Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terkait Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Pengelolaan dan Pemeliharaan Mekanikal Bangunan Gedung
Pengelolaan dan Pemeliharaan Elektrikal Bangunan Gedung
Simulasi Tryout SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Teknisi Sarana dan Prasarana.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana.
Soal 1
Manakah di bawah ini yang merupakan tindakan pencegahan kecelakaan kerja pada pemeliharaan mekanikal sesuai dengan prinsip K3?
A. Mengabaikan tanda peringatan di area mesin
B. Melakukan perbaikan saat mesin masih beroperasi penuh
C. Bekerja tanpa pengawasan di area berisiko tinggi
D. Menggunakan APD yang sesuai dengan jenis pekerjaan
E. Menyimpan alat kerja di sembarang tempat agar mudah diambil
Jawaban: D
Berdasarkan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan risiko pekerjaan merupakan langkah preventif utama untuk melindungi teknisi dari potensi bahaya mekanis.
Soal 2
Pada sistem elektrikal bangunan, apa fungsi utama dari sistem grounding (pentanahan)?
A. Meningkatkan tegangan listrik dalam gedung
B. Sebagai cadangan energi saat listrik padam
C. Mengalirkan arus bocor ke bumi untuk keamanan
D. Memperkecil hambatan pada kabel fasa
E. Mengatur pembagian beban arus ke setiap ruangan
Jawaban: C
Sistem grounding atau pembumian (pentanahan) berfungsi untuk mengalirkan arus bocor langsung ke bumi sehingga mencegah terjadinya tegangan sentuh yang berbahaya bagi manusia dan melindungi peralatan dari kerusakan akibat lonjakan listrik.
Soal 3
Pemeriksaan berkala pada komponen lift atau elevator termasuk dalam lingkup pemeliharaan...
A. Landscaping
B. Mekanikal
C. Struktural
D. Arsitektural
E. Elektrikal
Jawaban: B
Lift atau elevator merupakan bagian dari sistem transportasi vertikal yang dikategorikan dalam sistem mekanikal bangunan gedung. Pemeliharaannya bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna.
Soal 4
Warna label pada APAR (Alat Pemadam Api Ringan) jenis Powder (serbuk kimia kering) biasanya berwarna...
A. Hitam
B. Biru
C. Hijau
D. Merah
E. Kuning
Jawaban: B
Sesuai dengan standar keselamatan kebakaran, APAR jenis Dry Chemical Powder umumnya ditandai dengan label berwarna biru (pada tabung merah) untuk membedakannya dengan jenis air (merah), busa (kuning), atau CO2 (hitam).
Soal 5
Dalam sistem Tata Udara (AC) Sentral, komponen yang berfungsi mendinginkan air yang kemudian disirkulasikan ke AHU adalah...
A. Compressor
B. Evaporator
C. Chiller
D. Cooling Tower
E. Expansion Valve
Jawaban: C
Chiller adalah mesin pendingin utama dalam sistem AC sentral yang berfungsi mendinginkan air (chilled water) sebelum dikirim ke Air Handling Unit (AHU) untuk mendinginkan udara ruangan.
Soal 6
Apa yang dimaksud dengan LOTO dalam prosedur keselamatan kelistrikan?
A. Level Of Thermal Output
B. Lock Out Tag Out
C. Light Only Task Office
D. Load On Time Output
E. Low Over Tension Operation
Jawaban: B
LOTO (Lock Out Tag Out) adalah prosedur keselamatan untuk memastikan bahwa mesin atau peralatan listrik telah dimatikan, terkunci, dan diberi tanda peringatan sebelum dilakukan perbaikan guna mencegah kecelakaan akibat pengaktifan yang tidak disengaja.
Soal 7
Komponen elektrikal yang berfungsi memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi beban lebih atau hubung singkat adalah...
A. Transformator
B. Kontaktor
C. Saklar
D. Circuit Breaker (MCB/MCCB)
E. Isolator
Jawaban: D
MCB (Miniature Circuit Breaker) atau MCCB berfungsi sebagai pengaman listrik yang memutus arus secara otomatis jika terjadi overload (beban berlebih) atau short circuit (hubungan arus pendek).
Soal 8
Alat yang digunakan untuk mengukur nilai tahanan isolasi kabel listrik adalah...
A. Megger
B. Luxmeter
C. Wattmeter
D. Multimeter
E. Tang Ampere
Jawaban: A
Insulation Tester atau sering disebut Megger (Mega Ohm Meter) digunakan untuk mengukur nilai tahanan isolasi pada penghantar listrik untuk memastikan tidak ada kebocoran arus ke lingkungan sekitar.
Soal 9
Pembersihan filter udara pada unit indoor AC Split sebaiknya dilakukan secara rutin setiap...
A. 2 minggu sampai 1 bulan sekali
B. 1 tahun sekali
C. Hanya saat filter sudah sobek
D. Hanya saat AC tidak dingin
E. 6 bulan sekali
Jawaban: A
Secara teknis, pembersihan filter udara pada AC dilakukan minimal 2-4 minggu sekali (tergantung polusi lingkungan) untuk menjaga efisiensi pendinginan dan kualitas udara.
Soal 10
Menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018, faktor fisika di tempat kerja yang harus dipantau meliputi...
A. Kuman, bakteri, dan virus
B. Hubungan antar karyawan dan stres kerja
C. Kebisingan, getaran, dan pencahayaan
D. Debu, uap, dan gas beracun
E. Sikap kerja dan beban kerja
Jawaban: C
Faktor fisika meliputi kebisingan, getaran, pencahayaan, radiasi sinar ultra ungu, iklim kerja, tekanan udara, dan medan magnet statis.
Soal 11
Dalam sistem plumbing, alat yang digunakan untuk mencegah masuknya gas bau dari saluran pembuangan ke dalam ruangan disebut...
A. Gate Valve
B. Check Valve
C. Vent Pipe
D. Water Meter
E. Trap (Leher Angsa)
Jawaban: E
P-Trap atau S-Trap (leher angsa) berfungsi untuk memerangkap air sebagai penyekat agar gas berbau dari pipa pembuangan tidak masuk kembali ke dalam ruangan melalui wastafel atau floor drain.
Soal 12
Berapakah nilai standar maksimal tahanan pembumian (grounding) untuk peralatan listrik menurut PUIL 2011?
A. 5 Ohm
B. 1 Ohm
C. 100 Ohm
D. 10 Ohm
E. 50 Ohm
Jawaban: A
Menurut Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011, nilai resistansi pembumian yang disyaratkan untuk proteksi adalah maksimal 5 Ohm, namun lebih kecil (di bawah 1 Ohm) lebih baik terutama untuk perangkat elektronik sensitif.
Soal 13
Alat pelindung diri yang wajib digunakan teknisi saat bekerja di ketinggian lebih dari 2 meter adalah...
A. Sepatu booth karet
B. Masker respirator
C. Kacamata pelindung
D. Full Body Harness
E. Sarung tangan kain
Jawaban: D
Full Body Harness merupakan APD wajib untuk pencegahan jatuh (fall protection) saat bekerja di ketinggian sesuai regulasi K3 bekerja di ketinggian.
Soal 14
Pada panel listrik, lampu indikator berwarna merah, kuning, dan hijau biasanya melambangkan fasa...
A. Positif, Negatif, dan Netral
B. R, S, dan T
C. Fasa, Netral, dan Ground
D. Low, Medium, dan High
E. Input, Output, dan Bypass
Jawaban: B
Berdasarkan standar penomoran dan pewarnaan di Indonesia (PUIL), fasa R biasanya diwakili warna Merah, fasa S warna Kuning, dan fasa T warna Hitam (atau Hijau pada indikator tertentu di lapangan lama). Namun, standar terbaru PUIL 2011 mengacu pada Hitam (L1), Cokelat (L2), Abu-abu (L3). Secara umum pada panel indikator lama/umum di Indonesia: Merah(R), Kuning(S), Hijau/Hitam(T).
Soal 15
Pompa yang berfungsi menyuplai air dari tangki bawah (Ground Water Tank) ke tangki atas (Roof Tank) disebut...
A. Transfer Pump
B. Submersible Pump
C. Hydrant Pump
D. Jockey Pump
E. Booster Pump
Jawaban: A
Transfer Pump (Pompa Transfer) digunakan untuk memindahkan air dari penampungan bawah ke penampungan atas secara otomatis berdasarkan level switch.
Soal 16
Jenis tangga yang tidak boleh digunakan untuk pekerjaan elektrikal karena sifatnya yang konduktor adalah...
A. Tangga Kayu
B. Tangga Bambu
C. Tangga Plastik Tebal
D. Tangga Fiberglass
E. Tangga Aluminium
Jawaban: E
Tangga Aluminium bersifat konduktif (menghantarkan listrik), sehingga sangat berbahaya jika menyentuh kabel terbuka. Sebaiknya gunakan tangga fiber atau kayu kering.
Soal 17
Dalam sistem proteksi petir, bagian yang berfungsi menangkap sambaran petir di bagian paling atas gedung disebut...
A. Down Conductor
B. Surge Arrester
C. Air Terminal
D. Busbar
E. Grounding Rod
Jawaban: C
Air Terminal (Finial/Spit) adalah komponen penangkap muatan petir yang dipasang di titik tertinggi bangunan.
Soal 18
Fungsi utama dari Heat Detector dalam sistem pemadam kebakaran adalah...
A. Mendeteksi partikel asap dalam ruangan
B. Menghisap asap keluar gedung
C. Mendeteksi kenaikan suhu panas yang ekstrem
D. Menyemprotkan air secara otomatis
E. Memadamkan api dengan gas CO2
Jawaban: C
Heat Detector mendeteksi kenaikan suhu panas yang signifikan di sebuah ruangan sebagai indikasi terjadinya kebakaran, biasanya dipasang di area berasap normal seperti dapur atau ruang mesin.
Soal 19
Pemeriksaan terhadap kelaikan lift harus dilakukan oleh instansi berwenang (Disnaker) secara rutin setiap...
A. 6 bulan sekali
B. 1 tahun sekali
C. 2 tahun sekali
D. Hanya jika terjadi kerusakan
E. 5 tahun sekali
Jawaban: B
Sesuai Permenaker No. 6 Tahun 2017 tentang K3 Pesawat Angkat dan Angkut, pemeriksaan berkala (re-sertifikasi) dilakukan setiap 1 tahun sekali.
Soal 20
Komponen elektrikal yang digunakan untuk mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah atau sebaliknya disebut...
A. Inverter
B. Transformator
C. Genset
D. Konverter
E. Kapasitor
Jawaban: B
Transformator (Trafo) berfungsi mentransformasikan nilai tegangan listrik AC tanpa mengubah frekuensinya.
Soal 21 Premium
Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, pemeliharaan bangunan gedung yang bertujuan untuk menjaga keandalan bangunan agar tetap memenuhi persyaratan teknis disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Sarana dan Prasarana, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana
SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknisi Sarana dan Prasarana tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.