Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
UU Nomor 3 Tahun 2020 & UU Nomor 4 Tahun 2009
PP Nomor 96 Tahun 2021
PP Nomor 25 Tahun 2023
Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2020
Kepmen ESDM No. 77.K-MB.01-MEM.B-2022
Kepmen ESDM Nomor 1827 K 30 MEM 2018
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2017
Prinsip Dasar Geologi
Mineralogi dan Petrologi
Teknik Eksplorasi Geologi
Potensi Sumberdaya Geologi Indonesia
Estimasi Sumber Daya dan Cadangan
Pengeboran
Pengeboran kering (tanpa fluida) dan dengan fluida
Alat Gali, Muat dan Angkut
Pengolahan Bahan Galian
Mesin diesel dan Otto
Kelistrikan
Generator
Motor listrik
Metode dan sistem tambang terbuka
Metode dan sistem tambang bawah tanah
Geoteknik Tambang Terbuka
Geoteknik Tambang Bawah Tanah
Hidrologi
Hidrogeologi
Survei
Perencanaan tambang
Produksi tambang
Teknologi proses metalurgi
Analisis proses metalurgi
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No 32 Th 2009 dan PP No. 22 Tahun 2021
Pengelolaan dan pemantauan kualitas air dan air limbah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001
Pengelolaan dan pemantauan limbah B3 kegiatan pertambangan berdasarkan PP No 101 Tahun 2014 dan PP No. 74 Tahun 2001
Audit Lingkungan Hidup berdasarkan PermenLH No. 3 tahun 2013
Pemantauan kualitas udara kegiatan pertambangan berdasarkan PermenLH No. 4 Tahun 2014 dan PP No 41 Tahun 1999
Pengelolaan sampah dan limbah padat kegiatan pertambangan berdasarkan UU No 18 Tahun 2008
Izin Lingkungan berdasarkan PermenLHK No 4 Tahun 2021
Permen ESDM No 1827 Tentang Pertambangan yang baik
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kelola Pertambangan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020, kewenangan pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) ditarik sepenuhnya ke Pemerintah Pusat. Namun, Pemerintah Pusat dapat mendelegasikan sebagian kewenangannya kepada Pemerintah Daerah Provinsi dengan tujuan...
A. Menghilangkan tanggung jawab Pemerintah Pusat
B. Mempercepat proses birokrasi dan efektivitas pembinaan serta pengawasan
C. Memperbolehkan penambangan tanpa izin di area hutan lindung
D. Meningkatkan pendapatan asli daerah secara bebas
E. Memberikan hak veto kepada Gubernur atas proyek strategis nasional
Jawaban: B
UU No. 3 Tahun 2020 Pasal 35 menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat memiliki kewenangan pengelolaan Minerba, namun dapat mendelegasikan sebagian kewenangan kepada Pemerintah Provinsi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pengawasan.
Soal 2
Dalam prinsip dasar geologi, batuan yang terbentuk dari hasil pendinginan dan kristalisasi magma di bawah permukaan bumi disebut...
A. Batuan Beku Volkanik
B. Batuan Beku Plutonik
C. Batuan Sedimen Kimiawi
D. Batuan Sedimen Klastik
E. Batuan Metamorf Kontak
Jawaban: B
Batuan beku plutonik (intrusif) terbentuk dari pembekuan magma yang lambat di dalam kerak bumi, sehingga memiliki tekstur kristal yang kasar (phaneritic).
Soal 3
Menurut Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) meliputi aspek-aspek berikut, kecuali...
A. Lingkungan hidup pertambangan, reklamasi, dan pascatambang
B. Keselamatan pertambangan
C. Konservasi mineral dan batubara
D. Pemanfaatan teknologi digital untuk spekulasi harga pasar
E. Teknis pertambangan
Jawaban: D
Kaidah teknik pertambangan yang baik menurut Kepmen ESDM 1827/2018 mencakup teknis, keselamatan, lingkungan, konservasi, dan penguasaan teknologi pertambangan, bukan untuk spekulasi harga.
Soal 4
Apa perbedaan mendasar antara 'Sumber Daya' (Resource) dan 'Cadangan' (Reserve) menurut standar KCMI/SNI dalam estimasi bahan galian?
A. Cadangan adalah bagian dari sumber daya yang telah diketahui nilai ekonomisnya dan layak ditambang berdasarkan studi kelayakan
B. Sumber daya selalu memiliki kadar yang lebih tinggi daripada cadangan
C. Cadangan hanya ditemukan pada tambang bawah tanah
D. Tidak ada perbedaan, keduanya adalah istilah yang sama
E. Sumber daya adalah mineral yang sudah berada di pabrik pengolahan
Jawaban: A
Sumber daya adalah potensi mineral yang memiliki prospek ekonomi, sedangkan cadangan adalah bagian sumber daya yang sudah memenuhi syarat teknis, legal, dan ekonomis untuk ditambang (Economic viability).
Soal 5
Pada pengolahan bahan galian, proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengganggu (gangue) berdasarkan perbedaan berat jenis dengan menggunakan media air disebut...
A. Gravity Concentration
B. Electrostatic Separation
C. Flotation
D. Magnetic Separation
E. Hand Sorting
Jawaban: A
Konsentrasi gravitasi memanfaatkan perbedaan berat jenis (density) antara mineral berharga dan mineral pengganggu (gangue) dalam suatu medium fluida.
Soal 6
Berdasarkan PP Nomor 96 Tahun 2021, pemegang IUP dan IUPK pada tahap kegiatan Operasi Produksi wajib melakukan divestasi saham kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau badan usaha milik negara sebesar...
A. 100% pada akhir masa kontrak
B. 10% secara langsung setelah tahun pertama
C. 5% sebagai royalti tambahan
D. 25% pada tahun kelima
E. 51% secara bertahap
Jawaban: E
PP No. 96 Tahun 2021 mengatur kewajiban divestasi saham bagi perusahaan asing pemegang IUP/IUPK hingga mencapai 51% saham secara bertahap.
Soal 7
Dalam metode tambang terbuka, perbandingan antara jumlah volume tanah penutup yang harus dikupas (ton atau m3) dengan jumlah satu unit berat mineral berharga yang diperoleh disebut...
A. Profit Margin
B. Recovery Factor
C. Break Even Point
D. Stripping Ratio (SR)
E. Dilution Factor
Jawaban: D
Stripping Ratio (SR) adalah rasio pengupasan yang menentukan nilai ekonomis suatu tambang terbuka berdasarkan volume lapisan penutup (overburden) terhadap bijih/batubara.
Soal 8
Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah di area pertambangan yang termasuk kategori sampah spesifik memerlukan penanganan khusus karena...
A. Hanya dihasilkan oleh pekerja asing
B. Undang-undang melarang pembuangan sampah di area tambang
C. Harganya yang sangat mahal jika didaur ulang
D. Sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus
E. Sampah tersebut selalu berbentuk logam mulia
Jawaban: D
UU No. 18 Tahun 2008 mengklasifikasikan sampah spesifik sebagai sampah yang karena sifatnya memerlukan penanganan yang tidak sama dengan sampah rumah tangga umum.
Soal 9
Dalam teknik eksplorasi, metode geofisika yang memanfaatkan perbedaan daya hantar listrik batuan di bawah permukaan untuk mendeteksi mineral logam adalah...
A. Magnetik
B. Gaya Berat (Gravity)
C. Geolistrik (Resistivitas)
D. Seismik Refraksi
E. Radiometrik
Jawaban: C
Metode geolistrik mengukur hambatan jenis batuan terhadap aliran listrik untuk memetakan struktur bawah permukaan dan keberadaan mineral.
Soal 10
Menurut Kepmen ESDM Nomor 1827 K/2018, Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) terdiri atas berapa elemen utama?
A. 5 Elemen
B. 7 Elemen
C. 8 Elemen
D. 6 Elemen
E. 10 Elemen
Jawaban: B
SMKP Minerba terdiri dari 7 elemen: Kebijakan, Perencanaan, Organisasi dan Personel, Implementasi, Pemantauan dan Evaluasi, Dokumentasi, serta Tinjauan Manajemen.
Soal 11
Pada mesin diesel yang sering digunakan sebagai penggerak utama alat berat tambang, proses pembakaran terjadi karena...
A. Kompresi udara yang sangat tinggi hingga mencapai suhu nyala solar
B. Percikan api dari busi
C. Campuran bensin dan udara yang homogen
D. Pemanasan dari radiator
E. Gaya magnet dari generator
Jawaban: A
Mesin diesel adalah compression ignition engine, di mana udara dikompresi hingga panas dan solar disemprotkan ke dalamnya sehingga terbakar secara spontan.
Soal 12
Dalam geoteknik tambang terbuka, parameter utama yang digunakan untuk menentukan kestabilan lereng agar tidak terjadi longsor adalah...
A. Faktor Keamanan (FK) atau Factor of Safety
B. Jumlah dump truck yang lewat
C. Kandungan mineral berharga
D. Jarak tambang ke pemukiman
E. Warna batuan
Jawaban: A
Faktor Keamanan (FK) adalah rasio antara gaya penahan (resisting force) terhadap gaya penggerak (driving force) pada lereng.
Soal 13
Izin Lingkungan atau Persetujuan Lingkungan menurut PermenLHK Nomor 4 Tahun 2021 wajib dimiliki oleh usaha yang memiliki dampak terhadap lingkungan. Instrumen yang digunakan untuk usaha dengan dampak penting adalah...
A. SIPB
B. UKL-UPL
C. NIB
D. AMDAL
E. SPPL
Jawaban: D
AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) diwajibkan bagi rencana usaha/kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup.
Soal 14
Komponen kelistrikan yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik arus bolak-balik (AC) disebut...
A. Transformator
B. Generator (Alternator)
C. Kapasitor
D. Motor Listrik
E. Inverter
Jawaban: B
Generator mengubah energi gerak (mekanik) dari turbin atau mesin penggerak menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik.
Soal 15
Dalam manajemen K3 tambang, Job Safety Analysis (JSA) dilakukan dengan tujuan untuk...
A. Mengidentifikasi bahaya di setiap tahapan pekerjaan dan menentukan langkah pengendaliannya
B. Menghitung keuntungan per shift kerja
C. Menghapus kewajiban penggunaan APD
D. Menentukan siapa yang berhak mendapatkan bonus
E. Memilih alat berat yang paling mahal
Jawaban: A
JSA adalah teknik manajemen keselamatan yang fokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada setiap langkah tugas spesifik.
Soal 16
Berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021, air limbah kegiatan pertambangan sebelum dibuang ke badan air penerima harus memenuhi...
A. Volume produksi maksimal
B. Warna yang jernih tanpa pengujian
C. Kandungan mineral murni
D. Standar Harga Mineral
E. Baku Mutu Air Limbah
Jawaban: E
PP No. 22 Tahun 2021 mengatur bahwa setiap pembuangan air limbah wajib memenuhi Baku Mutu Air Limbah yang telah ditetapkan untuk menjaga kualitas lingkungan.
Soal 17
Mineralogi mempelajari sifat fisik dan kimia mineral. Mineral yang memiliki tingkat kekerasan 10 pada skala Mohs adalah...
A. Intan (Diamond)
B. Topas
C. Korundum
D. Gipsum
E. Kuarsa
Jawaban: A
Intan adalah mineral alami terkeras yang menjadi standar tertinggi (skala 10) dalam skala kekerasan Mohs.
Soal 18
Pada pengeboran tambang, penggunaan fluida pemboran (drilling mud) berfungsi untuk hal-hal berikut, kecuali...
A. Mengangkat cutting (serbuk bor) ke permukaan
B. Mendinginkan dan melumasi mata bor (bit)
C. Meningkatkan kadar emas dalam contoh batuan
D. Menahan tekanan formasi batuan
E. Mencegah dinding lubang bor runtuh
Jawaban: C
Fluida bor murni untuk teknis operasional pengeboran, bukan untuk mengubah sifat kimia atau kadar mineral batuan yang ditembus.
Soal 19
Alat gali-muat yang digunakan pada tambang terbuka untuk mengambil material dan memuatnya ke alat angkut dengan sistem backhoe atau shovel disebut...
A. Bulldozer
B. Compactor
C. Excavator
D. Belt Conveyor
E. Grader
Jawaban: C
Excavator adalah alat mekanis yang berfungsi utama untuk menggali dan memuat material batuan atau tanah penutup.
Soal 20
Menurut Permen PANRB Nomor 36 Tahun 2017, jabatan fungsional Pengawas Pertambangan (yang terkait dengan penata kelola) memiliki tugas utama melakukan...
A. Pencetakan uang logam mineral
B. Pembangunan infrastruktur jalan tol
C. Penjualan saham perusahaan tambang
D. Perekrutan tenaga kerja asing secara mandiri
E. Pengawasan atas pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik
Jawaban: E
Tugas pokok jabatan fungsional di bidang pertambangan adalah melakukan pengawasan teknis dan administratif untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan.
Soal 21 Premium
Dalam evaluasi ekonomi tambang, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pengupasan tanah penutup (overburden) dikategorikan sebagai...
Audit Lingkungan Hidup yang dilakukan atas inisiatif penanggung jawab usaha sebagai alat evaluasi internal untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan kepatuhan disebut Audit...
Dalam sistem pengelolaan lingkungan tambang, fasilitas yang digunakan untuk mengendapkan lumpur dari air limpasan tambang sebelum dialirkan ke sungai disebut...
Menurut UU Nomor 4 Tahun 2009 (dan perubahannya), pemegang IUP wajib menyerahkan dana jaminan yang digunakan untuk pemulihan lingkungan setelah tambang selesai, yaitu...
Kepmen ESDM Nomor 1827/2018 mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Siapa yang bertanggung jawab secara teknis atas keselamatan dan lingkungan di site tambang?
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Pertambangan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Pertambangan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.