Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Pameran, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Pameran
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 36 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Register Nasional Cagar Budaya
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan
Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum
Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Pameran
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Pameran.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Pameran
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran.
Soal 1
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015, museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Manakah di bawah ini yang merupakan salah satu syarat pendirian museum?
A. Memiliki visi dan misi, koleksi, lokasi, serta sumber pendanaan tetap
B. Hanya diperbolehkan dikelola oleh Pemerintah Daerah
C. Memiliki luas bangunan minimal 2.000 meter persegi
D. Berada di bawah naungan kementerian pusat
E. Memiliki koleksi minimal 1.000 buah benda cagar budaya
Jawaban: A
Menurut PP No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, persyaratan pendirian museum meliputi kepemilikan visi dan misi, koleksi, pendanaan tetap, nama museum, lokasi, bangunan, dan tenaga teknis.
Soal 2
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mendefinisikan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Manakah di bawah ini yang termasuk dalam daftar OPK?
A. Teknologi Modern dan Industri Kreatif
B. Tradisi Lisan, Manuskrip, dan Ritus
C. Pariwisata Alam dan Bahari
D. Cagar Budaya dan Situs Budaya
E. Hutan Lindung dan Flora Nasional
Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 5 UU No. 5 Tahun 2017, Objek Pemajuan Kebudayaan meliputi Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat, dan Olahraga Tradisional.
Soal 3
Dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, benda, bangunan, atau struktur dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya jika memenuhi kriteria tertentu. Berapa usia minimal agar suatu benda dapat dikategorikan sebagai Cagar Budaya?
A. 75 tahun
B. 100 tahun
C. 200 tahun
D. 25 tahun
E. 50 tahun
Jawaban: E
Sesuai Pasal 5 UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, kriteria Cagar Budaya adalah berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.
Soal 4
Menurut PP No. 66 Tahun 2015, pemanfaatan koleksi museum untuk kepentingan pameran harus dilakukan dengan memperhatikan aspek tertentu. Aspek manakah yang paling utama?
A. Popularitas kurator pameran
B. Kecepatan waktu pemasangan pameran
C. Keuntungan finansial dari tiket masuk
D. Keamanan, kelestarian koleksi, dan edukasi masyarakat
E. Kerapian dekorasi ruang pameran
Jawaban: D
PP No. 66 Tahun 2015 menegaskan bahwa pemanfaatan koleksi di museum harus mengedepankan fungsi perlindungan (keamanan dan kelestarian) serta fungsi edukasi dan komunikasi kepada publik.
Soal 5
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022, sistem yang digunakan untuk mendata Cagar Budaya secara terpadu di tingkat nasional disebut...
A. Data Pokok Kebudayaan (Dapobud)
B. Arsip Budaya Indonesia
C. Register Nasional Cagar Budaya
D. Katalogisasi Koleksi Nasional
E. Sistem Informasi Museum Nasional
Jawaban: C
PP No. 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya mengatur mengenai pendaftaran dan pendataan Cagar Budaya ke dalam Register Nasional.
Soal 6
Dalam penyelenggaraan pameran, penata pameran harus memahami klasifikasi museum berdasarkan koleksinya menurut PP No. 66 Tahun 2015. Museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia dan/atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, satu cabang disiplin ilmu, atau satu cabang teknologi disebut...
A. Museum Nasional
B. Museum Umum
C. Museum Provinsi
D. Museum Khusus
E. Museum Tematik
Jawaban: D
Pasal 4 PP No. 66 Tahun 2015 menjelaskan bahwa museum diklasifikasikan menjadi Museum Umum (koleksi lintas disiplin) dan Museum Khusus (koleksi satu cabang seni/ilmu/teknologi tertentu).
Soal 7
Menurut UU No. 5 Tahun 2017, siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan pemutakhiran data pada Sistem Informasi Terpadu Pemajuan Kebudayaan?
A. Lembaga Swadaya Masyarakat bidang Budaya
B. Masyarakat umum secara mandiri
C. Hanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
D. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
E. Pihak swasta pengelola museum
Jawaban: D
Pasal 15 UU No. 5 Tahun 2017 menyatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan pemutakhiran data Objek Pemajuan Kebudayaan secara berkala.
Soal 8
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 24 Tahun 2022 mengatur tentang Peraturan Pelaksanaan PP 66/2015. Salah satu standar teknis yang diatur adalah sarana pameran. Manakah komponen sarana pameran yang wajib diperhatikan untuk menjaga suhu?
A. Lantai marmer
B. Sistem tata udara dan kontrol kelembapan
C. Jendela besar terbuka
D. Lampu spot yang sangat terang
E. Dinding tanpa ventilasi
Jawaban: B
Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022 menekankan pentingnya standar perlindungan koleksi melalui kontrol suhu dan kelembapan udara pada ruang pameran.
Soal 9
Menurut UU No. 11 Tahun 2010, pengalihan kepemilikan Cagar Budaya dari perseorangan kepada orang lain dapat dilakukan dengan syarat tertentu. Tindakan yang wajib dilakukan setelah pengalihan tersebut adalah...
A. Menjualnya ke luar negeri
B. Melapor kepada instansi yang berwenang di bidang kebudayaan
C. Mengiklankan di media massa
D. Membayar pajak barang mewah
E. Menyimpannya di gudang tertutup
Jawaban: B
Pasal 17 UU No. 11 Tahun 2010 menyatakan bahwa setiap pengalihan kepemilikan Cagar Budaya wajib dilaporkan kepada Pemerintah atau Pemerintah Daerah agar pendataan pada Register Nasional tetap akurat.
Soal 10
Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023 mengatur tentang Penyelenggaraan Register Nasional Cagar Budaya. Apa tujuan utama dari penyelenggaraan Register Nasional ini?
A. Membatasi akses masyarakat terhadap sejarah
B. Meningkatkan harga jual benda sejarah
C. Mengganti nama situs-situs bersejarah
D. Menghapus data cagar budaya lama
E. Memberikan identitas dan legalitas pengelolaan Cagar Budaya secara nasional
Jawaban: E
Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023 Pasal 2 menyebutkan bahwa Register Nasional bertujuan untuk pendataan terpadu sebagai dasar perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Cagar Budaya.
Soal 11
Berdasarkan PP No. 66 Tahun 2015, pengelolaan museum dilakukan melalui beberapa tahapan utama. Tahapan yang berkaitan dengan penataan koleksi untuk dilihat publik disebut...
A. Konservasi
B. Pemanfaatan (Komunikasi/Pameran)
C. Akuisisi
D. De-akuisisi
E. Registrasi
Jawaban: B
Dalam konteks PP No. 66 Tahun 2015, pemanfaatan melalui pameran adalah bagian dari fungsi komunikasi museum untuk menyampaikan informasi dan nilai koleksi kepada masyarakat.
Soal 12
UU No. 5 Tahun 2017 mengamanatkan penyusunan sebuah dokumen yang menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam memajukan kebudayaan di wilayahnya. Dokumen tersebut adalah...
A. Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD)
B. Laporan Kinerja Budaya
C. Studi Kelayakan Museum
D. Rencana Induk Pariwisata
E. Anggaran Pendapatan Belanja Budaya
Jawaban: A
Pasal 8 UU No. 5 Tahun 2017 mewajibkan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai landasan kebijakan Pemajuan Kebudayaan.
Soal 13
Menurut PP No. 1 Tahun 2022, zonasi pada situs Cagar Budaya bertujuan untuk mengatur ruang bagi pelestarian. Zona yang diperuntukkan bagi kegiatan pengembangan dan pemanfaatan yang tidak merusak nilai Cagar Budaya disebut...
A. Zona Penyangga
B. Zona Inti
C. Zona Pengembangan
D. Zona Transisi
E. Zona Penunjang
Jawaban: C
Pasal 76 PP No. 1 Tahun 2022 menjelaskan pembagian zona Cagar Budaya: Inti (perlindungan utama), Penyangga (perlindungan tambahan), Pengembangan (pemanfaatan terbatas), dan Penunjang (fasilitas umum).
Soal 14
Sesuai Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022, museum harus memiliki tenaga teknis tertentu. Tenaga yang bertanggung jawab atas desain dan pengaturan tata letak pameran adalah...
A. Penata Pameran (Designer)
B. Konservator
C. Registrar
D. Edukator
E. Kurator
Jawaban: A
Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022 mengidentifikasi berbagai tenaga teknis museum, di antaranya Penata Pameran yang bertugas merancang visual dan tata letak koleksi agar informatif dan menarik.
Soal 15
Pasal 18 UU No. 11 Tahun 2010 menjelaskan tentang pencatatan Cagar Budaya. Siapakah yang berhak mendaftarkan benda yang diduga Cagar Budaya ke pemerintah?
A. Hanya pegawai negeri di bidang kebudayaan
B. Hanya TNI dan POLRI
C. Setiap orang yang memiliki, menguasai, atau menemukan benda tersebut
D. Hanya arkeolog bersertifikat
E. Hanya pihak asing yang melakukan penelitian
Jawaban: C
UU No. 11 Tahun 2010 mewajibkan setiap orang yang memiliki atau menemukan benda yang diduga cagar budaya untuk mendaftarkannya kepada instansi yang berwenang.
Soal 16
Dalam penyelenggaraan Register Nasional Cagar Budaya menurut Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023, data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi harus divalidasi oleh...
A. Gubernur secara langsung
B. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)
C. Petugas keamanan museum
D. Pihak promotor pariwisata
E. Masyarakat setempat
Jawaban: B
Sesuai regulasi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi penetapan setelah melakukan kajian dan validasi data.
Soal 17
UU No. 5 Tahun 2017 menetapkan bahwa salah satu prinsip Pemajuan Kebudayaan adalah Keadilan. Apa maksud dari prinsip tersebut?
A. Pembagian keuntungan pameran secara merata kepada seniman
B. Semua museum harus memiliki koleksi yang sama
C. Penghukuman berat bagi perusak situs budaya
D. Pemerataan akses dan kesempatan bagi seluruh warga negara untuk berpartisipasi
E. Penerapan hukum yang sama bagi semua kurator
Jawaban: D
Prinsip Keadilan dalam UU Pemajuan Kebudayaan berarti menjamin hak setiap orang untuk terlibat dan menikmati hasil pengembangan kebudayaan tanpa diskriminasi.
Soal 18
Berdasarkan PP No. 66 Tahun 2015, penutupan museum kepada publik dapat dilakukan jika...
A. Kepala museum sedang berlibur
B. Koleksi museum habis terjual
C. Biaya operasional sudah mencukupi
D. Terjadi renovasi, bencana, atau untuk kepentingan pelestarian koleksi
E. Tidak ada pengunjung yang datang selama satu minggu
Jawaban: D
Museum dapat ditutup sementara untuk publik apabila sedang dilakukan perbaikan bangunan, konservasi koleksi massal, atau dalam keadaan darurat (force majeure).
Soal 19
Penata pameran sering bekerja dengan replika. Menurut UU No. 11 Tahun 2010, pembuatan replika Cagar Budaya diperbolehkan untuk kepentingan tertentu, kecuali...
A. Pengenalan nilai sejarah kepada masyarakat
B. Pameran tanpa harus memindahkan benda asli yang rapuh
C. Penjualan bebas tanpa label reproduksi
D. Pendidikan dan penelitian
E. Dokumentasi digital
Jawaban: C
Penggandaan Cagar Budaya diperbolehkan untuk pendidikan dan pameran, namun harus diberi label yang jelas dan dilarang digunakan untuk penipuan atau pemalsuan.
Soal 20
Berdasarkan PP No. 1 Tahun 2022, pelestarian Cagar Budaya meliputi kegiatan Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Tindakan mencegah kerusakan Cagar Budaya secara fisik akibat faktor alam atau manusia disebut...
A. Rekonstruksi
B. Konservasi
C. Revitalisasi
D. Rehabilitasi
E. Restorasi
Jawaban: B
Konservasi adalah upaya pemeliharaan dan perbaikan teknis untuk mencegah proses kerusakan lebih lanjut pada Cagar Budaya.
Soal 21 Premium
Dalam tata ruang museum menurut Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022, pembagian ruang pameran biasanya terdiri dari pameran tetap dan pameran temporer. Apa perbedaan mendasar keduanya bagi seorang penata pameran?
A. Pameran tetap hanya untuk koleksi seni, temporer untuk koleksi sejarah
B. Pameran tetap tidak membutuhkan pencahayaan, temporer sangat butuh pencahayaan
C. Pameran tetap memiliki desain yang permanen dalam waktu lama, sedangkan temporer bersifat periodik/singkat
D. Pameran tetap gratis, pameran temporer selalu berbayar
E. Pameran tetap menggunakan koleksi pinjaman, pameran temporer menggunakan koleksi sendiri
Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023 menyebutkan bahwa SI-Regnas (Sistem Informasi Register Nasional) dapat diakses oleh publik. Namun, data manakah yang dikecualikan untuk publikasi umum demi alasan keamanan?
A. Lokasi detail/koordinat benda yang rawan pencurian
Menurut UU No. 11 Tahun 2010, jika suatu Cagar Budaya mengalami kerusakan parah akibat bencana, upaya pengembalian kondisi fisik seperti semula dengan menggunakan bahan asli dan bahan pengganti yang sesuai disebut...
Dalam standar bangunan museum sesuai Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022, area yang berfungsi untuk memisahkan antara area publik dengan area penyimpanan koleksi (Storage) disebut...
Strategi Pemajuan Kebudayaan menurut UU No. 5 Tahun 2017 mencakup aspek Pelindungan. Salah satu bentuk pelindungan adalah Penyelamatan. Apa contoh tindakan penyelamatan dalam pameran?
A. Memberikan koleksi kepada pengunjung sebagai kenang-kenangan
B. Meningkatkan harga tiket masuk saat pameran ramai
C. Menghapus label informasi yang sudah kusam
D. Evakuasi koleksi saat terjadi ancaman bencana di gedung pameran
E. Memajang koleksi tanpa pelindung kaca agar bebas disentuh
Permendikbudristek No. 36 Tahun 2023 mengatur alur pendaftaran Cagar Budaya. Setelah dilakukan kajian oleh TACB, hasil kajian tersebut diserahkan kepada Kepala Daerah atau Menteri dalam bentuk...
Penata pameran harus memahami pencahayaan. Dalam Permendikbudristek No. 24 Tahun 2022, pencahayaan koleksi organik (seperti kain atau kertas) harus dibatasi kekuatannya. Berapakah rata-rata maksimal lux yang disarankan untuk benda sensitif?
Menurut UU No. 11 Tahun 2010, setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya. Tindakan mencoret-coret dinding bangunan Cagar Budaya (vandalism) dapat dikenai sanksi...
Dalam UU No. 5 Tahun 2017, pengembangan budaya dilakukan untuk memperkaya keberagaman budaya. Bentuk pengembangan yang dilakukan dengan cara menyesuaikan objek budaya dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai aslinya disebut...
Penata pameran wajib memastikan alur pengunjung (Visitor Flow). Mengapa alur satu arah (one-way flow) sering direkomendasikan dalam pameran museum menurut standar teknis museum?
A. Untuk memudahkan petugas keamanan tidur
B. Agar pengunjung tidak bisa kembali ke pintu masuk
C. Karena keterbatasan lampu di satu sisi
D. Untuk memastikan pengunjung melihat koleksi secara berurutan sesuai narasi sejarah dan mencegah kerumunan
Menurut PP No. 66 Tahun 2015, hasil dari kegiatan pengembangan museum dapat berupa publikasi ilmiah. Manakah bentuk publikasi yang paling efektif untuk mendukung pameran bagi pengunjung umum?
UU No. 5 Tahun 2017 menetapkan bahwa Pemerintah wajib memberikan penghargaan kepada orang atau lembaga yang berjasa dalam Pemajuan Kebudayaan. Penghargaan ini disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pameran, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Pameran
SKB CPNS Penata Pameran adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Pameran meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Pameran, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Pameran tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Pameran tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.