Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb)
Etika profesi dan prinsip tata kelola keuangan negara (Good Governance)
Siklus Pelaksanaan Anggaran (Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban)
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dan aplikasi SAKTI
Mekanisme Penerbitan Dokumen Pembayaran (SPP, SPM, dan SP2D)
Manajemen Kas Negara dan Pengelolaan Likuiditas
Penatausahaan Penerimaan Negara (Pajak, Bea Cukai, dan PNBP)
Akuntansi Pemerintah dan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP)
Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Inventarisasi Aset
Teknis Bimbingan dan Konsultasi Perbendaharaan kepada Satuan Kerja
Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
Ketentuan mengenai tugas dan tanggung jawab Bendahara Satker
Simulasi Tryout SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pembina Teknis Perbendaharaan Negara.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara.
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, kekuasaan pengelolaan keuangan negara dipegang oleh Presiden sebagai Kepala Pemerintahan. Sebagian dari kekuasaan tersebut dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku...
A. Penyelenggara urusan pemerintahan di bidang administrasi kewilayahan
B. Pemegang kekuasaan administratif pengelolaan keuangan negara
C. Pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan
D. Pengguna Anggaran/Pengguna Barang bagi kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya
E. Koordinator penyusunan laporan keuangan kementerian negara/lembaga
Jawaban: C
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 Pasal 6 ayat (2) huruf a, Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan wakil pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan.
Soal 2
Dalam pelaksanaan anggaran, dokumen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai dasar pembayaran kepada pihak ketiga atau bendahara pengeluaran adalah...
A. Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
B. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB)
C. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
D. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
E. Surat Perintah Membayar (SPM)
Jawaban: A
Sesuai mekanisme pelaksanaan anggaran dalam UU No. 1 Tahun 2004, SPP (Surat Permintaan Pembayaran) diajukan oleh PPK kepada PPSPM sebagai dasar penerbitan SPM.
Soal 3
Prinsip dalam pengelolaan keuangan negara yang mengharuskan setiap transaksi keuangan didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku disebut prinsip...
A. Keadilan
B. Proporsionalitas
C. Akuntabilitas
D. Legalitas
E. Transparansi
Jawaban: D
Prinsip Legalitas atau kepastian hukum merupakan salah satu prinsip tata kelola keuangan negara yang baik (Good Governance), di mana setiap tindakan pengelolaan harus memiliki dasar hukum yang jelas.
Soal 4
Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004, jenis opini yang diberikan oleh BPK apabila laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan adalah...
A. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer)
B. Wajar Dengan Catatan (WDC)
C. Tidak Wajar (Adverse)
D. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
E. Wajar Dengan Pengecualian (WDP)
Jawaban: D
Pasal 16 UU No. 15 Tahun 2004 mengatur tentang opini BPK, di mana opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah peringkat tertinggi atas kewajaran laporan keuangan.
Soal 5
Satuan Kerja (Satker) yang mengelola dana APBN wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara setiap bulan kepada...
A. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
B. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
C. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
D. Inspektorat Jenderal Kementerian terkait
E. Direktorat Jenderal Pajak
Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan mengenai tugas Bendahara, LPJ Bendahara disampaikan kepada KPPN selaku kuasa BUN di daerah setiap bulan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
Soal 6
Salah satu indikator kinerja dalam IKPA yang mengukur kesesuaian antara rencana penarikan dana dengan realisasi anggaran pada halaman III DIPA adalah...
A. Capaian Output
B. Penyerapan Anggaran
C. Konfirmasi Capaian Output
D. Deviasi Halaman III DIPA
E. Penyelesaian Tagihan
Jawaban: D
Deviasi Halaman III DIPA merupakan indikator IKPA yang menilai konsistensi Satker dalam melaksanakan kegiatan sesuai rencana yang tertuang dalam jadwal penarikan dana.
Soal 7
Siapakah pejabat yang berwenang untuk menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM) dan menguji kebenaran materiil atas hak tagih kepada negara?
A. Kepala KPPN
B. Bendahara Pengeluaran
C. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM)
D. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
E. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Jawaban: C
Sesuai UU No. 1 Tahun 2004, PPSPM memiliki tugas untuk menguji SPP dan menerbitkan SPM sebagai perintah pembayaran.
Soal 8
Direktorat Jenderal Perbendaharaan memiliki visi menjadi pengelola perbendaharaan negara yang unggul di tingkat dunia. Salah satu fungsi utamanya adalah...
A. Pemeriksaan atas pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan
B. Pemungutan pajak penghasilan badan
C. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perbendaharaan
D. Penetapan tarif bea masuk dan cukai
E. Penyusunan rencana pembangunan nasional jangka menengah
Jawaban: C
Fungsi DJPb meliputi perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, serta pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perbendaharaan sesuai Peraturan Menteri Keuangan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu.
Soal 9
Dalam siklus anggaran, tahap yang mencakup penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) hingga diterbitkannya DIPA disebut tahap...
A. Pertanggungjawaban Anggaran
B. Perencanaan dan Penganggaran
C. Pelaksanaan Anggaran
D. Pengawasan Anggaran
E. Pemeriksaan Anggaran
Jawaban: B
Penyusunan RKAKL hingga DIPA merupakan bagian dari siklus perencanaan dan penetapan anggaran (Budgeting).
Soal 10
Penerimaan negara yang tidak berasal dari pajak dan bea cukai, seperti royalti tambang atau biaya paspor, dikategorikan sebagai...
A. Penerimaan Pembiayaan
B. Dana Alokasi Umum
C. Hibah Terikat
D. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
E. Penerimaan Pajak Lainnya
Jawaban: D
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah pungutan yang dibayar oleh orang pribadi atau badan dengan memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung atas layanan atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara.
Soal 11
Barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah disebut...
A. Barang Milik Daerah (BMD)
B. Aset Tetap Non-Pemerintah
C. Persediaan Komersial
D. Kekayaan Pribadi Pejabat
E. Barang Milik Negara (BMN)
Jawaban: E
Sesuai UU No. 1 Tahun 2004 dan PP No. 27 Tahun 2014, BMN adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
Soal 12
Sistem informasi terintegrasi yang digunakan untuk mengelola seluruh proses penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran di tingkat Satker adalah...
A. SAKTI
B. SPAN
C. SITP
D. SIMAN
E. MPN G3
Jawaban: A
SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) digunakan oleh Satker untuk mengelola siklus anggaran secara end-to-end dari penganggaran hingga pelaporan.
Soal 13
Laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan pemerintah yang terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu adalah...
A. Neraca
B. Laporan Operasional (LO)
C. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
D. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
E. Laporan Arus Kas (LAK)
Jawaban: A
Neraca adalah bagian dari LKPP yang menggambarkan posisi keuangan pemerintah terkait aset, liabilitas, dan ekuitas pada titik waktu tertentu.
Soal 14
Asas pengelolaan keuangan negara yang mengharuskan setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan pengelolaan keuangan negara dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat disebut...
A. Asas Keterbukaan
B. Asas Kesatuan
C. Asas Akuntabilitas
D. Asas Profesionalitas
E. Asas Transparansi
Jawaban: C
Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah uang negara yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 15
Dokumen yang diterbitkan oleh KPPN atas nama Menteri Keuangan yang berfungsi sebagai perintah pencairan dana dari Kas Negara ke rekening penerima adalah...
A. Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
B. Bilyet Giro
C. Surat Perintah Membayar (SPM)
D. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
E. Nota Debet
Jawaban: D
SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) adalah dokumen operasional KPPN untuk mencairkan dana APBN kepada pihak yang berhak berdasarkan SPM.
Soal 16
Uang persediaan yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker yang tidak dapat dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung disebut...
A. Pembayaran Langsung (LS)
B. Tambahan Uang Persediaan (TUP)
C. Dana Dekonsentrasi
D. Uang Persediaan (UP)
E. Dana Alokasi Khusus
Jawaban: D
UP (Uang Persediaan) adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional.
Soal 17
Manakah di bawah ini yang merupakan komponen dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pemerintah pusat?
A. Pendapatan LRA, Belanja, Transfer, dan Pembiayaan
B. Arus Masuk dan Arus Keluar Kas
C. Aset, Kewajiban, dan Ekuitas
D. Pendapatan LO dan Beban
E. Saldo Anggaran Lebih (SAL)
Jawaban: A
Berdasarkan SAP, LRA menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan pembiayaan.
Soal 18
Kegiatan mencocokkan data transaksi keuangan antara data Satker (SAKTI) dengan data KPPN (SPAN) untuk memastikan validitas data disebut...
A. Rekonsiliasi
B. Verifikasi
C. Konsolidasi
D. Audit
E. Inventarisasi
Jawaban: A
Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem berbeda untuk memastikan data yang disajikan dalam laporan keuangan akurat.
Soal 19
Siapakah pejabat yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara?
A. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
B. Pejabat Penandatangan SPM (PPSPM)
C. Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP)
D. Verifikator KPPN
E. Bendahara Pengeluaran
Jawaban: A
Sesuai UU No. 1 Tahun 2004, PPK adalah pejabat yang melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara.
Soal 20
Salah satu prinsip pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) adalah fungsional, yang berarti...
A. Pengelolaan BMN harus sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga terkait
B. Setiap tahap pengelolaan harus transparan
C. Harus memberikan keuntungan finansial maksimal bagi negara
D. Pengambilan keputusan harus berdasarkan peraturan
E. Dapat digunakan untuk kepentingan pribadi pejabat
Jawaban: A
Asas fungsional dalam pengelolaan BMN berarti pengambilan keputusan dan pemecahan masalah di bidang pengelolaan BMN dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Barang, Pengguna Barang, Pengelola Barang sesuai fungsi dan tugasnya.
Soal 21 Premium
Dalam aplikasi SAKTI, modul yang digunakan untuk mencatat komitmen pengadaan barang/jasa dan mencatat berita acara serah terima (BAST) adalah...
Indikator IKPA 'Penyelesaian Tagihan' mengukur ketepatan waktu penyampaian SPM kepada KPPN sejak tanggal BAST atau dokumen pendukung tagihan lainnya. Batas waktu normal adalah...
Sistem perbendaharaan berbasis IT yang digunakan oleh KPPN dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk memproses pencairan dana dan mengelola kas negara secara real-time disebut...
Sesuai regulasi pengelolaan BMN, tindakan memindahkan hak kepemilikan Barang Milik Negara kepada pihak lain dengan menerima penggantian berupa uang disebut...
Seorang Pembina Teknis Perbendaharaan Negara memberikan bimbingan kepada Satker mengenai penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Apa tujuan utama penggunaan KKP dalam belanja negara?
A. Memberikan pinjaman tanpa bunga kepada bendahara satker
B. Meningkatkan saldo kas di bendahara pengeluaran
C. Memperlama proses pertanggungjawaban belanja
D. Mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi belanja negara (Cashless)
E. Memungkinkan pegawai melakukan belanja pribadi terlebih dahulu
Penerapan etika profesi bagi pengelola perbendaharaan diatur dalam kode etik pegawai. Salah satu perilaku yang mencerminkan nilai 'Integritas' adalah...
A. Memberikan informasi rahasia negara kepada rekan kerja untuk membantu mereka
B. Menyelesaikan tugas tepat waktu walaupun hasilnya kurang akurat
C. Menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik lebaran
D. Menolak segala bentuk gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan tugas
E. Selalu mengikuti perintah atasan meskipun melanggar regulasi perbendaharaan
Bendahara Pengeluaran wajib memungut pajak atas transaksi belanja negara. Berapa tarif PPh Pasal 22 atas pengadaan barang oleh instansi pemerintah yang tidak memiliki NPWP?
Menurut UU No. 15 Tahun 2004, laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan kepada DPR, sedangkan LHP atas laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan kepada...
Penyusunan LKPP terdiri dari beberapa komponen. Laporan yang menggambarkan kenaikan atau penurunan ekuitas pemerintah pada tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya disebut...
Tips Lulus SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Teknis Perbendaharaan Negara, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara
SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pembina Teknis Perbendaharaan Negara tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.