Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengendali Dampak Lingkungan Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil.
Soal 1
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air disebut...
A. Baku Mutu Air
B. Kriteria Kerusakan Lingkungan
C. Status Mutu Air
D. Baku Mutu Air Limbah
E. Ambang Batas Emisi
Jawaban: A
Menurut Pasal 1 angka 13 PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Baku Mutu Air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air.
Soal 2
Klasifikasi mutu air yang diperuntukkan bagi prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman menurut regulasi terbaru termasuk dalam...
A. Kelas 3
B. Kelas 2
C. Kelas Khusus
D. Kelas 4
E. Kelas 1
Jawaban: B
Berdasarkan Lampiran VI PP No. 22 Tahun 2021, air Kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman. Sedangkan Kelas 3 tidak mencakup peruntukan rekreasi air yang membutuhkan kontak langsung.
Soal 3
Dokumen yang menyatakan pemenuhan Standar Teknis pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan disebut...
A. Persetujuan Teknis (Pertek)
B. Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)
C. Sertifikat Laik Operasi (SLO)
D. Surat Kelayakan Operasional (SLO)
E. Rekomendasi Lingkungan
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 1 angka 45, Surat Kelayakan Operasional (SLO) adalah surat yang memuat pernyataan pemenuhan Standar Teknis. Persetujuan Teknis (Pertek) adalah persetujuan atas standar teknisnya, sementara SLO adalah bukti bahwa standar tersebut telah dipenuhi setelah dilakukan verifikasi.
Soal 4
Parameter udara ambien yang diukur secara rutin untuk menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menurut Permen LHK No. 14 Tahun 2020 meliputi, kecuali...
A. Karbon Dioksida (CO2)
B. Ozon (O3)
C. Karbon Monoksida (CO)
D. Sulfur Dioksida (SO2)
E. PM10 dan PM2.5
Jawaban: A
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020, parameter ISPU meliputi PM10, PM2.5, SO2, CO, O3, NO2, dan HC. Karbon Dioksida (CO2) bukan merupakan parameter ISPU meskipun merupakan gas rumah kaca.
Soal 5
Setiap orang yang menghasilkan Limbah B3 wajib melakukan penyimpanan Limbah B3. Jangka waktu penyimpanan Limbah B3 untuk limbah kategori 1 adalah maksimal...
A. 180 hari
B. 365 hari
C. 30 hari
D. 90 hari
E. 720 hari
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 285, penghasil limbah B3 dapat menyimpan Limbah B3 kategori 1 paling lama 90 (sembilan puluh) hari sejak Limbah B3 dihasilkan.
Soal 6
Upaya untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi disebut...
A. Pencegahan Pencemaran
B. Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup
C. Pemanfaatan Lingkungan
D. Mitigasi Bencana Lingkungan
E. Adaptasi Lingkungan
Jawaban: B
Menurut UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 54, pemulihan fungsi lingkungan hidup dilakukan dengan tahapan: pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi.
Soal 7
Kriteria Kerusakan Ekosistem Gambut dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut berada pada kedalaman lebih dari...
A. 0,5 meter
B. 0,2 meter
C. 0,4 meter
D. 0,6 meter
E. 1,0 meter
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 57 Tahun 2016, salah satu kriteria kerusakan ekosistem gambut untuk fungsi budidaya adalah muka air tanah lebih dari 0,4 meter di bawah permukaan gambut.
Soal 8
Prinsip dalam pengelolaan limbah B3 yang menekankan bahwa pencemar wajib membayar biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran yang dilakukannya disebut...
A. Precautionary Principle
B. Sustainable Development
C. Cradle to Grave
D. Cradle to Cradle
E. Polluter Pays Principle
Jawaban: E
Polluter Pays Principle atau Prinsip Pencemar Membayar adalah prinsip di mana penanggung jawab usaha/kegiatan yang menimbulkan pencemaran wajib menanggung biaya pemulihan.
Soal 9
Bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan kesehatan disebut...
A. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
B. Polutan Fisik
C. Bahan Organik Terlarut
D. Limbah Domestik
E. Materi Partikulat
Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 1 angka 21 PP No. 22 Tahun 2021, B3 adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya dapat mencemarkan, merusak lingkungan, atau membahayakan manusia.
Soal 10
Instrumen pencegahan pencemaran lingkungan hidup yang wajib dimiliki oleh usaha/kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup adalah...
A. Audit Lingkungan
B. DELH
C. Amdal
D. UKL-UPL
E. SPPL
Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 22 UU No. 32 Tahun 2009, setiap usaha dan/atau kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.
Soal 11
Dalam pengendalian pencemaran laut, ukuran batas kadar unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di air laut disebut...
A. Baku Mutu Air Sungai
B. Indeks Pencemaran Laut
C. Baku Mutu Air Laut
D. Kriteria Kerusakan Pesisir
E. Status Ekosistem Laut
Jawaban: C
Pasal 1 angka 15 PP No. 22 Tahun 2021 mendefinisikan Baku Mutu Air Laut sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam Air Laut.
Soal 12
Penanggung jawab usaha yang melakukan pembuangan emisi wajib memiliki...
A. Izin Gangguan
B. Sertifikat Registrasi
C. Dokumen Evaluasi Lingkungan
D. Persetujuan Teknis Emisi
E. Izin Lingkungan
Jawaban: D
Pasal 163 PP No. 22 Tahun 2021 menyebutkan bahwa setiap Penanggung Jawab usaha yang melakukan kegiatan Pembuangan Emisi wajib memiliki Persetujuan Teknis.
Soal 13
Alat yang digunakan untuk memantau kualitas air secara kontinu dan otomatis di sungai disebut...
A. AQMS
B. CEMS
C. ISPU
D. ONLIM
E. SPARING
Jawaban: D
ONLIM (Online Monitoring) adalah sistem pemantauan kualitas air secara kontinu dan otomatis. Sedangkan SPARING adalah sistem pemantauan air limbah secara terus menerus untuk industri.
Soal 14
Manakah di bawah ini yang merupakan simbol Limbah B3 untuk karakteristik 'Infeksius'?
A. Ledakan
B. Lingkaran dengan tiga buah bulan sabit
C. Tanda seru
D. Tengkorak dan tulang silang
E. Nyala api
Jawaban: B
Berdasarkan Permen LHK No. 6 Tahun 2021, simbol limbah B3 karakteristik infeksius adalah lingkaran dengan tiga buah bulan sabit (Biohazard).
Soal 15
Pengelolaan Limbah B3 dilakukan melalui tahapan berikut, kecuali...
Kegiatan remediasi dalam pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 yang dilakukan di lokasi lahan tersebut (tanpa memindahkan tanah) disebut...
A. Landfill
B. Remediasi In-situ
C. Remediasi Ex-situ
D. Insinerasi
E. Vitrifikasi
Jawaban: B
Remediasi In-situ adalah pembersihan atau pemulihan lahan terkontaminasi yang dilakukan tepat di lokasi tanpa pemindahan media terkontaminasi.
Soal 17
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, dokumen yang wajib disusun jika suatu usaha/kegiatan tidak memiliki Amdal atau UKL-UPL namun telah beroperasi adalah...
A. SPPL
B. DELH atau DPLH
C. Andal Lalin
D. RKL-RPL
E. Addendum Amdal
Jawaban: B
DELH (Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup) atau DPLH (Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen lingkungan bagi kegiatan yang sudah berjalan namun belum memiliki izin/dokumen lingkungan.
Soal 18
Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup akibat pertambangan batubara pada lahan kering dinilai dari...
A. Kedalaman air sumur
B. Jumlah tenaga kerja
C. Nilai ekonomi lahan
D. Kerapatan vegetasi dan erosi tanah
E. Tingkat kebisingan
Jawaban: D
Berdasarkan regulasi teknis, kerusakan lahan untuk kegiatan pertambangan dinilai dari parameter fisik seperti kedalaman galian, relief permukaan, erosi, dan penutupan vegetasi.
Soal 19
Warna biru pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori...
A. Berbahaya
B. Baik
C. Sedang
D. Tidak Sehat
E. Sangat Tidak Sehat
Jawaban: C
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020: Hijau (Baik), Biru (Sedang), Kuning (Tidak Sehat), Merah (Sangat Tidak Sehat), dan Hitam (Berbahaya).
Soal 20
Penanggung jawab usaha/kegiatan yang membuang air limbah ke laut wajib memenuhi...
A. Baku Mutu Air Limbah dan Baku Mutu Air Laut
B. Baku Mutu Udara Ambien
C. Standar Air Minum
D. Baku Mutu Air Sungai
E. Kriteria Kerusakan Hutan Mangrove
Jawaban: A
Setiap kegiatan pembuangan limbah ke laut wajib memiliki Persetujuan Teknis yang menjamin pemenuhan Baku Mutu Air Limbah sehingga tidak melampaui Baku Mutu Air Laut (Pasal 133 PP 22/2021).
Soal 21 Premium
Sistem informasi yang digunakan untuk pelaporan manifest limbah B3 secara elektronik di Indonesia adalah...
Setelah mendapatkan Persetujuan Teknis (Pertek) dan membangun sarana instalasi pengolahan limbah, pelaku usaha wajib mengajukan verifikasi untuk mendapatkan...
Dalam penentuan status mutu air, metode yang membandingkan parameter mutu air dengan baku mutu air dengan menjumlahkan skor parameter yang memenuhi atau melampaui baku mutu disebut...
Penanggung jawab usaha yang dengan sengaja melakukan pembuangan limbah tanpa izin atau melampaui baku mutu dapat dikenakan sanksi pidana menurut UU PPLH. Hal ini merupakan perwujudan dari...
Parameter kimia dalam pemeriksaan kualitas air yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroba untuk menguraikan bahan organik disebut...
Alat pengendali pencemaran udara yang bekerja menggunakan prinsip gaya elektrostatik untuk menangkap partikulat halus pada cerobong industri disebut...
Penanggung jawab usaha/kegiatan wajib melakukan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3. Jika pemulihan tidak dilakukan, pemerintah dapat melakukan tindakan...
A. Tindakan hukum berupa eksekusi paksa atau pemulihan oleh pihak ketiga atas biaya pencemar
Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.