SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan
  • Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
  • Asas-Asas Dasar Pemasyarakatan dan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan
  • Kode Etik dan Perilaku Petugas Pemasyarakatan (Tri Dharma Petugas Pemasyarakatan)
  • Pemahaman mengenai Hak dan Kewajiban Tahanan serta Narapidana
  • Prinsip Dasar Pengamanan: Waspada Jangan-Jangan
  • Manajemen Pengamanan dan Ketertiban di Lapas, Rutan, dan LPKA
  • Sistem Intelijen Pemasyarakatan: Deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban
  • Teknis Penanganan Gangguan Keamanan: Pencegahan, Penindakan, dan Pemulihan
  • Prosedur Operasional Standar (SOP) Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli
  • Manajemen Krisis dan Penanggulangan Keadaan Darurat (Huru-hara, Kebakaran, Pelarian)
  • The Nelson Mandela Rules (Standar Minimum Internasional Perlakuan Narapidana)
  • Teori Pains of Imprisonment (Gresham Sykes) mengenai tekanan psikologis di penjara sebagai pemicu kerusuhan
  • Teori Situational Crime Prevention (Ronald Clarke) dalam konteks desain lingkungan Lapas
  • Teori Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) pada arsitektur bangunan pemasyarakatan
  • Teori Kontrol Sosial (Travis Hirschi) dalam membina kepatuhan Warga Binaan
  • Prinsip Restorative Justice (Keadilan Restoratif) dalam sistem peradilan pidana
  • Manajemen Risiko Keamanan: Identifikasi titik rawan dan mitigasi ancaman
  • Teknis Penggeledahan dan Penanganan Barang Terlarang (Handphone, Pungli, dan Narkoba)
  • Kerja Sama dan Koordinasi Antar Penegak Hukum (Aparat Penegak Hukum/APH)

Simulasi Tryout SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pembina Keamanan Pemasyarakatan. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan.

Soal 1
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2022, apa tujuan utama dari Sistem Pemasyarakatan?
A. Memisahkan pelaku kejahatan dari masyarakat secara permanen.
B. Meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian Warga Binaan agar dapat berintegrasi secara sehat.
C. Memberikan hukuman seberat-beratnya agar narapidana jera.
D. Menyelenggarakan kerja paksa bagi narapidana untuk kepentingan negara.
E. Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas dan Rutan saja.
Jawaban: B
Pasal 2 UU No. 22 Tahun 2022 menyatakan bahwa Sistem Pemasyarakatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian Warga Binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat.
Soal 2
Dalam standar internasional 'The Nelson Mandela Rules', berapa lama batas maksimal penempatan narapidana di sel isolasi (solitary confinement) yang dianggap tidak manusiawi jika dilampaui?
A. 10 hari berturut-turut
B. 7 hari berturut-turut
C. 15 hari berturut-turut
D. 60 hari berturut-turut
E. 30 hari berturut-turut
Jawaban: C
Berdasarkan Nelson Mandela Rules (Aturan 44), pengurungan isolasi yang berkepanjangan adalah pengurungan selama lebih dari 15 hari berturut-turut, dan ini dilarang karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Soal 3
Prinsip 'Waspada Jangan-Jangan' merupakan ruh dari pengamanan pemasyarakatan. Apa inti dari filosofi tersebut bagi seorang petugas?
A. Mencurigai rekan kerja sebagai pelaku penyelundupan.
B. Menutup seluruh akses komunikasi narapidana dengan dunia luar.
C. Sikap skeptis dan antisipatif terhadap segala kemungkinan gangguan kamtib.
D. Selalu merasa takut terhadap ancaman narapidana.
E. Melakukan kekerasan sebelum narapidana melakukan perlawanan.
Jawaban: C
Prinsip 'Waspada Jangan-Jangan' menuntut petugas untuk selalu sigap, waspada, dan memiliki insting antisipatif (deteksi dini) terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.
Soal 4
Gresham Sykes dalam teorinya 'Pains of Imprisonment' menyebutkan lima penderitaan utama narapidana. Manakah yang merujuk pada kehilangan kemampuan untuk menentukan nasib sendiri?
A. Deprivation of Liberty
B. Deprivation of Autonomy
C. Deprivation of Goods and Services
D. Deprivation of Security
E. Deprivation of Heterosexual Relationships
Jawaban: B
Deprivation of Autonomy (Kehilangan Otonomi) merujuk pada penderitaan akibat hilangnya hak untuk membuat keputusan sendiri karena setiap aspek kehidupan diatur oleh otoritas penjara.
Soal 5
Apa yang dimaksud dengan 'Asas Profesionalitas' dalam Kode Etik dan Perilaku Petugas Pemasyarakatan?
A. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas tugas.
B. Memberikan fasilitas khusus bagi narapidana yang membayar.
C. Bekerja hanya jika ada pengawasan dari atasan.
D. Memiliki hubungan emosional yang erat dengan keluarga narapidana.
E. Melaksanakan tugas sesuai kompetensi, kewenangan, dan norma yang berlaku.
Jawaban: E
Profesionalitas berarti petugas menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan dengan keahlian, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan hukum serta SOP yang berlaku.
Soal 6
Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan membagi tingkat pengamanan Lapas menjadi beberapa kategori. Kategori Lapas yang ditujukan untuk narapidana risiko sangat tinggi (High Risk) adalah...
A. Lapas Super Security
B. Lapas Minimum Security
C. Lapas Terbuka
D. Lapas Medium Security
E. Lapas Super Maximum Security
Jawaban: E
Dalam kebijakan Revitalisasi Pemasyarakatan, narapidana dengan tingkat risiko sangat tinggi ditempatkan di Lapas Super Maximum Security dengan pengamanan yang sangat ketat.
Soal 7
Menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, setiap orang yang ditahan berhak mendapatkan perlakuan yang...
A. Sama dengan orang bebas pada umumnya.
B. Manusiawi dan tidak merendahkan martabat kemanusiaan.
C. Keras agar mentalnya terbentuk.
D. Diskriminatif berdasarkan jenis kejahatannya.
E. Istimewa jika merupakan tokoh publik.
Jawaban: B
UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 18 ayat (1) menjamin bahwa setiap orang yang ditangkap, ditahan, dan dipenjara berhak mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan tidak merendahkan martabat.
Soal 8
Manakah yang termasuk dalam kegiatan intelijen pemasyarakatan pada tahap deteksi dini?
A. Pembangunan gedung kantor baru.
B. Memberikan remisi kepada narapidana berkelakuan baik.
C. Pelaksanaan sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan).
D. Pelatihan kemandirian menjahit bagi narapidana.
E. Pengumpulan informasi mengenai rencana pelarian atau peredaran narkoba.
Jawaban: E
Deteksi dini dalam sistem intelijen pemasyarakatan difokuskan pada pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi untuk mengidentifikasi ancaman gangguan kamtib sebelum terjadi.
Soal 9
Dalam manajemen risiko keamanan, apa langkah pertama yang harus dilakukan petugas?
A. Melakukan penindakan massa.
B. Melakukan evaluasi pasca-kejadian.
C. Menghubungi aparat penegak hukum lain.
D. Memberikan ganti rugi kepada korban.
E. Identifikasi titik rawan (ancaman dan kerentanan).
Jawaban: E
Langkah awal manajemen risiko adalah identifikasi, yaitu mengenali potensi bahaya atau titik-titik lemah di dalam Lapas/Rutan yang bisa dieksploitasi untuk gangguan keamanan.
Soal 10
Teori 'Situational Crime Prevention' (Ronald Clarke) menyarankan pengurangan kesempatan kejahatan dengan cara 'Increasing the Effort'. Contohnya di Lapas adalah...
A. Menghapus hukuman disiplin.
B. Mengurangi jumlah penjaga pada malam hari.
C. Memasang kawat berduri dan penguatan teralis besi pada kamar hunian.
D. Memberikan ceramah agama secara rutin.
E. Memberikan kebebasan narapidana untuk memasak sendiri.
Jawaban: C
'Increasing the effort' berarti mempersulit pelaku untuk melakukan pelanggaran. Memperkuat fisik bangunan (target hardening) adalah aplikasi nyata dari konsep ini.
Soal 11
Apa kepanjangan dari HALINAR yang menjadi fokus utama pemberantasan barang terlarang di Lapas?
A. Hubungan antar Lembaga, Informasi, dan Narkoba.
B. Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba.
C. Hukum, Lingkungan, dan Narapidana.
D. Handphone, Laporan, dan Narkoba.
E. Hak-hak, Lingkungan, dan Narkotika.
Jawaban: B
HALINAR adalah akronim dari Handphone, Pungutan Liar (Pungli), dan Narkoba yang merupakan tiga masalah krusial di lingkungan pemasyarakatan.
Soal 12
Dalam konsep CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design), penggunaan lampu penerangan yang terang di sudut-sudut blok hunian bertujuan untuk...
A. Memperindah arsitektur Lapas.
B. Natural Surveillance (Pengawasan Alami).
C. Akses kontrol.
D. Pemeliharaan kebersihan lingkungan.
E. Efisiensi penggunaan listrik.
Jawaban: B
Penerangan yang baik memungkinkan petugas maupun orang lain melihat aktivitas di area tersebut dengan jelas, sehingga menciptakan 'pengawasan alami' yang menghambat niat jahat.
Soal 13
Manakah di bawah ini yang merupakan hak dasar narapidana menurut UU No. 22 Tahun 2022?
A. Hak untuk bebas dari pengawasan petugas saat di dalam kamar.
B. Hak untuk memiliki alat komunikasi pribadi di dalam kamar.
C. Hak untuk menentukan sendiri menu makanan harian.
D. Hak untuk mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi).
E. Hak untuk menolak program pembinaan.
Jawaban: D
Pasal 10 UU No. 22 Tahun 2022 menyebutkan narapidana yang telah memenuhi syarat berhak mendapatkan remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, dsb.
Soal 14
Travis Hirschi dalam 'Social Control Theory' berpendapat bahwa individu patuh pada aturan karena adanya ikatan sosial. Komponen 'Attachment' dalam konteks pembinaan narapidana berarti...
A. Kesibukan dalam kegiatan kerja.
B. Keyakinan pada nilai-nilai moral agama.
C. Ketakutan akan hukuman fisik.
D. Ketersediaan fasilitas mewah di penjara.
E. Ikatan emosional dan kepedulian terhadap pendapat orang lain/masyarakat.
Jawaban: E
Attachment merujuk pada kelekatan emosional dengan orang-orang signifikan (keluarga, teman, petugas) yang membuat individu mempertimbangkan konsekuensi tindakannya terhadap hubungan tersebut.
Soal 15
Apa tindakan pertama petugas dalam penanganan kebakaran di blok hunian (Manajemen Krisis)?
A. Mengunci semua pintu dan melarikan diri.
B. Menyelamatkan nyawa penghuni (narapidana) dan memadamkan api jika memungkinkan.
C. Mengevakuasi seluruh arsip kantor.
D. Menghubungi media massa untuk peliputan.
E. Menunggu instruksi dari pusat tanpa melakukan apa pun.
Jawaban: B
Prioritas dalam manajemen krisis kebakaran adalah penyelamatan nyawa manusia (Life Safety) dan lokalisir api agar tidak meluas.
Soal 16
Dalam SOP Penjagaan, kegiatan 'Serah Terima Tugas Jaga' wajib dilakukan untuk...
A. Hanya sebagai formalitas administratif saja.
B. Memberikan kesempatan petugas lama untuk segera pulang.
C. Memastikan jumlah penghuni dan inventaris dalam keadaan lengkap dan aman.
D. Meminta uang saku kepada petugas baru.
E. Membahas masalah pribadi antar petugas.
Jawaban: C
Serah terima tugas jaga adalah momen krusial untuk memastikan kontinuitas keamanan, memastikan jumlah narapidana, kondisi fisik bangunan, dan ketersediaan sarana prasarana keamanan.
Soal 17
Prinsip 'Keadilan Restoratif' dalam pemasyarakatan lebih menekankan pada...
A. Pembalasan dendam korban terhadap pelaku.
B. Pengasingan pelaku ke pulau terpencil.
C. Pemulihan keadaan dan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat.
D. Pemberian denda uang yang sangat besar kepada negara.
E. Hukuman penjara yang selama mungkin.
Jawaban: C
Restorative Justice bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh tindak pidana melalui keterlibatan semua pihak yang berkepentingan (korban, pelaku, masyarakat).
Soal 18
Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lain (Polri/BNN) diperlukan dalam hal...
A. Penyusunan menu makanan narapidana.
B. Pengaturan jam kerja petugas administrasi.
C. Pengadaan pakaian seragam petugas.
D. Pelaksanaan olahraga rutin narapidana.
E. Pelaksanaan razia bersama dan pertukaran informasi terkait peredaran narkoba.
Jawaban: E
Sinergitas antar APH sangat penting terutama dalam pemberantasan narkoba, penangkapan narapidana yang lari, dan pengawalan tingkat tinggi.
Soal 19
Siapakah yang dimaksud dengan 'Klien Pemasyarakatan'?
A. Orang yang berada dalam bimbingan Balai Pemasyarakatan (Bapas).
B. Anak yang baru saja ditangkap polisi.
C. Orang yang sedang menjalani masa penahanan di Rutan.
D. Keluarga narapidana yang datang berkunjung.
E. Pengacara yang mendampingi terdakwa.
Jawaban: A
Menurut UU No. 22 Tahun 2022, Klien adalah orang yang berada dalam bimbingan Bapas, baik dewasa maupun anak (Klien Anak).
Soal 20
Penanganan gangguan keamanan melalui tahap 'Pemulihan' (Recovery) meliputi...
A. Penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa.
B. Perbaikan sarana yang rusak dan trauma healing bagi petugas/warga binaan.
C. Melakukan negosiasi dengan sandera.
D. Melakukan patroli keliling blok.
E. Isolasi provokator kerusuhan.
Jawaban: B
Pemulihan adalah tahap pasca-kejadian untuk mengembalikan fungsi organisasi, fisik bangunan, dan kondisi psikologis ke keadaan normal.
Soal 21 Premium
Dalam UU No. 22 Tahun 2022, syarat utama narapidana untuk mendapatkan hak Remisi adalah...
A. Membayar uang denda kepada negara.
B. Sudah menjalani setengah masa pidana.
C. Memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.
D. Tidak pernah dikunjungi oleh keluarga.
E. Berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan dengan nilai tertentu.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 22 Premium
Gresham Sykes menyebutkan 'Deprivation of Security' sebagai salah satu penderitaan penjara. Hal ini berdampak pada...
A. Narapidana merasa tidak memiliki privasi saat mandi.
B. Narapidana merasa rindu dengan pasangannya.
C. Narapidana merasa kekurangan gizi karena makanan tidak enak.
D. Narapidana merasa terancam keselamatannya oleh sesama narapidana (kekerasan antar penghuni).
E. Narapidana merasa kesulitan beribadah sesuai keyakinannya.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 23 Premium
Menurut UU No. 39 Tahun 1999, siapa yang memiliki kewajiban utama dalam melindungi, memajukan, menegakkan, dan memenuhi hak asasi manusia?
A. Hanya institusi Kepolisian.
B. Tokoh Agama dan Masyarakat.
C. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
D. Pemerintah.
E. Setiap individu tanpa kecuali.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 24 Premium
Manakah yang merupakan wujud dari 'Territorial Reinforcement' dalam konsep CPTED di Lapas?
A. Pemberian seragam yang berbeda untuk setiap kategori narapidana.
B. Pemasangan kamera CCTV di setiap sudut.
C. Pembedaan warna cat dinding antara area publik, area terbatas, dan area terlarang.
D. Penambahan jumlah petugas penjaga gerbang.
E. Pemasangan detektor logam di pintu masuk.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 25 Premium
Sistem Intelijen Pemasyarakatan mengenal siklus intelijen. Tahap di mana informasi mentah diproses menjadi produk intelijen disebut...
A. Penyajian (Dissemination).
B. Evaluasi (Evaluation).
C. Perencanaan (Planning).
D. Pengolahan/Analisis (Processing/Analysis).
E. Pengumpulan (Collection).
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam penanganan gangguan keamanan massal (huru-hara), penggunaan kekuatan senjata api oleh petugas merupakan...
A. Langkah pertama untuk memberikan efek kejut.
B. Kewenangan mutlak petugas tanpa perlu laporan.
C. Tindakan yang dilarang dalam situasi apa pun.
D. Upaya terakhir (last resort) jika terdapat ancaman nyawa dan upaya lain gagal.
E. Hanya boleh dilakukan oleh Kalapas secara langsung.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 27 Premium
Salah satu instrumen penting dalam Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan adalah Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN). Apa fungsi utama instrumen ini?
A. Menilai tingkat risiko narapidana untuk menentukan penempatan di Lapas yang tepat.
B. Menganalisis latar belakang pendidikan keluarga narapidana.
C. Menentukan jenis pekerjaan yang akan diberikan di bengkel kerja.
D. Menilai tingkat kecerdasan intelektual narapidana.
E. Menghitung jumlah remisi yang akan didapat.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 28 Premium
Ronald Clarke dalam 'Situational Crime Prevention' menyebutkan teknik 'Reducing Provocations'. Contoh implementasinya di Lapas untuk mencegah kerusuhan adalah...
A. Mengadakan kompetisi yang memperebutkan hadiah uang.
B. Mengurangi kepadatan (overcrowding) di dalam kamar hunian.
C. Memasang kamera pengintai di kamar mandi.
D. Memberikan seragam yang mencolok.
E. Meningkatkan durasi jam olahraga.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 29 Premium
Dalam SOP Pengawalan Narapidana ke Pengadilan, hal utama yang harus dipastikan petugas sebelum berangkat adalah...
A. Petugas tidak perlu membawa senjata atau alat pertahanan.
B. Narapidana dalam keadaan terborgol dan pemeriksaan badan telah dilakukan.
C. Narapidana sudah sarapan dengan menu mewah.
D. Narapidana membawa uang saku yang cukup.
E. Rute perjalanan harus melewati pusat perbelanjaan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 30 Premium
The Nelson Mandela Rules menekankan bahwa pelayanan kesehatan di dalam penjara adalah...
A. Dibatasi hanya untuk penyakit yang menular saja.
B. Hanya tersedia pada hari kerja saja.
C. Hanya diberikan jika narapidana mampu membayar.
D. Tanggung jawab negara dan harus setara dengan standar kesehatan di masyarakat luar.
E. Dilakukan oleh petugas keamanan yang diberi pelatihan singkat.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 31 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Pungutan Liar' (Pungli) dalam konteks HALINAR di Lapas?
A. Permintaan imbalan uang/barang oleh petugas kepada narapidana untuk layanan yang seharusnya gratis.
B. Zakat yang dikumpulkan di masjid Lapas.
C. Pemberian hadiah dari narapidana kepada petugas sebagai tanda terima kasih.
D. Biaya resmi kunjungan yang ditetapkan oleh pemerintah.
E. Iuran rutin narapidana untuk kebersihan kamar.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 32 Premium
Travis Hirschi menyebutkan elemen 'Belief' dalam Social Control Theory. Bagaimana cara menerapkannya dalam pembinaan narapidana?
A. Menanamkan nilai-nilai moral dan kepatuhan terhadap norma hukum melalui bimbingan kepribadian.
B. Memberikan sanksi berat tanpa penjelasan.
C. Memberikan janji pembebasan cepat jika narapidana mau menjadi informan.
D. Mengharuskan narapidana menghafal aturan Lapas.
E. Melarang narapidana berinteraksi dengan dunia luar.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 33 Premium
Dalam manajemen krisis pelarian narapidana, langkah 'Sekat' (Seal) dilakukan dengan cara...
A. Mengumumkan berita pelarian di media sosial.
B. Memberikan hadiah bagi siapa saja yang menemukan.
C. Menutup seluruh pintu akses keluar-masuk dan menyisir area sekitar Lapas.
D. Menghukum petugas yang berjaga saat itu juga.
E. Menghubungi keluarga narapidana untuk negosiasi.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 34 Premium
Manakah yang merupakan wujud implementasi 'Restorative Justice' pada tahap ajudikasi (persidangan)?
A. Jaksa penuntut umum menolak kehadiran pengacara.
B. Persidangan dilakukan secara tertutup untuk semua kasus.
C. Diversi (pengalihan dari proses peradilan pidana) khususnya bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
D. Pelaku dipaksa mengakui kesalahan dengan kekerasan.
E. Hakim memutuskan hukuman penjara maksimal.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 35 Premium
Identifikasi 'Titik Rawan' dalam Lapas mencakup beberapa aspek. Manakah yang termasuk kerentanan sarana prasarana?
A. Minimnya anggaran kegiatan pembinaan.
B. Lemahnya integritas petugas.
C. Tembok keliling yang rendah atau retak dan CCTV yang mati.
D. Adanya konflik antar geng di dalam blok.
E. Kurangnya jumlah petugas jaga.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 36 Premium
Setiap petugas pemasyarakatan wajib menjunjung tinggi 'Tri Dharma Petugas Pemasyarakatan'. Apa poin kedua dari Tri Dharma tersebut?
A. Kami petugas pemasyarakatan adalah penjaga keamanan negara.
B. Kami petugas pemasyarakatan adalah abdi hukum.
C. Kami petugas pemasyarakatan adalah pembimbing kemasyarakatan.
D. Kami petugas pemasyarakatan adalah pengayom masyarakat.
E. Kami petugas pemasyarakatan adalah pendidik bangsa.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 37 Premium
Dalam UU No. 22 Tahun 2022, Tahanan adalah...
A. Orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas ringan.
B. Orang yang sudah diputus bersalah oleh hakim dan memiliki kekuatan hukum tetap.
C. Orang yang sedang menjalani cuti bersyarat.
D. Anak yang dikembalikan kepada orang tuanya oleh pengadilan.
E. Orang yang ditempatkan di dalam Rutan untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 38 Premium
Salah satu bentuk deteksi dini melalui instrumen 'Laporan Intelijen' (LPI) adalah untuk memetakan...
A. Kebutuhan alat tulis kantor setiap bulan.
B. Daftar menu makanan favorit narapidana.
C. Data statistik pendidikan terakhir petugas.
D. Peta kerawanan peredaran gelap narkoba dan pola komunikasi antar narapidana.
E. Jadwal cuti tahunan pegawai.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 39 Premium
Penanganan barang terlarang seperti Narkoba yang ditemukan saat penggeledahan kamar harus dilakukan dengan...
A. Diamankan, difoto sebagai barang bukti, dibuat berita acara, dan diserahkan ke pihak kepolisian.
B. Segera dibuang ke tempat sampah agar tidak ketahuan pimpinan.
C. Disimpan di dalam laci meja kerja petugas sebagai koleksi.
D. Dijual kembali untuk menambah penghasilan kantor.
E. Dihancurkan sendiri oleh petugas yang menemukan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 40 Premium
Menurut UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 11, setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan berkembang secara layak. Di Lapas, hal ini diwujudkan melalui...
A. Pemberian kebebasan tanpa batas.
B. Pemberian gaji bulanan tanpa bekerja.
C. Penyediaan fasilitas hiburan malam.
D. Hak untuk tidak mengikuti aturan jika merasa tidak sesuai.
E. Penyediaan makanan bergizi, air bersih, dan layanan kesehatan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 41 Premium
Dalam teori CPTED, 'Natural Access Control' dilakukan dengan cara...
A. Membebaskan narapidana berkeliaran di area kantor.
B. Membuka semua pintu selebar-lebarnya.
C. Menghapus identitas tamu yang berkunjung.
D. Meniadakan pintu masuk sama sekali.
E. Mengarahkan orang masuk melalui satu jalur yang terpantau jelas oleh petugas.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 42 Premium
Narapidana yang melanggar tata tertib tingkat berat dapat dikenakan sanksi 'Tutupan Sunyi'. Berapa lama jangka waktu maksimal pemberian sanksi ini menurut regulasi?
A. 6 hari saja.
B. 12 hari dan dapat diperpanjang 12 hari lagi.
C. Seumur hidup.
D. 1 tahun.
E. 30 hari tanpa perpanjangan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 43 Premium
SOP Patroli mewajibkan petugas untuk melakukan 'Pengecekan Teralis dan Gembok'. Apa indikator keberhasilannya?
A. Gembok dibiarkan terbuka agar mudah diperiksa.
B. Gembok terlihat mengkilap.
C. Narapidana membantu memegang gembok.
D. Teralis tidak ada yang digergaji atau keropos, dan gembok berfungsi mengunci dengan sempurna.
E. Jumlah gembok yang dimiliki sangat banyak.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 44 Premium
Berdasarkan manajemen kamtib, apa yang harus dilakukan jika terjadi perkelahian antar dua narapidana di blok hunian?
A. Membiarkan mereka hingga salah satunya kalah.
B. Memberikan senjata kepada narapidana lain untuk membantu melerai.
C. Ikut serta dalam perkelahian untuk melerai.
D. Menutup blok dan tidak melakukan apa pun.
E. Segera memisahkan, mengamankan keduanya, dan melaporkan kepada atasan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 45 Premium
Gresham Sykes menyebutkan 'Deprivation of Goods and Services'. Tekanan ini seringkali memicu munculnya...
A. Pasar gelap (black market) di dalam penjara untuk mendapatkan barang-barang dilarang.
B. Hubungan yang harmonis dengan petugas.
C. Semangat untuk bekerja sukarela.
D. Peningkatan kesehatan fisik narapidana.
E. Kegiatan ibadah yang sangat tekun.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 46 Premium
Situational Crime Prevention menekankan pada 'Removing Excuses'. Dalam konteks Lapas, hal ini dapat dilakukan dengan...
A. Membiarkan narapidana berbuat salah terlebih dahulu baru dihukum.
B. Menggunakan bahasa yang sulit dimengerti dalam peraturan.
C. Meniadakan aturan sama sekali.
D. Memasang tanda larangan yang jelas dan sosialisasi aturan secara rutin kepada narapidana.
E. Menyembunyikan buku tata tertib.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 47 Premium
Apa peran utama Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam mendukung Restorative Justice?
A. Melakukan penangkapan terhadap penjahat.
B. Menyediakan pengacara gratis bagi korban.
C. Menjaga pintu gerbang Lapas.
D. Melakukan eksekusi hukuman mati.
E. Membuat Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bahan pertimbangan hakim dalam memutus perkara.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 48 Premium
Salah satu indikator keberhasilan mitigasi risiko keamanan adalah 'Zero Halinar'. Apa maksudnya?
A. Tidak ada anggaran untuk keamanan.
B. Tidak ada narapidana yang bekerja.
C. Kondisi di mana Lapas benar-benar bersih dari Handphone, Pungli, dan Narkoba.
D. Jumlah petugas keamanan nol.
E. Tidak ada kunjungan dari luar.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 49 Premium
Dalam penanganan kerusuhan massal, teknik 'Negosiasi' biasanya dilakukan pada tahap...
A. Hanya jika diminta oleh wartawan.
B. Sebelum melakukan tindakan represif/penindakan fisik (jika memungkinkan).
C. Setelah seluruh perusuh dilumpuhkan dengan senjata.
D. Saat narapidana sudah melarikan diri dari Lapas.
E. Tahap pemulihan bangunan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 50 Premium
Apa kewajiban utama Narapidana menurut UU No. 22 Tahun 2022?
A. Memberikan informasi mengenai rahasia negara.
B. Membayar sewa kamar hunian.
C. Mengikuti seluruh program pembinaan dan mematuhi tata tertib.
D. Mendapatkan makan tiga kali sehari.
E. Membantu petugas melakukan pengamanan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Keamanan Pemasyarakatan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan

SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pembina Keamanan Pemasyarakatan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.