastra
Pemahaman tentang Revitalisasi Bahasa Daerah
Pemahaman tentang Revitalisasi Sastra Lisan
Pemahaman tentang Konservasi Bahasa Daerah
Pemahaman tentang Konservasi Sastra Lisan
Pemahaman tentang Konservasi Manuskrip
Simulasi Tryout SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Perevitalisasi Bahasa dan Sastra.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra.
Soal 1
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2014, upaya pelindungan bahasa dan sastra dilakukan melalui beberapa langkah, di antaranya adalah...
A. Pemetaan, kajian vitalitas, dan konservasi/revitalisasi
B. Digitalisasi, dokumentasi, dan publikasi
C. Penerjemahan, penyaduran, dan pengalihwahanaan
D. Penelitian, pengajaran, dan pemasyarakatan
E. Standardisasi, kodifikasi, dan modernisasi
Jawaban: A
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2014 Pasal 4, pelindungan bahasa dan sastra dilakukan melalui pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, revitalisasi, dan registrasi.
Soal 2
Dalam pemetaan bahasa, indikator utama yang digunakan untuk membedakan antara bahasa dan dialek berdasarkan persentase perbedaan kosakata adalah...
A. Analisis kontrastif
B. Dialektometri
C. Isoglos
D. Glotokronologi
E. Leksikostatistik
Jawaban: B
Pemetaan bahasa menggunakan metode dialektometri untuk mengukur seberapa besar perbedaan unsur kebahasaan antarwilayah pengamatan guna menentukan status sebuah tuturan sebagai bahasa atau dialek.
Soal 3
Pemetaan sastra yang mencakup pendataan karya-karya yang penyebarannya dilakukan melalui naskah kuno yang ditulis dengan tangan disebut pemetaan...
A. Sastra naskah/tulis tangan
B. Sastra elektronik
C. Sastra cetak
D. Sastra digital
E. Sastra lisan
Jawaban: A
Pemetaan sastra tulis tangan (manuskrip) berfokus pada naskah lama yang ditulis tangan sebagai objek kajian filologis dan pelestarian nilai budaya.
Soal 4
Indikator paling kritis dalam kajian vitalitas bahasa menurut kriteria UNESCO untuk menentukan daya hidup bahasa adalah...
A. Transmisi bahasa antargenerasi
B. Sikap bahasa penutur terhadap bahasa daerah
C. Jenis media massa yang tersedia
D. Dokumentasi bahasa yang ada
E. Jumlah mutlak penutur
Jawaban: A
Transmisi antargenerasi merupakan indikator utama (Indikator 1) dalam kajian vitalitas bahasa untuk melihat apakah bahasa tersebut masih diajarkan kepada anak-anak oleh orang tuanya.
Soal 5
Kajian vitalitas sastra bertujuan untuk mengukur daya hidup suatu genre sastra. Salah satu aspek yang dinilai adalah...
A. Harga jual karya sastra di pasar
B. Jumlah penghargaan sastra yang diterima
C. Warna sampul naskah yang disimpan
D. Ketebalan buku sastra yang diterbitkan
E. Keberlanjutan regenerasi pelaku/pewaris sastra
Jawaban: E
Vitalitas sastra, terutama sastra lisan, sangat bergantung pada regenerasi atau transmisi nilai dan keterampilan dari maestro ke generasi muda agar tradisi tersebut tidak punah.
Soal 6
Tujuan utama dari program Revitalisasi Bahasa Daerah adalah...
A. Meningkatkan jumlah kosakata bahasa asing dalam bahasa daerah
B. Membukukan seluruh kosakata dalam kamus tanpa perlu dipraktikkan
C. Mendorong penggunaan bahasa daerah kembali dalam berbagai ranah komunikasi
D. Menghapus bahasa daerah dan menggantinya dengan bahasa Indonesia
E. Mengubah struktur tata bahasa daerah agar lebih modern
Jawaban: C
Revitalisasi bertujuan untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan ranah penggunaan bahasa daerah yang mulai ditinggalkan agar penutur muda memiliki kemahiran dan kebanggaan menggunakannya.
Soal 7
Dalam revitalisasi sastra lisan, salah satu bentuk kegiatan yang efektif untuk menarik minat generasi muda adalah melalui...
A. Penyimpanan naskah di gudang yang terkunci rapat
B. Penghapusan materi sastra dari kurikulum sekolah
C. Pengalihan wahana ke media kreatif seperti film pendek atau animasi
D. Pembakaran naskah lama agar tidak rusak
E. Pelarangan penggunaan bahasa asing di sekolah
Jawaban: C
Revitalisasi sastra lisan sering menggunakan strategi adaptasi atau alih wahana agar nilai-nilai sastra tradisional dapat diterima oleh generasi masa kini melalui platform yang mereka minati.
Soal 8
Konservasi bahasa daerah lebih menitikberatkan pada upaya...
A. Penyebaran bahasa daerah ke luar negeri
B. Komersialisasi kosakata bahasa daerah
C. Penyelamatan dan pendokumentasian data bahasa agar tidak hilang
D. Pengembangan istilah-istilah teknologi baru
E. Penyatuan seluruh bahasa daerah menjadi satu bahasa
Jawaban: C
Konservasi berfokus pada pemeliharaan dan penyelamatan (dokumentasi) data kebahasaan sebagai upaya preventif terhadap kepunahan total informasi bahasa tersebut.
Soal 9
Tindakan mendokumentasikan pertunjukan sastra lisan dalam bentuk rekaman audio visual untuk tujuan pengarsipan merupakan bagian dari...
A. Psikologi sastra
B. Modernisasi sastra
C. Teori sastra
D. Konservasi sastra lisan
E. Kritik sastra
Jawaban: D
Dokumentasi audio-visual adalah teknik konservasi untuk menyimpan memori kolektif dan detail pertunjukan sastra lisan yang bersifat temporal (hilang setelah pertunjukan usai).
Soal 10
Salah satu langkah dalam konservasi manuskrip untuk mencegah kerusakan fisik akibat serangga atau jamur adalah...
A. Alih bahasa
B. Resensi
C. Alih aksara
D. Fumigasi
E. Pencetakan ulang
Jawaban: D
Fumigasi adalah proses pemberian uap kimia dalam ruangan kedap udara untuk membunuh organisme perusak naskah seperti kutu buku dan jamur.
Soal 11
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2014, siapakah yang memiliki kewajiban untuk melakukan pelindungan bahasa dan sastra daerah?
A. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
B. Hanya lembaga swadaya masyarakat
C. Hanya badan bahasa
D. Hanya pemerintah pusat
E. Hanya pemerintah daerah
Jawaban: A
Pasal 2 PP Nomor 57 Tahun 2014 menegaskan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa dan sastra.
Soal 12
Dalam peta bahasa di Indonesia, garis imajiner yang memisahkan persebaran fauna dan juga mencerminkan perbedaan rumpun bahasa (Austronesia dan Non-Austronesia) disebut...
A. Garis Weber
B. Garis Wallace
C. Garis Lintang
D. Garis Khatulistiwa
E. Garis Bujur
Jawaban: B
Garis Wallace secara tradisional digunakan sebagai batas persebaran hayati, namun dalam linguistik sering dikaitkan dengan batas tipologi bahasa Austronesia dan bahasa Papua (Non-Austronesia).
Soal 13
Contoh objek pemetaan sastra cetak meliputi...
A. Cerita rakyat yang dituturkan nenek ke cucunya
B. Rekaman suara nyanyian tradisional
C. Status media sosial bertema budaya
D. Novel, kumpulan puisi, dan buku cerita yang diterbitkan oleh penerbit
E. Naskah tulisan tangan di atas daun lontar
Jawaban: D
Sastra cetak adalah sastra yang telah melalui proses produksi mekanis/industri penerbitan, berbeda dengan sastra lisan (tuturan) dan sastra tulis tangan (manuskrip).
Soal 14
Bahasa yang dikategorikan 'Terancam Punah' (Endangered) dalam kajian vitalitas ditandai dengan...
A. Digunakan oleh semua generasi di semua ranah
B. Memiliki jutaan penutur yang setia
C. Digunakan sebagai bahasa resmi kenegaraan
D. Memiliki sistem penulisan yang sangat rumit
E. Hanya digunakan oleh generasi tua (kakek/nenek), anak-anak tidak lagi mempelajarinya
Jawaban: E
Bahasa terancam punah ditandai dengan penurunan jumlah penutur secara drastis dan kegagalan transmisi kepada generasi muda.
Soal 15
Penurunan vitalitas sastra lisan sering kali disebabkan oleh...
A. Banyaknya ahli yang mengkaji sastra tersebut
B. Meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya lokal
C. Terlalu banyaknya pertunjukan seni
D. Hilangnya fungsi sosial dan pergeseran gaya hidup masyarakat pemiliknya
E. Dukungan pemerintah yang berlebihan
Jawaban: D
Sastra lisan biasanya terikat pada konteks adat atau ritual tertentu; ketika konteks tersebut hilang, sastra tersebut kehilangan daya hidupnya.
Soal 16
Model revitalisasi bahasa daerah yang melibatkan sekolah melalui kurikulum muatan lokal disebut sebagai pendekatan...
A. Berbasis teknologi
B. Berbasis sekolah/formal
C. Berbasis keluarga
D. Berbasis pasar
E. Berbasis komunitas
Jawaban: B
Revitalisasi melalui pendidikan formal (sekolah) bertujuan mengintervensi generasi muda secara sistematis melalui pengajaran bahasa daerah di kelas.
Soal 17
Tahapan revitalisasi sastra lisan yang melibatkan transfer pengetahuan dari maestro ke peserta didik secara intensif disebut...
A. Evaluasi
B. Publikasi
C. Pementasan akhir
D. Pembelajaran/Pelatihan
E. Pendataan
Jawaban: D
Inti dari revitalisasi adalah proses transfer keterampilan (misal: teknik bercerita atau melantunkan syair) agar ada pelanjut tradisi tersebut.
Soal 18
Berikut ini merupakan contoh tindakan konservasi bahasa daerah, kecuali...
A. Perekaman kosakata dasar
B. Penyusunan tata bahasa formal
C. Penerjemahan teks keagamaan ke bahasa daerah
D. Pembuatan kamus bahasa daerah
E. Pelarangan berbicara bahasa daerah di rumah
Jawaban: E
Pelarangan berbicara bahasa daerah justru mempercepat kepunahan dan merupakan lawan dari upaya konservasi maupun revitalisasi.
Soal 19
Mengapa konservasi sastra lisan dianggap menantang?
A. Karena biayanya sangat murah
B. Karena bahasanya terlalu mudah dimengerti
C. Karena tidak ada yang mau menonton
D. Karena sastranya sudah tercetak dalam buku
E. Karena sifatnya yang melekat pada ingatan (memori) penutur dan bersifat performatif
Jawaban: E
Sastra lisan bersifat 'intangible' dan bergantung pada kehadiran penutur/pelaku; jika pelakunya meninggal tanpa dokumentasi, sastranya hilang selamanya.
Soal 20
Langkah konservasi manuskrip yang bertujuan untuk membuat salinan digital guna menghindari kerusakan akibat sering disentuh tangan adalah...
A. Deskripsi
B. Digitalisasi
C. Inventarisasi
D. Restorasi
E. Katalogisasi
Jawaban: B
Digitalisasi (scanning/foto) memungkinkan peneliti mengakses isi naskah tanpa harus memegang fisik naskah yang sudah rapuh.
Soal 21 Premium
Sesuai PP No. 57 Tahun 2014, instansi pusat yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelindungan bahasa dan sastra adalah...
Pemetaan sastra naskah (tulis tangan) sering kali mencatat lokasi penyimpanan naskah tersebut. Lokasi penyimpanan naskah oleh perorangan/keluarga secara turun-temurun disebut...
Revitalisasi sastra lisan yang melibatkan proses penggubahan kembali karya asli ke dalam bentuk seni yang berbeda (misal: dongeng menjadi naskah drama) disebut...
Tips Lulus SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Perevitalisasi Bahasa dan Sastra, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Perevitalisasi Bahasa dan Sastra tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.