Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengertian dan Pengaturan Umum Pengadaan Tanah
Perencanaan Pengadaan Tanah
Persiapan Pengadaan Tanah
Pelaksanaan Pengadaan Tanah
Penyerahan Hasil Pengadaan Tanah
Pengadaan Tanah Skala Kecil
Pengadaan Tanah Untuk Proyek Strategis Nasional
Sumber Dana Pengadaan Tanah dan Insentif Perpajakan
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kelola Pengadaan Tanah.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012, apa yang dimaksud dengan Pengadaan Tanah?
A. Kegiatan inventarisasi tanah-tanah terlantar di seluruh wilayah Indonesia
B. Pemberian tanah negara kepada instansi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur
C. Proses jual beli tanah antara instansi pemerintah dengan masyarakat secara komersial
D. Kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian yang layak dan adil kepada Pihak yang Berhak
E. Pengambilalihan tanah milik rakyat oleh negara secara paksa tanpa ganti rugi
Jawaban: D
Sesuai Pasal 1 angka 2 UU No. 2 Tahun 2012, Pengadaan Tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian yang layak dan adil kepada Pihak yang Berhak.
Soal 2
Instansi yang memerlukan tanah dalam proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah...
A. Hanya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
B. Badan usaha swasta yang akan membangun perumahan mewah
C. Perorangan yang ingin membangun usaha di atas tanah milik negara
D. Organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial
E. Lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan BUMN/BUMD yang mendapat penugasan khusus
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU No. 2 Tahun 2012 jo. PP No. 19 Tahun 2021, Instansi yang memerlukan tanah meliputi lembaga negara hingga BUMN/BUMD yang mendapat penugasan khusus.
Soal 3
Pihak yang Berhak dalam pengadaan tanah adalah pihak yang menguasai atau memiliki objek pengadaan tanah, salah satunya adalah...
A. Masyarakat umum yang sering melintasi lokasi pengadaan tanah
B. Penyewa tanah yang tidak memiliki hubungan hukum dengan pemilik
C. Penggarap tanah negara tanpa izin dari pihak berwenang
D. Tetangga di sekitar lokasi pengadaan tanah
E. Pemegang hak atas tanah atau pemilik bangunan, tanaman, atau benda lain yang berkaitan dengan tanah
Jawaban: E
Pasal 1 angka 3 UU No. 2 Tahun 2012 menyatakan Pihak yang Berhak adalah pihak yang menguasai atau memiliki objek pengadaan tanah, termasuk pemegang hak atas tanah.
Soal 4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) disusun oleh instansi yang memerlukan tanah berdasarkan...
A. Anggaran yang tersisa di akhir tahun
B. Peta tematik yang dibuat secara mandiri tanpa koordinasi
C. Hasil kesepakatan lisan dengan perangkat desa
D. Permintaan investor asing secara langsung
E. Studi Kelayakan yang disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Jawaban: E
Sesuai Pasal 15 UU No. 2 Tahun 2012 dan Pasal 6 PP No. 19 Tahun 2021, penyusunan DPPT harus didasarkan pada Studi Kelayakan (Feasibility Study).
Soal 5
Penetapan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum diberikan oleh...
A. Gubernur atau Bupati/Wali Kota berdasarkan delegasi kewenangan
B. Kepala Kantor Pertanahan setempat
C. Direktur Jenderal Pengadaan Tanah
D. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
E. Camat di wilayah terdampak
Jawaban: A
Pasal 19 UU No. 2 Tahun 2012 jo. PP No. 19 Tahun 2021 menyebutkan bahwa Gubernur menetapkan lokasi pembangunan, yang dalam perkembangannya dapat didelegasikan kepada Bupati/Wali Kota.
Soal 6
Tujuan dilakukan Konsultasi Publik dalam tahap persiapan adalah...
A. Memberikan bantuan tunai langsung kepada masyarakat
B. Untuk menekan harga tanah serendah mungkin
C. Menentukan jenis tanaman yang boleh ditanam oleh masyarakat
D. Melakukan seleksi kontraktor pembangunan
E. Mendapatkan kesepakatan lokasi rencana pembangunan dari Pihak yang Berhak
Jawaban: E
Konsultasi Publik dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan lokasi pembangunan dengan pihak yang berhak dan masyarakat terdampak (Pasal 19 UU 2/2012).
Soal 7
Inventarisasi dan identifikasi objek pengadaan tanah pada tahap pelaksanaan dilakukan oleh pelaksana pengadaan tanah dalam jangka waktu paling lama...
A. 60 hari kerja
B. 15 hari kerja
C. 90 hari kerja
D. 120 hari kerja
E. 30 hari kerja
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 28 UU No. 2 Tahun 2012, pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi dilakukan dalam waktu paling lama 30 hari kerja.
Soal 8
Satuan Tugas (Satgas) A dalam tahap pelaksanaan pengadaan tanah bertugas untuk melakukan...
A. Identifikasi data fisik berupa pengukuran dan pemetaan batas bidang tanah
B. Identifikasi data yuridis berupa pengumpulan dokumen kepemilikan
C. Pembayaran ganti kerugian secara tunai
D. Penilaian harga bangunan dan tanaman
E. Penyelesaian sengketa di pengadilan
Jawaban: A
Satgas A bertugas melaksanakan inventarisasi dan identifikasi data fisik (luas dan batas bidang), sedangkan Satgas B bertugas pada data yuridis (Pasal 83 PP 19/2021).
Soal 9
Penilai (Appraisal) yang bertugas menetapkan nilai ganti kerugian ditunjuk oleh...
A. Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah (Kepala Kantor Pertanahan)
B. Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)
C. Pihak yang Berhak melalui voting
D. Bupati setempat
E. Instansi yang memerlukan tanah
Jawaban: A
Pasal 32 UU No. 2 Tahun 2012 menetapkan bahwa Penilai ditunjuk oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah.
Soal 10
Bentuk Ganti Kerugian dalam pengadaan tanah dapat berupa, kecuali...
A. Pemukiman kembali (resettlement)
B. Ucapan terima kasih dan piagam penghargaan
C. Kepemilikan saham
D. Uang
E. Tanah pengganti
Jawaban: B
Sesuai Pasal 36 UU No. 2 Tahun 2012, ganti kerugian dapat berupa uang, tanah pengganti, pemukiman kembali, kepemilikan saham, atau bentuk lain yang disepakati.
Soal 11
Musyawarah penetapan bentuk Ganti Kerugian dilakukan oleh Pelaksana Pengadaan Tanah bersama Pihak yang Berhak dalam waktu paling lama...
A. 14 hari setelah hasil penilaian disampaikan
B. 7 hari setelah hasil penilaian disampaikan
C. 30 hari kerja setelah hasil penilaian disampaikan
D. 60 hari setelah hasil penilaian disampaikan
E. 90 hari setelah hasil penilaian disampaikan
Jawaban: C
Pasal 37 UU No. 2 Tahun 2012 menyatakan musyawarah dilakukan paling lama 30 hari kerja sejak hasil penilaian disampaikan kepada pelaksana.
Soal 12
Apabila Pihak yang Berhak menolak bentuk dan/atau besarnya Ganti Kerugian berdasarkan hasil musyawarah, maka pihak tersebut dapat mengajukan keberatan kepada pengadilan negeri dalam waktu...
A. 30 hari kerja
B. 60 hari kerja
C. 14 hari kerja
D. 7 hari kerja
E. 90 hari kerja
Jawaban: C
Sesuai Pasal 38 UU No. 2 Tahun 2012, keberatan diajukan paling lama 14 hari kerja setelah pelaksanaan musyawarah penetapan Ganti Kerugian.
Soal 13
Setelah dilakukan pelepasan hak atas tanah, maka status tanah objek pengadaan tanah tersebut menjadi...
A. Tanah ulayat masyarakat adat
B. Tanah Negara yang secara langsung dikuasai oleh negara
C. Tanah terlantar
D. Tanah milik instansi yang memerlukan tanah secara pribadi
E. Tanah sengketa
Jawaban: B
Pasal 43 UU No. 2 Tahun 2012 menyebutkan bahwa dengan dilepaskannya hak atau diserahkannya tanah, maka hubungan hukum antara pihak yang berhak dan tanahnya hapus dan tanahnya menjadi tanah negara.
Soal 14
Penyerahan hasil pengadaan tanah dilakukan oleh Pelaksana Pengadaan Tanah (BPN) kepada...
A. Kontraktor pelaksana pembangunan
B. Dinas Tata Ruang Daerah
C. Instansi yang memerlukan tanah
D. Presiden Republik Indonesia
E. Masyarakat luas
Jawaban: C
Pasal 44 UU No. 2 Tahun 2012 menyatakan Pelaksana Pengadaan Tanah menyerahkan hasil pengadaan tanah kepada instansi yang memerlukan tanah.
Soal 15
Pengadaan tanah skala kecil adalah pengadaan tanah untuk kepentingan umum dengan luas tanah tidak lebih dari...
A. 1 Hektar
B. 10 Hektar
C. 2 Hektar
D. 20 Hektar
E. 5 Hektar
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 121 PP No. 19 Tahun 2021, pengadaan tanah skala kecil dilakukan untuk lahan dengan luas tidak lebih dari 5 (lima) hektar.
Soal 16
Pada pengadaan tanah skala kecil, instansi yang memerlukan tanah dapat melakukan pengadaan tanah secara langsung dengan cara...
A. Sistem lelang terbuka kepada penawar terendah
B. Pengosongan lahan oleh Satpol PP
C. Penyitaan paksa melalui bantuan aparat keamanan
D. Jual beli, tukar menukar, atau cara lain yang disepakati kedua belah pihak
E. Konsinyasi di pengadilan tanpa pemberitahuan
Jawaban: D
Pasal 121 PP No. 19 Tahun 2021 memperbolehkan pengadaan tanah skala kecil dilakukan secara langsung melalui kesepakatan jual beli atau tukar menukar.
Soal 17
Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah yang memiliki sifat strategis untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, yang ditetapkan oleh...
A. Kepala Desa
B. Direktur Utama BUMN
C. Ketua Mahkamah Agung
D. Peraturan Presiden atau Instruksi Presiden
E. Gubernur
Jawaban: D
PSN ditetapkan melalui Peraturan Presiden sebagai daftar proyek yang diprioritaskan pembangunannya (Materi Proyek Strategis Nasional).
Soal 18
Sumber dana untuk pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah bagi kepentingan umum berasal dari...
A. Sumbangan sukarela masyarakat
B. Dana dari organisasi internasional non-pemerintah
C. Pinjaman dari koperasi unit desa
D. Hasil penjualan aset sitaan tindak pidana korupsi secara langsung
E. APBN dan/atau APBD
Jawaban: E
Pasal 52 UU No. 2 Tahun 2012 menyatakan pendanaan pengadaan tanah bersumber dari APBN dan/atau APBD.
Soal 19
Lembaga yang bertugas melaksanakan pendanaan pengadaan tanah bagi Proyek Strategis Nasional adalah...
A. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
B. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
C. Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)
D. Badan Amil Zakat Nasional
E. Bank Indonesia
Jawaban: C
LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) merupakan BLU di bawah Kemenkeu yang bertugas mendanai pengadaan tanah PSN (Materi Sumber Dana).
Soal 20
Berdasarkan peraturan perpajakan, Pihak yang Berhak menerima ganti kerugian dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum biasanya mendapatkan fasilitas...
A. Bebas pajak penghasilan (PPh) bersifat final atau ditanggung pemerintah sesuai ketentuan
B. Denda keterlambatan bayar pajak
C. Kewajiban membayar pajak tambahan sebesar 50%
D. Kenaikan tarif pajak bumi dan bangunan
E. Pengurangan jatah subsidi listrik
Jawaban: A
Dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum, terdapat insentif perpajakan berupa pembebasan atau pengurangan PPh atas pelepasan hak (Materi Insentif Perpajakan).
Soal 21 Premium
Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2021, jangka waktu berlakunya Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan adalah...
Salah satu prinsip utama dalam pengadaan tanah adalah 'Keadilan', yang artinya...
A. Masyarakat diwajibkan menyumbangkan tanahnya demi negara secara cuma-cuma
B. Memberikan penggantian yang dapat menjamin kelangsungan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang lebih baik atau minimal sama dengan sebelum terkena proyek
C. Semua orang mendapatkan uang dalam jumlah yang persis sama
D. Pembayaran ganti rugi dilakukan oleh pemerintah kepada pemerintah sendiri
E. Tanah diambil tanpa memberikan alasan apapun kepada pemiliknya
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pengadaan Tanah, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah
SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Pengadaan Tanah tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.