SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan
Pelayanan Pendaftaran Pasien
Pengelolaan Rekam Medis
Kodifikasi Klinis Sistem Pembiayaan Kesehatan
Statistik dan Pelaporan Data Pasien
Penjaminan Mutu Pelayanan Rekam Medis
Pelepasan Informasi Kesehatan
Simulasi Tryout SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Perekam Medis Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022, berapa lama jangka waktu penyimpanan data Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan?
A. Selamanya karena berbentuk elektronik
B. Paling singkat 5 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
C. Paling singkat 20 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
D. Paling singkat 10 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
E. Paling singkat 25 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
Jawaban: E
Menurut PMK No. 24 Tahun 2022 Pasal 21, penyimpanan data Rekam Medis Elektronik (RME) di Fasyankes dilakukan paling singkat 25 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat.
Soal 2
Dalam sistem pendaftaran pasien, identifikasi pasien minimal harus menggunakan dua data identitas yang tidak berubah. Data manakah yang paling tepat digunakan?
A. Nomor rekam medis dan keluhan utama
B. Nama pasien dan tanggal lahir
C. Tanggal lahir dan diagnosis
D. Nama pasien dan nomor kamar
E. Nama pasien dan nama dokter yang merawat
Jawaban: B
Standar Keselamatan Pasien mengharuskan identifikasi menggunakan minimal dua identitas yang tidak berubah, umumnya Nama Lengkap Pasien dan Tanggal Lahir (atau nomor rekam medis). Nomor kamar atau diagnosis bukan identitas tetap.
Soal 3
Istilah yang digunakan untuk menyebut rata-rata hari tempat tidur tidak terisi dari saat terisi ke saat terisi berikutnya adalah...
A. Net Death Rate (NDR)
B. Bed Occupancy Rate (BOR)
C. Average Length of Stay (ALOS)
D. Bed Turn Over (BTO)
E. Turn Over Interval (TOI)
Jawaban: E
Turn Over Interval (TOI) mengukur rata-rata hari sebuah tempat tidur kosong (tidak terisi) di antara dua pasien yang keluar dan masuk.
Soal 4
Pada ICD-10, karakter pertama dalam struktur kode klasifikasi penyakit adalah...
A. Huruf Alfabet
B. Karakter khusus seperti asterisk (*)
C. Karakter dagger (+)
D. Angka 0-9
E. Tanda baca titik (.)
Jawaban: A
Struktur kode ICD-10 bersifat alfanumerik, di mana karakter pertama selalu berupa huruf (A-Z) diikuti oleh angka.
Soal 5
Pelepasan informasi kesehatan pasien kepada pihak ketiga (seperti perusahaan asuransi) wajib didasarkan pada...
A. Rekomendasi dari dokter penanggung jawab
B. Surat perintah dari Direktur Rumah Sakit
C. Persetujuan tertulis (Authorization) dari pasien atau ahli waris
D. Bukti pembayaran biaya administrasi
E. Permintaan lisan dari agen asuransi
Jawaban: C
Sesuai aspek kerahasiaan dalam PMK No. 24 Tahun 2022 dan UU Kesehatan, pelepasan informasi kesehatan kepada pihak luar memerlukan persetujuan tertulis dari pasien.
Soal 6
Analisis yang dilakukan untuk mengecek kelengkapan administratif rekam medis, seperti adanya tanda tangan dokter dan nama pasien di setiap lembar, disebut...
A. Analisis Kualitatif
B. Analisis Kuantitatif
C. Analisis Coding
D. Analisis Retensi
E. Analisis Statistik
Jawaban: B
Analisis Kuantitatif adalah review rekam medis untuk mengidentifikasi bagian yang hilang atau tidak lengkap dari segi administrasi (autentikasi, identitas, laporan penting).
Soal 7
Dalam manajemen rekam medis, metode penyimpanan dokumen rekam medis di mana dokumen pasien rawat jalan dan rawat inap digabung dalam satu folder disebut...
A. Sistem Desentralisasi
B. Sistem Middle Digit Filing
C. Sistem Terminal Digit Filing
D. Sistem Sentralisasi
E. Sistem Straight Numerical Filing
Jawaban: D
Sistem Sentralisasi adalah kebijakan penyimpanan di mana seluruh data rekam medis pasien (baik rawat jalan, inap, maupun darurat) disatukan dalam satu lokasi dan satu folder.
Soal 8
Kegiatan memisahkan dokumen rekam medis yang aktif dan yang sudah tidak aktif berdasarkan jadwal retensi disebut...
A. Indexing
B. Coding
C. Analisis Kualitatif
D. Assembling
E. Penyusutan (Purging)
Jawaban: E
Purging atau penyusutan adalah kegiatan memilah dan memindahkan rekam medis dari rak aktif ke rak inaktif atau untuk kemudian dimusnahkan sesuai jadwal retensi arsip (JRA).
Soal 9
Pasien datang ke rumah sakit untuk kedua kalinya dengan keluhan yang berbeda. Dalam sistem penomoran Unit Numbering System (UNS), apa yang harus dilakukan petugas pendaftaran?
A. Menghapus data lama dan mengganti dengan data baru
B. Memberikan nomor baru dan menggabungkan folder lama ke folder baru
C. Meminta pasien mendaftar sebagai pasien baru
D. Menggunakan nomor rekam medis yang lama
E. Memberikan nomor rekam medis baru
Jawaban: D
Pada Unit Numbering System, setiap pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis untuk selamanya dan digunakan untuk semua kunjungan berikutnya.
Soal 10
Berapa standar angka ideal untuk Bed Occupancy Rate (BOR) menurut Departemen Kesehatan (Kemenkes)?
A. 50-60%
B. 60-85%
C. 40-50%
D. Di atas 100%
E. 85-100%
Jawaban: B
Nilai BOR yang ideal dan efisien menurut standar Kemenkes adalah antara 60% hingga 85%.
Soal 11
Diagnosis utama pasien adalah 'Diabetes Mellitus tipe 2 dengan Komplikasi Ginjal'. Dalam ICD-10, aturan pengkodean manakah yang digunakan untuk kondisi yang memiliki manifestasi pada organ lain (dual coding)?
A. Dagger (+) dan Asterisk (*)
B. Kategori Z
C. Aturan Re-seleksi MB2
D. Rule MB1
E. Aturan Kode Tunggal
Jawaban: A
Sistem Dagger (+) dan Asterisk (*) digunakan dalam ICD-10 untuk mengkode penyakit yang memiliki manifestasi pada organ lain (dual coding), seperti DM dengan komplikasi ginjal.
Soal 12
Formulir pendaftaran yang berisi persetujuan umum terhadap prosedur rutin rumah sakit dan kebijakan privasi yang ditandatangani pasien di pendaftaran disebut...
A. Discharge Summary
B. General Consent
C. Admission Notes
D. Clinical Pathway
E. Informed Consent
Jawaban: B
General Consent (Persetujuan Umum) adalah persetujuan yang diminta pada saat pasien mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara umum di fasyankes.
Soal 13
Siapakah pemilik sah secara hukum terhadap isi informasi dari Rekam Medis pasien?
A. Pasien
B. Kementerian Kesehatan
C. Rumah Sakit
D. Dokter yang merawat
E. Perekam Medis
Jawaban: A
Berdasarkan PMK No. 24 Tahun 2022, dokumen rekam medis (fisik/elektronik) adalah milik fasyankes, namun ISI data/informasi di dalamnya adalah milik pasien.
Soal 14
Kegiatan merakit kembali lembaran-lembaran rekam medis setelah pasien pulang rawat inap agar urutannya sesuai standar disebut...
A. Assembling
B. Coding
C. Filing
D. Retrieval
E. Indexing
Jawaban: A
Assembling adalah fungsi dalam pengelolaan rekam medis yang bertanggung jawab untuk menyusun kembali formulir rekam medis dan meneliti kelengkapan datanya.
Soal 15
Dalam pelaporan morbiditas rumah sakit, data klasifikasi penyakit diambil dari...
A. ICP-2
B. ICD-9 CM
C. LOINC
D. ICD-10
E. SNOMED-CT
Jawaban: D
ICD-10 digunakan untuk mengklasifikasikan diagnosis (penyakit), sedangkan ICD-9 CM digunakan untuk klasifikasi tindakan atau prosedur.
Soal 16
Sebuah rumah sakit memiliki 100 tempat tidur. Dalam satu hari, terdapat 80 pasien yang dirawat. Berapa nilai BOR hari tersebut?
A. 80%
B. 100%
C. 90%
D. 60%
E. 70%
Jawaban: A
BOR = (Jumlah hari perawatan / (Jumlah TT x Jumlah hari)) x 100%. Untuk satu hari: (80 / 100) x 100% = 80%.
Soal 17
Penjaminan mutu rekam medis melibatkan pemeriksaan terhadap keajegan atau konsistensi antara diagnosis dengan terapi yang diberikan. Hal ini termasuk dalam...
A. Analisis Kualitatif
B. Audit Medis
C. Analisis Kuantitatif
D. Sensus Harian
E. Analisis Keuangan
Jawaban: A
Analisis Kualitatif menelaah konsistensi isi rekam medis, kesesuaian antara keluhan, diagnosis, dan pengobatan untuk menjamin mutu pelayanan.
Soal 18
Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) adalah kunci untuk menemukan kembali rekam medis pasien. KIUP paling tepat disusun berdasarkan...
A. Urutan tanggal lahir
B. Jenis penyakit
C. Alfabetik nama pasien
D. Urutan kedatangan pasien
E. Urutan nomor rekam medis
Jawaban: C
KIUP (Master Patient Index) berfungsi untuk mencari nomor rekam medis pasien jika pasien lupa nomornya, sehingga paling efektif disusun secara alfabetik.
Soal 19
Salah satu syarat pelepasan informasi rekam medis untuk kepentingan pengadilan (litigasi) tanpa persetujuan pasien adalah...
A. Adanya permintaan dari pengacara salah satu pihak
B. Permintaan tertulis dari kepolisian di tingkat Polsek
C. Permintaan dari media massa untuk berita
D. Permintaan dari keluarga dekat pasien
E. Adanya surat perintah resmi (Subpoena) dari pengadilan/hakim
Jawaban: E
Berdasarkan regulasi kerahasiaan medis, data medis dapat dibuka untuk kepentingan penegakan hukum bila ada perintah resmi dari hakim atau pengadilan (Subpoena).
Soal 20
Dalam manajemen risiko rekam medis elektronik, proses memastikan data tidak diubah oleh pihak yang tidak berwenang disebut menjaga...
A. Kerahasiaan (Confidentiality)
B. Akuntabilitas (Accountability)
C. Autentikasi
D. Integritas (Integrity)
E. Ketersediaan (Availability)
Jawaban: D
Integritas data dalam informasi kesehatan berarti data tersebut akurat, lengkap, dan tidak mengalami perubahan ilegal atau tidak sah selama penyimpanan maupun pengiriman.
Soal 21 Premium
Analisis kualitatif terhadap laporan 'Discharge Summary' harus memastikan adanya komponen utama berikut untuk kepentingan klaim pembiayaan kesehatan, yaitu...
A. Merek obat-obatan yang digunakan
B. Diagnosis utama dan tindakan/prosedur yang dilakukan
Sistem penomoran rekam medis di mana pasien mendapatkan nomor baru setiap kali berkunjung, tetapi dokumen lama selalu digabungkan ke nomor baru disebut...
Metode penyimpanan 'Terminal Digit Filing' menggunakan 6 angka nomor rekam medis. Jika nomor rekam medis adalah 12-34-56, maka angka yang menjadi 'Primary Digit' adalah...
Perekam medis menemukan adanya ketidaklengkapan autentikasi dokter pada catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT). Apa tindakan yang paling tepat sesuai prosedur mutu?
A. Menghapus lembar tersebut agar tidak terlihat tidak lengkap
B. Menyalahkan perawat jaga
C. Membubuhkan tanda tangan sendiri agar lengkap
D. Menandai dan mengembalikan ke dokter terkait untuk dilengkapi (Delinquent)
E. Mengabaikannya karena yang penting diagnosis sudah ada
Penulisan diagnosis 'Suspek Apendisitis' pada rekam medis tidak boleh dikode sebagai diagnosis utama jika terdapat diagnosis pasti di dokumen tersebut. Hal ini sesuai aturan ICD-10 tentang...
A. Aturan MB1
B. Aturan Kode V, W, X, Y
C. Late Effects
D. Dual Coding
E. Aturan MB2 (Penyebutan kondisi yang lebih spesifik)
Seorang perekam medis menghitung jumlah pasien keluar di sebuah bangsal. Dalam satu bulan terdapat 150 pasien keluar dan jumlah tempat tidur adalah 50. Berapa nilai BTO bangsal tersebut?
Bagian pendaftaran harus memastikan ketersediaan 'Informed Consent' untuk tindakan invasif. Siapakah yang memberikan penjelasan medis sebelum informed consent ditandatangani?
Berdasarkan PMK No. 24 Tahun 2022, fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik wajib melakukan integrasi data ke platform...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama
SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Perekam Medis Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.