Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023
PP No. 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah
Permenkes NO. 83 tahun 2014 tentang UTD, BDRS, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah
Permenkes No. 91 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Darah
Permenkes No. 92 Tahun 2015 Tentang Kerjasama antara puskesmas, UTD dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah untuk menurunkan angka kematian Ibu
Perka BPOM No. 10 Tahun 2017
Etika Profesi TPD
Kode Etik Profesi TPD
Komunikasi Efektif
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.07.01/MENKES/410/2020
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.07.01/MENKES/410/2020
SKKNI No. 220 tahun 2020
Penjaminan Mutu di Bidang Pelayanan Darah
Penyediaan Darah Untuk Transfusi
Pengolahan, dan pengujian Darah
Penyimpanan dan Distribusi Darah
Pemeriksaan Pencocokkan Darah
Simulasi Tryout SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Teknisi Transfusi Darah Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, penyelenggaraan pelayanan darah bertujuan untuk...
A. Menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan cukup
B. Memastikan harga darah dapat bersaing di pasar bebas
C. Menyediakan stok darah untuk diekspor ke luar negeri
D. Meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi darah
E. Mewajibkan seluruh warga negara untuk menjadi pendonor
Jawaban: A
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pasal 144 menyebutkan bahwa penyelenggaraan pelayanan darah ditujukan untuk menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.
Soal 2
Sesuai PP No. 7 Tahun 2011, unit yang memiliki tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan pendistribusian darah untuk pelayanan kesehatan disebut...
A. Apotek Rumah Sakit
B. Unit Transfusi Darah (UTD)
C. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
D. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
E. Laboratorium Kesehatan Daerah
Jawaban: B
Pasal 1 angka 5 Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2011 mendefinisikan Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pendonoran darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah.
Soal 3
Dalam standar pelayanan darah (Permenkes 91/2015), suhu penyimpanan untuk komponen Packed Red Cells (PRC) adalah...
A. -20°C sampai -40°C
B. 20°C sampai 24°C
C. 0°C sampai -4°C
D. 8°C sampai 10°C
E. 2°C sampai 6°C
Jawaban: E
Berdasarkan Permenkes No. 91 Tahun 2015, komponen sel darah merah (PRC) harus disimpan pada suhu 2°C hingga 6°C untuk menjaga viabilitas sel.
Soal 4
Pada pemeriksaan golongan darah sistem ABO, jika sel darah merah sampel menggumpal dengan Anti-A dan tidak menggumpal dengan Anti-B, maka golongan darahnya adalah...
A. Golongan Darah B
B. Golongan Darah A
C. Golongan Darah Bombay
D. Golongan Darah AB
E. Golongan Darah O
Jawaban: B
Prinsip Forward Grouping: Aglutinasi terjadi jika antigen pada sel darah merah bertemu dengan antibodi yang sesuai. Reaksi positif hanya pada Anti-A menunjukkan adanya Antigen A (Golongan Darah A).
Soal 5
Nilai dasar (core values) ASN 'BerAKHLAK' yang menekankan pada kemampuan melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi adalah...
A. Loyal
B. Harmonis
C. Kompeten
D. Berorientasi Pelayanan
E. Akuntabel
Jawaban: E
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2023 (Pengganti UU 5/2014), nilai Akuntabel mencakup pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, serta berintegritas tinggi.
Soal 6
Pemeriksaan IMLTD (Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) secara wajib dilakukan terhadap minimal 4 parameter, yaitu...
A. HIV, Malaria, DBD, dan Sifilis
B. Sifilis, Gonore, HIV, dan HBV
C. HIV, HBV, HCV, dan Sifilis
D. HBV, HCV, Tifus, dan HIV
E. HIV, HBV, Hepatitis A, dan TBC
Jawaban: C
Sesuai Permenkes No. 91 Tahun 2015, setiap unit darah wajib diuji saring terhadap HIV, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), dan Sifilis.
Soal 7
Manakah komponen darah yang harus disimpan pada suhu 20-24°C dengan penggoyangan (agitation) terus menerus?
A. Cryoprecipitate
B. Whole Blood (WB)
C. Thrombocyte Concentrate (TC)
D. Packed Red Cells (PRC)
E. Fresh Frozen Plasma (FFP)
Jawaban: C
Trombosit (TC) memerlukan suhu ruang (20-24°C) dan agitasi konstan untuk mencegah agregasi dan menjaga fungsi hemostatiknya (Permenkes 91/2015).
Soal 8
Seorang Teknisi Transfusi Darah (TTD) dilarang membocorkan identitas pendonor kepada pihak yang tidak berkepentingan. Hal ini sesuai dengan kode etik dalam hal...
A. Otonomi Pasien
B. Kerahasiaan Medis dan Data Donor
C. Keadilan (Justice)
D. Profesionalisme
E. Kesejahteraan Masyarakat
Jawaban: B
Kode Etik Profesi TTD dan UU Kesehatan menekankan perlindungan data pribadi dan rahasia medis donor sebagai bagian dari integritas profesi.
Soal 9
Pemeriksaan Crossmatch Mayor dilakukan dengan mereaksikan...
A. Sel darah merah donor dengan serum pasien
B. Sel darah merah donor dengan sel darah merah pasien
C. Serum donor dengan sel darah merah pasien
D. Sel darah merah donor dengan bovine albumin
E. Serum donor dengan serum pasien
Jawaban: A
Crossmatch Mayor mereaksikan sel darah merah donor dengan serum/plasma pasien untuk mendeteksi adanya antibodi dalam tubuh pasien yang dapat menghancurkan sel donor.
Soal 10
Sesuai Permenkes No. 92 Tahun 2015, kerjasama antara Puskesmas, UTD, dan Rumah Sakit bertujuan untuk menurunkan angka kematian Ibu, terutama yang disebabkan oleh...
A. Kurang gizi pada ibu hamil
B. Infeksi pasca persalinan
C. Preeklamsia
D. Persalinan prematur
E. Perdarahan pasca persalinan
Jawaban: E
Kerjasama ini difokuskan pada percepatan penyediaan darah untuk menangani kegawatdaruratan perdarahan obstetri yang merupakan penyebab utama kematian ibu.
Soal 11
Dalam standar SKKNI No. 220 tahun 2020, salah satu unit kompetensi utama teknisi pelayanan darah adalah...
A. Menetapkan diagnosis penyakit pasien
B. Melakukan operasi bedah minor
C. Menulis resep obat-obatan
D. Melakukan pemeriksaan rontgen
E. Melaksanakan prosedur pengambilan darah donor (apheresis atau mobile unit)
Jawaban: E
SKKNI No. 220 Tahun 2020 menetapkan standar kompetensi teknis seperti pengambilan darah, pengolahan komponen, dan pengujian kualitas darah.
Soal 12
Jenis antikoagulan yang paling umum digunakan dalam kantong darah untuk mempertahankan viabilitas darah selama 35 hari adalah...
A. EDTA
B. Heparin
C. Natrium Sitrat 3.8%
D. Lithium Heparin
E. CPDA-1
Jawaban: E
CPDA-1 (Citrate Phosphate Dextrose Adenine) memungkinkan penyimpanan darah lengkap/sel darah merah hingga 35 hari pada suhu 2-6°C.
Soal 13
Teknik komunikasi SBAR yang digunakan dalam pelaporan kondisi pasien atau stok darah kritis di RS merupakan singkatan dari...
A. Situation, Background, Assessment, Recommendation
B. Status, Background, Assessment, Reaction
C. Subjective, Background, Analysis, Result
D. Service, Background, Action, Recommendation
E. Situation, Belief, Action, Reaction
Jawaban: A
SBAR adalah kerangka komunikasi efektif antar tenaga kesehatan untuk memastikan informasi tersampaikan secara akurat dan efisien.
Soal 14
Berdasarkan Perka BPOM No. 10 Tahun 2017, UTD yang melakukan fraksionasi plasma wajib menerapkan...
A. Standar ISO 9001 saja
B. Cara Ritel Obat yang Baik
C. Praktik Laboratorium yang Benar
D. Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)
E. Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
Jawaban: E
Darah dan komponen darah dikategorikan sebagai obat, sehingga proses pengolahan plasma untuk produk obat wajib memenuhi standar CPOB sesuai regulasi BPOM.
Soal 15
Pemeriksaan 'Reverse Grouping' pada penetapan golongan darah ABO menggunakan...
A. Serum donor dan Antisera
B. Serum/plasma donor dan sel darah merah standar (A, B, O)
C. Sel darah merah donor dan Antisera
D. Sel darah merah donor dan bovine albumin
E. Sel darah merah donor dan serum pasien
Jawaban: B
Reverse Grouping bertujuan mendeteksi antibodi dalam serum sampel dengan mereaksikannya terhadap sel darah merah standar yang sudah diketahui antigennya.
Soal 16
Menurut UU No. 36 Tahun 2014, tenaga kesehatan yang dalam menjalankan tugasnya melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan penerima pelayanan cedera berat dapat dikenakan sanksi...
A. Pujian dan penghargaan
B. Pidana penjara dan denda
C. Kenaikan pangkat otomatis
D. Mutasi ke daerah terpencil
E. Hanya teguran lisan
Jawaban: B
UU Tenaga Kesehatan mengatur aspek perlindungan hukum bagi pasien, di mana kelalaian berat (negligence) yang menyebabkan kecacatan atau kematian dapat diproses secara pidana.
Soal 17
Proses pemisahan darah lengkap menjadi komponen-komponennya (seperti PRC, FFP, TC) berdasarkan perbedaan berat jenis disebut...
A. Sentrifugasi
B. Koagulasi
C. Filtrasi
D. Presipitasi
E. Agregasi
Jawaban: A
Sentrifugasi menggunakan gaya putar untuk memisahkan elemen darah berdasarkan massa dan berat jenis masing-masing komponen.
Soal 18
Penjaminan mutu di pelayanan darah mencakup validasi alat. Apa yang dimaksud dengan kalibrasi?
A. Membersihkan alat dengan desinfektan
B. Membuang alat yang sudah lama
C. Membeli alat baru setiap tahun
D. Menghitung jumlah alat di laboratorium
E. Memastikan alat ukur memberikan hasil yang akurat sesuai standar
Jawaban: E
Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dengan cara membandingkannya terhadap standar ukur yang tertelusur.
Soal 19
Batas minimal kadar Hemoglobin (Hb) calon pendonor darah menurut standar nasional adalah...
A. 12,5 g/dL
B. 14,0 g/dL
C. 16,0 g/dL
D. 10,0 g/dL
E. 11,5 g/dL
Jawaban: A
Sesuai Permenkes 91/2015, syarat Hb donor adalah 12,5 g/dL hingga 17,0 g/dL untuk melindungi kesehatan donor dan kualitas darah.
Soal 20
Pengiriman darah dari UTD ke Bank Darah RS harus menggunakan wadah yang mampu menjaga suhu tetap stabil. Wadah ini disebut...
A. Ember tertutup
B. Plastik transparan
C. Tas kain
D. Kardus bekas
E. Coolbox/Blood Transport Box
Jawaban: E
Rantai dingin (cold chain) harus terjaga selama distribusi menggunakan wadah terisolasi yang dilengkapi dengan ice pack/cool pack.
Soal 21 Premium
Pada fase 3 pemeriksaan Crossmatch (Anti Globulin Test), tujuan penambahan 'Coombs Control Cells' (CCC) pada hasil negatif adalah untuk...
A. Menetralkan antibodi
B. Menginduksi aglutinasi palsu
C. Mempercepat waktu reaksi
D. Memastikan bahwa reagen AHG masih aktif dan pencucian sel sudah bersih
Sesuai Permenkes 83/2014, Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) wajib melakukan pencatatan dan pelaporan mengenai 'Reaksi Transfusi'. Reaksi transfusi akut yang ditandai dengan menggigil, demam, nyeri punggung, dan urin berwarna gelap setelah darah masuk disebut...
Pemeriksaan golongan darah Rhesus (Rh) menggunakan Anti-D. Jika sampel tidak menggumpal dengan Anti-D setelah inkubasi, maka dilakukan tes lanjutan untuk mendeteksi...
Seorang calon pendonor baru saja mendapatkan vaksinasi virus hidup (seperti Polio oral atau Campak). Berapa lama masa penundaan (deferral) yang diwajibkan?
Penyebab aglutinasi palsu (Pseudoagglutination) yang sering ditemukan pada pemeriksaan golongan darah akibat pembentukan gulungan koin oleh sel darah merah disebut...
Berdasarkan Permenkes 91/2015, pengujian kualitas (Quality Control) terhadap produk komponen darah dilakukan terhadap minimal berapa persen dari total produksi bulanan?
Tips Lulus SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Transfusi Darah Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil
SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknisi Transfusi Darah Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.