Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Regulasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Pengetahuan Bidang Pakan Ternak
Regulasi Bidang Pakan
Pengawasan Mutu dan Keamanan Pakan (Produksi, Pendaftaran, Peredaran, Pengujian, Bahan Pakan, Pakan Hijauan, Pakan Olahan)
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Mutu Pakan Pemula.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2009 jo UU No. 41 Tahun 2014, bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak disebut...
A. Imbuhan Pakan
B. Bahan Pakan
C. Pakan Olahan
D. Konsentrat
E. Pakan
Jawaban: E
Dalam Pasal 1 angka 20 UU No. 18 Tahun 2009, Pakan adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak.
Soal 2
Bahan pakan yang secara alami memiliki kandungan serat kasar (SK) lebih dari 18% dikategorikan sebagai...
A. Bahan pakan sumber energi
B. Bahan pakan sumber mineral
C. Pakan pelengkap
D. Bahan pakan sumber protein
E. Pakan kasar/hijauan
Jawaban: E
Secara teori nutrisi, pakan kasar atau hijauan adalah bahan pakan yang memiliki kandungan serat kasar lebih dari 18% dan merupakan sumber serat utama bagi ternak ruminansia.
Soal 3
Peraturan Menteri Pertanian yang mengatur tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan adalah...
A. Permentan No. 38 Tahun 2014
B. Permentan No. 22 Tahun 2017
C. Permentan No. 16 Tahun 2021
D. Permentan No. 46 Tahun 2014
E. Permentan No. 15 Tahun 2021
Jawaban: B
Permentan No. 22 Tahun 2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan merupakan regulasi utama yang mengatur tata cara pendaftaran pakan sebelum diedarkan di wilayah Indonesia.
Soal 4
Metode analisis laboratorium yang digunakan untuk menentukan kandungan Nitrogen (N) total guna mengestimasi kadar Protein Kasar pada pakan adalah...
A. Metode Van Soest
B. Metode Tanur
C. Metode Oven
D. Metode Kjeldahl
E. Metode Soxhlet
Jawaban: D
Metode Kjeldahl adalah metode standar laboratorium untuk mengukur kandungan Nitrogen dalam pakan, yang kemudian dikalikan faktor 6,25 untuk mendapatkan nilai Protein Kasar.
Soal 5
Hasil pengawetan hijauan pakan secara anaerob (tanpa udara) melalui proses fermentasi asam laktat disebut...
A. Pellet
B. Hay
C. Straw
D. Wafer
E. Silase
Jawaban: E
Silase merupakan produk hasil pengawetan hijauan dengan kadar air tinggi melalui proses fermentasi dalam kondisi anaerob di dalam silo.
Soal 6
Setiap pakan yang diedarkan secara komersial wajib memiliki nomor pendaftaran yang dikeluarkan oleh...
A. Kepala Balai Pengujian Mutu Pakan
B. Bupati/Walikota setempat
C. Menteri Pertanian melalui Direktur Jenderal PKH
D. Presiden
E. Kepala Dinas Peternakan Daerah
Jawaban: C
Berdasarkan Permentan No. 22 Tahun 2017, pendaftaran pakan dilakukan melalui sistem OSS dan diproses oleh Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Soal 7
Bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam pakan untuk meningkatkan performa atau kesehatan hewan, namun bukan merupakan zat nutrisi disebut...
A. Premix
B. Feed Supplement
C. Feed Additive
D. Mineral Block
E. Bahan Baku Pakan
Jawaban: C
Feed Additive (imbuhan pakan) adalah bahan pakan yang tidak mengandung zat gizi/nutrisi yang tujuan pemberiannya untuk maksud tertentu, seperti pengawet atau pewarna pakan.
Soal 8
Analisis proksimat yang mengukur sisa pembakaran sempurna pada suhu 500-600 derajat Celsius untuk menentukan kandungan mineral total adalah...
A. BETN
B. Lemak Kasar
C. Abu
D. Kadar Air
E. Serat Kasar
Jawaban: C
Kadar abu diperoleh dari proses pengabuan di dalam tanur (muffle furnace) yang merepresentasikan jumlah mineral dalam suatu bahan pakan.
Soal 9
Cemaran biologis yang berupa racun hasil metabolisme jamur (seperti Aspergillus flavus) yang sangat diawasi keamanannya dalam pakan adalah...
A. Mikotoksin (Aflatoksin)
B. Brucellosis
C. E. coli
D. Salmonella
E. Antraks
Jawaban: A
Aflatoksin merupakan salah satu jenis mikotoksin yang sangat berbahaya dan memiliki batas maksimum dalam pakan karena bersifat karsinogenik.
Soal 10
Hijauan pakan yang dikeringkan secara alami maupun buatan hingga kadar air mencapai 12-15% disebut...
A. Silase
B. Crumble
C. Mash
D. Hay
E. Wafer
Jawaban: D
Hay adalah hijauan makanan ternak yang sengaja dipotong dan dikeringkan agar dapat disimpan untuk jangka waktu lama tanpa mengalami kerusakan.
Soal 11
Berikut adalah keterangan yang wajib dicantumkan pada label pakan menurut regulasi, KECUALI...
A. Nama Pakan
B. Nama dan Alamat Produsen
C. Nama dan Foto Pemilik Pabrik
D. Komposisi Nutrisi
E. Tanggal Kadaluwarsa
Jawaban: C
Menurut Permentan No. 22 Tahun 2017, label pakan wajib memuat nama pakan, berat bersih, nomor pendaftaran, komposisi zat pakan, kode produksi, dan masa berlaku, namun tidak mewajibkan foto pemilik.
Soal 12
Zat antinutrisi yang sering ditemukan pada tanaman lamtoro dan dapat menyebabkan kerontokan bulu pada ternak adalah...
A. Saponin
B. Gosipol
C. Tanin
D. Mimosin
E. Asam Sianida (HCN)
Jawaban: D
Mimosin adalah asam amino non-protein yang ditemukan pada tanaman Leucaena leucocephala (lamtoro) yang bersifat toksik jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Soal 13
Tindakan mengambil sebagian kecil pakan dari populasi yang besar untuk mewakili seluruh populasi guna pengujian mutu disebut...
A. Sampling (Pengambilan Contoh)
B. Sertifikasi
C. Auditing
D. Verifikasi
E. Monitoring
Jawaban: A
Sampling pakan harus dilakukan sesuai prosedur standar (SNI) agar contoh yang diuji benar-benar representatif terhadap lot pakan yang diawasi.
Soal 14
Bahan pakan sumber protein hewani yang dilarang diberikan kepada ternak ruminansia karena risiko penyakit BSE (Mad Cow) adalah...
A. Susu Skim
B. Tepung Darah
C. Tepung Ikan
D. Tepung Bulu
E. Tepung Daging dan Tulang (MBM) asal ruminansia
Jawaban: E
Larangan penggunaan MBM (Meat and Bone Meal) asal ruminansia untuk pakan ruminansia diatur secara ketat untuk mencegah penularan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE).
Soal 15
Pakan yang bentuknya menyerupai butiran silinder kecil hasil dari proses penekanan melalui mesin disebut...
A. Wafer
B. Pellet
C. Crumble
D. Briket
E. Mash
Jawaban: B
Pellet adalah bentuk pakan olahan yang dipadatkan melalui die (cetakan) untuk meminimalkan pemilihan pakan oleh ternak dan meningkatkan efisiensi.
Soal 16
Dalam sistem pendaftaran pakan, istilah 'NPP' merupakan singkatan dari...
A. Nomor Pengawasan Pakan
B. Nomor Pokok Pakan
C. Nomor Pokok Peternak
D. Nomor Pendaftaran Pakan
E. Nomor Peredaran Pakan
Jawaban: D
NPP atau Nomor Pendaftaran Pakan adalah kode unik yang diberikan oleh kementerian terkait sebagai tanda pakan tersebut telah legal untuk diedarkan.
Soal 17
Serat kasar pada analisis proksimat terdiri dari komponen berikut, KECUALI...
A. Selulosa
B. Lignin
C. Pati
D. Kutin
E. Silika
Jawaban: C
Pati termasuk dalam karbohidrat yang mudah larut (BETN/NFE), sedangkan serat kasar merupakan fraksi karbohidrat yang sulit larut (residu) seperti selulosa dan lignin setelah proses hidrolisis asam dan basa.
Soal 18
Berikut merupakan kriteria pakan yang dinyatakan rusak, KECUALI...
A. Ditumbuhi jamur
B. Mengandung debu halus
C. Berubah warna dan bau
D. Menggumpal
E. Kemasan robek dan pakan berhamburan
Jawaban: B
Debu halus seringkali merupakan bagian dari tekstur pakan tertentu (mash). Kriteria pakan rusak biasanya dilihat dari perubahan fisik organoleptik dan integritas kemasan.
Soal 19
Asam amino pembatas yang seringkali kurang dalam bahan pakan jagung namun tinggi pada bungkil kedelai adalah...
A. Metionin
B. Valin
C. Lisin
D. Glisin
E. Leusin
Jawaban: C
Lisin adalah asam amino esensial yang biasanya menjadi pembatas pada pakan berbasis serealia, sehingga bungkil kedelai digunakan untuk menyeimbangkannya.
Soal 20
Penanggung jawab utama dalam pengawasan pakan di tingkat pusat adalah...
A. Kepala BPOM
B. Gubernur
C. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
D. Menteri Perdagangan
E. Kepala Badan Karantina Pertanian
Jawaban: C
Berdasarkan tata kerja Kementerian Pertanian, pengawasan pakan secara teknis di bawah komando Ditjen PKH.
Soal 21 Premium
Berdasarkan Permentan No. 16 Tahun 2021, standar mutu pakan konsentrat sapi potong untuk kandungan Protein Kasar (PK) minimal adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Pakan Pemula, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Mutu Pakan Pemula tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.