SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Penerapan komunikasi yang efektif/anamnesa dalam pelayanan kesehatan
Skrining sederhana dalam rangka kewaspadaan diri, kejadian luar biasa dan wabah penyakit
Pemeriksaan laboratorium sederhana, pemeriksaan penunjang laboratorium atau pencitraan medis
Rujukan pada pelayanan KIA
Jenis dan teknik pada layanan imunisasi
Penerapan pembinaan Upaya Kesehatan Sekolah
Pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat, meliputi penerapan, identifikasi, kaderisasi, serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat
Etik kedokteran
Pemeriksaan dan tata laksana penyakit
Pelayanan KIA
Pelayanan imunisasi
Vaksinasi dan ICV
Pelayanan gizi
Penyuluhan kesehatan
Verifikasi data kesehatan dalam pengamatan epidemiologi penyakit
Kaderisasi masyarakat di bidang kesehatan
Surat keterangan medis
Konsultasi/rujukan
Tatalaksana tugas jaga dan pelayanan medis di luar jam kerja
Pemeriksaan medis pada orang di atas alat angkut
Simulasi Tryout SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Dokter Spesialis Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama.
Soal 1
Dalam melakukan anamnesa pada pasien anak yang ditemani orang tua, pendekatan komunikasi dokter spesialis anak yang paling tepat untuk menggali informasi komprehensif adalah...
A. Melibatkan orang tua namun tetap memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan keluhannya sesuai tingkat usia
B. Menanyakan langsung kepada anak tanpa menghiraukan orang tua
C. Hanya bertanya kepada orang tua karena anak tidak bisa dipercaya
D. Menggunakan bahasa medis yang kompleks agar orang tua yakin terhadap keahlian dokter
E. Membaca rekam medis tanpa perlu melakukan anamnesa ulang
Jawaban: A
Pendekatan komunikasi efektif dalam pediatri adalah 'triadic consultation', yang melibatkan anak, orang tua, dan dokter. Anak harus diberikan kesempatan berbicara sesuai kemampuan perkembangannya untuk mendapatkan informasi klinis yang utuh dan membangun rasa percaya.
Soal 2
Saat terjadi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di suatu daerah, tindakan skrining awal yang paling tepat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mencegah keterlambatan diagnosis adalah...
A. Memberikan antibiotik spektrum luas pada setiap demam
B. Langsung merujuk semua pasien demam ke ICU tanpa skrining
C. Melakukan pemeriksaan MRI pada semua pasien demam
D. Menggunakan uji tourniquet (Rumple Leede) dan pemeriksaan darah rutin (trombosit dan hematokrit)
E. Menunggu hasil kultur darah selama 3 hari
Jawaban: D
Pada kejadian luar biasa (KLB) suspek DBD, uji tourniquet merupakan metode skrining klinis sederhana dan murah, didukung oleh pemeriksaan darah perifer lengkap (fokus pada trombositopenia dan hemokonsentrasi) untuk kewaspadaan diri dini di faskes tingkat pertama.
Soal 3
Pemeriksaan penunjang baku emas (gold standard) yang direkomendasikan Kemenkes untuk menegakkan diagnosis pasti pada kecurigaan tuberkulosis paru dengan gejala klinis batuk lebih dari dua minggu adalah...
A. Tes Cepat Molekuler (TCM) atau GeneXpert
B. Rontgen Thoraks polos
C. Pemeriksaan darah lengkap rutin
D. CT Scan Thoraks resolusi tinggi
E. Laju Endap Darah (LED)
Jawaban: A
Berdasarkan pedoman Kemenkes tentang penanggulangan Tuberkulosis terbaru, Tes Cepat Molekuler (TCM) ditetapkan sebagai alat diagnostik utama (baku emas) karena kemampuannya mendeteksi kuman M. tuberculosis sekaligus resistensi rifampisin secara cepat.
Soal 4
Seorang ibu hamil dengan usia kehamilan 32 minggu datang ke Puskesmas dengan tekanan darah 160/110 mmHg, proteinuria positif 2. Berdasarkan pedoman pelayanan KIA, tindakan rujukan yang tepat adalah...
A. Merujuk ke bidan praktik mandiri terdekat
B. Menyarankan pasien untuk bedrest di rumah secara mandiri
C. Memberikan obat antihipertensi oral dan menyuruh pasien pulang
D. Observasi di Puskesmas selama 1 minggu sebelum merujuk
E. Segera merujuk ke RS rujukan setelah stabilisasi awal dengan MgSO4 (Magnesium Sulfat)
Jawaban: E
Kondisi pasien mengarah pada Preeklampsia Berat (PEB). Sesuai pedoman pelayanan KIA dan kegawatdaruratan obstetri, pasien harus segera dirujuk ke Rumah Sakit PONEK setelah diberikan dosis awal MgSO4 untuk mencegah kejang (eklampsia).
Soal 5
Vaksin BCG diberikan untuk mencegah tuberkulosis berat pada bayi. Teknik penyuntikan vaksin BCG yang benar sesuai pedoman imunisasi dari Kementerian Kesehatan adalah...
A. Subkutan pada lengan kiri atas
B. Intravena pada fossa cubiti
C. Intramuskular pada paha anterolateral
D. Intrakutan pada lengan kanan atas (regio insersio m. deltoideus)
E. Oral menggunakan pipet plastik
Jawaban: D
Teknik penyuntikan BCG adalah secara intrakutan (ke dalam lapisan dermis kulit) di lengan kanan atas. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan respons imun lokal yang khas dan memudahkan identifikasi skar BCG di kemudian hari.
Soal 6
Dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), terdapat konsep Trias UKS yang menjadi landasan operasional. Salah satu elemen dari Trias UKS yang berfokus pada penjaringan dan pemeriksaan kesehatan berkala peserta didik disebut...
A. Pemberdayaan masyarakat sekolah
B. Pendidikan kesehatan
C. Pembinaan lingkungan sekolah sehat
D. Pelayanan kesehatan
E. Kaderisasi dokter kecil
Jawaban: D
Trias UKS meliputi: (1) Pendidikan kesehatan, (2) Pelayanan kesehatan, dan (3) Pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penjaringan kesehatan (screening) dan pemeriksaan berkala merupakan implementasi dari pilar 'Pelayanan kesehatan'.
Soal 7
Pendekatan terbaik yang dapat dilakukan dokter dalam pemberdayaan masyarakat untuk menekan angka stunting berkelanjutan di sebuah desa adalah...
A. Meminta warga desa membeli suplemen impor yang mahal
B. Menyalahkan orang tua secara terbuka atas gizi buruk anak mereka
C. Melatih kader Posyandu untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan memberikan edukasi PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) menggunakan bahan pangan lokal
D. Melakukan penanganan medis di klinik tertutup tanpa melibatkan warga
E. Hanya memberikan bantuan susu formula secara rutin bulanan tanpa edukasi
Jawaban: C
Pemberdayaan masyarakat harus berfokus pada kemandirian dan pemanfaatan potensi lokal. Melatih kader (kaderisasi) untuk deteksi dini dan promosi PMBA dengan pangan lokal adalah intervensi hulu yang paling berkelanjutan dalam pencegahan stunting.
Soal 8
Seorang pasien didiagnosis menderita HIV positif. Ia meminta dokter spesialis penyakit dalam untuk merahasiakan statusnya dari keluarga. Dokter berhadapan dengan dilema etik. Prinsip dasar bioetik yang mewajibkan dokter menjaga kerahasiaan pasien tersebut adalah...
A. Autonomy (termasuk Confidentiality)
B. Non-maleficence
C. Veracity
D. Justice
E. Beneficence
Jawaban: A
Menjaga kerahasiaan medis (confidentiality) merupakan turunan dari prinsip otonomi (Autonomy), di mana pasien berhak mengatur informasi pribadi yang berkaitan dengan dirinya dan dokter wajib menghormati privasi tersebut.
Soal 9
Tatalaksana lini pertama untuk pasien dewasa dengan hipertensi derajat 1 tanpa komorbiditas penyerta (uncomplicated) menurut pedoman PERHI (Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia) adalah...
A. Observasi saja seumur hidup tanpa intervensi obat maupun edukasi
B. Langsung menggunakan kombinasi 3 obat antihipertensi dosis maksimal
C. Pemberian beta blocker dosis tinggi sebagai agen tunggal
D. Modifikasi gaya hidup dilanjutkan monoterapi (seperti ACE inhibitor, ARB, CCB, atau Thiazide) jika target tekanan darah tidak tercapai
E. Rujukan untuk pembedahan vaskular
Jawaban: D
Berdasarkan panduan PERHI, tatalaksana hipertensi derajat 1 (tekanan darah 140-159/90-99 mmHg) tanpa penyulit dimulai dengan modifikasi gaya hidup. Jika target tidak tercapai, diberikan monoterapi obat antihipertensi lini pertama seperti ACEi, ARB, CCB, atau diuretik thiazide.
Soal 10
Pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 21 Tahun 2021 mengharuskan ibu hamil melakukan kunjungan minimal sebanyak...
A. 6 kali selama kehamilan dengan minimal 2 kali pemeriksaan dilakukan oleh dokter
B. 5 kali selama kehamilan
C. 8 kali selama kehamilan dengan USG setiap minggu
D. 3 kali selama kehamilan
E. 4 kali selama kehamilan
Jawaban: A
Permenkes No. 21 Tahun 2021 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan menetapkan standar ANC minimal 6 kali (1x trimester I, 2x trimester II, 3x trimester III) dengan 2 kali pemeriksaan ditangani oleh dokter (pada trimester I dan III).
Soal 11
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang dapat terjadi sesaat setelah pemberian vaksin adalah syok anafilaktik. Tata laksana farmakologis lini pertama yang paling krusial untuk menyelamatkan nyawa pada kasus syok anafilaktik adalah...
A. Injeksi Dexamethasone IV dosis tinggi
B. Injeksi Epinefrin (Adrenalin) Intramuskular
C. Pemberian Dopamin drip intravena
D. Pemberian Difenhidramin oral
E. Terapi oksigen nasal kanul saja
Jawaban: B
Menurut pedoman penatalaksanaan syok anafilaktik KIPI Kemenkes, obat lini pertama dan paling krusial adalah Epinefrin 1:1000 yang disuntikkan secara intramuskular di bagian anterolateral paha.
Soal 12
International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) atau buku kuning wajib dimiliki oleh pelaku perjalanan internasional tertentu. Vaksin yang diwajibkan secara universal berdasarkan regulasi IHR (International Health Regulations) untuk masuk ke negara-negara tertentu di Afrika dan Amerika Selatan adalah...
A. Vaksin Influenza strain terbaru
B. Vaksin Yellow Fever (Demam Kuning)
C. Vaksin Rabies
D. Vaksin Tifoid konjugat
E. Vaksin Hepatitis B rekombinan
Jawaban: B
Berdasarkan IHR WHO, satu-satunya vaksin yang diwajibkan secara universal bagi pelaku perjalanan yang berasal dari atau menuju daerah endemis untuk menerbitkan ICV yang valid adalah vaksin Demam Kuning (Yellow Fever).
Soal 13
Indikator antropometri utama yang digunakan untuk mendeteksi kejadian malnutrisi akut berat (Severe Acute Malnutrition) pada balita usia 6-59 bulan di puskesmas adalah...
A. Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 18,5
B. Tinggi badan menurut umur (TB/U) di bawah -2 SD
C. Lingkar Kepala di bawah persentil 5 kurva Nellie
D. Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 11,5 cm atau Z-score Berat Badan menurut Panjang/Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB) < -3 SD
E. Berat badan menurut umur (BB/U) di bawah -2 SD
Jawaban: D
Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk Kemenkes menetapkan kriteria gizi buruk (SAM) pada balita usia 6-59 bulan berdasarkan Z-score BB/TB (atau BB/PB) < -3 SD, LiLA < 11,5 cm, dan/atau adanya edema bilateral simetris pitting.
Soal 14
Media promosi kesehatan yang paling efektif untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya perilaku seks bebas dan NAPZA kepada kelompok sasaran remaja di lingkungan sekolah menengah adalah...
A. Media audiovisual interaktif (seperti video edukasi pendek) yang dikombinasikan dengan diskusi kelompok (peer education)
B. Penyuluhan satu arah gaya ceramah selama 4 jam tanpa jeda
C. Baliho statis di jalan tol
D. Iklan radio singkat yang disiarkan tengah malam
E. Brosur hitam putih berisi teks regulasi perundang-undangan
Jawaban: A
Remaja cenderung lebih reseptif terhadap media visual yang dinamis (audiovisual) dan diskusi dua arah yang melibatkan rekan sebaya (peer education) dibandingkan metode ceramah kaku satu arah.
Soal 15
Dalam proses surveilans epidemiologi, jika dilaporkan adanya peningkatan kasus klaster diare akut berdarah di suatu desa, langkah verifikasi data awal yang wajib dilakukan petugas kesehatan di wilayah tersebut adalah...
A. Mengirimkan seluruh pasien bergejala ringan ke karantina militer
B. Mengadakan konferensi pers harian di media sosial
C. Menutup secara paksa semua fasilitas umum di desa tersebut
D. Memastikan kebenaran diagnosis (konfirmasi klinis dan laboratorium) serta membandingkan insidensi kasus dengan periode waktu sebelumnya di area yang sama
E. Langsung menetapkan status KLB tingkat nasional tanpa kroscek data lokal
Jawaban: D
Langkah pertama investigasi wabah/KLB adalah konfirmasi keberadaan KLB dan verifikasi diagnosis. Ini dilakukan dengan memastikan data klinis/lab akurat dan membandingkan jumlah kasus saat ini dengan rate endemik (insidensi historis) di populasi tersebut.
Soal 16
Salah satu fungsi utama dokter spesialis dalam membina puskesmas adalah melatih kader kesehatan masyarakat. Topik teknis esensial yang wajib dikuasai kader Posyandu balita untuk menjalankan perannya di 'Meja 3' adalah...
A. Cara pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan menginterpretasikan grafik pertumbuhan anak
B. Melakukan penjahitan luka robek superfisial
C. Mendiagnosis kelainan katup jantung bawaan
D. Melakukan tindakan sirkumsisi pada bayi
E. Meresepkan antibiotik amoksisilin untuk batuk pilek
Jawaban: A
Di posyandu, sistem 5 meja meliputi pendaftaran, penimbangan, pengisian KMS (Meja 3), penyuluhan, dan pelayanan kesehatan (oleh nakes). Kader wajib menguasai plotting data di KMS (buku KIA) untuk mendeteksi penyimpangan pertumbuhan sejak dini.
Soal 17
Dalam menerbitkan Visum et Repertum (VeR) kasus perlukaan forensik klinik, bagian kesimpulan dari surat keterangan medis tersebut wajib memuat parameter berikut ini, kecuali...
A. Identitas spesifik dan profil psikologis pelaku kekerasan
B. Jenis kekerasan (misal: tumpul, tajam) yang menyebabkan luka
C. Hubungan sebab akibat medis antara luka dengan gangguan fungsi tubuh
D. Kualifikasi derajat luka (derajat keparahan medis)
E. Jenis luka yang ditemukan pada korban
Jawaban: A
Kesimpulan VeR memuat identitas korban (bukan pelaku), jenis luka, jenis kekerasan penyebab luka, dan derajat luka (kualifikasi medis). Menentukan identitas pelaku adalah wewenang penyidik kepolisian, bukan dokter forensik/spesialis.
Soal 18
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Tipe C menerima pasien infark miokard akut (STEMI) dengan komplikasi syok kardiogenik. Karena fasilitas Cath Lab untuk Percutaneous Coronary Intervention (PCI) tidak tersedia, dokter merujuk pasien ke RS Tipe A. Mekanisme ini disebut...
A. Rujukan administratif murni
B. Rujukan operasional internal
C. Rujukan silang (cross-referral)
D. Rujukan vertikal
E. Rujukan horizontal
Jawaban: D
Rujukan vertikal adalah rujukan yang dilakukan antar fasilitas pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatannya (misalnya dari faskes tingkat II / RS tipe C ke faskes tingkat III / RS tipe A) karena membutuhkan keahlian atau peralatan yang lebih spesifik.
Soal 19
Saat dokter spesialis berstatus on-call (bertugas jaga di luar jam kerja) dihubungi oleh dokter jaga IGD mengenai pasien baru yang kritis dan membutuhkan intervensi spesialis cito, tindakan medis yang sesuai SOP keselamatan pasien adalah...
A. Mengabaikan panggilan telepon karena merasa berhak beristirahat penuh
B. Meminta perawat memberikan penanganan spesialisistik sendiri via telepon
C. Menyarankan dokter IGD untuk segera memindahkan pasien ke RS lain tanpa memberikan instruksi stabilisasi apapun
D. Memberikan advice medis awal via alat komunikasi yang terekam dengan standar komunikasi SBAR, dan segera menuju IGD untuk menangani pasien
E. Meminta dokter IGD menunda penanganan hingga jam kerja normal esok hari
Jawaban: D
Dokter on-call memiliki tanggung jawab profesional dan medikolegal. Saat ada kondisi cito, ia wajib memberikan instruksi awal (life-saving) dengan teknik komunikasi efektif (SBAR) yang didokumentasikan, kemudian segera datang ke faskes sesuai respon time klinis.
Soal 20
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menemukan penumpang kapal laut asal luar negeri yang meninggal di dalam pelayaran. Tindakan awal yang tepat terkait pemeriksaan medis di atas alat angkut tersebut untuk mencegah penyebaran agen biologi berbahaya adalah...
A. Melakukan pemeriksaan luar jenazah dengan mengenakan APD lengkap tanpa memindahkan jenazah dari lokasi awal, serta mengamankan dan mengisolasi area sekitarnya
B. Melakukan otopsi forensik bedah mayat secara langsung di geladak kapal
C. Segera mengevakuasi jenazah menggunakan tangan kosong ke ambulans terdekat
D. Membuang jenazah ke laut lepas dengan alasan memutus rantai wabah secara cepat
E. Membiarkan jenazah di kabin penumpang tanpa tindakan sampai keluarga datang menjemput
Jawaban: A
Sesuai prosedur karantina kesehatan (Kemenkes dan IHR), penemuan jenazah dengan kecurigaan penyakit menular di alat angkut memerlukan protokol pengamanan. Jenazah tidak boleh dipindahkan sebelum diinspeksi oleh petugas KKP dengan APD lengkap dan area harus diisolasi.
Soal 21 Premium
Teknik SPIKES secara luas digunakan oleh dokter spesialis (seperti Onkolog) dalam praktik klinis sehari-hari untuk tujuan...
A. Menyampaikan berita buruk (breaking bad news) mengenai diagnosis terminal kepada pasien atau keluarganya secara empatik
B. Mengukur tingkat kesadaran pasien yang mengalami cedera kepala berat
C. Melakukan resusitasi jantung paru tahap lanjut pada pasien henti jantung
D. Mengedukasi pasien secara massal tentang cara pencegahan infeksi nosokomial
E. Menyusun kerangka rekam medis elektronik terintegrasi berbasis SOAP
Karakteristik epidemiologis utama dari alat skrining massal yang ideal untuk penyakit infeksi menular (seperti COVID-19) pada populasi asimtomatik di tahap awal pandemi adalah alat tersebut harus memiliki...
A. Sensitivitas tinggi, agar angka false negative (negatif palsu) menjadi rendah sehingga kasus tidak terlewat
B. Sensitivitas rendah, spesifisitas rendah agar alat menjadi murah
C. Nilai prediksi negatif (NPV) yang sengaja dibuat serendah mungkin
D. Spesifisitas mutlak 100%, agar angka false positive tinggi
E. Sensitivitas rendah, spesifisitas sangat tinggi
Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) CA-125 paling relevan direkomendasikan sebagai penunjang evaluasi, monitoring terapi, atau deteksi kekambuhan pada kecurigaan keganasan...
Dalam sistem pelayanan kesehatan maternal di Indonesia, dikenal persiapan rujukan terencana yang disingkat 'BAKSOKUDA'. Huruf 'K' pertama dalam singkatan tersebut merujuk pada kesiapan...
A. Kendaraan, persiapan transportasi memadai menuju tempat rujukan
B. Keuangan, persiapan biaya hidup keluarga selama berada di fasilitas rujukan
C. Keluarga, yang mendampingi dan memberikan dukungan moril kepada pasien selama proses rujukan
D. Komunikasi, ketersediaan alat penghubung antar fasilitas kesehatan
E. Komplikasi, pemetaan jenis kegawatdaruratan yang sedang dialami pasien
Vaksin rotavirus yang telah dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional ditujukan secara spesifik untuk mencegah diare berat akibat infeksi rotavirus pada bayi. Rute pemberian vaksin rotavirus ini adalah melalui...
A. Spray Intranasal
B. Oral (diteteskan secara perlahan ke dalam mulut bayi)
Kegiatan penjaringan kesehatan (screening) anak sekolah dasar kelas 1 yang rutin dilakukan oleh tim puskesmas bekerja sama dengan pihak UKS biasanya memprioritaskan pemeriksaan dasar berupa...
A. Pemeriksaan status gizi, ketajaman penglihatan (visus), pendengaran, dan kebersihan gigi mulut
Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dalam penanggulangan Tuberkulosis mensyaratkan adanya PMO. Syarat utama menjadi Pengawas Menelan Obat (PMO) yang ideal adalah...
A. Harus mantan pasien yang sudah sembuh dari TB MDR
B. Harus kepala desa atau pejabat struktural tertinggi di lingkungan tersebut
C. Harus seorang dokter spesialis paru bersertifikat
D. Wajib dipegang oleh petugas surveilans kesehatan puskesmas pusat
E. Orang yang dikenal, dipercaya dan disetujui pasien, bersedia membantu dengan sukarela, serta tinggal dekat dengan pasien
Dokter A memutuskan tidak meresepkan antibiotik kepada pasien yang mengalami ISPA viral, meskipun sang pasien sangat memaksa karena merasa obat tersebut manjur. Dokter dengan sabar menjelaskan risiko resistensi antimikroba dan efek sampingnya. Tindakan dokter A ini paling tepat mencerminkan prinsip...
Seorang pasien datang dengan keluhan poliuria, polidipsia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Pemeriksaan HbA1c pasien menunjukkan angka 8.5%. Edukasi tatalaksana non-farmakologi (sebagai pilar pertama manajemen DM) yang direkomendasikan PERKENI adalah...
A. Terapi Nutrisi Medis (TNM) dengan komposisi makronutrien seimbang dan peningkatan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu
B. Mengurangi waktu tidur malam hari agar energi lebih banyak terbakar
C. Olahraga aerobik intensitas maksimal 3 jam sehari tanpa hari istirahat
D. Mengganti seluruh kalori karbohidrat dengan protein hewani murni
E. Melakukan puasa mutlak selama 3 hari berturut-turut setiap minggu
Asuhan Persalinan Normal (APN) menekankan pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir. Manfaat utama secara fisiologis dari IMD bagi ibu postpartum pada kala IV adalah...
A. Menjaga suhu tubuh ibu tetap hangat (mencegah hipotermia ibu)
B. Berfungsi sebagai analgesik lokal yang menghilangkan rasa nyeri akibat jahitan ruptur perineum
C. Isapan bayi merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga membantu kontraksi kuat uterus dan mempercepat berhentinya perdarahan
D. Menurunkan tekanan darah ibu secara instan pada preeklampsia
E. Secara permanen mencegah terjadinya depresi postpartum dalam jangka panjang
Berdasarkan amandemen International Health Regulations (IHR) dari WHO yang berlaku secara global sejak tahun 2016, masa berlaku sertifikat vaksinasi Demam Kuning (Yellow Fever) yang dicatat di dalam buku kuning (ICV) diubah menjadi selama...
A. Seumur hidup pasien terhitung sejak 10 hari pasca pemberian vaksin
B. Maksimal 5 tahun
C. Maksimal 10 tahun dan diwajibkan pemberian dosis booster
Pemberian suplementasi Vitamin A dosis tinggi pada program gizi balita dilakukan secara rutin pada Bulan Kapsul Vitamin A (Februari dan Agustus). Kapsul yang diberikan kepada balita berusia 12 hingga 59 bulan berwarna...
Seorang dokter spesialis ditugaskan menyuluh manajemen diet hipertensi di sebuah balai desa, di mana mayoritas peserta adalah lansia dengan tingkat literasi membaca (huruf) yang sangat rendah. Metode dan media edukasi yang paling tepat digunakan adalah...
A. Presentasi slide PowerPoint dengan poin-poin tulisan yang padat
B. Menggunakan poster bergambar besar yang ilustratif, simulasi alat peraga nyata, dan penjelasan bahasa daerah setempat
C. Membagikan leaflet akademik berisi teks panduan jurnal
D. Menyuruh peserta membaca buku modul mandiri di rumah
E. Menggelar diskusi panel membahas patofisiologi biokimiawi pembuluh darah
Dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) surveilans Kemenkes, jika petugas RS menemukan atau mencurigai adanya satu (1) kasus suspek Polio (Acute Flaccid Paralysis/AFP) pada anak di bawah 15 tahun, tindakan pelaporan yang wajib dilakukan adalah...
A. Dilaporkan segera secara berjenjang dalam waktu selambatnya 1x24 jam (W1) ke Dinas Kesehatan setempat
B. Tidak perlu dilaporkan jika hasil laboratorium feses belum menunjukkan hasil positif
C. Dilaporkan sebagai bagian dari laporan penyakit mingguan (W2) biasa
D. Disimpan hingga akhir tahun untuk pelaporan tahunan dinas kesehatan
E. Dilaporkan sebagai laporan rutin bulanan (LB) dari rumah sakit ke dinas
Dalam pengelolaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) balita, sistem 5 meja membutuhkan partisipasi aktif kader untuk kelancarannya. Jumlah minimal kader yang ideal untuk satu posyandu agar pelayanan paripurna dapat berjalan sesuai standar adalah...
Seorang pasien datang hari ini meminta surat keterangan sakit retroaktif (berlaku mundur untuk hari-hari sebelumnya) karena beralasan lupa meminta saat ia benar-benar merasa sakit minggu lalu dan akibatnya ia terancam dipecat dari kantor. Sikap etis dan medikolegal dokter adalah...
A. Meminta pasien membuat surat pernyataan di atas materai lalu dokter hanya menandatanganinya
B. Merujuk pasien tersebut ke dokter spesialis kedokteran jiwa atas kecurigaan malingering
C. Mengabulkan permintaan pasien tersebut asalkan bersedia membayar biaya administrasi ganda
D. Menolak dengan tegas menerbitkan surat sakit mundur karena bertentangan dengan sumpah dokter dan etika (surat keterangan wajib berdasarkan hasil pemeriksaan klinis saat itu)
E. Mengeluarkan surat keterangan dengan cara memalsukan dan mengubah tanggal rekam medis ke minggu lalu
Seorang dokter spesialis penyakit dalam merawat pasien DM tipe 2 dengan ulkus diabetikum derajat 4 yang mengalami gangren luas. Dokter tersebut kemudian mengirim surat rujukan resmi kepada spesialis bedah ortopedi untuk melakukan amputasi, dan perawatan klinis selanjutnya diambil alih secara penuh oleh dokter spesialis bedah. Bentuk rujukan ini disebut...
Prinsip utama 'Patient Safety' saat melakukan operan jaga klinis (handover) antar dokter spesialis untuk mencegah terjadinya medical error yang fatal adalah...
A. Menjelaskan detail diagnosa dan masalah pribadi pasien di grup pesan instan (WhatsApp) keluarga terbuka
B. Hanya menginformasikan pasien yang kondisinya terpantau sedang memburuk, sementara pasien stabil dilewati
C. Cukup memberikan catatan singkat di rekam medis naratif tanpa perlu melakukan komunikasi verbal langsung
D. Menggunakan alat komunikasi terstandar dan terstruktur seperti metode ISBAR (Introduction, Situation, Background, Assessment, Recommendation)
E. Operan jaga klinis dapat diwakilkan sepenuhnya oleh staf administrasi bangsal bedah
Evakuasi medis udara (aeromedical evacuation) memiliki kontraindikasi absolut untuk kondisi klinis tertentu akibat adanya perubahan tekanan barometrik udara tinggi (Hukum Boyle). Pasien manakah yang merupakan kontraindikasi absolut terbang menggunakan pesawat komersial reguler?
A. Pasien asma bronkial dengan derajat eksaserbasi ringan
B. Pasien dengan fraktur femur tertutup yang telah terpasang bidai dan stabil
C. Pasien pneumothorax murni yang belum terpasang chest tube (WSD/Water Sealed Drainage)
D. Pasien pasca operasi apendektomi tanpa komplikasi penyulit (hari rawat ke-7)
E. Pasien diabetes melitus tipe 1 yang glukosa darahnya terkontrol dengan pompa insulin
Pada saat wawancara medis (anamnesa), dokter dapat menggunakan pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup untuk menggali riwayat alamiah penyakit. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan contoh kalimat pertanyaan terbuka (open-ended question)?
A. Apakah Bapak sudah meminum obat penurun panas sirup tadi malam?
B. Sudah berapa kali anak ibu mengalami buang air besar cair sejak pagi hari ini?
C. Apakah perut ibu terasa mual sesaat setelah mengonsumsi makanan pedas?
D. Apakah nyeri dada yang Bapak alami menjalar hingga ke lengan kiri dan rahang?
E. Bisa Bapak ceritakan lebih lanjut dan detail mengenai bagaimana awal mula nyeri punggung itu dirasakan?
Indikator utama keberhasilan strategis dari pelaksanaan program skrining masal kanker serviks menggunakan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di tingkat puskesmas dapat dievaluasi dan diukur melalui...
A. Penurunan secara drastis atas pengeluaran negara untuk obat kemoterapi kanker serviks dalam satu bulan pertama
B. Peningkatan tajam angka morbiditas dan kematian akibat kanker serviks stadium akhir
C. Penurunan angka kunjungan pelayanan kebidanan dan kandungan secara umum di Puskesmas
D. Peningkatan cakupan (coverage) penemuan dini lesi prakanker pada wanita usia subur dan keberhasilan penanganan krioterapi (see and treat) dengan cepat
E. Peningkatan persentase angka rujukan ke rumah sakit untuk tindakan histerektomi elektif pada pasien asimtomatik
Parameter laboratorium tunggal yang menjadi Gold Standard (tes saring utama) untuk mendiagnosis curigaan gangguan hormon tiroid primer pada pasien, di mana jika kadarnya tinggi menandakan hipotiroid dan kadarnya rendah menandakan hipertiroid, adalah...
A. TSH (Thyroid Stimulating Hormone atau Tirotropin)
Regionalisasi rujukan kebidanan nasional bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kegawatdaruratan pada ibu dan bayi. Syarat suatu rumah sakit dapat ditetapkan sebagai RS PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) 24 Jam adalah harus memiliki layanan minimal tiga dokter spesialis on-site atau on-call, yaitu...
A. Spesialis Mata, Spesialis THT-KL, Spesialis Kulit dan Kelamin
B. Spesialis Bedah Saraf, Spesialis Urologi, Spesialis Ortodonti
C. Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Spesialis Anak, Spesialis Anestesiologi
D. Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Kedokteran Fisik Rehabilitasi, Spesialis Gizi Klinis
E. Spesialis Paru, Spesialis Jantung, Spesialis Syaraf
Manajemen penyimpanan vaksin (cold chain system) mutlak diperlukan untuk menjamin viabilitas antigen. Suhu standar untuk menyimpan stok logistik vaksin Polio Oral (OPV) di tingkat gudang provinsi atau kabupaten agar vaksin tetap stabil dan bertahan lama adalah...
Dalam implementasi pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terpadu di sekolah, Kemenkes menyusun media rekam medis portabel yang berisi hasil pemantauan pertumbuhan dan penjaringan kesehatan peserta didik dari SD hingga SMA. Buku pelaporan ini disebut...
Metode partisipatif dalam proses pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memfasilitasi warga untuk mengidentifikasi status kesehatan lingkungan, potensi sumber daya desa, dan permasalahan lokalnya secara kolektif disebut dengan...
A. Randomized Controlled Trial (RCT) komunitas
B. Analisis multivariat uji statistik epidemiologi
C. Observasi klinis kohort prospektif
D. Top-down approach national planning
E. Survey Mawas Diri (SMD) dan diakhiri Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
Apabila seorang dokter spesialis diduga kuat melakukan tindakan malapraktik medik semata-mata karena kelalaian teknis kompetensi (culpa) sehingga melanggar standar profesi, ia dapat diadili oleh badan otonom yang bertugas menegakkan disiplin profesi. Sesuai UU No. 29 Tahun 2004 / UU Kesehatan terbaru, badan independen ini disebut...
A. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang wilayah setempat
B. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
C. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI)
Berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Malaria dari Kemenkes RI yang terbaru, obat pilihan utama lini pertama (First-line therapy) untuk mengatasi infeksi malaria Plasmodium falciparum tanpa komplikasi di Indonesia adalah...
A. Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP) yang dikombinasikan dengan Primakuin dosis tunggal
B. Kina sulfat per oral selama 7 hari berturut-turut
C. Primakuin dosis tunggal tanpa obat lain
D. Klorokuin basa dikombinasikan dengan parasetamol
Vaksinasi Yellow Fever (Demam Kuning) wajib bagi pelaku perjalanan internasional ke negara endemis (Afrika/Amerika Latin). Namun, pemberian vaksin yang bersumber dari virus hidup dilemahkan ini memiliki kontraindikasi absolut pada individu dengan kondisi...
A. Penderita diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi ulkus
B. Bayi berusia kurang dari 6 bulan dan pasien dewasa dengan defisiensi imun berat (misal: AIDS atau kemoterapi aktif)
C. Pasien dengan hipertensi esensial terkontrol obat tunggal
D. Orang sehat secara medis yang berusia lebih dari 50 tahun namun kurang dari 60 tahun
E. Wisatawan asing yang memiliki riwayat asma bronkial ekstrinsik ringan
Pada kasus balita usia 3 tahun dengan kondisi gizi buruk parah (Severe Acute Malnutrition) disertai hipotermia dan dehidrasi, pendekatan klinis awal didasarkan pada tata laksana 10 langkah WHO. Fase kedaruratan klinis pertama dalam skema tatalaksana tersebut disebut dengan fase...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Dokter Spesialis Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama
SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Dokter Spesialis Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.