SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
  • Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
  • Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Simulasi Tryout SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Medik Veteriner Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama.

Soal 1
Dalam sistem perundang-undangan di Indonesia, landasan hukum utama yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini adalah...
A. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019
B. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014
C. Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012
D. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967
E. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014
Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 adalah payung hukum utama yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Indonesia.
Soal 2
Segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia disebut...
A. Epidemiologi Veteriner
B. Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)
C. Kesehatan Hewan
D. Zoonosis
E. Kesejahteraan Hewan
Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 18/2009 jo. UU No. 41/2014, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) adalah segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia.
Soal 3
Tindakan pemusnahan hewan secara menyeluruh pada suatu kawasan yang tertular penyakit hewan menular eksotik guna mencegah penyebaran yang lebih luas dikenal dengan istilah...
A. Depopulasi
B. Isolasi
C. Vaksinasi massal
D. Karantina
E. Stamping out
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan, stamping out (pemusnahan total) merupakan tindakan memusnahkan hewan sehat maupun sakit di daerah tertular untuk memutus rantai penularan penyakit menular eksotik atau zoonosis berbahaya.
Soal 4
Perubahan fisiologis dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa ternak sapi betina siap untuk dikawinkan (estrus) umumnya ditandai dengan gejala 3A. Arti dari 3A tersebut adalah...
A. Agresif, Abang, Anget
B. Anget, Agresif, Apatis
C. Aktif, Agresif, Anget
D. Abuh, Aktif, Apatis
E. Abuh, Abang, Anget
Jawaban: E
Gejala klinis estrus pada sapi betina secara lokal sering disingkat 3A, yaitu vulva tampak Abuh (bengkak), Abang (kemerahan), dan Anget (hangat bila diraba), disertai keluarnya lendir transparan dari vulva.
Soal 5
Hormon yang sering digunakan dalam program sinkronisasi estrus pada ternak ruminansia karena kemampuannya meluruhkan korpus luteum (luteolisis) adalah...
A. Prostaglandin F2 alfa (PGF2α)
B. Estrogen
C. Progesteron
D. Luteinizing Hormone (LH)
E. Oksitosin
Jawaban: A
Prostaglandin F2 alfa (PGF2α) adalah hormon luteolitik yang menyebabkan regresi atau peluruhan korpus luteum. Dengan luruhnya korpus luteum, kadar progesteron turun, sehingga folikel baru dapat berkembang dan hewan akan mengalami estrus.
Soal 6
Zoonosis bakterial yang ditandai dengan kematian mendadak pada ternak herbivora dan keluarnya darah berwarna hitam seperti aspal dari lubang-lubang alami (hidung, mulut, anus) yang sulit membeku adalah...
A. Brucellosis
B. Salmonellosis
C. Septicemia Epizootica
D. Anthrax
E. Leptospirosis
Jawaban: D
Anthrax (radang limpa) disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Gejala patognomonis pada ternak mati akibat anthrax adalah keluarnya darah hitam pekat yang tidak mau membeku dari lubang alami.
Soal 7
Prinsip Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) yang diakui secara internasional dan diatur dalam perundang-undangan di Indonesia dikenal dengan 'Lima Kebebasan' (Five Freedoms). Berikut yang BUKAN merupakan salah satu dari Lima Kebebasan tersebut adalah...
A. Bebas dari rasa lapar dan haus
B. Bebas dari rasa takut dan stres
C. Bebas mengekspresikan tingkah laku alami
D. Bebas dari rasa tidak nyaman
E. Bebas dari reproduksi alami
Jawaban: E
Five Freedoms meliputi: 1) Bebas dari rasa lapar & haus, 2) Bebas dari rasa tidak nyaman, 3) Bebas dari rasa sakit, luka & penyakit, 4) Bebas mengekspresikan tingkah laku alami, 5) Bebas dari rasa takut & stres. 'Bebas dari reproduksi alami' bukan bagian dari prinsip tersebut.
Soal 8
Lama masa kebuntingan normal (gestasi) pada sapi umumnya berkisar antara...
A. 114 - 115 hari
B. 145 - 150 hari
C. 330 - 340 hari
D. 60 - 65 hari
E. 280 - 285 hari
Jawaban: E
Lama kebuntingan sapi rata-rata adalah 9 bulan 10 hari atau sekitar 280-285 hari. Pilihan A adalah babi (3 bulan 3 minggu 3 hari), B adalah kambing/domba, C adalah kuda, dan D adalah anjing/kucing.
Soal 9
Hewan Penular Rabies (HPR) utama yang menjadi vektor penyebaran penyakit rabies pada manusia di Indonesia adalah...
A. Kucing
B. Kelelawar
C. Kera
D. Rakun
E. Anjing
Jawaban: E
Meskipun kucing dan kera juga merupakan HPR, lebih dari 95% kasus transmisi rabies ke manusia di Indonesia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi.
Soal 10
Sertifikat yang menjadi bukti tertulis sahnya pemenuhan persyaratan higiene dan sanitasi sebagai jaminan keamanan pada unit usaha produk hewan disebut...
A. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
B. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
C. Nomor Kontrol Veteriner (NKV)
D. Sertifikat Halal
E. Sertifikat Veteriner
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian terkait Sertifikasi NKV, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai jaminan keamanan pada unit usaha produk hewan.
Soal 11
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sangat menular pada hewan berkuku belah disebabkan oleh infeksi...
A. Fungi sistemik
B. Aphtovirus dari famili Picornaviridae
C. Pestivirus dari famili Flaviviridae
D. Bakteri Gram negatif
E. Prion
Jawaban: B
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) disebabkan oleh virus RNA berserat tunggal yaitu genus Aphtovirus, keluarga Picornaviridae.
Soal 12
Kesulitan dalam proses kelahiran (partus) akibat kelainan pada induk (seperti panggul sempit atau inersia uteri) maupun kelainan pada fetus (seperti posisi abnormal atau fetus terlalu besar) disebut...
A. Pyometra
B. Prolapsus uteri
C. Endometritis
D. Distokia
E. Retentio secundinae
Jawaban: D
Distokia adalah istilah medis veteriner untuk proses persalinan/kelahiran yang sulit, yang dapat disebabkan oleh faktor maternal (induk) maupun faktor fetal (anak/fetus).
Soal 13
Penyediaan produk hewan untuk konsumsi masyarakat harus memenuhi persyaratan ASUH. Kepanjangan dari ASUH adalah...
A. Aman, Steril, Utuh, Halal
B. Aman, Segar, Utuh, Higienis
C. Asli, Sehat, Umum, Halal
D. Aman, Sehat, Utuh, Halal
E. Awet, Segar, Utuh, Higienis
Jawaban: D
Konsep dasar Kesmavet di Indonesia menjamin penyediaan produk pangan asal hewan yang ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (bagi yang dipersyaratkan).
Soal 14
Salah satu bentuk pengendalian Avian Influenza (H5N1) yang direkomendasikan pada daerah endemis dengan populasi unggas yang padat adalah...
A. Pemberian pakan tinggi protein
B. Penggunaan antibiotik spektrum luas
C. Membiarkan hingga terbentuk kekebalan kelompok secara alami
D. Vaksinasi menggunakan vaksin AI homolog
E. Pemusnahan seluruh populasi unggas nasional
Jawaban: D
Dalam PP 47/2014 dan panduan operasional, pada wilayah endemis di mana stamping out tidak memungkinkan secara ekonomi, strategi pengendalian Avian Influenza dilakukan dengan vaksinasi yang menggunakan strain homolog dengan virus sirkulasi lapangan, disamping peningkatan biosekuriti.
Soal 15
Kondisi patologis di mana terdapat akumulasi eksudat purulen (nanah) di dalam lumen uterus pada anjing atau kucing betina, sering terjadi pada fase diestrus dengan korpus luteum yang persisten, disebut...
A. Cystic Ovarian Disease
B. Vaginitis
C. Endometritis
D. Pyometra
E. Metritis
Jawaban: D
Pyometra (Pyo = nanah, metra = uterus) adalah infeksi dan akumulasi nanah di dalam rahim, yang sangat dipengaruhi oleh hormon progesteron selama fase diestrus.
Soal 16
Berdasarkan UU No 18/2009 jo UU No 41/2014, pengertian penyakit zoonosis adalah...
A. Penyakit genetik pada hewan ternak
B. Penyakit yang hanya menular antar hewan
C. Penyakit akibat defisiensi nutrisi pakan
D. Penyakit eksotik yang berasal dari luar negeri
E. Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya
Jawaban: E
Sesuai ketentuan umum UU 18/2009 jo UU 41/2014, Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia ataupun sebaliknya.
Soal 17
Keguguran (abortus) pada sapi betina yang sering terjadi pada trimester terakhir kebuntingan dan menyebabkan retensi plasenta merupakan gejala khas infeksi dari bakteri...
A. Escherichia coli
B. Pasteurella multocida
C. Streptococcus agalactiae
D. Clostridium chauvoei
E. Brucella abortus
Jawaban: E
Brucellosis pada sapi, yang disebabkan oleh Brucella abortus (penyakit Bang), memiliki gejala patognomonis berupa abortus pada bulan ke-6 sampai ke-9 (trimester akhir) kebuntingan yang sering diikuti dengan retentio secundinae (plasenta tertahan).
Soal 18
Plasenta pada hewan ruminansia seperti sapi dan kambing memiliki tipe kotiledonaria. Unit fungsional tempat terjadinya pertukaran nutrisi antara induk dan fetus, yang terdiri dari karunkula (maternal) dan kotiledon (fetal), disebut...
A. Korion
B. Karunkula
C. Alantois
D. Plasentom
E. Amnion
Jawaban: D
Plasentom (Placentome) adalah struktur fungsional pertukaran induk-fetus pada ruminansia yang terbentuk dari penyatuan karunkula (bagian rahim induk) dan kotiledon (bagian korion fetus).
Soal 19
Siapakah yang berhak menetapkan Pejabat Otoritas Veteriner Nasional di Indonesia berdasarkan UU No. 41 Tahun 2014?
A. Presiden Republik Indonesia
B. Menteri Kesehatan
C. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
D. Menteri Pertanian
E. Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)
Jawaban: D
Berdasarkan UU No 18/2009 yang telah diubah dengan UU No 41/2014, Pejabat Otoritas Veteriner Nasional ditetapkan oleh Menteri (dalam hal ini Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang peternakan dan kesehatan hewan yaitu Menteri Pertanian).
Soal 20
Penanggulangan wabah penyakit hewan eksotik yang baru pertama kali masuk ke wilayah Indonesia harus dilakukan secara cepat dan tegas. Metode yang paling efektif untuk memutus agen patogen secara radikal sesuai pedoman WOAH (World Organisation for Animal Health) adalah...
A. Pengendalian vektor dengan pestisida
B. Vaksinasi darurat ring vaccination
C. Isolasi di kandang
D. Pengobatan kuratif
E. Stamping out (Pemusnahan total hewan tertular dan sekandang)
Jawaban: E
Untuk penyakit eksotik yang baru masuk (incursion), kebijakan yang dianjurkan oleh WOAH dan sesuai PP No. 47 Tahun 2014 adalah Stamping Out, guna memastikan agen penyakit benar-benar hilang sebelum sempat menjadi endemis.
Soal 21 Premium
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur secara spesifik tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan adalah...
A. PP Nomor 95 Tahun 2012
B. PP Nomor 28 Tahun 2004
C. PP Nomor 15 Tahun 1977
D. PP Nomor 3 Tahun 2017
E. PP Nomor 47 Tahun 2014
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler obligat yang dapat menyebabkan abortus pada manusia dan hewan. Inang definitif (definitive host) tempat parasit ini bereproduksi secara seksual adalah...
A. Kucing (Felidae)
B. Burung Dara
C. Anjing
D. Babi
E. Kambing
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Waktu yang paling tepat untuk melakukan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi betina agar tingkat konsepsi maksimal, dikenal dengan aturan AM-PM (Pagi-Sore). Jika sapi pertama kali terlihat estrus (minta kawin) pada pagi hari, maka IB sebaiknya dilakukan pada...
A. Pagi hari berikutnya
B. Sore hari itu juga
C. Pagi hari itu juga
D. Sore hari berikutnya
E. Siang hari itu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Penyelenggaraan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Indonesia bertujuan untuk mencegah masuk dan keluarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Hal ini diatur terbaru dalam perundangan yaitu...
A. UU Nomor 18 Tahun 2009
B. UU Nomor 21 Tahun 2019
C. PP Nomor 82 Tahun 2000
D. UU Nomor 16 Tahun 1992
E. Permentan Nomor 31 Tahun 2018
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Reservoir alami dari virus Nipah adalah...
A. Babi (Sus scrofa domesticus)
B. Kera ekor panjang (Macaca fascicularis)
C. Kelelawar pemakan buah (Pteropus sp.)
D. Tikus got (Rattus norvegicus)
E. Nyamuk Aedes aegypti
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Kegagalan pengeluaran membran fetus (plasenta) setelah lewat batas waktu normal pasca melahirkan pada sapi (biasanya lebih dari 12-24 jam) disebut...
A. Retentio secundinae
B. Prolapsus vagina
C. Mumifikasi fetus
D. Maserasi fetus
E. Inversio uteri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Berdasarkan pedoman Rumah Potong Hewan (RPH), untuk menjamin kesejahteraan hewan dan memudahkan penyembelihan, hewan sapi sering dilakukan pemingsanan (stunning) terlebih dahulu. Alat yang digunakan untuk melakukan penetrative captive bolt stunning bekerja dengan cara...
A. Membius lewat pernafasan dengan gas CO2
B. Menembakkan batang besi (bolt) ke arah otak melalui tengkorak kepala
C. Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi ke jantung
D. Memutuskan sumsum tulang belakang di leher secara mekanis
E. Memberikan suntikan ketamin secara intramuskuler
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Penyakit African Swine Fever (ASF) adalah penyakit virus menular pada babi yang mematikan dan telah mewabah di Indonesia. Karakteristik dari penyakit ini adalah...
A. Disebabkan oleh virus RNA dari genus Pestivirus
B. Telah tersedia vaksin komersial yang sangat efektif untuk pencegahan
C. Dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik dosis tinggi
D. Zoonosis dan menyebabkan flu berat pada peternak
E. Memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang bisa mencapai 100% pada babi domestik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Anomali reproduksi yang sering terjadi pada sapi betina yang lahir kembar dengan pedet jantan, di mana sapi betina tersebut menjadi steril akibat fusi pembuluh darah plasenta dan transfer hormon androgen dari pedet jantan, disebut...
A. Hypoplasia ovarium
B. Cryptorchidism
C. Freemartinisme
D. Nymphomania
E. Hermafrodit sejati
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Definisi 'Hewan' menurut UU No. 18 Tahun 2009 dan perubahannya dalam UU No. 41 Tahun 2014 mencakup...
A. Binatang atau satwa yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di darat, air, dan/atau udara, baik yang dipelihara maupun yang di habitatnya
B. Hanya hewan ternak ruminansia
C. Hanya hewan kesayangan yang dipelihara manusia
D. Semua jenis makhluk hidup bernyawa kecuali tumbuhan dan bakteri
E. Hewan peliharaan dan hewan eksotik di kebun binatang saja
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Bakteri Leptospira sp. yang menyebabkan Leptospirosis pada manusia umumnya masuk ke dalam tubuh manusia melalui...
A. Transfusi darah dari donor yang sehat
B. Inhalasi droplet saluran pernafasan orang yang sakit
C. Kontak langsung luka terbuka atau mukosa dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan terinfeksi
D. Konsumsi daging sapi yang dimasak kurang matang
E. Gigitan nyamuk Anopheles
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Pada organ reproduksi jantan, proses pembentukan spermatozoa (spermatogenesis) secara spesifik terjadi di bagian...
A. Kelenjar prostat
B. Tubulus seminiferus
C. Epididimis
D. Vas deferens
E. Vesikula seminalis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Pasal 91B UU No. 41 Tahun 2014 mengatur sanksi pidana bagi setiap orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif. Ancaman pidana maksimum bagi pelanggar adalah...
A. Kurungan seumur hidup
B. Kurungan 6 bulan dan denda 5 Juta Rupiah
C. Kurungan 1 bulan dan denda 1 Juta Rupiah
D. Kurungan 1 tahun sampai 3 tahun
E. Kurungan paling singkat 1 bulan dan paling lama 6 bulan, dan denda 1-5 Juta Rupiah
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Q-Fever merupakan zoonosis yang ditularkan terutama melalui inhalasi debu yang terkontaminasi oleh cairan tubuh (seperti cairan plasenta saat melahirkan) hewan ternak terinfeksi. Agen penyebab Q-Fever adalah...
A. Chlamydia psittaci
B. Mycoplasma bovis
C. Listeria monocytogenes
D. Coxiella burnetii
E. Campylobacter jejuni
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Korpus luteum adalah struktur kelenjar endokrin sementara pada ovarium yang terbentuk setelah ovulasi. Hormon utama yang disekresikan oleh korpus luteum untuk mempertahankan kebuntingan adalah...
A. Estrogen
B. Testosteron
C. Progesteron
D. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
E. Prolaktin
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Dokumen tertulis yang diterbitkan oleh dokter hewan berwenang atau dokter hewan praktek yang menyatakan bahwa hewan atau produk hewan telah diperiksa dan dinyatakan sehat/aman adalah...
A. Izin Usaha Peternakan
B. Sertifikat Halal
C. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
D. Sertifikat Veteriner
E. Surat Karantina Mutlak
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Penyakit sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) disebabkan oleh agen infeksius yang unik, yang bukan bakteri, virus, atau fungi, melainkan protein abnormal yang disebut...
A. Virion
B. Prion
C. Viroid
D. Bakteriofag
E. Mycoplasma
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Dalam teknologi Transfer Embrio (TE) pada sapi, induk donor perlu dirangsang agar menghasilkan sel telur (ovum) dalam jumlah banyak dalam satu siklus (superovulasi). Hormon yang umumnya diinjeksikan untuk tujuan superovulasi adalah...
A. Kortisol
B. Prostaglandin F2 alpha
C. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone)
D. Oksitosin
E. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Pejabat Otoritas Veteriner (POV) di tingkat Provinsi diangkat oleh Gubernur. Persyaratan utama untuk dapat diangkat menjadi POV adalah...
A. Merupakan pengusaha di bidang peternakan
B. Harus seorang Sarjana Peternakan
C. Berprofesi sebagai Dokter Hewan (Veterinarian)
D. Memiliki gelar Magister Kesehatan Masyarakat
E. PNS dengan masa kerja minimal 20 tahun
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dermatofitosis (Ringworm) pada hewan kesayangan seperti kucing dan anjing sangat mudah menular ke manusia. Agen penyebab utama dari penyakit ini tergolong ke dalam...
A. Protozoa darah
B. Bakteri gram positif
C. Ektoparasit (Tungau/Kutu)
D. Fungi (Jamur)
E. Virus RNA
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Penanganan obstetrik pada sapi yang mengalami prolapsus uteri pasca melahirkan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memperburuk kondisi. Langkah pertama dan utama dalam mereposisi uterus yang keluar adalah...
A. Memotong bagian uterus yang mengalami nekrosis dengan pisau bedah
B. Langsung menarik uterus dari dalam melalui vagina secara paksa
C. Membiarkannya mengering agar infeksi terhenti
D. Membersihkan organ yang prolaps dan mengecilkannya menggunakan air dingin steril atau larutan gula hipertonik
E. Menyuntikkan hormon oksitosin dosis tinggi untuk membuat kontraksi maksimal
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Berdasarkan prinsip kesejahteraan hewan (Kesrawan), tindakan eutanasia (membunuh hewan tanpa rasa sakit) diperbolehkan berdasarkan indikasi medis. Hal ini diatur untuk mencegah...
A. Hewan menderita secara terus-menerus tanpa ada harapan sembuh
B. Overpopulasi di kebun binatang swasta secara acak
C. Hewan tidak bisa direproduksi untuk peternakan komersial
D. Penyebaran penyakit hewan ringan yang bisa sembuh sendiri
E. Kebisingan akibat suara hewan di daerah pemukiman
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Schistosomiasis adalah penyakit zoonotik endemik di daerah tertentu di Indonesia (Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah). Cacing parasit ini memerlukan inang perantara (intermediate host) berupa...
A. Siput air tawar (Oncomelania hupensis lindoensis)
B. Babi hutan
C. Kepiting air tawar
D. Tikus sawah
E. Nyamuk Culex
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Lama masa kebuntingan pada kambing dan domba secara rata-rata adalah...
A. 150 hari (5 bulan)
B. 330 hari (11 bulan)
C. 63 hari (2 bulan)
D. 285 hari (9 bulan, 10 hari)
E. 114 hari (3 bulan, 3 minggu, 3 hari)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Dalam pelaksanaan Karantina Hewan sesuai UU No 21 Tahun 2019, setiap media pembawa (seperti hewan atau produk hewan) yang dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari wilayah NKRI wajib dilengkapi dengan...
A. Kartu Tanda Penduduk pemilik hewan
B. Izin prinsip dari kepolisian
C. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) dari negara/area asal
D. Surat pajak bumi dan bangunan
E. Kwitansi pembelian hewan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Gejala klinis berupa kekakuan otot tubuh secara menyeluruh (paralisis spastik), mulut terkunci (lockjaw), dan prolapsus membran niktitans (mata ketiga) pada kuda merupakan tanda khas infeksi penyakit...
A. Tetanus
B. Ensefalitis Equine
C. Botulismus
D. Rabies
E. Listeriosis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Dalam siklus estrus pada hewan betina, peristiwa pecahnya folikel de Graaf dan pelepasan ovum matang (ovulasi) dipicu langsung oleh lonjakan (surge) dari hormon...
A. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
B. Estrogen
C. Prolaktin
D. Luteinizing Hormone (LH)
E. Progesteron
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Penggolongan Obat Hewan menurut UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dibagi ke dalam sediaan...
A. Kimia, Herbal, dan Sintetik
B. Paten, Generik, dan Racikan
C. Keras, Bebas Terbatas, dan Bebas
D. Antibiotik, Vitamin, dan Mineral
E. Biologik, Farmasetik, dan Premiks
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) menyebabkan kematian mendadak pada unggas dengan tingkat yang sangat tinggi. Perubahan patologis makroskopis yang khas terlihat pada ayam yang mati akibat HPAI adalah...
A. Penebalan saraf ischiadicus (nervus vagus membesar)
B. Bercak perdarahan petekie pada lemak koroner jantung dan sianosis pada pial/jengger
C. Penumpukan material kaseosa (seperti keju) di caecum dan ulserasi hati
D. Pembengkakan bursa Fabricius hingga berisi nanah
E. Kekerdilan tulang panjang (osteodistrofi)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Kelainan kongenital pada hewan jantan di mana salah satu atau kedua testis gagal turun dari rongga abdomen ke dalam kantong skrotum disebut...
A. Phimosis
B. Azoospermia
C. Cryptorchidism
D. Orchitis
E. Epididimitis
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama

SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Medik Veteriner Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.