SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan
  • Undang-undang 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan
  • Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2007 tentang konservasi SDI
  • Organisasi kesehatan hewan aquatik dunia (World Organisation for Animal Health, WOAH)
  • Permen PAN RB nomor 46 tahun 2022
  • Kepmen KP nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis ikan yang dilindungi, dan aturan KKP lain yang berkaitan dengan jenis ikan dilindungi/dibatasi
  • Undang-undang 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan - mampu menyebutkan dan menjelaskan tugas dan fungsi karantina
  • Sanitary Phytosanitary (SPS) Agreement terhadap perlindungan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan
  • Organisasi kesehatan hewan aquatik dunia (World Organisation for Animal Health, WOAH)
  • Peraturan Pemerintah nomor 85 tahun 2021 tentang PNBP
  • Permen KP nomor 11 tahun 2019 tentang Pemasukan media pembawa
  • Permen KP nomor 38 tahun 2019 tentang pengeluaran media pembawa
  • Permen KP nomor 9 tahun 2019 tentang Instalasi Karantina Ikan (IKI)
  • Permen KP nomor 32 tahun 2012 tentang jenis, tata cara, penerbitan dan format dokumen tindakan karantina
  • Permen KP nomor 19 tahun 2020 tentang larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran dan pengeluaran jenis ikan yang berbahaya
  • Permen KP nomor 8 tahun 2022 tentang jenis komoditas wajib periksa karantina ikan mutu dan keamanan hasil perikanan
  • Kepmen KP nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis ikan yang dilindungi, dan aturan KKP lain yang berkaitan dengan jenis ikan dilindungi/dibatasi
  • Kepmen KP nomor 55 tahun 2022 tentang pemasukan dan pengeluaran media jenis ikan yang membahayakan dan/atau merugikan ke dalam dan dari wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia
  • Kepmen 17 tahun 2021 tentang penetapan jenis PIK organisme penyebab golongan dan media pembawa
  • Pedoman Pemantauan Penyakit Ikan karantina
  • Pedoman pemetaan sebaran jenis ikan bersifat invasif
  • Pengelolaan laboratorium
  • Teknik pengambilan sampel

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, setiap orang yang melakukan usaha perikanan di bidang pembudidayaan ikan wajib memiliki Izin Usaha Perikanan (IUP). Hal ini dikecualikan bagi...
A. Badan usaha milik daerah
B. Instansi pemerintah yang melakukan riset
C. Koperasi unit desa
D. Perusahaan asing yang bekerja sama dengan pemerintah
E. Nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil
Jawaban: E
Pasal 26 UU No. 31 Tahun 2004 menyebutkan bahwa kewajiban memiliki IUP tidak berlaku bagi nelayan kecil dan/atau pembudidaya ikan kecil.
Soal 2
Tujuan utama penyelenggaraan Karantina Ikan menurut UU No. 21 Tahun 2019 adalah untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya...
A. Alat tangkap yang dilarang
B. Zat kimia berbahaya pada pakan ikan
C. Ikan hasil tangkapan ilegal
D. Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK)
E. Limbah industri perikanan
Jawaban: D
Sesuai Pasal 7 UU No. 21 Tahun 2019, tujuan karantina adalah mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina, Hama dan Penyakit Ikan Karantina, serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
Soal 3
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007, konservasi sumber daya ikan dikategorikan menjadi tiga kegiatan utama. Manakah yang termasuk di dalamnya?
A. Pelindungan, pelestarian, dan pemanfaatan
B. Budidaya, penangkapan, dan pengolahan
C. Rehabilitasi, reklamasi, dan restock
D. Konservasi ekosistem, jenis ikan, dan genetika ikan
E. Zonasi, perizinan, dan pengawasan
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 60 Tahun 2007 Pasal 3, konservasi SDI meliputi konservasi ekosistem, konservasi jenis ikan, dan konservasi genetika ikan.
Soal 4
Organisasi dunia yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan hewan di seluruh dunia dan menetapkan standar internasional untuk perdagangan hewan akuatik adalah...
A. FAO
B. WHO
C. CITES
D. WOAH (dahulu OIE)
E. WTO
Jawaban: D
World Organisation for Animal Health (WOAH) adalah organisasi antar pemerintah yang fokus pada kesehatan hewan dan menetapkan Aquatic Animal Health Code.
Soal 5
Berdasarkan Permen PAN RB Nomor 46 Tahun 2022, jabatan fungsional Pengendali Hama dan Penyakit Ikan termasuk dalam klasifikasi jabatan...
A. Ilmu hayat
B. Pengawas perikanan
C. Penyuluh perikanan
D. Teknis kelautan
E. Lingkungan hidup
Jawaban: A
Permen PAN RB No. 46 Tahun 2022 mengatur tentang Jabatan Fungsional PHPI yang masuk dalam rumpun ilmu hayat.
Soal 6
Sesuai Kepmen KP No. 1 Tahun 2021, jenis ikan yang statusnya ditetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh adalah...
A. Ikan Hiu Paus
B. Ikan Terubuk
C. Arwana Irian
D. Ikan Capungan Banggai
E. Ikan Napoleon
Jawaban: A
Kepmen KP No. 1 Tahun 2021 menetapkan status perlindungan penuh bagi Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).
Soal 7
Dalam UU No. 21 Tahun 2019, pejabat fungsional yang diberikan tugas untuk melakukan tindakan karantina disebut sebagai...
A. Analis Pasar Hasil Perikanan
B. Pengawas Perikanan
C. Teknisi Laboratorium
D. Pejabat Karantina
E. Penyidik Pegawai Negeri Sipil
Jawaban: D
Pasal 1 angka 14 UU No. 21 Tahun 2019 mendefinisikan Pejabat Karantina sebagai pegawai ASN yang diberi tugas untuk melakukan Tindakan Karantina.
Soal 8
Persetujuan Sanitary and Phytosanitary (SPS Agreement) di bawah WTO bertujuan agar anggota tidak menerapkan kebijakan kesehatan yang bersifat...
A. Sesuai standar internasional
B. Melindungi keanekaragaman hayati
C. Hambatan perdagangan yang diskriminatif dan terselubung
D. Transparan terhadap perdagangan
E. Berdasarkan bukti ilmiah
Jawaban: C
SPS Agreement memastikan anggota menerapkan langkah kesehatan hanya sejauh yang diperlukan untuk melindungi nyawa tanpa menjadi hambatan perdagangan terselubung.
Soal 9
Setiap jenis pelayanan jasa pada instansi karantina ikan dikenakan biaya yang masuk ke dalam kas negara sebagai...
A. Bea masuk
B. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
C. Dana hibah perikanan
D. Pajak ekspor
E. Retribusi daerah
Jawaban: B
PP No. 85 Tahun 2021 mengatur tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Soal 10
Persyaratan administrasi utama untuk pemasukan media pembawa ikan hidup ke dalam wilayah NKRI menurut Permen KP No. 11 Tahun 2019 adalah...
A. Hasil uji lab swasta
B. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)
C. Bukti pembayaran pabean
D. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) dari negara asal
E. Surat keterangan domisili impor
Jawaban: D
Permen KP No. 11 Tahun 2019 mewajibkan Health Certificate (HC) yang diterbitkan oleh institusi berwenang di negara asal untuk setiap pemasukan media pembawa.
Soal 11
Dalam pengeluaran media pembawa (ekspor) menurut Permen KP No. 38 Tahun 2019, pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan...
A. Warna kemasan yang menarik
B. Metode pembayaran pembeli
C. Nama pemilik perusahaan
D. Kesesuaian jumlah, jenis, dan ukuran media pembawa
E. Harga jual di negara tujuan
Jawaban: D
Permen KP No. 38 Tahun 2019 menekankan bahwa tindakan karantina meliputi pemeriksaan untuk memastikan kebenaran isi, jumlah, dan bebas HPIK.
Soal 12
Berdasarkan Permen KP No. 9 Tahun 2019, sarana yang digunakan untuk melaksanakan tindakan karantina ikan disebut...
A. Balai Benih Ikan
B. Instalasi Karantina Ikan (IKI)
C. Gudang Pabean
D. Kolam Penampungan Umum
E. Pasar Ikan Modern
Jawaban: B
Permen KP No. 9 Tahun 2019 mengatur tentang tata cara penetapan dan persyaratan Instalasi Karantina Ikan (IKI).
Soal 13
Dokumen tindakan karantina yang diterbitkan untuk menyatakan bahwa ikan telah bebas dari HPIK dan layak dilepasliarkan di tempat tujuan adalah...
A. Surat Penolakan
B. Surat Persetujuan Muat
C. Sertifikat Pembebasan
D. Berita Acara Pemeriksaan
E. Sertifikat Pelepasan (KI-D12)
Jawaban: E
Permen KP No. 32 Tahun 2012 merinci berbagai format dokumen, di mana Sertifikat Pelepasan diterbitkan setelah ikan dinyatakan sehat/bebas HPIK.
Soal 14
Permen KP Nomor 19 Tahun 2020 melarang pemasukan jenis ikan berbahaya. Contoh ikan yang dilarang masuk karena bersifat invasif dan membahayakan ekosistem adalah...
A. Ikan Mas
B. Ikan Lele Lokal
C. Ikan Cupang
D. Ikan Piranha
E. Ikan Gurami
Jawaban: D
Ikan Piranha (Serrasalmus spp.) termasuk dalam daftar ikan berbahaya yang dilarang masuk ke Indonesia menurut Permen KP No. 19 Tahun 2020.
Soal 15
Sesuai Permen KP No. 8 Tahun 2022, komoditas wajib periksa karantina meliputi ikan dan hasil perikanan yang memiliki risiko...
A. Kekurangan pakan
B. Perubahan warna air
C. Ekonomi rendah
D. Kelebihan populasi
E. Penyebaran penyakit dan penurunan mutu
Jawaban: E
Permen KP No. 8 Tahun 2022 mengatur komoditas wajib periksa untuk menjamin kesehatan, mutu, dan keamanan hasil perikanan.
Soal 16
Media pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dapat berupa...
A. Ikan hidup, ikan mati, dan bagian-bagiannya
B. Hanya ikan hidup
C. Hanya pakan ikan
D. Hanya wadah angkut
E. Hanya air tambak
Jawaban: A
Media pembawa adalah ikan dan/atau benda lain yang dapat membawa HPIK, mencakup ikan hidup, mati, segar, beku, atau olahan.
Soal 17
Tindakan awal yang dilakukan oleh PHPI saat menerima sampel ikan sakit di laboratorium adalah...
A. Mencuci ikan dengan sabun
B. Anamnesa (pengumpulan data latar belakang sampel)
C. Membuang air sampel
D. Langsung membedah ikan
E. Memberi makan ikan
Jawaban: B
Dalam pengelolaan laboratorium, anamnesa atau pencatatan riwayat sampel sangat penting untuk menentukan arah diagnosis.
Soal 18
Teknik pengambilan sampel organ untuk pemeriksaan bakteriologi pada ikan ukuran kecil sebaiknya dilakukan secara...
A. Menggunakan tangan kosong
B. Non-destruktif
C. Aseptis
D. Terbuka di ruang terbuka
E. Setelah ikan diawetkan formalin
Jawaban: C
Pengambilan sampel untuk bakteriologi harus aseptis guna mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar.
Soal 19
Pemantauan penyakit ikan dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk...
A. Mempercepat pertumbuhan ikan
B. Mengurangi penggunaan air
C. Menambah jumlah populasi ikan
D. Meningkatkan harga jual ikan
E. Mengetahui status dan sebaran HPIK di suatu wilayah
Jawaban: E
Pedoman Pemantauan Penyakit Ikan bertujuan untuk surveilans guna mengetahui peta sebaran HPIK di wilayah RI.
Soal 20
Kriteria utama ikan disebut bersifat invasif menurut pedoman pemetaan sebaran adalah...
A. Ikan asli daerah setempat
B. Ikan introduksi yang mendominasi dan merusak ekosistem lokal
C. Ikan yang sulit berkembang biak
D. Ikan yang hanya makan pelet
E. Ikan yang memiliki warna cantik
Jawaban: B
Ikan invasif adalah jenis ikan dari luar habitat aslinya yang mengancam keanekaragaman hayati lokal melalui kompetisi atau predasi.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019, jika suatu media pembawa yang sedang transit di dalam wilayah NKRI diketahui tertular HPIK, maka tindakan yang harus dilakukan adalah...
A. Dibiarkan melanjutkan perjalanan
B. Dijual ke pasar terdekat
C. Diberikan pengobatan di pelabuhan transit
D. Dilakukan penolakan dan/atau pemusnahan
E. Dititipkan di kolam penduduk
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam penetapan kawasan konservasi perairan (KKP) menurut PP No. 60 Tahun 2007, zona yang hanya boleh digunakan untuk penelitian dan perlindungan mutlak adalah...
A. Zona rehabilitasi
B. Zona penyangga
C. Zona pemanfaatan
D. Zona perikanan berkelanjutan
E. Zona inti
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
WOAH mewajibkan setiap negara anggota untuk melaporkan kejadian penyakit ikan tertentu yang masuk dalam daftar 'Listed Diseases'. Hal ini bertujuan untuk...
A. Menjatuhkan sanksi ekonomi
B. Promosi wisata bahari
C. Mengurangi jumlah nelayan
D. Memonopoli pasar benih
E. Transparansi status kesehatan hewan dunia
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Menurut SPS Agreement, suatu negara boleh menetapkan standar perlindungan yang lebih tinggi dari standar internasional asalkan...
A. Negara pengekspor adalah negara maju
B. Mendapat izin dari negara tetangga
C. Ikan yang diimpor harganya murah
D. Tidak ada produk lokal sejenis
E. Memiliki justifikasi ilmiah yang kuat (Risk Assessment)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Kepmen KP No. 55 Tahun 2022 mengatur tentang pemasukan jenis ikan membahayakan. Apa kriteria utama ikan yang dilarang tersebut?
A. Ikan yang tidak memiliki sisik
B. Ikan yang memiliki kandungan merkuri tinggi
C. Ikan yang bersifat merusak habitat atau memangsa ikan asli
D. Ikan yang harganya terlalu mahal
E. Ikan yang sulit dimasak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam Kepmen 17 Tahun 2021, penyakit ikan yang dikategorikan dalam Golongan I adalah penyakit yang...
A. Hanya menyerang ikan hias
B. Belum ada di wilayah Indonesia dan bersifat mematikan
C. Tidak berbahaya bagi manusia
D. Dapat disembuhkan dengan antibiotik biasa
E. Sudah tersebar luas di seluruh Indonesia
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Syarat teknis utama IKI (Instalasi Karantina Ikan) agar dapat disetujui menurut Permen KP No. 9 Tahun 2019 adalah memiliki...
A. Sistem biosekuriti yang mampu mencegah pelarian patogen
B. Warna cat bangunan yang seragam
C. Kantin yang luas
D. Lokasi di tengah pemukiman padat
E. Jumlah karyawan minimal 100 orang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Pemeriksaan klinis pada tindakan karantina ikan dilakukan dengan cara...
A. Mengecek masa kedaluwarsa pakan
B. Menganalisis DNA ikan
C. Mengukur kadar protein daging
D. Menghitung jumlah sel darah merah secara mikroskopis
E. Pengamatan visual terhadap gejala sakit dan perilaku ikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Metode pengawetan sampel ikan untuk pemeriksaan histopatologi yang paling umum digunakan adalah merendam jaringan dalam larutan...
A. Larutan gula
B. Air laut
C. Minyak goreng
D. Formalin Buffer 10%
E. Alkohol 70%
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Dalam manajemen laboratorium perikanan, kegiatan 'Kalibrasi' alat ukur dilakukan untuk...
A. Memastikan akurasi dan ketertelusuran hasil pengukuran
B. Menambah fungsi baru pada alat
C. Memperbaiki alat yang rusak total
D. Mempercantik tampilan alat
E. Mengurangi konsumsi listrik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Pemantauan rutin yang melibatkan peran aktif masyarakat pembudidaya dalam melaporkan penyakit disebut pemantauan...
A. Aktif
B. Pasif
C. Sekunder
D. Invasif
E. Laboratoris
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Pada peta sebaran jenis ikan invasif, wilayah yang memiliki kepadatan populasi tinggi dan merusak populasi ikan lokal ditandai sebagai zona...
A. Hijau
B. Putih
C. Kuning
D. Merah (Danger/Infected)
E. Biru
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Media pembawa yang masuk ke wilayah NKRI melalui tempat yang tidak ditetapkan sebagai pintu masuk karantina (jalur tikus) harus dilakukan...
A. Pungutan PNBP ganda
B. Pelepasan langsung ke sungai
C. Pemberian izin darurat
D. Penjualan lelang
E. Pemusnahan atau re-ekspor paksa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Jenis ikan Arwana Scleropages formosus menurut CITES dan aturan KKP masuk dalam kategori perlindungan...
A. Tidak dilindungi
B. Boleh ditangkap tanpa kuota
C. Dilindungi penuh
D. Dilindungi terbatas
E. Hanya dilindungi di luar negeri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Berdasarkan Permen KP No. 11 Tahun 2019, 'Masa Karantina' untuk ikan hidup impor bertujuan untuk...
A. Membersihkan tubuh ikan dari lumpur
B. Menunggu harga pasar naik
C. Observasi gejala penyakit yang mungkin muncul (masa inkubasi)
D. Melatih ikan makan pakan buatan
E. Mengganti air pengiriman dengan air lokal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Penerbitan Health Certificate (HC) untuk ekspor hasil perikanan beku diatur dalam Permen KP No. 38 Tahun 2019, di mana syarat mutlaknya adalah...
A. Negara tujuan harus memberikan hibah
B. Memiliki izin dari dinas tata kota
C. Ikan dikemas dengan kemasan berstandar SNI
D. Produk berasal dari unit pengolahan yang memiliki HACCP
E. Kapal pengangkut harus baru
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Limbah cair dari Instalasi Karantina Ikan (IKI) wajib dikelola melalui IPAL agar...
A. Tidak mencemari lingkungan dengan patogen potensial
B. Warna air menjadi bening
C. Menghemat pajak air tanah
D. Mencegah perubahan suhu drastis di perairan
E. Air bisa dijual kembali
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Dokumen KI-D5 dalam prosedur karantina ikan digunakan untuk tindakan...
A. Pemusnahan
B. Penahanan
C. Penolakan
D. Pemeriksaan
E. Pelepasan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Penanganan ikan yang dilarang/berbahaya yang masuk secara ilegal menurut Permen KP No. 19 Tahun 2020 adalah...
A. Dilepasliarkan ke laut lepas
B. Dibiarkan di pelabuhan
C. Dimusnahkan dengan cara yang tidak mencemari lingkungan
D. Dihibahkan ke kebun binatang
E. Dijadikan pakan ternak tanpa diolah
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Sesuai Kepmen 17 Tahun 2021, White Spot Syndrome Virus (WSSV) termasuk dalam HPIK golongan...
A. Golongan II
B. Hama gudang
C. Golongan I
D. Bukan HPIK
E. Penyakit zoonosis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Dalam teknik sampling air untuk parameter oksigen terlarut (DO), hal terpenting yang harus diperhatikan adalah...
A. Menjemur sampel di bawah matahari
B. Mengocok botol sampel sekuat tenaga
C. Mencegah terjadinya aerasi (gelembung udara) saat pengisian botol
D. Menggunakan botol plastik terbuka
E. Menambah deterjen ke dalam sampel
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Pengelolaan bahan kimia berbahaya di laboratorium perikanan wajib dilengkapi dengan...
A. Buku inventaris peralatan gelas
B. Daftar harga pasar
C. Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan ruang
D. Material Safety Data Sheet (MSDS)
E. Izin gangguan (HO)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Tindakan surveilans aktif dalam pemantauan penyakit ikan biasanya dilakukan dengan cara...
A. Menunggu telepon dari nelayan
B. Membaca berita di media sosial
C. Menutup laboratorium
D. Melihat data tahun lalu saja
E. Petugas turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel secara terjadwal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Ikan yang memiliki kemampuan adaptasi luas dan tingkat reproduksi tinggi di luar habitat aslinya berpotensi menjadi...
A. Ikan endemik
B. Spesies invasif
C. Ikan langka
D. Ikan hias favorit
E. Fosil hidup
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Biaya 'Jasa Pemeriksaan Laboratorium' dalam karantina ikan merupakan salah satu komponen PNBP yang diatur dalam...
A. Inpres Keuangan
B. PP Nomor 85 Tahun 2021
C. UU Pajak Penghasilan
D. Peraturan Gubernur
E. SK Direktur Bank
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Berapakah lama waktu standar untuk pelaporan kejadian penyakit darurat (Emergency Disease) ke WOAH oleh negara anggota?
A. 24 jam sejak konfirmasi
B. 1 tahun
C. Hanya jika ditanya
D. 1 bulan
E. Setiap ganti menteri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Penetapan 'Pintu Masuk' dan 'Pintu Keluar' karantina ikan dilakukan oleh...
A. Pemilik jasa ekspedisi
B. Ketua asosiasi nelayan
C. Kepala Desa setempat
D. Duta besar negara tetangga
E. Menteri Kelautan dan Perikanan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Penyelundupan telur penyu keluar wilayah Indonesia melanggar UU Perikanan dan UU Karantina. Penyu termasuk dalam kategori ikan yang...
A. Boleh diekspor bebas
B. Dilindungi penuh
C. Hanya dilindungi jika sudah dewasa
D. Bukan termasuk komoditas karantina
E. Merupakan hama
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Traceability' dalam sistem jaminan mutu hasil perikanan?
A. Pencatatan jumlah gaji karyawan
B. Penggunaan alat tangkap modern
C. Ketertelusuran asal-usul produk dari hulu ke hilir
D. Proses pembekuan cepat
E. Kemampuan menggambar ikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Alat yang digunakan untuk mengambil sampel air pada kedalaman tertentu secara otomatis menutup saat ditarik disebut...
A. Secchi disk
B. pH meter
C. Refraktometer
D. Plankton net
E. Water Sampler (misal: Kemmerer/Van Dorn)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama

SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.