SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Kejaksaan Republik Indonesia beserta regulasi perubahannya
Sistem Peradilan Pidana di Indonesia
Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan reformasi birokrasi
Pengetahuan dasar Hukum Pidana (KUHP) dan Hukum Acara Pidana (KUHAP)
Tata kelola administrasi pemerintahan dan kearsipan dinas
Regulasi dan pedoman tentang pengelolaan benda sitaan dan barang rampasan negara
Tata cara penerimaan, penyimpanan, pengamanan, dan pengeluaran barang bukti
Prosedur pemeliharaan, perawatan, dan pengawasan fisik aset atau barang bukti
Mekanisme lelang eksekusi barang rampasan negara dan penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Tata cara dan administrasi pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht)
Inventarisasi, pencatatan, dan penyusunan laporan berkala aset dan barang bukti
Pengoperasian dan penginputan data pada Sistem Informasi Manajemen Kejaksaan (CMS) terkait barang bukti
Pemahaman dasar tentang tata kelola Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan
Simulasi Tryout SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Petugas Aset dan Barang Bukti.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, apa yang dimaksud dengan kedudukan Kejaksaan?
A. Lembaga yudikatif yang mandiri dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun
B. Lembaga eksekutif yang bertanggung jawab kepada DPR
C. Lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan
D. Lembaga independen yang berfokus pada penyidikan tindak pidana umum
E. Lembaga penegak hukum di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM
Jawaban: C
Pasal 2 UU No. 11 Tahun 2021 menegaskan bahwa Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang.
Soal 2
Dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia, siapakah yang berwenang melakukan penyitaan benda yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana?
A. Advokat pendamping tersangka
B. Petugas Barang Bukti di Kejaksaan
C. Jaksa Penuntut Umum saja
D. Penyidik dengan izin Ketua Pengadilan Negeri
E. Hakim di persidangan
Jawaban: D
Berdasarkan KUHAP, penyitaan dilakukan oleh penyidik (Polri atau penyidik PNS/tertentu) dengan surat izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat, kecuali dalam keadaan mendesak.
Soal 3
Manakah nilai dasar (Core Values) ASN yang harus diimplementasikan oleh Petugas Aset dan Barang Bukti sesuai dengan program Reformasi Birokrasi?
A. PENGABDIAN
B. PROFESIONALISME
C. BERAKHLAK
D. KOMPETENSI
E. INTEGRITAS TINGGI
Jawaban: C
Core Values ASN saat ini adalah BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Soal 4
Apa perbedaan mendasar antara 'Benda Sitaan' dan 'Barang Rampasan'?
A. Benda sitaan berasal dari pidana umum, barang rampasan dari pidana khusus
B. Benda sitaan disimpan di Rupbasan, barang rampasan disimpan di gudang Kejaksaan
C. Benda sitaan digunakan untuk pembuktian, barang rampasan adalah hasil putusan pengadilan yang dirampas untuk negara
D. Tidak ada perbedaan, keduanya adalah istilah yang sama
E. Benda sitaan milik negara, barang rampasan milik pribadi
Jawaban: C
Benda sitaan (Basan) adalah benda yang disita untuk kepentingan pembuktian, sedangkan Barang Rampasan (Baran) adalah benda yang berdasarkan putusan pengadilan yang telah inkracht dinyatakan dirampas untuk negara.
Soal 5
Dalam tata kelola kearsipan dinas, sistem yang digunakan untuk mengklasifikasikan surat keluar dan surat masuk berdasarkan pokok masalah disebut...
A. Sistem Nomor Urut
B. Sistem Abjad
C. Sistem Subjek atau Masalah
D. Sistem Kronologis
E. Sistem Wilayah
Jawaban: C
Sistem subjek atau masalah mengelompokkan arsip berdasarkan pokok isi surat/permasalahan, yang lazim digunakan dalam administrasi pemerintahan (tata persuratan dinas).
Soal 6
Apa yang harus dilakukan Petugas Barang Bukti saat menerima barang bukti dari penyidik pada tahap penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II)?
A. Langsung menjual barang bukti tersebut
B. Menerima tanpa mengecek kondisi fisik
C. Menyimpan barang bukti di rumah dinas Jaksa
D. Meminta uang titipan perawatan kepada penyidik
E. Melakukan pemeriksaan kesesuaian fisik dengan daftar barang bukti di berkas perkara
Jawaban: E
Pada tahap penerimaan, petugas wajib melakukan verifikasi antara fisik barang bukti dengan data yang tertera dalam berita acara penyitaan/daftar barang bukti guna akuntabilitas.
Soal 7
Barang bukti berupa bahan kimia berbahaya harus disimpan di tempat yang...
A. Digabung dengan barang bukti berupa tekstil
B. Lembap dan tertutup rapat
C. Terbuka agar terkena sinar matahari
D. Dekat dengan ruang kerja staf agar mudah diawasi
E. Khusus dengan ventilasi cukup dan sesuai standar keamanan bahan berbahaya
Jawaban: E
Berdasarkan pedoman pengamanan, barang berbahaya (B3) memerlukan penanganan khusus, termasuk ventilasi dan suhu yang terjaga untuk menghindari ledakan atau kontaminasi.
Soal 8
Penjualan barang rampasan melalui lelang dilakukan melalui lembaga...
A. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
B. Bank Indonesia
C. Pasar Modal
D. Dinas Sosial setempat
E. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)
Jawaban: E
Lelang eksekusi barang rampasan negara dilakukan melalui KPKNL di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu.
Soal 9
Kapan suatu barang bukti dapat dimusnahkan oleh Jaksa?
A. Atas permintaan tersangka
B. Apabila barang tersebut laku dilelang
C. Setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) yang memerintahkan pemusnahan
D. Jika pemilik barang bukti melarikan diri
E. Segera setelah disita oleh Polisi
Jawaban: C
Pemusnahan dilakukan berdasarkan perintah dalam putusan hakim yang telah inkracht, kecuali untuk barang tertentu yang membahayakan/mudah rusak (berdasarkan Pasal 45 KUHAP).
Soal 10
Aplikasi yang digunakan di lingkungan Kejaksaan untuk mengelola data perkara, termasuk data barang bukti secara digital, adalah...
A. WhatsApp Group Internal
B. E-Lelang
C. Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)
D. Case Management System (CMS)
E. Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN)
Jawaban: D
Case Management System (CMS) adalah aplikasi utama Kejaksaan untuk administrasi perkara dari tahap pra-penuntutan hingga eksekusi, termasuk pencatatan barang bukti.
Soal 11
Pusat Pemulihan Aset (PPA) di Kejaksaan Agung memiliki fungsi utama dalam hal...
A. Menangkap buronan kasus korupsi
B. Melakukan penuntutan pidana mati
C. Pelacakan, pengamanan, pemeliharaan, dan pemulihan aset hasil tindak pidana
D. Mengadili perkara perdata
E. Membentuk undang-undang baru
Jawaban: C
PPA bertugas melakukan koordinasi dan pelaksanaan pemulihan aset, mulai dari penelusuran (tracing) hingga penyetoran ke kas negara.
Soal 12
Siapakah yang menandatangani Berita Acara Penerimaan Barang Bukti (BA-4) di Kejaksaan?
A. Penyidik yang menyerahkan dan Jaksa/Petugas yang menerima
B. Kepala Desa tempat kejadian perkara
C. Ketua Pengadilan Negeri
D. Masyarakat sekitar kantor Kejaksaan
E. Tersangka dan Penasihat Hukum
Jawaban: A
BA-4 adalah administrasi penyerahan tanggung jawab barang bukti dari pihak penyidik kepada penuntut umum, ditandatangani kedua belah pihak.
Soal 13
Menurut KUHAP, benda sitaan disimpan di...
A. Gudang pribadi Jaksa
B. Lembaga Pemasyarakatan
C. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan)
D. Rumah Penyidik
E. Kantor Urusan Agama
Jawaban: C
Pasal 44 ayat (1) KUHAP menyatakan bahwa benda sitaan disimpan dalam rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan).
Soal 14
Asas 'Praduga Tak Bersalah' dalam sistem peradilan pidana berarti...
A. Jaksa tidak boleh menuntut hukuman berat
B. Tersangka pasti tidak bersalah
C. Seseorang dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
D. Polisi dilarang menangkap orang tanpa saksi
E. Hakim harus membebaskan semua terdakwa
Jawaban: C
Presumption of innocence adalah prinsip dasar hukum acara pidana yang melindungi hak asasi manusia terdakwa hingga terbukti bersalah di pengadilan secara sah.
Soal 15
Salah satu bentuk kearsipan dinas yang bersifat 'Vital' bagi Petugas Barang Bukti adalah...
A. Buku Tamu
B. Nota dinas permintaan alat tulis
C. Kalender kerja tahunan
D. Buku Register Barang Bukti
E. Daftar menu makan siang kantor
Jawaban: D
Buku Register Barang Bukti merupakan arsip vital karena jika hilang akan mengganggu operasional dan akuntabilitas hukum atas barang yang disita.
Soal 16
Berapakah masa berlaku surat izin penyitaan dari Pengadilan Negeri dalam prakteknya?
A. 7 hari
B. 1 tahun
C. 30 hari
D. Selamanya
E. Hanya untuk satu kali tindakan penyitaan
Jawaban: E
Izin penyitaan diberikan khusus untuk tindakan penyitaan terhadap benda-benda tertentu yang disebutkan dalam surat izin tersebut.
Soal 17
Laporan berkala mengenai kondisi barang bukti biasanya dilakukan setiap...
A. Hanya saat audit BPK
B. Jika barang hilang saja
C. Mingguan atau bulanan tergantung kebijakan instansi
D. Harian
E. 5 tahun sekali
Jawaban: C
Inventarisasi dan laporan berkala (bulanan/triwulanan) diperlukan untuk memastikan pengawasan fisik barang bukti tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya.
Soal 18
Setoran dari hasil lelang barang rampasan negara dikategorikan sebagai...
A. Pendapatan Pajak Penghasilan
B. Tabungan pribadi Jaksa
C. Dana Alokasi Umum (DAU)
D. Hibah dari masyarakat
E. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Jawaban: E
Berdasarkan UU PNBP, semua pendapatan negara yang tidak berasal dari pajak, termasuk hasil lelang barang rampasan, wajib disetor ke Kas Negara sebagai PNBP.
Soal 19
Tindakan 'Pemulihan Aset' mencakup tahapan berikut, kecuali...
A. Perampasan aset
B. Pengembalian aset kepada negara/korban
C. Penelusuran aset
D. Penyitaan aset
E. Penyembunyian aset untuk kepentingan dinas
Jawaban: E
Pemulihan aset (Asset Recovery) bertujuan mengembalikan kekayaan negara atau hak korban, bukan untuk menyembunyikan aset.
Soal 20
Dalam KUHAP, barang yang dapat disita adalah benda yang...
A. Hanya berupa kendaraan bermotor
B. Sudah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya
C. Milik siapa saja asalkan bagus
D. Diperoleh dari tindak pidana atau digunakan untuk melakukan tindak pidana
E. Hanya berupa uang tunai
Jawaban: D
Pasal 39 ayat (1) KUHAP merinci benda yang dapat dikenakan penyitaan, utamanya yang berkaitan langsung dengan kejahatan.
Soal 21 Premium
Peraturan Kejaksaan RI No. 7 Tahun 2020 mengatur tentang Perubahan Kedua atas Perja No. PER-027/A/JA/10/2014. Hal utama yang menjadi fokus pengaturan PPA adalah...
Dalam CMS Kejaksaan, fitur 'Barang Bukti' harus diupdate secara real-time. Jika status barang bukti berubah dari 'Disita' menjadi 'Dikembalikan', dokumen apa yang harus diunggah sebagai validasi?
Barang bukti yang telah inkracht dan diperintahkan untuk 'Dikembalikan kepada yang berhak', namun pemiliknya tidak kunjung mengambil setelah dipanggil secara sah 3 kali, maka...
A. Dibakar tanpa berita acara
B. Dapat diusulkan untuk dilelang dan uangnya disetor ke kas negara sebagai barang tak bertuan
Siapakah yang berwenang menetapkan status 'P-21' (Berkas Perkara Lengkap) yang menandakan tanggung jawab barang bukti akan segera beralih ke Penuntut Umum?
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Petugas Aset dan Barang Bukti, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti
SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Petugas Aset dan Barang Bukti tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.