SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (khusus klaster Sungai, Danau, dan Penyeberangan)
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan (aspek keselamatan kapal SDP)
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD)
Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Manajemen Pelabuhan Sungai dan Danau: Pengawasan tambat labuh, kelaikan dermaga, dan karakteristik alur perairan darat
Keselamatan Transportasi Perairan Darat: Prosedur pengawasan manifest, kapasitas muat (draft), dan ketersediaan alat keselamatan (life jacket) pada kapal kayu/tradisional
Tata Kelola Terminal Tipe A Kelas 3: Pengaturan sirkulasi kendaraan, pengawasan kebersihan fasilitas, dan pemantauan keberangkatan bus
Operasional UPPKB Kelas 2: Teknik penimbangan kendaraan, pemahaman batas toleransi muatan, dan prosedur penilangan kendaraan ODOL
Manajemen Penyeberangan Perintis: Verifikasi dokumen muatan untuk klaim subsidi negara dan pengawasan jadwal operasional kapal perintis
Prosedur Ramp Check: Inspeksi teknis kelaikan bus AKAP/AKDP dan kapal penyeberangan di wilayah kerja
Standardisasi Fasilitas Pelayanan: Pengawasan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada terminal, jembatan timbang, dan dermaga sungai
Penegakan Hukum Teknis: Tata cara penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas pelanggaran dimensi, muatan, atau izin trayek
Manajemen Logistik Daerah: Peran pelabuhan sungai dan danau sebagai titik distribusi kebutuhan pokok (Tol Laut/Subsidi)
Sistem Informasi Hubdat: Penggunaan aplikasi pelaporan operasional (seperti V-Sikap atau aplikasi internal BPTD lainnya)
Mitigasi Risiko dan Darurat: Prosedur penanganan kecelakaan di perairan darat dan manajemen evakuasi pada fasilitas transportasi
Komunikasi Publik: Teknik edukasi kepada operator transportasi lokal dan masyarakat mengenai keselamatan berkendara dan berlayar
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, pengawasan muatan barang yang dilakukan di UPPKB bertujuan untuk...
A. Membatasi jumlah perusahaan angkutan barang yang beroperasi
B. Mempercepat waktu tempuh kendaraan angkutan barang antar kota
C. Menjamin keselamatan lalu lintas, menjaga kondisi jalan, dan ketertiban angkutan barang
D. Meningkatkan pendapatan asli daerah melalui denda pelanggaran
E. Memberikan izin operasional bagi kendaraan yang melebihi dimensi
Jawaban: C
Sesuai Pasal 169 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengawasan muatan angkutan barang dilakukan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta perlindungan infrastruktur jalan.
Soal 2
Dalam klasifikasi pelabuhan berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008, pelabuhan sungai dan danau merupakan bagian dari klaster pelayaran...
A. Samudera
B. Internasional
C. Sungai dan Danau
D. Rakyat
E. Nusantara
Jawaban: C
UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran mengatur secara spesifik pelayaran sungai dan danau dalam bab tersendiri sebagai bagian dari moda transportasi perairan darat.
Soal 3
Menurut PP Nomor 74 Tahun 2014, perusahaan angkutan umum wajib melakukan pemeriksaan kelaikan teknis kendaraan secara berkala. Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui...
A. Uji berkala (KIR)
B. Pembersihan fasilitas terminal
C. Penimbangan di jembatan timbang
D. Uji kompetensi pengemudi
E. Pemeriksaan administrasi izin trayek
Jawaban: A
PP Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan menegaskan kewajiban pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan melalui uji berkala setiap 6 bulan sekali.
Soal 4
Aspek keselamatan kapal SDP yang diatur dalam PP Nomor 51 Tahun 2002 mencakup pengawasan terhadap 'Garis Muat'. Apa fungsi utama garis muat tersebut?
A. Menandai area tempat penyimpanan alat keselamatan
B. Menentukan batas kecepatan maksimal kapal
C. Menentukan batas kedalaman minimum perairan yang boleh dilalui
D. Membatasi berat muatan agar cadangan daya apung tetap terjaga
E. Menunjukkan identitas pemilik kapal
Jawaban: D
Berdasarkan PP Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan, garis muat atau lambung bebas minimal diperlukan untuk memastikan kapal memiliki cadangan daya apung demi keselamatan.
Soal 5
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) merupakan unit pelaksana teknis di bawah koordinasi...
A. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
B. Pemerintah Provinsi
C. Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan
D. Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota
E. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
Jawaban: E
BPTD adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat.
Soal 6
Seorang Pengawas Satuan Pelayanan menolak gratifikasi dari operator bus yang bermaksud menghindari ramp check. Tindakan ini mencerminkan nilai BerAKHLAK, yaitu...
A. Loyal
B. Akuntabel
C. Harmonis
D. Adaptif
E. Kompeten
Jawaban: B
Nilai Akuntabel mencakup melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas tinggi, termasuk menolak suap atau gratifikasi.
Soal 7
Dalam manajemen pelabuhan sungai, pengawasan 'Tambat Labuh' bertujuan untuk...
A. Memastikan penumpang tidak turun di dermaga
B. Menjamin kapal terikat dengan aman dan tidak mengganggu alur pelayaran
C. Menentukan harga tiket penyeberangan
D. Mengecek kebersihan mesin kapal
E. Memungut biaya retribusi pasar
Jawaban: B
Pengawasan tambat labuh di pelabuhan sungai dan danau dilakukan untuk memastikan kapal bersandar atau berlabuh di posisi yang aman bagi struktur dermaga dan tidak menghalangi kapal lain di alur.
Soal 8
Mengapa pengawasan 'Draft' atau garis benaman sangat krusial pada kapal kayu/tradisional di perairan darat?
A. Agar kapal terlihat lebih estetik
B. Untuk mencegah kapal kandas atau tenggelam akibat muatan berlebih (overload)
C. Mengetahui kecepatan arus sungai secara otomatis
D. Untuk menghitung pajak barang mewah
E. Menandai jumlah bahan bakar yang tersisa
Jawaban: B
Pengawasan draft memastikan kapal tidak melampaui kapasitas muat maksimalnya, yang sangat berisiko bagi kapal kayu di perairan darat yang kedalaman alurnya sering berubah.
Soal 9
Di Terminal Penumpang Tipe A, pemisahan jalur sirkulasi antara kendaraan bus, kendaraan pribadi, dan pejalan kaki ditujukan untuk...
A. Mempermudah pedagang asongan masuk ke dalam bus
B. Memperluas area parkir kendaraan pribadi
C. Meningkatkan keselamatan dan kelancaran operasional terminal
D. Mengurangi jumlah petugas kebersihan
E. Menambah estetika arsitektur terminal
Jawaban: C
Sirkulasi kendaraan dan penumpang di terminal diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan titik konflik (conflict point) demi keselamatan dan efisiensi pergerakan.
Soal 10
Apa tindakan pertama yang dilakukan petugas UPPKB jika menemukan kendaraan dengan pelanggaran muatan melebihi batas toleransi yang ditetapkan?
A. Memberikan surat teguran lisan saja
B. Penerbitan tilang dan perintah penurunan/pemindahan kelebihan muatan
C. Menahan SIM pengemudi selamanya
D. Meminta pengemudi membayar biaya pemeliharaan jalan secara langsung
E. Menghancurkan kendaraan di tempat
Jawaban: B
Sesuai prosedur operasional di UPPKB, kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) dikenakan sanksi tilang dan wajib melakukan normalisasi muatan (transfer muatan).
Soal 11
Verifikasi dokumen muatan pada pelayaran penyeberangan perintis sangat penting bagi negara untuk...
A. Membatasi jumlah penumpang yang akan mudik
B. Dasar perhitungan pembayaran subsidi angkutan kepada operator
C. Mengganti nama kapal secara berkala
D. Mengetahui jenis asuransi jiwa petugas pelabuhan
E. Menentukan harga jual barang di pasar tujuan
Jawaban: B
Layanan penyeberangan perintis dibiayai oleh subsidi negara. Verifikasi dokumen (manifest/logbook) memastikan subsidi dibayarkan sesuai dengan realisasi operasional.
Soal 12
Komponen utama yang diperiksa saat ramp check teknis kelaikan bus AKAP meliputi aspek-aspek berikut, kecuali...
A. Warna cat kursi penumpang yang sesuai tren
B. Kondisi ban dan lampu-lampu
C. Keberadaan APAR dan palu pemecah kaca
D. Ketersediaan sabuk keselamatan pengemudi
E. Sistem pengereman dan kemudi
Jawaban: A
Ramp check berfokus pada unsur keselamatan teknis (rem, ban, lampu, kaca) dan perlengkapan tanggap darurat, bukan aspek estetika/tren.
Soal 13
Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Terminal Penumpang wajib mencakup aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta...
A. Kesetaraan dan keteraturan
B. Kecepatan akses internet premium
C. Keterjangkauan biaya parkir inap
D. Kemewahan fasilitas ruang tunggu
E. Keberadaan toko souvenir bermerek
Jawaban: A
Berdasarkan PM Nomor 40 Tahun 2015, SPM Terminal mencakup 6 aspek: Keamanan, Keselamatan, Kenyamanan, Keterjangkauan, Kesetaraan, dan Keteraturan.
Soal 14
Penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas pelanggaran dimensi kendaraan harus memuat data teknis berupa...
A. Nama bengkel tempat kendaraan dimodifikasi
B. Daftar belanjaan pengemudi selama perjalanan
C. Estimasi harga jual kendaraan di pasar barang bekas
D. Warna kesukaan pemilik perusahaan otobus
E. Hasil pengukuran panjang, lebar, dan tinggi kendaraan dibandingkan dengan regulasi
Jawaban: E
Dalam penegakan hukum teknis terhadap kendaraan Over Dimension, BAP harus mencantumkan hasil pengukuran riil di lapangan vs standar izin tipe kendaraan.
Soal 15
Pelabuhan sungai di wilayah pedalaman seringkali menjadi satu-satunya jalur distribusi kebutuhan pokok. Hal ini menunjukkan peran pelabuhan dalam...
A. Meningkatkan daya saing industri otomotif
B. Mempermudah pembangunan gedung pencakar langit
C. Mengurangi populasi penduduk di pesisir sungai
D. Manajemen logistik daerah dan stabilitas harga pokok
E. Menambah kuota impor barang luar negeri
Jawaban: D
Transportasi perairan darat berfungsi sebagai urat nadi logistik di wilayah yang tidak terjangkau jalan darat, berperan penting dalam manajemen logistik daerah.
Soal 16
Aplikasi V-Sikap pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat digunakan petugas untuk...
A. Memesan makanan secara daring
B. Memantau cuaca di luar angkasa
C. Bermain game simulasi mengemudi bus
D. Pelaporan pengawasan dan kinerja satuan pelayanan secara digital
E. Mendaftar sebagai calon pegawai swasta
Jawaban: D
V-Sikap adalah sistem informasi yang dikembangkan Hubdat untuk monitoring, pelaporan, dan evaluasi kinerja di satuan pelayanan (Terminal, UPPKB, Pelabuhan).
Soal 17
Jika terjadi kecelakaan kapal di danau, prosedur mitigasi risiko yang paling utama dilakukan oleh pengawas pelabuhan adalah...
A. Menutup pelabuhan selamanya
B. Melakukan evakuasi korban dan koordinasi dengan tim SAR/Basarnas
C. Mengunggah video kecelakaan ke media sosial tanpa melapor atasan
D. Mencari kambing hitam penyebab kecelakaan
E. Menghitung kerugian materiil operator terlebih dahulu
Jawaban: B
Prioritas utama dalam penanganan darurat adalah penyelamatan nyawa manusia (evakuasi) dan koordinasi lintas instansi (SAR).
Soal 18
Teknik komunikasi publik yang efektif bagi pengawas kepada operator transportasi lokal mengenai keselamatan adalah...
A. Melakukan sosialisasi persuasif dengan menekankan manfaat keselamatan bagi usaha mereka
B. Menggunakan bahasa teknis yang sulit dimengerti
C. Menghindari komunikasi langsung dengan pemilik kapal
D. Hanya memberikan instruksi tertulis tanpa penjelasan
E. Mengancam akan menutup usaha tanpa memberikan solusi
Jawaban: A
Edukasi keselamatan memerlukan pendekatan persuasif agar operator sadar bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan bisnis mereka.
Soal 19
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, yang termasuk dalam kendaraan bermotor umum adalah kendaraan yang digunakan untuk...
A. Angkutan orang dan/atau barang dengan dipungut bayaran
B. Angkutan barang milik sendiri
C. Kendaraan TNI/POLRI
D. Keperluan pribadi pemiliknya
E. Mobil operasional dinas pemerintahan
Jawaban: A
Definisi kendaraan bermotor umum adalah setiap kendaraan yang digunakan untuk angkutan orang dan/atau barang dengan dipungut bayaran (komersial).
Soal 20
Alur pelayaran di sungai dan danau ditetapkan oleh Menteri dengan memperhatikan hal-hal berikut, kecuali...
A. Kesesuaian dengan warna bendera nasional
B. Kondisi arus dan pasang surut
C. Rencana tata ruang wilayah
D. Kebebasan tegak di bawah jembatan
E. Kedalaman perairan
Jawaban: A
Penetapan alur pelayaran didasarkan pada teknis perairan dan tata ruang, bukan pada simbol-simbol estetika atau bendera.
Soal 21 Premium
Sesuai PP No. 74 Tahun 2014, pengemudi angkutan umum dilarang mengemudikan kendaraan setelah mengemudi selama...
A. 24 jam berturut-turut
B. 8 jam berturut-turut tanpa istirahat
C. 2 jam berturut-turut
D. 4 jam berturut-turut tanpa istirahat minimal 30 menit
Salah satu fungsi BPTD dalam penyelenggaraan transportasi darat adalah pelaksanaan 'Pengawasan Teknis'. Apa yang dimaksud dengan pengawasan teknis dalam konteks terminal?
A. Menjual tiket bus kepada penumpang
B. Menentukan rute perjalanan pribadi petugas
C. Pemeriksaan kepatuhan standar pelayanan dan kelaikan operasional fasilitas
Batas toleransi muatan di UPPKB biasanya ditetapkan berdasarkan kebijakan pemerintah. Jika kendaraan melebihi batas toleransi tersebut (misal >5-25%), maka tindakan tegasnya adalah...
A. Memberikan hadiah karena sudah jujur menimbang
B. Pelarangan melanjutkan perjalanan sebelum kelebihan muatan diturunkan
C. Memberikan diskon denda
D. Menambah muatan lagi agar genap
E. Menyuruh pengemudi berputar-putar di jembatan timbang
Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau
SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kelas III Terminal Penumpang Tipe A Kelas 3, UPPKB Kelas 2, Pelabuhan Penyeberangan Perintis Kelas 2, atau Pelabuhan Sungai dan Danau tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.