Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Penyelenggara Pemilu.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, penyelenggaraan pemilu harus memenuhi prinsip mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif, dan efisien. Apa yang dimaksud dengan prinsip 'adil' dalam konteks tersebut?
A. Penyelenggara memiliki keahlian yang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
B. Setiap pemilih dan peserta pemilu mendapat perlakuan yang sama serta bebas dari kecurangan pihak mana pun.
C. Semua proses pemilu dapat diakses dan diawasi oleh publik secara luas.
D. Penggunaan anggaran pemilu dilakukan secara hemat dan tepat sasaran.
E. Penyelenggara pemilu bertindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku tanpa intervensi.
Jawaban: B
Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 3, prinsip 'adil' bermakna bahwa dalam penyelenggaraan pemilu, setiap pemilih dan peserta pemilu mendapat perlakuan yang sama, serta bebas dari kecurangan pihak mana pun.
Soal 2
Jumlah anggota Bawaslu Republik Indonesia menurut UU Nomor 7 Tahun 2017 adalah sebanyak...
A. 5 orang
B. 11 orang
C. 3 orang
D. 7 orang
E. 9 orang
Jawaban: D
Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 92 ayat (1) huruf a, jumlah anggota Bawaslu RI adalah sebanyak 7 (tujuh) orang.
Soal 3
Lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu adalah...
A. Komisi Pemilihan Umum
B. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
C. Mahkamah Agung
D. Mahkamah Konstitusi
E. Badan Pengawas Pemilu
Jawaban: B
Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.
Soal 4
Manakah di bawah ini yang merupakan hierarki lembaga pengawas pemilu yang bersifat ad hoc (sementara)?
A. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
B. Bawaslu RI
C. Bawaslu Kabupaten/Kota
D. Bawaslu Provinsi
E. Panwaslu Kecamatan
Jawaban: E
UU Nomor 7 Tahun 2017 mengatur bahwa Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota bersifat tetap, sedangkan Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa, dan Pengawas TPS bersifat ad hoc.
Soal 5
Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam Pemilu DPR menurut UU Nomor 7 Tahun 2017 adalah sebesar...
A. 5% dari jumlah suara sah secara nasional
B. 2,5% dari jumlah suara sah secara nasional
C. 3% dari jumlah suara sah secara nasional
D. 3,5% dari jumlah suara sah secara nasional
E. 4% dari jumlah suara sah secara nasional
Jawaban: E
Pasal 414 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 menetapkan ambang batas perolehan suara sah secara nasional bagi partai politik untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR adalah paling sedikit 4%.
Soal 6
Pelanggaran pemilu yang mencakup tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan pemilu disebut sebagai...
A. Pelanggaran kode etik
B. Sengketa proses pemilu
C. Pelanggaran administrasi pemilu
D. Perselisihan hasil pemilu
E. Tindak pidana pemilu
Jawaban: C
Pelanggaran administrasi pemilu adalah pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan Pemilu dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.
Soal 7
Berapa lama jangka waktu paling lambat penyampaian laporan dugaan pelanggaran pemilu ke Bawaslu sejak diketahuinya terjadinya dugaan pelanggaran?
A. 5 hari
B. 3 hari
C. 14 hari
D. 7 hari
E. 30 hari
Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 454 ayat (6) UU Nomor 7 Tahun 2017, laporan pelanggaran Pemilu disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari sejak diketahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu.
Soal 8
Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) terdiri atas unsur-unsur lembaga berikut, kecuali...
A. Kejaksaan Republik Indonesia
B. Kepolisian Negara Republik Indonesia
C. Bawaslu
D. Komisi Pemilihan Umum
E. Semua jawaban di atas benar
Jawaban: D
Sentra Gakkumdu dibentuk untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana pemilu yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan (Pasal 486 UU 7/2017). KPU bukan merupakan unsur Gakkumdu.
Soal 9
Sengketa yang terjadi antara peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu sebagai akibat dikeluarkannya keputusan KPU disebut...
A. Perselisihan hasil pemilu
B. Sengketa tata usaha negara pemilu
C. Sengketa administrasi cepat
D. Sengketa kewenangan lembaga negara
E. Sengketa proses pemilu
Jawaban: E
Sengketa proses pemilu meliputi sengketa antarpeserta pemilu dan sengketa peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu akibat dikeluarkannya keputusan KPU (Pasal 466 UU 7/2017).
Soal 10
Penyelesaian sengketa proses pemilu di Bawaslu dilakukan melalui tahapan...
A. Audit dan Investigasi
B. Mediasi dan Ajudikasi
C. Klarifikasi dan Verifikasi
D. Penyidikan dan Penuntutan
E. Musyawarah dan Mufakat saja
Jawaban: B
Dalam UU 7/2017, Bawaslu menyelesaikan sengketa proses melalui upaya mediasi untuk mencapai kesepakatan, dan jika tidak tercapai, dilanjutkan dengan proses ajudikasi.
Soal 11
Siapakah yang berwenang menetapkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih?
A. Bawaslu
B. DPR
C. Mahkamah Konstitusi
D. KPU
E. MPR
Jawaban: D
KPU memiliki tugas dan wewenang untuk menetapkan hasil pemilu secara nasional, termasuk menetapkan pasangan calon terpilih (UU 7/2017).
Soal 12
Berapa jumlah pemilih untuk setiap TPS pada Pemilu sesuai dengan ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2017?
A. Paling banyak 300 orang
B. Paling banyak 1.000 orang
C. Paling banyak 500 orang
D. Paling banyak 800 orang
E. Paling sedikit 500 orang
Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 350 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017, TPS ditentukan dengan memperhatikan kemudahan pemilih dan paling banyak memuat 500 pemilih.
Soal 13
Pengawas TPS berjumlah 1 (satu) orang di setiap TPS. Kapan pengawas TPS harus sudah terbentuk?
A. 14 hari sebelum pemungutan suara
B. 7 hari sebelum pemungutan suara
C. 23 hari sebelum pemungutan suara
D. 30 hari sebelum pemungutan suara
E. 60 hari sebelum pemungutan suara
Jawaban: C
Pasal 90 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 menyatakan Pengawas TPS dibentuk paling lambat 23 hari sebelum hari pemungutan suara.
Soal 14
Jika terjadi perselisihan hasil pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, lembaga mana yang berwenang memutus perkara tersebut?
A. Bawaslu
B. KPU RI
C. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara
D. Mahkamah Konstitusi
E. Mahkamah Agung
Jawaban: D
Sesuai UUD 1945 dan UU Nomor 7 Tahun 2017, Mahkamah Konstitusi berwenang memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
Soal 15
Tujuan utama dibentuknya sistem Pengawasan Pemilu adalah...
A. Membantu KPU membagikan logistik pemilu
B. Memenangkan salah satu pasangan calon
C. Menyusun daftar pemilih tetap secara mandiri
D. Menghitung suara di tingkat nasional secara cepat
E. Memastikan pemilu berjalan sesuai regulasi dan integritas terjaga
Jawaban: E
Pengawasan pemilu dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, memastikan ketaatan terhadap prosedur, dan menjamin integritas proses serta hasil pemilu.
Soal 16
Kegiatan mengamati, mengkaji, memeriksa, dan menilai proses penyelenggaraan Pemilu sesuai peraturan perundang-undangan disebut...
A. Ajudikasi Pemilu
B. Verifikasi Pemilu
C. Pengawasan Pemilu
D. Investigasi Pemilu
E. Pemantauan Pemilu
Jawaban: C
Definisi pengawasan pemilu secara umum adalah proses mengamati dan menilai pelaksanaan tahapan pemilu agar sesuai dengan hukum yang berlaku.
Soal 17
Wewenang Bawaslu untuk 'memutus' perkara terdapat pada jenis pelanggaran...
A. Pelanggaran kode etik
B. Pelanggaran disiplin PNS
C. Semua jenis pelanggaran
D. Pelanggaran administrasi pemilu
E. Tindak pidana pemilu
Jawaban: D
Berdasarkan UU 7/2017, Bawaslu memiliki wewenang untuk menerima, memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran administrasi pemilu.
Soal 18
Asas pemilu 'Langsung' berarti...
A. Dana kampanye langsung diserahkan ke KPU
B. Calon terpilih langsung dilantik
C. Pemilih memberikan suaranya tanpa melalui perantara
D. Semua warga negara wajib ikut memilih
E. Hasil pemilu diketahui seketika setelah perhitungan
Jawaban: C
Asas 'Langsung' berarti rakyat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya tanpa perantara.
Soal 19
KPU bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Apa yang dimaksud dengan 'tetap'?
A. Aturan pemilu tidak boleh diganti
B. Lokasi kantor KPU tidak boleh berpindah
C. Penyelenggara pemilu menjalankan tugasnya secara terus menerus/berkesinambungan
D. Jumlah anggotanya tidak boleh berubah
E. Ketua KPU dipilih untuk seumur hidup
Jawaban: C
Sifat 'tetap' merujuk pada kelembagaan penyelenggara pemilu yang menjalankan tugasnya secara berkesinambungan meskipun pemilu secara periodik selesai.
Soal 20
Laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu disampaikan kepada...
A. PTTUN
B. Kepolisian
C. Bawaslu
D. DKPP
E. Mahkamah Konstitusi
Jawaban: C
Laporan terkait pelanggaran administratif pemilu merupakan ranah kewenangan Bawaslu sesuai dengan tingkatan masing-masing.
Soal 21 Premium
Putusan Bawaslu mengenai sengketa proses pemilu bersifat final dan mengikat, kecuali dalam hal tertentu yang dapat diajukan banding ke...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Penyelenggara Pemilu, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Penyelenggara Pemilu tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.