SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan
Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan
Prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada area kerja teknik
Pengetahuan dasar mengenai Bandar Udara dan fasilitas penunjang penerbangan
Etika profesi ASN dan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) bidang peralatan
Pemeliharaan dan Perbaikan Ground Support Equipment (GSE) Motorized dan Non-Motorized
Sistem Mekanikal dan Operasional Passenger Boarding Bridge (Garbarata)
Manajemen dan Troubleshooting Baggage Handling System (BHS) serta Conveyor Belt
Sistem Pendingin Ruangan Terpusat (HVAC/Chiller) pada fasilitas terminal penumpang
Operasional dan Perawatan Mesin Pembangkit Listrik Cadangan (Genset) dan Diesel Engine
Teknik Perawatan Alat Transportasi Vertikal (Elevator, Escalator, dan Travelator)
Prinsip Kerja Sistem Hidrolik dan Pneumatik pada peralatan berat bandar udara
Manajemen Perawatan Mesin (Preventive, Corrective, dan Predictive Maintenance)
Penggunaan Alat Ukur Presisi (Vernier Caliper, Micrometer) dan Alat Bengkel (Power Tools)
Prosedur Sertifikasi Kelaikan dan Pengujian Unjuk Kerja Peralatan dan Mesin Bandar Udara
Simulasi Tryout SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin.
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi disebut sebagai...
A. Bandar Udara
B. Aerodrom Militer
C. Daerah Lingkungan Kerja
D. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan
E. Pangkalan Udara
Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 1 angka 33 UU No. 1 Tahun 2009, Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.
Materi:Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan
Soal 2
Dalam prinsip K3, penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan hierarki pengendalian risiko terakhir. Manakah dari APD berikut yang paling wajib digunakan teknisi saat melakukan pemeliharaan pada kompresor AC sentral dengan tingkat kebisingan tinggi?
A. Dust mask
B. Apron
C. Safety goggle
D. Safety belt
E. Ear muff atau ear plug
Jawaban: E
Pengendalian kebisingan pada area kerja teknik yang melebihi ambang batas pendengaran memerlukan proteksi pendengaran seperti ear muff atau ear plug guna mencegah gangguan pendengaran (NIHL) bagi teknisi.
Materi:Prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada area kerja teknik
Soal 3
Peralatan Ground Support Equipment (GSE) yang termasuk dalam kategori non-motorized adalah...
A. Aircraft Towing Tractor (ATT)
B. Baggage Towing Tractor (BTT)
C. Ground Power Unit (GPU)
D. Dollies
E. High Lift Loader (HLL)
Jawaban: D
GSE Non-Motorized adalah peralatan penunjang pesawat yang tidak memiliki mesin penggerak sendiri dan harus ditarik oleh kendaraan lain. Contohnya adalah dollies (pembawa container/pallet), baggage cart, dan tangga penumpang manual.
Materi:Pemeliharaan dan Perbaikan Ground Support Equipment (GSE) Motorized dan Non-Motorized
Soal 4
Komponen utama pada sistem Passenger Boarding Bridge (Garbarata) yang berfungsi untuk menggerakkan jembatan naik dan turun (vertical movement) adalah...
A. Rotunda
B. Horizontal Drive System
C. Swivel Cabin
D. Elevating System (Vertical Drive)
E. Canopy
Jawaban: D
Elevating system pada garbarata biasanya menggunakan mekanisme sekrup (ball screw) atau sistem hidrolik yang memungkinkan bagian tunnel bergerak secara vertikal menyesuaikan tinggi pintu pesawat.
Materi:Sistem Mekanikal dan Operasional Passenger Boarding Bridge (Garbarata)
Soal 5
Pada sistem Baggage Handling System (BHS), sensor yang berfungsi mendeteksi keberadaan bagasi di atas conveyor agar tidak terjadi tumpang tindih adalah...
A. Limit Switch
B. Barometric Sensor
C. Thermocouple
D. Strain Gauge
E. Photoelectric Sensor (Photocell)
Jawaban: E
BHS menggunakan sensor fotolistrik (photocell) untuk mendeteksi posisi bagasi. Sensor ini mengirimkan sinyal ke PLC untuk mengatur aliran belt agar bagasi tetap teratur dan mencegah tabrakan antarkoper.
Materi:Manajemen dan Troubleshooting Baggage Handling System (BHS) serta Conveyor Belt
Soal 6
Siklus refrigerasi pada sistem HVAC/Chiller di bandara melibatkan proses perpindahan panas. Komponen yang berfungsi untuk mengubah wujud refrigeran dari gas bertekanan tinggi menjadi cair dengan cara membuang panas ke lingkungan adalah...
A. Kompresor
B. Katup Ekspansi
C. Accumulator
D. Kondensor
E. Evaporator
Jawaban: D
Kondensor adalah penukar panas (heat exchanger) yang mendinginkan gas refrigeran panas dari kompresor sehingga mengembun menjadi cair. Panas tersebut biasanya dibuang ke udara (air-cooled) atau ke air (water-cooled).
Materi:Sistem Pendingin Ruangan Terpusat (HVAC/Chiller) pada fasilitas terminal penumpang
Soal 7
Dalam perawatan Genset (Generator Set), tindakan memeriksa level oli mesin dan air radiator sebelum unit dinyalakan termasuk dalam kategori...
A. Breakdown Maintenance
B. Overhaul
C. Predictive Maintenance
D. Corrective Maintenance
E. Preventive Maintenance
Jawaban: E
Preventive maintenance adalah perawatan pencegahan yang dilakukan secara terjadwal atau rutin (seperti pengecekan harian) untuk mencegah kerusakan mesin secara mendadak.
Materi:Manajemen Perawatan Mesin (Preventive, Corrective, dan Predictive Maintenance)
Soal 8
Alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur diameter dalam sebuah silinder mesin diesel dengan tingkat ketelitian hingga 0,01 mm adalah...
A. Mistar baja
B. Inside Micrometer atau Dial Bore Gauge
C. Thread Gauge
D. Feeler Gauge
E. Manometer
Jawaban: B
Inside micrometer atau Dial Bore Gauge dirancang khusus untuk mengukur dimensi internal seperti diameter silinder dengan presisi tinggi.
Materi:Penggunaan Alat Ukur Presisi (Vernier Caliper, Micrometer) dan Alat Bengkel (Power Tools)
Soal 9
Apa yang dimaksud dengan 'Predictive Maintenance' dalam pengelolaan fasilitas bandar udara?
A. Menunggu instruksi dari pimpinan sebelum melakukan pengecekan
B. Melakukan penggantian komponen hanya saat hari libur
C. Perawatan berdasarkan pemantauan kondisi mesin secara aktual menggunakan alat diagnostik
D. Memperbaiki mesin setelah benar-benar rusak
E. Pembersihan peralatan secara rutin setiap pagi
Jawaban: C
Predictive maintenance adalah perawatan yang dilakukan berdasarkan prediksi kondisi mesin melalui teknik monitoring (seperti analisis vibrasi, termografi, atau analisis oli) untuk menentukan kapan perawatan harus dilakukan sebelum terjadi kegagalan.
Materi:Manajemen Perawatan Mesin (Preventive, Corrective, dan Predictive Maintenance)
Soal 10
Pada sistem hidrolik yang digunakan di peralatan berat bandara, komponen yang berfungsi untuk mengubah energi hidrolik menjadi energi gerak mekanis (linier) adalah...
A. Pompa hidrolik
B. Filter
C. Reservoir
D. Aktuator (Hydraulic Cylinder)
E. Relief Valve
Jawaban: D
Aktuator atau silinder hidrolik menerima aliran fluida bertekanan untuk mendorong piston, sehingga menghasilkan gerakan mekanis linier yang digunakan untuk mengangkat beban.
Materi:Prinsip Kerja Sistem Hidrolik dan Pneumatik pada peralatan berat bandar udara
Soal 11
Setiap peralatan dan mesin bandar udara harus memiliki sertifikat kelaikan. Berdasarkan prosedur, pengujian yang dilakukan untuk memastikan peralatan bekerja sesuai dengan spesifikasi desain dan keselamatan operasional disebut...
A. Uji administrasi
B. Uji pasar
C. Uji Fungsi (Function Test) dan Uji Unjuk Kerja (Performance Test)
D. Uji tabrak
E. Uji visual saja
Jawaban: C
Sertifikasi kelaikan peralatan bandara melibatkan serangkaian pengujian teknis, termasuk uji fungsi (apakah alat bisa beroperasi) dan uji unjuk kerja (apakah performanya sesuai standar teknis yang ditetapkan).
Materi:Prosedur Sertifikasi Kelaikan dan Pengujian Unjuk Kerja Peralatan dan Mesin Bandar Udara
Soal 12
Etika profesi ASN menuntut integritas dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Tindakan yang benar bagi seorang teknisi terhadap suku cadang bekas pakai yang masih memiliki nilai ekonomis adalah...
A. Mencatat dan melaporkannya sesuai prosedur penghapusan atau penyimpanan aset BMN
B. Membawanya pulang untuk diperbaiki secara pribadi
C. Membuangnya ke tempat sampah umum agar tidak menumpuk
D. Memberikannya kepada pihak ketiga sebagai bonus
E. Menjualnya ke pengepul barang bekas tanpa prosedur
Jawaban: A
Semua komponen yang berasal dari aset negara (BMN) harus dikelola sesuai tata kelola yang berlaku, termasuk pencatatan barang rusak/bekas sebagai dasar untuk proses penghapusan aset di kemudian hari.
Materi:Etika profesi ASN dan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) bidang peralatan
Soal 13
Pada eskalator, komponen keselamatan yang berfungsi untuk menghentikan mesin secara otomatis jika terjadi gesekan antara anak tangga (step) dan dinding samping (skirt) disebut...
A. Skirt Obstruction Sensor/Switch
B. Comb plate
C. Governor
D. Skirt Deflector
E. Emergency Stop Button
Jawaban: A
Skirt obstruction sensor adalah sakelar pengaman yang akan mematikan daya jika ada benda atau kaki yang terjepit di antara step dan skirt, guna mencegah kecelakaan lebih lanjut.
Materi:Teknik Perawatan Alat Transportasi Vertikal (Elevator, Escalator, dan Travelator)
Soal 14
Genset cadangan di bandara harus mampu memikul beban dalam waktu singkat jika terjadi kegagalan aliran listrik utama. Sistem yang berfungsi untuk memindahkan beban dari PLN ke Genset secara otomatis disebut...
A. Automatic Transfer Switch (ATS)
B. Governor Control
C. Rectifier
D. Automatic Voltage Regulator (AVR)
E. Manual Change Over Switch
Jawaban: A
ATS (Automatic Transfer Switch) adalah panel yang mendeteksi kegagalan daya utama dan secara otomatis memerintahkan genset menyala serta memindahkan beban ke genset.
Materi:Operasional dan Perawatan Mesin Pembangkit Listrik Cadangan (Genset) dan Diesel Engine
Soal 15
Fluida kerja yang umum digunakan pada sistem pneumatik di area workshop bandara adalah...
A. Air murni
B. Oli hidrolik
C. Air raksa
D. Udara bertekanan
E. Gas Freon
Jawaban: D
Sistem pneumatik menggunakan udara yang dimampatkan (bertekanan) sebagai media untuk mentransmisikan daya guna menggerakkan peralatan bengkel atau aktuator.
Materi:Prinsip Kerja Sistem Hidrolik dan Pneumatik pada peralatan berat bandar udara
Soal 16
Jika pada layar monitor pengawas BHS muncul alarm 'Jam' pada area conveyor, langkah teknis awal yang harus dilakukan adalah...
A. Melakukan inspeksi visual ke titik sensor yang terdeteksi ada hambatan bagasi
B. Mengabaikan karena biasanya akan normal sendiri
C. Mematikan seluruh sistem kelistrikan gedung
D. Menambah kecepatan conveyor
E. Menyemprotkan oli ke atas belt
Jawaban: A
Alarm 'Jam' menandakan adanya bagasi yang tersangkut atau menumpuk. Teknisi harus mengecek lokasi fisik untuk melepaskan hambatan agar sistem dapat berjalan kembali (reset).
Materi:Manajemen dan Troubleshooting Baggage Handling System (BHS) serta Conveyor Belt
Soal 17
Sesuai dengan PM Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan, unit yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan fasilitas sisi darat dan terminal di bandara berada di bawah koordinasi...
A. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
B. Biro Umum Kemenhub
C. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
D. Badan Litbang Perhubungan
E. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Jawaban: A
Seluruh fasilitas, regulasi, dan operasional teknik di lingkungan bandar udara sipil berada dalam tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Materi:Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan
Soal 18
Pada alat transportasi vertikal (Lift), sistem pengaman yang akan menjepit rel pemandu (guide rail) untuk menghentikan kereta lift jika terjadi overspeed atau putusnya tali baja disebut...
A. Limit Switch
B. Safety Gear (Safety Jaw)
C. Buffer
D. Counterweight
E. Door Lock
Jawaban: B
Safety gear bekerja bersama governor untuk memberikan pengereman mekanis langsung pada rel jika kecepatan lift melebihi batas aman yang ditentukan.
Materi:Teknik Perawatan Alat Transportasi Vertikal (Elevator, Escalator, dan Travelator)
Soal 19
Salah satu komponen pada AC Chiller adalah cooling tower. Apa fungsi utama cooling tower pada sistem water-cooled chiller?
A. Mendinginkan udara ruangan secara langsung
B. Memompa refrigeran ke evaporator
C. Mendinginkan air kondensor dengan cara melepas panas ke atmosfer
D. Menyaring debu di terminal penumpang
E. Mengatur tekanan kompresor
Jawaban: C
Pada sistem water-cooled, panas yang diserap di kondensor dipindahkan ke air. Air panas ini kemudian dialirkan ke cooling tower untuk didinginkan kembali dengan bantuan kipas dan media penguapan sebelum kembali ke kondensor.
Materi:Sistem Pendingin Ruangan Terpusat (HVAC/Chiller) pada fasilitas terminal penumpang
Soal 20
Skala utama pada jangka sorong (vernier caliper) menunjukkan angka 25 mm, dan skala nonius yang segaris adalah angka 0,05 mm pada garis ke-4. Berapakah hasil pengukurannya?
A. 25,40 mm
B. 25,20 mm
C. 29,00 mm
D. 25,04 mm
E. 25,05 mm
Jawaban: B
Hasil = Skala Utama + (Skala Nonius * Ketelitian). Jika garis ke-4 yang segaris pada ketelitian 0,05, maka 25 + (4 * 0,05) = 25 + 0,20 = 25,20 mm.
Materi:Penggunaan Alat Ukur Presisi (Vernier Caliper, Micrometer) dan Alat Bengkel (Power Tools)
Soal 21
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, siapakah yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penerbangan secara nasional?
A. Operator Bandar Udara
B. Badan Keamanan Penerbangan
C. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
D. Menteri Perhubungan
E. Otoritas Bandar Udara
Jawaban: D
Sesuai UU No. 1 Tahun 2009, Pemerintah (dalam hal ini Menteri) memiliki tanggung jawab utama dalam membina keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan di tingkat nasional.
Materi:Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan
Soal 22
Menurut UU No. 1 Tahun 2009, wilayah di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas disebut...
A. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP)
B. Bandar Udara
C. Aerodrome
D. Terminal Udara
E. Runway
Jawaban: B
Definisi Bandar Udara menurut UU No. 1 Tahun 2009 adalah wilayah di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.
Materi:Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan
Soal 23
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan, unit yang melaksanakan fungsi pemeliharaan fasilitas sisi darat pada bandar udara kelas I biasanya berada di bawah...
A. Bidang Operasi dan Teknik
B. Seksi Peralatan dan Fasilitas Penunjang
C. Bagian Tata Usaha
D. Bidang Fasilitas Bandar Udara
E. Bidang Keamanan Penerbangan
Jawaban: D
Dalam struktur organisasi bandar udara kelas I yang diatur dalam Permenhub terkait Organisasi dan Tata Kerja, pemeliharaan fasilitas termasuk mesin dan peralatan umumnya berada di bawah Bidang Fasilitas Bandar Udara atau unit teknis sejenis yang membawahi peralatan mekanikal.
Materi:Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan
Soal 24
Salah satu fungsi Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan perhubungan udara adalah perumusan kebijakan di bidang...
A. Pengaturan lalu lintas darat di area parkir saja
B. Kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara
C. Penetapan harga tiket domestik secara penuh
D. Manajemen maskapai swasta luar negeri
E. Pembangunan apartemen bandara
Jawaban: B
Berdasarkan PM Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merumuskan kebijakan terkait kelaikudaraan, pengoperasian pesawat, keamanan, dan fasilitas penerbangan.
Materi:Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan
Soal 25
Dalam prinsip K3, warna kuning pada tanda peringatan di area workshop peralatan bandara melambangkan...
A. Wajib Dipatuhi
B. Zona Aman
C. Waspada/Risiko Bahaya
D. Peralatan Pemadam Api
E. Bahaya/Larangan
Jawaban: C
Warna kuning dalam standar K3 (ISO/Safety Sign) digunakan untuk menunjukkan kewaspadaan, risiko bahaya, atau potensi hambatan.
Materi:Prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada area kerja teknik
Soal 26
Alat Pelindung Diri (APD) minimal yang wajib digunakan teknisi saat melakukan perbaikan pada sistem hidrolik yang bertekanan tinggi adalah...
A. Ear muff dan helm proyek
B. Apron plastik dan sepatu kets
C. Kacamata pelindung (Safety Goggles) dan sarung tangan tahan kimia/tekanan
D. Masker kain dan sarung tangan katun
E. Hanya baju kerja (Wearpack)
Jawaban: C
Sistem hidrolik bertekanan tinggi berisiko kebocoran cairan yang dapat melukai mata dan menembus kulit, sehingga Safety Goggles dan sarung tangan pelindung sangat krusial.
Materi:Prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada area kerja teknik
Soal 27
Fasilitas penunjang penerbangan yang berfungsi untuk memindahkan penumpang dari gedung terminal ke pesawat secara langsung disebut...
A. Escalator
B. Garbarata (Passenger Boarding Bridge)
C. Conveyor Belt
D. Airbridge
E. Towing Tractor
Jawaban: B
Garbarata atau Passenger Boarding Bridge (PBB) adalah jembatan yang dapat bergerak menghubungkan terminal ke pintu pesawat.
Materi:Pengetahuan dasar mengenai Bandar Udara dan fasilitas penunjang penerbangan
Soal 28
Manakah yang termasuk dalam fasilitas sisi darat (land side) sebuah bandar udara?
A. Apron
B. Taxiway
C. Aviation Tower
D. Terminal Penumpang
E. Runway
Jawaban: D
Terminal penumpang termasuk land side karena merupakan area sebelum pemeriksaan keamanan ketat untuk masuk ke area pergerakan pesawat (airside).
Materi:Pengetahuan dasar mengenai Bandar Udara dan fasilitas penunjang penerbangan
Soal 29
Dalam tata kelola Barang Milik Negara (BMN), tindakan teknisi menghapus aset peralatan yang sudah rusak berat dan tidak ekonomis untuk diperbaiki disebut proses...
A. Inventarisasi
B. Pengadaan
C. Pengamanan
D. Penghapusan/Pemindahtanganan
E. Pemanfaatan
Jawaban: D
Penghapusan adalah tindakan menghapus BMN dari daftar barang dengan keputusan pejabat yang berwenang karena alasan rusak berat, hilang, atau tidak ekonomis lagi.
Materi:Etika profesi ASN dan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) bidang peralatan
Soal 30
Etika profesi ASN menuntut seorang teknisi peralatan bandara untuk...
A. Melakukan modifikasi mesin tanpa izin demi efisiensi pribadi
B. Menerima imbalan dari pihak ketiga atas perbaikan rutin
C. Bekerja secara profesional, jujur, dan berintegritas tinggi
D. Mengabaikan laporan kerusakan ringan
E. Menggunakan sparepart kantor untuk kendaraan pribadi
Jawaban: C
Prinsip etika ASN mencakup integritas, profesionalisme, dan kejujuran dalam melaksanakan tugas kedinasan.
Materi:Etika profesi ASN dan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) bidang peralatan
Soal 31
Ground Support Equipment (GSE) jenis Non-Motorized ditunjukkan oleh...
A. Passenger Steps (Tangga Penumpang Manual/Tarik)
B. Catering Truck
C. Baggage Towing Tractor
D. High Lift Loader
E. Ground Power Unit (GPU)
Jawaban: A
Non-motorized GSE adalah peralatan yang tidak memiliki mesin penggerak sendiri, seperti tangga penumpang manual atau gerobak bagasi (dolly).
Materi:Pemeliharaan dan Perbaikan Ground Support Equipment (GSE) Motorized dan Non-Motorized
Soal 32
Perawatan rutin pada GSE Motorized yang dilakukan setiap pagi sebelum operasional (daily check) meliputi pengecekan...
A. Pengecatan ulang bodi
B. Kalibrasi sensor ultrasonik
C. Kapasitas oli mesin dan air radiator
D. Penggantian ban baru
E. Overhaul mesin total
Jawaban: C
Daily check pada kendaraan/mesin meliputi pemeriksaan cairan (fluida) seperti oli, air radiator, dan bahan bakar.
Materi:Pemeliharaan dan Perbaikan Ground Support Equipment (GSE) Motorized dan Non-Motorized
Soal 33
Sistem mekanikal utama pada Passenger Boarding Bridge (Garbarata) yang memungkinkan jembatan naik dan turun (vertikal) adalah...
A. Sistem transmisi manual
B. Pneumatic valve
C. Hydraulic lifting system atau screw jack
D. Bogie steering
E. Conveyor pulley
Jawaban: C
Pergerakan vertikal Garbarata umumnya menggunakan sistem hidrolik atau mekanisme motor listrik dengan screw jack.
Materi:Sistem Mekanikal dan Operasional Passenger Boarding Bridge (Garbarata)
Soal 34
Bagian Garbarata yang bersentuhan langsung dengan badan pesawat udara dan memiliki bantalan empuk disebut...
A. Canopy and Bumper
B. Drive Column
C. Service Stairs
D. Tunnel
E. Rotunda
Jawaban: A
Canopy menutupi bagian atas sambungan, sedangkan Bumper adalah bagian bawah/samping yang merapat ke badan pesawat untuk mencegah kebocoran udara dan benturan keras.
Materi:Sistem Mekanikal dan Operasional Passenger Boarding Bridge (Garbarata)
Soal 35
Komponen Baggage Handling System (BHS) yang berfungsi untuk mengalihkan arah bagasi ke tray atau belt yang berbeda secara otomatis disebut...
A. Check-in Counter
B. Diverter/Pusher
C. Feeder
D. Chute
E. Inclined Carrousel
Jawaban: B
Diverter atau Pusher berfungsi mengubah jalur bagasi berdasarkan sistem sortir (sorting system).
Materi:Manajemen dan Troubleshooting Baggage Handling System (BHS) serta Conveyor Belt
Soal 36
Jika conveyor belt pada BHS mengalami 'slippage' (selip), tindakan teknis yang paling tepat adalah...
A. Mengolesi belt dengan oli
B. Memotong belt agar lebih pendek
C. Mematikan sensor optik
D. Mengatur ketegangan belt (tensioning) melalui take-up unit
E. Menambah kecepatan motor listrik
Jawaban: D
Slippage terjadi karena belt kendur, sehingga perlu diatur ketegangannya menggunakan baut pengatur pada take-up unit.
Materi:Manajemen dan Troubleshooting Baggage Handling System (BHS) serta Conveyor Belt
Soal 37
Pada sistem AC Sentral (Chiller), komponen yang berfungsi untuk melepaskan panas dari refrigeran ke lingkungan (udara atau air) adalah...
A. Evaporator
B. Kompresor
C. AHU (Air Handling Unit)
D. Katup Ekspansi
E. Condenser
Jawaban: E
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan gas refrigeran bertekanan tinggi menjadi cair dengan cara membuang panasnya.
Materi:Sistem Pendingin Ruangan Terpusat (HVAC/Chiller) pada fasilitas terminal penumpang
Soal 38
Alat yang digunakan untuk mendistribusikan udara dingin ke ruangan melalui sistem ducting di bandara adalah...
A. Manometer
B. Water Pump
C. Cooling Tower
D. AHU (Air Handling Unit)
E. Thermostat
Jawaban: D
AHU adalah perangkat yang digunakan untuk mengatur dan mensirkulasikan udara sebagai bagian dari sistem HVAC.
Materi:Sistem Pendingin Ruangan Terpusat (HVAC/Chiller) pada fasilitas terminal penumpang
Soal 39
Genset cadangan di bandara harus dilengkapi dengan sistem ATS. Apa kepanjangan dari ATS?
A. Air Traffic System
B. Automatic Transfer Switch
C. Automatic Turbo System
D. Automatic Training System
E. Ammeter Technology Service
Jawaban: B
Automatic Transfer Switch (ATS) berfungsi untuk memindahkan sumber listrik dari PLN ke Genset secara otomatis saat terjadi pemadaman.
Materi:Operasional dan Perawatan Mesin Pembangkit Listrik Cadangan (Genset) dan Diesel Engine
Soal 40
Penyebab utama mesin diesel genset mengeluarkan asap berwarna hitam pekat saat beroperasi adalah...
A. Oli mesin masuk ke ruang bakar
B. Filter udara sangat bersih
C. Campuran bahan bakar terlalu kaya atau beban berlebih
D. Kelebihan air pendingin
E. Tangki bahan bakar kosong
Jawaban: C
Asap hitam pada mesin diesel menunjukkan pembakaran yang tidak sempurna, biasanya karena beban terlalu berat atau injeksi bahan bakar yang berlebihan (kurang udara).
Materi:Operasional dan Perawatan Mesin Pembangkit Listrik Cadangan (Genset) dan Diesel Engine
Soal 41
Premium
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2009, setiap personil bandar udara yang melaksanakan tugas teknik wajib memiliki sertifikat kompetensi atau lisensi. Lisensi ini dikeluarkan oleh...
A. Kepala Bandara setempat
B. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
C. Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara
GSE Motorized seperti High Lift Loader (HLL) sering mengalami masalah pada sistem hidroliknya. Gejala di mana silinder bergerak lambat dan terdengar suara mendecit/kasar (cavitation) biasanya disebabkan oleh...
A. Adanya udara yang terjebak dalam sistem (air entrapment) atau filter hisap tersumbat
Seorang teknisi menemukan bahwa motor penggerak conveyor belt pada sistem BHS sering mengalami 'overheat'. Setelah dicek, beban bagasi normal. Penyebab teknis yang paling mungkin adalah...
A. Kurangnya pelumasan pada bearing atau adanya ketegangan belt (tension) yang berlebihan
Teknisi mesin harus memahami sistem BMN. Peralatan bandara yang sudah rusak berat dan biaya perbaikannya melebihi 50% dari harga perolehan sebaiknya diusulkan untuk...
Dalam prosedur keselamatan kerja di bandara, zona di sekitar pesawat yang sedang parkir di mana kendaraan GSE harus melambat dan ekstra hati-hati disebut...
Sesuai aturan sertifikasi kelaikan, berapa lama masa berlaku sertifikat kelaikan untuk peralatan Ground Support Equipment (GSE) sebelum harus diuji ulang?
A. Selamanya selama alat tidak rusak
B. Umumnya 1 atau 2 tahun (tergantung jenis dan regulasi terbaru)
Alat ukur Mikrometer luar (Outside Micrometer) memiliki ketelitian yang lebih tinggi dibanding Vernier Caliper. Berapa ketelitian standar yang umum pada mikrometer?
Sesuai regulasi, pengujian unjuk kerja (performance test) pada garbarata meliputi pengecekan kecepatan bergerak horizontal. Berapa kecepatan standar rata-rata garbarata saat mendekati pintu pesawat untuk alasan keamanan?
A. 50 km/jam
B. Tergantung cuaca
C. 10 meter per detik
D. Kecepatan sangat rendah/creep speed (sekitar 0,5 - 2 meter per menit)
Strategi perawatan yang dilakukan berdasarkan analisis data kondisi mesin secara real-time (seperti vibrasi dan suhu) untuk memprediksi kapan kerusakan akan terjadi disebut...
Setiap peralatan dan mesin bandar udara wajib memiliki Sertifikat Kelaikan. Masa berlaku sertifikat kelaikan peralatan tersebut biasanya diberikan untuk jangka waktu...
Menurut UU 1/2009, Personel Pesawat Udara wajib memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi. Hal yang sama berlaku bagi personel teknik bandara yang harus memiliki...
A. Kartu Izin Masuk Bandara (PAS)
B. Ijazah SMA saja
C. Lisensi atau Sertifikat Kompetensi Personel Fasilitas Bandar Udara
Pemeriksaan berkala pada Garbarata yang meliputi pelumasan pada rantai penggerak (drive chain) dan pengecekan kebocoran oli hidrolik termasuk dalam kategori...
Tips Lulus SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin
SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Personel Teknik dan Operasional Penerbangan Bidang Teknisi Peralatan dan Mesin tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.