Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Analis Akuakultur

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Analis Akuakultur. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Analis Akuakultur

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Akuakultur berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Analis Akuakultur Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kemampuan Umum

1 Indikator
Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Kemampuan Khusus

6 Indikator
Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut
Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya
Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan
Perlindungan Pelaku Utama sektor Kelautan dan Perikanan dan Usaha Perikanan
Pengelolaan Usaha Perikanan budidaya

Simulasi Tryout SKB CAT Analis Akuakultur

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Akuakultur, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Analis Akuakultur Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Analis Akuakultur berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Analis Akuakultur & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Dalam kegiatan budidaya ikan, yang dimaksud dengan padat tebar (stocking density) adalah...
Kunci Jawaban: E
Kepadatan tebar adalah jumlah individu ikan yang ditebar per satuan luas (misal: ekor/m²) atau per satuan volume air (ekor/m³). Parameter ini sangat penting karena mempengaruhi kebutuhan oksigen, produksi limbah, risiko stres, dan potensi kanibalisme. SNI budidaya berbagai komoditas umumnya mencantumkan rekomendasi kepadatan tebar optimal untuk menjaga kesejahteraan ikan dan efisiensi produksi.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan
Soal 2
Parameter kualitas air berikut saling berkaitan erat dalam ekosistem budidaya. Jika terjadi peningkatan pH air secara signifikan dalam kolam budidaya intensif, parameter lain yang paling mungkin juga mengalami peningkatan konsentrasi adalah...
Kunci Jawaban: E
Dalam sistem budidaya intensif, pakan yang tidak termakan dan ekskresi ikan menghasilkan amonia. Amonia dalam air berada dalam kesetimbangan antara bentuk tidak terionisasi (NH₃) yang sangat toksik dan bentuk terionisasi (NH₄⁺) yang relatif tidak beracun. Kenaikan pH akan menggeser kesetimbangan ke arah NH₃, sehingga konsentrasi amonia toksik meningkat drastis. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan insang, stres, dan kematian ikan.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan
Soal 3
Tujuan utama penerapan sistem bioflok dalam budidaya ikan adalah...
Kunci Jawaban: E
Sistem bioflok adalah teknologi yang memanfaatkan agregat mikroba (flok) untuk mengubah limbah nitrogen, terutama amonia, menjadi protein mikroba. Flok ini dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan alami bagi ikan. Dengan demikian, sistem ini secara efektif mengelola kualitas air (menurunkan toksisitas amonia) sekaligus menyediakan pakan tambahan, sehingga mengurangi ketergantungan pada pakan buatan dan meminimalkan buangan air (zero water discharge).
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan
Soal 4
Wadah budidaya yang terbuat dari terpal yang dipasang pada rangka besi atau bambu, umum digunakan untuk budidaya ikan air tawar skala rumah tangga, disebut...
Kunci Jawaban: B
Kolam terpal merupakan wadah budidaya yang populer karena biaya pembuatannya relatif murah, mudah dipasang dan dipindahkan, serta tersedia dalam berbagai ukuran. Terpal berfungsi sebagai lapisan kedap air yang dipasang pada rangka dari besi, bambu, atau kayu. Jenis kolam ini sangat umum digunakan untuk budidaya ikan lele, nila, dan patin di tingkat rumah tangga hingga usaha kecil.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
Soal 5
Kriteria utama dalam pemilihan lokasi untuk budidaya ikan air tawar yang baik adalah...
Kunci Jawaban: A
Lokasi budidaya harus memiliki sumber air yang melimpah dan berkualitas baik sepanjang tahun. Ketersediaan air adalah faktor pembatas utama dalam budidaya perikanan. Kualitas air harus memenuhi standar untuk kehidupan ikan (suhu, pH, oksigen terlarut, bebas polutan). Tanpa pasokan air yang cukup dan layak, budidaya tidak dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Faktor lain seperti pasar dan transportasi juga penting tetapi bukan kriteria utama.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
Soal 6
Tahapan awal dalam proses pembenihan ikan secara umum yang bertujuan untuk menghasilkan telur yang fertil adalah...
Kunci Jawaban: C
Pemijahan (spawning) adalah proses peleburan antara sel telur dari induk betina dan sperma dari induk jantan untuk menghasilkan telur yang fertil. Proses ini dapat terjadi secara alami di kolam pemijahan atau dapat diinduksi dengan penyuntikan hormon. Pemijahan merupakan tahap krusial yang menentukan keberhasilan produksi benih.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut
Soal 7
Kegiatan yang bertujuan untuk mengadaptasikan benih hasil pembenihan dengan lingkungan budidaya pembesaran sebelum ditebar ke kolam yang lebih besar disebut...
Kunci Jawaban: E
Aklimatisasi adalah proses adaptasi benih terhadap kondisi lingkungan baru, terutama perbedaan parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan salinitas. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan stres pada benih. Cara yang umum dilakukan adalah dengan menempatkan wadah benih (plastik) di permukaan kolam target selama 15-30 menit hingga suhu air di kedua wadah relatif sama, lalu mencampurkan air kolam secara perlahan.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut
Soal 8
Data dasar yang paling penting untuk direkam dalam kegiatan produksi budidaya guna keperluan analisis efisiensi dan sertifikasi (CBIB/CPIB) adalah...
Kunci Jawaban: A
Survival Rate (SR) atau Tingkat Kelangsungan Hidup adalah data fundamental yang diperoleh dari perbandingan jumlah ikan yang dipanen dengan jumlah benih awal yang ditebar. SR merupakan indikator utama kesehatan ikan, manajemen kualitas air, dan efektivitas pencegahan penyakit. Data ini wajib dicatat dalam buku harian produksi dan menjadi salah satu parameter teknis paling krusial dalam sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya
Soal 9
Salah satu parameter penting yang harus dipenuhi dalam standar pakan ikan yang baik sesuai SNI adalah...
Kunci Jawaban: D
SNI untuk pakan ikan (misal SNI 01-6484.5-2002 untuk pakan ikan nila) mensyaratkan bahwa bahan baku pakan harus berasal dari sumber yang jelas, terlacak (traceable), dan terbebas dari kontaminan berbahaya seperti logam berat, aflatoksin, dan residu pestisida. Persyaratan ini penting untuk menjamin keamanan pakan bagi ikan, yang pada akhirnya berdampak pada keamanan pangan produk perikanan bagi konsumen.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan
Soal 10
Fungsi utama dari Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) adalah...
Kunci Jawaban: D
KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) berfungsi sebagai identitas tunggal bagi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan, termasuk pembudidaya ikan. Tujuan utamanya adalah untuk pendataan yang akurat, sehingga program perlindungan, pemberdayaan, bantuan, dan subsidi dari pemerintah dapat tepat sasaran. Berdasarkan Permen KP, KUSUKA menjadi syarat untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah.
Materi Terkait: Perlindungan Pelaku Utama sektor Kelautan dan Perikanan dan Usaha Perikanan
Soal 11
Dokumen perencanaan usaha yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha perikanan budidaya skala menengah yang memuat rencana kegiatan, anggaran, dan target produksi disebut...
Kunci Jawaban: D
Rencana Usaha (Business Plan) adalah dokumen formal yang berisi visi, misi, strategi, analisis pasar, rencana operasional, struktur organisasi, serta proyeksi keuangan suatu usaha. Untuk usaha perikanan budidaya skala menengah ke atas, dokumen ini sangat penting sebagai panduan operasional, alat untuk mendapatkan pembiayaan dari bank, dan sebagai dasar evaluasi kinerja usaha. Dokumen ini membedakan usaha profesional dari usaha sampingan.
Materi Terkait: Pengelolaan Usaha Perikanan budidaya
Soal 12
Tujuan utama dari grading atau sortir ukuran dalam budidaya ikan adalah...
Kunci Jawaban: B
Grading atau sortir ukuran dilakukan untuk memisahkan ikan berdasarkan ukurannya. Tujuannya adalah untuk mengurangi kanibalisme (ikan besar memakan ikan kecil), memastikan distribusi pakan yang merata sehingga semua ikan mendapatkan kesempatan makan yang sama, dan memudahkan pemanenan yang seragam. Praktik ini sangat penting dalam budidaya ikan yang bersifat kanibal seperti lele dan patin.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan
Soal 13
Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) dalam air adalah...
Kunci Jawaban: E
DO meter adalah alat elektronik yang dilengkapi dengan probe sensor untuk mengukur konsentrasi oksigen yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut adalah parameter kualitas air yang paling kritis dalam budidaya intensif karena oksigen dibutuhkan oleh ikan untuk respirasi. Kadar DO yang rendah dapat menyebabkan stres, penurunan nafsu makan, bahkan kematian massal. DO meter memberikan pembacaan yang cepat dan akurat, biasanya dalam satuan mg/L atau ppm.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
Soal 14
Yang dimaksud dengan benih ikan berukuran 'fingerling' adalah...
Kunci Jawaban: A
Dalam terminologi akuakultur, fingerling adalah tahap perkembangan benih ikan yang telah mencapai ukuran sekitar 5-10 cm atau kira-kira sepanjang jari tangan manusia. Pada tahap ini, benih sudah memiliki organ tubuh yang lengkap dan sistem imun yang lebih kuat dibandingkan tahap fry (benih kecil), sehingga lebih siap untuk dipindahkan ke kolam pembesaran.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut
Soal 15
Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) diperlukan untuk...
Kunci Jawaban: B
Sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) adalah bukti bahwa suatu unit budidaya telah menerapkan standar operasional prosedur yang menjamin keamanan pangan (food safety), kesehatan dan kesejahteraan ikan, kelestarian lingkungan, serta aspek sosial. Sertifikasi ini menjadi salah satu persyaratan untuk mengekspor produk perikanan budidaya ke negara-negara dengan standar keamanan pangan yang tinggi seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Peraturan pelaksanaannya diatur dalam Permen KP tentang CBIB.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya
Soal 16
Dalam analisis pakan, 'Feed Conversion Ratio' (FCR) adalah rasio yang menunjukkan...
Kunci Jawaban: B
Feed Conversion Ratio (FCR) atau Rasio Konversi Pakan adalah parameter efisiensi pakan yang dihitung dengan membagi total berat pakan yang diberikan dengan total berat daging ikan yang dihasilkan (pertambahan biomassa). Semakin kecil angka FCR, semakin efisien pakan tersebut. FCR yang baik untuk budidaya ikan air tawar intensif umumnya berkisar antara 1,0 hingga 1,5. FCR yang tinggi mengindikasikan pemborosan pakan dan manajemen pemberian pakan yang kurang baik.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan
Soal 17
Hak utama yang dimiliki oleh pembudidaya ikan kecil berdasarkan Undang-Undang Perikanan adalah...
Kunci Jawaban: C
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan (perubahan atas UU No. 31/2004) memberikan hak kepada pembudidaya ikan, terutama pembudidaya kecil, untuk mendapatkan akses terhadap perizinan yang mudah, bantuan sarana prasarana, pendampingan teknis, akses permodalan, dan perlindungan dari praktik persaingan usaha tidak sehat. Pemerintah berkewajiban untuk memberdayakan dan melindungi pembudidaya ikan kecil sebagai tulang punggung sektor perikanan budidaya nasional.
Materi Terkait: Perlindungan Pelaku Utama sektor Kelautan dan Perikanan dan Usaha Perikanan
Soal 18
Analisis titik impas (Break Even Point/BEP) dalam usaha budidaya ikan digunakan untuk mengetahui...
Kunci Jawaban: C
Break Even Point (BEP) atau analisis titik impas adalah suatu teknik analisis keuangan yang digunakan untuk mengetahui tingkat produksi atau penjualan di mana total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. BEP sangat penting untuk menentukan target minimal produksi yang harus dicapai agar usaha tidak merugi. BEP dapat dihitung dalam unit (kg ikan) atau dalam nilai penjualan (rupiah).
Materi Terkait: Pengelolaan Usaha Perikanan budidaya
Soal 19
Prinsip utama dari sistem resirkulasi akuakultur (RAS) dalam pengelolaan sarana budidaya adalah...
Kunci Jawaban: B
Recirculating Aquaculture System (RAS) adalah sistem budidaya tertutup yang mendaur ulang air dengan persentase yang sangat tinggi (>90%). Air yang keluar dari kolam budidaya akan dialirkan melalui serangkaian unit pengolahan air yang terdiri dari mechanical filter (menyaring padatan), biofilter (mengubah amonia menjadi nitrat), dan aerasi/degassing (menambah oksigen dan membuang gas beracun), sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke kolam budidaya. Prinsip utamanya adalah efisiensi air dan kontrol lingkungan yang ketat.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya
Soal 20
Teknik pemijahan buatan (induced breeding) pada ikan umumnya menggunakan hormon untuk...
Kunci Jawaban: D
Induced breeding atau pemijahan buatan adalah teknik penyuntikan hormon perangsang (seperti Ovaprim, HCG, atau GnRH) ke induk ikan betina untuk mematangkan telur dan menginduksi ovulasi, serta ke induk jantan untuk meningkatkan produksi sperma (spermiasi). Teknik ini digunakan pada ikan-ikan yang sulit memijah secara alami di lingkungan terkontrol, atau untuk menyinkronkan waktu pemijahan dalam skala massal. SNI Pembenihan berbagai komoditas mengatur tentang penggunaan hormon dalam pemijahan.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut
Soal 21
PRO
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan, kewajiban utama pembudidaya ikan dalam pengelolaan lingkungan adalah...
Kunci Jawaban: D
PP 28/2017 mengatur bahwa setiap pembudidaya ikan wajib menjaga kualitas lingkungan kawasan budidaya dan mencegah terjadinya pencemaran. Pasal 55 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang dilarang membuang limbah yang dapat mencemari lingkungan budidaya. Pasal 64 mengatur tentang rehabilitasi lingkungan budidaya jika terjadi pencemaran. Ini diimplementasikan melalui kewajiban mengolah limbah budidaya (padat dan cair) sebelum dibuang ke lingkungan, serta tidak menggunakan bahan kimia dan obat-obatan melebihi batas yang ditentukan.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) untuk komoditas ikan air tawar konsumsi diatur dalam...
Kunci Jawaban: E
SNI 8228.4:2015 adalah standar yang mengatur Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) - Bagian 4: Ikan air tawar. Seri SNI 8228:2015 sendiri memiliki beberapa bagian, di antaranya Bagian 1 untuk ikan hias, Bagian 2 untuk udang, dan Bagian 3 untuk ikan laut di karamba jaring apung.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Parameter fisika-kimia air yang harus dipantau secara rutin dalam budidaya intensif untuk mencegah penumpukan gas amonia toksik adalah...
Kunci Jawaban: E
Derajat keasaman (pH) adalah parameter kunci yang mengatur keseimbangan antara amonia (NH₃) yang sangat toksik dan ion amonium (NH₄⁺) yang relatif tidak beracun. Pada pH di atas 8, konsentrasi amonia meningkat drastis. SNI untuk kualitas air budidaya menetapkan rentang pH optimal antara 6,5-8,5 tergantung komoditas. Pemantauan pH rutin (minimal 2 kali sehari) sangat penting terutama pada sistem budidaya intensif dengan padat tebar tinggi dan pemberian pakan buatan yang tinggi.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Dalam sistem budidaya intensif, pemberian pakan dengan frekuensi yang tepat dan jumlah yang sesuai (feeding rate) bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: C
Pemberian pakan dengan frekuensi dan dosis yang tepat adalah kunci efisiensi budidaya. Feeding rate yang berlebihan akan menghasilkan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Sisa pakan ini bersama feses ikan akan terdekomposisi oleh bakteri, menghasilkan amonia yang toksik, menurunkan oksigen terlarut, dan menciptakan lingkungan yang subur bagi pertumbuhan bakteri patogen. Hal ini dapat memicu ledakan penyakit dan kematian ikan. Oleh karena itu, penerapan feeding rate yang akurat sesuai dengan bobot biomassa dan suhu air merupakan praktik wajib dalam manajemen pakan yang baik.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Klasifikasi Obat Ikan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2020 terdiri dari...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 5 Permen KP Nomor 2 Tahun 2020 tentang Obat Ikan, obat ikan diklasifikasikan menjadi dua kategori: Obat Keras dan Obat Bebas Terbatas. Obat Bebas Terbatas adalah obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter hewan namun harus mengikuti petunjuk penggunaan, seperti disinfektan, vitamin, dan mineral.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Zat pewarna Malachite Green yang sebelumnya banyak digunakan dalam budidaya sebagai antijamur, berdasarkan Permen KP Nomor 2 Tahun 2020 tergolong dalam kategori...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Permen KP Nomor 2 Tahun 2020 tentang Obat Ikan, Malachite Green termasuk dalam zat pewarna berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam budidaya ikan karena bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dan toksik bagi lingkungan. Zat ini termasuk dalam kategori Obat Keras yang dilarang. Pelaku budidaya dilarang menggunakan Malachite Green untuk pengobatan ikan, dan produk perikanan yang mengandung residu zat ini tidak boleh diedarkan.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024, ketentuan mengenai pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL) adalah...
Kunci Jawaban: A
Permen KP Nomor 7 Tahun 2024 mengatur bahwa Benih Bening Lobster (BBL) dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembudidayaan di dalam negeri. Selain itu, regulasi ini juga memperbolehkan pengeluaran (ekspor) BBL ke luar wilayah Indonesia dengan syarat pelaku usaha harus melakukan kemitraan budidaya, memiliki izin usaha yang sah, dan memenuhi kewajiban investasi serta pelepasliaran sebagian hasil panen.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Parameter inspeksi dalam sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) meliputi aspek-aspek berikut, KECUALI...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan standar CPIB, parameter inspeksi mencakup: (1) persyaratan manajemen (kompetensi personel, organisasi), (2) persyaratan teknis (lokasi, tata letak, sarana prasarana, kualitas air, pakan, pengelolaan induk dan benih, panen, pengemasan, distribusi), (3) pengelolaan kesehatan dan kesejahteraan ikan (biosecurity, hama penyakit, pencegahan, pengobatan), dan (4) pengelolaan lingkungan (sanitasi, pengelolaan limbah). Harga jual benih di pasar lokal tidak termasuk dalam parameter teknis yang dinilai dalam sertifikasi CPIB.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Kewajiban pembudidaya ikan untuk melaporkan data produksi secara berkala kepada dinas yang membidangi perikanan bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: E
Pelaporan data produksi secara berkala oleh pembudidaya ikan merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan peraturan pelaksanaannya. Data ini digunakan oleh pemerintah untuk menyusun neraca pangan nasional, memetakan potensi dan masalah di sektor perikanan budidaya, merencanakan program bantuan dan pengembangan yang tepat sasaran, serta memantau kinerja subsektor perikanan budidaya. Data yang dilaporkan meliputi luasan lahan, jumlah benih yang ditebar, jumlah pakan yang digunakan, volume produksi, dan nilai produksi.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Kandungan nutrisi yang paling penting dan umumnya menjadi komponen termahal dalam formulasi pakan ikan adalah...
Kunci Jawaban: B
Protein adalah komponen nutrisi paling kritis dalam pakan ikan karena berfungsi sebagai sumber asam amino esensial untuk pertumbuhan, pembentukan jaringan tubuh, enzim, dan hormon. Kebutuhan protein pada ikan umumnya lebih tinggi dibandingkan hewan ternak lainnya, berkisar antara 25-50% tergantung spesies dan stadia. Sumber protein seperti tepung ikan merupakan komponen termahal dalam pakan, sehingga formulasi pakan berupaya mencari sumber protein alternatif yang lebih ekonomis namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ikan. Standar pakan ikan dalam SNI mencantumkan kadar protein minimum yang harus dipenuhi.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Penggunaan hormon 17α-Methyltestosteron dalam pembudidayaan ikan berdasarkan Permen KP Nomor 2 Tahun 2020 diperbolehkan untuk...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Permen KP Nomor 2 Tahun 2020 tentang Obat Ikan, hormon 17α-Methyltestosteron termasuk dalam hormon berbahaya yang dilarang penggunaannya untuk tujuan komersial dalam budidaya ikan. Hormon ini biasanya digunakan untuk melakukan sex reversal (pembalikan kelamin) pada ikan nila untuk menghasilkan populasi jantan semua (monosex male) yang pertumbuhannya lebih cepat. Namun karena sifatnya yang berbahaya dan berisiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, penggunaannya dibatasi hanya untuk keperluan penelitian yang diawasi secara ketat, bukan untuk produksi komersial.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) untuk usaha pembenihan ikan air payau adalah...
Kunci Jawaban: B
KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia) adalah kode pengenal yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengklasifikasikan bidang usaha. Untuk usaha pembenihan ikan air payau, kode KBLI yang digunakan adalah 03252. Kode ini mencakup usaha atau kegiatan pembenihan (produksi induk, telur, larva sampai dengan benih siap tebar) ikan air payau seperti bandeng, kakap putih, udang galah, udang windu, udang putih, kepiting, dan rumput laut (Gracilaria) di air payau dengan menggunakan lahan, perairan, dan fasilitas buatan.
Materi Terkait: Pengelolaan Usaha Perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Faktor utama yang membedakan sistem budidaya intensif dengan sistem budidaya ekstensif adalah...
Kunci Jawaban: D
Perbedaan mendasar antara sistem budidaya intensif dan ekstensif terletak pada tingkat input dan teknologi yang digunakan. Budidaya intensif dicirikan oleh kepadatan tebar yang tinggi, pemberian pakan buatan penuh (100%), penggunaan aerasi mekanis (kincir air, blower), pergantian air yang minimal, dan manajemen yang sangat terkontrol. Sebaliknya, budidaya ekstensif menggunakan kepadatan tebar rendah, mengandalkan pakan alami yang tumbuh di kolam (fitoplankton, zooplankton, bentos), tidak menggunakan aerasi, dan sangat bergantung pada siklus alam.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Rasio konversi pakan (FCR) yang efisien untuk budidaya ikan nila intensif yang baik adalah...
Kunci Jawaban: A
Feed Conversion Ratio (FCR) adalah rasio jumlah pakan yang diberikan terhadap pertambahan berat biomassa ikan. Untuk budidaya ikan nila intensif dengan manajemen pakan dan kualitas air yang baik, FCR yang umum dicapai berkisar antara 1,0 hingga 1,5. Angka ini menunjukkan efisiensi yang tinggi dalam penggunaan pakan buatan.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Manfaat pemberian jaminan perlindungan jiwa dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pembudidaya ikan adalah...
Kunci Jawaban: D
Pemberian jaminan perlindungan jiwa dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pembudidaya ikan merupakan bentuk perlindungan sosial yang bertujuan memberikan rasa aman dan jaring pengaman sosial bagi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Dengan memiliki BPJS Ketenagakerjaan, pembudidaya ikan akan mendapatkan berbagai manfaat seperti jaminan kecelakaan kerja (jika terjadi kecelakaan saat bekerja di tambak), jaminan kematian (santunan kepada ahli waris), jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Program ini melindungi pekerja dari risiko finansial akibat musibah atau risiko kerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus pada pengembangan usahanya.
Materi Terkait: Perlindungan Pelaku Utama sektor Kelautan dan Perikanan dan Usaha Perikanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Parameter kualitas air berikut yang merupakan indikator utama terjadinya proses nitrifikasi dalam sistem bioflok adalah...
Kunci Jawaban: A
Nitrifikasi adalah proses biologis oksidasi amonia (NH₃) menjadi nitrit (NO₂⁻) oleh bakteri Nitrosomonas, dan selanjutnya oksidasi nitrit menjadi nitrat (NO₃⁻) oleh bakteri Nitrobacter. Keberadaan nitrat dalam air merupakan indikator bahwa proses nitrifikasi berjalan dengan baik. Dalam sistem bioflok, tujuan utama adalah mengubah amonia toksik menjadi nitrat yang relatif tidak beracun, yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh bakteri heterotrof untuk membentuk flok yang dapat dimakan ikan. Pemantauan kadar nitrat membantu mengevaluasi kinerja biofilter dalam sistem.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Dokumen yang harus dipersiapkan untuk mengajukan Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) meliputi...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dan Badan Mutu KKP, dokumen yang harus dipersiapkan untuk mengajukan sertifikasi CPIB meliputi: fotokopi sertifikat MPM (Manajer Pengendali Mutu), fotokopi surat izin usaha perikanan/tanda pencatatan, data umum unit pembenihan, struktur organisasi (tanggung jawab dan wewenang), alur proses produksi, daftar fasilitas unit pembenihan, daftar sumber daya manusia, daftar SPO/IK proses produksi, dan daftar rekaman produksi. Kelengkapan dokumen ini akan diverifikasi sebelum dilakukan inspeksi lapangan.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Komoditas unggulan perikanan budidaya yang ditetapkan oleh KKP untuk diprioritaskan pengembangannya berdasarkan data produksi antara lain meliputi...
Kunci Jawaban: B
Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan komoditas unggulan perikanan budidaya yang diprioritaskan pengembangannya. Kelima komoditas utama tersebut adalah udang, rumput laut, ikan nila (tilapia), kepiting, dan lobster. Komoditas-komoditas ini dipilih karena memiliki pasar yang kuat, teknologi budidaya yang semakin dikuasai, serta potensi daya saing global yang tinggi. Prioritas ini tertuang dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan nasional.
Materi Terkait: Pengelolaan Usaha Perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Dalam budidaya ikan air payau, parameter salinitas yang optimal untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah...
Kunci Jawaban: D
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas euryhaline yang dapat mentolerir rentang salinitas cukup lebar, namun salinitas optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup adalah antara 15-25 ppt (parts per thousand). Pada salinitas terlalu rendah (<5 ppt) atau terlalu tinggi (>35 ppt), udang akan mengalami stres, pertumbuhan terhambat, dan risiko penyakit meningkat. SNI budidaya udang vaname merekomendasikan salinitas dalam rentang tersebut untuk hasil produksi terbaik.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan kesehatan ikan di unit pembenihan adalah biosecurity. Yang termasuk dalam tindakan biosecurity adalah...
Kunci Jawaban: B
Biosecurity adalah serangkaian tindakan untuk mencegah masuk dan menyebarnya patogen (virus, bakteri, parasit, jamur) di unit pembenihan. Tindakan biosecurity meliputi: karantina induk dan benih baru sebelum dimasukkan ke sistem produksi, desinfeksi peralatan dan air, pembatasan akses orang dan kendaraan, penggunaan pakaian khusus, serta pengendalian vektor (burung, tikus, serangga). Vaksinasi bukan tindakan biosecurity tetapi tindakan profilaksis setelah patogen masuk. Penggunaan antibiotik berlebihan justru tidak dianjurkan.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 25 Tahun 2022 mengatur tentang tata cara rehabilitasi lingkungan budidaya yang dilaksanakan berdasarkan...
Kunci Jawaban: C
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Tata Cara Rehabilitasi Lingkungan Budidaya diterbitkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 64 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan. Rehabilitasi dilakukan berdasarkan tingkat pencemaran sumber daya ikan dan/atau lingkungannya, serta tingkat kerusakan sumber daya ikan dan/atau lingkungannya. Rehabilitasi dapat dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, atau setiap orang dengan persetujuan dari pejabat yang berwenang.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Teknik pendederan adalah tahap dalam pembenihan yang bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: E
Pendederan adalah tahap pemeliharaan benih ikan setelah masa larva hingga mencapai ukuran tertentu (biasanya ukuran fingerling atau lebih besar) sebelum ditebar ke kolam pembesaran. Tujuan pendederan adalah untuk membesarkan benih dari ukuran kecil menjadi ukuran yang lebih besar dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga tingkat kelangsungan hidup saat di kolam pembesaran lebih tinggi. Pendederan biasanya dilakukan dalam beberapa tahap (pendederan I, II, III) tergantung target ukuran.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, setiap orang yang melakukan usaha perikanan budidaya wajib memiliki...
Kunci Jawaban: A
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan (Pasal 25) mewajibkan setiap orang yang melakukan usaha perikanan budidaya di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia untuk memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) atau Tanda Daftar Usaha Perikanan (TDUP) sesuai skala usahanya. SIUP diberikan untuk usaha skala besar dan menengah, sedangkan TDUP untuk usaha skala kecil dan pembudidaya ikan kecil. Kewajiban ini untuk memberikan kepastian hukum dan memudahkan pembinaan.
Materi Terkait: Perlindungan Pelaku Utama sektor Kelautan dan Perikanan dan Usaha Perikanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Pakan alami yang umum digunakan untuk larva ikan pada tahap awal pembenihan adalah...
Kunci Jawaban: A
Pada tahap awal pembenihan, larva ikan umumnya belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna dan membutuhkan pakan alami berukuran kecil. Artemia (kista atau nauplii) adalah pakan alami yang paling umum digunakan karena memiliki ukuran yang sesuai (400-500 mikron), kandungan protein tinggi, dan dapat merangsang respons makan larva. Selain Artemia, rotifera (Brachionus sp.) juga digunakan untuk larva yang lebih kecil, dan Moina atau Daphnia untuk larva yang lebih besar. Pakan buatan untuk larva (mikroenkapsulasi) juga tersedia tetapi biasanya lebih mahal.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Fungsi utama kincir air (paddle wheel aerator) dalam tambak udang intensif adalah...
Kunci Jawaban: B
Kincir air (paddle wheel aerator) memiliki dua fungsi utama dalam tambak udang intensif: (1) meningkatkan oksigen terlarut dengan mengaduk air sehingga terjadi difusi oksigen dari udara, dan (2) menciptakan arus air yang mengarahkan sisa pakan dan feses ke bagian tengah tambak (central drainage) sehingga memudahkan pembuangan limbah padat. Fungsi kedua sangat penting untuk menjaga kualitas dasar tambak. Meskipun juga membantu homogenisasi suhu dan pH, fungsi utamanya adalah aerasi dan sirkulasi untuk pengelolaan limbah.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Dalam SNI tentang pakan ikan, batas maksimum kandungan aflatoksin dalam pakan ikan adalah...
Kunci Jawaban: A
Aflatoksin adalah mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus dan A. parasiticus, dapat menyebabkan kerusakan hati, penurunan pertumbuhan, dan kematian pada ikan. Berdasarkan SNI untuk pakan ikan (misal SNI 01-6484.5-2002 untuk pakan ikan nila), batas maksimum kandungan aflatoksin yang diperbolehkan adalah 50 ppb (parts per billion) atau 50 μg/kg. Kandungan di atas batas tersebut berbahaya bagi kesehatan ikan dan dapat menyebabkan residu pada daging ikan yang membahayakan konsumen. Pengujian aflatoksin wajib dilakukan oleh produsen pakan.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi, dan analisis data pakan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) untuk unit budidaya berskala kecil dapat dilakukan melalui mekanisme...
Kunci Jawaban: E
Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan kemudahan bagi pembudidaya ikan kecil untuk mendapatkan pengakuan standar mutu melalui mekanisme Pernyataan Mandiri (Self Declare) CBIB. Dalam skema ini, pembudidaya menyatakan kesanggupan dan pemenuhan kriteria CBIB secara mandiri berdasarkan panduan teknis yang disederhanakan untuk mendorong kepatuhan standar pada skala mikro/kecil.
Materi Terkait: Identifikasi, inventarisasi dan analisis data proses produksi dan sertifikasi bidang perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Prinsip utama dalam pemberian pakan (feeding management) yang baik untuk budidaya ikan adalah...
Kunci Jawaban: A
Prinsip utama pemberian pakan yang baik adalah memberikan pakan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu sesuai dengan kebutuhan ikan (sesuai dengan prinsip 3T: Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Mutu). Pemberian pakan harus disesuaikan dengan bobot biomassa, suhu air, dan tingkat aktivitas ikan. Pakan diberikan secara bertahap (sedikit demi sedikit) sambil diamati respon ikan. Pemberian pakan hingga ikan kenyang (ad libitum) sering menyebabkan pemborosan dan penurunan kualitas air karena pakan yang tidak termakan akan membusuk. Oleh karena itu, prinsip yang benar adalah memberikan pakan secukupnya berdasarkan kebutuhan, bukan sekenyangnya.
Materi Terkait: Pedoman tentang pembudidayaan ikan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Berdasarkan PP No. 28 Tahun 2017, kawasan perikanan budidaya dapat dikelola melalui skema...
Kunci Jawaban: E
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan mengatur bahwa pengelolaan kawasan perikanan budidaya dapat dilakukan melalui skema: (1) Kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dikembangkan oleh pemerintah, (2) Kawasan Minapolitan yang dikelola oleh pemerintah daerah kabupaten/kota dengan melibatkan masyarakat, dan (3) Kawasan budidaya mandiri yang dikelola oleh koperasi, badan usaha, atau perorangan. Ketiga skema ini memiliki mekanisme perizinan dan pembinaan yang berbeda namun tetap dalam kerangka peraturan yang sama.
Materi Terkait: Pengelolaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kawasan perikanan budidaya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Indikator keberhasilan suatu program pembenihan ikan dapat diukur melalui parameter...
Kunci Jawaban: A
Keberhasilan pembenihan ikan diukur melalui beberapa parameter kunci: (1) Derajat pembuahan (Fertilization Rate/FR): persentase telur yang berhasil dibuahi dari total telur yang dipijahkan, biasanya dihitung 12-24 jam setelah pemijahan. (2) Derajat penetasan (Hatching Rate/HR): persentase telur fertil yang berhasil menetas menjadi larva. (3) Tingkat kelangsungan hidup benih (Survival Rate/SR) dari larva hingga ukuran siap tebar. FR dan HR mencerminkan kualitas induk dan proses pemijahan, sedangkan SR mencerminkan manajemen pendederan, pakan, dan kualitas air. Ketiganya harus dicatat dalam setiap siklus produksi.
Materi Terkait: Pengelolaan dan pengembangan pembenihan ikan air tawar, air payau, dan laut

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Analis Akuakultur pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 31 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Analis Akuakultur
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Analis Akuakultur

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Akuakultur semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Akuakultur, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Analis Akuakultur

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Analis Akuakultur menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.