Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Epidemiolog Kesehatan Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil.
Soal 1
Manakah dari berikut ini yang merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan Surveilans Kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 45 Tahun 2014?
A. Tersedianya informasi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risiko sebagai dasar pengambilan keputusan.
B. Menyusun kurikulum pendidikan bagi tenaga epidemiolog.
C. Hanya untuk mengumpulkan data kesakitan di Puskesmas.
D. Memberikan sanksi kepada daerah yang tidak melaporkan kasus penyakit tepat waktu.
E. Menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pengobatan pasien.
Jawaban: A
Berdasarkan PMK No. 45 Tahun 2014 Pasal 3, tujuan Surveilans Kesehatan adalah tersedianya informasi epidemiologi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risiko secara sistematis untuk pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, serta kewaspadaan dini.
Soal 2
Dalam komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, metode SBAR sering digunakan saat melakukan pelaporan. Apa kepanjangan dari 'R' dalam metode tersebut?
A. Reaction
B. Reasoning
C. Recommendation
D. Reference
E. Regulation
Jawaban: C
Metode SBAR terdiri dari Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. 'R' (Recommendation) berisi saran atau solusi yang diajukan untuk menangani masalah yang dilaporkan.
Soal 3
Suatu daerah dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) jika terjadi peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut. Dasar hukum kriteria KLB di Indonesia adalah...
A. PMK No. 45 Tahun 2014
B. PP No. 40 Tahun 1991
C. PMK No. 1501 Tahun 2010
D. UU No. 4 Tahun 1984
E. UU No. 17 Tahun 2023
Jawaban: C
Kriteria operasional KLB diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
Soal 4
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penyelidikan epidemiologi (PE) saat menerima laporan dugaan KLB adalah...
A. Menghitung nilai Attack Rate.
B. Memastikan/konfirmasi diagnosis penyakit secara klinis dan laboratoris.
C. Membentuk tim penanggulangan bencana.
D. Melakukan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat.
E. Menyusun laporan akhir untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi.
Jawaban: B
Dalam prosedur standar penyelidikan epidemiologi, langkah awal adalah melakukan konfirmasi diagnosis untuk memastikan bahwa kasus yang dilaporkan benar-benar penyakit yang dicurigai sebelum menetapkan adanya KLB.
Soal 5
Dalam manajemen data epidemiologi, proses untuk memeriksa kembali data yang masuk guna memastikan tidak ada data ganda (duplicate) disebut dengan...
A. Data Cleaning
B. Data Entry
C. Data Mining
D. Data Coding
E. Data Storage
Jawaban: A
Data Cleaning atau pembersihan data adalah proses mendeteksi dan mengoreksi (atau menghapus) catatan yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak relevan dari database, termasuk menghapus duplikasi data.
Soal 6
Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) terhadap KLB di Indonesia diimplementasikan melalui laporan mingguan yang dikirim oleh unit pelayanan kesehatan. Laporan ini dikenal dengan istilah...
A. SITB
B. Simpus
C. SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons)
D. STP (Surveilans Terpadu Penyakit)
E. LB1
Jawaban: C
SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) atau EWARS adalah sistem yang digunakan untuk memantau tren penyakit menular potensial KLB secara mingguan agar respons cepat dapat dilakukan jika muncul sinyal/alert.
Soal 7
Prinsip etika kerja yang mengharuskan seorang epidemiolog menjaga kerahasiaan identitas pasien dalam pengumpulan data surveilans disebut...
A. Autonomy
B. Beneficence
C. Non-maleficence
D. Justice
E. Confidentiality
Jawaban: E
Confidentiality atau kerahasiaan adalah prinsip etika medis dan kesehatan masyarakat untuk melindungi data pribadi dan identitas individu agar tidak disalahgunakan atau diketahui pihak yang tidak berwenang.
Soal 8
Dalam sebuah tim kerja (Team Work), kemampuan untuk saling mempercayai dan mendukung antar anggota tim demi tercapainya target eliminasi penyakit disebut...
A. Kohesi tim
B. Otoriterisme
C. Individuasi
D. Fragmentasi
E. Hierarki
Jawaban: A
Kohesi tim adalah ikatan yang menyatukan anggota tim sehingga mereka termotivasi untuk tetap berada dalam tim dan bekerja sama mencapai tujuan bersama.
Soal 9
Berdasarkan hierarki organisasi di Dinas Kesehatan, jabatan Epidemiolog Kesehatan masuk dalam kategori jabatan...
A. Struktural
B. Administrasi
C. Fungsional
D. Politis
E. Eksekutif
Jawaban: C
Epidemiolog Kesehatan adalah Jabatan Fungsional (JF) sebagaimana diatur dalam Permen PANRB yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Epidemiolog Kesehatan.
Soal 10
Kegiatan surveilans yang dilakukan dengan cara petugas mendatangi langsung unit pelayanan kesehatan atau masyarakat untuk mencari kasus tambahan disebut surveilans...
A. Pasif
B. Rutin
C. Aktif
D. Khusus
E. Sentinel
Jawaban: C
Surveilans aktif adalah kegiatan surveilans di mana petugas secara rutin mendatangi sumber data (seperti RS, Puskesmas, atau masyarakat) untuk mencari kasus baru/tambahan, bukan menunggu laporan masuk.
Soal 11
Penyakit menular yang wajib dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam karena berpotensi wabah adalah, KECUALI...
A. Demam Berdarah Dengue
B. Pes
C. Antraks
D. Kolera
E. Tetanus Neonatorum
Jawaban: E
Berdasarkan PMK No. 1501 Tahun 2010, penyakit potensial wabah seperti Kolera, Pes, dan Antraks wajib dilaporkan segera (24 jam). Tetanus Neonatorum dipantau dalam surveilans rutin namun bukan kategori wabah yang memerlukan laporan 24 jam seperti penyakit menular akut lainnya.
Soal 12
Dalam manajemen data, format file CSV sering digunakan untuk pertukaran data antar sistem. CSV merupakan singkatan dari...
A. Common Screen View
B. Central Serial Value
C. Code Standard Variable
D. Computed System Version
E. Comma Separated Values
Jawaban: E
CSV (Comma Separated Values) adalah format teks sederhana di mana data dipisahkan oleh tanda koma, mempermudah impor/ekspor data antar aplikasi database atau spreadsheet.
Soal 13
Salah satu bentuk hambatan dalam komunikasi efektif saat melakukan edukasi masyarakat mengenai vaksinasi adalah penggunaan istilah medis yang terlalu rumit. Hambatan ini disebut...
A. Hambatan Semantik
B. Hambatan Mekanik
C. Hambatan Fisik
D. Hambatan Lingkungan
E. Hambatan Psikologis
Jawaban: A
Hambatan semantik terjadi karena perbedaan pemaknaan bahasa atau penggunaan jargon/istilah teknis yang tidak dipahami oleh komunikan (penerima pesan).
Soal 14
Sesuai UU No. 17 Tahun 2023, pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab dalam penanggulangan kejadian luar biasa dan wabah. Upaya ini meliputi...
A. Hanya pemberian obat gratis.
B. Penutupan seluruh akses transportasi secara permanen.
C. Pemberian bantuan tunai langsung kepada seluruh penduduk.
D. Peniadaan sistem laporan mingguan.
E. Surveilans, penemuan kasus, pengobatan, dan pencegahan.
Jawaban: E
UU No. 17 Tahun 2023 (Undang-Undang Kesehatan) menegaskan bahwa penanggulangan wabah meliputi surveilans, deteksi dini, penemuan kasus, manajemen klinis, pencegahan dan pengendalian, serta komunikasi risiko.
Soal 15
Dalam sebuah organisasi kesehatan, koordinasi antara unit surveilans dan unit laboratorium sangat penting. Hubungan kerja ini bersifat...
A. Vertikal
B. Komando
C. Independen sepenuhnya
D. Horizontal/Lateral
E. Satu arah
Jawaban: D
Hubungan lateral atau horizontal adalah koordinasi antar departemen atau unit yang berada pada level hierarki yang setara dalam suatu organisasi untuk mencapai sinergi kerja.
Soal 16
Seorang epidemiolog menolak menerima suap dari perusahaan farmasi untuk memanipulasi data hasil surveilans efektivitas obat. Tindakan ini mencerminkan etika...
A. Inovasi
B. Kerja keras
C. Integritas
D. Kedisiplinan
E. Loyalitas
Jawaban: C
Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai, norma, dan etika organisasi, termasuk menolak segala bentuk gratifikasi atau suap yang dapat merusak objektivitas kerja.
Soal 17
Indikator SKDR yang menunjukkan kecepatan respons terhadap adanya sinyal (alert) KLB adalah respons yang dilakukan dalam waktu...
A. 1 minggu
B. < 24 jam
C. < 12 jam
D. < 48 jam
E. 1 bulan
Jawaban: B
Dalam sistem SKDR, setiap alert yang muncul harus diverifikasi dan direspons oleh petugas dalam waktu kurang dari 24 jam untuk mencegah perluasan penularan.
Soal 18
Rumus untuk menghitung Case Fatality Rate (CFR) pada suatu KLB adalah...
A. (Jumlah kematian / Jumlah seluruh kasus penyakit tersebut) x 100
B. (Jumlah penderita yang sembuh / Jumlah kasus) x 100
C. (Jumlah kematian / Jumlah seluruh penduduk) x 1000
D. (Jumlah kasus baru / Jumlah penduduk berisiko) x 100
E. (Jumlah kasus pada kelompok umur tertentu / Jumlah kematian) x 100
Jawaban: A
Case Fatality Rate (CFR) adalah persentase angka kematian dari seluruh jumlah kasus penyakit tertentu pada periode waktu tertentu. Rumus: (Mati / Total Kasus) x 100%.
Soal 19
Saat melakukan penyelidikan epidemiologi, pengolahan data berdasarkan variabel 'orang' meliputi karakteristik...
A. Jenis kuman penyebab.
B. Umur, jenis kelamin, dan status imunisasi.
C. Tanggal mulai sakit (onset).
D. Suhu ruangan dan kelembapan.
E. Nama desa dan kecamatan.
Jawaban: B
Variabel epidemiologi terdiri dari Person (Orang), Place (Tempat), dan Time (Waktu). Karakteristik 'Orang' mencakup identitas individu seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan riwayat kesehatan/imunisasi.
Soal 20
Apa yang dimaksud dengan 'Zero Reporting' dalam sistem surveilans?
A. Tidak ada data yang dilaporkan sama sekali.
B. Sistem laporan yang sudah tidak berlaku lagi.
C. Laporan yang menunjukkan tingkat kematian nol.
D. Tetap melaporkan angka '0' meskipun tidak ditemukan kasus pada periode laporan.
E. Menghapus laporan yang dianggap salah.
Jawaban: D
Zero Reporting adalah kewajiban melaporkan kondisi tidak adanya kasus (angka nol) untuk memastikan bahwa unit tersebut aktif memantau dan tidak sekadar lupa mengirim laporan.
Soal 21 Premium
Seorang Epidemiolog sedang mempresentasikan data KLB kepada pimpinan. Pimpinan tersebut memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif. Dalam proses komunikasi, umpan balik berfungsi untuk...
A. Mengurangi beban kerja epidemiolog.
B. Memperpanjang durasi presentasi.
C. Mengalihkan perhatian dari topik utama.
D. Memastikan pesan telah diterima dan dipahami dengan benar.
E. Menunjukkan dominasi pimpinan dalam organisasi.
Pada tahap pembentukan tim (Team Development) menurut teori Tuckman, tahap di mana anggota tim mulai muncul konflik dan perbedaan pendapat disebut tahap...
Berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, data dan informasi kesehatan yang bersifat pribadi merupakan rahasia yang tidak boleh dibuka, KECUALI untuk kepentingan...
A. Bahan gosip antar rekan kerja di kantin.
B. Promosi jabatan struktural.
C. Kepentingan hukum, kesehatan masyarakat, dan atas persetujuan yang bersangkutan.
Berdasarkan PMK No. 45 Tahun 2014, unit surveilans yang melakukan analisis data dari tingkat Kabupaten/Provinsi disebut surveilans berjenjang. Atribut surveilans yang mengukur kemampuan sistem untuk mendeteksi kasus sebenarnya di masyarakat disebut...
Berapakah nilai ambang batas (Threshold) minimum untuk menyatakan KLB pada penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada di suatu wilayah (misal: Ebola di Indonesia)?
Dalam penyelidikan KLB leptospirosis, petugas epidemiologi mengambil sampel urin tikus dan air genangan. Kegiatan ini termasuk dalam bagian penyelidikan faktor risiko...
Berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, beberapa undang-undang lama dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. Undang-undang yang termasuk dalam kategori tersebut adalah...
A. UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular
B. UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
C. UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.