SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Istilah di bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan, perkarantinaan, peternakan, budidaya pertanian, kelembagaan
  • UU Pangan, UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, UU Perlindungan Konsumen, UU Standarisasi, UU Halal, UU Karantina, UU Perkebunan, UU Hortikultura, UU Peternakan, PP Label dan Iklan Pangan, PP Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, PP Indikasi Geografis, Permentan tentang Pengawasan Keamanan PSAT di Pemasukan, Keamanan dan Mutu PSAT, Sistem Pertanian Organik, GAP, GHP, GMP, GRP, Pelarangan Bahan Kimia pada Beras, Tindakan Karantina untuk Pemasukan PSAT
  • Lembaga Pengawas Pangan, Lembaga Pengujian, Lembaga Sertifikasi Produk/Profesi, Lembaga Akreditasi, Lembaga Standar Internasional, termasuk di dalamnya personil/SDM yang menjalankan fungsi dan tugas terkait bidang keamanan dan mutu pangan hasil pertanian
  • SNI Produk Pangan Hasil Pertanian, SNI Sistem terkait Mutu dan Keamanan Pangan, Standar Internasional terkait Mutu dan Keamanan pangan, Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (SSOP, GAP, GHP, GMP, GRP, GFP), Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Persyaratan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan PSAT, Persyaratan Keamanan PSAT/PSAH
  • Mekanisme Pengawasan untuk Pemasukan PSAT, Pre Market, Post Market, Mekanisme Pengujian Mutu Hasil Pertanian (Pengujian Cepat dan Pengujian dengan Instrumen), Mekanisme Pengambilan Contoh, Mekanisme Pengawasan Pemasukan Agens Hayati
  • Cemaran Biologi, Kimia, Fisika

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama.

Soal 1
Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang mengalami perlakuan fisik ringan dan belum mengalami proses pengolahan lebih lanjut sering menjadi fokus pengawasan mutu. Berikut ini yang termasuk dalam perlakuan minimal (fisik ringan) pada PSAT adalah...
A. Ekstraksi menggunakan pelarut kimia
B. Pemanasan suhu tinggi dan pasteurisasi
C. Pengupasan, pencucian, dan pengeringan
D. Pencampuran dengan bahan tambahan pangan sintetis
E. Fermentasi dan penambahan bahan pengawet
Jawaban: C
Berdasarkan definisi umum dan Permentan terkait, Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan yang belum mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung maupun tidak langsung. Perlakuan minimal yang diperbolehkan meliputi pencucian, pengupasan, pengeringan, penggilingan, pemotongan, dan pengemasan tanpa tambahan zat lain.
Soal 2
Peraturan perundang-undangan di Indonesia yang secara komprehensif mengatur tentang penyelenggaraan pangan, termasuk mengenai kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan adalah...
A. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999
B. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019
C. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019
D. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012
E. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996
Jawaban: D
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan merupakan regulasi terbaru yang menggantikan UU No. 7 Tahun 1996, mengatur secara menyeluruh mengenai Pangan di Indonesia.
Soal 3
Langkah pertama dari 7 prinsip sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang wajib diterapkan dalam industri pengolahan maupun penanganan pangan hasil pertanian adalah...
A. Menetapkan sistem pemantauan untuk CCP
B. Menetapkan batas kritis untuk masing-masing CCP
C. Menetapkan tindakan koreksi
D. Melakukan analisis bahaya (Hazard Analysis)
E. Menentukan Titik Kendali Kritis (CCP)
Jawaban: D
Prinsip 1 dari HACCP menurut standar CAC (Codex Alimentarius Commission) adalah melakukan analisis bahaya (Conduct a hazard analysis) untuk mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, atau fisik pada semua tahapan produksi.
Soal 4
Cemaran yang sering ditemukan pada produk serealia dan kacang-kacangan yang disimpan pada kondisi lembab dan suhu tinggi akibat aktivitas jamur Aspergillus flavus adalah...
A. Histamin
B. Fumonisin
C. Ochratoxin
D. Patulin
E. Aflatoksin
Jawaban: E
Aflatoksin adalah mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, yang umumnya mencemari komoditas pertanian seperti kacang tanah dan jagung akibat penyimpanan yang kurang baik.
Soal 5
Mekanisme pengawasan produk pangan segar asal tumbuhan yang telah beredar di pasaran atau ritel untuk memastikan bahwa produk tersebut tetap aman dikonsumsi dan memenuhi standar mutu disebut...
A. Border Control
B. Post Market Control
C. Traceability audit
D. On-farm inspection
E. Pre Market Control
Jawaban: B
Pengawasan Post Market (Post Market Control) adalah pengawasan yang dilakukan setelah produk mendapatkan izin edar dan didistribusikan ke pasar/masyarakat untuk memastikan konsistensi pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan.
Soal 6
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal untuk produk di Indonesia adalah...
A. LPPOM MUI
B. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
C. Kementerian Pertanian
D. Badan Standardisasi Nasional (BSN)
E. BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal)
Jawaban: E
Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, otoritas yang menerbitkan Sertifikat Halal beralih dari MUI ke BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) di bawah Kementerian Agama.
Soal 7
Lembaga non-struktural di Indonesia yang berwenang melakukan akreditasi terhadap lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi, dan laboratorium pengujian adalah...
A. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
B. Badan Karantina Pertanian
C. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP)
D. Komite Akreditasi Nasional (KAN)
E. Badan Standardisasi Nasional (BSN)
Jawaban: D
Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah lembaga non-struktural yang bertugas memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK) seperti laboratorium uji, laboratorium kalibrasi, dan lembaga sertifikasi di Indonesia.
Soal 8
Penerapan pedoman cara produksi yang baik pada tahap pascapanen pertanian agar hasil pertanian aman, bermutu, dan layak dikonsumsi dikenal dengan istilah...
A. Good Farming Practices (GFP)
B. Good Agricultural Practices (GAP)
C. Good Retail Practices (GRP)
D. Good Manufacturing Practices (GMP)
E. Good Handling Practices (GHP)
Jawaban: E
Good Handling Practices (GHP) atau Cara Penanganan Pascapanen yang Baik adalah pedoman umum mengenai cara-cara penanganan pascapanen hasil pertanian untuk menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu.
Soal 9
Ditemukannya pecahan kaca, kerikil, atau potongan logam pada beras yang dikemas merupakan contoh dari jenis bahaya...
A. Fisika
B. Radiasi
C. Biologi
D. Kimia
E. Mikrobiologi
Jawaban: A
Bahaya fisika (physical hazard) pada keamanan pangan adalah keberadaan benda-benda asing fisik (kaca, logam, batu, plastik, dll.) yang tidak lazim terdapat dalam pangan dan dapat menyebabkan cedera jika tertelan.
Soal 10
Pengujian cepat (rapid test) kualitatif residu pestisida pada sayuran segar di pasar tradisional umumnya menggunakan metode...
A. Spektrofotometer UV-Vis
B. Atomic Absorption Spectroscopy (AAS)
C. Test Kit Kertas Saring berprinsip enzimatis/kolorimetri
D. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC)
E. Kromatografi Gas - Spektrometri Massa (GC-MS)
Jawaban: C
Pengujian cepat (rapid test) di lapangan umumnya menggunakan Rapid Test Kit yang mengandalkan perubahan warna (kolorimetri) atau inhibisi enzim (seperti kolinesterase) karena lebih praktis dan murah. Pilihan lain adalah instrumen pengujian di laboratorium.
Soal 11
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, yang dimaksud dengan Karantina adalah...
A. Pengaturan harga komoditas pertanian di perbatasan negara
B. Sistem pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina
C. Tindakan pemeriksaan laboratorium secara acak di pasar tradisional
D. Pengembangan budidaya tanaman endemik melalui kultur jaringan
E. Pengawasan gizi dan label pangan segar di peredaran
Jawaban: B
Menurut Pasal 1 UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Karantina adalah sistem pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina; serta pengawasan terhadap keamanan pangan dan mutu pangan...
Soal 12
Tindakan karantina pertanian (karantina tumbuhan) yang dilakukan apabila media pembawa ternyata terinfeksi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan tidak dapat dibebaskan dari OPTK tersebut dengan perlakuan, maka dilakukan...
A. Pelepasan
B. Pemusnahan
C. Pengasingan
D. Pembebasan
E. Pemeriksaan tambahan
Jawaban: B
Dalam UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, salah satu tindakan karantina adalah 'Pemusnahan' (8P: Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, Pembebasan). Pemusnahan dilakukan jika media pembawa busuk, membahayakan, atau setelah perlakuan tidak dapat disembuhkan/dibebaskan dari Hama Penyakit Karantina.
Soal 13
Badan internasional yang dibentuk oleh FAO dan WHO untuk menyusun standar-standar keamanan dan mutu pangan, kode praktik, dan pedoman internasional adalah...
A. Codex Alimentarius Commission (CAC)
B. OIE
C. IPPC
D. ISO
E. WTO-SPS
Jawaban: A
Codex Alimentarius Commission (CAC) didirikan oleh FAO dan WHO pada tahun 1963 untuk mengembangkan standar makanan yang harmonis secara internasional guna melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan yang adil.
Soal 14
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura utamanya bertujuan untuk menjamin...
A. Kuantitas bibit yang dihasilkan oleh perusahaan benih
B. Penurunan pajak daerah dari sektor pertanian
C. Harga jual produk selalu tinggi di pasar ekspor
D. Kelayakan ekonomi petani dengan menekan biaya produksi serendah mungkin
E. Keamanan produk pangan hasil panen dan kelestarian lingkungan hidup
Jawaban: E
GAP (Good Agricultural Practices) merupakan panduan budidaya pertanian yang baik untuk menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi, bermutu, produktivitas tinggi, ramah lingkungan (melestarikan lingkungan), serta memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pekerja.
Soal 15
Dalam mekanisme pengambilan contoh (sampling) untuk pengujian mutu gabah di dalam karung, alat yang paling tepat digunakan untuk mengambil sampel agar mewakili seluruh kedalaman karung adalah...
A. Mikrometer sekrup
B. Timbangan analitik
C. Sendok takar plastik
D. Kertas saring
E. Tombak (Probe/Trier)
Jawaban: E
Tombak (Probe/Trier) adalah alat bantu sampling yang ditusukkan ke dalam kemasan karung (beras, gabah, biji-bijian) untuk mengambil contoh (sampel) dari berbagai kedalaman agar sampel yang diambil bersifat representatif (mewakili).
Soal 16
Tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis (alam, manusia, atau kombinasinya) memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada produk yang dihasilkan disebut...
A. SNI Wajib
B. Merek Dagang
C. Hak Cipta Pertanian
D. Sertifikat Halal
E. Indikasi Geografis
Jawaban: E
Definisi Indikasi Geografis menurut peraturan perundang-undangan (UU Merek dan Indikasi Geografis serta PP No 51/2007) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk karena faktor lingkungan geografis yang memberi reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu (contoh: Kopi Kintamani Bali).
Soal 17
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengatur tentang...
A. Sistem Budidaya Pertanian
B. Keamanan Pangan
C. Standardisasi Nasional
D. Perlindungan Konsumen
E. Perkarantinaan
Jawaban: D
UU No. 8 Tahun 1999 adalah payung hukum yang mengatur tentang Perlindungan Konsumen di Indonesia, yang melindungi hak-hak konsumen termasuk atas keamanan produk pangan.
Soal 18
Sebagai salah satu persyaratan dasar keamanan pangan (Prerequisite Program), SSOP memegang peranan krusial. Kepanjangan dari SSOP adalah...
A. Sanitary and Safety Organization Protocol
B. Safe System of Production
C. Sanitation Standard Operating Procedure
D. Standard System Operation for Production
E. Standard Security of Product
Jawaban: C
SSOP singkatan dari Sanitation Standard Operating Procedure, yaitu prosedur pelaksanaan sanitasi standar yang harus dipenuhi oleh produsen untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang dan menjamin higiene fasilitas pengolahan pangan.
Soal 19
Bakteri patogen yang sering menjadi cemaran biologi pada daging unggas mentah dan telur, serta menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada manusia adalah...
A. Saccharomyces cerevisiae
B. Acetobacter xylinum
C. Lactobacillus casei
D. Rhizopus oligosporus
E. Salmonella sp.
Jawaban: E
Salmonella sp. adalah agen biologis (bakteri patogen) yang sering mencemari produk ternak (terutama telur dan daging unggas) dan menjadi salah satu parameter utama pengujian mikrobiologi karena dapat menyebabkan salmonellosis (infeksi saluran pencernaan/diare). Opsi lain adalah mikroba bermanfaat/bukan patogen utama.
Soal 20
Pemerintah secara tegas melarang penggunaan bahan kimia klorin pada beras. Alasan utama pelarangan klorin sebagai pemutih beras adalah...
A. Klorin membuat masa simpan beras menjadi terlalu pendek
B. Klorin dapat mengubah beras menjadi ketan
C. Klorin meningkatkan berat jenis beras sehingga merugikan timbangan pedagang
D. Klorin dapat bereaksi membentuk senyawa yang bersifat karsinogenik dan merusak sistem pernapasan serta pencernaan manusia
E. Klorin hanya diizinkan untuk pemutih gula pasir
Jawaban: D
Berdasarkan Permentan terkait kualitas dan keamanan beras, klorin dilarang digunakan untuk memutihkan beras karena residunya sangat berbahaya, bersifat korosif, dan karsinogenik (memicu kanker) bagi sistem pernapasan dan pencernaan manusia.
Soal 21 Premium
Setiap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dikemas dan diedarkan di wilayah Republik Indonesia wajib diregistrasikan sebelum beredar. Kewajiban pre-market ini diberikan dalam bentuk nomor pendaftaran yang diterbitkan oleh...
A. Kementerian Kesehatan
B. Direktorat Jenderal Bea Cukai
C. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP)
D. LPPOM MUI
E. Badan Karantina Pertanian
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam sistem kelembagaan pengawasan pangan segar di daerah tingkat provinsi, instansi yang berperan sebagai otoritas kompeten pengawasan mutu hasil pertanian adalah...
A. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
B. Badan Pusat Statistik (BPS)
C. Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD)
D. BPOM
E. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 mengatur tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Aspek utama yang ditekankan dalam sistem budidaya berkelanjutan adalah menyeimbangkan tiga pilar, yaitu...
A. Kuantitas, Monopoli, dan Ekspor
B. Produksi, Impor, dan Distribusi
C. Subsidi, Ekspor, dan Mekanisasi
D. Ekonomi, Ekologi, dan Sosial
E. Pertambangan, Perkebunan, dan Peternakan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Salah satu tujuan utama penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada sarana pengolahan hasil pertanian adalah...
A. Memastikan lahan pertanian bebas hama
B. Meningkatkan daya racun pada herbisida
C. Mencegah kontaminasi silang selama proses produksi hingga pengemasan
D. Mengurangi hak-hak pekerja pabrik demi efisiensi
E. Mempercepat proses mutasi genetik tanaman
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019, kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia disebut...
A. Ketahanan Pangan
B. Mutu Pangan
C. Gizi Pangan
D. Sanitasi Pangan
E. Keamanan Pangan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Badan di Indonesia yang berwenang menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk pangan hasil pertanian adalah...
A. Badan Standardisasi Nasional (BSN)
B. Badan Karantina Nasional
C. Badan Pusat Statistik (BPS)
D. Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
E. Kementerian Pertanian (Kementan)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Produk pangan pertanian dapat diklaim dan diberi label 'Organik' apabila telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) yang terakreditasi KAN, serta memenuhi SNI tentang Sistem Pertanian Organik, yaitu...
A. SNI ISO 9001:2015
B. SNI 6729:2016
C. SNI 7313:2008
D. SNI ISO 14001:2015
E. SNI 01-3840-1995
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Berdasarkan ketentuan pelabelan produk pangan (PP 69/1999 yang diperbarui dalam regulasi terkait Label Pangan), informasi yang tidak wajib dicantumkan pada label kemasan pangan hasil pertanian yang diedarkan adalah...
A. Nama produk
B. Nama dan alamat pemproduksi/importir
C. Berat bersih atau isi bersih
D. Rincian biaya promosi dan marketing
E. Daftar bahan yang digunakan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Menurut pedoman persyaratan keamanan PSAT pada pemasukan (impor), dokumen pengakuan atau jaminan kesesuaian sistem pengawasan keamanan pangan yang diakui dari negara asal disebut...
A. Certificate of Origin
B. Health Certificate
C. Equivalence Agreement (Kesetaraan Mutu)
D. Prior Notice
E. Bill of Lading
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Pencemaran logam berat pada lahan pertanian (misalnya akibat limbah pabrik atau gas buang kendaraan bermotor) dapat terakumulasi pada tanaman. Salah satu cemaran logam berat yang secara ketat diatur Batas Maksimum Cemaran Logam Berat (BMCLB)-nya adalah...
A. Natrium (Na)
B. Magnesium (Mg)
C. Kalium (K)
D. Kalsium (Ca)
E. Timbal (Pb)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Selain Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), produk hasil budidaya peternakan yang belum mengalami pengolahan dan siap untuk dikonsumsi maupun diolah lebih lanjut dikategorikan sebagai...
A. Pangan Segar Asal Hewan (PSAH)
B. Pangan Fungsional
C. Bahan Tambahan Pangan (BTP)
D. Sediaan Farmasi Veteriner
E. Pangan Olahan Tertentu
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Standar internasional yang diakui oleh GFSI (Global Food Safety Initiative) yang menggabungkan prinsip ISO 9001 dan HACCP untuk sistem manajemen keamanan pangan adalah...
A. ISO 14001
B. ISO 9001
C. ISO 27001
D. ISO 45001
E. ISO 22000
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Undang-Undang yang menjadi landasan penyelenggaraan usaha budidaya dan industri pengolahan komoditas kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao di Indonesia adalah...
A. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
B. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan
C. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
D. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
E. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Teknik pengambilan contoh (sampling) untuk produk curah cair seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) di dalam tangki simpan besar harus mewakili kondisi atas, tengah, dan bawah cairan. Alat yang sesuai untuk metode ini adalah...
A. Tombak bambu
B. Jangka sorong
C. Saringan mesh ukuran mikron
D. Botol pemberat (Zone sampler/Dip bottle)
E. Spatula besi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Dalam struktur instansi Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis yang menjadi rujukan nasional (laboratorium acuan) dalam pengujian mutu pakan dan hasil peternakan adalah...
A. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH)
B. Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP)
C. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
D. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
E. Lembaga Administrasi Negara (LAN)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Penjaja sayur segar dan buah di pasar modern (supermarket) diwajibkan memperhatikan Good Retail Practices (GRP). Salah satu indikator penerapan GRP untuk pangan segar adalah...
A. Memisahkan talenan dan pisau untuk produk segar siap konsumsi dengan daging mentah
B. Mematikan pendingin (chiller) pada malam hari untuk hemat listrik
C. Penyemprotan sayuran dengan formalin agar tampak segar
D. Membiarkan buah yang sudah membusuk di dalam tumpukan display untuk menambah berat
E. Penempatan produk kimia pembersih lantai (deterjen) berdekatan dengan area display sayur segar
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Pembentukan senyawa toksik golongan amina biogenik akibat aktivitas enzim dekarboksilase dari bakteri pembusuk, yang sering menyebabkan keracunan mirip alergi gatal-gatal pada ikan laut golongan Scombridae, adalah...
A. Tetrodotoksin
B. Histamin
C. Botulinum
D. Melamin
E. Sianida
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pengujian instrumen modern yang sangat presisi di laboratorium untuk mengetahui konsentrasi dan jenis residu pestisida pada produk pertanian (analisis kuantitatif) menggunakan...
A. Kalorimeter bom
B. Mikroskop optik binokuler
C. Autoklaf
D. Neraca pegas
E. Kromatografi Gas (GC) atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Penanganan ternak, kesehatan hewan, dan keamanan produk pangan asal hewan secara komprehensif dari hulu ke hilir tunduk pada...
A. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992
B. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010
C. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014
D. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014
E. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Seseorang yang berprofesi sebagai Petugas Pengambil Contoh (PPC) wajib memastikan bahwa dirinya berkompeten dan tersertifikasi. Lembaga sertifikasi personil/profesi (LSP) berhak mengeluarkan sertifikat kompetensi setelah disetujui oleh...
A. Gubernur Provinsi setempat
B. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB)
C. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
D. Badan Kepegawaian Negara (BKN)
E. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Pada pembuatan rencana HACCP, alat bantu logis yang terdiri dari urutan pertanyaan untuk menentukan apakah suatu tahapan proses merupakan titik kendali kritis (Critical Control Point) atau bukan disebut...
A. CCP Decision Tree (Pohon Keputusan)
B. Control Chart (Peta Kendali)
C. Diagram Pareto
D. Diagram Ishikawa (Fishbone)
E. SOP Sanitasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Dalam lingkup karantina dan perlindungan tanaman, Agens Hayati sering dimanfaatkan dalam pengendalian hama terpadu (PHT). Definisi agens hayati adalah...
A. Bahan kimia anorganik untuk menetralkan pH tanah masam
B. Organisme berupa predator, parasitoid, atau patogen yang digunakan untuk mengendalikan hama/penyakit tanaman secara biologis
C. Pestisida sintetis spektrum luas yang diproduksi secara massal
D. Pupuk NPK buatan pabrik
E. Benih tanaman transgenik hasil rekayasa genetika (GMO)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Mekanisme pemasukan Agens Hayati dari luar negeri sangat ketat karena berisiko membawa agen penyakit baru. Institusi di pintu perbatasan (bandara/pelabuhan) yang berwenang memeriksa dan memberikan izin pelepasan pemasukan agens hayati adalah...
A. Badan Narkotika Nasional
B. Badan Karantina
C. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
D. Kepolisian Air dan Udara
E. Imigrasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 yang kini menjadi dasar berbagai turunan perundangan keamanan produk, mengatur mengenai...
A. Label dan Iklan Pangan
B. Karantina Ikan
C. Sertifikasi Kompetensi Petani
D. Distribusi Pupuk Bersubsidi
E. Hak Paten Varietas Tanaman
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Batas maksimum kandungan residu bahan kimia pertanian yang diperbolehkan berada pada produk pertanian dan makanan tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia disebut dengan...
A. Acceptable Daily Intake (ADI)
B. Lethal Dose 50 (LD50)
C. Batas Maksimum Residu (BMR)
D. Batas Minimum Keamanan (BMK)
E. Tolerance Limit Parameter (TLP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Laboratorium pengujian mutu produk pertanian yang berstandar internasional dan diakui hasil analisanya harus mengimplementasikan dan diakreditasi berdasarkan standar...
A. ISO 9001
B. ISO/IEC 17025
C. ISO/IEC 17020
D. ISO 14001
E. ISO 22000
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Dalam rantai pasok daging unggas dari peternakan menuju ke rumah potong hewan unggas (RPHU), penerapan Good Farming Practices (GFP) di tingkat peternak mencakup aspek, KECUALI...
A. Penjadwalan vaksinasi untuk memutus rantai penularan penyakit
B. Sistem pengelolaan limbah feses ternak yang memadai
C. Pemberian pakan yang terbebas dari hormon pertumbuhan terlarang
D. Menyuntikkan formalin pada daging unggas yang telah dipotong agar awet
E. Menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang secara ketat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Pengujian cepat mutu hasil pertanian untuk parameter fisik menggunakan indera manusia, seperti melihat warna, membaui aroma, meraba tekstur, dan merasakan rasa, dikenal dengan sebutan pengujian...
A. Mikrobiologis
B. Spektrometri
C. Organoleptik (Sensoris)
D. Kromatografi
E. Gravimetri
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, florikultura, dan tanaman obat yang padat karya dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan ekonomi nasional, diatur secara khusus dalam...
A. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006
B. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990
C. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014
D. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012
E. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus Pangan, baik yang bersentuhan langsung maupun tidak bersentuhan langsung dengan Pangan disebut...
A. Penyedap rasa
B. Perlengkapan Agribisnis
C. Kemasan Pangan
D. Label Pangan
E. Bahan Tambahan Pangan (BTP)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.